News
Batal
KATEGORI
link has been copied
249
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/601231b6a727682dd213aae3/ancaman-baru-di-tengah-pandemi-covid-19-itu-bernama-virus-nipah
Belum selesai pandemi COVID-19 melanda berbagai negara di penjuru dunia, kini muncul kekhawatiran baru mengenai kemunculan virus Nipah. Bahkan The Guardian dalam laporannya dari sebuah hasil studi independen menyebut bahwa, tidak ada satupun perusahaan farmasi besar di dunia yang siap jika terjadi pandemi berikutnya.
Lapor Hansip
28-01-2021 10:38

Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah

Past Hot Thread
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus NipahIlustrasi kelelawar. (Foto: Shellac/Flickr)


Pantau.com - Belum selesai pandemi COVID-19 melanda berbagai negara di penjuru dunia, kini muncul kekhawatiran baru mengenai kemunculan virus Nipah.

Bahkan The Guardian dalam laporannya dari sebuah hasil studi independen menyebut bahwa, tidak ada satupun perusahaan farmasi besar di dunia yang siap jika terjadi pandemi berikutnya.

Jayasree K. Iyer, direktur eksekutif Access to Medicine Foundation, sebuah nirlaba yang berbasis di Belanda, menyoroti wabah virus Nipah yang terjadi di China, dengan tingkat kematian hingga 75 persen, dan berpotensi menjadi risiko pandemi besar berikutnya.

“Virus Nipah adalah penyakit menular lain yang muncul dan menimbulkan kekhawatiran besar. Nipah bisa meledak kapan saja. Pandemi berikutnya bisa jadi infeksi yang resistan terhadap obat," kata dia.

Baca juga: Kemenkes Minta Waspada Ancaman Virus Nipah dari Malaysia

Virus Nipah masuk dalam daftar salah satu dari 10 penyakit menular dari 16 penyakit yang diidentifikasi oleh WHO sebagai risiko kesehatan terbesar masyarakat, bersama dengan Mers dan Sars --penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus korona dan memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada COVID-19 tetapi tidak terlalu menular.

Kelelawar buah dituding menjadi inang alami dari virus yang memiliki angka kematian 40 persen hingga 75 persen tersebut, tergantung di mana wabah itu terjadi. Ada beberapa alasan mengapa virus Nipah begitu menyeramkan.

Masa inkubasi penyakit yang lama dilaporkan bisa mencapai 45 hari dalam satu kasus. Hal ini dapat memberikan banyak kesempatan bagi inang yang terinfeksi, bahkan mereka yang tidak sadar tengah tertular, untuk menyebarkannya.

Virus ini juga dapat menginfeksi berbagai macam hewan, membuat kemungkinan penyebarannya lebih mungkin terjadi. Penularan virus ini juga bisa melalui kontak langsung atau dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Seseorang dengan virus Nipah mungkin akan mengalami gejala pernapasan termasuk batuk, sakit tenggorokan, kelelahan, dan ensefalitis, pembengkakan otak yang dapat menyebabkan kejang hingga kematian.

Nipah di Bangladesh dan India

Bangladesh dan India merupakan dua negara yang pernah mengalami wabah virus Nipah di masa lalu, yang kemungkinan penyebabnya terkait dengan konsumsi jus kurma. Pada malam hari, kelelawar yang terinfeksi akan terbang ke perkebunan kurma dan mengambil sari buahnya saat keluar dari pohon. Kelelawar tersebut kemungkinan buang air kecil di pot penampung.

Penduduk yang tidak tahu akan membelinya pada hari berikutnya dari pedagang kaki lima setempat, meminumnya dan terinfeksi penyakit tersebut. Dari 11 wabah virus Nipah di Bangladesh dari tahun 2001 hingga 2011, tercatat ada 196 orang terdeteksi dengan 150 jiwa di antaranya meninggal dunia.

Veasna Duong, kepala unit virologi di laboratorium penelitian ilmiah Institut Pasteur Phnom Penh, Kamboja, mengatakan bahwa jus kurma juga sangat populer di negaranya. Duong dan timnya telah menemukan bahwa kelelawar buah di Kamboja dapat terbang jauh -hingga 100 km setiap malam- untuk mencari buah.

Itu berarti penduduk di wilayah tersebut perlu khawatir, tidak hanya tentang terlalu dekat dengan kelelawar, tetapi juga khawatir mengonsumsi produk yang mungkin telah terkontaminasi oleh kelelawar yang terinfeksi virus Nipah.

Duong dan timnya juga telah mengidentifikasi situasi berisiko tinggi lainnya, yaitu kotoran kelelawar (disebut guano) menjadi pupuk yang populer di Kamboja dan Thailand dan di daerah pedesaan dengan sedikit kesempatan kerja.

Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah

Ilustrasi kelelawar. (Foto: Shutterstock)




Bagi penduduk di sana menjual kotoran kelelawar dapat menjadi cara yang vital untuk mencari nafkah. Duong mengidentifikasi banyak lokasi di mana penduduk setempat mendorong kelelawar buah, yang juga dikenal sebagai rubah terbang, untuk bertengger di dekat rumah mereka sehingga mereka dapat mengumpulkan dan menjual guano mereka.

Namun, sayangnya banyak pemanen guano tidak tahu resiko apa yang mereka hadapi saat melakukannya. "Enam puluh persen orang yang kami wawancarai tidak tahu bahwa kelelawar menularkan penyakit. Masih kurangnya pengetahuan di masyarakat," kata Duong kepada BBC.

Duong meyakini bahwa dengan memberikan edukasi kepada penduduk setempat tentang ancaman yang dibawakan oleh kelelawar pembawa penyakit ini harus menjadi inisiatif utama.

Selain itu, perusakan habitat kelelawar juga telah menyebabkan penyebaran infeksi virus Nipah di masa lalu. Pada tahun 1998, wabah virus Nipah di Malaysia menewaskan lebih dari 100 orang.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kebakaran hutan dan kekeringan setempat telah mengusir kelelawar dari habitat aslinya dan memaksa mereka menuju pohon buah yang tumbuh di peternakan yang memelihara babi.

Baca juga: Ratusan Ekor Babi di NTT Mati Terserang Virus ASF

Saat di bawah tekanan, kelelawar terbukti melepaskan lebih banyak virus. Kombinasi antara dipaksa untuk pindah habitat dan berada dalam kontak dekat dengan spesies yang biasanya tidak berinteraksi dengan mereka memungkinkan virus untuk berpindah dari kelelawar ke babi, dan seterusnya ke peternak.

Kelelawar buah cenderung hidup di kawasan hutan lebat dengan banyak pohon buah-buahan untuk mereka makan. Saat habitat mereka dihancurkan atau dirusak, mereka menemukan solusi baru -seperti bertengger di rumah, ataupun di menara seperti yang terjadi di Angkor Wat. "Perusakan habitat kelelawar dan gangguan manusia melalui perburuan mendorong mereka untuk mencari tempat bertengger alternatif," ujar Duong.

Namun haruskah kita membasmi kelelawar tersebut? Tidak, kecuali kita ingin memperburuk keadaan, kata Tracey Goldstein, direktur laboratorium One Health Institute dan direktur lab Predict Project.

Dia mengatakan bahwa kelelawar memiliki peranan ekologis yang sangat penting. Mereka menyerbuki lebih dari 500 spesies tanaman. Mereka juga membantu mengendalikan serangga -memainkan peran yang sangat penting dalam pengendalian penyakit pada manusia, misalnya, mengurangi malaria dengan memakan nyamuk, kata Goldstein.

Dia juga menunjukkan bahwa pemusnahan kelelawar telah terbukti merugikan dari perspektif penyakit dan bagi manusia. "Itu akan membuat (manusia) lebih rentan. Dengan membunuh hewan, Anda meningkatkan risiko, karena Anda meningkatkan jumlah hewan yang menyebarkan virus," kata Goldstein.

Oleh karena itu, para peneliti dan pemerintah di seluruh dunia pun sepakat bahwa virus Nipah sangat berbahaya - memiliki potensi ancaman bioterorisme - dan hanya segelintir laboratorium di seluruh dunia yang diizinkan untuk membudidayakan, menumbuhkan dan menyimpannya. 


Sumber: https://www.pantau.com/topic/nasiona...ma-virus-nipah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Junmai92 dan 26 lainnya memberi reputasi
19
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:00
kampret emang NYUSAHIN DUNIA
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Kranevitter dan 13 lainnya memberi reputasi
13 1
12
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:16
tolong sembunyiin ini binatang dari orang orang pemakan segala
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PapinZ dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:19
incoming Tentara Allah suku lain emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noekoe19 dan 9 lainnya memberi reputasi
2 8
-6
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:30
Musnahin aja tuh binatang dari muka bumi
profile-picture
profile-picture
Sadhunter dan bayuimade memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:37
Kampret emang!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sadhunter dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:43
Semoga pemerintah lebih waspada , ga kaya kasus virus kopet diawal, pada dijadikan candaan para pengambil keputusan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sadhunter dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:47
Berita jadul di up lagi sama portal berita abal abal
Diposting oleh kaskuser admin portal abal abal

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 11:47
kampret emang nyusain ,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 12:40
Di tunggu alat testnya...
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:10
Kalau ini yang jadi wabah, maka karantina 45 hari loh.
0 0
0
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:32
Saya pasrah saja
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:36
Di Rmh suka ada kelalawar terbangan lewat
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:40
Ya Allah, serem banget
0 0
0
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:49
Dr dulu kaoem kampret emang biang keladi bikin masalah melulu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 2 lainnya memberi reputasi
1 2
-1
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:50
ini hewan didaerah ane namanya codotemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lou.fei dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:52
Semoga ga sampai ke Indonesia virus Nipah. Kalo sampai dan ada korban jiwa pasti nanti ada yang koar koar salah rezim
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan turkusuma memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:53
berita lama? buat nakut nakutin doang?
profile-picture
serapionIeo memberi reputasi
1 0
1
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:53
ini virus udah dah ketahuan tahunan dan belum bisa loncat dari manusia ke manusia. tp bisa dari hewan ke manusia.

makanya kalo beli makanan di cuci bersih apalagi buah2an sebelum di konsumsi trus nerapin protokol kesehatan sehari2 udah cukup kok abis megang barang dari luar cuci tangan sebelum makan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ambarawan dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Ancaman Baru di Tengah Pandemi COVID-19 Itu Bernama Virus Nipah
28-01-2021 19:54
Virus apalagi ini?
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia