Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
105
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5feb367428c9917333288ce7/book-i-aku-dan-pemikiranku-explicit
"wey Nat! Selamat atas ujian terakhir lo!" Ucap Rendi yang mendatangi gw dan menjabat tangan gw "Hey Rendi! Makasih banyak loh" gw kemudian menyambut tangan Rendi "Hai kak! Selamat ya" Ucap seseorang di samping gw Gw langsung berbalik dan melihatnya "Hai Olive! Terimakasih ya" gw tersenyum karena akhirnya gw bisa melihat wajahnya lagi "Ini buat kakak" olive menyerahkan bucket berisi makanan r
Lapor Hansip
29-12-2020 21:00

[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)

Past Hot Thread
"wey Nat! Selamat atas ujian terakhir lo!" Ucap Rendi yang mendatangi gw dan menjabat tangan gw

"Hey Rendi! Makasih banyak loh" gw kemudian menyambut tangan Rendi

"Hai kak! Selamat ya" Ucap seseorang di samping gw

Gw langsung berbalik dan melihatnya

"Hai Olive! Terimakasih ya" gw tersenyum karena akhirnya gw bisa melihat wajahnya lagi

"Ini buat kakak" olive menyerahkan bucket berisi makanan ringan

"Sampe repot repot segala, kamu dateng aja saya udah seneng kok" kata gw yang basa basi tapi yaudahlah

"Ehemm modus" ucap Heri dari belakang gw

"Susah emang kakak tampan satu ini" Feri menimpali omongan

"Mas mas penakluk adik tingkat satu ini pasti banyak nerima ucapan nih" Toni menambahkan juga

Gw kemudian berbalik badan ke arah mereka, "nggak gitu malih! Emang karena gw ngulang banyak matkul aja makanya dikenal haha puas lo, sial" Ucap gw dengan sedikit tertawa

"Kak, aku balik dulu ya. Ada kelas, sekali lagi, Selamat!" Katanya yg kemudian ingin menjabat tangan gw

Kemudian gw memposisikan tangan โœ‹, dan (Hi Five!). Gw lebih suka begini ketimbang harus jabat tangan, alasannya sederhana, biar akrab. Terlebih Olive adalah junior di organisasi gw

Dia adalah salah satu junior yang sangat bisa diandalkan saat gw aktif di organisasi, tapi beberapa bulan belakangan dia menjadi terlihat berbeda karena kasus perselingkuhan pacarnya yang juga satu organisasi, bukan gw ikut campur, tapi gw cuma bisa menasihati Olive yang setiap rapat koordinasi terlihat murung, alhasil perlahan dia mulai membangun semangatnya dan seperti yang bisa gw lihat sekarang, bukan senyum palsu

"Nat, abis ini kita makan steak yok! Kemarin gw liat promo" kata Rendi yang merangkul gw

"Gw paham maksud lo, gw traktir deh iya" ucap gw yang sedikit tersenyum karena momen ini memang perlu dirayakan

"Gitu dong, jangan cuma selir selir lo doang yang kecipratan" kata Feri

"Heh cawan petri! Itu bagian dari strategi njir" ucap gw

"Strategi biar apa ? Lu aja masih jomblo hahahahaa" Heri juga menimpali omongan gw

"Coy! Nggak gitu hahaha" kata gw yang masih cengengesan

"Gw ganti baju dulu ya, ini masa gw pake begini ke tempat makan" ucap gw sambil memperlihatkan baju dan celana gw

"Iya iya, ntar disangka pegawai magang ya ?" Kata Toni

"Berasa baru ospek kemarin njir gw pake ini" tambah gw dengan sedikit tertawa

Gw melihat sekeliling gw, dan sedikit memandang jauh dalam ingatan gw, "pertama kesini gw serasa baru lepas dari kandang, terus banyak tanya dan juga mendadak dikenal banyak senior karena keahlian gw di bidang olahraga terutama, cepet banget rasanya"



**






Perkenalkan nama gw Nata, begitu gw biasa dipanggil oleh teman-teman gw. Berasal dari Tenggara Ibukota, yupp! Jakarta Tenggara, pernah dengar ? Mungkin saat ini banyak yang menilai bahwa kami penduduk dari luar planet, begitulah. Setidaknya mereka harus melewati Kota gw ketika mau ke daerah Jawa Tengah dan sebaliknya untuk mereka yang ingin ke Ibukota.

Saat ini gw adalah mahasiswa baru di Universitas yang ada di kaki gunung tertinggi di Jawa Tengah. Gw bisa sampai disini karena sebuah perasaan putus asa karena gagal masuk Universitas yang ada di Depok sana, entahlah sepertinya gw bukan satu-satunya anak SMA yang kecewa saat dengar pengumuman seleksi nilai rapor, SNMPTN, atau SIMAK saat itu dan masih tetap saja tidak beruntung. Setelah semua penolakan yang gw terima untuk bisa kuliah disana, gw mutusin buat ambil jurusan kepelatihan olahraga di kampus Jakarta, ternyata gw masih tidak lolos karena beberapa nama memang langganan Porda atau Porprov. Apalah gw yang cuma atlet antar kelurahan dan kecamatan ini. Akhirnya gw lihat pengumuman tentang seleksi mandiri di Universitas gw yang sekarang, berbekal otak yang sedikit di atas rata-rata dan bermodal sertifikat, akhirnya gw tembus ke univ ini. eittss bukan sertifikat tanah ya, gw memberikan sertifikat prestasi dan satu sertifikat terkait jurusan gw ini.

Jurusan yang gw ambil adalah sains murni, gw masuk bukan karena ada materi "Reproduksi" tapi karena memang gw sangat tertarik di bidang kesehatan, terlebih gw cuma punya sedikit pilihan saat itu, karena gw yang minim menerima informasi tentang jenjang karir setelahnya, dan gw juga bukan dari lingkungan yang terbuka informasi tentang itu. Alasan nggak ngambil jurusan lain karena Kedokteran itu gw nggak mampu secara otak dan finansial juga, kalo Keperawatan mental gw nggak sanggup ketika bertemu pasien yang ngeluh mulu, kalo Farmasi nanti takutnya salah nyampur jadi racun tikus, Kesmas gw kurang informasi dan kalo analis kesehatan gw takut jarum dan informasinya gw kurang paham, jadi gw memantapkan keinginan gw di bidang sains. Yaa begitulah kiranya ๐Ÿ˜


***


Ini adalah cerita gw dengan segala macam sudut pandang gw. Mungkin gw akan mengkategorikan ke explicit karena mungkin untuk beberapa orang, pemikiran atau bahasa gw agak tidak sesuai atau bahkan kejadian yang gw alami ini tidak biasa bagi sebagian orang. Bisa dibilang ini seperti buku diari gw


Page 1. Kata Pengantar
Page 2. Jadi Anak Kos
Page 3. Mie Goreng Tante
Page 4. Mbak Laundry
Page 5. Kampus Tercinta
Page 6. Teman Baru
Page 7. Kumpul Ospek
Page 8. Ospek Universitas
Page 9. Ospek Fakultas (1)
Page 10. Ospek Fakultas (2)

Page 11. Chit Chat
Page 12. Jendela
Page 13. Absurd
Page 14. Pertama
Page 15. Futsal
Page 16. Intro
Page 17. Bridge
Page 18. Kita
Page 19. Guest
Page 20. Makrab(1)
Page 21. Makrab (2)
Page 22. End of Bab II

Page 23. My Day
Page 24. Introduction
Page 25. Sisi Lain
Page 26. Followers
Page 27. Random
Page 28. Hari Bersamanya
Page 29. Mendadak Dukun
Page 30. misuh-misuh
Page 31. Tanpa Pilihan
Page 32. Sendiri Setelah Sepasang
Page 33. Pekan Patah Hati (Part I)

Bridge...

Page 34. Babak Baru
Page 35. Diskusi
Page 36. Obrolan Ringan
Page 37. Cerita Awal Bulan
Page 38. Prolog
Page 39. Obrolan Lelaki
Page 40. Getting Closer
Page 41. Hipotesis
Page 42. Fall For You
Page 43. Magang
Page 44. Keberangkatan
Page 45. Transit
Page 46. Pemikiran Liar


Another thread
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
durexz dan 16 lainnya memberi reputasi
17
Masuk untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 5
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
29-12-2020 21:01

2. Jadi Anak Kos

Tutttt . . . tuttttt . . . tutttttt

"Halo Nat! Dimana ?" Ucap seorang laki-laki paruh baya di ujung telepon sana

"Halo om, saya sudah sampai di stasiun" gw menaruh barang bawaan di tempat duduk di peron

"Kamu keluar saja nanti saya ada di pintu utara" ucapnya

"Pintu utara tuh sebelah mana ya om ? maaf" ucap gw yang celingukan mencari tulisan di pintu keluar

"Kamu dari arah datang langsung ambil kiri saja, saya disana" ucapnya

"Oke om, saya jalan kesana" gw kemudian menutup telepon dan berjalan ke arah yang ditunjukkan

Setelah sampai di depan pintu, gw lihat dia berdiri dan menyambut gw. Dia adalah kerabat lama ayah gw, karena kesibukan ayah yang sering keluar kota jadi nggak ada yang bisa nganterin gw, abang gw sibuk ngurusin skripsi sambil kerja, nyokap bukan tipe yang bisa jalan jauh sendirian, terus akhirnya ayah gw menghubungi si Om Luki ini untuk temani gw saat awal baru pindah, dan dia juga tinggal disini.

"Gimana perjalanan lancar ?" Ucap om Luki

"Alhamdulillah lancar om" kata gw yang langsung mencium tangannya

"Puji Tuhan kalau begitu, kita langsung atau makan dulu ?" Katanya yang langsung merangkul gw layaknya ponakan kecilnya dan langsung berjalan ke arah mobilnya

"Saya udah makan om, tadi mamah bawain bekel" kata gw sambil mengelus perut tanda kenyang

"Yaudah, kalo gitu makan dulu" katanya tertawa

"Lah, si Om lucu bener" ucap gw dan kita berdua tertawa

Kemudian kita menuju tempat makan. Selama perjalanan gw sibuk perhatiin jalanan yang kanan kirinya asing buat gw, dan mencoba menikmati kiri kanan yang masih terlihat hijau. Kita banyak berbincang soal kegiatan gw semasa sekolah, lalu cerita bagaimana nanti ketika sudah masuk kuliah. Bodohnya gw karena ternyata Om ini merupakan salah satu dosen di fakultas gw, dia kenal karena ada pelatihan dengan ayah gw saat di Jakarta.

"semoga gw nggak diajar sama dia" ucap gw dalam hati

Alasan gw nggak mau diajar dia karena kalau nilai jelek akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi gw selama disini. Bahaya lagi bisa kena deportasi nanti gw ๐Ÿ˜‚


>>



Om Luki menjelaskan banyak tentang perkuliahan yang nantinya akan gw hadapi, tetapi karena dia masih Studi di Jakarta untuk semester 1 sampai 3 nanti beliau tidak bisa mendampingi gw sebagai orang tua di kampus, gw belum mengerti yang dia maksudkan, tapi gw cuma mengangguk aja.

Kota ini merupakan kota kecil yang banyak dihuni juga oleh mahasiswa, dan juga objek wisata disini sangat banyak, jadi kalau suntuk dia bilang bisa saja pergi ke kaki gunung, atau curug atau ke pantai yang jaraknya 1 jam perjalanan dari Kota ini.

Untuk kosan gw nanti sudah dibayarkan dan tinggal masuk aja, dia juga menjelaskan kalau untuk kamar gw juga lemarinya baru, mejanya baru dan juga ranjang baru. Itu nggak masalah sih buat gw, yang penting kalo gw tidur nggak bikin gatel aja udah cukup kok.


>>



"Ini kamar kamu Nat" kata Om Luki membuka pintu kamar gw

Di depan pintu terdapat nomer kamar gw 18. Gw bingung kok nomernya sampai sebanyak ini karena yang gw lihat ada 4 bangunan terpisah dan memang terlihat banyak kamar sih

Gw melihat ke dalam, isinya seperti yang dibicarakan tadi sama Om Luki, bahkan sampai catnya baru dan terlihat masih basah.

"Kalo ada apa-apa nanti kamu hubungi ibu kosnya aja, saya kirim nomernya ke kamu. Terus besok kan masih belum ada kegiatan, kalau bisa kamu beli barang-barang untuk perlengkapan dulu. Lokasi ini sentral jadi kalau kamu jalan ke depan gang sudah bisa menemukan banyak toko perlengkapan" ucapnya dengan menunjuk ke arah dimana lokasi perlengkapan itu berada

"Iya Om, nanti saya beli beberapa sih tapi kayanya yang penting tuh saya mesti punya colokan sih Om, biar nggak kejauhan kalo nyolok atau charg hape" ucap gw

"Yasudah kalo gitu, saya pamit dulu. Nanti kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi saya" Om Luki mulai melangkah ke luar kamar gw

"Iya Om, paling lusa sih saya mesti urus berkas" kata gw yang mengikuti Om Luki dari belakang

"Yasudah, nanti saya kemari lagi lusa untuk jemput kamu dan kita urus berkas sekalian liat kampus" katanya yang kemudian hendak pamit

"Iya, terimakasih banyak Om" gw kemudian mencium tangannya

"Sampai ketemu lagi ya Nat!" Dia berlalu ke luar kosan dan menuju mobilnya

"Iya Om, hati-hati di jalan" gw yang kemudian sedikit tersenyum dan menundukkan kepala

Gw masuk ke kosan dan mulai berpikir apa yang harus gw lakukan sekarang, gw benar-benar sendirian disini, di kota yang bahkan gw baru menginjakkan kaki gw untuk pertama kalinya, nggak punya saudara dan belum kenal siapapun, ada teman gw yang kuliah satu jurusan dengan gw tapi karena ini masih libur, dia nggak mau balik bareng gw dan dia nggak mau menyia-nyiakan waktu ketemu pacarnya cuma untuk ngurusin adek tingkat kaya gw, sial memang anak ini. Dia sempat menawarkan bantuan untuk nyari kosan atau survey begitu tapi gw menolak karena jadwal kegiatan gw yang super padat selama jeda antara pengumuman dan keberangkatan gw. Gw masih sibuk latihan futsal dan ikut beberapa kompetisi tarkam, lalu ada lagi sertifikasi untuk skill analisis di salah satu instansi di Jakarta, ditambah gw mesti ngeyakinin nyokap gw perihal anak ini harus merantau jauh dari rumah. Wajar kalau khawatir karena abang gw juga kuliah di daerah Jakarta, jadi masih pulang dan paling dia cuma nginep di kosan temennya sehari, sementara gw bisa nginep satu semester nggak pulang ๐Ÿ˜‚, ditambah track record gw selama SMA yang kalau udah latihan entah badminton atau futsal baru pulang jam 1 pagi, atau bahkan bisa jam 3 pagi. Nyokap selalu percaya gw karena gw nggak ngelakuin hal yang dilarangnya, jadi sejauh itu kenakalan gw cuma "matiin hape kalo jam 12 malem belom balik".

Gw berpikir sambil duduk dan sepertinya gw harus membuka koper dan ngeluarin semua barang-barang bawaan gw. Gw bawa 2 koper besar yang satu diisi baju, celana dan daleman, yang satu lagi isinya selimut, sprei, dan termos, sendok, garpu, piring, dan apalah ini banyak banget kaya anak diusir dari rumah. Gw juga punya kompor listrik dan pemanas air, mungkin gw adalah maba paling prepare karena nggak ngerti daerah gw ini seperti apa. Sementara gadget, laptop, tablet, charger, earphone, berkas berkas buat daftar ulang gw ada di tas ransel, gw mesti ngeluarin semua itu untuk gw atur tempat penyimpanannya.


>>



Selesai menata kamar, gw keluar untuk mandi (kosan gw ini kamar mandi luar), nyokap udah bawain gw perlengkapan mandi, dari mulai shampo, sabun badan, sabun muka sampe pasta gigi, lengkap. Dia bilang gini sebelum gw berangkat "pokoknya kebutuhan kamu seminggu udah Ibu masukin disini, ini duit buat awal. Nanti seminggu kemudian kalo duit habis, kamu bisa ambil di ATM. Belajar mandiri, dan jangan boros kamu tuh".

Pas gw mau ke kamar mandi, ada cowok tinggi dan badannya sedikit berisi menegur gw "anak baru ya ?", dia kemudian mendekati gw

"Iya bang, gw Nata" ucap gw dan mengajaknya salaman

"Gw Doni, jurusan Ekonomi" dia menjabat tangan gw

"Dari mana asalnya ?" Dengan aksen khas yang gw paham banget daerah asalnya

"Jabodetabek bang" ucap gw yang masih merasa sungkan

"Gw dari Depok, disini juga banyak nih anak Jabodetabek" dia menunjuk ke arah bangunan lain

"Waah kebetulan banget kalo gitu ya, pada suka futsalan nggak bang ?" Tanya gw ke bang Doni

"Sering sih cuma karena ini liburan jadi banyak yang balik, lo main futsal ?"

"Iya bang, bisa doang nggak jago. Kan lumayan buat olahraga bang"

"Oh ya, lo mau mandi ya ? Yaudah lanjut deh. Salam kenal ya, jangan sungkan sama anak-anak" ucap bang Doni yang sangat ramah menurut gw

"Iya bang, nanti lanjut lagi bang. Permisi" gw kemudian mulai menuju ke kamar mandi


>>



Mandi selesai, beres-beres selesai, dan sekarang gw bingung mau ngapain. Gw nggak melihat ada TV di bangunan ini, cuma kamar dan kamar mandi. Kemudian gw inisiatif buat keliling kosan ini, lumayan bisa kenalan sekaligus ada temen ngobrolnya jadi nggak garing garing banget lah.

Gw keluar kamar pakai kaos dan boxer, trend jaman sekarang memang banyak anak muda pakai boxer begini jadi gw pikir udah wajar biar dimana juga. Gw liat ada senior yang baru masuk kosan pakai motor dan parkir di bangunan lain, gw senyum ke dia, tapi dia ngeliatin gw sinis seperti melotot ke arah gw.

"Salah gw apa ya ?" ucap gw dalam hati




>>bersambung
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
30-12-2020 14:15

3. Mie Goreng Tante

Gw kemudian mengikuti ke arah senior itu parkir motor, dan gw liat dia parkir di depan kamarnya. Dia masih parkir dan melepas helmnya. Ternyata di deretan kamar ini juga ada kamar mandi luar dan sebuah sumur, gw ke arah belakan dan melihat ke arah sana, melewati senior yang memandang gw sinis tadi.

"Maba ya ?" Tanya si senior itu

"Iya bang, nama gw Nata" kata gw yang langsung menyodorkan tangan untuk salaman

"Gw Bagus, jurusan komunikasi. Lo jurusan apa ?" Tanya dia

"Sains bang. Asalnya darimana bang ?" Tanya gw karena logatnya nggak beda jauh sama gw atau bang Doni

"Gw mah dari Cikarang, lah elu darimana ?" Tanya bang Bagus

"Kota bang" kata gw

Kemudian obrolan basa-basi dan perkenalan berlanjut, sampai akhirnya ada senior lain yang ikut gabung. Bang Doni memperkenalkan gw dengan senior lainnya yang juga ngekos disini, ada bang Toni, bang Didit, bang Ge, dan bang Endru dari Jabodetabek. Sementara ada Mas Jawir dan Mas Dodo yang berasal dari Cilacap. Kita semua ngobrol banyak soal perkuliahan dan juga kegiatan mahasiswa lainnya, mereka tampak menyenangkan menurut gw. Mungkin karena mereka anak-anak kampus sosial jadi mudah mengakrabkan diri, dan setelah gw pikir kok nggak ada anak eksak disini, cuma gw doang. Obrolan berlanjut sampai akhirnya adzan Maghrib berkumandang, gw dan yang lainnya bubar serentak tanpa banyak omong lagi

>>


Seperti kebiasaan gw di rumah, kalo Maghrib gw habiskan waktu setelah sholat Maghrib sampai waktu Isya buat sedikit ngaji atau muhasabah diatas sajadah. Buat gw itu bisa bikin hati tenang dan nggak mikir macem-macem, selain itu juga kalau disini kegiatan gw nggak ada lagi, hari pertama di tanah rantau juga.

Setelah Isya gw keluar buat ngeliat suasana kosan kalau malam, terus gw duduk di bangku depan kamar gw. Melihat beberapa senior keluar dari kamar sambil bercanda

"Oy Nat! Udah makan belum lo ?" Teriak bang Bagus

Terdengar aneh, buat gw yang biasanya ditanya udah makan atau belum itu sama pacar atau nyokap yang tiba-tiba ngomel kalo gw belum makan.

"Belum nih bang" kata gw sedikit teriak

"Sini ikut gw sama yang lain, makan di burjo depan" katanya

Gw masuk ke kamar dan ngambil dompet, kunci kamar dan langsung ikut bareng mereka dan percaya aja mau dibawa kemana, gw juga lagi laper banget


>>



"Mang, magelangan satu. Tambah cengeknya ya mang" ucap bang Doni

"Weh Don! Sehat maneh ? Nggak pulang ?" Kata si mamang

"Sehat mang, Nggak nih mang ada tugas jadi belum balik" kata bang Doni

"Mang, kubimsu satu sama omelette nggak pake nasi ya" kata bang Bagus

"Oke gus" ucap si mamang

Gw cuma perhatiin yang ada di warung itu, tulisannya "mie goreng tante"

"anjir apaan itu" ucap gw dalam hati

Gw liat yang lainnya lagi, menu disini asing banget buat gw penyebutannya

"Mang, mie goreng tante satu pake nasi ya" ucap bang Ge ke si mamang

"Oke Ge, minumnya ?" Kata si mamang

"Jossu aja mang" kata bang Ge

Gw masih ngeliat mereka mesen dan si mamang yang cuma bertiga langsung sibuk ngurusin pesenan

"Lu pesen apa Nat ?" Tanya bang Bagus

"Mang pesen nasi telor 1, minumnya es teh manis" ucap gw si mamang

Gw bergumam dalam hati "Istilah burjo itu maksudnya adalah bubur kacang ijo tapi disini juga ada menu lain seperti yang dipesan sama anak-anak tadi, yang gw bingung itu tante apaan ya"

Kita semua ngobrolin hal hal yang berkaitan dengan lingkungan sekitar kosan, dimulai dari warung nasi uduk yang murah kalau pagi, terus kalo mau makan sayur ada dimana, dan obrolan berlanjut sampai penjaga laundry yang mukanya kaya artis FTV.

"Ge, ini mie gorengnya" kata si mamang

Gw ngeliat ke arah pesenannya bang Ge, gw penasaran kaya gimana bentuk si "tante" ini

Bang Ge yang ngeliat gw lagi ngelirik lalu menegur gw, "lo kenapa Nat ? Mau ini ?"

"Bukan bang, tante tuh maksudnya apa ya ?" Kata gw yang masih ngelirik mangkuk bang Ge dan melirik menu juga

"Ya emang lu pikir apaan ?" Tanya bang Ge

"Cabenya banyak atau apalah gitu bedanya bang" jawab gw polos

"Tante tuh artinya Tanpa Telor, Nat" ucap bang Ge

"Lah ? Hahaha mantep banget deh singkatannya" gw jadi ketawa sendiri

Banyak nama baru yang gw baru tau di dunia per-burjo-an ini, unik banget lah



Bersambung . . .
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
30-12-2020 14:45
Wihh asiikk nih kayaknya, ijin bangun tenda ya gan
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
30-12-2020 18:54
First impression: oke, dilanjut bang nata
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
31-12-2020 11:02

4. Mbak Laundry

Keesokan paginya, gw dengar suara adzan dan gw langsung duduk di pinggiran kasur yang langsung beralaskan tikar plastik. Gw duduk untuk mengumpulkan nyawa nyawa gw yang masih nyangkut di Jakarta atau selama perjalanan, karena semalam gw baru bisa tidur setelah jam 1 malam. Itu adalah efek dari ruangan yang baru gw tempati saat ini, bukan karena horor atau menyeramkan tapi memang pindah ke lokasi baru itu butuh adaptasi termasuk pola hidup yang nantinya juga akan berubah. Biasanya gw bisa langsung tidur kalau di rumah atau bisa juga sambil menyalakan televisi, sementara di kamar gw saat ini cuma ada laptop, hape charger dan suara kipas angin. Peralatan tadi gw beli diantar oleh bang Bagus, seperti kipas angin, colokan, gantungan baju, kemoceng, terus juga dia bilang "mungkin lo butuh guling" dan gw langsung beli guling, entah yang dia maksud biar apa, tapi memang gw di rumah kalau tidur pakai guling.

Saat lagi duduk gini, gw lihat jam di hp gw.

"hah ? Masih jam 3 kenapa udah adzan deh ini ?" ucap gw dalam hati, kemudian dengan kekesalan karena gw baru tidur dua jam, akhirnya gw tidur lagi.

handphone saat ini



>>



Jam setengah lima (kurang lebih), gw mendengar adzan lagi dan alarm gw menyala, kemudian gw melihat layar dan benar sudah memasuki waktu Subuh. Kemudian gw keluar kamar untuk mengambil wudhu. Suhu di kamar gw normal, seperti siang hari dan nggak terlalu dingin, ketika gw membuka pintu kamar.

"wussshhh" angin berhembus dan ini dingin banget

Gw masuk ke kamar untuk pakai sarung menutupi badan gw, lalu mengambil wudhu. kemudian sholat dan tidur lagi, suhu kamar gw dan udara di luar terasa beda banget, mungkin karena ini kaki gunung dan masih dataran tinggi, entahlah. Mending gw tidur lagi


>>



Gw bangun sekitar jam 8 dan hari ini gw belum ada jadwal kemana-mana. Om Luki akan nemenin gw besok pagi buat registrasi ulang. Gw mulai mempersiapkan berkas biar besok gw nggak ribet siapin ini itunya.

Selesai itu gw langsung ngebuka jendela kamar, dan disini gw menemukan keunikan lainnya. Jendela kosan nggak dibuka dari bawah, tapi dari atas. Iya, dari atas. Jadi posisi engsel ada di bawah, seperti ini

[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
(Sumber : google)

Mungkin untuk keamanan ini jelas sangat membantu karena tidak memungkinkan ada yang bisa masuk lewat jendela dan akan menyusahkan ketika lupa menaruh kunci, meskipun penjaga kosan selalu ada disini setiap hari untuk bersih-bersih tapi tetap saja menyebalkan kalau butuh cepat.

Gw masuk ke ruang tv di kosan ini, meskipun nggak besar tapi sofanya cukup empuk untuk dipakai tiduran. Ketika gw nyalain tv, gw lihat beberapa senior udah membuka pintu kamarnya, ada yang lagi olahraga pake barbel, ada yang lagi main PES di laptopnya, ada yang lagi nonton tv atau film di laptopnya. Gw tau karena ketika ke ruang tv pasti melewati kamar mereka, sementara kamar gw letaknya di depan dekat parkiran.

"Sendiri aja nat ?" Tanya mas Jawir yang udah bawa alat mandi lengkap dan handuk di taruh leher

"Eh mas, berdua nih" jawab gw asal

"Mbok serius lah, jangan begitu" dia menjawab dengan logat khasnya

"Beneran mas, tadi ada di samping saya" gw kemudian menoleh ke kanan dan menunjuk ke sebelah seolah meyakinkan si mas jawir

"Alah, bohong mesti. Cah ngawur!" Katanya berlalu ke kamar mandi

"Hahaha becanda mas, lagi ditanya" kata gw sedikit tertawa

Acara di televisi juga tidak ada yang bagus saat ini, yah mau bagaimana lagi, ini hiburan yang bisa aku tonton saat ini.

"Nat! Sarapan yuk! Nasi uduk" suara bang Doni dari belakang gw

"Eh bang, ayoklah. Laper gw" kemudian gw matiin tv dan menuju ke kamar buat ambil dompet


>>



Jarak ke tempat nasi uduk sangat dekat, jadi nggak mesti pakai motor

"Bu, nasi kuning satu tambah orek, telur sama semur tahu ya bu" ucap bang Doni ke ibu penjual

"Saya nasi uduk, semur telur sama ikan tongkol bu satu" kata gw ke si ibu

Gw kemudian mengikuti bang Doni untuk memilih tempat duduk

"Sini Nat! Strategis!" Kata bang Doni

"Hah ? Biar apa bang ?" Gw nggak paham maksudnya

"Duduk anteng ya" kata bang Doni

Kemudian pesenan kami sudah datang dan cuma minum air putih saja, karena gelas sudah di meja dan tempat air juga sudah disediakan di meja. Sambil makan dengan sedikit obrolan yang sedapetnya terkait liburan atau kegiatan anak kosan yang kadang suka nyeleneh diceritain semuanya sama bang Doni, ditengah cerita dia potong obrolan

"Nat, lu mau liat yang seger nggak ?" Tanya bang Doni dan menunjuk dengan kode mulutnya

"Mana bang ?" Gw segera nengok ke arah yang bang Doni maksud

Setelah gw lihat, ternyata bener memang cantik. Mbak mbak laundry yang kemarin dibilang pas di burjo, mungkin wajahnya mirip dengan Vicky Shu, ya begitulah kiranya. Karena memang nggak bosen dilihat. Perawakannya dengan tubuh langsing, tinggi rata-rata dan menggunakan kaos agak sedikit transparan membuat atasannya terlihat berwarna hitam, kemudian rambut lurus sepinggang, ditambah wajahnya yang bersih dan alis tebalnya yang natural membuat lelaki manapun pasti ingin berkenalan.

Sementara itu di sebelah laundry ada kos wanita dan gw lihat ada cewe yang turun dan sedang pamitan ke orang tuanya. Rambut pendek se bahu dan kalau dilihat mukanya mirip Putri Titian, kemiripan yang 90% itu membuat gw penasaran dengan si cewek itu.

"Manis banget bang" ucap gw yang nggak sengaja setelah melihat cewe itu

"Heh! Elu liat yang mana ?" Kata bang Doni membuyarkan konsentrasi gw menatap wanita itu

"Eh bang, itu bang anak kosan yang itu" kata gw menunjuk ke arah cewe itu

"Anak baru tuh Nat! Baru liat gw" katanya

"Lu hafal bang ?" Tanya gw heran

"Lu pikir gw petugas sensus haha gw asal ngomong" kata bang Doni

Gw dan bang Doni melanjutkan makan dan masih membicarakan beberapa hal tentang si mbak laundry yang satu itu.


>>



Selesai makan gw dan bang Doni balik ke kosan dan ngobrol banyak di ruang tv, percakapan ngalor-ngidul berlangsung sekitar 10 menitan sejak kita nonton. Bang Doni juga menjelaskan kalau adzan yang pertama gw denger itu bertujuan untuk membangunkan mereka yang mau sholat malam atau sekedar memberi tau kalau sudah mau masuk sepertiga malam, dan untuk suhu udaranya memang ini memasuki "musim maba" dimana suhu sangat dingin dan seolah menunjukkan kalau disini kota yang sejuk, tapi secara keilmuan memang ini adalah musim dimana angin dari gunung berhembus kencang ke arah laut.

"Dooooonnnnnn! Oy Doooonnnn! Laperrrr woyy" teriak dari salah satu kamar

"Anjir berisik Didit" kata bang Doni teriak

"Makaaan Don, Ayooo!" Teriak bang Didit

"Gw udah makan, lama sih lu" teriak bang Doni

"Ah! Males Ah! Lu begitu" kata bang Didit dengan nada agak merajuk

Gw cuma ketawa melihat tingkah mereka yang menurut gw itu bisa dilakuin ke orang yang udah deket banget

"Heh Didit Peak! Elu kemaren gw ajak makan malah lu dibawain makanan sama cewek lu yak, makan sendiri, di kamar lagi. Males lu" teriak bang Doni

"Yaelaah Donn! Itu kemaren sih udah lupain. Laper Don" teriak bang Didit

"Rame bener lu Dit ah! Berisik!" Teriak bang Ge dari kamarnya

"Ge, ayo makaan" teriak bang Didit

"Mbak FTV ?" Teriak bang Ge

"Ayookkk" ajak bang Didit sambil teriak

"Ayokk" bang Ge juga ikut teriak

Kemudian mereka berdua keluar kamar dan ke ruang tv dengan menggunakan celana boxer dan kaos

Bang Doni melihat dua makhluk ini dan memandang dari atas sampai bawah pakaian mereka, "woy lu kesana pake sempak dulu woy", kami pun tertawa semua


bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
31-12-2020 12:02
Lanjutt, dan jangan lupa kasih mulustrasi gan
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
31-12-2020 12:22
lanjut terus.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
01-01-2021 14:49

5. Kampus Tercinta

Sms Om Luki > gw


Kemudian gw cuma membalasnya dengan singkat padat dan sangat jelas

Sms gw > Om Luki


Gw siapin semua berkas dan memakai baju putih dan celana hitam serta menggunakan sepatu kulit berwarna hitam. Pokoknya pakaian wajib untuk Maba. Sementara gw liat jam masih menunjukkan pukul 07.30.

"Ini Om Luki nggak sabar atau gimana deh, masih jam segini udah ayok aja, di pengumuman aja jam 9 baru mulai" ucap gw pelan dan sedikit heran

Gw ngaca di depan lemari kamar gw yang depannya kaca setinggi 1.5 meter, gw juga heran kenapa kamar gw barang baru semuanya. Mungkin karena Om Luki kenal dengan yang punya kosan jadi gw sedikit diistimewakan, mungkin.


>>



Om Luki datang dengan membawa motor bebek yang sangat pasaran dan terkenal bagus di tahun ini, Suprax 125. Gw rasa nggak heran sih kenapa banyak orang yang pakai motor ini, suara mesin halus, transmisi enak, dan juga sangat nyaman.

"Siap kamu Nat ?" Sapa Om Luki

Gw yang sedang duduk di kursi tamu kos-kosan ini langsung berdiri dan menghampiri Om Luki

"Iya Om. Nggak kepagian ya ?" Tanya gw yang masih sedikit heran

"Biar cepet selesai aja, nanti saya sekalian mau ajak kamu ke Kampus, lagi ada acara" ucapnya sambil memutar balikkan sepeda motornya


>>


(di tempat registrasi)



"Ayo Nat, sini ikut" ajak Om Luki

Gw mengikuti Om Luki dari belakang, benar saja ternyata sudah banyak yang datang dan kemudian gw melihat ada Stand bertuliskan Fakultas Sains. Kemudian salah satu mahasiswa menghampiri Om Luki dan sepertinya Om Luki juga sedang mempertanyakan untuk apa ada Stand ini.

"Ini namanya Nata, dia akan jadi anak Sains. Tolong dibantu nanti untuk urusannya ya" kata Om Luki memperkenalkan gw dengan si senior ini

Gw mengisi formulir yang rupanya untuk pendataan ospek fakultas, dan ada juga untuk kolektif membeli jas lab, gw yang kebetulan nggak bawa uang, sedikit terlihat bingung, namun senior bilang bisa dibayar saat nanti ospek fakultas dimulai.

"Terimakasih kak" ucap gw yang memang masih bingung, apakah ospek seperti ini perlu atau tidak

Om Luki mengajak gw ke ruang registrasi mulus tanpa ada hambatan, yang lain sedang antre dan gw liat juga beberapa orang nggak senang ketika Om Luki menerobos antrian.

"Persetan lah!" ucap gw dalam hati

Sepersekian detik gw liat muka ibu-ibu dengan tatapan seakan berkata "Anak Jenderal Mana Nih ?" ke arah gw.

Terus gw peduli ?

Nggaakkkk!!!


Gw terus ngikutin Om Luki dari belakang dan dalam waktu 15 menit, semua urusan gw SELESAI!

Sekarang gw udah pegang Kartu Mahasiswa, Almamater dan juga bukti registrasi ulang, dan Om Luki langsung mengajak gw ke Kampus.


>>



Sebuah bangunan berbentuk persegi dengan bagian tengah berupa taman dengan pohon yang mencapai lebih dari lantai dua bangunan ini. Awal masuk bangunan disuguhkan dengan pemandangan beberapa hewan yang diawetkan, kemudian terdapat meja resepsionis di sebelah kanan, di jalan saat masuk terdapat tangga menuju lantai dua.

Kesan pertama kali yang timbul di kepala gw ketika memasuki kampus ini adalah "ilmuwan", alasannya sederhana, itu karena banyak terpajang spesimen hewan dan juga disertai nama ilmiahnya, dan ketika gw mengikuti Om Luki ke ruangan yang sedang berlangsung acara itu gw melihat terdapat nama ilmiah yang sengaja dipasang di setiap pohonnya, menurut gw itu keren.

Gw mengikuti Om Luki menaiki tangga, karena ruangannya terdapat di lantai dua. Di ujung tangga tertulis "Dies Natalis Fakultas Sains", gw belum paham arti dari tulisan itu. Gw terus mengikuti Om Luki masuk ke sebuah ruangan yang terlihat luas, ruangan yang sepertinya sengaja didesain supaya bisa disatukan, karena terlihat sekat ruangan yang dilipat, sepertinya ini juga merupakan ruang kelas karena ada bangku yang ditumpuk dan di koridor juga banyak bangku.

Om Luki memanggil gw dan memperkenalkan dengan seseorang, "Mas, ini Nata. Dia anak dari kenalan saya di Jakarta, dia sudah punya sedikit lab skill karena sewaktu liburan dia sibuk ikut pelatihan"

Gw cuma tersenyum dan menyalami seseorang itu

"Ini Pak Hartanto, dia Wakil Dekan bidang akademik disini" ucap Om Luki ke gw

"Selamat bergabung dek, semoga betah disini ya. Disini beda suasananya dengan Jakarta, tidak ada macet, jadi enak" ucap Pak Hartanto sedikit tersenyum dan ramah

"Iya Pak, mohon bimbingannya" ucap gw sekenanya

"Silahkan dinikmati hidangannya" ucap Pak Hartanto

Gw menjawab dengan tersenyum dan mengangguk, lalu pergi

Kemudian gw diperkenalkan ke beberapa dosen yang akan terkait dengan penelitian gw nantinya, gw cuma tersenyum ke setiap orangnya dan ikut saja bagaimana Om Luki entah ada obrolan apa antara Om Luki dan ayah. Anak baru masuk kuliah sudah mulai mikir penelitian dan skripsi ๐Ÿ˜…


>>




Setelah banyak dikenalkan dan diajak ke lab sebentar, gw baru bisa ambil makan. Gw melihat ada soto tapi dikasih bumbu kacang, dan pas gw makan, ini enak.

"Ini kosong mas ?" Sapa salah seorang yang gw taksir ini mahasiswa

"Iya mas, silahkan" jawab gw

"Kamu maba ya ?" Tanya dia sambil memperhatikan pakaian gw

"Iya mas, ini abis registrasi" jawab gw

"Baru kamu loh maba yang dateng makan makan ke kampus setelah registrasi" ucapnya sedikit tertawa

Gw cuma tersenyum untuk menghormati apa yang dia bicarakan

Dalam hati gw, "Lo nggak tau aja gw juga bingung karena ada acara makan-makan begini, mana mesti orientasi kampus dulu sama dosen dosen"

Gw nggak banyak bicara kalo nggak ditanya dan juga gw merasa orang ini nggak bisa menerima candaan gw seperti anak anak kosan, dari gesture dan cara dia bicara itu seakan menunjukkan "gw senior loh", gw yang masih baru cuma bisa iya iya ajalah, gw nggak mau dicap maba tengil atau songong nantinya.


>>



Jam sudah menunjukkan pukul 12.30, gw masih melihat Om Luki berbincang dengan teman-temannya sesama dosen. Gw yang masih bingung mau ngapain ini akhirnya keluar ruangan dan melihat ke arah taman tengah yang penuh dengan pohon pohon tinggi, gw melihat seluruh bangunan, menyisir setiap sudut dari lantai satu sampai lantai dua, kemudian melihat aktivitas yang dilakukan beberapa mahasiswa juga, dari arah pintu masuk dapat terlihat dari sini dan juga meja resepsionisnya, gw melihat ada satu anak perempuan memakai baju putih dan rok hitam se lutut dan kaos kaki putih menutupi kaki sampa betis, rambutnya pendek Gw memperhatikan dengan seksama perempuan itu

[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
(Mulustrasi, sumber : google)

"Itu cewe yang gw liat pas lagi makan sama bang Doni kemarin ?" ucap gw dalam hati

Gw memperhatikan lagi, sepertinya dia bersama satu mahasiswi yang terlihat seperti menjelaskan sesuatu padanya

Gw masih heran dan nggak percaya dengan apa yang gw liat ini

dalam hati gw terus muncul pertanyaan

"Ah masa sih ?"

"APA DIA DISINI JUGA ? FAKULTAS SAINS ?


bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
01-01-2021 17:41
Wah ada putri titian
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
02-01-2021 22:03

6. Teman Baru

Gw balik ke kosan diantar oleh Om Luki, setelah sampai di kosan, Om Luki langsung pamit ke gw karena besok dia harus ke Jakarta dan untuk keperluan kampus, semua sudah selesai, tinggal gw mandiri aja selanjutnya, dan Om Luki juga baru akan kembali kesini sekitar 3 sampai 6 bulan lagi, dia harus menyelesaikan studi di Jakarta dan juga dia masih belum ada jadwal mengajar untuk 2 semester kedepannya. Gw yang cuma bisa dengar omongannya dan menjawab sekenanya aja, dia udah bersedia untuk nemenin gw beberapa hari ini rasanya udah terimakasih banget, ditambah lagi dia bukan orang yang gw kenal dekat.

"Selamat menjadi mahasiswa, Nat!" Kata Om Luki yang kemudian pamit

"Iya Om, hati-hati di jalan dan semoga semuanya cepat selesai" ucap gw

Gw menunggu sampai Om Luki keluar dari gerbang kosan, dan gw masuk ke dalam kamar.


>>



Gw liat udah hampir jam 4, lumayan lah tidur sebentar puas juga. Gw kemudian mengambil handuk dan ambil peralatan mandi gw, pas gw keluar dan nutup kamar mandi, gw liat sebelah kamar gw udah terisi, karena sebelumnya kosong, dan juga kamar depan gw baru masuk satu mahasiswa lagi, gw yang masih ngantuk banget yaudah lewat aja bodoamat, dan langsung ke kamar mandi, daripada gw harus ngobrol dan pas ngejawab otak gw malah loading.

Gw jalan ke depan dan ngeliat bang Ge lagi mau ke arah depan

"Mau kemana bang ?" Tanya gw ke bang Ge

"Eh elu Nat, ini mau beli nasi telor, ikut nggak ?" katanya

"Nggak bang, gw mau mandi dulu" jawab gw

Terus dari arah gerbang gw liat bang Didit baru dateng

"Mana lu Ge ?" Tanya bang Didit

"Burjo ah, ayok!" Kata bang Ge

"Ah males, rame tadi gw liat" kata bang Didit

"Yaah yaudah lah, gw beli ketoprak disana aja" bang Ge langsung balik badan dan ke arah parkiran

Gw lanjut ke kamar mandi dan mulai bersih-bersih


>>



"Mandi, udah. Tinggal nyari makan ke depan lah ini gw. Abis belum ada motor" gw ngomong sendiri di kamar

"Oh iya, nelpon ibu aja kali ya. Minta dikirim motor soalnya jauh jauh disini" kemudian gw mengambil hp dan mulai nelpon ibu

tutttt . . . tuttt . . .

Gw : assalamualaikum bu

Ibu : waalaikumsalam, ada apa Nat ?

Gw : ibu sehat ?

Ibu : Alhamdulillah, gimana registrasi udah selesai ?

Gw : udah bu, tadi dibantu Om Luki

Ibu : syukurlah, ada apa tumben nelpon sore begini ?

Gw : ini bu, tadi aku udah liat daerah sekitar kampus, ternyata lumayan jauh bu kalo jalan kaki dari kosan ke kampus, udah gitu jalannya tanjakan gitu bu

Ibu : oh gitu, kamu mau minta dikirim motor ?

Gw : iya bu, kira-kira bisa nggak yaa ? Kalo Minggu ini aku udah ada motor ?

Ibu : nanti mas mu yang cari informasi dulu, paling kalo nggak sabtu ya minggu ini

Gw : berarti masih kamis, jum'at, sabtu. 3 hari lagi ya bu ?

Ibu : iya, si mas juga lagi sibuk skripsi. Terus ini juga nggak pulang karena dia nginep di tempat kerjanya

Gw : iya bu. Nggak apa-apa

Ibu : besok kamu nggak ada kegiatan ?

Gw : besok aku ada ospek sih bu, nggak tau selesai jam berapa

Ibu : yaudah. Kamu udah makan ?

Gw : udah bu, tadi di kampus diajak Om Luki

Ibu : jangan telat makan ya Nat

Gw : iya bu. Sudah dulu ya, assalamu'alaikum

Ibu : waalaikumsalam


Gw tutup telepon dan keluar kamar, ketika menutup dan mengunci pintu, dua anak baru ini menghampiri gw.

"Permisi bang, saya baru disini. Nama saya Igoy bang" ucapnya dengan logat dan aksen medan

"Kalo saya Ucok bang" dengan nada yang tidak menunjukkan kalau dia orang batak

Gw bersalaman dengan mereka, "nama gw Nata. Gw juga maba kok, jadi jangan dipanggil abang ya"

Obrolan berlanjut, ternyata si Igoy ini asli medan dan Ucok dari daerah depok. Mereka rupanya baru masuk ke kosan hari ini dan baru sampai tadi di kota ini, langsung registrasi. Sementara gw tidur, mereka udah ngobrol. Igoy dateng bersama dengan sepupunya yang udah senior, jadi dia langsung ditinggal gitu aja karena sepupunya ada urusan, sementara si Ucok yang tadi gw liat ada orang tuanya di kamar juga udah sendiri, karena orang tuanya langsung pulang dengan mobil pribadi.

Layaknya anak baru kita semua masih sama-sama canggung tapi mencoba asik aja dan membaur, soalnya kita akan menjadi orang yang paling deket satu sama lain. Kamar Igoy di sebelah gw, sementara Ucok di depan gw. Sementara kamar lainnya masih gw liat belum pada balik, kemungkinan masih liburan dan mereka senior.


>>



Ketika gw asik ngobrol, ada satu anak yang menghampiri

"Permisi mas, mau tanya. Kalau disini beli galon minum dimana ya ?" Tanya anak laki-laki dengan badan yang agak besar

Gw menjawab yang gw tau, "di depan warung itu ada mas, kalau nggak salah kemarin sih masih ada"

"Terimakasih mas, oh iya saya baru di bangunan sebelah, dekat ruang tv. Nama saya Lodi dari Tangerang" ucapnya sambil memperkenalkan diri dan menjabat tangan gw, Igoy dan Ucok

"Nama gw Nata, salam kenal"

"Aku Igoy, dari Medan"

"Gw Ucok, dari Depok"

"Kalau gitu, permisi ya. Gw mau ke depan beli galon dulu. Permisi" ucap Lodi dan langsung ke warung depan

Nggak lama kemudian ada bang Doni keluar dari bangunan sebelah dan menyapa kami, alhasil kami ngobrol panjang, dan akhirnya obrolan ini semakin menyenangkan, bang Doni emang tipe orang yang bisa membuat anak baru kaya gw dan yang lain ngerasa nggak sungkan untuk berbaur, seperti nggak ada senioritas di kosan ini. Lodi datang dan ikut ngobrol, kemudian kita semua pindah ngobrol di ruang tv, kemudian senior lainnya juga mulai ikut gabung dengan obrolan dan banyak bertanya mengenai asal dan menjelaskan bagaimana kalo jadi anak kosan dan mahasiswa.

Di tengah obrolan, gw ngerasa kaya punya lingkungan yang baru, asik dan harus kompak dengan lainnya

"Kayanya gw nggak salah pilih kosan deh ini, Alhamdulillah" ucap gw dalam hati



bersambung. . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
03-01-2021 11:21
Lanjut gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
05-01-2021 19:52

7. Kumpul Ospek

Hari ini gw ada dua kegiatan di kampus, pertama kumpul grup ospek universitas, kedua kumpul ospek fakultas. Kegiatan yang menurut gw boring banget, kumpul basa-basi perkenalan terus udah. Gw bilang boring bukan tanpa alasan, karena sebenarnya gw nggak tertarik dengan kegiatan universitas, senior di kosan cuma bilang kalau ospek itu yang asik sewaktu di fakultas karena itu akan membuat angkatan yang solid, mereka bilang begitu.

Gw berangkat dengan berjalan kaki menuju ke kampus gw di fakultas sains, pakaian yang dikenakan bebas sopan dan bersepatu, jadi setelan gw cuma baju kerah, jeans dan sepatu casual. Jarak dari kosan sebenernya lumayan juga, agak bosan kalo gw sendiri tapi mau gimana Igoy, Ucok dan Lodi kumpul di fakultas lain. Kumpul kelompok kali ini tempatnya beragam, dan karena univ ini terdiri dari banyak bangunan dan fakultas yang terpisah jadi tersebar kelompoknya.

Di jalan gw bertemu dengan salah seorang maba juga, gw yang takut salah jalan akhirnya menghampiri dia dengan sedikit jalan cepat

"Maaf mas, mahasiswa baru ya ?" Ucap gw menyapanya

"Iya mas, masnya mau kumpul ospek juga ?" Jawabnya dengan dialek khas daerahnya

"Iya mas di fakultas sains, lewat sini kan ya ?" Tanya gw

"Iya mas, saya juga mau kesana kok" jawabnya

"Masnya darimana kalo boleh tau ?" Tanya gw untuk mengakrabkan diri

"Saya dari tegal mas" logatnya semakin kental saat menyebutkan asal daerahnya

Kemudian kita mengobrol panjang lebar, gw selalu tertarik dengan wisata dan ciri khas satu daerah, jadi setiap gw ketemu orang dari daerah lain selalu gw menanyakan hal tersebut, terlebih banyak orang yang sangat suka saat ditanya mengenai daerahnya, seperti satu kebanggaan menjadi putra/putri daerahnya, pun dengan gw ketika ditanya tentang daerah asal gw. Butuh waktu sekitar kurang lebih 20 menit untuk sampai ke kampus, dan selama itu juga obrolan mengalir gitu aja, gw lebih dominan untuk membuka pertanyaan, karena kadang orang yang pendiam itu punya banyak cerita yang bisa dibagi tetapi nggak tau mesti cerita ke siapa dan meskipun malu-malu menjawab singkat kalau diajukan pertanyaan terus pasti akan timbul hasrat untuk bercerita saja yang panjang biar nggak ditanya lagi, mungkin begitu.

"Ah, udah sampai mas. Sepertinya itu kelompok saya, saya kesana dulu ya" ucap gw

"Oke mas, kelompok saya sepertinya kesana lagi. Mari mas" ucapnya

Gw langsung berpisah dengannya setelah obrolan yang sangat seru selagi kita berjalan, dan gw baru tersadar satu hal

"Goblok dah gw! Gw nggak tau namanya siapa, jurusannya apa" kemudian gw cengar-cengir sendirian

Gw jalan menuju ke kumpulan kelompok, dan ternyata benar itu kelompok gw, untungnya gw belum telat karena masih 10 menit sebelum jadwal yang ditentukan. Gw ikut dalam kelompok dan mengumpulkan buku untuk perpustakaan, seperti donasi dari mahasiswa baru untuk kampusnya, setelah itu hanya perkenalan dan sedikit pembacaan kegiatan ospek universitas yang ternyata hanyalah seperti acara pembukaan tetapi dikelompokkan agar teratur. Acaranya berlangsung selama satu hari saja dan itu pun tidak sampai sore hari.

>>



Selesai kumpul ospek universitas, gw memutuskan untuk tetap di kampus dan gw memilih untuk duduk di bangku kantin kampus selagi menunggu jadwal kumpul kelompok ospek fakultas. Masih sekitar satu jam lagi, seharusnya ada satu anak yang duduk di bangku lainnya yang juga satu kelompok dengan gw. Gw liat sms dari kating yang menulis kalau kumpul sekitar jam 10 sementara ini sudah jam 9. Gw tipe orang yang selalu datang satu jam lebih awal ketika bertemu dengan orang baru atau membuat satu acara. Alasannya sederhana karena mesti survey tempat atau lebih suka menunggu daripada harus ditunggu.

Waktu berputar terus sampai akhirnya jam 10.00, gw duduk sendirian di kantin ini, yang lain sudah bergabung dengan kelompoknya, gw cuma duduk dan nungguin sms dari kating. Rasanya mau balik aja ke kosan, tiduran atau ngegame di laptop. Gw nggak tau harus ngapain.

bip . . bip

sms kating


Setelah membaca itu gw langsung menuju ke tempat yang dimaksud, nggak susah buat gw nyari tempat itu karena gw juga udah pernah masuk ke dalam sebelumnya. Gw terus mengikuti petunjuk kating, dan sampai lah gw di kerumunan kelompok gw

"Permisi kak, saya Nata kelompok Falconidae" sapa gw ke kating

"Oh iya, saya Jane dan ini Leo yang jadi pendamping kamu selama ospek fakultas, silahkan duduk" katanya

Gw liat anggota kelompok gw berisi 3 anak cowok termasuk gw, dan 5 anak perempuan. Lalu gw duduk dan dengerin materi yang diberikan oleh kating ini, dia juga menjelaskan kalau sebagai mahasiswa yang dituntut untuk mandiri juga harus aktif dalam berbagai kegiatan, ini dapat menjadi penunjang ketika nanti sudah lulus, dan juga menerangkan tentang "softskill" yang harus dimiliki sebagai seorang mahasiswa, bagaimana melatih mental untuk dapat berbicara di depan umum, mengutarakan pendapatz manajemen waktu, kepemimpinan dan problem solving. Materi yang diberikan juga lumayan menarik buat gw karena yang dimaksud "softskill" ini seperti melatih diri untuk jadi terbiasa dengan suatu pola pikir. Kemudian satu per satu dari anggota kelompok menceritakan tentang pengalaman masing-masing dan dipersilahkan untuk bertanya, kating yang mendampingi gw cukup santai orangnya jadi pembawaannya juga santai.

"Kak!" Kata salah satu temen kelompok gw, namanya Monik

"Iya, ada apa Monik ?" Jawab kak Jane

"Kalo kita udah mulai aktif kuliah tuh, kita sibuk banget nggak sih kak ?" Tanya Monik dengan nada polosnya

"Tergantung, kalo semester satu sih belum. Nanti kalau semester dua sih mulai lebih sibuk dan seterusnya sampai semester lima, kalau kata senior aku begitu" jawab kak Jane

"Kalau LDR putus nggak tuh kak ?" Tanya Monik dengan sedikit tertawa

Gw langsung menimpalinya, "yaa tergantung kalo dideketin yang lebih cakep mah, wassalam hahaha" ucap gw asal

"Yeee ini lagi si Nata, kalo dia setia mah nggak begitu dong" ucap Dini, salah satu teman kelompok gw juga

"Setia kalau pas ditelepon sih, nggak tau kalo udah tutup telepon hahaha" gw makin asal

Kak Jane langsung memotong obrolan, "hahah Nata nih, pasti ini lagi ketar-ketir cewenya ditinggal LDR. Atau abis diputusin ?" Ledeknya

"Pevita Pearce pengertian kok kak orangnya hahah" canda gw

"Hahahaha" kita semua tertawa dan larut dalam keakraban

Obrolan dilanjut sampai sekitar 15 menit untuk sesi tanya jawab terkait materi yang diberikan, inti dari materi itu adalah menjelaskan bagaimana menjadi mahasiswa dan juga kehidupan di kampus serta hal-hal yang akan dihadapi selama masa kuliah. Dan di akhir, kak Leo membacakan hal yang harus dipakai dan dibawa untuk ospek 2 hari lagi.

"Sampai sini dulu kumpul kelompoknya, jangan lupa nanti untuk ospek hari pertama, dua hari lagi kita ketemu di acara orientasi mahasiswa baru fakultas sains. Terimakasih semuanya, selamat siang" ucap kak Leo mengakhiri pertemuan

"Siang kak" jawab semua anggota kelompok

Gw dan yang lainnya mulai membubarkan kelompok, ketika gw berbalik badan, gw ngeliat wanita berambut pendek itu lagi, kali ini pakaiannya casual dengan kacamatanya. Gw perhatiin dia dan gw liat dia gabung dengan kelompok yang ada di dekatnya

"Oh anak sains juga, maba juga ternyata" ucap gw dalam hati



bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
05-01-2021 20:26
Hhmm bakal semakin menarik nihh cerita, yukk lanjut yuk semangat ganemoticon-Add Friend (S)
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
05-01-2021 21:14
Ditunggu lanjutanya ganemoticon-Jempol
profile-picture
hi.nats memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
07-01-2021 19:23

8. Ospek Universitas

sms pembimbing ospek univ


Gw membaca sms dari kating, gw pikir ada apa pagi-pagi begini. Gw liat jam masih menunjukkan pukul 05.00, gw yang masih mengumpulkan nyawa ini melakukan sedikit peregangan, kemudian baru ke kamar mandi untuk ambil wudhu dan sholat subuh. Udara pagi ini dingin banget, gw yang berasal dari daerah tropis cenderung menyengat, mana bisa kena air kaki gunung macam gini, yang ada gw kaya kucing disiram, entah berapa suhu udaranya tapi yang jelas airnya seperti air yang baru ditaruh di kulkas selama 2 jam, yaa begitulah. Usai sholat dan merasa suhu tubuh gw sedikit meningkat, gw push up dan sit up 15 kali, ini gw lakukan biar gw nggak kedinginan pas kena air dingin.

Gw keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi, gw liat Igoy dan Ucok udah siap dengan "dresscode" dari panitia ospek.

"Nat, sarapan nggak ?" Tanya Ucok yang melihat gw baru keluar dari kamar

"Boleh, tapi gw belom mandi. Sekarang jam berapa ?" Ucap gw

"Jam 6 kurang 10 menit" jawab Ucok

"Kau cepat mandi lah sana, jangan lama kau, ku tinggal nanti" kata si Igoy

"Yaelah goy, bentar. Lu ketok kamar Lodi gih, tawarin makan" kata gw yg buru-buru ke kamar mandi

Gw, Igoy, Ucok dan Lodi sudah lumayan dekat walaupun baru beberapa hari, hal itu karena kita berempat yang belum ada kendaraan biasa ngumpul di ruang tv atau makan bareng. 3 hari udah cukup bikin kedok masing-masing terbuka, nggak ada jaim jaim lagi, udah main ledek-ledekan seperti senior di kosan ini, mungkin kami sudah terbawa lingkungan, ya begitulah kami yang masih labil.


>>



Selesai mandi yang sangat kilat, gw siap-siap dan gw liat masih jam setengah 7, Igoy dan Ucok udah duluan ke burjo. Gw ke kamar Lodi buat ngajak sarapan

"(tok tok tok) Lodi . . Lod" ucap gw sambil mengetuk pintu

"Iya Nat, kenapa ?" Jawab Lodi tapi belum buka pintu

"Burjo nggak ?" Gw sedikit teriak

"Bentar, lagi pake celana" jawabnya

"Gw di depan yak" jawab gw yang langsung balik ke kamar

Gw ke kamar untuk ambil dompet dan nggak lama Lodi juga dateng, kita berdua jalan ke burjo depan. Di burjo ada Ucok dan Igoy, mereka makan nasi telor dan gw liat makanannya juga baru dateng.


>>



Gw, Lodi, Igoy dan Ucok sudah sampai di gedung auditorium. Ini pertama kalinya gw masuk ke wilayah sini, gedung ini biasa dipakai untuk acara besar yang melibatkan banyak orang seperti porseni atau wisuda, begitu kata senior di kosan, jadi semua berawal dari penyambutan disini dan akan dilepas disini nantinya. Kita semua berpisah karena kelompok yang berjauhan, lalu gw menuju ke arah selatan, jujur ini gw bingung dimana utara, selatan, barat, timur tapi karena semalam gw udah nanya sama senior, dia ngasih patokan yang sangat jelas "Utara itu ada gunung" alhasil gw bisa dengan mudah menentukan arahnya.

Gw melihat diujung sana sudah ada kelompok gw dengan kating pendamping kelompok, gw ikut kumpul dan melihat sekitar.

"berapa manusia ini yang muat didalam ya ?" ucap gw sambil memandang bangunan yang cukup tinggi di depan gw ini

"Jadi karena ada perubahan susunan acara dan penempatan posisi kalian, maka ospek universitas kali ini langsung masuk pada bagian orientasi mahasiswa baru. Kalian akan dikumpulkan langsung per fakultas, oleh karena itu kami yang bertugas sebagai pendamping kalian sudah selesai sampai disini. Kami mohon maaf apabila ada salah kata, dan Selamat datang di kampus **, dan selamat berproses menjadi mahasiswa" ucap kating secara bergantian

Kami pun bersalaman dengan kating dan mengucapkan terimakasih, gw rasa plan awalnya tuh lebih asik, tapi entahlah.

Gw dan yang lainnya dipersilahkan masuk melalui pintu selatan, seluruh mahasiswa baru yang di kelompokkan di pintu 4 penjuru mendapat giliran masuk secara bergantian. Gw yang ada di pintu selatan berada di giliran ketiga. Ketika Barat, Timur sudah masuk, kini giliran gw yang di Selatan untuk masuk ke dalam gedung.

"Untuk mahasiswa yang baru masuk dari pintu Selatan diharapkan untuk segera menempati kursi, dimulai dari baris yang paling belakang" ucap salah seorang dosen yang bertindak sebagai pembawa acara yang terdengar di pengeras suara

Gw melangkah masuk dan melihat ke segala penjuru, "waw! besar banget" gw melihat ke arah atas dan terdapat tribun seperti di gelanggang olahraga, dan juga panggung yang lumayan besar, gw berjalan ke barisan yang terdapat papan Fakultas Sains dan menempati kursi di 2/4 bagian dari belakang, susunan kursi setiap fakultas 10 kesamping dan sekitar 25 ke belakang. Kira-kira gw berada di bagian ke 15 dari depan. Gw duduk dan menyapa teman kelompok gw yang ada di dalam, jujur gw lupa nama mereka karena baru sekali bertemu. Di sebelah gw cowok semua, satu baris kesamping, nggak ada yang gw kenal, karena gw nggak mau garing, gw mencoba untuk beramah-tamah, toh nanti gw bisa aja sekelas dengan mereka. Dari yang gw liat, fakultas gw ini tingkat populasi spesies manusia dengan belalai lebih sedikit jadi gw mesti akrab dengan yang lain biar nggak salah jalan kedepannya ๐Ÿ˜

"Permisi mas, saya Nata dari Jabodetabek. Salam kenal" ucap gw menyapa orang di sebelah kanan gw dan kiri gw sambil bersalaman dengan mereka

"Saya Tedjo mas, dari xx" ucapnya dengan logat jawa

"Saya Abdul mas, dari xx" ucapnya yang tidak tampak logat dari daerahnya

Kita berbincang soal daerah masing-masing, gw menceritakan bagaimana kondisi ibukota, entah mengapa mereka tertarik akan hal tersebut, mungkin karena pesona ibukota selalu bisa menarik siapapun untuk datang. Lalu gw bertanya mengenai kondisi daerah Tedjo atau Abdul, karena beberapa hari ini gw sempet liat di sosmed kalau ada berita dari daerah Abdul dan dia menerangkan hal itu sangat sering terjadi disana. Kita mengobrol sampai tidak sadar kalau semua mahasiswa baru sudah berada di dalam gedung, dan menghentikan obrolan.

Pembawa acara memulai rangkaian acara, seluruh mahasiswa tampak tidak riuh dan mengikuti acara. Gw melihat sekeliling dan baru tersadar akan satu hal

"oh iya, harusnya cewek berambut pendek itu ada disini, kok gw nggak liat dia ya" ucap gw dalam hati

Gw mengikuti acara ini dengan tenang, abis mau gimana lagi, kalau berisik karena ngobrol jadi malu sendiri nantinya. Lalu pembawa acara memanggil beberapa mahasiswa untuk maju sebagai perwakilan, yang dipanggil adalah mereka yang duduk di depan. Urutan tempat duduk kali ini bukan berdasarkan prestasi, tapi faktor keberuntungan menurut gw, kecuali kalo emang orang itu suka tampil pasti senang dapet kursi depan.

"Silahkan untuk mahasiswa setiap fakultas untuk maju dan memberikan sepatah dua patah kata, anggap saja ini adalah simbolis untuk mahasiswa kepada universitas" ucap pembawa acara

Kemudia mahasiswa yang terpilih maju kedepan, di atas panggung mereka memperkenalkan diri, rata-rata banyak yang berasal dari perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah atau sekitar wilayah Universitas.

"Saya Anggi dari Cilacap" ucap mahasiswa di depan

"Bagaimana rasanya menjadi mahasiswa kampus ini" tanya pembawa acara

"Sangat bangga bisa menjadi bagian dari kampus ini" ucapnya

Rata-rata mereka yang maju seperti itu, bagaimana tidak bangga, kami berhasil mengalahkan banyak calon mahasiswa dalam ujian dan untuk sebagian orang kampus ini sangat mereka impikan

"Selanjutnya, silahkan perkenalkan diri dan bagaimana perasaan kamu jadi bagian dari kampus ini ?" Ucap pembawa acara

"Yak, nama gua . . Eh maaf, nama saya Hendra dari Jakarta" ucapnya dengan mic

Kami yang berasal dari Jabodetabek langsung tertawa mendengar ini, dari suara riuhnya gw bisa tau ternyata banyak juga anak Jabodetabek disini

Kemudian dia melanjutkan, "saya merasa kaya senang banget berada disini bisa menjadi bagian dari Universitas ini. Terima kasih" ucapanya sedikit semi-formal

Kemudian perwakilan selanjutnya terus melanjutkan kesannya, lalu Tedjo menepuk gw

"Mas, aku mau tanya" nadanya sedikit serius

"Itu kalo di Jakarta tuh emang panggilannya gue-elo gitu mas ?" Tanya dia

Gw sedikit heran dengan pertanyaan Tedjo

"Iya mas, begitu kalo sesama yang muda atau sehari-hari tapi kalo ke orang tua atau sopan ya saya-kamu gitu" kata gw sambil tetap memperhatikan ke depan

"Kaya di tivi tivi gitu mas ngomongnya ?" tanya Abdul

Gw langsung menghadap ke arah dia, ini jauh dari perkiraan gw kalau dia akan bilang ini atau ada pemikiran begini, gw cuma tersenyum sedikit

"Yaaah be..gitulah" jawab gw

"Nggak pake aku-kamu gitu" tanya Tedjo

Gw tau maksud dia ngomong gini, mungkin supaya nggak bikin dia tersinggung, gw harus jelasin sedikit panjang

"Kalo aku-kamu biasa dipakai buat yg lagi pacaran cowok ke cewek atau ke orang tua, atau biasanya memang dia orang pendatang, lebih sopan terdengarnya. Tapi pada dasarnya gue-elo itu sudah biasa. Bahkan menurut saya itu tuh memang bahasa betawi atau daerah Jakarta" jawab gw dengan sangat hati-hati

"Berarti kalo aku ke Jakarta mesti pake gue-elo gitu mas ?" Tanya Tedjo

"Nggak juga sih, tetep jadi diri kamu aja. Toh orang akan menghargai itu" kata gw yang sedikit tersenyum meyakinkan dia

"Oke deh mas" jawab Tedjo

Gw kembali memperhatikan ke panggung

"ternyata begini toh pandangan orang tentang Ibukota, menarik juga ya, banyak pemikiran yang belum gw tau ternyata" ucap gw dalam hati

Gw memperhatikan ke depan sampai acaranya selesai, sesekali gw melihat barisan fakultas gw ini, meyakinkan kalau emang si cewek yang gw liat kemarin itu beneran ada atau nggak di fakultas gw

"Ini cewek bukan anak sains tapi kok kemarin gw liat dia kumpul ospek deh" ucap gw dalam hatinya



bersambung . . .
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
13-01-2021 22:42

9. Ospek Fakultas (1)

sms dari Monik


Gw baru aja sampai di kosan dan baca sms ini, "haduuuhh, biar rebahan sebentar asik nih kayaknya" gw bergumam dalam hati

Gw liat jam menunjukkan pukul 11.30, acara tadi tuh bener-bener bikin gw merasa bangga bisa masuk universitas ini, tapi kan emang itu inti dan maksud acaranya, mereka berhasil lah pokoknya. Gw keluar kamar dan pengen banget nyari yang seger seger, siapa yang bisa menahan segelas es teh manis di siang bolong begini. Gw mengunci pintu kamar dan mau ke burjo sendirian.

"Mau kemana kau ? Sini lah sebentar" sapa Igoy dari kamarnya

"Napa goy ?" Jawab gw singkat

"Kau tengok sini sebentar, ada makanan ini" kata Igoy

"Ah nggak ah, gw mau beli es teh di burjo depan" ucap gw

ngekkkkkk.... suara pintu kamar sebelah terbuka

"Gua nitip dong, mocachino es" kata Ucok yang tiba-tiba nongol

"Heh pentil ban tubeless, elu ikut! Nitip nitip aje lu" ucap gw ke Ucok

Perawakan Ucok berubah hari ini karena persyaratan ospek fakultas mesti rambut cepak, kalo gw ? Bodo amat lah

"Lu gitu lu yak sama gua" Ucok merajuk

"Temenin gw lah, lu nggak mau liat mbak laundry ?" Rayu gw

"Iya juga, pinter lu kadang-kadang. Bentar!" Ucap Ucok yang langsung sisiran depan kaca

"Eh lapet, rambut kau tuh nggak ada hahaha" ledek Igoy

"Hahaha tengil bener emang ini anak" sambung gw


>>



"Mang, goreng tante satu yak" ucap Ucok yang langsung duduk di kursi panjang burjo

"Mang, magelangan satu" ucap gw

Kita duduk menghadap ke arah laundry, terlihat si mbak yang mengenakan pakaian slim mengikuti bentuk tubuhnya dengan rambut yang panjangnya diikat. Gw memperhatikan Ucok yang terus memperhatikan ke arah laundry itu, gw ngeliatin si mbaknya sibuk nyetrika dan membelakangi gw dan Ucok, jarak kami mungkin sekitar 10 meter dengan kemiringan 45 derajat (yaa begitulah). Gw liat Ucok serius banget ngeliatnya tapi tangannya terus mengambil gorengan yang ada di depannya. Gw sibuk ngeliatin mbaknya terus ngeliatin Ucok, gitu gitu aja terus mungkin ada sekitar 5 menit. Setelah itu gw liat ada anak kos yang mau ngambil laundry, terus si mbaknya balik badan

"Yaaaah anjir, gw pikir mbak ftv lah. Wuuu nyesel gw ngabisin 5 menit dalam hidup gw" ucap Ucok

"Hahaha elu dodol masa nggak ngenalin kalo dari belakang gitu sih ?" Tanya gw

"Emang lu ngenalin ?" Tanya Ucok

"Nggak hahaha lagi juga itu mayan kok"

"Iya sih tapi mbak ftv tuh lebih menggoda cuy" kata Ucok dengan gesture alis naik sebelah

"Aahhh bacot dah hahaha"

Pesenan kita dateng dan mulai menghabiskan semuanya, kalo makan kita cenderung diam nggak banyak omong, makan sambil liat tv.

"Mang, bayaran mang" ucap gw

"SPPnya 7ribu" kata si mamang

"Saya mang ? Tante ngegoreng sambil minum moccachino" tanya Ucok

"Gorengan wey, berapa ?" Kata gw

"Ah anjir gua lupa udah makan berapa, aduh" kata Ucok

"Coba inget inget" kata gw

"Mang tambah gorengan 6 tadi mang" kata Ucok

"Bukan 4 cok ?" Kata mamang burjo

"Kok bisa tau mang ?" Si Ucok heran

"Tadi kebetulan abis ngitung sebelum ngegoreng lagi tuh" kata mamang nunjuk penggorengan

"Haha maap mang, abis itu mbak laundry-nya ganti sih" Ucok tertawa

"Haha atuh kamu cok, si mbak yang lama udah ganti. Itu gantinya" kata mamang

"Yaaaaahhhh" gw dan Ucok serentak


>>



Gw udah ngumpul bareng sama anak-anak kelompok gw, jujur gw nggak inget nama temen gw kecuali Monik yang punya kosan, Dini yang nyeletuk, Joni dan Andi karena kita cuma tiga batang. Gw membawa semua yang dibutuhkan di tas, tanpa menunggu lama, kita semua langsung bagi-bagi tugas, yang ngerjain name tag ini bagian sulit tapi kebetulan si Monik jago gambar dan dia udah ngitung sesuai ukuran yang diperlukan, terus difotokopi sejumlah anggota kelompok, nametag kelompok gw kebetulan gambar burung Elang. Si Joni dan Andi kebagian beli sandal buat anak anak yang belum dapet, sandal warna merah, harus yang bawahnya warna merah. Lalu perempuan lainnya ada yang bantuin gw dan juga nulis nama di name tag, bukannya nggak bisa menulis tapi memang tulisan gw terutama kadang tidak layak dibaca, sulit.

Kita semua mengerjakan dari jam 4 sore sampai sekarang sudah jam 9 malam. Jujur gw nggak takut pulang sendirian, tapi permasalahannya itu gw mesti inget patokannya karena sudah jam 9 malam gini banyak warung yang biasanya jadi patokan gw tutup, dan gw payah dalam mengingat. Kemudian setelah kita semua selesai mendiskusikan tentang bekal yang harus dibawa besok sesuai clue dari kating seperti contohnya "FEMUR GALLUS GALLUS", dan akhirnya kita bisa pulang dan besok sudah harus kumpul jam 5.30 pagi. Joni menawarkan untuk mengantar gw pulang karena dia tau jarak kosan gw yang lumayan jauh, dan sekaligus biar dia tau tempat kos gw.



>>



05.20 gw udah sampai di depan gerbang fakultas gw, disana ada komdis yang bersiap, di tangannya ada ban bertuliskan "KOMDIS", lalu kita semua peserta ospek disuruh berbaris. Komdis ini membawa penggaris, awalnya gw nggak paham, apakah ini buat mukul tangan atau gimana

"sampe mukul tangan gw, seru nih ospek" ucap gw dalam hati

Kemudian gw melihat komdis memeriksa name tag yang kami buat, ternyata dia menggunakan penggaris untuk mengukur garis apakah sesuai dengan ketentuan atau tidak.

"oh buat ngukur, syukurlah nggak jadi rame ini hari pertama" ucap gw dalam hati

Gw ngomong gitu bukan tanpa alasan, dari jaman gw SMA ospek sudah nggak diperbolehkan dengan kekerasan fisik, tapi kalau verbal dengan lantang selama itu bukan umpatan atau cacian dengan kata kasar maka masih dianggap dalam batasan.

Giliran gw pun tiba, srettt . . . srett . . . srettt name tag gw di coret silang dan diberi keterangan "kurang 2 cm", gw cuma ngeliatin terus langsung jalan ke titik kumpul, "yaah bikin lagi gw" ucap gw dalam hati

Kegiatan ospek hari pertama ini diisi oleh beberapa materi tentang "Peran dan Fungsi Mahasiswa", jujur gw merhatiin ini dan tidak mengambil keseluruhan dari isi materinya, karena menurut gw dan gw baru tau adalah istilah softskill meskipun ini baru di telinga gw tapi inti dari materi tersebut lebih kepada bagaimana sebagai seseorang yang terpelajar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan. Lalu materi selanjutnya diisi oleh pak dosen yang menjelaskan tentang sistem perkuliahan, dan memberikan sedikit arahan terkait Kartu Rencana Studi.

Saat Ishoma, semua mahasiswa baru (maba) bergantian untuk sholat di mushola karena kapasitas yang tidak terlalu besar, jadi kita semua bergantian makan dan sholat. Di sepanjang koridor dari dari ruangan menuju mushola kami semua diawasi oleh komdis, sesekali mendengar teriakan "CEPAT DEK, JANGAN LAMBAT" begitu di sebelah telinga gw. Kemudian acara berjalan sampai jam 5 sore, gw pikir langsung boleh pulang, ternyata di rundown yang kami terima ada tulisan EVALUASI dan itu berlangsung setengah jam, ternyata isinya Komdis marah marah dan menuduh kami para maba tidak patuh padahal gw juga nggak paham yang dimaksud siapa, bentak sana sini, teriak sana sini, gw cuma bisa sikap sempurna untuk menghargai mereka.


>>



Setelah semua drama selesai. Akhirnya ospek hari pertama selesai, gw dan temen kelompok lainnya memutuskan untuk langsung kumpul kelompok. Gw yang mikir nggak harus pulang dulu milih ke kosan Andi yang deket dari kampus dan Joni pulang dulu buat ambil motornya, kita janjian jam 7 di kosan Maya, karena kosan dia boleh dipakai sampai malam hanya untuk ospek, disini jarang kosan perempuan yang bisa terbuka sama laki-laki atau 24 jam, biasanya jam 9 sudah tutup.

19.30 gw, joni dan andi udah sampai di kosan maya. Kita semua masuk dan langsung mulai ngerjain revisi dari name tag sambil diskusi masalah menu makanan besok, terus juga kita mesti bikin perlengkapan baru.

"Si dewi mana sih ini ? Kok belum ada" tanya monik

Dewi adalah salah satu anggota kelompok yang asli warga lokal, jadi kemungkinan dia pasti ada motor

"Dari tadi udah gw telpon loh padahal" kata dini

"Sek yo, aku telpon" kata maya yang langsung nelpon dan loud speaker

setelah berdering, terdengar nada tutup telepon dan notifikasi reject dari sistem

"Wah parah nih, biarin aja kali ya ?" Kata joni

"Ah nanti kita semua dihukum, ntar dibilang 'katanya solid' gitu gitu, begah gw" sahut andi

"Sini mana nomornya ?" Ucap gw ke maya

Setelah maya ngetikin nomernya di hp gw, terus gw suruh monik yang ngomong

"Nih, kalo nggak diangkat jangan panggil gw Nata!" Kata gw sombong

tutttt . . . tutttttt . . . tutttt . . .

Haloo . . . assalamualaikum . . .


Kita semua sontak tertawa kencang

"Kamu cepet kesini, ini udah mau selesai nanti kemaleman, name tag aman ?" Kata monik

"Name tag aku diulang" kata dewi di telepon

"Yaudah cepat sini" kata monik

"Iyaa" dewi langsung tutup teleponnya

Gw liat liatan sama monik

"Begitu tau elu, nggak pake salam hahaha" kata gw ke monik dan langsung mengambil hp gw

"Iya nih hahaha kelakuan banget deh ini, jago lo Nat" kata monik

Kita semua lanjut ngerjain name tag karena sudah larut malam, badan dan pikiran kami benar-benar lelah hari ini jadi kerjaan kami juga melambat, dan akhirnya kami baru selesai jam 2 malam. Gw diantar joni sampai ke kosan


Bersambung . . .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
20-01-2021 16:52
Blm update nih
0 0
0
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
20-01-2021 18:40
Msh terpantau sepi, kl ud apdet balik lagi
profile-picture
profile-picture
hi.nats dan CDrama memberi reputasi
2 0
2
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
25-01-2021 00:25

10. Ospek Fakultas (2)

Hari kedua ospek ini sangat berat gw untuk sekedar bangun karena semalam gw habis lembur ngerjain nametag, terlebih ini masih jam setengah lima pagi, gw bener bener baru tidur tiga jam dan kegiatan ospek kemarin benar-benar berat buat gw. Gw bangun malas-malasan karena sepertinya tekanan darah gw rendah, ini terjadi karena gw kurang istirahat dan juga kurang minum. Gw pergi mandi, terus sholat subuh kemudian siapin buat ospek hari ini, jam 5.15 gw udah berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, gw mungkin terlihat seperti zombie magang dengan celana hitam dan baju ospek warna putih.

Sesampainya di gerbang kampus, gw dan yang lainnya berbaris per kelompok, jadi aturannya semua anggota kelompok harus berkumpul baru boleh masuk, satu orang telat maka satu kelompok bermasalah, gw nggak setuju tapi kita dijebak karena udah ngomong "mahasiswa bersatu tak bisa dikalahkan", tapi memang benar sih kalau sudah bersatu yang merusak biasanya pihak dalamnya. Sudahlah, intinya kami para mahasiswa/i baru ini sudah dijebak dari awal dan sangat sedikit kesempatan untuk menang dalam beradu argumen dengan senior.

Seluruh kelompok sudah berada di lapangan parkir dan menunggu untuk memulai acara ospek di hari kedua ini. Gw masih dalam keadaan kurang istirahat dan kurang minum juga. Sebelum acara dimulai kak Jane selaku pendamping ospek gw ini dikasih arahan buat para maba sarapan terlebih dahulu, perasaan gw udah nggak enak dari sini, "dikasih makan dulu, mau ada drama apalagi nih" ucap gw dalam hati, karena hari sebelumnya kita semua diwajibkan untuk bawa sarapan sendiri bukan disediakan. Kemudian gw lihat kami semua diberi nasi bungkus yang isinya nasi kuning dengan telur balado pedas, sementara gw bukan orang yang biasa sarapan dan nggak bisa makan pedas. Gw harus makan karena nggak akan dapet waktu makan lagi setelah ini. Gw paksa buat makan sesuap demi sesuap.

Aliran darah ke kepala gw kurang lancar karena kurang istirahat, sangat terasa karena seperti ada yang melingkar di kepala gw, ditambah makanan pedas yang bikin gw mesti ke toilet.

"Kak, saya izin ke toilet karena nggak biasa makan pedas" kata gw ke kak Jane

"Iya, silahkan tapi jangan lama-lama" kata kak Jane

Gw kemudian berlari ke arah toilet dalam gedung kampus dan langsung memuntahkan semua isi perut gw, yup! Gw nggak bisa makan pedas bukan cuma karena gw bisa diare, lidah dan mulut gw bisa toleran sama pedas tapi asam lambung gw yang lumayan tinggi karena belum masuk makanan sama sekali sebelumnya nggak bisa terima itu.


>>



Gw balik ke kelompok dengan sangat lemas, lalu gw mengambil air minum yang seenggaknya bisa bikin gw enakan.

"Kamu nggak apa-apa Nata ?" Tanya kak Jane

Gw melihat ke arah kak Jane

"Iya kak gapapa" jawab gw yang kemudian melihat semuanya mendadak blur lalu putih, gw kemudian menekuk jari kaki gw dan mencoba mengembalikan pandangan gw

"Kamu pucet banget Nata" kata kak Jane

"Kak, saya mau pingsan" jawab gw yg langsung terduduk

Nggak lama gw merem dan gw sadar badan gw dibopong oleh temen seangkatan gw


>>


gw pingsan cukup lama, gw inget ketika kumpul tadi itu jam 7 kurang dan sekarang gw lihat jam di ruangan sudah jam 1 siang. Gw mencoba mencari tas gw dibantu oleh senior yang menjaga gw. Gw harus minum obat maag sebelum makan biar nggak keluar lagi makanannya, ditambah tekanan darah gw yang rendah menyebabkan badan gw terasa lemas. Setelah makan dan minum obat, gw masih harus istirahat dan gw akhirnya tidur lagi.

Jam setengah empat sore gw terbangun lagi dan harus kembali ke barisan, karena gw pikir gw mesti ikut dalam rangkaian acara biar dapat sensasi jadi mahasiswa baru.


>>



Gw kembali ke ruangan ospek, ternyata sedang sesi Ishoma, sementara yang lain makan gw pun ikut makan, dan sebagian lainnya sholat di mushola bagi yang muslim. Temen kelompok gw cuma sekedar nanya keadaan gw terus nanya gw udah yakin bisa ikut ospek lagi atau nggak. Gw ngobrol dengan mereka sambil makan. Gw melihat ruangan sekitar nggak ada Komdis. Kemudian rombongan pertama sudah selesai sholat dan sekarang giliran gw yang ke mushola

Ruangan ospek ini berada di lantai dua bangunan, untuk ke mushola gw harus turun dan melewati lorong ke gedung B, sepanjang koridor diisi oleh Komdis dengan jarak yang sudah disesuaikan. Gw keluar dengan berbaris, ketika gw berjalan bener-bener ngerasain berat banget karena istirahat tadi kurang cukup buat mengembalikan gw ke keadaan normal. Komdis teriak teriak menyuruh kami untuk cepat cepat sementara kami baru habis makan, gw nggak peduli omongan mereka karena gw mau sholat juga nggak ada hubungan sama manusia kaya mereka, itulah yang ada di pikiran gw.

Selesai sholat, kami kembali ke ruangan dan melewati salah satu Komdis laki-laki dengan badan yang lumayan besar, ketika dia melihat gw dia langsung berteriak "Cepat dek! Bisa cepat nggak, lambat!", Gw kemudian nengok ke kanan dan ke kiri memastikan dia ngebentak gw atau ada yang lain, ternyata cuma gw doang, gw masih nggak peduli karena badan gw emang lemah banget, gw kemudian cuma memandangnya dengan sorotan mata yang menunjukkan gw nggak senang dengan caranya, gw ngeliat dia menelan ludah ketika jarak gw dengannya kurang dari satu meter, gw menatap dia dengan maksud mengenali wajahnya, setelah melewatinya mungkin sekitar kurang dari satu meter dia teriak "BISA CEPAT NGGAK, LAMBAT!" katanya dengan sangat lantang dan itu bikin kuping gw sakit, gw menghadap ke belakang dan mendekatinya


**

Dengan nada rendah gw ngomong ke dia, "elu angkatan berapa ?"

Kemudian dia dengan nada yang cukup kesal, "setahun diatas kamu, kenapa ? Dibilang suruh cepet kok ngeyel" katanya

"Pernah belajar tentang sistem pencernaan ? Atau masnya mengulang mata kuliah itu ?" Kata gw dengan posisi tangan ke belakang seperti sedang istirahat, ini gw lakuin biar emosi gw tertahan

"Kok kamu songong ya kalau saya lihat-lihat" katanya

"Mas mau mukul saya ? Silahkan mas!" Kata gw menantang, sederhananya kalau dia pakai otaknya dia nggak akan mukul gw duluan, kalau sampai terjadi maka yang diuntungkan adalah gw karena gw lihat ada kursi di sebelah gw buat gw hajar ke kepalanya

"Kembali sana ke ruangan kamu! Mau jadi jagoan ?" Katanya

"Mas tau ada pita merah di lengan saya ?" Kata gw sambil menunjukannya

"Ya terus kamu jadi songong ?" Katanya

"Orang sakit disuruh cepet ? Dibentak disamping telinga ? Kalo bukan karena saya ngehargain mas sebagai senior saya, kepala mas udah bocor dari tadi" kata gw dengan nada rendah yang gw tekan

"Nantang kamu ya!" Kemudian dia menarik kerah gw

Gw tendang tepat di paha sampingnya dan membuat dia sedikit goyah, lalu gw ambil bangku kayu di samping gw dan gw hajar ke arah lengannya. Gw nggak tau ketahanan fisiknya dia, gw ambil kuda-kuda mundur kalau aja dia berniat membalas gw dengan kursi kayu, tapi gw liat dia kesakitan, terus gw tinggal.

**


Kira-kira begitulah simulasi ketika gw lepas kendali dengan senior yang merasa dirinya galak, kalo itu sampai kejadian mungkin gw langsung dapet teguran dan dideportasi dari kota ini.

"Maaf mas, saya pita merah, jangan keras-keras di telinga saya" ucap gw dengan sopan

"Cepat sana ke ruangan" katanya tegas

Gw menatap mata si Komdis ini dengan sedikit kesal, "tahan Nata, tahan", gw liat di menelan ludahnya, terlihat jakunnya naik turun

"Saya permisi mas" ucap gw

Gw nggak boleh bertindak sembarangan di daerah rantau begini, salah salah bisa habis gw, kalau daerah gw sendiri sih nggak masalah.


>>



Gw terus berjalan, selama di koridor gw diteriakin oleh komdis perempuan, pas di samping kuping gw juga dan gw cuma nengok ke arah dia dengan tatapan kesal gw tapi dalam hati, "untung cakep nih cewe".

Setelah masuk ruangan, gw mencari tas gw dan meminum obat gw. Lalu sesi dimulai kembali dengan komdis masuk ke ruangan, walaupun gw nggak takut sama komdis bukan berarti gw bisa melanggar aturan lalu melawan, saat semua berbaris ada satu anak cowok dateng dan menyela barisan, gw yang khawatir temen gw kena teguran langsung neriakin ini cowok.

"Wey boy! Barisan lu yang bener" kata gw sedikit keras

Si cowok ini cuma nengok sebentar dan nggak peduli sama gw

"Eh anjing! Punya kuping lu ?" Kata gw sedikit kesal

Dengan nada yang mendayu dia menjawab, "ih apaan sih elo, ribet deh"

Gw cuma bengong dan mengucap pelan "anjir banci" melintir banget itu omongan

"Anjir, nyesel gw ngajak ribut banci. Aduh sial sial. Amit amit" ucap gw dalam hati


>>



Gw nggak tau apa yang terjadi sehari ini tapi beberapa anak-anak berkumpul untuk membahas sesuatu, ada satu anak yang terlihat vokal disana. Gw yang masih dalam kondisi kurang baik memilih buat pulang. Sampai di depan gerbang, gw dihadang oleh si anak vokal ini, gw nggak peduli ini anak ngomong apa

"Mau kemana mas ?" Kata dia

"Gw mau balik, minggir!" Ucap gw malas

"Katanya satu ? Wey temen temen liat nih!" Kata dia

Gw langsung ngeliat ke arah belakang gw nampak ada yang ingin balik juga tapi nggak berani, yang lain ngeliatin gw dengan tatapan tidak suka

"Lu maba ? Mau minggir atau gw paksa minggir ?" Kata gw serius

"Wuih santai aja boss! Katanya satu ? WEY TEMEN TEMEN ADA YANG NGGAK SOLID NIH" katanya yang memegang pundak gw

Mungkin kalo dengan senior tadi gw biaa nahan karena gw menghargai dia ngebuat acara ini, tapi untuk anak ini yang cuma mau cari muka, mungkin akan gw kasih tau muka aslinya ke anak lainnya

Gw menaruh tas kresek dan segala atribut ospek di bawah, dengan posisi agak jongkok, gw sapu kakinya sehingga dia terjatuh, gw pegang kerahnya dan bagian perut gw kunci pake kaki

"Mau jadi jagoan ?" Kata gw yang kemudian menampar sedikit

"Jawab gw anjing! Mau jadi jagoan ?" Kata gw lagi dan menamparnya pelan

Gw nggak mau ada bukti jadi nggak akan gw pukul mukanya

Ekspresi mukanya kesal karena gw perlakukan begini

"Kalo lu mau cari panggung jangan disini! Malu lu udah gede!" Kata gw

"Elu ngapain balik ? Lu nggak ngehargain temen lainnya yg udah berjuang ?" Katanya

"Heh tolol! Dibayar apa lu sama panitia ospek ? Kalo gw mau pulang, bukan urusan lu" kata gw sambil melepaskannya

"Eh anjing, jangan sok jagoan lo!" Katanya

. . . Buggg. . . pipi gw dipukul olehnya dan gw terjatuh

Gw udah nunggu ini, gw bangun dan pasang kuda kuda, gw arahkan tendangan depan dengan kaki kanan dan dia menangkis dengan tangannya, lalu tubuhnya yang menghadap ke depan dan gw sambut dengan tendangan samping kaki kiri gw ke arah badannya, di terjatuh ke samping, gw deketin dia dan gw injek dadanya.

"Elu yang mukul gw duluan! gw pake pita merah, lu ngelarang gw balik pas gw lg sakit gini, mending elu yg gw bikin sakit" kata gw

Gw kemudian bilang ke arah temen temen di belakang, "yang mau pulang, pulang aja! anak ini dibayar panitia. Oh iya, inget ya yang mukul dia duluan. Bukan gw"

Gw kemudian mengambil barang-barang gw dan cabut ninggalin anak itu, badan gw makin terasa nggak enak aja, untungnya tadi itu bocah nggak bisa berantem jd nggak panjang urusannya. Besok masih ada ospek pagi, bingung gw


>>



sms ke kak Jane


sms dari kak Jane



>>



Ospek hari ketiga terpaksa nggak bisa gw ikuti karena mesti istirahat yang cukup, gw juga nggak peduli itu si anak caper mau mikir gw takut atau apa, dia udah kalah, kalau mau nerusin mungkin gw bakal cari dia terus. Bodoamat deh, gw kesini buat kuliah cari temen bukan musuh.


Bersambung . . .



Quote:Ini adalah akhir dari Bab I. Introductiontentang pengenalan lingkungan dan karakter yang akan sering muncul dalam cerita. Update Bab II. akan dimulai pada awal bulan Februari 2021 dikarenakan kesibukan TS di RL, kemungkinan update rutin sekitar satu sampai dua kali setiap minggunya. Terimakasih
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
[Book I] Aku Dan Pemikiranku (Explicit)
01-02-2021 21:38

11. Chit Chat

"Halo Nat! Dimana ?" Kata seseorang di ujung telepon sana

"Halo, aku masih jalan. Gate berapa ?" Ucap gw di telepon

"21, kalo bisa cepet ya! Ini bawaan aku banyak banget" katanya

"Sebentar, aku harus lari dulu. Tutup teleponnya" kata gw

Gw yang mengenakan backpack ukuran 60 L ditambah tas kecil di depan, berjalan dengan cepat menuju Gate 21. Letaknya di ujung, gw sekarang berada di Terminal 3 Bandara Soetta.


>>



"Kenapa sih kak, milih flight pagi banget ?" Kata gw yang baru sampai di hadapannya

"Boss nyuruh kita biar sampai sana nggak kemaleman jadi bisa langsung ke lokasi" katanya

Namanya Jessica, dia adalah senior gw waktu gw magang di kantor ini beberapa kali saat liburan semester dan ini sudah sekian lama kita ke Site bareng. Gw berangkat hari kedua bersamanya, team sudah ada disana dari kemarin. Kami berangkat berdua karena kak Jess (panggilannya) baru pulang liburan bersama suaminya di KL. Sementara gw sibuk patah hati, enggak enggak bukan gitu, gw sibuk urus administrasi kantor dan dokumen lainnya untuk dibawa kesana. Gw pikir ketika berangkat terakhir cuma bawa sedikit, iya sih bener bagasinya sedikit, tapi bawaannya cabinnya lumayan banyak

"Kenapa nyuruh aku buru-buru sih kak ? Kan masih setengah jam lagi boarding" kata gw yg sedikit sewot

"Issh kamu tuh, aku mau ke toilet. Ini mikroskop nggak ada yang jagain. Udah nih jagain" katanya yang lebih galak

"Iyaa deh iyaa salah, laki mah gitu emang. Nggak sama pacar, sama kakaknya juga salah udah" kata gw

"Cup cup cup, jangan nangis. Kamu mesti bawa barangnya, jangan lemah. Semangat!" Kata kak Jess seolah tak berdosa, lalu menuju ke toilet

"Hadeeh, punya kakak gini banget" ucap gw yang kemudian duduk di kursi tunggu

Gw mengambil hp di saku celana dan melihat beberapa notifikasi, "seperti baru kemarin gw ngambil mata kuliah basic science, hari ini udah mesti menerapkan apa yang udah gw pelajari". Banyak hal yang gw pelajari, terutama non-akademik yang buat sebagian orang di jurusan gw mungkin itu sangat remeh padahal sejatinya kita hidup nggak pernah sendirian.

text dari Evan


Text dari Michelle


Evan dan Michelle adalah teman sekantor gw, mereka jalan duluan karena permintaan senior dan Boss gw tentunya. Pak Didi adalah Leader di lapangan. Gw baru aja masuk secara resmi disini setelah semua project mereka selesai sekitar tiga atau empat bulan lalu. awal gw masuk jadi bagian di team ini adalah ketika gw selesai dengan urusan yang ada di kampus gw, saat cek email ternyata ada undangan untuk bergabung dari tempat gw magang selama beberapa kali liburan semester di Jakarta, kemudian gw diminta untuk mengirimkan cv dan diminta datang interview.

Singkat ceritanya setelah gw udah selesai dengan berbagai macam tipe ujian dan kesulitannya yang membuat gw makin ingat dengan Tuhan. Bagaimana tidak, gw harus menyelesaikan ujian komprehensif (ujian secara lisan yang berhadapan dengan delapan dosen dalam satu ruangan, pertanyaan yang diajukan adalah semua mata kuliah yang ada di bidang studi gw dan tekanan yang dirasakan benar-benar membuat gw banyak menahan emosi dan juga perasaan nervous sementara mereka malah ketawa-tawa seakan lagi nongkrong bareng. Gw meninggalkan kota perantauan ini sementara dan semua urusan sudah gw selesaikan, tinggal mengikuti prosesi wisuda, jadi gw punya jeda waktu sekitar dua bulan sebelum acara wisuda. Gw berpikir untuk mulai mencari penghasilan sendiri, jadi nggak ada salahnya gw ambil, lumayan dua bulan bisa untuk ngajak nginep keluarga di kota rantau ini selama wisuda


>>



"Sorry, can i sit here ?" Kata seorang wanita dengan rambut pirang

Gw melihat wajahnya dan langsung mengalihkan pandangan gw ke kursi kanan dan kiri gw

"Oh sure, ya u can" jawab gw sekenanya aja

Gw sibuk ngeliatin hp gw lagi, ngebalesin text dari Evan dan Michelle

Setelah beberapa menit kak Jess menghampiri gw, dan bukannya menyapa gw malah dia kebingungan dengan gw yang duduk sebelahan dengan orang asing, gw ngeliatin kak Jess mengerutkan wajahnya dan melihat ke arah wanita asing itu.

"Hey, Rachel ?" Kata kak Jess menunjuknya

"Jessica ?" Katanya

"How long u sit here with him ? Don't u talk with him ?" Kata kak Jess menunjuk gw

"Huh ? I don't even know her kak, please don't!" Kata gw menyela agar kak Jess yang usil ini mau mulai ngeledek gw

"Hahaha he really cool, i just let him bussy with his phone, and actually he isn't like what u told to me" kata Rachel

"Huh ? Hey kak! What are u talking bout me ?" Kata gw mengarah ke kak Jess

"Hahaha i told her if u are really a 'hot guy' and she really wanna know bout u" kata kak Jess makin meledek

Kalo diliat emang ini Rachel cantik banget sih, potongan rambut pirang dengan gaya ponytail lalu bermata biru.

"Kak, please stop it! Don't!" kata gw langsung nunduk

"Hahaha" Rachel dan kak Jess tertawa puas

"Do u remember Pak Didi told us if there is a student will join us for a week ?" Tanya kak Jess

"Aah, i see" ucap gw singkat

"Why u look so shy Nata ?" Kata Rachel

"No, u really beautiful and i couldn't say anything to talk to u. Just like im freeze at the moment" kata gw

"Really ? But u did" kata Rachel

"Be careful Racheeel . . . He wanna steal ur heart then" ledek kak Jess

"Yess, will you marry me ? I will go to ur home and tell to ur parents if i will give all i have to their daughter" kata gw asal ngomong

"Aww, what u will give to me ?" Tanya Rachel

"Hm i give every single part of me to u, just you. Believe me baby, just for u" kata gw makin ngaco

"Jago yaa bocil satu ini kalo ngarang gombal, giliran suruh nulis report susah" kata kak Jess

"Hahahaha okay, i will wait for u Nata" kata Rachel tertawa karena dia paham itu cuma becanda

"Eeeh, hemmm yayayaa" kata gw sedikit canggung

"I know it just a joke Nata" katanya

Gw nggak tau gimana dia bisa dekat dengan kak Jess, tapi sepertinya mereka sudah kenal lama dan obrolan ini menjadi pembuka untuk sebuah pekerjaan yang diluar perkiraan nantinya saat di site, karena sebagai pekerja lapangan kita harus peduli satu sama lain dan saling bantu agar semuanya cepat selesai.

Kemudian terdengar suara pemberitahuan bahwa kita bertiga sudah mulai boarding.

Flight dari Jakarta ==> Denpasar ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit, dan selama itu gw sibuk ngeliatin awan sambil mikir kalau ini semua tuh cepet banget, padahal baru tahun lalu kayanya gw selesai ospek yang menyebalkan itu.


<<



"Gimana ospek kau Nat ?" Kata Igoy yang asik mengunyah bakwan

"Berantem gw" jawab gw singkat

"Kok bisa ?" Kata Ucok

"Gw mau pulang terus ditahan sama anak caper, untung cowok" kata gw

"Emang kalau cewek kenapa rupanya ?" Kata Igoy

"Nggak akan ku injak batang lehernya goy" kata gw

"Aih ngeri ngeri sedap kau Nat, kalau dia bawa teman ingat aku Nat, sudah lama aku nggak olahraga ini" kata Igoy

"Hehe santai goy, gw bisa sendiri kok asal nggak banci aja mereka kalo kalah lapor polisi" kata gw yang kemudian nyeruput kopi

"Wuih, lo sering berantem ya waktu SMA ?" Kata Ucok

"Gw waktu SMA nggak pernah berantem di sekolah kok" kata gw

Kemudian gw liat ucok buka hpnya karena ada notifikasi

"Terus gimana ceritanya kau bisa berantem macam gitu ?" Kata Igoy

"Gw dulu ikut pencak silat, terus berenti. Berantem paling di lapangan futsal, pas ikut temen gw balap liar, sama pas puasa" kata gw

"yang paling parah nih, kau apain anak orang ?" Kata Igoy

"Hmm apa yak . . . oh iya, gw pernah nyuruh push up lawan gw terus gw sundut tangannya, itu sih yang menurut gw parah" kata gw

"Kau emang nggak pernah nonjok orang ?" Kata Igoy

"Pernah sih, sampe keluar darahnya, patah kayanya" kata gw dengan santai

"Eyyyy itu lebih parah eyyyy" kata Ucok

"Tapi nggak lebih malu kaan ? Hahaha" kata gw membela diri

"Gw dapet broadcast anak maba sains berantem sampe nginjek nginjek" kata Ucok yang nunjukin hpnya

Kemudian mereka berdua ngeliat ke arah gw

"Nattt! Kau baru masuk berulah sampai segitu yaa" kata Igoy

Gw cuma nyeruput kopi, dan menatap mereka berdua "yaah apa gunanya gw punya klean berdua ini hahaha" kata gw tertawa

"Ah asli, ditandain lo di fakultas lo Nat Nat haha" kata Ucok

Obrolan seputar kampus kita masing-masing masih berlanjut sampai kira-kira menjelang malam. Gw udah izin ke Pendamping ospek buat nggak ikut hari terakhir karena kondisi gw yang kurang istirahat, sementara di sisi lain izin gw sampaikan supaya teman satu kelompok gw nggak dapet masalah karena gw nggak masuk. Gw nggak takut ketika dipanggil dosen atau senior karena gw habis mukulin orang, disitu posisinya gw nggak salah karena gw yang dipukul duluan dan banyak saksinya. Sekarang masih hari Rabu, dan kuliah aktif mulai senin depan, gw masih punya waktu luang buat adaptasi juga.

Tapi kalau diingat-ingat, gw nggak pernah ngeliat cewe rambut pendek itu. "Kemana yaa ?"





bersambung . . .




Quote:Mohon maaf untuk grammaryang kurang baik, intinya bahasa hanyalah ucapan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, tetapi inti dari komunikasi adalah saling memahami. Itu yang Rachel sampaikan ketika ada beberapa kata yang sulit dia mengerti dari gw
Diubah oleh hi.nats
profile-picture
profile-picture
profile-picture
i4munited dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
aroma-lily-kematian
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
pesan-dari-arwah-part-4
Stories from the Heart
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia