Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
1662
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f83e52610d2957b3744d9f2/son-of-the-rich-reborn
Lembaran pertama - Kota Malang Bokap gua kerja di salah satu perusahaan asing penambang emas di pulau sumbawa sedangkan nyokap mempunyai beberapa butik dan bisnis makanan yang cukup besar di kota kelahiran gua. dan Perkenalkan nama Gua adrian, anak semata wayang dua sejoli yang bertemu saat bermitra bisnis 25 tahun yang lalu. Gua lahir ke dunia dengan sebuah pengharapan yang besar. Karena untuk m
Lapor Hansip
12-10-2020 12:09

Son of the Rich (Reborn)

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Son of the Rich (Reborn)


Quote:Lembaran pertama - Kota Malang

Bokap gua kerja di salah satu perusahaan asing penambang emas di pulau sumbawa sedangkan nyokap mempunyai beberapa butik dan bisnis makanan yang cukup besar di kota kelahiran gua. dan Perkenalkan nama Gua adrian, anak semata wayang dua sejoli yang bertemu saat bermitra bisnis 25 tahun yang lalu. Gua lahir ke dunia dengan sebuah pengharapan yang besar. Karena untuk mendapatkan Gua, orang tua gua harus menunggu lebih dari 5 tahun.

Hidup serba ada bahkan terlalu berlebihan, pakaian serba bermerk gadget yang selalu menemani gua setiap saat dan mobil yang selalu menemani gw kemana aja, semua itu cukup membutakan gua seperti apa arti dari sebuah perjuangan hidup. Jujur, gua
ga pernah merasakan rasanya mengumpulkan uang sendiri bahkan hanya untuk membeli sepeda yang gua pengen. ketika mata ini melihat sebuah benda menarik, maka nyokap gua akan bilang, "Adrian Mau?" dan sorenya barang itu sudah ada di rumah. Gua paham nyokap ingin sekali membuat gua bahagia tapi kadang gua merasa ga bisa menikmati hidup ini dengan baik. Dengan Uang mungkin kita bisa bahagia, tapi kita tidak bisa membeli kebahagiaan dengan uang.

Super Duper Over Protektif
itulah hal yang bisa gua simpulkan tentang keluarga gua. Walau Gua hanya bertemu mereka saat weekend saja tapi kalau sudah menyangkut tentang masa depan gua, mereka akan melupakan semuanya dan menitik beratkan fokusnya ke gua.

Gua bukan orang yang bodoh, gua selalu mendapat peringkat 1 dari Sekolah dasar hingga sekarang, tentu kecerdasan gua turun dari bokap dan nyokap. Mereka adalah dua sejoli yang sangat ideal, mereka sama sama pintar dan mereka adalah 2 manusia yang diberikan paras yang cantik dan tampan oleh tuhan , alhasil semua kelebihan itu menurun ke gua.

Untuk urusan masuk sekolah, Orang tua gua selalu sangat hati hati. Saking hati hatinya, Gua bahkan sudah diterima di sekolah menengah atas sebelum gua menjalankan tes masuk. Apalagi lagi kalo bukan karena bokap gua menghubungi kepala sekolah yang merupakan teman lamanya, padahal gua sangat yakin, gua tetep bisa masuk tanpa bantuan mereka. Waktu itu gua marah besar tapi orang tua tetaplah orang tua, mereka selalu ingin anaknya bahagia apapun caranya.

Ketika para siswa sibuk mencari PTN dengan mengikuti berbagai macam Bimbingan Belajar, gua dengan begitu Mudah mendapat tiket masuk disalah satu PTN terbaik di indonesia, tentu sudah bisa ditebak , semua ini karena bokap gua. Untuk kali ini gua memutuskan untuk berontak, tak ingin lagi rasanya gua mengunakan kekuatan orang tua gua buat ngelakuain semuanya.

Hanya berbekal baju yang gua masukin ke Tas Ransel, serta Dompet yang berisi hanya beberapa uang lima puluh ribuan dan ATM yang entah berapa isinya dan ijazah SMA. Gua menuju terminal Bus, mencari loket tiket yang berangkat hari itu juga, Gua memutuskan naik Bus karena Beberapa orang di bandara mengenal Gua. Satu persatu Loket tiket gua datangi, mancari bus-bus yang bisa segera berangkat, menuju Jogja, solo surabaya, bandung, atau entahlah, yang penting gua harus segera pergi dari pulau yang gua diami 17 tahun terakhir, Lombok.
Hanya Tiket Mataram~malang yang ada untuk keberangkatan 1 jam lagi, yang akhirnya diputuskan mungkin gua harus pergi ke malang, 1 jam lagi bus tiba, dan ini pertama kalinya gua harus jauh dari kedua orang tua gua.

NEXT

Sekitar Pukul 4 pagi, bus sudah tiba di sebuah terminal kota malang, ada nuansa berbeda yang gua rasakan di sini. Hawa yang lebih dingin dan tentu perasaan gua yang ga menentu akibat ulah gua ini. Mungkin bokap nyokap gua lagi panik di rumah, ada sedikit rasa bersalah dalem diri gua tapi semoga surat yang gua tulis bisa membuat nyokap gua agak lega.
Ponsel gw sempat berbunyi saat gua menyebrang dari bali ke banyuwangi. Mungkin 10 kali atau 20 kali atau mungkin lebih, dan semua adalah misscall dari nyokap gua. Tanpa pikir panjang ponesl itu gua buang ke laut, beberapa saat kemudian gua sedikit menyesal, kenapa harus gua buang, kenapa ga gua kasih ke orang agar lebih bermanfaat, mungkin ini hasil dari didikan manja orang tua gua, semua jadi serba mudah.

Uang di dompet gua udah kosong melompong untuk membeli tiket dan beli makanan di jalan. Gua mencoba mengelilingi Terminal arjosari untuk mencari ATM di deket sana. Hampir 10 menit gua lalu lalang lalu akhirnya gua bisa bernafas lega, ternyata ATM tidak terlalu jauh dari tempat gua turun tadi. Setelah mengambil beberapa juta dari mesin ATM setelah menarik uang sebanyak 2 kali,
Gua mengambil kertas struk yang sudah gua buang ke tempat sampah tadi. Saat gua mengecek nominalnya sebuah angka 1 dan ada 8 digit angka mengikutinya dibelakang, waw... sebanyak inikah uang yang dikirimkan bokap Gua selama ini, setahuku ATM ini diberikan saat ujian nasional kemarin, gua meminta uang hanya buat perpisahan dengan teman teman kelas gw. "Pa ini terlalu banyak".....

Gua masih berdiri di depan ATM. Gua sedang berfikir untuk segera mencari kendaraan untuk menuju kampus-kampus yang ada di kota ini, yang pertama terfikirkan adalah taxi tapi beberapa saat kemudian gua menghapus jauh jauh fikiran itu, gua harus hidup sederhana dan pilihan gua jatuh ke angkot. Mungkin karena gua terlalu fokus menyusun rencana , gua ga sadar bahwa ada seseorang di dekat gua, dari perawakannya dia masih seusia gua, dan dia seorang cewek.

"Mahasiswa baru juga?"

Gua celingak celingkuk mencari siapa yang diajak ngobrol cewek ini.

"Gua bukan indigo yang ngomong sendiri, gua ngomong sama elo" tanya cewek itu sedikit tersenyum melihat kebingungan gua.

"Oh Maaf, maaf. gak kok, eh ya."

Gadis itu lalu tertawa kecil melihat kebingungan gua. Ia sepertinya sudah berdiri di depan ATM sejak gua datang tadi. mungkin dia sedang bosan menunggu.
"Ya atau ga?" pancingnya.

"Gak, gua baru mau tes" jawab gua jujur, walau gak tahu harus tes dimana.

"Oalah, mau ikut tes mandiri toh"

"Mungkin begitu"

"Mungkin?" cewek itu mengerutkan dahu lalu dia tersenyum lebar melihat gua.

"Elu lucu ya, kok kayak linglung gitu" sambungnya.

"Makasih" jawab gua ragu.

"Itu bukan pujian loh"

"Oh maaf" jawabku ragu.

"Hahaha, Bercanda kok,emang elo mau kemana?"

"Kampus" jawabku ragu.

"Kampus apa? kan di sini ada puluhan kampus"

"Yang ada di malang"

"kan memang kita kan lagi dimalang"

"Yang deket deket aja mungkin" jawabku ragu. bodohnya aku gak cari referensi sebelum datang ke sini"

"hahaha... deket dari mana, kamu lucu ya"

"Gua harus bilang makasih atau maaf nih?" takut itu malah hinaan.

"Apa aja deh, kenalin nama gua Friska. Gua mahasiswa baru di Universitas Wijaya" dia mengulurkan tangannya untuk menjabat.

"Gua Adrian.. mmm mantan anak SMA " Jawab gua seraya menjabat tangannya.

"hahaha... ada ada sih aja elo"
"elo ngambil apa di Wijaya?"

"Gua?, Biologi"

"Biologi? mmm belajar biologi seru?" tanyaku penasaran.

"Kalo Gua sih suka, emang elo minatnya apa?"

"Yang bisa ngebuat hidup ini lebih seru dan asik" jawabku jujur. Selama ini hal yang gua idam idamkan.

"hahaha diplomatis bin ngawur jawaban elo" jawab friska.

"Bukan diplomatis, lebih tepatnya Gua bingung aja"

"Bingung? Bingung kenapa?"

TIIIINNN TIIINNNN
Suara klakson motor membuyarkan obrolan kami, seorang cewek berhenti di depan kami berdua.

"Frish udah lama?" tanya cewek yang baru datang itu.

"Udah kering neh gigi gua nunggu elo" jawab friska.

"Maaf maaf, tadi agak macet maklum weekend"

"Gua maafin asal lo traktir gua es cream" goda Friska.
"Ih maruk sekali, udah minta di jemput, sekarang minta di traktir. Nunggunya sama cowok ganteng lagi"

"Eh dasar mulut elo nyablak bener seh, oh iya adrian gw duluan ya, sukses buat Tesnya, ayok bela, tarik"

"Tarik tarik, emang gw angkot"..

"Becanda bela"

"Bener neh gua ga dikenalain nih?"

"Eh elo apa apan sih, malu maluin aja, ayo berangkat"

"Duluan ya ganteng" kata cewek yang dipanggil bela oleh Friska tadi.

Mareka akhirnya melaju memecah kota malang.
Friska, orang pertama yang gua kenal di kota ini.
Oke, Gua udah mutusin buat ikut tes mandiri Universitas Wijaya, jurusan Biologi.

Polling
131 Suara
Terlepas dari plot kisah ini, ada di team manakah kalian? 
Diubah oleh kawan.betina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
piaupiaupiau dan 128 lainnya memberi reputasi
115
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 62
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 12:11
Semangaaat
profile-picture
profile-picture
bluevy18 dan maccer4 memberi reputasi
2 0
2
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 12:14

PAPAN PENGUMUMAN

Quote:
Kalian juga bisa menikmati karya saya yang lain :

Quote:
DAFTAR ISI

Quote:
~BOOK I~
1. Lembaran 1 - UPDATE
2. Lembaran 2 - UPDATE
3. Lembaran 3 - UPDATE
4. Lembaran 4 - UPDATE
5. Lembaran 5 - UPDATE
6. Lembaran 6 - UPDATE
7. Lembaran 7 - UPDATE
8. Lembaran 8 - UPDATE
9. Lembaran 9 - UPDATE
10. Lembaran 10 - UPDATE
11. Lembaran 11 - UPDATE
12. Lembaran 12 - UPDATE
13. Lembaran 13 - UPDATE
14. Lembaran 14 - UPDATE
15. Lembaran 15 - UPDATE
16. Lembaran 16 - UPDATE
17. Lembaran 17 - UPDATE
18. Lembaran 18 - UPDATE
19. Lembaran 19 - UPDATE
20. Lembaran 20 - UPDATE
21. Lembaran 21 - UPDATE
22. Lembaran 22 - UPDATE
23. Lembaran 23 - UPDATE
24. Lembaran 24 - UPDATE
25. Lembaran 25 - UPDATE
26. Lembaran 26 - UPDATE
27. Lembaran 27 - UPDATE TAMAT

Quote:
~BOOK II~
1. Lembaran 28 - UPDATE
2. Lembaran 29 - UPDATE
3. Lembaran 30 - UPDATE
4. Lemnaran 31 - UPDATE
5. Lembaran 32 - UPDATE
6. Lembaran 33 - UPDATE
7. Lembaran 34 - UPDATE
8. Lembaran 35 - UPDATE
9. Lembaran 36 - UPDATE
10. Lembaran 37 - UPDATE
11. Lembaran 38 - UPDATE
12. Lembaran 39 - UPDATE
13. Lembaran 40 - UPDATE
14. Lembaran 41 - UPDATE
15. Lembaran 42 - UPDATE
16. Lembaran 43 - UPDATE
17. Lembaran 44 - UPDATE
18. Lembaran 45 - UPDATE
19. Lembaran 46 - UPDATE
20. Lembaran 47 - UPDATE
21. Lembaran 48 - UPDATE TAMAT

Quote:
~BOOK III~
1. Lembaran 49 - UPDATE
2. Lembaran 50 - UPDATE
3. Lembaran 51- UPDATE
4. Lembaran 52 - UPDATE
5. Lembaran 53 - UPDATE
6. Lembaran 54 - UPDATE
7. Lembaran 55 - UPDATE
8.Lembaran 56 - UPDATE
9. Lembaran 57 - UPDATE
10. Lembaran 58 - UPDATE
11. Lembaran 59 - UPDATE
12. Lembaran 60 - UPDATE
13. Lembaran 61- UPDATE
14. Lembaran 62 - UPDATE
15. Lembaran 63 - UPDATE
16. Lembaran 64 - UPDATE
17. Lembaran 65 - UPDATE TAMAT
18. [Lembaran Tambahan - 66 ] ~ My Holiday 1 UPDATE
19. [Lembaran Tambahan - 67 ] ~ My Holiday 2 UPDATE
20. [Lembaran Tambahan - 68 ] ~ My Holiday 3 UPDATE
21. [Lembaran Tambahan - 69 ] ~ My Holiday 4 UPDATE
22. [Lembaran Tambahan - 70 ] ~ My Holiday 5 UPDATE

Quote:
~BOOK IV~
1. Lembaran 71 - UPDATE
2. Lembaran 72 - UPDATE
3. Lembaran 73 - UPDATE
4. Lembaran 74 - UPDATE
5. Lembaran 75 - UPDATE
6. Lembaran 76 - UPDATE
7. Lembaran 77 - UPDATE
8. Lembaran 78 - UPDATE
9. Lembaran 79 - UPDATE
10. Lembaran 80 - UPDATE
11. Lembaran 81 - UPDATE
12. Lembaran 82 - UPDATE
13. Lembaran 83 - UPDATE TAMAT


Quote:
~BOOK V~
1. Lembaran 84 - UPDATE
2. Lembaran 85 - UPDATE
3. Lembaran 86 - UPDATE
4. Lembaran 87 - UPDATE TAMAT

Quote:
~TAMAT~



Quote:
~BOOK SPESIAL~
[BOOK SPESIAL ][NEW EPISODE 1] ~ FIRASAT NEW SEASON
[BOOK SPESIAL ][NEW EPISODE 2] ~ MALAM TERAKHIR NEW SEASON
[BOOK SPESIAL ][NEW EPISODE 3] ~ HARI PERTAMA NEW SEASON
[BOOK SPESIAL ][NEW EPISODE 4] ~ MASALAH PERTAMA NEW SEASON




Diubah oleh kawan.betina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ekopermono dan 21 lainnya memberi reputasi
21 1
20
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 12:15
Goodluck, Adrian! Inget dulu sempet keputus ceritanya. Selamat me-reborn Son of The Rich..

Lanjut...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KrocoOnly dan 5 lainnya memberi reputasi
3 3
0
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 12:47
Akhirnyaa... makasihh uda mau update lg
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 19:54
Mantap lanjukan gan jgn stop tengah jalan
profile-picture
gesper2 memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 21:38
terakhir tahun kapan ya gw baca.. Lupaaa
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 21:52
udah apal sama jalan ceritanya, nunggu kentangnya hampir 5 taun. malah balik dari awal emoticon-Frown
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
12-10-2020 22:49

Lembaran kedua - Si cungkring

Quote:
Siang sudah sangat terik, gua berdiri di depan sebuah gedung universitas wijaya. Sebuah gedung yang menjulang tinggi yang bertuliskan nama universitas tersebut, setelah sebelumnya hampir dua jam salah angkot sehingga dengan sangat terpaksa akhirnya gua memutusakan naik taksi agar lebih praktis. Gua baru sadar memang gua belum terlalu bisa melakukan segalanya sendiri, Gua masih menggerutu dalam hati menyalahkan kemanjaan ini. Kekesalan terhadap diri sendiri membuat gua mengambil ATM dalam dompet dan langsung mematahkannya tanpa fikir panjang. Dalam otak ini, gua hanya berfikir untuk memulai semuanya dari nol , walau ada sedikit ketakutan bila suatu saat uang tunai gua ini habis dan tak ada uang lagi di dompet ini. Tapi sudahlah , mungkin inilah yang akan membuat hari hari gua bisalebih menantang.

Setelah berkeliling tanpa tujuan akhirnya badan ini menyerah dan memilih untuk mampir di sebuah masjid dalam kampus, mencoba meluruskan kaki dan menaruh tas ransel yang lama lama terasa berat, tentu masjid ini cukup nyaman untuk menjadi tempat istirahat sementara waktu.

Setelah sholat gua langsung merebahkan badan di saf paling belakang sambil melepas lelah, dan mulai memikirkan apa yang harus gua lakukan setelah ini.

Lebih 30 menit gua mencoba mengolah ide-ide yang terus keluar dari otak gua lalu menyambungnya satu persatu menjadi sebuah rencana yang matang. Lalu dengan usaha tadi gua hanya bisa membuat sebuah keputusan yaitu pergi mencari tempat tinggal yang tentunya yang murah dan sesuai dengan uang yang gua pegang sekarang.

Teorinya hanya ada 3 saja, Aman, nyaman, murah. Tapi sepertinya 3 kata itu bukanlah kata yang bisa di golongkan menjadi satu kingdom dalam klasifikasi mencari indekos. Ada kenyamanan tentu ada harga, ada keamanaan pasti juga ada harga, ketika ada yang murah ternyata gembok pagarnya hanya dikunci dengan ucapan bismilah. Keyakinan tanpa usaha.

Ditengah usaha gua yang sepertinya akan berakhir sia sia. tiba tiba seorang bertubuh kurus kering menghampiri gua dengan wajah ramah.

“Sampean nyari indekos mas?” Tanya orang itu.

“Ya bang, eh Mas “ jawab gua kikuk.

“Kebetulan indekos saya ada yang kosong mas”.

“elo, eh kamu, eh anda punya kost” gua masih kagok membalas ucapan orang itu
.
“eh elo bukan orang jawa?” Tanya si cungkring yang tiba tiba merubah dialeknya.

“Bukan bang, eh mas” jawab gua spontan.

“Yaelah. anak mane elo, kalo gua bandung, aduh dari tadi gua sok-sok sopan pake bahasa jawa eh ternyata bukan orang jawa” jawabnya lugas. Dia sekarang tidak tampak kaku seperti tadi.

“Gua dari Lombok, lu punya usaha indekos?”

“Bukan punya gua, tapi gua ngekos di sana”

“Bulanan” Tanya Gua penasaran.

“Per 3 bulan seh, sejuta doang. Mau?”

“Boleh deh, dari pada gua ngemper” Jawab gua cepat seolah pertimbangan aman dan nyaman yang tadi gua fikirkan seharian tiba tiba hilang seketika, yang teringat hanya ada orang baik mencoba membantu saya dan menawarkan indekos seharga satu juta untuk 3 bulan. The power of marketing atau kecerebohan gua dalam memnentukan pilihan.

“Lu sama siapa?” Tanya cungkring yang baru sadar gua hanya sendiri seperti orang linglung.

“Sendiri”

“Gila juga lu ya. Ayo deh gua anterin”

“oke makasih ,Nama gua Adrian” gua mencoba lebih akrab. Sambil berjalan menelusuri gang gang sempit di samping tembok kampus yang lumayan tinggi.

“Gua gilang, panggil aja cungkring” jawabnya santai.

“Cungkring”

“Liat aja badan gua ,cungkring kan? Nah ada pertanyaan?”

“eh ga ada kok”

“lu mau kuliah?”

“Ya”

“Barang lu cuman seransel doang” Gilang menatap gua memastikan bahwa barang yang gua bawa hanya ransel yang bergelantung di punggung gua doang.

“Begitulah”

“Edan lu ya, kayak orang kabur dari rumah aja haha” kata gilang sambil tertawa kecil.

"Emang" gua hanya berani mengucapkannya dalam hati

Next

Setelah gua melihat keadaan indekost yang di rekomendasikan gilang. Gua mempelajari satu hal yang sangat penting. Bukan tentang bagaimana cara mencari kriteria dalam mencari indekos yang ideal. Bukan juga tentang bagaimana mengamati mana indekos yang bagus. Tapi bagaimana cara membuat sebuah keputusan dalam memilih apa yang terbaik menurut gua saat ini. Yang gua sadari pada saat mencari indekos seharian adalah gua takut membuat keputusan. Padahal salah dan benar itu abu abu. Karena tidak ada benar dan salah yang hakiki.

Indekos yang gua dapet berukuran 3x3 dengan kasur tua dan lemari yang super besar serta meja belajar. Semua barang di kamar itu membuat kamar ini terlihat sempit. Hanya ada sepetak lantai yang tersisa, mungkin hanya muat untuk sholat saja. Dalam hati gua bergumam, kamar ini tak lebih besar dibanding kamar mandi utama dirumah. Tak berhak rasanya gua membandingkan ini semua, karena memang gua kesini bukan untuk itu. Dan gua sama sekali merasa lega. Gua sudah punya penginapan untuk mala mini.

“Gimana kamarnya?”

“Bagus”

“Oh iya gua mahasiswa baru Universitas Wijaya, jurusan matematika. Gua lolos jalur SNMPTN, lu?”

“Gua baru mau tes”

“Tes mandiri?” Tanya Gilang.

“Kayaknya sih begitu” jawab gua gak yakin.

“Mahal tuh, uang masuknya paling murah bisa sampe 20 juta”

Awalnya gua tidak kaget dengan nominal itu sampai beberapa detik kemudian gua sadar bahwa uang yang gua ambil di ATM tadi hanya 5 juta saja dan ATM nya sudah gua patahkan. Otak gua langsung mencoba mencari solusi namun yang keluar hanya tentang apa yang gua lakukan dengan kabur dari rumah adalah keputusan bodoh. Kini masa depan gua ada di ujung tanduk. Gua sadar, Memang tak ada yang mudah untuk sebuah perubahan tapi apa ini yang dinamakan perubahan, atau gua hanya sedang mencari sensasi saja ke orang tua gua, agar gua lebih diperhatikan atau pendapat gua lebih didengarkan.

“lu kenapa?”

“lu tahu kampus yang lebih murah?”

profile-picture
profile-picture
profile-picture
piaupiaupiau dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 00:21

Lembaran ketiga - Masih ada jalan

Quote:Azan Sudah berkumandang sedangkan mentari sedang bersiap siap menampakan sinarnya, gua terbangun dalam kamar sempit 3x3 yang cukup untuk menghangatkan badan ini, walau gua harus tidur tanpa selimut. Malang memang kota dataran tinggi, suhu di pagi hari di sini luar biasa dingin dibandingkan tempat kelahiran gua di sebuah kota dekat pesisir , Mataram.

Pagi ini Gua awali membasuh badan ini dengan air wudhu, lalu bersimpuh kepada sang maha kuasa, Memohon kemudahan atas apa yang akan gua jalani, walau kadang gua malu pada pencipta, disaat hati ini riang gembira , gua jarang sekali bersimpuh memohon kepadanya, mungkin inilah sifat manusia, lupa bila sudah merasa bahagia.

NEXT

Gua membuka beberapa lembaran soal ujian mandiri tahun sebelumnya, soal yang gua dapatkan dari para penjual musiman yang selalu menjual kisi kisi soal tes mandiri tahun tahun sebelumnya. Mungkin untung mereka tak seberapa tapi bagi kami para calon mahasiswa, soal ini tentu sangat membantu.

Hari hari awal gua dia malang terasa lebih ringan karena bantuan gilang. Gua tak perlu berfikir, gilang selalu punya opsi tentang apapun yang gua butuhkan di tempat perantaun. Apakah ini termasuk curang? Karena gua kabur dari rumah bukannya dengan tujuan agar gua mandiri. Tapi sudahlah tidak ada waktu untuk menimbang mana yang harus dan tidak harus gua lakukan di posisi sekarang.

Gua memutuskan untuk tetap tes ujian mandiri di Universitas Wijaya setelah gilang memberiku beberapa opsi tempat kuliah di sekitaran malang dan kesimpulannya semua universitas sama-sama mahal. Dan akhirnya Gua memutuskan memliih masuk jurusan matematika, sama seperti gilang, bukan karena gua mau barengan sama gilang tapi karena jurusan itulah biaya Uang masuk dan SPP nya paling Murah dibanding jurusan yang lain. Walaupun tetap saja tak akan terjangkau dengan uang yang gua punya sekarang.

Gilang memberi tahu gua kalau ternyata, Uang masuk dan SPP bisa dicicil namun prosedurnya akan diberitahukan setelah resmi lolos di tes mandiri jadi Gua mutusikan untuk berusaha agar diterima dulu, lalu memikirkan langkah selanjutnya nanti setelah semua sudah jelas.

NEXT

Suara motor gilang terdengar memecah kehingan pagi itu.

“Ayo bro, gua anter. Lu tesnya jam 7 kan. Enaknya seh berangkap pagi-pagi gini biar gampang nyari ruangan elo dulu” Gilang tiba tiba muncul saat saya mengecek perlengkapan ujian gua.

“Makasih lang, Sori banget nih gua ngerepotin loh” jawab gua sungkan.

“Nyantai aja, Gak tega gua liat lu jalan kayak kemarin.” Kata gilang sambil cengir.

“Gua kira dari sini ke kampus deket lang, eh ternyata jauh banget. Padahal pas pertama ketemu elu gua lihat ada tembok kampus gitu”

“Ya bener itu tembok kampus, tapi kampus islam bukan kampus wijaya. Nah elo, Kok bisa nyasar dimari, nyari kost sampe daerah sini, ga kebayang gua , elo nyasarnya udah level dewa” kata gilang geleng geleng.

“Namanya juga orang nyasar, percaya feeling aja” jawab gua asal.

“Ini jadi catatan buat gua, bila nanti lu bilang feeling lubegini gua berarti tinggal milih opsi yang berlawanan. Karena jelas jelas feeling lu gak berfungsi.” Kata gilang mengejek.

NEXT

Ternyata Soal tes yang di ujiankan tidak terlalu sulit bahkan hanya butuh waktu 120 menit saja untuk mengerjakan 150 soal yang diujikan, walau pihak panitia memeberikan waktu 3 jam untuk 150 soal ini.
Beberapa hari berlalu, nama gua tertera di dinding pengumuman kampus sebagai salah satu nama mahasiswa baru yang diterima tes ujian mandiri, dan kesenangan ini hanya berlangsung sekian detik saja, karena gw butuh dana 20 juta , untuk daftar ulang.

NEXT

Di teras depan indekos, gua dan gilang sedang duduk menikmati sore. Walau pemandangannya adalah teras depan indekos orang lain dan orang lalu lalang di gang sempit itu.

“Bro gimana udah dapet solusi?” Tanya gilang seraya menghembuskan asap rokok yang langsung berbaur dengan udara sekitar. Gua hanya memandangi aktivitas teman pertama gua itu. Gua tidak paham bagaimana sebatang gulungan daun yang dibakar itu tampak nikmat sekali saat di hirup olehnya.

“Belum” jawab gua kembali memikirkan masalah yang gua hadapi.

“Tadi gua coba minta tolong ke bokap gua buat nalangin elo dulu tapi bokap gua juga lagi ga punya uang sebanyak itu”

Gua sempat tertegun. Karena gua sangat beruntung bertemu orang yang super baik seperti gilang. Dia mengusahakan membantu gua padahal kami hanya berteman baru hitungan hari.

“Ga apa apa lang, gua juga ga mau ngerepotin lu gara gara masalah gua” jawab gua. “ terima kasih sebelumnya lang” jawab gua terenyuh.

“Sorry banget nih Ian. Tapi kenapa lu ga coba ngomong ke bokap lu karena dari kemarin lu ga pernah bahas orang tua lu sama sekali. Lu tampak terawat, maaf kalau sok tahu, tapi gua yakin lu orang yang berada” teliti Gilang.

Gua mendadak panik,

“Ga perlu dijawab kalo memang ga mau diomongin, sorry nih, gua jadi kepo gitu” kata Gilang.

Gua akhirnya membuat cerita bohong tentang diri gua, kalau gua anak seorang TKI yang tidak diperbolehkan kuliah oleh orang tua dan di suruh ikut menyusul ke luar negeri. Dan tidak di kirimkan uang lagi setelah lulus sekolah agar gua mau ikut kedua orang tua gua kerja di luar negeri.

“Berat iya hidup lu” balas gilang walau dia terlihat agak ragu dengan cerita gua.

“Begitulah” jawab gua singkat.

“Jadi syarat keringanan yang di kasih kampus gak bisa lu penuhi juga ya?”

“Gua gak mungkin balik ke Lombok lang” jawab gua. Dan faktanya kantor kelurahan mana yang mau membuatkan gua surat keterangan tidak mampu.

Sore itu gua hampir menyerah atau bahkan sudah menyerah. Yang bisa gua lakukan hanyalah berdoa saja. Usaha? Saya rasa sudah tidak ada jalan lagi kecuali gua jual ginjal gua.

Sepertinya memang gua gak bisa hidup tanpa kedua orang tua gua.
Anak manja tetaplah anak manja.
Sial!
Sialan!!


profile-picture
profile-picture
profile-picture
piaupiaupiau dan 24 lainnya memberi reputasi
25 0
25
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 07:58
Anjiiir nee trit taun jebot... Akhirnya di-reborn juga...
Jangan pe kentang busuk lagi yak... Ipeh 👍
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 11:24
Akhirnya harus nunggu 3 taun baru ada yg reborn... makasih gan
profile-picture
g3nk_24 memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 14:35
Kyknya seru nih. Kutunggu lanjutannya ya
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 18:41
Ini trid yg dulu gantubg gata" kakanya tees nongol bongkar di komentrar yak?mudah" yg kalo ini dikelarin dah yak
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 19:02

Lembaran keempat - Kampus

Quote:Seperti biasa Pagi itu Gua bangun Untuk Sholat subuh, gua pasrah dengan nasib gua kali ini. Gua sadar kalau memang perubahan tidak bisa dilakukan secara instan dan rencana yang kita buat tidak selalu akan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Gua berfikir, mungkin gua harus bekerja satu tahun dulu lalu ikut SNMPTN tahun berikutnya guna mengumpulkan biaya pendidikan, walau gua tahu rasanya sangat berat meninggalkan dunia pendidikan, karena hanya di sekolahlah gua merasakan indahnya sebuah perjuangan tanpa ada unsur "fasilitas yang berlebih" dari orang tua.

Pagi Itu gua memutuskan untuk ke kampus, hanya untuk sekedar duduk-duduk di kursi depan perpustakaan sambil meratapi nasib gua sendiri seraya merencanakan apa yang harus gua lakukan setelah ini. Seperti dugaan gua sebelumnya bahwa hari ini kampus akan sangat ramai, banyak sekali calon mahasiswa yang lalu lalang sambil membawa Map, almamater dan tentu mereka ditemani oleh orang tua mereka. Jujur gua iri melihat senyum yang begitu cerah dari bibir mereka dan sebuah senyum kebanggan dari orang tua yang menemani mereka.

Andai orang tua gua seperti itu, memberikan perhatian dan bukan hanya fasilitas. Ah sudahlah gua terasa seperti orang yang tidak bersyukur. gua tahu masih banyak orang yang tak dapat keduanya tapi masih bisa hidup bahagia dan gua malah lebih banyak mengeluh..

Gua masih duduk terdiam di sebuah gazebo depan perpustakaan sambil membuka laptop yang gua pinjem dari Gilang. Google adalah senjata utama gua mencari pekerjaan di daerah sini, menulis keyword "lowongan kerja kota malang" lalu berharap keyword ini membawa gua ke situs lowongan kerja yang cocok buat gua. Hasilnya didominasi oleh lowongan pekerjaan seperti "bimbingan belajar", mungkin pekerjaan ini perlu gua pertimbangkan karena saat gua SMA dulu , Gua cukup berbakat dalam mengajar.

“Adrian?” Sapa seseorang yang ternyata berdiri tepat di depan tempat gua duduk. Ada dua orang gadis yang wajahnya cukup familiar.

“Friska?” jawab gua ragu.

“Adrian yang di terminal kan?” Sapa gadis itu kembali.

“Ya, masih inget nama gua ternyata” balas gua seraya senyum.

“Ya iyalah, kalo cowok ganteng mana mungkin Friska bisa lupa” Sahut gadis satunya. Yang kalau tidak salah namanya Bella.

“Eh bel, jangan bikin malu dong” kata Friska sambil menyikut perut bela agar terdiam.

“Aduh, kok gua disikut. Emang gua lagi main bola apa. Gua kan cuman ngomong kenyataan” Balas bella.

Friska memelototi Bella kesal. “Boleh duduk sini kan” Tanya bella karena kursi di depan gua kosong.

“boleh-boleh, kebetulan kursi itu bukan punya gw kok” jawab gua.

“haha ada ada aja lu, emang lagi ngapain di sini?” Tanya Friska tampak penasaran.


Rasanya senang ada teman bicara selain Gilang. Anehnya gua baru sadar kalau gadis yang gua temui di terminal itu ternyata mempunya paras yang cantik. Kulitnya putih dengan wajah oval dan di hiasi hidung mancung dan mata yang tampak tajam namun tatapannya sangat lembut. Dan tentu lesung pipinya yang tampak membuat senyum friska tampak tambah manis. Friska sepertinya tergolong dari keluarga menengah keatas karena melihat style dan pakaian yang dia kenakan tentu bukan barang murah. Sedangkan kawannya Bella adalah gadis yang bertubuh gempal namun tampak lincah. Senyumnya membuat orang gampang bergaul dengan dia. Ya dia sangat supel dan ramai. Sehingga membuat orang yang berbicara dengannya tidak merasa sungkan.

“Kenalin nama Gua bella, yang dulu jemput friska, masih inget kan?” kata Bella

“Masih inget kok, Nomor polisi lu N 6734 UA, kan?” jawab gua yakin, yah gua cukup Pede dengan daya ingat gua tentang angka.

“ Lu masih inget plat nomor motor gua, wah jadi malu, sampe di inget inget gitu” Goda Bella

“Daya inget gua soal angka emang agak baik” jawab gua merendah.

“hah? gua kirain lu terpesona sama gua jadi melacak nomor polisi motor gua” Canda Bella.

“Eh Lu GR banget si Bela” sahut Friska.

“Lu ada agenda apa ke kampus fris?” Tanya Gua penasaran.

“Nyari informasi buat ospek, aduh ribet ternyata? kalo lu gimana? Gimana? lu jadi ikut tes mandiri?

Gua mengangguk. Rasanya berat sekali mengucapkannya.

“Diterima” friska tampak penasaran.

Gua kembali mengangguk.

“Di terima dimana?” Tanya Friska kembali.

“Matematika” jawab gua pendek.

“Loh jadinya kita satu fakultas dong, kok gua seneng banget rasanya.” Kata Friska.

“Belum tentu” jawab gua singkat, Rasanya sedih melihat Friska bahagia karena gua sendiri sudah pasrah dengan kondisi gua sendiri.

“Maksudnya?” Friska mengerutkan dahi bingung.

“Eh frish pelan pelan dong nanyanya, kayak lagi introgasi penjahat aja.” Kata bella yang mulai risih karena Friska terlalu bersemangat.

“eh maaf maaf” kata Friska menyesal.

“Gak apa apa kok” jawab gua.

“jadi gimana? Kok bisa? elo ga daftar di kampus ini?”

Tiba tiba ponsel gua berdering, ini ponsel bekas yang saya beli di counter di dekat indekos. Karena dalam registrasi gua butuh kontak yang harus gua cantumin di biodata dan info pendaftaran lainnya.

“Hallo” panggilan itu langsung gua angkat dengan hati hati.

“Hallo, selamat Pagi. Apakah ini dengan saudara Adrian Poetra?”

“Ya benar, Maaf ini dengan siapa ada nada yang bisa saya bantu” balas guar amah dan bingung.

“Saya dari panitia penerimaan mahasiswa baru, apakah saudara Adrian bisa ke bagian akademik sekarang, di rektorat lantai 6.”

“Bi..sa” jawab gua ragu.

“Baik saya tunggu ya, terima kasih atas waktunya” dan panggilan itu berakhir.

“lu Gak apa apa Adrian?”

“Gua harus ke rektorat lantai 6, sorry gua tinggal dulu,” gua langsung merapikan laptop dan memasukkannya ke ransel. Gua lalu berdiri dan melangkah menuju rektorat sampai tiba tiba tangan saya terasa di Tarik lembut.

“Maaf” kata friska melepaskan tangannya dari lengan gua. “Gua gak tahu masalah lu tapi good luck ya” Lanjut Friska.

“Terima kasih” jawab gua yang tidak sadar sedari tadi sedang tersenyum saat Friska berbicara. “Gua keatas dulu” lanjut gua.

Perasaan ini rasanya campur aduk. Pertanyaan menyelimuti kepala gua namun entah kenapa ada rasa optimis yang besar di tengah semua kebingungan ini. Saya menyigkirkan semua kemungkinan dan hanya berfikir apa yang ada di depan gua.

“Pak boleh bertanya, ruang akademik di sebelah mana ya?”

“Kamu Adrian?” Tanya seorang pegawai yang pertama saya temui setelag keluar dari lift.

“Ya pak”

“Ayo ikut bapak,” katanya seraya berjalan dengan cukup cepat menuju sebuah ruang di pojok yang pintunya tampak lebih besar dari yang lain.

“Silahkan masuk “kata pegawai itu membukan pintu, “Bu Adrian sudah datang, saya tinggal sebentar ya”

“Terima kasih Pak Anwar bantuannya” jawab wanita yang di sapa petugas itu.
“Sama sama bu, saya permisi dulu” petugas itu lalu keluar dan menutup pintu.

Wajah gua langsung kaku dan mata ini terasa membeku saat gua sadar bahwa sosok wanita yang duduk di sofa dalam ruangan itu adalah wanita yang sangat gua kenal. Wanita itu lalu berdiri seraya menatap gua dengan penuh rasa syukur dan kesedihan yang terlihat dari matanya yang hampir menangis.

“Ma? Mama? Kenapa Mama di sini?”

Mamaku langsung memelukku dengan erat. Kenapa mama menangis, bukannya dia marah lalu kenapa mama gua ada di sini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
piaupiaupiau dan 29 lainnya memberi reputasi
30 0
30
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 11 balasan
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 19:13
Cerita yg dulu hampir tiap malem gue baca bolak-balik akhirnya reborn, terima kasih banyak buat penulis
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 19:16
Lanjuuuuut dong
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
13-10-2020 21:31

Lembaran kelima - Mama

Quote:Isak tangis mama gua sudah berhenti dan kini gua duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

“Mama sudah urus semua urusan kuliahmu. Kamu tinggal ikut ospek aja. Ini jadwal ospeknya” mama gua memberikan lembaran yang isinya jadwal dan hal hal yang perlu di bawa saat ospek.

Gua terdiam dan masih shock dengan apa yang terjadi.

“Kalau Ian mau memilih jurusan yang lain, nanti mama bisa urus,” tawar mama gua.

Gua menghela nafas berat, mendengar mama gua mau menggunakan link yang dia punya membuat gua sadar bahwa gua masih di tempat yang sama seperti sebelum gua kabur.

“Mama gak pernah tahu kamu tertarik dengan sains? Matematika? Kecuali kamu mencoba mempertimbangkan uang masuk agar lebih murah” jawab mama gua seolah bisa membaca semua fikiran gua dalam sekejap.

“Ian ingin masuk dengan usaha ian sendiri, apa yang ian pilih itu adalah keputusan final,” jawab gua tegas.

“Mama tahu, dan pindah ke jurusan lain juga hasil usaha ian juga sayang. Ian peringkat 10 besar di tes mandiri ini tentu gak masalah karena passing grade ian sudah melewati semua yang dibutuhkan untuk masuk di fakultas manapun di kampus ini” balas mama gua yang sama sekali gak bisa gua bantah.

“ian tetap di matematika” hanya itu yang bisa gua jawab.

“Baik kalau itu keputusan ian.”

“terima kasih mah” jawab gua.

“Mudah bukan? Harusnya tidak perlu ada embel embel kabur dari rumah. Ian hanya perlu bicara apa yang ian inginkan sama papa dan mama”

Gua hanya bisa terdiam. Apakah gua salah.

NEXT

Kami berjalan menuju depan perpustakaan, mama gua masuk ke dalam sebuah mobil jazz berwarna merah.

“Mobil siapa mah” Tanya gua,

“Mobil kamu” jawab mama gua singkat.

“Hah?”

“Mobil kamu, ayo masuk.”

“tapi mah, ian gak mau mobil,”

“Sudah masuk aja sayang, cepet”

Gua menurut

Mama membawa gua ke sebuah perumahan yang lumayan dekat dengan kampus gua. Sebuah perumahan yang lumayan mewah dengan penjagaan yang lumayan ketat. Setelah berputar masuk ke dalam perumahan itu sampailah kami di sebuah rumah yang tidak terlalu besar tampak minimalis dan sangat terawat. Mama memarkirkan mobilnya di depan rumah berwarna cerah itu.

“Ayo keluar” ajak mama.

Gua jalan mengikuti mama yang langsung memencet bel rumah. Dan beberapa saat kemudian keluar seorang wanita paruh baya yang sepertinya bertugas menjawa rumah ini.

“ini mbok ida, penjaga rumah ini, mulai sekarang ian tinggal disini, ditemani mpok ida”

“Hah”

“ini rumah papa ma mama sebelum pindah kelombok”

Gua masih bingung.

“Sudah saya siapkan kamar buat Mas ian.” Kata Mbok ida.

“mama dulu tinggal di malang?” Tanya gua seraya mengikuti mama yang masuk kedalam rumah lalu masuk ke kamar yang terlihat paling besar lalu menaruh tas di meja rias.

“Nanti aja mama cerita, mama mau istirahat dulu karena nanti malam harus balik lagi ke Lombok”

“Ian ga mau tinggal di sini ma” protes gua.

“Kalau begitu, ian ikut pulang sama mama ke Lombok” Ancam mama.

“tapi mah!”

“Makanya jangan bantah mama, mama ingin yang terbaik buat kamu” balas Mama

“Tapi ian ingin…”

Mama tiba tiba memeluk gua, gua hanya bisa terdiam, entah semarah marahnya gua tapi kalau mama sudah memeluk gua dengan erat, tak akan ada kata-kata yang sanggup keluar dari mulut ini”

“Mama khawatir sayang, apakah kamu tahu yang kamu lakukan ini berbahaya. Pergi tanpa kabar. Andaikan Papamu tahu pasti kamu tidak akan bisa kuliah di sini. Tapi mama mencoba menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa papa tahu. Nanti mama akan jelaskan ke papa agar kamu bisa tetap kuliah di sini. Tapi tolong jangan bantah mama. Mama hanya ingin kamu mendapat yang terbaik”

“Dari mana mama tahu ian di malang”

“kamu gak perlu tahu, yang penting mama sudah menemukan kamu. Tapi tolong sayang jangan pernah pergi tanpa kabar lagi.”

“Apa ian ga boleh memilih hidup ian sendiri ma” Tanya gua setelah mama melepaskan pelukan itu. “Ian hanya ingin hidup tanpa campur tangan mama dan papa” lanjut gua.

Sebuah tamparan keras mendarat di Pipi gua. Gua shock. Terdiam dan tanpa sadar mata saya sudah mulai berair. Mama menarik gua lagi dalam pelukannya,

“Papa dan mama bekerja untuk ian, kalo ian tak mau ada campur tangan kami, terus untuk apa kami bekerja sayang, jangan sekali kali berkata begitu lagi sayang, ian adalah segalanya buat mama dan papa.”

Gua terdiam, gua kalah dan mungkin gua salah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
piaupiaupiau dan 28 lainnya memberi reputasi
28 1
27
Son of the Rich (Reborn)
14-10-2020 07:16
Lanjutken....🤔
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
14-10-2020 08:37
lanjutkannn
0 0
0
Son of the Rich (Reborn)
14-10-2020 10:15
Masukan yooo...
Mending hilangib kata NEXT deh biar kesanya natural ga kaya lagi tes ujian 😁😁
0 0
0
Halaman 1 dari 62
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
its-my-our-life
Stories from the Heart
seumur-hidup-dibalik-penjara
Stories from the Heart
just-a-little-kitten-tamat
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
B-Log Personal
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia