Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
128
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/6000d60a4601cf62110d9693/tidak-percaya-covid-19-maunya-sih-gitu
Hai GanSis!! Sudah sekitar setahun kita semua, dunia mengalami kondisi Pandemi Covid-19. Kita sedang menghadapi wabah penyakit, yang mana obatnya belum diketahui.
Lapor Hansip
15-01-2021 06:38

Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Hai GanSis!! Sudah sekitar setahun kita semua, dunia mengalami kondisi Pandemi Covid-19. Kita sedang menghadapi wabah penyakit, yang mana obatnya belum diketahui.

Quote:Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
Ilustrasi - Foto oleh cottonbro dari Pexels


Ya, kita semua sedang sakit dan yang sehat juga dalam bayang-bayang penyakit. Sebab virus ini sangat cepat menyebar dari satu ke banyak orang.

Lantas apa yang terjadi jika wabah penyakit berlangsung menahun? Penyangkalan. Itu menurut saya ya.

Tanpa menyalahkan siapapun yang menyangkal adanya Covid-19 dan berpikir ini hanyalah konspirasi elite global. Saya pikir, ya saya sendiri juga bila terkena penyakit menahun. Maka akan timbul rasa penyangkalan dan mulai berpikir ada yang gak bener sama penyakit tersebut. Misalnya akibat guna-guna dan hal mistis lainnya.

Begitu juga dengan Covid-19. Ini penyakit apa-apaan, demam sedikit dibilang Covid-19, ini sedikit Covid-19, kopat-kopit terus. Saya juga maunya gitu, TIDAK PERCAYA COVID. ini hoax, konspirasi, dan mimpi buruk saja. Besok bangun pagi dan semuanya akan baik-baik saja.

Tapi kenyataannya tidak begitu. Meskipun saya belum (amit-amit jangan sampai) terinfeksi Covid-19. Bagi saya virus ini nyata adanya. Korbannya sudah ada dan lihatlah para nakes sampai "berdarah-darah" bahkan berkorban jiwa demi merawat pasien terinfeksi.

Dan dimasa lalu, umat manusia juga beberapa kali menghadapi wabah penyakit baru yang belum diketahui baik obat dan vaksinnya. Jika ada yang bilang penyakit ini buat-buatan manusia. Ya memang ada benarnya. Perbuatan Manusia sendiri yang menyebabkan wabah.

Manusia sendirilah yang merusak alam, habitat makhluk hidup, sehingga menyebarnya virus penyakit. Sederhananya, saat kita merusak sarang lebah, maka lebahnya akan keluar dan marah. Kemudian menyerang si perusak dan orang sekitarnya. Btw, saya sudah bahas penyebaran virus penyakit di artikel ini: Bagaimana bisa ada muncul virus penyakit menular? Apa karena Neolitikum?

Ya begitu, bagi saya wabah penyakit karena akibat perbuatan manusia. Kalau GanSis pernah dengar tentang pemanasan global, perubahan iklim dan sebagainya, menurut saya wabah penyakit ini salah satu dampak yang sedang kita rasakan.

Menerima kenyataan bahwa dunia ini sedang dalam Pandemi atau wabah penyakit, memang sangat sulit. Maunya sih, saya atau mungkin GanSis ada yang berpikir bahwa Covid-19 merupakan konspirasi sekelompok orang yang ingin berbisnis penyakit, lalu konspirasi ini terbongkar, kelompok itu tertangkap, dihukum dan kita semua hidup normal & berbahagia seperti di film-film.



Sekali lagi, saya maunya gitu. MAUNYA BEGITU!! Tapi kenyataannya tidak begitu. Kenyataannya sekarang wabah penyakit masih berlangsung, aktivitas ekonomi dan sebagainnya jadi lebih sulit.

Berbagai usaha dilakukan umat manusia, dari pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, karantina, pengobatan, hingga kini vaksin. Ada yang nurut dan abai. Wabah ini, protokol kesehatan dan kesulitan ekonomi memang sangat memberatkan.

Semua orang tentu gak mau sakit. Apalagi saat kita gak sakit, tapi harus mengikuti protokol seperti orang sakit. Maklum sih, kalau banyak penyangkalan dimana-mana.

Quote:Btw, saya pernah sakit asam lambung. Tidak terlalu parah, tapi pantangannya banyak banget. Gak boleh makan ini dan itu. Tapi saya patuh demi sembuh. Dan itu berlangsung lama.

Sementara ada orang-orang yang mengidap penyakit sama, namun baru saja sembuh sudah melanggar pantangan makanan. Alasannya, hidup itu dinikmati aja, jangan kalah sama penyakit. Apa yang terjadi? Masih sehat-sehat saja.

Mengetahui itu saya menjadi konyol. Percuma dong saya jaga-jaga makanan. Tapi tunggu dulu. Kasus setiap orang beda-beda. Ada juga yang umurnya gak panjang karena melanggar pantangan makanan.

Intinya, fisik setiap orang beda-beda. Misal ada orang yang terinfeksi Covid-19, tapi masih sehat saja. Sementara kekebalan tubuh setiap orang gak sama. Saya sih berusaha mungkin cari aman, meski saya gak patuh-patuh amat sama protokol kesehatan. Setidaknya saya gak buang energi menyangkal kenyataan Covid-19. Kalau mau vaksin ya silahkan, apalagi gratis.

Rianda Prayoga
Binjai, 15 Januari 2021
Diubah oleh riandyoga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
EriksaRizkiM dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:01
Di kampung ane Banyak euy yang begitu
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan scoria07 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:01
Percaya gak percaya, tapi tetep waspada
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:02
covid ini salahsatu makhluq ghoib
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:04
heran orang2 seperti ini
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:04
Keren analoginya. 👍👍
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:05
udah di fucksin belum?
profile-picture
profile-picture
reinaldo69600 dan riandyoga memberi reputasi
2 0
2
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:09
Pejwan di trit HT emoticon-pencet
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeze6986 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:10
Ane percaya Covid 19, karena BLT nya sdh ane terima... Yang gak percaya tapi menerima BLT itu tetmasuk tanda2 orang munafik... emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 12 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:12
percaya aja emng ada itu penyakit
keluarga gw pernah 1 rumah positif semua
efek nya 1 orang hilang indra perasa,,sisanya batuk biasa ssama demam sedikit
tante gw yg udah umur 60an dan ada penyakit bawaan alhamdulillah gak kambuh penyakit bawaan lainnya,,
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gentayaumal dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:12
Awalnya ane dan keluarga ngga terlalu peduli dengan covid, walaupun kami tetap menjalankan protokol kesehatan, dari mulai setiap 3x seminggu ruang tamu dan ruang keluarga selalu disemprot desinfektan kalengan, dan disetiap kamar/ruangan termasuk kamar mandi selalu tersedia hand sanitizer, sampai bulan kemarin tiba2 kakak ane kena COVID, dan harus di karantina mandiri, dan sekarang sudah dinyatakan sembuh, sekarang ane dan keluarga jadi jauh lebih aware dengan Covid ini, soalnya liat kakak ane selama karantina menderitanya bukan main, ya pastinya ane lebih pilih untuk menjaga diri biar ngga kena juga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:15
Ya bener. Maunya juga ga percaya tapi gimana. Korbannya udah banyak banget emoticon-Frown
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:15
perspektif agan bagus sekali, terutama dalam analogi asam lambung tersebut.. emoticon-Cendol (S)
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:15
Masuk aja ke daerah padat penduduk, dijamin udah jadi hoax doang tuh copid. Lepas Bebas gaes emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan Jari.Bengkok memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:15
jadi inget trit ini emoticon-Belo

Quote:Original Posted By barak51
COVID19 PANDEMIC IS WORLD WAR III

Pertanyaannya adalah "does covid19 pandemic really exist ?"
apakah pandemi covid19 benar ada ?

lihat ini dahulu..
seorang peneliti di Eropa mensurvey tingkat kecerdasan 2 sekolah. Hasilnya sekolah A memiliki tingkat kecerdasan 50% dan sekolah B 30%. Namun sebelum hasil itu diumumkan peneliti melakukan sebuah eksperimen, dg cara merekayasa (mengedit) persentase sekolah B menjadi 80%. Setahun kemudian benar2 terjadi tingkat kecerdasan sekolah B melesat jauh di atas 50% melebihi sekolah A.

Di atas tadi adalah ttg keajaiban sebuah Angka. Cara kerja angka dalam mempengaruhi pola pikir manusia.

Seandainya wabah demam berdarah ditata sedemikian rupa jumlah penderitanya, jumlah korbannya, jumlah daerah rawannya ke dalam bentuk angka *yg dipertontokan dan di update* setiap detik, menit, waktu di televisi dan sosmed. Yakin saja, orang akan berburu bubuk abate. Harga angkak pun melonjak karena diborong. Bahkan anda akan menegur tetangga anda yg membiarkan genangan di rumahnya.

Fear, ketakutan dan panik...itu yg ditanamkan oleh media.

Hari ini kita ketakutan setiap hari hanya dengan melihat angka setiap hari di broadcast tv dan sosmed. Masuk akal ?

Kita melihat angka seolah2 seperti melihat ajal kita di depan mata. Kita ketakutan. Masuk akal ?

ITS ONLY A F*CKiN NUMBER !

mari berpikir kritis, bayangkan hari ini tidak ada media apa pun di dunia. (balik ke jaman dulu). ketika ada pandemi seperti covid19 akan seperti apa kehidupan kita. apakah akan sehoror hari ini ? besar kemungkinan tidak sedramatis sekarang dan hidup akan terus berjalan seperti hari2 biasanya. Ada orang yg mati karena covid19, akan dianggap seperti kematian biasa. Kematian sehari2. Toh kita sudah paham setiap hari ada orang yg mati baik ada isu wabah ataupun tidak.

Mulai melihat perbedaannya ?

Sekarang kita lihat bagaimana struktur isu Covid19. Selalu akan menyebutkan ini setiap hari

ada data Positif (tertular)
ada data Negatif (sembuh)
ada data Kematian

Ketika kita akan menebar FEAR, caranya adalah kita harus mengkatrol data yg berpotensi mempengaruhi psikologi publik dan sulit dikonfirmasi dan paling lemah faktanya. Data yg manakah itu ?

Yap Data POSITIF. Data orang2 yg terjangkit covid19. Maka jangan heran. data positif selalu melonjak melebihi data Kematian. Angkanya bombastis Kenapa ? karena data kematian yang diumumkan itu layaknya data kematian sehari-hari. Tetapi angka positif penderita covid19 inilah yg merupakan angka psikologis seperti contoh peneliti sekolah tadi

Angka ini tidak dapat dikonfirmasi
Angka ini rawan rekayasa
Angka ini tidak jelas faktanya
Angka inilah FEAR. Karena anda takut maka anda langsung percaya. karena angka ini dikaitkan dg keselamatan jiwa kita.

Siapa yg berani mengkonfirnasi kalau keluar rumah saja takut ?

Sebuah jalan tol akan kita anggap aman dan kita berani ngebut. Tetapi kita akan melaju pelan di jalan yg sama saat kita melihat papan dipinggir jalan yg isinya angka kematian dan kecelakaan di jalan tersebut meskipun data itu bohong.

Ini yg disebut efek PLACEBO. atau sugesti. Pikiran kita dikendalikan oleh materi yg direkayasa. Kita akan benar2 menderita covid19 dan mati karena kita percaya

Mengapa direkayasa ? WELCOME TO WORLD WAR 3

Sebuah perang dunia (lagi) dalam sebuah konteks yang cerdas, yaitu *teknologi informasi*. Bukan lagi teknologi primitif seperti senjata, alat perang. Semua dunia merasakan isu covid19. Media massa bahkan melabeli dengan PANDEMI. (wabah global)

Di mulai dari memanasnya perang dagang antara Barat-Eropa vs Tiongkok. Dominasi lapak ekonomi oleh Tiongkok menggerus pendapatan Barat dan Eropa. Amerika dan Eropa menuju defisit ? Bangkrut ?

Ketika kita sudah tersudut, maka pernyataan menyerah (menyatakan negara bangkrut) adalah pilihan paling buruk. Pilihan yg lebih baik dari itu ? Kembali ke Nol alias RESTART.

Isu pandemi covid19 - Work From Home - Stay home and safe - LOCKDOWN

Yes Lockdown ! itu adalah cara paling tepat untuk mengatakan "Negara Bangkrut" tanpa perlu pusing memikirkan tanggung jawabnya kepada rakyat. Karena rakyat sedang fokus memikirkan keselamatan jiwanya di rumah masing2 dan tercerai berai. Negara tidak perlu repot2 melakukan jam malam, karena anda sudah melakukannya sendiri.

Tidak ada protest, tidak ada demo, tidak ada pemberontakan. Good way to exit.

Dikala masyarakat dunia "dibungkam" isu covid19 para protokoler mulai bekerja merestrukturisasi sistem-sistem di dalam negara tanpa gangguan. Struktur ekonomi, struktur dagang dan segala sesuatunya dirombak mumpung MOMENTUMNYA tepat. Karena tidak akan datang dua kali.
Kapan lagi anda bisa melihat tawaf di ka'bah berhenti, vatikan kosong. orang libur jumatan dan ibadah ? efek yg luar biasa

Tidak kah anda lihat...
Harga minyak dunia diobral ?
Mekanisme pasar modal berubah ?
Konsep pariwisata hancur lebur ?
Anggaran negara meluncur menuju nol ?

SHIFTING sedang terjadi
format dan tren baru dunia akan hadir dan kita masih belum paham seperti apa wujudnya. Hanya Tuhan dan para protokoler yang tahu


Sialnya, ketika restrukturasi berjalan. Orang2 setiap hari mati karena menelan pil sugesti dan fear covid19.

Ingat selalu ini, setiap restrukturisasi akan selalu memakan korban, entah jiwa atau bukan. Perang Dunia I dan II sesungguhnya adalah sebuah RESTRUKTURISASI global. Dan korbannya selalu jiwa.


Dan Pandemi Covid19 adalah Perang Dunia III. Dengan teknologi dan mesin perang tercanggihnya yaitu Teknologi Informasi (media massa, medsos, data dan statistik)
Dengan WHO sebagai panglima perang tertingginya yg me-rudal setiap negara dengan data2. Dan setiap statementnya adalah maklumat perang.

Sasarannya adalah Tiongkok. Meskipun Tiongkok pulih dari wabah yg so-called Covid19. Tetapi di masa depan citra Tiongkok sudah hancur dan akan dikenal sebagai "negeri pusat wabah" yg memicu trauma warga dunia. Kesepakatan2 dagang dg Tiongkok akan dikaji ulang. Dan produk2 Tiongkok akan menanggung beban citra buruk yg traumatis.

Beginilah ongkosnya untuk menghancurkan sebuah negara raksasa setara Tiongkok.


Pertanyaannya sekarang adalah.
Dapatkan anda menghentikan Perang Dunia III ini ?
Jangan bermimpi, bahkan untuk keluar rumah dan bertemu orang lain saja anda takut mati kena pandemi hahaha

Jawabannya adalah ini :
Tidak banyak yg bisa kita lakukan untuk menghentikan perang ini. Setidaknya yang bisa kita lakukan adalah JANGAN MATI.
Jangan mati karena sugesti peluru2 informasi yg ditembakan secara beruntun ke diri kita. Yakinkan diri anda bahwa sebenarnya tidak ada apa2, tidak ada covid19 dibalik semua omong kosong ini.

Tidak ada yg perlu dicemaskan
Tidak ada yg perlu dikhawatirkan
Tidak ada yg perlu ditakutkan

Jangan cemas
Jangan khawatir
Jangan takut

Berpikirlah di luar cara dunia berpikir hari ini.
Tinggalkan mental ala sinetron yg melihat tv langsung nangis.
Keluarlah dari papan permainan ini.
Dengan begitu anda akan merasa hidup !

Anda merasa hidup di tengah kebanyakan orang takut kematian. Nikmat seperti apa lagi yg anda cari di tengah dunia yg sedang krisis global bergoncang hebat dan berperang ini.

Jadilah PENYINTAS !
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:17
Udah banyak bukti... emoticon-Traveller
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:21
Paling gampang, liat berita, artis2 dan orang terkenal banyak dikabarkan meninggal, ga seperti tahun sebelum pandemi setahun masih bisa di hitung jari.
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:29
kalo ada anggota keluarga yg kena mungkin baru percaya.
kayak gua, bude gua udh tua tapi sehat no diabet no hipertensi no penyakit pernafasan. tau-tau sesak nafas radang paru-paru ga sampe 5hari meninggal swabnya positif,fyi suami sama anak2, menantu nggak ngerokok
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan Jari.Bengkok memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:35
Udah moder berapa banyak org, masa gk pecaya gan emoticon-Hammer2

teknologi brainwave


Jangan Lupa untuk di rumah saja ya emoticon-Angkat Beer
Diubah oleh greasemonkey09
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:41
Kl sya sih prcya.krna ttngga sya bnyak yg sdah dijmput sma ptgas covid.kl blm 14 hri blm plang.itu pun msih dicek sma ptgas kshtan
profile-picture
riandyoga memberi reputasi
1 0
1
Tidak Percaya Covid-19, Maunya Sih Gitu
17-01-2021 16:42
Terserah buat yang bilang ga percaya , konspirasi atau apalah terkait covid ... Yang pasti nyokap ane korban covid ga ada riwayat sesak nafas , tetiba jadi sesak nafas dan beliau berpulang ke rahmatullah per september tahun kemarin ... Dua kakak ipar ane pun positif covid dan alhamdulillah sudah negatif meskipun sekarang kondisinya jadi ga seperti dulu lagi , setiap nafas katanya agak berat .. itu dr keluarga ane gan


Dan ane paling benci baca berita yang nolak nolak akan adanya vaksinasi yang sedang gencar dilakuin pemerintah .. gegara covid keluarga ane jadi korban , gegara covid pula ane putus kontrak kerja dan mereka yang tereak nolak vaksinasi seakan akan ga peduli sekitar yang kena imbas dari covid ini ..
Diubah oleh defanasywaQ
profile-picture
profile-picture
riandyoga dan aghabast memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia