Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
1411
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f982d74af7e9326e325c5b5/sang-pamomong
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas.
Lapor Hansip
27-10-2020 21:23

SANG PAMOMONG

Past Hot Thread
icon-verified-thread
PROLOG

Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG.
MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh.
Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH.
Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi.
Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas.
Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya.
Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir.
Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong.
Semoga bisa menghibur para reader semua.







Part 1.

Hai...kenalkan, namaku Bayu Satriaji (nama samaran ya..).
Aku biasa dipanggil Aji...
Kadang ada juga yang memanggilku Bayu.
Aku cuma seorang mahasiswa semester 1 yang biasa saja.
Ga ada yang istimewa denganku. Tinggiku cuma 168 cm, dengan berat badan 65 kg, aku termasuk agak berisi...awas...bukan gemuk ya...emoticon-Big Grin

Aku juga bukan seorang mahasiswa yang sangat pandai, tapi juga ga bodoh-bodoh amat.
Yah...standar lah.
Wajah? Menurutku sih, lumayan ganteng....
Ga tau kalo menurut pendapat orang lain.
Aku kuliah di sebuah kampus Swasta di sebuah kota, dan mengambil jurusan Teknik Sipil.
Wah...pinter dong, kan jurusan Teknik tuh...
Enggak juga sih, kebetulan aja diterima di jurusan itu...

Apalagi ya? Oh...iya, aku tinggal di sebuah kost campuran.
Cowok dan cewek jadi satu kostan...tapi ga satu kamar loh..

Itu aja sih, yang bisa aku deskripsikan tentang diriku.
Pacar...gimana? Punya apa kagak?
Weits....jangan salah bre... Biarpun wajah pas-pasan, aku juga punya julukan yang kupilih sendiri.
Yaitu...jomblo akut....hehe.

Cuma satu yang membedakan aku dengan orang lain... Aku punya anugerah bisa melihat makhluk alam lain.
Sebagian orang bilang, bahwa kemampuan seperti itu adalah kutukan.
Tapi, dari guru ngajiku, aku belajar.bahwa setiap yang kita punya adalah anugerah.
Jadi, kemampuan itu kuanggap sebagai anugerah, bukan kutukan.

Emm...satu lagi, aku mempunyai sosok pendamping, yang selalu mendampingi aku sejak aku bayi.
Dan hanya aku yang bisa melihatnya.
Bahkan seorang teman indigo pun, tidak mampu melihatnya.
Itulah sang Pamomong, yang selalu mengasuhku sejak hari kelahiranku.

Aku menyebutnya Nyi Among. Wujudnya, dalam pandanganku adalah seorang wanita berumur kira-kira 40 tahun, dengan wajah yang ramah, dan selalu melindungiku.

Pernah, saat aku SMA, aku dibully oleh teman-temanku karena anugerah kemampuanku yang menurut mereka aneh.
Aku yang agak pendiam, mandah saja dibully. Sakit sih di hati, tapi karena ga punya kemampuan membalas, ya pasrah saja.
Aku yang menerima perlakuan buruk, tapi yang marah besar adalah Nyi Among.
Dengan marah, Nyi Among menampar teman-teman yang ngebully aku.
Efeknya? Mereka yang ditampar Nyi Among sakit parah sampai ga bisa sekolah.
Sudah dibawa ke rumah sakit, tapi tidak ada tanda-tanda membaik.
Karena kasihan, aku minta Nyi Among untuk memaafkan mereka.
Tadinya Nyi Among tak mau memaafkan, tapi setelah aku desak, dia mau juga mengampuni mereka.
Dan setelah diberi ampun, mereka mendadak sembuh total.

Selain Nyi Among, aku juga dikaruniakan sesosok jin penjaga yang bernama Saloka.
Sesosok jin perempuan juga, yang usianya tampak tak jauh beda denganku.
Wajahnya cantik dan ramah...
Dia selalu ikut kemanapun aku pergi, kecuali mandi dan buang air....emoticon-Ngakak

Nyi Among dan Saloka, berteman baik. Saloka sangat menghormati Nyi Among sebagai PAMOMONGKU.

Hmm...aku rasa itulah sedikit gambaran tentangku.

INDEKS
1.prologue & part 1
2.part 2 : Ospek 1
3part 3; ospek 2
4. part 4
5. part 5: teh Desi
6. part 6
7. part 7: dua cewe
8. part 8: asistensi
9. part 9
10. part 10
11. part 11
12. part 12
13. part 13
Diubah oleh beqichot
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dbase51 dan 61 lainnya memberi reputasi
60
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 27
SANG PAMOMONG
28-10-2020 10:05
Mantabemoticon-Jempol
Mejeng di thread barunya TS

Keknya bakalan seru ceritanya, moga lancar nanti updatenya ganemoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
SANG PAMOMONG
28-10-2020 14:35
Thread baru lagiemoticon-2 Jempol
Lumayan bs mejeng di pekiwan emoticon-Cool
Monggo dilanjut gan emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
28-10-2020 21:40

Part 2. Ospek 1

Sebagai Maba, tentunya ga luput dong dari yang namanya Ospek..
Wajib hukumnya bagi Maba untuk mengikuti Ospek Fakultas.
Dengan segala kegiatan yang menurutku sesuatu yang ga penting, selain ajang menonjolkan senioritas.
Sebelum mengikuti Ospek, aku sudah wanti-wanti kepada Nyi Among untuk tidak marah jika aku nanti dilhukum oleh senior. Aku bilang, itu hanya sekedar melatih mental dan kekuatan fisik. Sudah biasa, kataku.
Jangan sampai nanti jika aku dihukum senior, Nyi Among marah dan menghukum senior-senior itu...kan bisa berabe.
Hari pertama di kampus, kami dikumpulkan di aula untuk mendengarkan arahan senior tentang Ospek, dan apa saja yang harus dibawa.

"Duh...banyak banget sih yang mesti dibawa. Aneh-aneh lagi...!" kata seorang maba yang duduk di sampingku.
Seorang cowo yang tampak cuek dengan penampilannya.
"Woi... !" katanya sambil menyolek aku.
"Ada apa ?" tanyaku.
"Hai...aku Dino, kamu...?"
"Oh..aku Aji!"
"Kamu ambil jurusan apa Ji?"
"Teknik sipil... Kalau kamu?"
"Aku di Arsitektur... Kamu nyatet apaan?"
"Yang perlu dibawa pas Ospek. Kamu ga nyatet?"
"Lah...kamu kan nyatet...nanti aku tinggal nyontek punyamu...hehe...!"
"Sip dah... Eh ngomong2 banyak banget nih yang mesti dibeli. Kamu tahu daerah sini ga? Aku bingung nih, mesti beli di mana!"
"Tenang aja bro... Ntar kita belanja bareng!"
"Emang kamu hapal daerah sekitar sini?"
"Enggak....!"
"Yah...bisa nyasar donk nanti!"
"Ga usah khawatir. Aku punya kenalan baru, anak sini. Ntar aku kenalin... Biar kita belanja bertiga!"
"Maba juga?"
"Hu'umz... Pstt catet lagi tuh. Jangan sampai kelewat!"
"Iya...iya...!" sahutku sambil mencatat apa yang dikatakan senior.

Tak lama, usai sudah acara persiapan Ospek. Fyuh..lega.
Usai acara, Dino mengajakku menghampiri seorang maba cewe yang lagi ngobrol dengan temannya.

"Woi...Firda. Kenalin nih temen baruku!"

Seorang cewe dengan rambut sebahu mengulurkan tangannya. Aku menyambutnya..

"Firda...!"
"Aji....!"
"Kenalin nih, temanku Sinta!"

Aku menjulurkan tanganku pada Sinta yang mempunyai rambut panjang.
"Aku Aji...salam kenal!"
"Sinta...!" jawabnya. Suaranya pelan banget...
"Aku Dino...!" kata Dino sambil mengulurkan tangan.

Selesai salam-salaman, Dino mengutarakan niatnya untuk belanja kebutuhan Ospek bareng aku dan Firda.

"Wah...aku dah janjian sama Sinta, mau belanja bareng! Gimana dong?"
"Kami titip aja deh...!" sahut Dino.
"Ogah.... Ribet tahu, bawa barang segitu banyak. Apalagi naik motor!" jawab Firda.
"Gini aja deh...kita belanja berempat...!" usul Dino.
Aku diam saja, ga menanggapi. Dasarnya aku agak ga berani ngomong kalo di depan cewe.
"Gimana ya... Sinta, gimana? Mau ga kalau kita belanja bareng cowo2 ini?"
"Terserah...aku ngikut aja!"
"Ok deal....!" kata Dino senang.
"Kita langsung belanja aja sekarang, dan nanti kita kerjakan bareng-bareng di rumahku!" sahut Firda.
"Oke... Ji, kamu bawa motor?" tanya Dino padaku.
"Enggak... Aku ga punya motor!" jawabku.
"Ga papa, nanti kamu bonceng aku aja!" kata Dino. "Biar Firda sama Sinta!"

Sesudah diputuskan, kami segera berangkat berbelanja bersama.
Capek juga muter kesana kemari buat cari keperluan Ospek.
Syukurlah ada Firda yang hapal dengan jalan-jalan di kota ini.
Akhirnya, lengkap sudah belanjaan kami.
Dan kami segera menuju rumah Firda untuk membuat keperluan ospek
Rumah Firda ga terlalu jauh dari kampus. Katanya, dengan motor, ia cuma butuh 15 menit untuk ke kampus.
Rumahnya termasuk biasa saja, tapi besar dan terkesan kuno.
Mirip rumah-rumah orang jawa jaman dulu. Rumah Joglo.
Kami membuat alat-alat ospek bersama.
Ga terasa, sudah jam 5 sore. Untung semua sudah selesai.

"Fir...udah sore nih. Aku sama Aji pamit pulang dulu ya. Lagian semua udah selesai?"
"Iya... Aku juga mau nganterin Sinta pulang ke kostnya!"

Aku diantar pulang ke kost oleh Dino.
.
"Wah..asik banget kostmu Ji... Kost campur. Wih...bisa liat cewe bening tiap hari nih...!"
"Hehe...lumayan lah. Ga cuma liat batangan doang!"
"Wew...kalo aku kost di sini bakalan betah nih!"
"Pindah aja ke sini!"
"Yo jangan... Aku dah bayar kost buat setahun jew!"
"Dibatalin aja... Minta duitnya balik, trus pindah sini!"
"Ya ga bisa gitu lah... Ntar deh, sekali kali aku nginep di sini. Siapa tahu ketemu jodoh di sini...!"
"Boleh..boleh...!"
"Oke deh...aku balik dulu ya Ji?"
"Sip... Makasih ya atas bantuannya!"
"Ga usah dipikirin ah... Yuk, pulang dulu!"

Aku menunggu sampai Dino pergi, baru masuk kamar.

Hufft...capeknya sehari ini. Aku segera mandi dan menjalankan sholat. Sesudah sholat 'Isya dan makan malam, aku langsung tidur.
Besok mesti berangkat pagi-pagi, biar ga telat buat upacara pembukaan Ospek.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 21 lainnya memberi reputasi
22 0
22
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
SANG PAMOMONG
28-10-2020 21:58
Tandai dulu.....
emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
SANG PAMOMONG
28-10-2020 22:29
Udah dapat kenalan cewek nih, kasih mulustrasinya gan
Diubah oleh indrag057
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
SANG PAMOMONG
28-10-2020 22:38
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ryo14 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
SANG PAMOMONG
29-10-2020 20:12

Part 3. Ospek 2

Hari ini mulai ospek. Aku bangun pagi-pagi...sangat pagi malahan.
Setelah sholat subuh , aku masak mie instant...makanan wajib anak kost...emoticon-Big Grin
Mau cari sarapan di mana jam 5 pagi?
Selesai makan mie instant, aku segera bersiap. Pukul 06.00, ospek akan dimulai.
Ga boleh telat...daripada kena hukuman dari senior.
Aku bergegas menuju kampus yang berjarak 500 meter dari kost-an.
Berjalan cepat setengah berlari, tepatnya.
Sampai di kampus upacara hampir dimulai. Aku segera mencari barisan jurusanku.
Begitu aku masuk barisan, kuhela napas lega. Beruntung tidak terlambat.
Upacara pembukaan Ospek dimulai.
Membosankan....itu pendapatku.
Sambutan Dekan, sambutan panitia ospek, dll.... Aku pura2 menyimak, karena mata senior pada melotot semua seperti mata rajawali mengawasi calon mangsanya.

Akhirnya, upacara selesai... Dilanjutkan acara inti...OSPEK.
Ga perlu diceritakan gimana jalannya ospek hari pertama.
Yang pasti kami dijemur berjam-jam di lapangan.
Diberi tugas-tugas ga masuk akal, dihukum karena kesalahan ga masuk akal....
Serba ga masuk akal sih menurutku.

Istirahat siang... Waktunya makan dan sholat.
Fyuh...setelah setengah harian disiksa, ada juga waktunya bersantai.
Setelah sholat, aku menuju ke kantin untuk makan siang.
Rame banget nih kantin....

"Woi...Aji... Sini!" terdengar suara memanggilku. Aku menoleh mencari asal suara.
Kulihat Dino, Firda dan Sinta di satu meja. Aku membawa makananku ke arah mereka.

"Wah...udah pada habis makanannya!" kataku.
"Iya lah... Kamu aja yang baru datang!" sahut Dino
"Tadi ke mushola dulu. Aku makan dulu ya, keburu waktu istirahat habis...!"
"Sok dah...!"

Sambil makan, aku mendengarkan mereka bercakap-cakap.
Dari percakapan mereka, baru aku tahu kalau Sinta jurusan Arsitek, dan Firda satu jurusan denganku.
Padahal kemarin kami seharian bersama, tapi aku baru ngeh sekarang...emoticon-Cape d...

Makanan habis, waktu juga habis.
Saatnya masuk kamp penyiksaan lagi.

Ospek selanjutnya, para maba disuruh cari tanda tangan senior.
Itupun dibagi, maba cowo, harus cari tanda tangan dari senior cewe.
Begitupun sebaliknya....
Yang muncul di benakku adalah senior cowo bakalan tepe tepe sama maba cewe nih....
Suka suka kalian lah... Yang penting aku mesti segera menyelesaikan tugas, minta tanda tangan 20 senior cewe.
Tapi...tahu kan kalau aku suka grogi di depan cewe?
That"s my big problem guys...emoticon-Cape d...

Aku celingak-celinguk nyari senior cewe yang ga lagi dikerubutin maba cowo.
Ah...itu ada satu orang. Aku berjalan mendekat.
Weits..tunggu dulu... Tampangnya sangar banget. Cantik sih...tapi pasang tampang super duper judes.
Tapi...mau gimana lagi, aku terlanjur mendekat. Aku menarik nafas panjang dan menenangkan diri.

"Permisi mbak...!"
"Hmm...ada apa?"
"Maaf, saya mau minta tanda tangan kakak!"
"Buat apa?" tanpa memandangku, dia mengajukan pertanyaan.
Sombong banget ni cewe, pikirku.
"Tugas ospek mbak!"
"Baik, tapi tolong belikan dulu air mineral di kantim, baru aku tanda tangan!"
"Siap mbak... !" secepat kilat aku menuju kantin untuk membeli air mineral.
Aku segera kembali ke tempat cewe tadi.

"Ini mbak, air mineralnya!"
"Terima kasih... Mana bukunya, biar aku tanda tangani!"
Aku menyerahkan buku ospekku padanya.
Dibolak-baliknya bukuku, dan ada raut terkejut di wajahnya.

"Bayu Satriaji?"
"Iya Mbak?"
"Dari kota Xxxxx?"
"Iya mbak?"
"Dari kelurahan mana?"
"Kelurahan ini mbak!"
"Kenal dengan Pak Zaidi Abidin?"
"Beliau ayah saya mbak...!"
Cewe itu menatapku dengan melotot....

"Kamu Bayu anaknya pak Zaidi? Yang bekerja di Dinas Pertanian?"
"Benar mbak...! Mbak kok kenal sama ayah saya?"
"Oalah.....Bayu..bayu, sudah mahasiswa kamu sekarang ya? Pak Zaidi adalah paklikku. Jadi kamu masih adik sepupuku!"
"Heh...apa bener mbak?"
"Iya... Kamu masih ingat nggak, waktu ibu kamu meninggal, siapa yang menghibur kamu semalaman?"
"Mbak Dinda?"
"Iya... Aku sampai pangling, kamu sudah besar begini, dan kuliah sekampus pula!"
"Iya mbak... Aku juga pangling sama Mbak Diana. Gimana kabar pakdhe dan budhe?"
"Alhamdulillah sehat. Paklik juga sehat kan?"
"Alhamdulillah mbak...!"

Ga nyangka, malah ketemu saudara di sini. Memang kami sudah sangat lama tidak bertemu. Kata bapak sih, Pakdhe bertugas di luar pulau. Terakhir aku ketemu keluarga Pakdhe, ya waktu ibu meninggal
Ternyata mbak Dinda juga kuliah di sini.
Akhirnya kami ngobrol sampai lama.

"Eh mbak...aku mesti ngumpulin tanda tangan nih!"
"Tenang aja, biar aku yang mintakan. Kamu tunggu di sini aja!" kata mbak Dinda sambil beranjak pergi.
Cuma butuh waktu 15 menit, komplit sudah tugasku.
Inilah gunanya saudara..emoticon-Big Grin

Aku mengumpulkan tugasku, setelah berjanji untuk main ke kost mbak Dinda setelah ospek selesai.

Senang rasanya bertemu saudara di perantauan. Serasa tidak sendirian di kota orang....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
29-10-2020 20:50
Mantab nih, setelah kemaren dapet kenalan cewek, eh sekarang malah ketemu ama saudara
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
SANG PAMOMONG
30-10-2020 01:13
Wah.. nemu yang baru nih..
Titip sandal swalo..
emoticon-Ngakak

Lanjut bre..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 14 balasan
SANG PAMOMONG
30-10-2020 02:37
Koq bs sampai gk mengenali saudara....
Sepupu lagi.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
30-10-2020 20:29

Part 4

Ospek sudah selesai. Dilanjutkan dengan makrab.
Makrab diadakan di lereng Gunung Lawu.
Ga ada yang istimewa dari acara makrab, kecuali banyaknya yang jadian.
Antara senior dan maba, atau maba dengan maba.
Aku?
Masih setia dengan status jomblo akut yang kupunyai....emoticon-Cape d...
Mungkin ga ada cewe yang suka sama aku ya?
Padahal, aku kan ganteng enggak, jelek juga iya....emoticon-Big Grin
Tapi untunglah, aku punya teman seperti Dino, Firda dan Sinta.
Jadi ga kesepian saat makrab berlangsung.
Aku lihat sih, kayaknya Dino tertarik sama Firda.
Kalau Sinta susah ditebak...orangnya pemalu.
Firda sendiri, kayaknya naksir aku....emoticon-Ngakak. Fitnah itu mah....jangan dipercaya. Cuma khayalan jomblo yang ngenes.
Firda tampaknya maaih biasa aja sih, masih belum kelihatan pergerakannya....susah sitebak juga.
Apa memang makhluk yang bernama cewe itu susah ditebak ya?

Atau aku yang kurang bergaul dengan cewe?
Nah...ada gosip juga nih... Katanya aku pedekate dengan mbak Dinda.
Wuah...gosip ngawur. Mentang-mentang aku sering ngobrol.dengan mbak Dinda, dikiranya lg pedekate.

"Aji, katanya kamu lagi pedekate dengan mbak Dinda ya?" tanya Sinta saat kami kebetulan lagi berduaan.
"Ah...siapa yang bilang?"
"Banyak kok yang bilang...?"
"Ngawur itu. Mbak Dinda itu kakal sepupuku, anak dari pakdheku!" kataku menjelaskan.
"Oh...begitu. Aku kira kamu lagi pedekate!"
"Ya enggak lah... Kita dah lama banget ga ketemu, karena ortunya dinas di luar pulau. Aku juga ga nyangka kalau mbak Dinda kuliah di sini juga.'
" Wah, senang ya ada saudara di sini?"
"Iya lah... Bisa buat teman ngobrol.atau curhat? Eh...kalau kamu dari mana asalnya Sin?"
"Aku dari Jawa Barat!"
'Wah...jauh juga ya?"
"Ga juga... Kan banyak juga yang dari luar pulau!"
"Iya juga. Kamu kost di mana?"
"Di deket kampus kok. Kapan-kapan mampir lah kalau sempat?"
"Ga dimarahin yang punya kost kalau ada cowo yang main.ke kost?"
"Enggak, asal ga lewat jam 9 malam."
"Woi...asik amat ngobrol di sini, ga ajak-ajak lagi. Dicariin muter-muter, ternyata mojok di sini!" Dino tiba-tiba muncul di samping kami.
"Siapa.yang mojok sih?" sanggahku.
"Lha ini, cuma berduaan...!"
"Ga sengaja, tadi aku nyariin kamu ga ketemu. Malah ketemu Sinta. Ya udah, ngobrol daripada BT."
"Tadi lagi ada urusan darurat... BAB....emoticon-Ngakak!"
"Woo...sontoloyo, makanya dicariin ga ketemu!"
"Emm...Firda dimana Din?" tanya Sinta.
"Tadi aku lihat lagi ngumpul di depan sana!"
"Oh... Makasih, aku nyari Firda dulu ya?" pamit Sinta.
Sinta segera pergi meninggalkan aku dan Dino.

"Wah...kayaknya Sinta ada hati sama.kamu Ji!"
"Halah, sok tahu ah...!"
"Beneran deh... Aku ngerasa, dia naksir sama kamu!"
"Sotoy ah.. Lagian, apa yang bisa buat Sinta suka sama aku? Ganteng enggak, ga punya motor, ga punya apa-apa!"
"Wih..cinta ga memandang itu semua bro...!"
"Trus mandang apa dong?"
"Isi dompet....hahaha!"
"Semprul....!"

Asiknya berteman sama Dino.ya gini ini, suka banget bercanda. Bikin aku selalu gembira jika bersamanya.
Apakah aku jatuh cinta pada Dino?
Ih...amit amit jabang bayi.... Emangnya eike cowo apaan...??? emoticon-Hammer2

Usai makrab, kami libur dua hari.
Setelahnya, dimulailah kuliah perdana.
Asli deg deg-an guys. Baru pertama kuliah nih. Aku sering dengar, katanya ada dosen killer di kampus.
Wah...semoga aku ga diajar sama dosen ini...
Serem kan kalau ketemu dosen killer.
Karena masih maba, kami mengambil mata kuliah wajib. Jadi ya, sering ketemu dengan Firda yang satu jurusan denganku. Kadang bahkan sekelas. Yah..sementara cuman Firda yang aku kenal.
Aku agak kurang bisa bergaul dengan orang yang belum.aku kenal.

Tapi suatu ketika ada seorang cewe manis yang menyapaku.
Wah....kejutan ini.
Ternyata ada sebabnya dia menyapaku...karena dia melihat Saloka di sampingku.
Wah...indigo rupanya dia...

"Hai...jin pendampingmu cantik!" katanya.
"Eh...kamu bisa lihat dia?"
"Iya, aku punya kemampuan melihat makhluk ghaib!"
"Wah...sama kita. Tapi kok aku ga bisa lihat pendampingmu?"
"Aku ga punya pendamping kok. Oh iya...kenalin, namaku Azizah! Panggil saja zizah!"
"Aku Aji...panggil aja Aji!"
"Kamu jurusan Sipil?"
"Iya...! Kalau kamu?"
"Aku jurusan Informatika."
"Lah...kok nyasar sampai kemari?"
"Penasaran sama kamu dan jin pendampingmu!"
"Oh...ga ada kuliah po?"
"Ada, sejam lagi!'
"Oh...kalau gitu aku tinggal dulu ya, aku ada kuliah sekarang..!"
"Oke...selamat belajar!"

Ah...lumayan, dapat 1 kenalan lagi.
Kemajuan....hehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
SANG PAMOMONG
30-10-2020 21:16
Udah ane subcribed emoticon-Toast and 5 star rated ya, gan..emoticon-Rate 5 Star
Btw, dibikinin index nya dong, ganemoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
SANG PAMOMONG
31-10-2020 12:10

Part 5.. Teh Desi

Huft...sampai kost juga akhirnya.
Begini nasib anak kost yang gq punya moda transportasi.
Jalan kaki stengah kilometer, di tengah terik matahari sungguh menyiksa.
Tubuhku brrsimbah peluh hingga terasa lengket di badan. Mesti mandi ini sih..
Selesai membyka sepatu dan menyimpannya, aku membuka kunci kamar lalu mengambil handuk.
Segera mandi...udah ga tahan sama lengketnya keringat dan bau badan.
Baru selesai mandi, ada teriakan munta tolong yang kudengar.
Aku menyambar handuk untuk membungkus tubuhku dan segera lari menuju arah suara.
Di tempat itu sudah berkumpul sebagian anak kost yang aedang ada di kost-an.

"Ada apa mas Didit? Kok rame banget?" tanyaku pada Didit, yang tinggal di kamar sebelahku.
"Itu, Desi kesurupan!"
"Apaa....kesurupan?" teriakku.

Mendengar teriakanku, beberapa pasang mata menoleh memandangku.
Tapi mereka lantas tersenyum dan ketawa setelah melihatku.
Apa sih yang lucu dariku?
Aku melihat diriku... Astaghfirullah...ternyata aku hanya berbalut handuk sehabis mandi tadi.
Duh...malunya... Aku segera kabur ke kamarku dan memakai pakaian.
Wajahku pasti mirip udang goreng saat itu.
Malu banget guys.....emoticon-Malu
Usai berganti pakaian, aku menhampiri kamar Teh Desi yang katanya kesurupan tadi.
Beberapa cewe melihatku sambil tersenyum geli... Asli malu banget.
Tapi rasa penasaran yang besar membuatku mengesampibgkan rasa malu itu.
Segala yang berhubungan dengan makhluk astral memang sangat menarik perhatianku.
Aku merangsek maju, unruk melihat kejadian di kamar teh Desi.
Tampak Teh Desi dipegangi oleh 2 orang anak kost cowo. Teh Desi meronta-ronta sambil terus menggeram marah.
Busyet...tenaga orang kesurupan kuat juga ya?
Dengan sebuah kibasan, 2 orang yang memegangi Teh Desi terlempar...
Uh...pasti sakit tuh...

"Eh...panggil ustadz atau siapa saja yang bisa mentembuhkan orang kesurupan!" teriak Didit sambil menahan sakit akibat kejatuhan teman kost yang terlempar.
"Mau cari dimana? Kita kan ga tau daerah sini!"
"Di dekat masjid ada pak Kyai, coba kalian ke sana.

Seorang cowo segera menuju motor dan bergegas pergi. Tak lama, dia datang bersama seorang Kyai setengah tua.
Pak Kyai mendekati Teh Desi dan tampak membaca ayat-ayat suci.

" Huaahahaha....siapa kau berani menggangguku?" teriak Teh Desi dengan suara parau.
"Kau keluarlah dari tubuh anak gadis ini!" kata pak Kyai.
"Huahaha...tidak mau. Gadis ini adalah milikku!"
"Lepaskan dia, atau akan kuhancurkan dirimu!"
"Huahaha...apa kamu mampu..huahaha!"

Pak Kyai tetap renang. Beliau membaca do"a untuk mengusir makhluk astral itu.

"Ah...panas...panas....huahahaha...tapi bo'ong...!"
Wah...demit gaul ini mah..
Pak Kyai terus menerus membaca ayat ayat suci unruk mengusir Jin itu, tapi tampaknya jin itu cukup kuat juga.
Aku memanggil Saloka, dan menanyakan, apakah dia mampu mengusir jin yang merasuki Teh Desi? Dan ternyata menurut Saloka, dia masih sanggup.
Akupun menyuruhnya untuk membantu pak Kyai supaya dapat mengusir jin itu.
Saloka segera bertindak, sementara Pak Kyai maaih terus membaca ayat suci.

"Huahaha...siapa kamu berani mengusirku?"
"Aku Saloka... Aku akan mengusirmu. Pergilah...atau aku musnahkan dirimu?"
"Huahaha...kamu ga akan bisa mengusirku!"
"Kita lihat saja..." kata Saloka sambil melancarkan serangan pada makhluk itu.

Orang awam melihat Teh Desi bergerak-gerak seperti bersilat...padahal jin itu sedang melayani serangan Saloka.
Dengan gerakan cepat, Saloka mencecar jin itu dengan serangan-serangan yang keras.
Lama-lama jin itu keteteran juga, hingga satu saat, Teh Desi jatuh terduduk dan menyembah-nyembah.

"Ampun...ampun..aku tidak kuat lagi. Aku akan pergi!"

Jin itu keluar dari tubuh Teh Desi dan segera pergi menembus atap.

Tampak Teh Desi mulai tersadar..dan bingung melihat dirinya dikerumuni banyak orang.
Aku beringsut pergi dari situ...masalah sudah selesai.
Saatnya istirahat siang...tapi sholat dulu...hehe.
Hampir lupa...gara-gara kejadian barusan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 21 lainnya memberi reputasi
22 0
22
SANG PAMOMONG
31-10-2020 21:31
Kesian pak Kyainya, diledekin ama jin gaul
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
SANG PAMOMONG
31-10-2020 22:26

Part 6

Aku terbamgun saat mendengar adzan Ashar.
Wah lumayan lama juga aku tertidur...untung ga ada kelas sore.
Aku segera bangun, mandi dan sholat.
Selesai sholat, aku berencana mencari makan.
Laper nih..dari siang tadi belum makan.
Baru saja membuka pintu, aku dikagetkan dengan seseorang yang berdiri di depan pintu.

"Eh...mbak Dinda. Dah dari tadi mbak?"
"Barusan aja kok!"
"Kok tahu kamarku?"
"Tadi nanya sama temenmu!"
"Ayo masuk mbak...!" kataku sambil membuka pintu lebih lebar.
Mbak Dinda masuk dan menyerahkan sebuah bungkusan padaku.

"Ini apa Mbak?"
"Nasi padang, kebetulan tadi lewat warung padang!"
"Wah...makasih, tahu aja mbak kalo aku lagi kelaparan!"
"Segera dimakan gih...!"
"Lha..mbak Dinda ga makan?"
"Udah tadi.... Kamu makan aja!"

Akupun segera memakan naai itu.
Wah nikmatnya... Mungkin karena lapar, jadi terasa sangat enak.
Selesai makan, aku ngobrol dengan mbak Dinda.

"Ada perlu apa mbak Dinda datang kemari?"
"Ga ada apa-apa kok. Pengin main aja... Gimana, betah tinggal di sini?"
"Betah mbak... Walaupun kadang kangen sama Bapak dan adik-adik!"
"Nanti juga terbiasa. Kamu kan baru sekali ini jauh dari mereka. Wajarlah, kalau maaih homesick."

Kami ngobrol kesana kemari, tentang masa kecil kami, dan pengalaman kami saat terpisah lautan.
Senang rasanya ngobrol dengan saudara, apalagi yang sebaik mbak Dinda.
Saat asyik mengobrol dengan mbak Dinda, Didit mengetuk pintu kamar.

"Eh..sorry, lagi ada tamu ya?" kata Mas Didit.
"Ga papa mas... Ini saudara sepupu aku kok! Ada apa mas?"
"Ga papa sih, cuman mau minjem casan hp kalo lagi ga dipakai. Cas aku rusak!"
'Bisa mas...kebetulan hpku tadi udah aku charge. O iya...kenalin dulu nih kakak sepupuku. Namanya Mbak Dinda! Mbak, ini teman samping kamar, namanya mas Didit!"

Mereka saling bersalaman dan basa basi sejenak.
Setelah aku memberikan casan hp, mas Didit pamit mau ngecharge hpnya.

"Ji, mbak pulang ke kost dulu ya, dah hampir maghrib ini!"
"Iya mbak. Makasih banget lho nasi padangnya!"
"Iya sama-sama... Jangan lupa, kapan-kapan main ke kost mbak.. Tapi chat dulu kalo mau main ke sana!"
"Siap mbak...!"

Aku mengantarkan mbak Dinda sampai gerbang kost.
Ternyata mbak Dinda bawa motor buat ke sini.

"Mbak balik dulu ya, assalamu'alaikum!"
"Iya mbak, wa'alaikummus salam!"

Setelah mbak Dinda pulang, aku kembali ke kamar..
Di perjalanan menuju kamar, seseorang menegurku..

"Cie..cie...yang barusan diapelin pacarnya..!"
"Eh..mbak Kiran... Bukan pacar mbak, dia kakak sepupuku."
"Oh..maaf, aku kira pacarmu...!"
"Ga papa mbak... Aku ke kamar dulu ya mbak?"
"Iya...!"

Aku melanjutkan perjalanan menuju kamar. Saat aku melewati kamar mas Didit, dia memanggilku.

"Dari mana Ji?"
"Abis nganter mbak Dinda ke depan!"
"Wah...cantik banget kakak sepupumu. Udah punya pacar belum ya?"
"Ga tahu juga mas... Belum pernah nanya!"
"Coba deh tanyain... Kalau belum aku kan bisa pdkt...hahaha!"
"Coba nanti mas. Aku ke kamar dulu ya mas?"
"Iya... Eh Ji, jangan keseringan ngerem di kamar. Kadang-kadang ngumpul dong ama kita-kita!"
"Iya Mas... Insya Allah...!" jawabku sambil beranjak menuju kamarku.

Dalam kamar aku berpikir, betul juga kata mas Didit. Aku memang hapal semua yang kost di sini, tapi aku jarang gabung dengan mereka.
Perasaan minder selalu menghantuiku kalo ingin gabung ngobrol dengan mereka semua.

"Kamu memang harus mulai sosialisasi Nak!"
Aku menoleh ke arah datangnya suara. Tampak nyi Among berdiri di depanku.
Aku akhirnya ngobrol dengan beliau, tentang cara bersosialisasi dengan teman kost.
Nyi Among terus mendorongku untuk bersosialisasi.
Mungkin beliau kasihan melihatku yang selama ini selalu menyendiri.
Akupun bertekad untuk berubah..menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Diubah oleh beqichot
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
01-11-2020 06:19
Asik cerita nya gan....

Ngekost juga ya...emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
01-11-2020 22:43

Part 7: Dua Cewe

Aku berjalan menuju gedung jurusanku, saat ada yang memanggilku.

"Aji...!"
"Aji...!"

Aku celingukan..mencari sumber suara yang aku tahu keduanya cewe.
Dan benar saja, Zizah dan Sinta yang memanggilku dan menghampiriku.
Saat mereka berdua dekat denganku, mereka saling bertatapan satu sama lain.

Kurasakan ada aura ketegangan di antara mereka.
"Eh...kalian. Sinta, kenalin...ini Azizah dari Informatika. Zizah, ini Sinta dari Arsitektur."

Keduanya masih diam saling menatap.
"Woi...!" teriakku.
Keduanya tersentak kaget dan tampak salah tingkah.
Ah ..kuambil saja tangan mereka berdua, dan aku tautkan seperti orang bersalaman.

"Zizah...!"
"Sinta..!"

Mereka buru-buru melepaskan tangan maaing2.

"Oke...ada apa kalian mencariku?"
"Eh...nanti aja, aku WA... Sekarang aku ada kelas. Bye Aji...bye Sinta!" kata Zizah sambil berlari pergi.

"Nah...kamu kenapa manggil aku?"
"Emm...aku...aku... Maaf, aku ada kelaa juga. Bye Aji...!" Sinta juga segera menuju kelasnya.

Aku geleng-geleng kepala melihat kejadian itu. Cewe memeang susah dipahami...

Aku langsung menuju kantin, sarapan dulu. Kelasku mulai 1 jam lagi. Laper nih, belum sarapan.

Di kantil ternyata ada Firda yang juga lagi sarapan.

"Woi ..Aji... Sini!"
"Ada apa Firda?"
"Kamu mau sarapan juga?"
"Iya...!"
"Pesen gih...trus duduk di sini!"
Aku segera memesan lontong sayur dan teh manis, lalu kembali ke meja tempat Firda makan.

"Tumben makan di sini Fir... Ga dimasakin di rumah?"
"Lagi ga selera makan di rumah nih. Pengin suasana baru aja, jadi ya sarapan di kantin aja!"
"Oh...!"
Pesananku datang, aku segera melahapnya.
"Kita ada kelas setelah ini kan?"
"Iya.. Matkul Mekanika Rekayasa... Ga ada tugas kan ya?" tanyaku.
"Seingatku sih ga ada. Gimana tadi, asik ya dideketin 2 cewe cantik?"
"Lho..kamu kok tahu?"
"Aku lihat kok. Kayaknya Sinta dan cewek itu naksir kamu deh Ji!"
"Halah...baru kenal berapa lama sih, pake naksir segala?"
"Duh ..ni anak dibilangin ga percaya!"
"Ya enggak lah... Mungkin tadi mereka ada perlu sama aku."
"Ya sudahlah kalo ga percaya...!
Kamu tertarik ga sama Sinta atau.cewe itu tadi?"
"Zizah maksudmu?"
"Oh...zizah namanya? Gimana? Siapa yang paling menarik buatmu?"
"Semua menarik kok. Sama-sama cantik dan manis...hehe!"
"Pilih salah satu dong!"
"Ah...buat apa? Biar milih salah satu, kalau yang dipilih ga mau, ya percuma lah!"
"Kalau dua-duanya mau, milih mana?"
"Ah .sudah lah. Masalah gitu kok dibahas. Siap-siap masuk yuk... Dah hampir masuk nih!"
"Huu...mengalihkan percakapan. Ya udah deh...yuk!"

Kami jalan bersama menuju kelas kami.
Kuikuti kuliah hari itu dengan sebaik mungkin. Masalah dengan dua cewe tadi dah terlupa.
WA dari Azizah? Huahaha...mana mungkin dia WA, wong nomer wa ku aja dia ga tahu...

Selesai kuliah 3 sks itu, aku segera balik ke kost. Tapi masih siang gini mau ngapain di kost-an. Lagian kost juga pasti sepi. Bisa gabut nih di kost-an.
Aku coba hubungi Dino, tapi katanya sejam lagi ada kelas.
Hubungi mbak Dinda, ga nyambung mulu. Mungkin masih kuliah dia.
Terpaksa deh ..kembali ke kost.
Gabut ..gabut deh...

Sampai di kamar, beneran gabut.
Aku memanggil nyi Among, untuk bercakap-cakap.

"Ada apa nak?" sapanya lembut.
"Nyi, tadi aku kan......!" kataku menceritakan kejadian di kampus tadi. Tentang apa yang Firda omongin. Tentang 2 cewe yang memanggilku.

Nyi Among dengan seksama mendengarkan curhatku.

"Kalo menurut ibu, kamu berteman dulu saja dengan semuanya. Baru nanti jika salah satu dari mereka kamu anggap cocok, nah jadikan pacarmu!"
"Tapi nyi, aku kan suka malu kalo sama cewe!"
"Ya.. Kamu harus lebih berani. Ibu lihat, kamu sama Firda kalau ngobrol biasa aja, ga malu-malu."
"Ya itu kan karena Firda pandai mencari topik, sehingga aku terbawa juga!"
"Nah, sekarang kamu yang harus lebih aktif dalam percakapan. Cari bahan ngobrol, tentang hobi atau apa lah. Biar obrolan bisa lancar!"
"Masih bingung Nyi..!"
"Nanti lama-lama juga biasa. Jangan rendah diri, karena setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Nah..sudah Adzan tuh. Sana sholat dulu!"
"Iya nyi...!"

Aku beranjak menuju kamar mandi dan mengambil wudhu, lalu sholat Dzuhur.
Setelah sholat, perasaan terasa lebih tenang.
Daripada bingung mau ngapain, aku memutuskan untuk tidur siang saja lah, sambil nunggu sore.
Aku menyetel album mp3 di hp sebagai pengantar tidur.
Musik klasik sepertinya cocok nih...
Lantunan musik klasik terasa mendayu-dayu...mengantarku terbang ke alam mimpi .
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 22 lainnya memberi reputasi
23 0
23
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
SANG PAMOMONG
01-11-2020 23:54
Lanjut gan.. emoticon-Blue Guy Cendol (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
02-11-2020 08:23
Bagus nish..semangat uodatenya.....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
SANG PAMOMONG
02-11-2020 09:37
Enak dong gan.....
Udah gede msh ada yg momong....emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 27
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
asu-ajag-pegunungan-tepus
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
B-Log Personal
namimaa--namimii
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia