Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
89
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/600d89dc0577a90e247128d6/jejak-kematian-di-pulau-serayan
"Mbak Mia,ada titipan surat buat mbak tadi siang dari pengacara paman mbak Mia katanya !".tegur petugas lobi ketika Mia berjalan menuju lift ke apartemennya. Bergegas petugas tersebut menghampirinya dan menyerahkan titipan surat tersebut. Setelah makan malam,Mia pun membuka surat tersebut dan isinya menyatakan bahwa dia mewarisi sebuah rumah dan sebidang tanah di kepulauan serayan dari pamannya ya
Lapor Hansip
24-01-2021 21:53

Jejak Kematian Di Pulau Serayan.

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.Jejak Kematian Di Pulau Serayan.

"Mbak Mia,ada titipan surat buat mbak tadi siang dari pengacara paman mbak Mia katanya !".tegur petugas lobi ketika Mia berjalan menuju lift ke apartemennya.
Bergegas petugas tersebut menghampirinya dan menyerahkan titipan surat tersebut.
Setelah makan malam,Mia pun membuka surat tersebut dan isinya menyatakan bahwa dia mewarisi sebuah rumah dan sebidang tanah di kepulauan serayan dari pamannya yang tinggal disana.

Keesokan harinya,Mia pun mendatangi kantor pengacara tersebut tuk memeriksa kebenaran berita di dalam surat tersebut.

"Selamat siang,ini pasti mbak Mia keponakan dari almarhum bapak Aling,perkenalkan saya Angga yang di beri amanah almarhum bapak Aling".Pengacara muda tersebut langsung menyapa Mia.

Setelah mempersilahkan duduk,Angga langsung mengeluarkan beberapa dokumen tuk di tanda tangani oleh Mia.

"Mbak Mia sekarang sah menjadi pemilik warisan almarhum bapak Aling.
Sebuah rumah,sebidang tanah perkebunan dan sejumlah uang dari peninggalan Beliau,apabila mbak Mia ingin mengecek keberadaan rumah dan tanah tersebut.
Staff saya akan menjadi guide mbak Mia tuk berangkat kesana".

"Boleh dah mas,minggu depan saya akan ambil cuti dari kantor tuk melihat semua peninggalan om Aling buat saya.
Saya ucapkan terimakasih atas bantuan mas Angga".kata Mia sembari bangkit dan bersalaman dengan pengacara muda tersebut.

Seminggu kemudian,tibalah Mia di bandara Samsan kalimantan saat siang tiba.
Seorang pria menghampiri dan menyapanya setibanya dia keluar pintu kedatangan bandara tersebut.

"Mbak Mia dari Jakarta kan?".

"Benar,siapa yaa?".

"Perkenalkan saya Sorken anak buah dari mas Angga yang khusus membantu mbak Mia hingga sampai tujuan".

"Sebentar yaa,saya telpon mas Angga dulu tuk konfirmas!".

Setelah terkonfirmasi,maka mereka berdua masuk ke dalam sebuah mobil tuk meneruskan perjalanan
Butuh waktu tiga jam lebih hingga sampailah mereka ke sebuah dermaga kapal laut di sebuah kota kecil.
Tak berselang lama Mia dan Sorken pun berangkat dengan sebuah kapal kecil yang berisi hanya sepuluh penumpang saja.

"Butuh waktu sekitar empat puluh menitan hingga kita tiba di kepulauan Serayan mbak Mia".

"Apakah mereka semua juga akan kepulauan Serayan mas Sorken?".tanya Mia sembari memandang penumpang lainnya.

"Cuman kita yang kesana sedangkan mereka pergi ke kepulauan lainnya yang berdekatan dengan pulau serayan mbak Mia".

"Sudah berapa kali ke pulau Serayan mas Sorken ?".

"Baru dua kali Mbak dan ini yang ketiga kalinya bersama mbak Mia".

Mia hanya mengangguk kecil kemudian memandang lautan yang terhampar luas di hadapannya.
Akhirnya mereka tiba di dermaga kecil pulau Serayan.
Setelah menurunkan Mia dan Sorken.
Kapal tersebut pun melanjutkan perjalanannya ke pulau selanjutnya.

Tampak di dermaga kecil tersebut beberapa mobil yang cukup tua terlihat.
Sorken mendatangi sebuah pos yang ada di hadapan mereka.
Setelah bernegosiasi harga dengan salah satu orang disana maka seorang yang cukup berumur datang menghampiri Mia bersama Sorken.

"Selamat datang di pulau Serayan,perkenalkan nama saya Zaenur dan saya akan mengantar kalian berdua ke desa Serayan yang ada di tengah pulau Serayan ini".Orang tersebut memperkenalkan diri.

"Nama saya Mia dan saya keponakan Om Aling,Pak Zaenur !".kata Mia sambil mengulurkan tangan tuk berkenalan.

Kemudian Pak Zaenur mempersilahkan Mia dan Sorken masuk ke sebuah mobil tuk melanjutkan perjalanan ke desa Serayan.
Jalan yang di lalui oleh mobil tersebut jalanan beton semen dengan sisi kiri dan kanannya terlihat pepohonan yang rimbun.
Walaupun jalan menuju desa Serayan berliku-liku dan naik turun tanjakan.
Namun sepanjang perjalanan,Mia tampak terkagum-kagum dengan masih asrinya pulau Serayan tersebut.
Setengah jam kemudian tibalah mereka di desa Serayan.

"Selamat datang di kampung Serayan Mbak mia". Kata Pak Zaenur.

Tak sengaja melihat sebuah pagar kayu tinggi di atas bukit seperti menutupi sebuah gua di dalamnya.

"Itu apaan ya Pak yang ada di atas perbukitan kampung ini ?".Tanya Mia kepada Pak Zaenur.

"Yang saya dengar itu namanya Pagar Hala dan konon katanya itu tempat bersemayamnya para tetua terdahulu kampung Serayan ini mbak Mia!".

Next episode.....terbukanya Pagar Hala.

episode 2

episode 3

episode 4

side story


ane anggap ini sebuah penghargaan banget bagi ane emoticon-Mewek

Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan 26 lainnya memberi reputasi
27
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
24-01-2021 22:23
Pertamax....
Semoga lanjut terus gan....
emoticon-Rusia
Diubah oleh ozzai936
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
24-01-2021 22:50
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.Kilat tampak saling menyambar di atas rumah panggung besar berwarna coklat tua tersebut.
Sementara hujan mulai turun dengan derasnya.
Suasana malam semakin dingin menusuk tulang.
Sementara itu di dalam rumah panggung tersebut.
Mia,Sorken dan sepasang suami istri yang cukup berumur tampak terlibat omongan yang cukup serius.
Mia tampak sesekali mengernyitkan alis matanya mendengar cerita dari sepasang suami istri tersebut.
Mereka berdualah adalah pembantu di rumah tersebut.

"Benarkah om Aling meninggal karena sakit tak wajar pak Sarta?".Mia menanyakan ikhwal kematian pamannya dengan wajah sedikit terheran-heran mendengar kisah kematian pamannya.

"Pihak keluarga saya di beritahukan bahwa Om aling sakit malaria!"sambung Mia.

"Tuan Aling sehat-sehat saja kesehariaannya non Mia,makanya kami berdua kaget ketika mendengar beliau meninggal dunia,tiga hari memang kami izin tuk menjenguk keluarga yang mantenan di kota dan waktu kami kembali,Beliau sudah tiada dan telah di kuburkan!".Cerita si istri.

"Lalu darimana bibi Enah mendengar kalau kematian om Aling meninggal tidak wajar?".Tanya Mia.

"Karena yang bibi dengar dari keluarga kami disini yang ikut melayat,mengatakan bahwa bau busuk sangat menusuk hidung saat mereka melayat dan mereka tidak di bolehkan oleh kepala kampung disini tuk memasuki ruangan yang ada di tengah ini non!".Bibi Enah menjelaskan sembari matanya berkeliling memandangi ruang tengah tempat mereka kini berkumpul.

Mia dan Sorken tampak saling memandang dengan penuh keheranan.
Keesokan paginya,tampak Mia dan Sorken berjalan di temani pak Sarta tuk melihat tanah warisan pamannya.
Sebidang tanah yang cukup luas terhampar di hadapan Mia.
Tanah itu berada tepat di belakang rumah panggung besar milik Mia.
Tanah tersebut banyak di tumbuhi pohon nilam yang menjadi bibit parfum tuk usaha lanjutan dari pak Aling.

Sekali lagi pandangan Mia tertuju pada sebuah pagar kayu di atas bukit yang tak jauh dari tanahnya.
Dia heran mengapa,ada pagar kayu besar yang tertata rapat sekali seakan-akan menutupi sesuatu yang ada di atas sana.

"Pagar itu tersebut bernama Pagar Hala yang memang di buat tuk menutup sebuah mulut gua di atas sana.
Gua tersebut berisi roh-roh tetua kampung ini yang sangat jahat dan pagar tersebut sudah di mantrain oleh Aki Suluh dahulu kala agar roh-roh tersebut tidak bisa mengganggu ketenangan kampung ini!".Suara berat tersebut menjelaskan.

Mia,Sorken dan pak Sarta pun di buat kaget oleh suara tersebut.
Tampak di belakang mereka kini berdiri empat orang yang bertubuh besar,tinggi dan berumur sekitar limapuluh tahunan.

"Selama pagi pak Arja!".Pak Sarta pun langsung menunduk hormat kepada orang yang berdiri paling depan.

Orang tersebut berpakaian layaknya seorang PNS sementara di belakang semuanya berpakaian hitam dari baju hingga celananya.

Sorken tersenyum dan langsung menghampiri pria tersebut.

"Lama tak bertemu Pak Arja".sapanya sembari menyalami tangan pria tersebut.

"Apakah gadis ini keponakan dari Aling,nak Sorken?".tanya pria tersebut.

Matanya menatap tajam ke arah Mia.

"Benar pak,Mia ini pewaris dari rumah dan tanah almarhum pak Aling!".Jawab Sorken dengah nada merendah.

"Hmmmmm...Sekali lagi aku peringatkan nak Sorken,kalian boleh keliling mengitari kampung ini tapi saya larang keras kalian tuk naik ke bukit tersebut,terutama malam ini!".Kata pak Arja sambil berbalik arah meninggalkan mereka semua.

"Sombong dan angkuh sekali tuh bapak,manknya siapa dia mas Sorken ?".tanya mia dengan ketus.

"Namanya pak Arja dan Beliau kepala kampung disini sekaligus tetua adat di kampung Seruyan ini mbak Mia!".Sorken menjelaskan dengan di ikuti senyuman geli melihat wajah Mia yang tampak kesal.

Mereka pun hari itu tampak berkeliling dan berkenalan dengan para warga di kampung tersebut.
Mia dengan cepat melupakan kesalnya atas sikap kepala kampung tadi karena keramahan warga disana.

Malam semakin larut,udara dingin mulai menebar di seluruh kawasan kampung Seruyan.
Kabut pun telah turun sedari senja tadi.
Suasana kampung tersebut terasa sunyi sekali.
Hanya sesekali terdengar lolongan pendek anjing di kejauhan yang memecah malam.
Jam dinding tampak menunjukan jam satu malam.

Mia tampak belum bisa tidur walaupun dia mencobanya sedari tadi.
Entah mengapa malam ini sulit sekali membuat matanya terpejam.
Rasa haus kini menyerangnya.
Dia pun memutuskan tuk keluar dari kamarnya menuju dapur tuk mengambil air minum.
Lampu dapur tampak menyala dan terlihat sebuah sosok duduk di meja makan

"Belum tidur mas Sorken?".Tanya Mia kepada sosok tersebut.

"Ini masih bikin laporan kerja dulu mbak Mia,lha mbak Mia sendiri kog belum tidur?".Tanya Sorken menoleh ke samping,dimana Mia sedang berdiri.

"Nggak tau malam ini,terasa lain dah,saya sudah sedari tadi mencoba tidur namun tak bisa,ini keluar kamar karena haus!"jawab Mia.

Sorken hanya tersenyum lalu sibuk kembali dengan laptopnya.
Mia berjalan menuju kulkas yang terletak dekat dengan jendela besar yang tertutup korden hijau dan menghadap ke halaman belakang rumah ini..
Setelah mengambil sebotol air kemasan dingin dari kulkas,dia pun meminumnya sembari menatap keluar jendela yang korden tersingkap oleh angin.
Mia pun langsung tersedak ketika dia melihat lampu terang di atas bukit yang tertutup pagar.

"Mas sorken....!!! "Panggil Mia setengah berbisik tapi matanya tetap menatap ke arah bukit tersebut.

Sorken yang merasa di panggil pun berdiri dan berjalan ke arah Mia.

"Kenapa mbak Mia"?.tanyanya dengan pandangan melihat keluar jendela.

"Liat...diatas bukit tersebut banyak cahaya senter,ada apa yaa disana ,mas Sorken ?"sahutnya terus memandang ke arah bukit tersebut.

"Entahlah mbak Mia,saya pun kurang mengerti!".kata Sorken mengangkat bahunya walaupun mereka berdua tetap menatap ke arah bukit tersebut.

"Saya ingin kesana melihatnya mas Sorken!".Kata Mia lalu dia berjalan ke arah pintu belakang dan bergegas memakai sepatu bot yang dia tadi pakai tuk jalan-jalan tadi siang.

"Mbak Mia,jangannnnnn......Bukankah tadi pagi pak Arja melarang kita tuk kesana terutama malam ini!".Larang Sorken.

"Saya penasaran melihat ada gerangan apa di bukit itu dan apa yang mereka kerjakan disana mas Sorken,sebentar saja dan saya melihatnya dari kejauhan saja!"kata Mia.

Kemudian dia mengambil senter yang tersedia di lemari tepat di samping pintu belakang tersebut.
Sorken tau kalau Mia tidak mungkin bisa dilarang tuk pergi melihat bukit tersebut.
Mau tidak mau,dia harus menemani Mia pergi kesana.

"Mbak Mia tunggu dulu,di luar sana udara sangat dingin,alangkah baiknya kita memakai jaket dulu sebelum keluar rumah!"sahut Sorken mengingatkan Mia yang akan kesana memakai baju piyamanya.

Mia mengangguk dan berjalan menuju kamarnya tuk mengambil jaket,demikian pula dengan Sorken.
Mereka berdua pun kini telah berjalan menyusuri jalan tanah yang mulai menanjak menuju bukit tersebut.
Embun mulai membasahi jaket mereka.
Tidak jauh dari lokasi pagar kayu tersebut.
Tepatnya diantara semak belukar,mereka berdua bersembunyi dan mengawasi apa yang telah terjadi disana.

Tampak tak jauh dari mereka,pak Arja dan ketiga anak buahnya berdiri mengawasi dua orang yang duduk seperti mengerjakan sesuatu.
Terdengar suara-suara dengan bahasa yang aneh keluar dari mulut mereka berdua.
Asap tampak mengepul tebal di hadapan mereka.
Tak lama kemudian salah satu dari anak buah pak Arja menyerah sebilah golok pendek kepada salah satu orang yang duduk tersebut.
Orang yang tidak di beri golok,tampak mengeluarkan sesuatu dari sebuah keranjang cukup besar dan di tutupi oleh kain hitam yang tergelatak di atas tanah.
Tangan tersebut merogoh kedalam keranjang besar tersebut dan tiba-tiba berdiri sembari membawa bayi manusia.
Anehnya bayi tersebut hanya diam saja.

Sang bayi tersebut sekarang bergelantungan di tangan orang tersebut dengan kepala di bawah dan kedua kakinya terpegang erat oleh tangan dari salah satu orang tersebut.
Orang yang di beri golok tadi kini memutarkan badannya menghadap ke hadapan bayi yang tergantung tersebut.
Dengan mulut komat kamit,dia mengeluarkan golok tersebut dari sarungnya.
Terlihat kilaun golok tersebut terkena sinar bulan.
Kemudian golok tersebut di ayunkan ke arah leher bayi tersebut.

"Crassssshhhh!!"

Leher bayi tersebut pun langsung putus tersambar golok tersebut.
Darahnya tampak muncrat ke sekeliling area tersebut.
Kemudian orang yang membawa mayat bayi tersebut tampak menyirami pagar kayu tersebut dengan darah bayi yang keluar dari lehernya.

Tiba-tiba saja dari segala penjuru kampung terdengar suara anjing saling bersahutan melolong panjang.
Pagar kayu tersebut bergetar hebat dan tali yang mengikat pagar kayu tersebut berputar dengan cepatnya dan kemudian putus.
Terdengar suara gemuruh kayu besar tersebut berjatuhan ke tanah dan menimpa orang yang tadi memegang mayat bayi tersebut.
Badan orang tersebut langsung remuk tertindih batang kayu besar tersebut.
Sementara kawannya tampak masih terkaget-kaget dengan kejadian barusan.
Pak Arja dan anak buahnya tampak pucat pasi melihat peristiwa ini.

Orang yang tadi tertimpa batang kayu tersebut mulai menggerung dan perlahan bangkit dan menerjang kawannya yang masih shock.
Sadar dia di serang,dia pun meronta-ronta melawan cengkraman kawannya namun sepertinya kawannya sangat kuat dan langsung menggigit leher mangsanya.
Darah segar langsung mengucur deras di leher orang tersebut.
Pak Arja dan anak buahnya mencabut golok mereka masing-masing dan mencoba menebas orang yang sedang mengisap darah tersebut.

Orang yang tertebas golok tersebut langsung menghentikan menghisap darahnya dan melompat ke arah pak Arja dan anak buahnya.
Tak di sangka orang yang tadi di hisap darahnya kini pun ikut menyerang.
Terjadi pergumulan diantara mereka dan tampaknya pak Arja dan anak buahnya kewalahan menghadapi kedua orang ini.

"Mbak Mia ....lari!".bisik Sorken pelan.

Dengan gerakan perlahan,mereka berdua berjalan sedikit cepat menyusuri turunan bukit.
Sesampainya di bawah mereka pun berlari menuju rumah.
Terdengar lolongan kesakitan di atas bukit tersebut.
Di barengi lolongan anjing yang makin riuh terdengar.

"Mbak Mia kemasi barang-barangmu,saya akan membangunkan pak Sarta dan bibi Enah agar bisa cepat menyingkir dari kampung ini dan malam ini juga "!.Perintah Sorken.

Dengan sigap penghuni rumah tersebut kini telah bersiap tuk melarikan diri.
Sementara itu terdengar gerungan dari arah belakang rumah panggung tersebut.
Suara pintu di gedor terdengar nyaring dan tak lama kemudian terdengar suara kaca pecah di terobos sesuatu.


Next episode.....bertahan hidup
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
24-01-2021 22:51
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.

Keadaan kampung Serayan malam ini terasa sangat mengerikan dan membuat perasaan merinding hebat jika menyaksikannya langsung.
Jeritan tangis dan kesakitan saling bersahutan.
Beberapa rumah tampak terlihat mulai di makan api entah bagaimana kejadiannya.
Orang-orang berlarian keluar rumah masing-masing tuk menyelamatkan diri.
Sedangkan sosok-sosok mengerikan makin banyak jumlahnya.
Mata mereka merah layaknya warna darah.
Seringai mengerikan tampak jelas di bibir mereka.
Setiap orang kampung yang termangsa oleh mereka akan menjadi kawanan mereka dan memangsa orang kampung lainnya.
Sosok anak kecil pun tampak lincah dan kuat menerkam mangsanya.
Pemandangan sangat mengerikan bak pembantaian massal membuat mata yang melihat akan dengan sekejab bisa pingsan ketakutan.
Kampung Serayan kini menjadi kampung banjir darah.

Mia,Sorken,pak Sarta dan bibi Enah trus berlari memasuki hutan yang gelap penuh dengan pohon-pohon besar dan semak belukar.
Pakaian mereka pun sudah banyak tercabik oleh rimbunnya semak belukar yang mereka terabas demi menyelamatkan diri.
Hanya cahaya senter saja yang mereka andalkan tuk trus masuk kedalam hutan.

Sementara itu jauh di belakang mereka sosok-sosok mengerikan dengan jumlah yang cukup banyak telah memasuki hutan yang telah di lewati oleh mia dan kelompoknya.
Lolongan anjing makin memilukan terdengar dari kejauhan.
Setelah cukup lama berlari,mereka memutuskan tuk beristirahat sejenak.

Wajah mereka semua pucat pasi disertai napas yang tersengal-sengal akibat berlarian tadi.
Kondisi bibi Enah tampak paling terlihat paling kelelahan.

"Enah....!"panggil pak Sarta yang cemas melihat kondisi istrinya.

Sang istri hanya menatapnya penuh kesedihan sambil sesekali meminum air kemasan yang sempat mereka bawa tadi.

"Apakah kau sanggup melanjutkan perjalanan ini?".Tanya sang suami.

"Sanggup Bang!"tegas sang sang istri.

Mia dan Sorken setelah beristirahat sebentar tuk minum,mereka langsung sibuk memilah-milah batang kayu yang terjatuh tuk di jadikan senjata pertahanan mereka.
Pak Sarta sendiri mempunyai golok yang panjang terselip di pinggangnya.

"Sssssttttt......!!".isyarat Mia agar semuanya tak bersuara.

Terdengar gerungan saling bersahutan di dalam hutan,tak jauh dari tempat mereka kini beristirahat.
Lampu senter mereka padamkan.
Suasana menjadi sunyi dan mencekam sangat terasa di tempat itu.
Suara-suara langkah kaki makin terdengar di sekitaran mereka.

Agak lama baru suara gerungan tersebut mereda di area Mia dan kawan-kawannya.
Sorken berjalan perlahan sekali mengitari tempat mereka beristirahat.
Setelah beberapa menit tak terlihat karena di selimuti gelapnya malam.
Sorken pun kembali sambil berseru"lariiiii....ikutin saya!!".
Senter Sorken menyorot mereka sebentar kemudian menyapu kedepan tuk menerangi jalan.

Mia,pak Sarta dan bibi Enah terkaget-kaget mendengar seruan Sorken,namun tubuh mereka refleks mengikuti arah dimana Sorken berlari dengan senter yang menyala.
Gerungan tersebut kini kembali riuh di hutan tersebut.
Mereka rata-rata melompat turun dari pepohonan dan mengejar kelompok Mia.

Dengan napas tersengal-sengal Mia dan yang lain mengikuti Sorken dari belakang.
Bibi Enah terlihat paling lambat berlari.
Maklum faktor usia membuatnya sudah tidak kuat lagi tuk berlari kencang.
Melihat sang Istri tampak kepayahan.
Pak Sarta pun mengimbangi kecepatan lari istrinya.
Sementara itu sosok-sosok seram tersebut semakin mendekat ke mereka.

Melihat kondisi bibi Enah yang semakin lambat Mia pun harus berpikir keras tuk menyelamatkan suami istri tersebut.
Senternya sesekali di arahkan mencari tempat yang sekiranya bisa bersembunyi sambil berlari.
Akhirnya di depan dia nampak celah batu bukit yang cukup besar tuk di masuki.

"Mas Sorken,berhenti !!".teriak Mia.

Mendengar teriakan itu,sorken menghentikan larinya dan melihat ke arah mia,pak Sarta dan bibi Enah berlari dan kemudian menyusulnya.
Sementara itu suara gerungan makin ramai terdengar di dalam hutan.
Membuat suasana hutan menjadi ramai kembali.

Lokasi di celah batu tersebut sangatlah sempit ruangnya namun cukup panjang sehingga mereka berempat mampu bersembunyi di dalamnya.
Mia,Sorken,pak Sarta dan bibi Enah hanya mampu berdiri di celah batu tersebut.
Mia berharap orang-orang haus darah tersebut mengira dia dan kawan-kawannya terus berlari kedepan.

Terdengar derak langkah kaki dan suara-suara tak jelas seliweran di dekat persembunyian mereka.
Semua tanpa sadar mencoba menahan napas sebisa mungkin agar tidak di ketahui gerombolan penghisap darah tersebut.

Hawa dingin makin mencengkram tubuh mereka.
Pakaian mereka mulai di basahi embun yang turun.
Semuanya mulai menggigil kedinginan.
Tak terdengar lagi suara gerungan ataupun bunyi langkah kaki.
Sorken pun perlahan keluar dari celah tersebut.
Tak berapa lama,dia menyuruh yang lain tuk keluar.

"Bisa mati kedinginan andai lebih lama lagi kita bersembunyi di dalam sana!"keluhnya dengan tubuh bergetar kedinginan.

"Orang-orang tersebut apakah sudah tidak ada di sekitaran kita mas Sorken?"tanya Mia yang kini duduk di atas batang pohon yang rebah ke tanah.

"Saya sudah cek tadi mbak Mia,mereka sepertinya tidak ada lagi di sekitaran sini,apakah kita akan melanjutkan perjalanan ke dermaga itu mbak Mia?".

"Hanya dermaga itu jalan satu-satunya kita keluar dari pulau ini,tidak ada pilihan lain,kita harus kesana walaupun mungkin mereka sudah menunggu kita disana mas Sorken!".

Tubuh mereka sebenarnya sudah lelah,namun semangat tuk bisa keluar dari pulau ini membuat mereka mendapat tenaga ekstra.
Kini mereka pun berjalan penuh waspada sementara itu pak Sarta menggantikan Sorken memimpin mereka berjalan menuju dermaga.

Jalan yang mereka lalui tidak mudah,terkadang mereka harus naik turun perbukitan dan menembus semak belukar yang masih rimbun.
Entah sudah berapa luka yang mereka dapat karena tergores duri dari semak belukar tersebut.

"Kita hampir sampai!"kata pak Sarta lirih.

Kini mereka memperlambat jalan mereka dan mulai berjalan mengendap diantara pepohonan dan rerumputan yang tumbuh tinggi.
Hari masih gelap namun dengan bantuan cahaya bulan maka nampaklah gerombolan penghisap darah tersebut hilir mudik di pinggiran dermaga.
Mia tampak menghela napas berat,bagaimana mereka bisa lolos melewati gerombolan orang tersebut.

"Jam berapa biasanya kapal datang pak Sarta?"Mia bertanya dengan suara berbisik.

"Jam enam pagi biasanya kapal datang tuk mengantar barang-barang yang sudah di pesan oleh warga yang kebetulan berdagang di kampung ini!"jawab pak Sarta pun dengan suara yg sangat pelan.

"Berarti kita harus menunggu kita pagi datang,lalu bagaimana kita akan mampu ke kapal tersebut dengan mereka berjaga disana?"tanya mia pelan kepada Sorken.

"Harus ada yang bisa mengalihkan mereka tuk menjauh dari dermaga tersebut dan pilihannya hanya saya atau pak Sarta karena salah satu dari kami harus ada yang mengawal kalian berdua hingga ke kapal!"jawab Sorken dengan suara lirih.

Mia tampak kebingungan tuk mengambil sikap.
Pak Sarta dan bibi Enah hanya termangu menunggu keputusan mereka berdua.

"Biar saya saja mbak Mia yang mengalihkan,secara saya masih muda dan punya kecepatan lari yang lumayan,saya akan mengalihkan perhatian mereka dengan berlari memutar di pinggiran hutan ini dan secepatnya menyusul kalian ke kapal!"Sorken mengambil keputusan.

Tampaknya saat ini memang tidak banyak pilihan yang ada,semuanya kini terdiam dan menunggu pagi datang.


Final episode......escape from island
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
24-01-2021 22:51
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.

Langit mulai menyingkirkan kegelapan malam secara perlahan.
Sementara itu, di dermaga laut kecil tersebut, tampak orang-orang hilir mudik.
Mereka di perkirakan berjumlah puluhan orang dan suara gerungan mereka satu sama lain masih saling bersahutan.
Di depan tampak dari kejauhan terlihat sebuah kapal yang sedang berjalan menuju mereka.

Riuh gerombolan orang tersebut tiba-tiba terhenti oleh sebuah teriakan keras dari sebuah bayangan yang melesat cepat kedalam hutan.
Melihat hal tersebut mereka langsung berlarian mengejar sosok yang berteriak tersebut.

Kini suasana dermaga tersebut sunyi dan sepi.
Tiga sosok manusia keluar dari semak belukar yang sangat lebat.
Mereka berlarian menuju dermaga tersebut.
Tanpa mereka sadari satu sosok keluar dari sebuah mobil dan berlari juga ke arah dermaga.

"Pak Zaenur....!!"Mia terkejut melihat ada sosok yang mengikuti mereka di belakang.

"Iyaa mbak Mia,saya Zaenur!".kata pria tersebut.

Mereka kini beramai-beramai berlarian menuju ujung dermaga.
Sementara itu kapal yang menuju kedermaga tersebut mulai mendekat.
Mia perkirakan sekitar lima belas menit lagi kapal tersebut akan bersandar ke dermaga ini.

"Sungguh mengerikan peristiwa semalam,saya dan kawan-kawan di pangkalan di serang oleh manusia penghisap darah secara tiba-tiba.
Untung saja saat itu saya lagi di dalam mobil hingga saya mampu bersembunyi dari serangan mereka namun nasib sahabat-sahabat saya sangat mengenaskan,mereka berubah menjadi makhluk mengerikan seperti orang-orang yang menghisap darah mereka!"cerita pak Zaenur sesampainya di ujung dermaga.

Pak Sarta menghampirinya dan mengelus punggung pak Zaenur yang sedang shock berat.
Kapal tersebut kini sudah mulai mendekati mereka.
Namun yang membuat mereka panik takkala banyaknya orang keluar dari hutan dan berlarian menuju mereka.
Mereka berlari sangat cepat di sertai gerungan mereka yang bersahutan.

"Pakkkk....cepat kemari!"jerit Mia kepada pengemudi kapal tersebut.

Kapal tersebut pun kini merapat di dermaga itu.
Mia dan yang lain langsung berlompatan ke kapal tersebut.
Sementara itu para penghisap darah tersebut kini mulai mendekat.

Kapal tersebut memutar haluan tuk menjauhi dermaga.
Para penghisap darah tersebut tanpa perduli berlompatan ke arah kapal tersebut.
Ada yang mencapai kapal dan adapula yang terhempas ke dalam air laut.

Melihat penghisap darah tersebut di kapal mereka.
Mia,pak Sarta dan pak Zaenur dengan sigap menyerang mencoba mengusir dari kapal tersebut.
Mia yang beralatkan kayu panjang langsung memukul kepala para penghisap darah yang ada di kapal.
Pak Zaenur yang kini memegang dayung kapal juga melakukan hal yang sama.
Sementara pak Sarta mengeluarkan goloknya dan merengsek maju mencoba menebas kepala para penghisap darah.

Terjadi pergumulan hebat di kapal tersebut.
Sang pengemudi pun tak lepas dari serangan para penghisap darah tersebut.
Dia melawan beberapa saat namun akhirnya dia pun harus rela lehernya disergap oleh penghisap darah lawannya
Bibi Enah tampak pula di serang oleh penghisap darah tersebut.
Kapal mulai tak karuan arahnya.
Sementara di atas kapal mia dan kawan-kawan berjuang tuk lolos dari sergapan mereka.

Sarta melihat istrinya kini dalam cengkraman penghisap darah tersebut menjadi panik.
Dia berlari mencoba menolong istrinya dari bahaya.
Namun terlambat,istrinya telah di cengkram lehernya oleh gigitan penghisap darah tersebut.
Marah sekaligus sedih kini bercampur aduk di hati pak Sarta.
Dengan sekali tebas leher istrinya putus dan goloknya dia ayunkan kembali ke leher penghisap darah istrinya.
Darah langsung mengucur saat kepala penghisap darah itu putus.
Dengan mata nanar,pak Sarta mengamuk di atas kapal tersebut.
Mencoba menebas semua para penghisap darah yang ada di kapal tersebut.

Mia dan pak Zaenur kini mulai terdesak di ujung kapal.
Musuh mereka terlalu kuat tuk di kalahkan.
Namun dengan adanya pak Sarta yang mengamuk sejadi-jadinya.
Para penghisap darah tersebut kebanyakan mengeroyok pak Sarta.
Pak Sarta seperti harimau yang sedang terluka dan lagi ngamuk.
Satu persatu para penghisap darah tersebut tertebas kepalanya.
Namun tubuhnya tak lepas dari gigitan para penghisap darah lainnya.
Darah mulai membasahi tubuh pak Sarta dan dia mulai terlihat lemah karena banyak darahnya yang terhisap,entah itu kaki atau punggungnya yang tergigit.
Akhirnya pak Sarta jatuh di lantai kapal.
Tak berselang lama dia pun bangkit dan mengeluarkan suara gerungan.

Mia melihat dua dirigen berisi bahan bakar yang ada di belakang kakinya.
Dengan cepat dia membuka ke dua dirigen tersebut dan menyiramkanya ke lantai kapal.
Pak Zaenur mencoba melindungi dengan mengayunkan dayung kapal tersebut tuk menghalau para penyerangnya.

"Pak Zaenur punya korek api bukan?"tanya Mia setelah selesai menuangkan isi ke dua dirigen tersebut.

Pak Zaenur mengangguk sekali dan mengerti maksut Mia.
Sambil menghalau dengan dayungnya.
Matanya memberi isyarat bahwa korek api ada di kantung celananya.
Mia pun merogoh kantung tersebut dan mengambilnya kemudian menyalakannya.

Sambil memberi isyarat kepada pak Zaenur tuk segera melompat ke air.
Mia pun membakar lantai kapal yang di genangi bahan bakar kapal tersebut.
Kemudian mereka berdua melompat ke air tuk menyelamatkan diri.

Api langsung menyala begitu besarnya dalam hitungan detik dan membakar semua yang ada di kapal tersebut.

"Duarrrrrr.....!!!"

Kapal tersebut pun meledak dan hancur berkeping-keping.
Tubuh para penghisap darah yang ada di kapal tersebut pun juga langsung luluh lantak seiring ledakan tersebut.
Mia dan pak Zaenur tampak mengambang di perairan laut tersebut dengan bermodalkan dua dirigen.

Matahari mulai naik kepermukaan.
Para nelayan pencari ikan melihat ada dua sosok yang terombang ambing di perairan.
Mereka pun menghampiri dan menolong mereka.
Sepanjang perjalanan,Mia dan pak Zaenur bercerita pengalaman mengerikan yang mereka lewati semalam.
Para nelayan tersebut terlihat bergidik ketakutan mendengar cerita tersebut.


TAMAT
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
24-01-2021 23:24
Lanjut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
25-01-2021 06:44
Bau2 ada cerita stensilan nih antara @sorken dan mia emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
samsol... dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
26-01-2021 22:17
Jejak dlu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
26-01-2021 22:41
Quote:Original Posted By ozzai936
Pertamax....
Semoga lanjut terus gan....
emoticon-Rusia


Quote:Original Posted By redbarong
Lanjut


Quote:Original Posted By rudiajja
Jejak dlu


episode ke dua sudah gan...semoga tidak mengecewakan yakkkemoticon-Ngakak



Colek ...


[MENTION]sudarmadji-oye[/MENTION]
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bgv.member dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
26-01-2021 23:00
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
6 1
5
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
26-01-2021 23:15
Mbak Mia...
emoticon-Mewek
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
27-01-2021 08:02
mantap gan, skill nulis nya jauh lebih bagus hahaha emoticon-Big Grin
terusin gan tunggu episode ke 3 dan seperti biasa banyak misteri wkwk
saran ane gak usah terburu2 santai aja, sayang dg penjabaran yg dah detail di awal jadi terburu2 di akhir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
27-01-2021 12:58
Woyyy lanjutin dong ts emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
27-01-2021 17:37
Nyimak ganemoticon-Ngakak

Bata yakkkemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan gabener.edan memberi reputasi
0 2
-2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
27-01-2021 18:50
ngeri gan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
samsol... dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
27-01-2021 20:49
Mantappp gan, lanjuttttt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
samsol... dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
27-01-2021 21:16
Quote:Original Posted By bukhorigan
ngeri gan.

ngeri apaan gan...emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By sorken
Mantappp gan, lanjuttttt


apanya yg di lanjoot bre emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
28-01-2021 01:07
Ngeri..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
30-01-2021 13:31
Lanjotttt gan emoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan simsol... memberi reputasi
2 0
2
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
31-01-2021 22:21
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.

Sorken berlari kencang tanpa memperdulikan semak belukar yang ada di hadapannya.
Suara gerungan makin nyaring terdengar di belakangnya.
Dia berlari menyusuri hutan di pinggiran pantai.

Di satu titik tampak sebuah speed boat sedang terapung tak jauh dari bibir pantai.
Dengan bergegas dia berlari ke arahnya.
Namun sebuah sergapan menghentikan langkahnya.
Satu sosok penghisap darah kini menggelantungi punggungnya.
Sorken pun meronta-ronta namun musuhnya sangat kuat.
Tak berselang lama dia pun terhempas di pasir pantai.
Sang penghisap darah tersebut mencoba menggigit lehernya.
Namun bersenjatakan kayu yang sedari semalam dia bawa bisa sedikit membantunya.
Kayu tersebut dia sumpalkan ke mulut si penghisap darah tersebut.
Pergulatan terjadi di atas pasir panti tersebut.
Suatu momen,Sorken mampu melepaskan diri dengan berguling ke samping.
Namun sesosok penghisap darah lainnya menyergapnya dan menindisnya.
Penghisap darah lainnya mulai terlihat berlari ke arah sorken.

"Duarrr....Duarrr!!.

Terdengar beberapa letusan senjata api.
Para penghisap darah satu persatu tumbang terkena peluru di kepalanya.
Sorken pun terbebas dan kemudian bangkit trus berlari ke arah para penembak tersebut.

"Ayooo kita menuju kapal,mereka terlalu banyak tuk dilawan!"seru Sorken.

Kedua orang yang bersenjatakan api tersebut berlari kembali ke speed boat mereka.
Terjadi pengejaran dari para penghisap darah tersebut namun Sorken dan kawan-kawannya lebih dulu sampai di speed boat tersebut.
Begitu mereka menaiki speed boat tersebut.
Sang pengemudi yang sedari tadi sudah bersiap-siap langsung melesatkan kapalnya menjauh dari kejaran para penghisap darah tersebut yang semakin melambat bila di air larinya.

Sorken memasuki sebuah ruangan kantor yang cukup besar.
Tampak sesosok pria muda bersetelan jas yang sangat rapi langsung menyambutnya.

"Congrats Ken...kamu mampu menyelesaikan tugas dengan baik!"sambut pria tersebut yang langsung memeluknya.

"Saya hampir mampus disana Angga,untung saja cepat datang pertolongan!"gerutunya setelah Angga melepaskan pelukannya.

"Kita ini hanya mengikuti perintah aja Ken dari big boss kita,jadi taati saja Ken...!"kata Angga sembari duduk di sebuah sofa yang tersedia di ruangan tersebut.

"Apakah Virus tersebut tidak meluas Angga?"Tanya Sorken yang kini pun duduk di sofa yang sama.

"Tidak akan,
karena virus tersebut tak mampu hidup di air yang asin,mereka akan mati cepat disana!".

"Skenario kita berjalan sukses,berkat bantuan pasangan suami istri tersebut yang tidak ingin bayi mereka di jadikan tumbal dan mau di tukar dengan bayi mati sehari yang sudah di suntikan oleh virus kita!"sambung Angga sambil tertawa kecil.

"Perhitunganku dengan putusnya tali tersebut harus kamu apresiasi,
tak sia-sia saya dingin-dingin kesana."kata Sorken membanggakan diri.

"Mereka terlalu percaya akan takhayul nenek moyang mereka,
justru karena kebodohan itu kita bisa memanfaatkan celah ini dengan baik!"Angga berkata sambil tertawa melirik Sorken.

"Sayang Aling terlalu sok berjiwa pahlawan,terpaksa harus di singkirkan,
padahal kalau dia mau mengikuti rencana semula,
maka keponakannya tidak akan terlibat urusan ini !"sesal Sorken.

Angga hanya diam menatap kosong ke depan.

"Terimakasih atas usaha kalian berdua,
kini pulau tersebut akan di bakar pemerintah agar tidak terjadi penyebaran,
berkat laporan Mia,
kini pemerintah bergerak cepat membumi hanguskan seisi pulau tersebut dan aku kelak akan bernegosiasi dengan pemerintah tuk membangun kembali pulau Serayan beserta resort besar yang akan aku dirikan disana.
Andai warga disana mau terima usulan kita tuk pindah maka kejadian tak perlu terjadi!"suara berat memotong pembicaraan mereka.

Terlihat sosok tinggi besar dengan jas putihnya berdiri di hadapan mereka.
Angga dan Sorken langsung bangkit dan menyalami orang tersebut.

"Berkat ide dan rencana bos Arih maka pulau Serayan kini ada di genggaman kita !".puji Angga kepada boss besarnya.

"Tanpa kerja keras Sorken,kita takkan mampu mewujudkannya Angga.
Bonus besar telah aku transfer ke rekening kalian dan aku ucapkan terimakasih atas kerjasama kalian berdua!"boss Arih berkata lalu dia berjalan keluar kantor tersebut,
meninggalkan Angga dan Sorken.
Diubah oleh simsol...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.
31-01-2021 22:25
Quote:Original Posted By ozzai936
Pertamax....
Semoga lanjut terus gan....
emoticon-Rusia


Quote:Original Posted By redbarong
Lanjut


Quote:Original Posted By rudiajja
Jejak dlu


Quote:Original Posted By adolfsbasthian
Mbak Mia...
emoticon-Mewek
Jejak Kematian Di Pulau Serayan.


Quote:Original Posted By sudarmadji-oye
mantap gan, skill nulis nya jauh lebih bagus hahaha emoticon-Big Grin
terusin gan tunggu episode ke 3 dan seperti biasa banyak misteri wkwk
saran ane gak usah terburu2 santai aja, sayang dg penjabaran yg dah detail di awal jadi terburu2 di akhir


Quote:Original Posted By bukhorigan
ngeri gan.


sudah ane tamatkan...semoga bisa terhibur dengan tulisan ane gan..

Mohon maap bila banyak kekurangannyaemoticon-Maaf Agan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
hay-kak-ness
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia