Food & Travel
Batal
KATEGORI
link has been copied
3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/60027dbec0cad774b8257b51/trip-ke-lombok-twa-gunung-tunaq-part-6
“Kejembreng tang klentang tang tang”.... Seketika suara mengagetkan orang batuk itu memecah kebisuan kami saat memasuki oka homestay,,, “apa itu lek” sahut mata kami seakan bisa berbicara satu sama lain. Suara orang batukk (yakali suara orang batuk gitu,,haha becanda ya coy) jadi itu adalah suara mangga gepok, ya gepok karena memang ukurannya segepok dan mungkin aja jenisnya memang mangga
Lapor Hansip
16-01-2021 12:46

TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6

TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6

“Kejembreng tang klentang tang tang”....
Seketika suara mengagetkan orang batuk itu memecah kebisuan kami saat memasuki oka homestay,,,

“apa itu lek” sahut mata kami seakan bisa berbicara satu sama lain.
Suara orang batukk (yakali suara orang batuk gitu,,haha becanda ya coy) jadi itu adalah suara mangga gepok, ya gepok karena memang ukurannya segepok dan mungkin aja jenisnya memang mangga gepok, btw mangga gepok ada kan ya? *serius nanya.

Jadi suara mangga Gepok tadi jatuh secara bersamaan dengan owner oka dateng,, (dah kayak backsound di film gitu yak, teng teng teng treng teng teng treng * lah itukan backsoundnya si mail upin ipin)

Jadi singkat cerita, kami dapatlah motor sewaan matic dengan produsen Y 1unit dan produsen H 2unit dengan harga per motor matic itu sama yaitu 70rb PER hari ingat bensin dijual terpisah.

Nah dari sini nih perjalanan kami dimulai,setelah menunggangi kuda besi itu bak pangeran keluar dari istana ( saa ae drama otak ini), kami pun berinisiatif mengisi bahan bakar perut terlebih dahulu yang kebetulan ada sekitar situ, sampailah kami di sebuah tenda di depan gang yang tak jauh dari oka homestay yang menyediakan menu ayam bakar taliwang.

PAGINYA keadaan mulai membaik dan kami memang terbangun lagi-lagi dengan senyuman lebar tak lupa kami berdoa melingker gitu bersama dan menriakan yel yel gitu kira-kira begini yel yel kami di kamar pagi itu *bukit pergasingann!!! *hooooo. Kemudian kami pun foto bareng bersama pemilik minabi homestay dengan staff nya yang ramah.

 

(foto 1)

 

Perjalanan berlanjut menggunakan skuter matic sejuta umat masing-masing,  semua pemandangan sudut kota mataram benar-benar ku nikmati, perjalanan sudah kami tentukan, kami akan memulai perjalanan di tanah lombok ke TWA gunung tunak, menuju bukit tunak kita akan melewati beberapa tempat wisata paling fenomenal di tanah lombok, yaitu kuta mandalika yang belakangan ini akan dijadikan salah satu sirkuit motoGP bersanding dengan sirkuit sepang malaysia dan sirkuit yang ada di thailand. Kami pun juga melewati tanjung AAN dan bukit Meresek yang tersohor ke penjuru dunia itu.

Perjalanan cukup jauh kira-kira lebih dari 3 jam waktu itu sampailah kami di persimpangan masuk ke perkampungan  TWA gunung tunak, kami tentu saja di pandu oleh google maps ya bukan pemandu karoke.

Masuk lah kami ke gang kecil dan seingatku setelah mentok ketemu pantai yang mayoritas banyak keramba-keramba kemudian belok ke kiri, nah dari sini kacau google maps.

“ pas lurus apa belok kiri?” tanyaku kepada pasrama yang tentunya jadi pathfinder kami a.k.a pembuka jalan wkwkwk.

“ kalo dari maps belok kiri jay, cobalah tengok”

“ohh iyaa “ sahutku dengan pemikiran bingung.

Karena dalam pengamatan ku jalan tersebut kecil sekali, dan mengarah ke dalam hutan dan mendaki gunung, serasa jalan tersebut jarang dilalui.

“ yaudah ayo jalan lagi kita” jawab yose dengan cepat.

Tak berapa lama track jalanan pun semakin parah, jalanan tak cukup untuk roda empat, hanya roda 2 itupun hanya motor sekelas moto trail yang bisa. Tetapi kami tetap trobos jalan aja meskipun roda belakang motor ngepot-ngepot seksi gitu.

“ itu ada rumah orang coba tanya” yose membuka percakapan sembari motor terus berjalan.

Dan memang jalan tanjakan itu bersebelahan persis dengan rumah warga satu-satunya di paling ujung.

“ ada ibu ibu gaes, ibu ibu? Ehh kok ga ada ilang anjir, kang adi kang adit” loh kok script nya ini, salah alamat.

“ bu permisi,numpang tanya, bukit tunak arah nya kemana ya buk” tanya pasrama dengan memelas sambil terisak isakk (wkwkwk nggk lah,, dia nnya kalem kayak sasskehh kok ges)

“ohh itu jalan nya dari arah masuk itu, terus aja kearah bukit nanti nampak tulisan gapuranya” sambut ibu ibu itu dengan semangat, padahal Cuma 1 ibu-ibu.

“ok terimakasih” sambut kami serempak, *tak lupa kami cium tangan dan salam tempel sama ibu itu. ( wkwkwk narasi bertanda * tersebut hanya hayalan)

Perjalanan ke bukit tunak memang masi jalan setapak berbatu tandus,jadi pada saat itu belum diaspal.

Roda motor pun berputar, tak lama terpampang lah gapura masuk TWA gunung tunaq  yang tingginya perkiraan ku 4 meter itu, perkiraan ku disinilah masuk membayar tiket ataupun tempat bertanya yang mungkin ada penjaganya, tapi ternyata perkiraan ku itu meleset, sepi dan tak ada orang satupun ketika itu.

Setelah masuk kedalam dengan vegetasi semak-semak dan pohon agak tinggi dan cuaca yang sangat panas ketika itu  kamipun beristirahat

Setelah minum dan beristirahat sambil memperhatikan sekitar kamipun memijit kaki masing-masing (yaiyalah kalo saling pijit so sweet amat kan yak hahaha)

Tak lupa cream pelicin alias sun block kami oleskan kembali, kuatir kulit seksi dan mulus kami menjadi gelap dan kebakar *wkwkwkk.

Sembari mengoleskan sunblock matakupu memperhatikan sekitar tempat, aku menoleh kebelakang di bawah rimbun dan kerumunan pohon bambu aku melihat semacam pasak kayu yang diikat dengan tali kain berwarna kuning.

Dalam benakku bertanya, untuk apa ada pasak di bawah pohon bambu, apalagi diikat dengan tali kain begitu, nggak mungkin orang kurang kerjaan buat seperti itu, karena untuk masuk kebawah rimbunan itu kita harus merangkak bahkan ngeprone gituloh gaes.

Akupun lebih memilih diam, dan tak mau memberitahu teman-temanku yang lain,kuatir mereka tidak nyaman, dan malah berfikir yang aneh-aneh karena tentunya perjalanan ini akan terasa tidak nyaman,ditambah lagi kami sedang berada di kota orang.

 

Perjalanan kamipun lanjutkan 15 menit motoran maka sampailah kami di portal di dalam hutan yang agak rimbun dari sebelumnya, nah disinilah kami berjumpa dengan bapak-bapak  yang sedang berjaga untuk pembayaran tiket, tak jauh dari situpun ada sekumpulan bapak-bapak juga yang sedang membangun seperti pos begitu, setelah kami melewati mereka, sontak mereka memanggil kami.

“hooyy bang,, hoyyy,, mau kemana?” tanya salah seorang bapak-bapak itu sembari yang lain menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arah kami.

“siapa yang kaasih masuk” sambung bapak-bapak yang sama

Yang seketika membuat kami kaget dan bertanya-tanya seolah tempat ini tidak di buka untuk umum.

“itu bang,abang yang di portal, tadi kami sudah bayar sama abang itu” jawab kami dengan serempak sembari menunjuk ke arah pos portal.

“ohh yasudah hati-hatiya” sembari mengangkat parang nya, yang sungguh membuat kami bingung sekaligus lumayan jadi kang ngeri wkwkwk.

Kami pun melanjutkan perjalanan dengan perasaan yang masih ngeri-ngeri sedap dan bertanya-tanya,selang berapa menit kemudian perasaan itu tak kami hiraukan karena jalanan semakin menyempit,ideal nya hanya pas untuk motor, itupun motor sejenis motocross lah yang paling tepat, karena tekstur jalan yang berpasir,berbatu juga menurun, dan diperparah lagi pasir-pasir dan batunya itu labil banget kyk anak smp wkwkw.

Jadi ban motor kamipun tak jarang ngepot kekanan dan kekiri seperti mulut mak-mak tetangga kalo liat kita bawa cwe kerumah hahaha, dan keadaan seperti itu kami lalui setidaknya 15 menit menggunakan motor, jadi jangan coba-coba pakai mobil ya,kesian ntar nyangkut.

tentu saja dibalik kesusahan ada hasil yang diraih dan pantas antara usaha dan hasil, bak surga tersembunyi sayup-sayup terdengar suara deburan ombak yang memecah suasana yang cukup memacu adrenalin.

“wahh dah dekat tuh dengarkan?” kata ku bersemangat

“iya ayoo” jawab kedua temanku ketika itu.

Tak lama sampailah kami di secret beach yang belakangan namanya baru kuketahui “bilasayak beach” begitulah temanku pasrama mentag lokasinya di feed instagram nya.

Langsung saja mata ini menjelajahi dan menScan satu persatu bentuk dan topografi daerah gunung tunaq ini (wkwkw ceilehh topografi bahasanya ngakak sendiri nulisnya )

 

(foto 2)

 

Btw ini gunung tunaq ya bukan gunung myoboku, itumah tempat naruto dapetin energi alam dan senjutsu kodok. kalo gunung tunaq tempat ini khususnya bagiku tempat mendapatkan energi spiritual yang susah untuk dijelaskan dan kesadaran sesadar-sadarnya kalau indonesia ini luas,indonesia ini indah,indonesia ini paket komplit yang diberikan sang maha pencipta ke negara kita ini.

Nah, sekilas info tentang pantai bilasayak ini pantai nya eksotis banget, dengan pasir putih dan air yang sangat memanjakan mata, lagi-lagi warna gradasi tosca dan hijau yang sangat mempesona itu sukses menyihir mata kami ditambah dengan landscape diapit 2 tebing di kanan dan kiri, ahhh mantap.

Dari kejauhan kami melihat ada motor matic yang terparkir dibawah pohon,dan sepertinya ada 2 orang dibawahnya, mungkin itu adalah guide atau semacam petugas disana, karena kalau dilihat sekilas untuk menuju tower berarti melewati hutan-hutan kecil gitu.

 

TERNYATAAA...

Mereka berdua adalah 2 sijoli yang sedang menjalin ikatan asmara terpendam sekaligus terlarang , wkkwk, kenapa terlarang ya karena memang pacaran itu dilarang apalagi dua-duan di tempat seterpencil ini,, yang parah nya di tengah hari bolong gini klen pacaran,, wkwkwk what the fa,,,,,

Oke kami saling mengabaikan, tetapi hati kami dan ujung mata ini tetap saling terhubung dengan 2 sijoli itu wkwkwk.

Sekarang yang paling penting bagaimana caranya ke tower, sementara kami sama sekali tidak tau track memasuki hutan ini,apakah kami akan nyasar?akan hilang ingatan? Tak tau jalan pulang? Atau bahkan alamat palsu... (lah ini seperti judul lagu).

Tapi memang itulah yang kami rasakan, gimanapun badai harus di trobos,wkwkwk walhasil akupun bertanya

“gimana pas lanjut?”

“lanjutlah yok,coba dulu”sambung pasrama dengan semangat

“ok ayuk” (sembari aku berdoa dalam hati)

Karena memang aku kwatir banget ngelewati tempat-tempat seperti ini,apalagi ini bukan di daerah ku, aku jadi parnoan gitu, gara-gara cerita di IG tentang pengalaman pendaki-pendaki yang hilang, liat hantu, dengar suara aneh, hmmmppss uhhh kimmochii (lah itu mah suara cucu kakek sugiono)

Kaki pun mulai melangkah, menyusuri hutan yang tingginya 3 meteran itu, akupun berusaha menandai rute pelarian kami kalo ada apa-apa, kebetulan lumayan banyak sampah-sampah plastik makananan gitu didalam hutan, berarti tandanya daerah itu umum dilalui dan itu jugalah yang membuatku sedikit tenang.

Tak lama keluar lah kami dari hutan yang cukup horor itu, tak lama kami disuguhkan dengan padang rumput yang bertepian tebing seperti ini, dan dilengkapi juga dengan aksesoris tambahan seperti kotoran sapi baru dan kering, pokoknya fullset gan wkwkw. (nah herannya itu sapi lewat mana masuknya nggak mungkin lewat hutan-hutan yang rimbun dengan ranting, tak mungkin pula lewat air terus lompat gitukan, kalo itu mah sapiderman, hhmmmm ini masih menjadi misteri buatku sampaai saat ini )

(foto 3)

  

Cuaca terik dan menyengat membakar seperti masa muda dan semangat kami, akupun terus berjalan kearah tower, tetapi sebelum masuk tower masih ada semak-semak yang kami lalui, dan kebetulan ada pohon yang agak besar disana, aku memutuskan untuk istirahat dulu sembari minum dan pasang sunblock lagi, setelah berbincang dan ngegibah sedikit, kamipun bergerak lagi, nah kebetulan aku yang paling depan berarti akulah pembuka jalannya.

Setelah sampai di semak,akupun mengikuti jalan yang semaknya sedikit, tetapi jalan itu mengarah kekiri padahal tower berada di kanan kami, dan ntah knapa aku malah kekiri itu, dengan niatan sebetik terlintas

“wahh pasti keren nih tebing foto disini dululah” gumamku.

Tapi kemudian

   

“ehh apa inii?” ( aku ketika itu hampir menginjak semacam petilasan atau nisan kuburan lama gitu, karena posisi nya kanan kiri, dan jelas itu buatan manusia karena ukiran di batu itu bukan hal alami,  cobaan apa lagi ini?? Setelah aku melihat kain kuning di bawah pohon bambu tadi,dan sekarang melihat nisan dan parah nya hanya aku yang melihat 2 anomali ini ) 

* sampai saat aku mengetik tulisan ini aku masih bergidik membayangkannya, jujur didalam hati pada saat itu aku kwatir tanda-tanda seperti itu mengartikan marabahaya, aku kwatir bakal di bawa kedunia mereka)

“eh pas lwat sebelah sana aja”pintaku pada pasrama menunjuk jalan sebelah kanan.

Dan aku cepat-cepat menyusulnya pokoknya aku nggak mau paling belakang.

 

TOWER GUNUNG TUNAK

SETELAH sampai disini kamipun beristirahat kembali sambil menikmati pemandangannya yang memang sangat indah,ditemani dengan suara motor perahu nelayan yang walaupun jauh ntah kenapa tetap terdengar jelas.

Kamipun makan siang disini, dan juga foto-foto, tentu saja kami ingin keatas tower itu karena memang bisa selfie2 disana.

 

 

Tetapi kenyataan tak seindah yang dibayangkan, karena tower itu sudah berkarat dan suara deritan besinya seakan memberitahukan kalau tower tersebut tak aman untuk dinaiki.

(foto 4)

Aku yang mencoba menaiki meskipun ada tangga baru beberapa anak tangga aku naiki deritan tower semakin kencang, aku yang ingin minimal sampai di tingkat satu dari 4 tingkatnya bahkan tak sampai.

Aku mengurungkan niatku, daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan mendingan aku turun, begitulah pikirku,karena memang beratku ketika disana sekitar 90an kg sama seperti yose yang juga mengurungkan niatnya untuk naik,karena memang badan kami berdua yang cukup besar. 

Tetapi pasrama tetap naik sampai kepuncak katanya sayang udah sampai disini tapi nggak kepuncaknya.

“hati-hati pas cepat turun kalau udah” kataku sedikit berteriak dari bawah

Aku kwatir tower akan tumbang, dan parahnya kalo tumbang langsung nyungsep ke jurang di bawahnya.


Setelah puas, kamipun pulang dan taklupa pamit sama tower tunak mudah-mudahan next bisa kesana lagi.

Menyusuri landscape yang sama, kamipun bergegas ke parkiran motor, kwatir motor kami dipretelin oleh 2 sijoli tadi wkwk (suudzon aee).

Hari makin siang, sinar infrared dari matahari berada pada posisi terpanas nya, yaa waktu itu sekitar jam 2 siang. Ditambah beban di tas kami masing-masing, untuk tasku saja aku taksir beratnya sekitar 8kgan lebih.

Sampailah kami di batas vegetasi antara padang rumput dan hutan tadi, nah disini kami beristirahat sejenak sekedar mengusir lelah.

Tapi ntah yang lain mendengar atau tidak pada saat itu, aku mendengar kicauan burung yang bersaut-sautan, kembali ingatan ku melayang ke cerita pendaki yang mendengar suara burung dan di tuntun oleh sejenis burung jalak gitu, seketika pula adrenalin ku memuncak, aku yang merasa kicauan itu hal yang nggak normal, karena memang bunyinya dekat dan bersaut-sautan tetapi burung tersebut tidak aku temukan seekorpun.

Yaa !! aku memberanikan diri melihat sekitar untuk melepas penasaran,itu benaran hewan nyata atau hewan ghaib atau bahkan itu hewan fiktif khayalanku karena panasnya matahari?

Ahh rasanya aku tak segila itu,mendengar suara atau berimajinasi fiktif karena panas matahari.

“yok pas cepat”pintaku kepada pasrama

Kamipun berlalu menyusuri kembali hutan tersebut,ntah kenapa jadi banyak perismpangan bekas tapak gitu, ditambah suara burung-burung bersautan itu semakin banyak saja di telingaku, aku yang tergesa-gesa pokoknya nggak mau di posisi paling belakang, ntah mungkin yose merasakannya ketika itu,diapun tak mau kalah cepat langkahnya denganku.

Tapi syukurlah kami dapat keluar kembali ke tempat kami memarkirkan kendaraan tadi, perasaan ku yang masi berdebar-debar ditambah lega karena dapat keluar dari hutan yang cukup horor ini menurutku.

Motor kami masih ada untungnya ! hehehe

Kamipun segera keluar dari daerah TWA gunung tunaq dan perjalanan pulang terasa lebih cepat ketimbang perjalanan pergi, tau-tau  sudah berada di pos kami membayar tiket tadi, dan tau apa? 

Yeppp! Seperti cerita-cerita horor penjaga dan bapak-bapak bawa parang tadi telah lenyap alias hilang ntah kemana, tak ada seorangpun di pos dan di bangunan tadi, ya untung nya bangunan itu masi ada coba bayangkan kalau bangunan itu tiba-tiba berubah jadi gubuk kosong atau bahkan lenyap ntah kemana, pasti bakalan seram banget kan.

Tak lama setelah itu kami sampai di simpang jalan raya utama, tentu saja kami berbelok ke kiri ke arah bukit merese dan tanjung aan karena itu adalah tujuan kami berikutnya.

Untuk TWA gunung tunaq sebenarnya kalau di kelola dengan lebih baik lagi, bakalan menjadi destinasi yang eksotis apalagi di ujung dekat tower didirikan penginapan atau apalah, lebih berbenah lagi yaa... see u tunaq :*

 

“ nexttt........ BUKIT MERESE, TANJUNG AAN DAN TEMPAT BEGAL”

 
Diubah oleh pakuwoo
profile-picture
tien212700 memberi reputasi
1
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6
16-01-2021 12:51
TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6

TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6

TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6

TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6
0 0
0
TRIP KE LOMBOK *TWA GUNUNG TUNAQ part 6
30-01-2021 01:21
Kereeen keren gilaa gabisa berkata kata lagi mumpung doi orang timur boleh lah minta ajak liburan ke lombok sskalian ke rumah mertua hahaha
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia