Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
6
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5fb9235588b3cb5750670c10/journey-to-marriage
Semua ini berawal setelah aku mengambil keputusan yang akan jadi titik balik hidupku dan menentukan masa depanku. Sudah lama aku hidup dalam kesendirian, dan aku sudah sangat puas, bahkan mungkin terlalu puas hingga aku kebosanan. Sudah terlalu lama aku bertualang, terbang dalam khayalan saat aku jatuh hati, menangisi perihnya patah hati saat cinta yang kuharapkan tidak jadi kenyataan
Lapor Hansip
21-11-2020 21:25

Journey to Marriage

Past Hot Thread
Sebelum mulai cerita, aku mau bilang dulu kalau ini bukan novel atau cerita bersambung. Cerita ini cuma sekadar coret-coretan perjalanan yang sedang aku mulai dengan pasanganku, sebut saja namanya Satria. Tidak ada sinopsis karena yang tahu bagaimana perjalanan dan akhir cerita ini hanya Tuhan, yang kami lakukan hanya menjalani dan merencanakan yang terbaik.

Baiklah, kurasa cukup pembukaannya. Semua ini berawal setelah aku mengambil keputusan yang akan jadi titik balik hidupku dan menentukan masa depanku. Sudah lama aku hidup dalam kesendirian, dan aku sudah sangat puas, bahkan mungkin terlalu puas hingga aku kebosanan. Sudah terlalu lama aku bertualang, terbang dalam khayalan saat aku jatuh hati, menangisi perihnya patah hati saat cinta yang kuharapkan tidak jadi kenyataan (itulah yang selalu terjadi dalam kisah romansaku), mengejar mimpi dan cita-cita, dan belajar menjadi wanita mandiri.

Tapi akhirnya aku sadar aku hanyalah wanita biasa. Aku butuh seseorang yang mencintaiku, yang bisa menjadi tempat bersandar dan tempat mencurahkan cinta. Seseorang yang selalu di sampingku dalam suka dan duka. Intinya, aku sadar bahwa aku harus mencari seseorang untuk kunikahi. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membuka hati dan memberi kesempatan kesekian kepada Satria, seorang laki-laki yang sudah cukup lama mengejarku. 

Kalian pasti bertanya-tanya kenapa kesempatan kesekian? Ya, karena sebelumnya kami punya banyak sekali cerita. Panjang jika harus kuceritakan secara mendetail, jadi kuceritakan secara garis besarnya saja ya. Kami pernah melewati masa perkenalan, saling jatuh cinta, saling membenci karena kesalahpahaman, saling memberi kesempatan, jadian (walau waktu itu aku masih membencinya dan terpaksa menerimanya), putus (yang bagiku seperti sebuah kemerdekaan), bahkan aku pernah jatuh cinta kepada laki-laki lain.

Lalu pada suatu hari di akhir pekan, aku datang ke rumahnya. Itu pun terpaksa karena adikku minta ditemani main ke rumah Satria. Hari masih pagi dan mentari masih bersinar hangat nan ramah. Pintu dibuka dan nampaklah Satria yang masih bau bantal alias bangun tidur dengan rumah berantakan seperti kapal pecah (sampai tanganku gatal ingin merapikan tempat itu agar lebih manusiawi). Dia masih dengan ramah mengajakku dan adikku mengobrol, bahkan berterimakasih karena aku bersedia mampir ke rumahnya. Setelah semua penolakan dan kejutekanku padanya.

Setelah kejadian itu (padahal tidak ada sesuatu apapun yang spesial), semua tak pernah sama. Aku sadar hanya dia yang tak pernah pergi walau aku selalu berusaha mengusirnya dari kehidupanku. Hanya dia yang tak pernah menyerah walau aku selalu menolaknya. Dan hanya dia yang masih baik padaku dan keluargaku walau aku pernah keterlaluan membencinya. Aku tak pernah bisa berhenti memikirkannya. Dan diluar kendali, kepalaku seolah membuat film tentang masa depanku bersamanya sekeras apapun aku berusaha mengenyahkannya. Hingga akhirnya hatiku yang keras meluluh. Dengan cinta dan kesabaran, dia berhasil mengetuk pintu hatiku yang mungkin sudah terpagar tinggi. Aku pun menerimanya atas dasar rasa kasihan.

Kami pun kembali menjalani hubungan. Cintanya padaku masih sama. Dia masih memujaku dan menganggapku baik walau aku pernah berbuat tidak baik padanya. Kadang itu membuatku merasa bersalah, membuatku merasa jahat dan tidak pantas menerimanya. Namun dengan kelembutan dan tatapan penuh maaf di matanya, perlahan-lahan perasaan itu berubah menjadi nyaman. Dan perlahan namun pasti, aku pun mulai belajar mencintainya.

Namun terkadang, cinta itu masih diselingi dengan keraguan. Aku percaya padanya. Aku percaya akan cinta, ketulusan, dan kesetiaanya. Dirikulah yang tidak kupercaya. Aku ragu apakah aku benar-benar mencintainya dan bisa menghabiskan sisa hidupku bersamanya? Apakah aku bisa mengimbangi cintanya yang begitu besar kepadaku? Aku takut ketidakpekaanku akan membuatnya kecewa, karena pada dasarnya aku adalah perempuan cuek. Sangat berbeda dengannya yang peduli dan penyayang. 

Tapi itulah yang membuatku semakin yakin kepadanya. Aku sadar, bukan pengalaman cinta nan menggebu yang kudapatkan. Tapi kenyamanan sebuah rumah, dan itu semua bisa kudapatkan dari Satria yang mencintai dan menerimaku apa adanya. Bersamanya, semua akan baik-baik saja. Aku percaya dia akan selalu menjagaku dan memegang tanganku saat kami oleng menghadapi cobaan rumah tangga.

Sebenarnya sudah sejak lama Satria ingin berhubungan serius denganku, bahkan sejak kami masih kuliah. Oh iya, ngomong-ngomong Satria itu teman sekelasku semasa kuliah, tapi usianya empat tahun di atasku. Tapi karena waktu itu umurku belum dewasa dan aku masih ingin berkelana, jadi aku selalu menghindar. Jadi saat kami memutuskan menjalin hubungan kembali, kami bertekad kali ini dengan lebih serius. Meski kadar cintaku kepadanya tidak sebesar cintanya kepadaku, aku akan berniat belajar mencintai dan menyayanginya. Hatiku adalah kendaliku, yang terpenting adalah hal-hal diluar kendaliku, termasuk perasaannya kepadaku, tidak perlu kutakutkan lagi. 

Tapi sekarang, sihir cinta itu tampaknya benar-benar bekerja. Dulu aku kesal dengan hujan pesan darinya, tapi kini pesan-pesan darinya membuat bibir ini tak henti tersenyum. Dulu setiap kali dia memanggilku sayang, aku merasa geli, tapi kini panggilan itu membuat hatiku terasa dipenuhi kehangatan dan kelembutan. Dulu pertemuan dengannya seperti rintangan yang harus kulewati, tapi sekarang aku selalu merindu saat tidak bertemu dengannya. Dulu aku selalu takut akan cintanya, yang kupikir itu hanyalah obsesi, tapi sekarang cinta itulah yang membuatku merasa istimewa dan berarti. 

Ah, rasanya sekarang aku tak perlu ragu lagi. Memang, Satria bukan lelaki yang selama ini kuimpi-impikan. Tapi dia adalah segala yang kubutuhkan. Tidak ada yang lain lagi. Hanya dia yang terbaik dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bersamanya, aku yakin aku akan jadi wanita paling bahagia.

***

Diubah oleh annaonymus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Journey to Marriage
23-11-2020 17:17
Mantap nih
0 0
0
Journey to Marriage
23-11-2020 19:21
Hebatt
0 0
0
Journey to Marriage
23-11-2020 19:41
Yadawww
profile-picture
zukii.vixii memberi reputasi
1 0
1
Journey to Marriage
24-11-2020 10:12
Waa semoga langgeng selaluu..
0 0
0
Journey to Marriage
25-11-2020 11:18
Hebat sekali.... Pokoknya mantap... Sukses selalu
0 0
0
Journey to Marriage
25-11-2020 11:38
Gimana sih rasanya di perjuangkan pria 😢😭😭😭😭
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
sebuah-kota-banyak-cerita
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia