Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
142
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ffbe9c2c820840de3591703/misteri-kematian-ibu-kos
Angin dingin berhembus menerpa wajah Kirana, yang tengah berjalan menembus pekatnya malam. Hari ini ia kebagian shift sore, hingga ia pulang ke kos-kosannya mendekati tengah malam. Dipersimpangan jalan langkahnya terhenti, saat netranya menangkap sosok wanita paruh baya yang sedang duduk disebuah halte. Wajahnya terlihat pucat dan sepertinya ia hanya seorang diri.
Lapor Hansip
11-01-2021 13:01

MISTERI KEMATIAN IBU KOS

Past Hot Thread
RULES

[I]- Ikuti perarturan SFTH

- Agan2 dan Sista bebas berkomentar, memberikan kritik dan saran yang membangun.

- Selama Kisah ini Ditulis, mohon untuk berkomentar seputar cerita.

- Dilarang meng-copas atau meng copy segala bentuk di dalam cerita ini tanpa seizin penulis.

INDEKS















Part - 1

Angin dingin berhembus menerpa wajah Kirana, yang tengah berjalan menembus pekatnya malam. Hari ini ia kebagian shift sore, hingga ia pulang ke kos-kosannya mendekati tengah malam. Dipersimpangan jalan langkahnya terhenti, saat netranya menangkap sosok wanita paruh baya yang sedang duduk disebuah halte. Wajahnya terlihat pucat dan sepertinya ia hanya seorang diri.

Kirana menghempaskan tubuhnya di kursi halte. Dengan senyum ramah Kirana coba menyapa. Dan ia kaget saat wanita itu menoleh ke arahnya.

"Bu Asih ?...ibu mau kemana ?, ini sudah tengah malam loh. Ibu sama siapa ?."

Wanita itu ternyata adalah ibu pemilik tempat kos yang Kirana tinggali. Bu Asih tak menjawab, hanya diam terpaku. Wajahnya terlihat sangat pucat. Kirana mengeluarkan sebungkus roti yang sengaja ia bawa dari tempat kerja. Kirana bekerja disebuah toko roti. Disodorkannya bungkusan roti ke arah bu Asih.

"Bu, saya punya roti, tadi saya bawa dari tempat kerja, ibu mau ?."

Karena bu Asih tak bergeming. Kirana menarik kembali roti yang tadi disodorkannya, dan mulai memakannya. Tiba-tiba hidungnya kembang kempis.

"Astaga !!, dari mana datangnya wangi ini, seperti wangi yang biasa dipakaikan ke jenazah," batin Kirana.

"Wangi apa ya bu Asih ?," Kirana melihat ke arah dimana bu Asih tadi duduk.
"Loh..bu Asih kemana ya, tadikan dia disini," gumam Kirana.

Tiba-tiba Kirana merasakan bulu kuduknya meremang, aroma melati semakin kuat menyengat.

"Upss...kemana sih bu Asih nih ?."

******

Kendaraan angkot yang ditunggu akhirnya datang, Kirana langsung naik.

"Ah..mungkin bu Asih sudah pulang duluan," gumamnya.

Wangi menyengat aroma melati masih tercium. Kirana melihat arloji yang melilit pergelangan tangannya. Waktu menunjukan pukul 00.15 tengah malam.

*******

Kirana menghentikan kendaraan saat telah tiba di gang tempat kosnya berada.

"Kiri ya bang !."
"Baik neng."

Pak supir menghentikan laju kendaraannya. Saat ia hendak membayar, pengemudi itu menolak.

"Sudah neng, sudah dibayar ibu itu."
"Ibu yang mana bang ?."
"Itu udah turun duluan."

Kirana bengong saat pengemudi itu menunjuk ke arah jalan masuk gang. Kirana berlari mengejar ibu yang telah membayarkan ongkos angkotnya. Tapi hingga dipertengahan gang, ia tak menjumpai siapapun.

******

Beberapa rumah sebelum ia memasuki tempat kos, ia melihat bendera kuning tertambat di sebuah tiang. Di tengahnya tertulis nama ASIH BINTI FULAN.

Kirana diam terpaku, sendi-sendi tubuhnya bergetar.

"Jadi..bu Asih yang kutemui tadi, itu....itu...." Tubuh Kirana limbung, sebelum akhirnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
disya1628 dan 35 lainnya memberi reputasi
34
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 5
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
11-01-2021 16:39
Lanjut ganemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
senja87 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
11-01-2021 20:32
lanjut gan... seru nih kyaknya
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1 0
1
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
11-01-2021 21:14
Njutt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senja87 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 01:01

Part - 2

Kirana merasakan kepalanya begitu berat. Perlahan netranya menangkap sosok Bram kekasihnya yang sedang berbicara dengan Tita teman satu kosnya.

"Aduh !!, kenapa aku ada disini ?."
"Alhamdulillah kamu udah sadar Na. Tadi kamu pingsan. Pak Tono dan beberapa warga yang bawa kamu kesini," ujar Tita dengan khawatir.

Bram menggenggam jemari Kirana dan menatap dengan tatapan penuh tanya.

"Kamu kenapa sayang ?, kenapa kamu pingsan ?, kamu sakit ?. Tita tadi telfon aku, makanya aku langsung kemari," Bram menghujani Kirana dengan pertanyaan, wajahnya terlihat sangat cemas.

Kirana mencoba bangun, tapi Bram menahannya.

"Jangan bangun dulu sayang, kamu kayaknya gak sehat."
"Aku gak apa-apa mas. Aku hanya bingung dan kaget tadi."
"Kamu kaget kenapa ?."
"Entahlah mas. Sepulang dari kantor tadi, aku bertemu dengan bu Asih. Bu Asih sedang duduk di halte dekat kantorku mas, tapi saat aku tanya, beliau diam saja, gak menjawab sepatah katapun."

"Bu Asih ?. Bu Asih sudah meninggal sayang. Kamu lihat sendiri kan ?. Sayang, kamu pasti lagi capek, makanya muncul pikiran yang enggak-enggak."

"Entahlah mas."

******

Rumah besar milik bu Asih dipenuhi sanak saudara, kerabat dan warga yang bertakziah. Malam hampir menjelang pagi, saat Kirana mendengar suara memanggilnya.

Kirana !!..Kirana !! tolong ibu Kirana !!

Kirana bangkit dari tidurnya..

"Siapa yang memanggilku ?, suara itu sepertinya sangat akrab ditelingaku."

Kirana berjalan ke arah jendela. Dilihatnya diluar begitu sepi. Beberapa lelaki masih terlihat berjaga didepan rumah bu Asih. Suara lantunan ayat sucipun masih terdengar. Kirana melepaskan pandangannya kearah pepohonan pisang yang berjajar di pekarangan rumah. Diantara gelapnya malam, Kirana melihat sosok wanita tua tengah berdiri menatapnya.

"Bu Asih !!," Kirana mengucek kedua bola matanya, mencoba meyakinkan kalau apa yang dilihatnya itu benar.

Tita yang kaget mendengar suara Kirana, mendekat sambil berbisik.

"Ada apa na?, kamu lagi liat apa ?."

Kirana menunjuk kearah rerimbunan pohon.

"Aku tadi melihat bu Asih berdiri disana Ti," bisik Kirana.
"Bu Asih !!, Ah..kamu salah lihat kali. Bu Asih kan sudah meninggal. Jangan ngaco ah, bikin aku takut aja," suara Tita sedikit bergetar.
"Udah yuk Na, kitatidur lagi !. Aku takut nih...hiyy." ujar Tita sambil menarik tangan Kirana untuk kembali tidur.

Kirana mengikuti Tita ketempat tidur, dan mencoba memincingkan matanya. Meski ia berusaha untuk tidur, tapi ia seperti dihantui bayang-bayang bu Asih.

"Ada apa sebenarnya ini ?. Kenapa bu Asih seperti hendak menyampaikan sesuatu ?," batin Kirana.

******

Suara adzan terdengar di kejauhan. Kirana bangkit hendak shalat. Dilihatnya Tita sudah lebih dulu berwudhu. Kirana bergegas bangkit dan berjalan ke kamar mandi.

"Na jamaah ya !, aku tunggu."

Kirana mengangguk. Tak berapa lama terlihat mereka khusuk dalam shalat.

*****

Hari mulai terang saat Kirana dan Tita berjalan ke rumah bu Asih. Bram yang semalam tidur di dalam mobil, sudah terlihat menunggu di depan rumah bu Asih.

"Mas !, mas sudah disini."
"Ia Na, mas gak bisa tidur, mas kepikiran kamu."
"Cie..cie..segitunya," canda Tita dengan suara pelan.

Kirana mencubit lengan Tita.

"Aduh !!, sakit Na."
"Biarin !," ujar Kirana sambil tersenyum

Bram yang melihat tingkah keduanya, hanya tersenyum, sambil menarik tangan Kirana untuk duduk disebelahnya.

*******

Tubuh bu Asih terbaring bertelekan kasur kecil. Kirana memandangi wajah perempuan tua yang terbaring dihadapannya, wajah yang selalu menyapanya dengan hangat saat ia berangkat dan pulang kerja. Bu Asih sangat menyayangi Kirana, ia menganggap Kirana seperti anaknya sendiri. Kiranapun sangat sayang dan hormat kepada bu Asih. Kematian bu Asih yang tiba-tiba, membuat Kirana sedikit terguncang.

*******

Hari menjelang siang, saat tubuh bu Asih diantarkan ke pemakaman. Perempuan tua yang baik hati itu kini telah tiada, namun masih menyisakan tanya di hati Kirana, akan sebab kematiannya.
Diubah oleh agusmulyanti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
disya1628 dan 17 lainnya memberi reputasi
18 0
18
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 06:08
Ditunggu lanjutannya gan
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 07:29
Woke silahkan dilanjutkan ceritanya. Jangan jualan kentang ya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 09:07
misterinya masih misteri.....emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 09:44
apakah mas bram berkaitan dengan ini semua?? tanya kenapa??
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 09:52
nitip sendal dulu ahemoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 13:14

Part - 3

Satu hari setelah kepergian bu Asih, rumah besar itu kembali sepi. Rumah itu kini kosong dan hanya dijaga oleh mang Dadang dan istrinya. Jarot adik bungsu bu Asih hanya sesekali datang berkunjung untuk memeriksa keadaan rumah dan meminta uang kos-kosan, karena bu Asih tidak mempunyai anak, sementara suaminya telah lama menghadap sang pencipta.

******

Jarot adalah adik bungsu bu Asih, dia sudah berkeluarga dan mempunyai seorang putri yang masih duduk di bangku SMA. Kehidupan mereka tidak seperti bu Asih yang berkecukupan, kehidupan mereka sangat sederhana. Jarot bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik konveksi. Sebelumnya mereka tinggal disebuah kontrakan kecil, tak jauh dari rumah bu Asih.
Semasa bu Asih hidup, Jarot pernah ditawarkan untuk menempati salah satu kamar kos milik bu Asih, tapi Jarot menolak, dan lebih bersedia tinggal di kontrakan kecilnya.

******

Sementara itu kakak tertua bu Asih, seorang wanita bernama Retno, tinggal di luar kota. Retno sudah dua kali menikah dan sama seperti bu Asih, Retno juga tidak mempunyai anak, ia hanya mempunyai seorang anak tiri bernama Tika, bawaan suaminya yang seorang duda bernama Rudi.

*******

Kematian bu Asih yang tiba-tiba, telah menjadi buah mulut warga desa. Apalagi kematiannya bertepatan dengan adanya pertengkaran antara bu Asih dan Retno yang sedang datang berkunjung.

Retno dihari bu Asih meninggal, datang berkunjung. Entah apa yang menjadi penyebabnya tiba-tiba terjadi pertengkaran hebat. Retno yang sedang marah sempat mengancam akan menghabisi bu Asih, sebelum kembali ke rumahnya.

******
Mang Dadang pria paruh baya, yang bekerja membersihkan kebun dan menjaga keamanan di rumah bu Asih. Meski usianya sudah berkepala lima, tapi garis-garis ketampanannya masih terlihat nyata. Istrinya bekerja sebagai pembantu di rumah bu Asih. Mereka tinggal di salah satu kos-kosan milik bu Asih tanpa membayar alias gratis. Mereka mempunyai seorang anak laki-laki berkebutuhan khusus, tapi sudah meninggal karena sakit.

*******

Udara panas didalam kamar kos, membuat Kirana beranjak keluar. Hari ini Tita teman sekamarnya berdinas malam. Tita bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit.
Meski ada sedikit rasa takut, Kirana mencoba menepisnya dengan bersenandung.

Suasana di luar terlalu sunyi untuk malam yang masih belum meninggi. Entahlah pada kemana perginya penghuni kos-kosan. Kirana berjalan ke arah taman yang biasa ia datangi saat malam sepi sendiri. Dihempaskan tubuhnya disebuah bangku taman, sambil membuka gawai yang sejak tadi dipegangnya.

Tink...

Sebuah pesan masuk dari Bram

[Malam sayang...sudah bobo belum?๐Ÿ˜]

Kirana tersenyum dan membalas wa dari Bram.

[ Belum mas, nih aku masih di luar, didalam panas ]

[ Mau mas temenin gak ? ๐Ÿ˜]

[ Gak usah mas, sudah malam. ]

[ Yasudah kalo gitu istirahat ya, udara malam gak baik loh buat kesehatan ]

[Iya mas.]

[ Love you dear ...met bobo ya..๐Ÿ˜]

[ Love you too mas..๐Ÿ˜ ].

Kirana menutup gawainya. Matanya menerawang melihat kelangit yang dipenuhi bintang-bintang dan cahaya rembulan. Malam ini teramat indah, karena bulan bersinar penuh, dan Kirana terhanyut dalam pesonanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
disya1628 dan 17 lainnya memberi reputasi
18 0
18
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 13:39
Lanjut gan, jangan ada kentang diantara kita
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan agusmulyanti memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
12-01-2021 22:56
Love u 2 kirana... emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
13-01-2021 14:49
lanjutin terus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
13-01-2021 21:31

Part - 3

Kirana menatap rembulan yang malam ini cahayanya begitu memukau. Desir angin yang bertiup perlahan membuat Kirana tanpa sadar tertidur.

Dalam tidurnya, Kirana melihat bu Asih datang menghampirinya, wajahnya terlihat sangat pucat, rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai, langkahnya terseok-seok.

"Bu Asih ?, bu Asih kenapa ?."

Saat itu bu Asih hanya bergumam lirih.

Toloonggg....toloonggg...tolong ibu Kirana

Kirana berusaha menjangkau tangan bu Asih, tapi sebuah tangan kekar seperti menarik dan mencengkramnya dengan kuat. Bu Asih meronta-ronta hingga akhirnya terdiam.

"Bu Asih !!....bu...bu...bu Asih...bu Asiiihhh !!."

Kirana menjerit sekuat kuatnya, tapi suaranya seperti tersekat di kerongkongan. Nafasnya tersengal sengal. Hingga sebuah tangan menyentuhnya.

"Naa !!, Kiranaa !!, bangun Na!!."

Akh..., Kirana tersentak, guncangan tangan dan tepukan dipipi mengagetkannya.

"Kamu kenapa teriak-teriak gitu ?, trus kenapa juga kamu tidur disini Na ?," tanya Tita dengan nada heran.

Kirana mengatur nafasnya, dipandangi sahabat yang sudah duduk disebelahnya.

"Tita !!, kamu..kamu koq sudah pulang ?."
"Aku ijin Na, badanku gak enak, mungkin karena kecapekan kali ya, kemarin habis bantu-bantu beberes di rumah bu Asih."
"Kamu ngapain sih tidur di luar ?, serem tau, ayo ah kita masuk !!."

Kirana mengikuti langkah Tita yang berdiri sambil menggamit lengannya.

******

Kirana merapikan sajadah dan rukuknya, sementara Tita sudah lebih dulu naik ke tempat tidur.

"Na !!, kamu tadi mimpi apa sih ?, kok teriak-teriak manggil-manggil bu Asih. Bu Asih kan udah meninggal Na. Apa arwah bu Asih gentayangan ya ?, kan katanya kematian bu Asih gak wajar...hiiyyyy." ucap Tita sambil menutup wajahnya dengan selimut.

"Hush jangan asal bicara kamu Ta, didatengin baru tau rasa kamu."

Tita melompat dari tempat tidur, dan memeluk tubuh Kirana.

"Apaan sih kamu Na , aku takut tau."
"Hahaha...hahaha, makanya ngomong tuh hati-hati, gak usah dengerin gosip-gosip receh yang gak danta."

Tita diam, wajahnya terlihat sangat takut. Tangannya mencengkram Kirana dengan kuat. Kirana tersenyum geli.

*******

Malam semakin larut, suara serangga malam terdengar bersahut-sahutan. Angin yang bertiup kencang, membuat suara pepohonan diluar terdengar berderak-derak.
Kirana belum juga dapat memincingkan matanya. Kehadiran bu Asih dalam tidur sesaatnya tadi, membuat otaknya disesaki pertanyaan.

"Bu Asih!!, ada apa sebenarnya dengan ibu ?," gumam Kirana, sebelum akhirnya ia terbuai dalam lelap.

******

Kirana bergegas melangkah keluar dari kamar.

"Hadeuh telat nih !!. Ta aku jalan dulu ya, udah kesiangan nih. Aku masih ada beberapa potong roti dan mie instan di lemari, ambil aja kalo kamu laper."

Tita mengangguk. Kirana memang sahabatnya yang paling baik, dia tidak pernah hitung-hitungan dalam hal apapun. Perasaan dan tutur katanya sangat halus. Kirana tidak pernah marah, bibir tipisnya selalu tersenyum meski ia sedang ada dalam masalah, itulah yang membuat bu Asih sangat menyayanginya.

Bu Asih mempercayakan Kirana untuk menagih uang kos, kepada teman-temannya. Dan teman-temannya kerap meminta bantuan Kirana untuk bicara ke bu Asih, jika mereka telat membayar, karena mereka percaya bu Asih pasti akan membolehkan, jika Kirana yang bicara.

*******

Kirana masih duduk di mejanya. Makanan pesanannya yang diantar office boy masih belum disentuhnya. Jemarinya terlihat mengetuk ngetuk ballpoint ke meja.
Anggi teman sekantor yang satu ruangan dengannya datang menghampiri.

"Na !! kamu gak makan ?."
"Oh..eh..iya Nggi."
"Kamu kenapa Na ?, dari tadi aku lihat kamu banyak melamun. Kamu lagi ada masalah dengan Bram ?."
"Enggak Nggi. Aku lagi mikirin almarhum ibu kos aku."
"Bu Asih. Ibu kos yang kata kamu baik banget ke kamu kan ?, memangnya ada apa Na?."
"Ah..nggak apa-apa Nggi, mungkin akunya aja yang terlalu terbawa perasaan. Yuk kita makan."

Kirana dan Anggi makan tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Anggi tak ingin lagi bertanya. Ia sudah sangat mengerti sifat Kirana. Jika Kirana ingin cerita, ia akan cerita tanpa diminta.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
disya1628 dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
13-01-2021 23:48
Lanjutkan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
14-01-2021 05:38
Mantab gan... sekali update 2part donk gan... hehehe
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
15-01-2021 21:51

Part - 4

Kirana berjalan menyusuri gang arah menuju tempatnya tinggal. Langkah kakinya sedikit tergesa, karena hujan sebentar lagi akan turun. Meski hari belum lagi malam, tapi suasana perkampungan tempat Kirana kos sudah sangat lenggang. Mereka sepertinya enggan untuk keluar rumah, disaat seperti ini.

Angin yang bertiup sedikit kencang, membuat tubuh Kirana menggigil kedinginan.

********

Masih beberapa rumah yang harus dilaluinya saat hujan deras turun.

"Ya Allah, hujannya deres banget. Aku gak bawa payung lagi."

Kirana berlari menepi kesebuah rumah kecil. Rumah ini sepertinya sudah lama ditinggalkan pemiliknya, karena debu dan sarang laba-laba ada dimana mana.

*******

Kirana mengeluarkan gawai dari tasnya. Sesaat ia mendekatkan gawai ke telinga.

"Assalamualaykum," terdengar suara laki-laki diujung sana.
"Waalaykumusallam. Mas Bram !!, aku kejebak hujan. Aku neduh di rumah kosong di gang ke arah kos-kosan, aku takut mas," ujar Kirana sambil menekan volume suaranya.
"Yasudah, kamu jangan kemana-mana !!, mas segera kesana," jawab Bram dari ujung sana.
"Iya mas, cepet ya !!, aku takut," ujar Kirana sambil menutup gawainya.

********

duarrr.....duarrr

Suara petir membuat hati Kirana semakin ciut. Malam mulai datang menyelimuti perkampungan. Tubuh Kirana mulai menggigil karena dingin dan rasa takut. Mulutnya tak henti-henti merafalkan doa.
Diantara derasnya hujan dan kilatan petir, Kirana melihat sosok wanita berjalan terseok-seok menuju kearahnya. Gaun putihnya yang lusuh basah oleh air hujan.

"Bu...bu...bu ..bu Asih," Kirana memejamkan matanya, saat sosok itu semakin mendekat. Tubuhnya seperti tak bisa digerakan, hingga sebuah tangan dingin menyentuh bahunya.

aaakkkhhh....ja...ja..jangan.....jangannn...jangan ganggu saya bu

"Sayang !!, ini aku. Heii buka mata kamu."

Kirana membuka matanya, dilihatnya Bram sudah berdiri di depannya. Kirana menghambur kepelukan Bram sambil menangis.

"Sudah...kamu aman sekarang sayang. Maafin mas ya, mas telat, tadi ada kecelakaan di jalan," ujar Bram sambil mencoba menenangkan Kirana.

*******
Tita yang menunggu Kirana dengan was-was, akhirnya dapat tersenyum lega, ketika melihat Kirana pulang diantar Bram.

"Alhamdulillah kamu dah pulang Na. Aku buatin teh hangat ya," ujar Tita sambil berjalan masuk.

Kirana mengangguk, tubuhnya masih terasa lemas karena rasa takut.

"Ganti baju dulu sayang, badan kamu basah nih."

Kirana mengangguk sambil berjalan kearah kamar.

*******

Bram mengepulkan asap rokok ke udara. Kejadian yang menimpa Kirana membuatnya khawatir akan keselamatannya.

"Apa sebenarnya yang diinginkan bu Asih dari Kirana ?, kenapa bu Asih selalu mendatangi Kirana."

Saat ia tengah menunggu Kirana berganti baju, ia melihat bayangan berkelebat masuk ke rumah bu Asih.

"Siapa yang malam-malam berkunjung ke rumah bu Asih," gumamnya.
"Ada apa mas ?."

Kirana yang muncul dari balik pintu, mencuri dengan ucapan Bram.

"Siapa yang datang ?."
"Gak tau sayang. Mas heran aja, siapa yang berkunjung saat hujan deras seperti ini ?."
"Mungkin mang Dadang kali mas, meriksa rumah bu Asih, takut bocor."

Bram mengernyitkan dahinya.

"Mungkin. Ah sudahlah, mungkin juga mas yang salah lihat. Sayang kamu punya kopi panas gak ?."
"Nih, sudah aku buatkan mas Bram," tiba-tiba Tita muncul dari balik pintu sambil membawa secangkir kopi panas.
"Dengan sedikit gula dan gak diaduk kan," ujarnya sambil tersenyum manis.
"Koq, kamu tau Ta, kesukaan mas Bram."

Tita sedikit gugup, tapi cepat-cepat ditepisnya rasa gugup itu.

"Loh kan kamu yang bilang, mas Bram itu kalo ngopi sukanya dengan sedikit gula dan gak diaduk. Kamu lupa ya Na."

Kirana mencoba mengingat-ingat, tapi sepertinya ia belum pernah mengatakan itu ke Tita, tapi bisa jadi ia lupa.

"Iya Ta, mungkin aku yang lupa, pernah bilang gitu ke kamu."

*******
Bram berjalan ke mobil. Kirana menggamit lengannya dengan mesra, sambil berbisik.

"Mas, baiknya aku cari kos-kosan baru kali ya, daripada tiap hari aku ketakutan."
"Iya sayang, mas juga dari tadi mikir gitu. Alhamdulillah kamu juga sepemikiran. Kalau gitu besok mas tanya sama teman-teman di kantor, kali aja ada yg tau kosan yang bagus."

"Iya mas. Hati-hati di jalan ya."
"Hmm. Kamu juga hati-hati sayang, mas mulai was-was. Jangan kemana-mana ya, langsung tidur."

Karina mengangguk. Dilepaskan pegangannya dari lengan Bram.
Bram meninggalkan Karina yang berdiri sambil melambai kearahnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
disya1628 dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
15-01-2021 22:08
Njuttt lg bre.. Ada apa.bram dengan tita... emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
16-01-2021 01:39
Udah deket kost ngapain neduh di rumah kosong? Mending langsung pulang, neduh juga basah kan?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
MISTERI KEMATIAN IBU KOS
16-01-2021 05:01
Hmmmm... sepertinya belum ada titik terang
profile-picture
agusmulyanti memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
irasional-love
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia