News
Batal
KATEGORI
link has been copied
420
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f98b3c6f4d6952cbf4d04ef/bukti-islamofobia-juga-terjadi-di-indonesia-sikap-umat
Dktum “Islamofobia”. Diktum ini dalam dua dekade terakhir, telah membuat kita tak bisa tidur nyenyak. Islam dan pemeluk nya kerap dipersalahkan, disudut kan, dan dijadikan stempel untuk hal-hal yang destruktif. Islamofobia akan selalu menjelma branding topic yang tiada henti. Yang paling mutakhir dan berhubungan erat secara sublim dengan tradisi serta situasi keberagamaan kita adalah masalah t
Lapor Hansip
28-10-2020 06:56

Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?

Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?

Dktum “Islamofobia”. Diktum ini dalam dua dekade terakhir, telah membuat kita tak bisa tidur nyenyak. Islam dan pemeluk nya kerap dipersalahkan, disudut kan, dan dijadikan stempel untuk hal-hal yang destruktif. Islamofobia akan selalu menjelma branding topic yang tiada henti.

Yang paling mutakhir dan berhubungan erat secara sublim dengan tradisi serta situasi keberagamaan kita adalah masalah tuduhan telah hilangnya toleransi, terutama dalam tradisi kehidupan umat beragama, di negeri ini. Tudingan sepihak yang sarat nuansa insinuasi itu muncul di forum tahunan HAM PBB.

Banyak di antara kita yang memiliki keyakinan sama bahwa tudingan itu telah sekian lama menjelma menjadi sebuah mindset di benak mereka, tetapi tengah menunggu justifikasi dari dalam negeri Indonesia sendiri. Laporan seputar Ahmadiyah, pendirian gereja Yasmin, Irshad Manji, dan Lady Gaga belakangan dijadikan alat melegalkan tudingan itu.

Di luar tema-tema itu, belakangan harmoni umat terancam tercabik-cabik lagi gara-gara diterbitkannya sebuah buku yang di beberapa halaman memuat hinaan serta pelecehan membabi buta terhadap Nabi Muhammad SAW. Beruntung aparat kepolisian segera mengambil tindakan dan pihak penerbit menyatakan penyesalan mendalam. Sehingga dengan begitu, kasusnya langusng diproses secara hukum.

Kini, sebagaimana selalu kita yakini akan datangnya kebenaran, terbitnya buku tersebut justru menunjukkan belangnya sendiri bahwa tudingan intoleransi Dewan HAM PBB kepada Indonesia tidak benar karena yang terjadi malah sebaliknya.

Bedanya, kalau tuduhan PBB itu dari dalam Indonesia dibawa keluar, sedangkan buku itu dari luar dibawa ke dalam Indonesia. Sudah barang pasti peristiwa ini secara signifikan telah menyadarkan umat Islam bahwa Islamofobia (kebencian terhadap Islam) memang riil adanya. Tidak bisa dibantah dan akan terus terjadi tiada henti.

Tahun 1963-1964, misalnya, betapa Allah SWT, Alquran, Rasulullah SAW dihujat habis-habisan secara terbuka melalui panggung lembaga kesenian rakyat —dilakukan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), organisasi underbow PKI— yang kemudian melahirkan UU No 1/1965 tentang larangan penodaan agama.

Setelah Orde Lama, di zaman Orde Baru pun pernah terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Seorang pekerja pers pernah menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan ke-11, tepat satu peringkat di bawah namanya sendiri dalam kategori orang yang paling dikagumi.

Di zaman reformasi pun kita menemui, antara lain, usaha gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi agar UU No 1/65 dicabut berdasarkan HAM, sehingga menodai agama tidak dikenakan sanksi hukum. Islamofobia tidak akan hilang sepanjang masa, serta dilakukan secara komprehensif, sistematis, terukur dengan cermat, serta berkualitas sangat tinggi.

Kita perlu menyadarkan umat Islam secara terus-menerus tentang hal ini dengan jalan menyeimbangkan antara prinsip tasaamuh alias toleransi d lam bermuamalah dengan tetap menjaga tingkat kewaspadaan agar kita tidak diadu domba.

Meski masing-masing elemen dalam masyarakat Islam berbeda langkah tetap harus tetap memiliki kesamaan pandang dalam menghadapi persoalan yang akan menjadi warisan abadi kalau tidak ditangani dengan serius ini. Kita membutuhkan langkah aksi-mereaksi.

Tetapi, tentu saja cara mereaksinya haruslah lebih pintar, cerdas, dan tidak gegabah, karena begitu kita salah dalam mereaksi pancingan mereka, karena mereka telah menyiapkan jebakan baru yang lebih menyengsarakan umat dengan tuduhan-tuduhan baru juga.

Terlalu banyak angka untuk dideretkan apakah tudingan itu ditujukan untuk Islam atau semata kepada para pemeluknya. Satu yang pasti, kita akan selalu berdiri di garda terdepan membela kemurnian agama Islam.

Terlebih, aksi serangan Islamofobia bukan hanya menyangkut serangan terhadap ajaran Islam, namun juga pada bidang ekonomi, politik, pendi dikan, dan budaya, serta militer, bahkan membuat disintegrasi dan separatisme di sebuah negara NKRI yang dihuni mayoritas kaum Muslimin.

Bagi mereka menghujat agama merupakan bagian dari HAM, namun sebaliknya kalau kita menolak ateisme dianggap melanggar HAM. Aksioma serta frame pemikiran semacam ini harus terus dibendung. Kalau tidak, lama-lama tudingan itu akan berulang secara berkala pada forum yang sama, sesuai kebutuhan mereka yang terang-terangan membeci Islam dan pemeluknya.

Dalam kaitan mereaksi tudingan dan serangkaian rekayasa buruk mereka terhadap Islam, maka yang paling pen ting untuk mendapatkan perhatian kita semua adalah caranya alias thoriqah. Salah dalam memilih dan menggunakan cara, bisa sangat jauh kita melenceng dari tujuan awal.

“At-Thoriqatu ahammu minal maddah—cara lebih penting dari materi.” Kalau tujuan kita menghindarkan Islam dari tindak pelecehan, maka pantang kita menggunakan cara yang sama untuk menghindar dari aksi penghinaan. Hinaan dibalas dengan hinaan sama dengan melahirkan hinaan-hinaan baru. Apalagi kita meyakini bahwa Islam adalah rahmah bagi semesta alam.

sumber

Saatnya merapatkan barisan menghadapi islamofobia di indonesia
emoticon-Belgia emoticon-Belgia emoticon-Belgia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ladies.hunter01 dan 10 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 06:58
Yg Ada Si rizieq dkk yg fobia thd non Islam emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hudazone dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Lihat 138 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 138 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:00
coba capture, perintah2 apa aja yg harus diamalkan kpd yahudi dan nasrani

ane pingin belajar jadi mualaf mencari hidayah emoticon-Big Grin

perintah2 yg lemah lembut aja dulu emoticon-Big Grin

jangan malu2 tadz @wiskey31 dakwah kelembutan kpd yahudi dan nasrani

emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Diubah oleh mariyah.66.1.11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
v20200917 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 28 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 28 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:01
yg ada qafeerphobia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Skyland999 dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 62 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 62 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:04
Bukan islamophobia, tapi 212phobia emoticon-Wakaka

Gak terima gw 212 disamain dgn islam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ujangcodet dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 53 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 53 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:08
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:08
"jikalau tatapan dapat membunuh"
Ilustrasi TS sangat mengena emoticon-Takut


profile-picture
profile-picture
profile-picture
agandamai dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 31 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 31 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:17
Quote:Original Posted By counter.jihad
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?

Dktum “Islamofobia”. Diktum ini dalam dua dekade terakhir, telah membuat kita tak bisa tidur nyenyak. Islam dan pemeluk nya kerap dipersalahkan, disudut kan, dan dijadikan stempel untuk hal-hal yang destruktif. Islamofobia akan selalu menjelma branding topic yang tiada henti.

Yang paling mutakhir dan berhubungan erat secara sublim dengan tradisi serta situasi keberagamaan kita adalah masalah tuduhan telah hilangnya toleransi, terutama dalam tradisi kehidupan umat beragama, di negeri ini. Tudingan sepihak yang sarat nuansa insinuasi itu muncul di forum tahunan HAM PBB.

Banyak di antara kita yang memiliki keyakinan sama bahwa tudingan itu telah sekian lama menjelma menjadi sebuah mindset di benak mereka, tetapi tengah menunggu justifikasi dari dalam negeri Indonesia sendiri. Laporan seputar Ahmadiyah, pendirian gereja Yasmin, Irshad Manji, dan Lady Gaga belakangan dijadikan alat melegalkan tudingan itu.

Di luar tema-tema itu, belakangan harmoni umat terancam tercabik-cabik lagi gara-gara diterbitkannya sebuah buku yang di beberapa halaman memuat hinaan serta pelecehan membabi buta terhadap Nabi Muhammad SAW. Beruntung aparat kepolisian segera mengambil tindakan dan pihak penerbit menyatakan penyesalan mendalam. Sehingga dengan begitu, kasusnya langusng diproses secara hukum.

Kini, sebagaimana selalu kita yakini akan datangnya kebenaran, terbitnya buku tersebut justru menunjukkan belangnya sendiri bahwa tudingan intoleransi Dewan HAM PBB kepada Indonesia tidak benar karena yang terjadi malah sebaliknya.

Bedanya, kalau tuduhan PBB itu dari dalam Indonesia dibawa keluar, sedangkan buku itu dari luar dibawa ke dalam Indonesia. Sudah barang pasti peristiwa ini secara signifikan telah menyadarkan umat Islam bahwa Islamofobia (kebencian terhadap Islam) memang riil adanya. Tidak bisa dibantah dan akan terus terjadi tiada henti.

Tahun 1963-1964, misalnya, betapa Allah SWT, Alquran, Rasulullah SAW dihujat habis-habisan secara terbuka melalui panggung lembaga kesenian rakyat —dilakukan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), organisasi underbow PKI— yang kemudian melahirkan UU No 1/1965 tentang larangan penodaan agama.

Setelah Orde Lama, di zaman Orde Baru pun pernah terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Seorang pekerja pers pernah menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan ke-11, tepat satu peringkat di bawah namanya sendiri dalam kategori orang yang paling dikagumi.

Di zaman reformasi pun kita menemui, antara lain, usaha gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi agar UU No 1/65 dicabut berdasarkan HAM, sehingga menodai agama tidak dikenakan sanksi hukum. Islamofobia tidak akan hilang sepanjang masa, serta dilakukan secara komprehensif, sistematis, terukur dengan cermat, serta berkualitas sangat tinggi.

Kita perlu menyadarkan umat Islam secara terus-menerus tentang hal ini dengan jalan menyeimbangkan antara prinsip tasaamuh alias toleransi d lam bermuamalah dengan tetap menjaga tingkat kewaspadaan agar kita tidak diadu domba.

Meski masing-masing elemen dalam masyarakat Islam berbeda langkah tetap harus tetap memiliki kesamaan pandang dalam menghadapi persoalan yang akan menjadi warisan abadi kalau tidak ditangani dengan serius ini. Kita membutuhkan langkah aksi-mereaksi.

Tetapi, tentu saja cara mereaksinya haruslah lebih pintar, cerdas, dan tidak gegabah, karena begitu kita salah dalam mereaksi pancingan mereka, karena mereka telah menyiapkan jebakan baru yang lebih menyengsarakan umat dengan tuduhan-tuduhan baru juga.

Terlalu banyak angka untuk dideretkan apakah tudingan itu ditujukan untuk Islam atau semata kepada para pemeluknya. Satu yang pasti, kita akan selalu berdiri di garda terdepan membela kemurnian agama Islam.

Terlebih, aksi serangan Islamofobia bukan hanya menyangkut serangan terhadap ajaran Islam, namun juga pada bidang ekonomi, politik, pendi dikan, dan budaya, serta militer, bahkan membuat disintegrasi dan separatisme di sebuah negara NKRI yang dihuni mayoritas kaum Muslimin.

Bagi mereka menghujat agama merupakan bagian dari HAM, namun sebaliknya kalau kita menolak ateisme dianggap melanggar HAM. Aksioma serta frame pemikiran semacam ini harus terus dibendung. Kalau tidak, lama-lama tudingan itu akan berulang secara berkala pada forum yang sama, sesuai kebutuhan mereka yang terang-terangan membeci Islam dan pemeluknya.

Dalam kaitan mereaksi tudingan dan serangkaian rekayasa buruk mereka terhadap Islam, maka yang paling pen ting untuk mendapatkan perhatian kita semua adalah caranya alias thoriqah. Salah dalam memilih dan menggunakan cara, bisa sangat jauh kita melenceng dari tujuan awal.

“At-Thoriqatu ahammu minal maddah—cara lebih penting dari materi.” Kalau tujuan kita menghindarkan Islam dari tindak pelecehan, maka pantang kita menggunakan cara yang sama untuk menghindar dari aksi penghinaan. Hinaan dibalas dengan hinaan sama dengan melahirkan hinaan-hinaan baru. Apalagi kita meyakini bahwa Islam adalah rahmah bagi semesta alam.

sumber

Saatnya merapatkan barisan menghadapi islamofobia di indonesia
emoticon-Belgia emoticon-Belgia emoticon-Belgia


Di Indonesia sudah mayoritas malah takut kena islamofobia pulak...logika apa pulak ini?...berarti yg mayoritas ini saling fobia terhadap seimin donk..emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Prof.Hembing dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:18
Coba aja liat d kaskus.

Coba liat aja debat gw.
Diubah oleh nontonyukahhh
0 0
0
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:27
Islamofobia, tp yg jadi korban kafir.

Logika islam memang luar biasa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
amis.bau.edan dan 9 lainnya memberi reputasi
9 1
8
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:36
Kinky + Islam = ... ?
















Bombdage. emoticon-Peace
Diubah oleh SimpLord
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agandamai dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:39
Capek juga..
Mending emoticon-coffee
0 0
0
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:41
Quote:Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?


hajar kadrun emoticon-Mad
0 0
0
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:53
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 07:55
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
achaeronis dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 08:07
Kekuatiran orang tolol dan sangat tolol.

Islam itu di jaga allah ..... mau di rusak wahabi atau siapapum islam ya tetap aja jalan.

Mau bukti......

Dulu islam di jalankan oleh wali songo di sini setelah mereka tdk ada islam di jalankan oleh TPQ ....ustad amatir ..... mubalig amatir.... islam ya tetap jalan d sini, walau ada kyai ke kasus walau ada ustad kena kasus .

Islam tetap aja jalan

Gak usah sok islam bth pembelaan siapapun dan apapun.



profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 08:11
disinilah peran MUI (seharusnya), beri edukasi ke ulama2 dan ummat....wong klo terjadi aksi terror memakai nama agama MUI cenderung defensif dan denial kok. Klo ada terror pakai nama agama terus menerus ,ya ini kegagalan MUI kok sbg Organisasi Ulama resmi di Indonesia...citra Islam jadi rusak. Apalagi MUI nya dipimpin orang spt Tengku Zul dan Din Syamsuddin cs....ayolah MUI jujurlah kalau sedang ada yg tidak beres di kalangan ummat dan organisasi kalian...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hbhbhb2008 dan 5 lainnya memberi reputasi
5 1
4
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 08:18
Islamphobia apaan
Dsini yang ada nonislamphobia atau kafirphobia yang ada
Dikit dikit teriak kristenisasi, tutup tempat ibadah agama lain, doyan recokin kegiatan agama lain
Giliran dicounter langsung teriak penistaan agama /islamphobia emoticon-Cape d...
Diubah oleh wen12691
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Skyland999 dan 14 lainnya memberi reputasi
14 1
13
Bukti Islamofobia Juga Terjadi di Indonesia, Sikap Umat?
28-10-2020 08:22
Quote:Original Posted By counter.jihad
Setelah Orde Lama, di zaman Orde Baru pun pernah terjadi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Seorang pekerja pers pernah menempatkan Nabi Muhammad SAW di urutan ke-11, tepat satu peringkat di bawah namanya sendiri dalam kategori orang yang paling dikagumi.

Menempatkan? emoticon-Bingung (S)
Itu polling tabloid Monitor.
Pembaca disuruh memilih "siapa tokoh yang paling dikagumi pembaca".
Jika hasil polling begitu, kenapa dianggap penghinaan?

Quote:Original Posted By counter.jihad
Saatnya merapatkan barisan menghadapi islamofobia di indonesia

Islamofobia?
Yang ada mah Islamofobiafobia.
Ketakutan berlebihan akan adanya Islamofobia di negeri ini.
Hasilnya malah non Islam yang menjadi korban.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia