Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
5734
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/602b7bcd14dba2064f1b99fc/desa-tumbal-misterius-di-pedalaman-kalimantan
Ada yang janggal di kampung ini. Penduduknya hanya beberapa orang saja. Itupun rata-rata berusia sudah tua. Wajah mereka sangat muram dengan pakaian yang lusuh. Tubuh mereka kurus dan pucat, seperti orang yang terkena penyakit. Tatapan mereka kosong tanpa pengharapan, seolah-olah ajal siap menjemput mereka kapan saja.
Lapor Hansip
16-02-2021 15:01

Desa Misterius Di Pedalaman Kalimantan [ Tamat ]

Past Hot Thread
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan

Salam lekum agan sista semua.

Setelah hampir 10 tahun hiatus, akhirnya ane bikin thread lagi di kaskus. Agak canggung juga, karena sudah 1 dekade cuman sesekali berkunjung. Cuman kali ini ane mau bikin cerita, tentang pengalaman seorang kawan yang menemukan hal ganjil ketika ada project di salah satu desa di pedalaman Kalimantan.

Jadi ceritanya bakal ane jabarin satu-satu di bawah emoticon-Cool

Quote:beberapa gambar ane comot dari google sebagai ilustrasi, bukan dokumentasi pribadi.


Quote:Update teratur tiap malam Senen dan malam Jumat pukul 19.00. wib


Quote:Saya mohon dengan sangat untuk tidak meng Copy Paste cerita ini. Semoga agan dan sista yang budiman bersikap bijaksana, dan bisa menghargai karya orang lain. Terima kasih


Quote:


















































Diubah oleh benbela
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jondolson dan 262 lainnya memberi reputasi
253
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 62
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
16-02-2021 15:03
Quote:Original Posted By benbela


Prolog


Ada yang janggal di kampung ini. Penduduknya hanya beberapa orang saja. Itupun rata-rata berusia sudah tua. Wajah mereka sangat muram dengan pakaian yang lusuh.
Tubuh mereka kurus dan pucat, seperti orang yang terkena penyakit.
Tatapan mereka kosong tanpa pengharapan, seolah-olah ajal siap menjemput mereka kapan saja.

Istriku mencengkram erat pergelangan tanganku. Kami bergegas menuju tempat yang kami tuju.

Rumah-rumah penduduk yang terbuat dari kayu, rupanya banyak yang kosong tanpa penghuni. Seperti sengaja ditinggalkan dalam keadaan terburu-buru. Banyak yang sudah lapuk tertutup tanaman merambat. Sebagian lagi sudah rata dengan tanah, tertutup rerumputan dan belukar.
Hanya ada anjing liar dengan tubuh kurus kering penuh lalat yang menghuni rumah-rumah tersebut.

Dan yang lebih aneh lagi, tidak terlihat satupun anak kecil di kampung ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 40 lainnya memberi reputasi
41 0
41
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
16-02-2021 15:08
Quote:Original Posted By benbela



Bab I : Kalimantan


2018.
Akhirnya, aku dan istriku menginjakan kaki di Kalimantan. Tanah harapan dan impian, setelah bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan di tanah kelahiranku, di Gunung Kidul, Yogyakarta.

"Amplop ini serahkan dengan Pak Kasno ya. Dia akan mengurus segala keperluan di sana. Ingat.. enam bulan lagi prajabatan di provinsi.
Nanti akan ada surat pemanggilan. Kamu akan berangkat bersama-sama CPNS lainnya. Nanti akan dilepas langsung oleh Pak Bupati"

"Inggih pak, Terima kasih banyak. Akan saya sampaikan salam bapak buat Pak Kasno".

Aku kemudian menyimpan amplop dari lelaki setengah baya tersebut ke dalam tas punggung yang kubawa. Aku sisipkan diantara berkas-berkas lainnya, yang disatukan dalam wadah plastik khusus untuk menyimpan berkas.

Setelah keluar ruangan, beberapa orang lainnya kemudian masuk ke ruangan tersebut. Sama seperti diriku, mereka adalah CPNS yang akan ditugaskan ke sekolah masing-masing, sebelum nantinya secara resmi dikukuhkan sebagai abdi negara.

Aku kemudian segera pergi dari gedung dinas Pendidikan Barito Utara, menggunakan tukang ojek menuju penginapan dimana istriku telah menunggu.

***


Setiba di penginapan, aku segera bergegas menuju kamar kami yang ada di lantai dua. Istriku masih tertidur pulas setelah menempuh perjalanan darat selama 10 jam dari Banjarmasin.
Wajahnya teduh, khas wajah wanita Jawa yang hitam manis.
Sebenarnya aku ingin dia tinggal dulu bersama mertuaku di Jawa, menanti hingga aku resmi dilantik sebagai PNS. Namun ia bersikeras, takut aku kepincut gadis Dayak dan menghilang tanpa kabar katanya. Apalagi omongan tetangga yang mengatakan bahwa tanah Kalimantan penuh hal mistis, dibumbui cerita tentang banyaknya orang Jawa yang tidak bisa pulang setelah menikah dengan orang Dayak, membuat istriku semakin memaksa untuk ikut.

Orang tuaku juga sempat melarang, takut peristiwa yang menimpa mas Tarno, tetangga kami, juga terjadi padaku.
Aku masih teringat peristiwa beberapa tahun lalu. Saat mas Tarno baru sampai di halaman rumah, ibunya langsung teriak histeris dan memeluknya dengan isakan tangis. Saudaranya yang lain juga berhamburan menyambut mas Tarno, karena mengira ia telah meninggal dunia di tanah perantauan.

Sehari setelah kedatangannya, keluarga mas Tarno langsung mengadakan malam syukuran atas kepulangannya. Setelah Isya, Aku dan para tetangga lainnya turut hadir, sekaligus penasaran dengan cerita mas Tarno selama bekerja di Kalimantan. Rumah orang tua mas Tarno yang kecil, penuh warga yang duduk berdesakan. Kami ingin mendengar langsung tentang pengalamannya selama di Kalimantan. Apalagi, baru sehari tiba di kampung halaman, sudah beredar kabar bahwa mas Tarno seharusnya sudah mati, tapi dihidupkan lagi oleh orang Dayak.

Aku dan Herman, sengaja memilih duduk agak dekat dengan mas Tarno. Siapa tahu, ada informasi menarik yang bisa kami dapatkan, misalnya informasi tentang lowongan pekerjaaan.

" Bim, kamu lihat gak? Di leher mas Tarno ada bekas luka tebasan. Pasti dia bikin ulah dengan orang Dayak" tanya Herman yang duduk di sampingku.
Aku yang sedari tadi sibuk mainan Hp, segera mengalihkan perhatian dan memandang bagian leher mas Tarno. Benar juga, di bagian lehernya terdapat bekas luka memanjang.

"Sstt... Jangan keras-keras, nanti didengar mas Tarno atau keluarganya ga enak.." kataku sambil berbisik pada Herman.

Mas Tarno memang dikenal sebagai pemuda yang pemberani di kampungku. Meski tidak pernah bersikap sok preman, namun ia tak takut untuk menghajar apabila ada pemuda atau warga yang berlagak sok jagoan. Ditambah lagi, ia salah seorang pelatih silat sebuah perguruan yang berasal dari Madiun, sehingga ia memiliki banyak murid yang siap membantunya bila terlibat perkelahian. Bahkan, banyak murid perguruannya yang berasal dari beberapa kampung sebelah, sehingga namanya semakin disegani.

Usai Pak Ustad membacakan doa, giliran Pak Kades memberikan sambutan. Kemudian, tibalah giliran mas Tarno diminta menceritakan tentang pengalamannya selama di Kalimantan.

" Kalian lihat luka bekas tebasan di leher saya ini? Leher saya hampir putus ditebas orang Dayak. Waktu itu saya kira saya akan mati di tanah perantauan, di tengah hutan. Tapi Alhamdulillah, Allah masih mengijinkan saya hidup sampai sekarang".

Wargapun tiba-tiba hening saat mas Tarno memulai ceritanya, terhanyut akan suasana.

" Suatu ketika, saya memeriksa kebun karet milik perusahaan tempat saya bekerja. Biasanya tugas seperti itu kami lakukan 2 hingga 3 orang. Namun entah kenapa, 2 orang teman saya tidak bisa datang sehingga saya nekat berangkat sendirian. Untuk jaga-jaga, aku membawa mandau, senjatanya orang Dayak. "

" Nah... Saat sudah di kebun yang berada di tengah hutan, saya bertemu dengan seorang warga lokal. Sepertinya waktu itu dia sedang berburu, sebab dia tidak hanya membawa mandau, tapi juga sumpit dan memakai tas punggung terbuat dari anyaman rotan."

Mas Tarno lalu menyeruput kopi dan menghisap rokok, kemudian melanjutkan ceritanya.

" waktu itu kami saling bertatap mata. Mungkin karena merasa jumawa, aku tidak takut sedikitpun saat itu. Toh aku sudah sering berkelahi juga di kampung halaman, satu orang Dayak bukanlah masalah pikirku. Hanya saja, aku terbiasa berkelahi tangan kosong, tidak pernah berniat untuk mencabut nyawa orang"

Mas Tarno kemudian menghela nafas, mengumpulkan serpihan-serpihan memori yang bisa diingatnya tentang peristiwa tersebut

"Yang aku tidak sangka, kalau orang Dayak berkelahi maka niatnya sudah pasti ingin membunuh. Bukan hanya sekedar menghajar agar musuhnya jera."

"Mungkin saja, waktu itu dia ingin menjajal kemampuanku, sebab sepertinya dia tahu kalau aku bawa bekal ke Kalimantan. Saat sudah hampir berpapasan, tiba-tiba saja mandaunya sudah menebas leherku. Aku yang tidak siap dapat serangan tiba-tiba, langsung saja kabur ke arah sungai"

"Aku ingat sekali, baju yang kupakai sudah bermandikan darah. Orang Dayak itu tidak mengejar, tapi mengarahkan sumpitnya. Beruntunglah, belum sempat ia meniup sumpitnya aku sudah terjun ke sungai Barito"

"Setelah terbawa arus, Aku lalu diselamatkan warga yang menjala ikan. Aku kemudian dibawa ke kampung dan diobati oleh tetua adat, orang Dayak menyebutnya mantir. Leherku yang luka diolesi minyak yang disebut minyak bintang. Kata Pak Mantir, kalau malam ini terlihat bintang, maka aku masih bisa selamat. Tapi kalau tidak ada bintang, maka aku akan meninggal. Alhamdulillah, malam itu ada bintang terlihat, sehingga aku masih selamat. Sepertinya Allah masih ingin aku panjang umur. Kalau tidak, mungkin aku sudah meninggal di tanah orang"

" Wah...pasti mas Tarno menggoda istri orang, makanya ditebas orang Dayak" celetuk Pak Kades sehingga semua yang hadir tertawa.

"Itu gimana rasanya mas, waktu dikasih minyak bintang. Apa urat-uratnya nyambung lagi atau gimana? " Tanya salah seorang warga yang penasaran.

"Waktu itu saya sudah gak sadar lagi mas, antara hidup dan mati. Saya hanya pasrah. Saya ditaroh di luar rumah biar terkena cahaya bintang.
Rasanya sakit sekali saat urat-urat leher dan daging saya kembali menyambung. Kretek...kretek...kretek...bunyi yang saya dengar saat urat-urat leher saya kembali menyatu"

"Wah...benar juga ya, orang Dayak itu sakti...yang katanya bisa jalan di atas air, atau mandau terbang itu benar gak mas?" Tanya Pak Kades lagi.

"Kalau itu saya gak pernah ketemu Pak. Sebenarnya orang Dayak ya sama seperti kita juga. Asal ga diganggu, mereka juga gak akan ganggu kita"

"Yang penting, kita berprilaku sopan di kampung orang. Gak usah petantang petenteng, nanti kayak saya. Merasa jagoan, merasa punya ilmu, malah hampir mati di tanah orang. Hahaha..."

Melihat mas Tarno tertawa, warga lain pun otomatis ikut tertawa. Setelah mulai reda, aku memberanikan diri untuk bertanya.

" Nuwun sewu mas Tarno...jenengan kan udah 14 tahun gak pulang kampung. Itu kenapa mas? Apa benar mas Tarno dipelet orang Dayak?"

Mas Tarno kemudian menoleh kearahku. Jujur, saat itu aku kaget, takut dia marah atau tersinggung. Tapi kemudian senyum mengembang di wajahnya, sehingga akupun kembali tenang.

"Maaf nggih, adek ini sinten ya? Maklum...saya sudah lama gak pulang kampung. Jadi agak lupa sama tetangga"

"Saya Bimo mas...anaknya Pak Supri" ujarku sambil menunjuk dengan jempol ke arah ayahku yang duduk beberapa jarak di samping Pak Kades.
Ayahku lalu mengangguk kepada mas Tarno.

"Owalah...si Bimo,udah gede toh le..dulu masih SD, sekarang udah besar. Sebentar lagi punya istri, atau malah sudah punya anak, hehehe..."

"Belum mas... Baru lulus kuliah. Sekarang masih cari kerja yang layak"

"Iya...iya.. " mas Tarno tampak mengangguk angguk.

"Sebenarnya,setelah setahun pertama di Kalimantan saya sudah berniat pulang"

Mas Tarno lalu menghentikan kalimatnya, kembali menyalakan rokok lalu menyeruput kopi. Warga kembali hening, antusias mendengar cerita mas Tarno.

"Apalagi, baru beberapa bulan di Kalimantan saya sudah hampir kehilangan nyawa. Saya takut jika saya diserang lagi. Tapi Alhamdulillah, setelah itu saya gak pernah punya masalah lagi di Kalimantan"

"Namun anehnya, setiap kali saya ingin pulang, tiba-tiba saja saya sakit. Entah demam, entah terluka saat bekerja, yang mengharuskan saya harus dirawat beberapa hari di klinik perusahaan "

"Saya bahkan beberapa kali sudah tiba di pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Hanya tinggal menaiki tangga kapal, saya tiba-tiba tanpa sadar langsung kembali ke daerah pedalaman Barito. Begitu sadar, saya sudah berada di mess karyawan. Begitu pula saat tiba di bandara, saya pasti kembali tanpa sadar ke mess perusahaan"

Warga kembali hening. Terdiam. Seakaan takut peristiwa yang dialami mas Tarno juga menimpa mereka atau keluarga mereka yang di Kalimantan.

"Kenapa gak pernah kirim kabar mas? Kan ada Hp atau Facebook?" Tanya salah seorang warga.

"Itulah masalahnya mas. Tempat saya bekerja tidak ada sinyal. Sinyal hanya ada di kecamatan. Jaraknya lumayan jauh. Sekitar 2 jam. Begitu sampai kecamatan, saya selalu lupa menghubungi keluarga. Sepertinya ada yang sengaja menghalangi saya kasih kabar buat keluarga di kampung"

"Terus...akhirnya bisa pulang kampung itu bagaimana ceritanya mas? " Tanya Pak Kades lagi.

"Kata kawan saya yang orang Dayak, saya kemungkinan kena palarangan. Guna-guna orang Dayak. Saya lalu berobat ke orang pintar, juga beberapa ustad di Martapura. Tapi gak juga berhasil. Saya baru terbebas setelah dimandikan oleh orang Dayak Maanyan. Kata beliau, saya kepuhunan"

"Kepuhunan...? Apa itu mas? " Aku kembali bertanya penuh penasaran.

..bersambung...



.
Diubah oleh benbela
profile-picture
profile-picture
profile-picture
djeanadorabel dan 71 lainnya memberi reputasi
70 2
68
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 01:31
Ijin nitip sendal dulu
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 02:00
Wow, 10 tahun hiatus, udah suhu nih, pasti ceritanya menarik. Ane subscribe dulu deh, tar sempet ane baca
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 02:23
Ijin buka tenda gan....
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 02:42
Tanah borneo....menarik nih, ijin nenda om tsemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 05:32
emoticon-Hot News ada cerita baru dari kaskuser sepuh ..
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 06:03
Bakwan bakwan.. Pisang goreng.. Combro.. Masih anget.. Masih anget.. Xixi

Numpang ngewarung dimari Gan.. emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mumunmj dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 26 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 26 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 07:44
mantappl..lanjutkan bro.
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 08:29
Pasang kapling mau bangun tower dan pasang CCTV biar bisa memantau trit ini kapan saja..... jangan sampai tumbuh kentang di sini ya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
joyanwoto dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 08:31
Selanjutnya akan ane update tiap malam jumat dan malam senen pukul 19.00 wib.
Makasih buat agan-agan yang udah berkunjung. Selanjutnya, bila ada agan youtuber yang pengen eksplore tuh desa, ane cuman bisa kasih tau tempatnya di akhir cerita. Tapi ane gak mau nganterin, takut kalo pas pulang keluar serpihan ulin dari perut emoticon-Betty

Quote:Original Posted By benbela

Bab II : Menuju Petaka


"Sudah selesai mas?" Pertanyaan istriku membuyarkan segala ingatanku tentang mas Tarno.

"Alhamdulillah... Sudah selesai. Tinggal berangkat aja ke tempat tugas"

Aku meletakan tas punggungku di sebelah lemari, lalu berganti baju dengan T-shirt.

" kira-kira kapan mas kita berangkat?"

"Nanti subuh, jam 2."

"Hah...!?" Istriku kaget mendengar jawabanku barusan.

"Kenapa gak besok pagi aja mas? Atau siang sekalian? "

"Kata tukang ojek tadi, desa tempatku bertugas cukup terpencil. Hanya bisa ditempuh lewat jalur sungai. Perahu motor yang menuju ke sana hanya ada di ibu kota kecamatan, dan mereka adanya cuman pagi. Kalau tidak, kita terpaksa menunggu sehari lagi. Jadi, kita harus sudah ada di ibu kota kecamatan saat pagi. Makanya kita harus berangkat subuh, sebab ibu kota kecamatan lumayan jauh dari sini. Sekitar dua jam."

Istriku menghela nafas, terlihat agak kesal. Rupanya rasa lelahnya masih belum hilang. Namun apa boleh buat, inilah resiko yang harus kami tempuh bila ingin memperbaiki nasib.

Aku mendekati istriku yang duduk di pinggir ranjang, mengelus rambutnya lalu mencium keningnya.

"Kita cari makan aja yuk..aku lapar."

Istriku tersenyum mendengar ajakanku.

"Yuk mas...aku juga lapar. Sekalian ingin merasakan kuliner kalimantan. Tunggu sebentar ya, aku pasang jilbab dulu."
"Aku tunggu di depan penginapan ya. Sekalian mau ngerokok."
"Iya..."

Aku sengaja memilih menunggu di depan penginapan, karena istriku untuk urusan memakai jilbab saja bisa hampir satu jam.

Aku duduk di salah satu kursi panjang yang ada di depan penginapan. Menikmati rokok dan kopi dingin botolan yang di jual di lemari pendingin.

Di depanku, membentang sungai Barito yang begitu megah. Sungai-sungai di Jawa seolah tidak ada artinya dibandingkan lebarnya sungai ini. Saya perkirakan, lebarnya 5 kali lapangan sepak bola. Mungkin juga lebih.
Kapal-kapal tongkang pengangkut batu bara, perahu dan speed boat terlihat lalu lalang.
Di pinggirnya, terdapat taman yang luas yang tertata rapi, sehingga membuat pemandangan dari tepian Barito sungguh indah. Mungkin karena masih siang dan cuaca sedang terik, tidak ada seorangpun di situ.

Jujur, aku malu pada diriku sendiri.
Ternyata Kalimantan tidak semengerikan yang kubayangkan. Dulu, Kalimantan yang kubayangkan hanyalah hutan, daerah tertinggal, dan hal-hal mistis. Kini aku sadar, berbagai stereotip tentang Kalimantan hanya kudapatkan dari televisi, koran maupun internet.

Berbagai informasi tersebut ternyata juga mempengahuri orang tuaku dan mertuaku. Terutama ibuku. Aku ingat beberapa minggu lalu dia bersikeras agar membatalkan niatku untuk bekerja di Kalimantan, setelah aku dinyatakan lolos tes CPNS.

Sore itu, hanya ada aku, ibu dan ayah di rumah. Sementara istriku sedang memberi les tambahan kepada beberapa anak tetangga yang cukup kaya. Dua orang adikku, Bagus dan Irma, sudah kebiasaan mereka kalau sore hari bermain entah dimana, dan baru pulang menjelang magrib.

"Le... Apa gak bisa dibatalkan saja. Ibu khawatir. Nanti kamu seperti mas Tarno. Gak pulang bertahun-tahun. Bahkan saat ayahnya meninggal dia gak datang. "

Suara ibu parau, jelas sekali kalau dia cemas tentang nasibku dan istri bila nekat merantau ke Kalimantan. Cerita dari mas Tarno beberapa tahun lalu rupanya masih menghantui pikiran ibu.

"Gapapa Bu, cuman ini kesempatan saya memperbaiki nasib. Ibu tahu sendiri kan berapa gaji guru honorer. Itupun kadang telat. Ngasih les tambahan juga gak cukup. Saya tidak mungkin terus bergantung pada ayah dan ibu. Apalagi saya sekarang sudah punya istri."

Aku berusaha menjelaskan sebisanya pada ibuku, berharap dia memberikan restunya tentang keinginanku untuk merantau.

Ibu menoleh pada ayah, meminta dukungan.
Ayah yang sedari tadi hanya mendengarkan perbincangan kami, akhirnya mulai bicara.

"Bimo sudah dewasa bu, sudah beristri. Apalagi dia laki-laki, dia kepala keluarga. Kita sebagai orang tua sudah tidak berhak ikut campur urusannya. Siapa tahu, setelah di Kalimantan hidupnya berubah. Mungkin saja, rezekinya di seberang pulau." ujar ayahku panjang lebar.

Mendengar perkataan ayah, ibuku langsung merengut. "Huh... Dasar, ayah dan anak sama saja. Ini pasti gara-gara si Sri, menantu kesayanganmu. Sejak dia ada di rumah, kalian selalu menentang aku"

"Ibu..! Istriku gak ada sangkut pautnya dengan keinginanku." Suaraku langsung meninggi mendengar ibu yang selalu berusaha menyalahkan istriku.

"Mas...kok melamun?" tepukan istriku di pundak membuat aku tersadar dari lamunan.

"Tadi habis video call sama Simbok juga Bapak. Kalau ayah lagi di luar. Sedangkan ibu, seperti biasa, cerewet. Makanya lama baru keluar kamar."

Simbok dan Bapak adalah panggilan istriku untuk orang tuanya. Sedangkan ayah dan ibu adalah panggilannya untuk orang tuaku, mengikuti kebiasaanku.


***


Aku dan istriku berjalan-jalan di sekitar penginapan untuk memilih salah satu warung makan yang kira-kira cocok dengan selera kami. Sepanjang jalan, istriku bercerita bahwa betapa cerewetnya ibuku yang meminta istriku untuk selalu memperhatikanku, mengingatkanku untuk makan dan sebagainya. Ibuku memang kadang berlebihan dalam mengurusku. Sudah beristripun, dia masih saja ikut campur urusanku. Sejak kecil, perhatian ibu memang selalu lebih besar kepadaku dibanding kedua adikku.


Setelah berjalan hampir 100 meter, akhirnya pilihan kami jatuh pada salah satu rumah makan yang agak ramai pengunjung. Kami berdua sama-sama memilih lauk ikan sungai. Aku memilih ikan Lais bakar sedangkan istriku memilih ikan Baung bakar. Untuk sayur, kami mencoba merasakan rotan rebus dan juga kulit cempedak gorek, dengan sambal daging durian goreng yang disebut Tampuyak.

Istriku kembali bercerita betapa senangnya bisa terbebas dari mertua cerewet seperti ibuku. Aku hanya mendengarkan segala curhatnya, dan sesekali menasehari bila sudah berlebihan.

Beberapa saat kemudian, dua orang pelayan mengantarkan pesanan kami. Ikan bakarnya memang enak,tapi untuk sayur rasanya masih asing dengan lidah kami. Demikian juga sambalnya. Untung saja, di meja juga tersedia sambal biasa.

"Tadi aku sudah ketemu dengan orang yang bisa mengantarkan kita ke ibu kota kecamatan. Saudaranya tukang ojek yang antar jemput saya ke Dinas Pendidikan tadi pagi. Nanti, kita akan dijemput di penginapan jam 2 subuh."

"Ongkosnya berapa mas?" tanya istriku.

"Lumayan mahal. Tapi mau gimana lagi, kita gak ada pilihan lain"

Usai dari warung makan, aku dan istri jalan-jalan sebentar di sekitar penginapan, menikmati pemandangan di tepian sungai Barito. Lalu istriku mengajakku berhenti di salah satu toko yang menjual cinderamata khas Dayak. Istriku membeli dua gelang yang terbuat dari anyaman rotan, serta beberapa gantungan kunci model perisai dan mandau, lalu kami kembali ke penginapan.

***


Pukul setengah 2 malam, aku terbangun dari tidur. Dari tadi tidurku memang tak nyenyak. Aku gelisah memikirkan tentang perjalanan nanti ke tempat tugas. Ada rasa bahagia juga bercampur keraguan. Bahagia karena masa depanku cerah, dalam 6 bulan kedepan aku akan resmi dinyatakan sebagai PNS. Namun juga ragu, karena tempatku bertugas sebagai guru berada jauh di pelosok Kalimantan yang terisolir dan jauh dari peradaban. Aku tidak mengenal siapa-siapa, juga adat istiadatnya. Bahkan, warga lokal saja tidak berminat mengisi formasi CPNS di tempat itu.

Kutatap wajah istriku yang tertidur pulas di sampingku. Salah satu alasannya memaksa ikut, karena tidak betah dengan sikap ibuku. Entah kenapa, ibuku selalu berusaha mencari-cari kesalahan istriku. Apalagi setelah lebih dari 3 tahun menikah, kami belum diberikan momongan. Lengkaplah kalimat tidak enak yang keluar dari mulut ibu kepada istriku.

"Mas...kalau aku tinggal di tempat orang tuaku selama mas di Kalimantan, nanti omongan ibu semakin macam-macam. Nanti dibilangin istri tidak taat suami. Aku capek mas dengar celotehan ibu." ucap istriku beberapa waktu lalu, sewaktu kami belum berangkat ke Kalimantan.

Aku membuka jendela agar angin segar masuk ke dalam kamar. AC yang tidak menyala sempurna membuat kamar terasa cukup pengap.

Membuang kejenuhan, aku menyulut rokok dan menyalakan televisi. Baru seperempat batang, panggilan telpon di whattapp ku berbunyi. Tertera nama Junai, sopir yang akan mengantarkan kami ke Ibu Kota Kecamatan.

" Mas Bimo...ini Junai mas, sopir yang tadi siang ketemu. Saya udah di depan penginapan. Gimana ? Udah siap?"

"Oh iya mas...sebentar ya, kami siap-siap dulu. Tunggu aja di depan. Sebentar lagi kami turun."

Setelah mematikan sambungan telpon aku membangunkan istriku. Setengah sadar, dia mengucek-ngucek matanya sambil menguap. Istriku menanyakan ulang apa yang aku ucapkan, setelah mendengar jawaban ia segera bangun dan menuju kamar mandi untuk cuci muka.

Keluar dari kamar mandi, istriku lalu mengenakan jilbabnya. Dia lalu memasukan peralatan mandi yang dibungkus kresek hitam ke dalam tas punggungnya. Setelah itu, dia memasukan beberapa snack untuk bekal perjalanan ke dalam tas kresek hitam. Snack itu terdiri dari dua botol aqua ukuran sedang, beberapa roti basah dan kering, kacang telur dan taro, serta beberapa biji telur asin kegemaranku.

Selesai berkemas, kami kemudian segera menuruni tangga penginapan. Masing-masing dari kami membawa satu tas punggung dan satu koper besar berisi pakaian.

Setelah selesai urusan check out di resepsionis, kami berdua segera keluar penginapan.

Di depan penginapan telah terparkir mobil Hilux double cabin. Di bagian bak, penuh muatan yang ditutup terpal berwarna biru.

Melihat kami berdua keluar dari pintu penginapan, Bang Junai langsung menyambut kami dengan senyuman. Beberapa meter di belakangnya, berdiri seorang pria yang wajahnya seperti ku kenal. Sambil menghisap rokoknya, pria itu menatapku penuh selidik, lalu mendekat.

" Loh...mas Tarno !? " tanyaku kaget.

Tanpa kusadari, perjumpaan dengan mas Tarno adalah awal dari petaka yang segera menimpaku dan istri di tanah Kalimantan.

...bersambung...

Diubah oleh benbela
profile-picture
profile-picture
profile-picture
djeanadorabel dan 70 lainnya memberi reputasi
71 0
71
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 08:41
Mantab gan, udah ada jadwal updatenya

Baca part ini ane jadi inget pas pertama menginjakkan kaki di tanah borneo. Ane juga merasakan apa yang agan rasakan, apa yang kita lihat dan temui disana, sangat jauh berbeda dengan apa yang kita bayangkan sebelumnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 35 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 35 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 09:02
Baca nanti
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 09:29
Gelar tiker aaaah
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 09:34
Tandai dulu....
Cerita yg menarik...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rijalbegundal dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 10:15
menarik ini emoticon-Recommended Seller
numpang bangun rumah gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 11:38

Amat Sangat Menarik....

Dimana tanah di injak, di situ langit di junjung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Deviafeb dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 12:23
wah bacaan menarik nih
pesan saya sampek tamat ya gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 12:52
Kisah nya bagus,..ditunggu kelanjutanya
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan indrag057 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
17-02-2021 13:06
Mantep ni tinggalin jejak. Tapi apakah cerita seperti ini aman terhadap masyarakat atau org dayak nya gan. Semoga bisa diambil hikmahnya ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 62
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
misteri-gunung-kemukus
Stories from the Heart
sakti-wirajati
Stories from the Heart
elang-mataram
Stories from the Heart
si-anak-yang-kebingungan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia