rirandaraAvatar border
TS
rirandara
Pengalaman Mengesankan Ketika Naik Kereta Api Ekonomi


emoticon-Hai
Kereta api merupakan moda transportasi umum yang menjadi primadona banyak orang ketika mudik. Jika membandingkan kondisi kereta api sekarang dan dulu, sungguh-sungguh jauh berbeda. Khususnya kelas ekonomi. Kalau kelas bisnis dan eksekutif jangan tanya, ya. Soalnya saya cuma dua kali-kalinya berada di dalamnya. emoticon-Ngakak (S)
Tapi, kalau ngomongin kelas ekonomi, hampir tiap tahun saya numpang. Dari kecil sampe jaman kerja. Surabaya-Banjar dan sebaliknya. Juga Banjar-kertosono dan sebaliknya.

Dari sekian seringnya menaiki kereta api, tentu banyak kejadian dan pengalaman yang terjadi. Baik yang berkesan manis maupun pahit.

Kalau kejadian manis saya sih, seperti halnya ketika berkenalan dengan cowok asal Kebumen dan Purwakarta yang akhirnya berlanjut jadi sahabat pena. Secara anak SMA jaman saya masih belum ada HP, kanemoticon-Cape d... (S)

Namun, ada Beberapa kejadian pahit yang pernah saya alami juga. Salah satunya ketika kereta api yang saya naiki mengalami kecelakaan. Kejadian ini memang sudah berlalu hampir dua puluh tahun lalu. Tapi, begitu membekas di ingatan.


Kecelakaan kereta yang saya alami terjadi saat saya masih SD. Waktu itu libur menjelang lebaran, saya bersama ibu angkat --uwak-- dan keponakan yang masih TK berangkat dari Stasiun Semut Surabaya menuju Banjar. Kami menumpang kereta Pasundan. Di awal keberangkatan semuanya lancar seperti biasa. Namun, saat memasuki daerah Gandrungmangun tiba-tiba saya merasakan kereta seolah membentur sesuatu yang keras. Kemudian berhenti lama. Padahal bukan di stasiun, tapi di tengah-tengah sawah.

Ketika itu saya gak paham apa yang sedang terjadi. Hanya saja orang-orang dewasa pada panik termasuk uwak. Setelah beberapa saat barulah diketahui kalau kereta yang membawa kami telah menabrak truk bermuatan beras berpuluh-puluh ton yang terjebak di tengah-tengah perlintasan kereta. Sampai-sampai lokomotifnya nyungsep ke sawah.

Kebetulan saat itu saya berada di gerbong 3. Sungguh tidak dapat membayangkan seandainya kami berada di gerbong 1 atau 2. Boleh jadi kami pun akan menjadi salah satu korban yang terluka. Akan tetapi, meski badan kami tak lecet secuilpun, trauma itu tetap ada.

Lalu, kapok kah saya naik kereta? Oh tentu tidakemoticon-Ngakak (S). Sebab, kalau enggak naik kereta mau naik apalagi saat mudik. Sedangkan kalau naik bis, saya bisa mabuk parah.

Selain kecelakaan tadi, ada satu lagi pengalaman kurang sedap yang pernah saya alami.
Saat itu, saya pernah dengan terpaksa berada di lorong dekat toilet dan pintu masuk kereta selama semalam penuh. Dari Banjar sampai Kertosono. Sebab, jangankan untuk dapat kursi. Sekadar untuk berada di lorong dalam gerbong saja gak bisa. Saking membludaknya penumpang arus balik sesudah lebaran tahun 2005.


Beruntungnya kereta api ekonomi di masa sekarang sudah sangat tertata dengan baik. Ya, walaupun untuk itu harus menebusnya dengan harga tiga kali lipat dari sebelumnya, emoticon-Big Grin

Nah ... di sini, adakah gansist yang memiliki pengalaman serupa dengan saya? Ayolah kita bercerita dan bernostalgia tentang kereta api jadul,emoticon-Big Grin

Mari tetap santun dan menghargai dengan sesamaemoticon-Blue Guy Smile (S).

emoticon-I Love Indonesia


☘️☘️☘️☘️☘️
Thread by rirandara
Pengalaman pribadi
Foto: 1, 2, 3








Diubah oleh rirandara 26-02-2021 04:17
kyukyunanaAvatar border
tien212700Avatar border
hansipjutekAvatar border
hansipjutek dan 48 lainnya memberi reputasi
47
10.5K
365
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
icon
922.6KThread81.9KAnggota
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Ikuti KASKUS di
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.