News
Batal
KATEGORI
link has been copied
51
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f74451182d49533a143485f/sejarawan-anhar-gonggong-jamin-komunis-tidak-akan-pernah-mati
Jakarta - Sejarawan Anhar Gonggong meyakini penganut paham komunisme atau komunis tidak akan pernah mati. Oleh sebab itu masih menjadi diskursus hangat, tetap relevan untuk diperbincangkan hingga saat ini. Namun demikian, ia memerhatikan ada pergeseran ideologi seiring perkembangan zaman, di mana banyak negara seperti China, Vietnam, Kuba, Rusia, dan lainnya tidak mengakar pada komunisme ortodoks
Lapor Hansip
30-09-2020 15:42

Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati

Jakarta - Sejarawan Anhar Gonggong meyakini penganut paham komunisme atau komunis tidak akan pernah mati. Oleh sebab itu masih menjadi diskursus hangat, tetap relevan untuk diperbincangkan hingga saat ini.

Namun demikian, ia memerhatikan ada pergeseran ideologi seiring perkembangan zaman, di mana banyak negara seperti China, Vietnam, Kuba, Rusia, dan lainnya tidak mengakar pada komunisme ortodoks Karl Marx, kini justru bergeser ke komunisme kapitalis.

Begitu kita merdeka (PKI) tampil lagi kan. Jadi dia tetap bergerak di bawah.

Semisal, ia sempat menyimak pidato Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping mengumumkan, pihaknya menciptakan sosialisme China demi merangkul perubahan-perubahan besar dan berdistrupsi terhadap segala dinamika yang ada di dunia.

"Rusia yang tadinya induk dari semua komunisme dunia juga sudah 'tidak ada lagi'. China pun mengatakan bahwa dia itu menurut Xi Jinping sekarang bukan komunisme seperti Marx. Jadi sudah terjadi perubahan-perubahan besar," kata Anhar Gonggong saat menjadi pembicara di kanal YouTube Tagar TV, dilihat Selasa, 29 September 2020.

"Dan di kita (Indonesia) juga terjadi perubahan besar sejak G30S PKI dan Orde Baru. Ya komunisme boleh dikatakan sudah tidak ada artinya gitu," ujar dia lagi.

Kendati demikian, Anhar berani menjamin ideologi komunis tidak pernah mati, apabila kita merujuk pada catatan sejarah. Saat zaman Hindia Belanda, Partai Komunis Indonesia (PKI) sempat melakukan pemberontakan namun berhasil dibabat oleh pemerintahan kolonial.

Seiring berjalannya waktu, PKI kembali melakukan pemberontakan di Tanah Air pada tahun 1948 dan 1965.


"Begitu kita merdeka (PKI) tampil lagi kan. Jadi dia tetap bergerak di bawah," ucap pria berusia 77 tahun tersebut.

Baca juga: Sejarawan Anhar Gonggong Redam Kegaduhan Film G30S PKI

Menurut sejarawan kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan ini, akan tampil atau tidaknya PKI ditentukan oleh konsensus antara pemerintah dan masyarakat. Dia meyakini dengan soliditas melakukan penolakan, maka partai terlarang tersebut tidak akan hidup kembali.

Akan tetapi, ia mengingatkan, hidup tidaknya PKI di Indonesia juga ditentukan oleh negara yang harus memberikan ruang kemerataan kesejahteraan, ruang menghapus kemiskinan untuk memastikan komunis tidak tampil lagi.

"Tapi kalau pemerintah tidak bisa merealisasi, masyarakat juga tidak bisa memberikan pertanda bahwa kita merdeka dengan memberikan kesejahteraan yang untuk semua, ya tetap terbuka. Kan artinya masyarakat sendiri yang buka," ucapnya.

Tetapi kalau kita membangun dan kita memberikan kesejahteraan pada semua, saya kira ruang untuk bergeraknya PKI tidak bisa, tertutup," ujar dia lagi.

Pria pemilik gelar Doktor Ilmu Sejarah dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu tidak menyalahkan adanya anggapan sebagian orang ihwal kebangkitan komunis masih menjadi bahaya laten. Namun, tentunya hal tersebut harus diimbangi dengan analisis dan fakta yang terukur.

Di sisi lain ia juga tidak menyalahkan apabila ada orang menilai PKI sudah bukan menjadi bahaya laten lagi, asalkan itu bukan persepsi, harus berlandaskan fakta.

"Tapi yang mengatakan bahwa tidak ada lagi ya dia punya fakta juga mungkin," kata sejarawan Anhar Gonggong.

https://www.tagar.id/sejarawan-anhar...an-pernah-mati

Baiklah kalau begono
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lupis.manis. dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 15:46
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
snoopze dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 15:48
bukannya komunis dah 25 tahun lebih menghilang?
profile-picture
profile-picture
vizum78 dan 37sanchi memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 15:51
Gak ada pki
Yg ada pks
emoticon-Wkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qavir dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:00
Pasti masih adalah contohnya di Korea utara dan di Palestina Ada partai komunis

Masalahnya masih laku gak, di Rusia Dan Cina aja udh gak laku
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:01
Komunisme nggak bakalan mati terutama di negara yg rakyatnya pny prinsip: kalo ane kagak dapet mk ente jg kagak boleh dapet.
Kemalasan dicombo dgn sifat iri dengki thd tetangga yg berhasil (kaya) jg bs memicu berkembangnya komunisme.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
raisa06061990 dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:01
emang komunis itu apa? dasar idiotlogi emoticon-Ngacir2
profile-picture
vizum78 memberi reputasi
1 0
1
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:02
setuju gan

bukan soal mati atau enggak

tapi masih laku atau enggak....

itu tergantung pada selera publik
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan vizum78 memberi reputasi
2 0
2
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:04
Semua ideologi dari sejarah yang berontak dahulu pun bisa kembali.
"situasi lah" yang menentukan, maka dari itu, sejarah di sini berperan emoticon-shakehand


Salam Historia vitae.

emoticon-Cool


Diubah oleh scorpiolama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:07
kalau komunismenya jelas ga bisa mati

yg bisa mati partai pki nya.... anggota pki nya tentu bisa mati...


profile-picture
profile-picture
vizum78 dan scorpiolama memberi reputasi
2 0
2
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:17
Bagi siapapun kalian
Sebelum bahas komunis
Bisa jelaskan ke kami gak
Komunis atau komunisme itu apasih....
Menurut versi kalian dulu deh

Diubah oleh xrm
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1 0
1
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:20
propaganda komunis kan udh usang, sejak era perang dingin berakhir ya udah ga relevan lagi, tapi dendam 65 mungkin memang masih ada, itu ga ada kaitannya dengan komunis, tp masalah dendam aja itu
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1 0
1
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:21
Selama ini paham komunis dianggap buruk..., tapi cina n rusia negara komunis.., tapi maju...

Jadi jeleknya dimana ???..., serius nanya..
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:23
Astajim emoticon-Kagets

PERAN Soeharto dalam Gerakan 30 September (G30S) 1965 ternyata cukup besar. Hal ini terungkap dari sejumlah kesaksian para pelaku dan mereka yang tersangkut dalam peristiwa tersebut.

Menurut kesaksian Wakil Komandan Bataliyon 530/Para/Brawijaya Mayor TNI (Purn) Soekarbi pada 21 September 1965, dirinya menerima radiogram dari Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Soeharto.

Radiogram itu bernomor 220 dan 239 tertanggal 21 September 1965. Isinya adalah perintah agar Yon 530/Para Brigade 3/Brawijaya menyambut HUT ke-20 ABRI pada 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama.

Setelah dilakukan persiapan sesuai perintah dalam radiogram, pasukan diberangkatkan dengan kendaraan organik dan kereta api dalam tiga gelombang, mulai tanggal 25, 26, dan 27 September 1965.

Soekarbi saat itu memimpin keberangkatan pasukan gelombang ketiga dari Madiun dengan kereta api. Panglima Kodam Brawijaya saat itu adalah Mayjen Basoeki Rachmat.

Setibanya di Jakarta, seluruh pasukan berkumpul di Kebon Jeruk. Pasukan yang telah berkumpul saat itu adalah Yon 454/Para/Diponegoro dan Yon328/Para/Siliwangi. Pada 29 September 1965, seluruh pasukan sudah berada di Mangkostrad.

Saat itu, pasukan tempur ini diinspeksi oleh KepalaStaf Kostrad Brigjen Kemal Idris, serta para asistennya seperti Kolonel Yoga Sugama, Asisten 2 Kolonel Wahono, dan Asisten 3 Kolonel Sruhardojo.

Pagi hari tanggal 30 September 1965, seluruh pasukan ditambah unsur Kostrad sudah berkumpul di luar Stadion Senayan untuk latihan upacara. Inspektur upacara saat itu adalah Pangkostrad Mayjen Soeharto.

Setelah melakukan latihan upacara, para pasukan dikembalikan ke Kebon Jeruk. Sore harinya, semua Dan Ton dikumpulkan di aula pertanian Kebon Jeruk dan dibriefing oleh Dan Yom 530 Mayor Bambang Soepeno.

Isi briefing itu adalah, Ibu Kota Jakarta dalam keadaan gawat, demikian juga keadaan Pangti ABRI. Kedua, ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap Pemerintahan RIyang sah.

Pukul 11 malam, satu kompi Yon 530 yang dipimpin Lettu Mohamad Saleh dan Resimen Cakrabirawa meninggalkan ruang briefing. Pukul 12 malam, briefing selesai. Pukul 2 pagi tanggal 1 Oktober 1965, Soekarbi memimpin pasukan menuju Kompleks Monas.Di Kompleks Monas, kedudukan pasukan Soekarbi berada tepat di depan Istana Negara. Para pasukan inilah yang kemudian dikenal dengan pasukan liar atau tidak dikenal saat terjadinya G30S.

Untuk itu Soekarbi membantah jika kemudian pasukannya dibilang liar. Sebab sedari awal mereka datang atas perintah Pangkostrad Mayjen Soeharto dan saat berada di Monas pasukannya sering keluar masuk Mangkostrad.

Pagi hari jam 8, Soekarbi bertemu Pangkostrad Mayjen Soeharto dan melaporkan semua kegiatannya, termasuk hasil briefing dengan Mayor Bambang Soepeno yang menyatakan negara dalam keadaan darurat dan akan terjadi kudeta. Namun Soeharto menjawab kabar itu tidak benar dan situasi aman terkendali. Padahal, pukul 2 pagi tanggal 1 Oktober 1965, G30S sudah bergerak melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap enam orang jenderal dan seorang perwira pertama.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah Soeharto tidak mengetahui hal itu? Sehingga dia mengatakan kepada seluruh pimpinan pasukan yang ada di Jakarta keadaan aman terkendali tanpa melakukan upaya pencegahan? Hal ini diragukan Soekarbi.

Menurut Soekarbi, Soeharto mengetahui adanya gerakan itu. Tetapi tidak melakukan pencegahan. Begitupun dengan Kodam Jaya. Apalagi jauh hari sebelumnya, Soeharto telah diberitahu Kolonel Latief akan kudeta Dewan Jenderal dan operasi militer.

Saat berada di Rumah Tahanan Militer (RTM) Salemba, Soekarbi mengaku bertemu Kolonel Latief. Saat itu Latief bercerita tanggal 28 September 1965, dirinya menemui Soeharto untuk menceritakan situasi yang terjadi.

Namun Soeharto diam, tidak berkomentar. Baru kemudian hari, Soeharto menangkap Latief. Penulis Cornell Paper Profesor Ben Anderson mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa Soeharto diam saat mendengar keterangan Latief.

Secara Machiavelis, Soeharto beranggapan ada baiknya jika Achmad Yani dan Nasution disingkirkan. Soeharto menyimpan dendam kepada Nasution karena pernah dicopot dari Pangdam Diponegoro dengan alasan melakukan penyelundupan.

Begitupun dengan Yani, Soeharto tidak suka Yani karena dia merasa lebih senior. Pertanyaannya kemudian adalah kenapa para pelaku penculikan dan pembunuhan para jenderal itu adalah orang-orang dekat Soeharto?

Hubungan Soeharto dengan Kolonel Latief sudah seperti saudara. Latief mengenal Soeharto dan istrinya Ibu Tien sejak tahun 1948 sewaktu gerilya di Yogyakarta. Begitupun dengan Letkol Untung, hubungan mereka sangat baik.

Saat Untung menikah, Soeharto lah yang membiayai seluruh biaya pernikahannya. Namun belakangan Soeharto lah yang menangkap dan membunuh Untung. Ben menduga, hal ini seperti permainan catur yang mengorbankan prajurit padaawal permainan.

Profesor Peter Dale Scott dalam analisanya beranjak lebih jauh. Dia menyatakan G30S atau Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu)* merupakan pintu masuk bagi Soeharto untuk menghancurkan golongan kiri dan mendongkel Soekarno.

Menurutnya, dari awal Soeharto sudah mengetahui bahwa penculikan dan pembunuhan enam orang jenderal itu dilakukan oleh pasukan-pasukan yang berhubungan dengan Untung, karena pasukan itu berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi, apapun alasan dan motivasi oknum-oknum perorangan dalam peristiwa itu menurutnya munafik, dan janggal karena sudah dirancang oleh Soeharto. Seperti keputusan tidak menjaga sisi Timur tempat markas Kostrad misalnya. Menurutnya, hal ini konsisten dengan putusan G30S bahwa hanya para jenderal Mabes AD yang akan dijadikan sasaran. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada yang menghalangi pengambil alihan kekuasaan oleh Soeharto.

Kejanggalan lain adalah pengumuman Dewan Revolusi yang tidak mengikutsertakan Soekarno. Menurutnya hal ini merupakan dalih Soeharto untuk berpura-pura melindungi Soekarno yang pada hakikatnya mencegah Soekarno kembali memimpin.

Begitupun dengan dipilihnya sarang G30S yang di Halim Perdana Kusuma. Hal itu untuk menutupi kecurigaan pembunuhan yang dilakukan pasukan di bawah komandonya, dan melimpahkannya kepada AURI dan personel Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pasukan yang sama juga berada di Jawa Tengah. Diketahui bahwa batalion yang memberi pembekalan kepada kompi-kompi pemberontak dan yang menumpasnya adalah sama. Batalion itu berada di bawah kuasa Pangkostrad. Siauw Giok Tjhan dalam catatan penjara Orde Baru menceritakan, beberapa jam sebelum G30S terjadi Kolonel Latief kembali menemui Soeharto dan melaporkan akan dilakukan penculikan para anggota Dewan Jenderal malam itu.

Namun hingga G30S dilancarkan, Soeharto tetap diam dan tidak mengambil tindakan pencegahan. Padahal, harusnya dia melaporkan apa yang diketahuinya itu kepada atasannya Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Nasution.

Pertemuan Latief dan Soeharto malam itu disaksikan oleh Mayor Suradi. Menurut Suradi, dia menemani Latief menemui Soeharto di RSPAD. Dia mendengar Latief melaporkan bahwa nanti malam akan ada gerakan menculik para jenderal.

Banyak para perwira menengah dan tinggi ABRI diadili dan ditahan dengan tuduhan terlibat dalam G30S hanya karena mereka dinyatakan mengetahui tentang keberadaan Dewan Jenderal, tetapi tidak memberitahukan atasannya.

Salah satu contohnya adalah Komodor Suradi, Panglima Maritim Kepulauan Riau. Dia dijatuhi penjara 18 tahun karena tidak melaporkan keberadaan Dewan Jenderal yang diketahui dari seorang bawahannya ke atasannya.

Contoh lainnya adalah Brigadir Jenderal Polisi Suwarno. Dia dijatuhi hukuman karena tidak melaporkan atasannya karena keberadaan Dewan Jenderal dan tidak berupaya mengambil tindakan terhadap Dewan Jenderal.

Pertanyaannya kemudian adalah, kenapa tidak ada konsekuensi hukum atas diamnya Mayjen Soeharto? Sampai di sini bahasan Cerita Pagi diakhiri. Semoga memberikan manfaat dan menambah khazanah pengetahuan pembaca.

*Prof Benedict Anderson mempunyai kesan bahwa singkatan Gestapu itu sendiri merupakan satu alasan lain dengan menganggap bahwa Gestapu adalah buatan Amerika Serikat. Kata Gerakan September Tiga Puluh sendiri terdengar janggal dalam bahasa Indonesia. Hal ini sama dengan mengatakan Teenth Four (Mei Sepuluh Empat) sebagai ganti May Four Teenth (Empat Belas Mei).

Sumber Tulisan : Siauw Giok Tjhan, G30S dan Kejahatan Negara, Ultimus, Cetakan Pertama, Oktober 2015Pater Dale Scott, Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno 1965-1967, Vision 03, Cetakan Kedua September 2003.

Eros Djarot, Siapa Sebenarnya Soeharto, Fakta dan Kesaksian Para Kesaksian Para Pelaku Sejarah G30S/PKI, MediaKita, Cetakan ke-13, 2008.

Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/105...965-1446992300

Smiling general emang luar biasa
Diubah oleh jedotinpala
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:25
emang iya gong ! komonis ga akan mati

diem2 masih ada yg nyunnah "nyembah" rasul aidit
emoticon-Ngakak

Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:27
Quote:Original Posted By 37sanchi
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati


Persis Gatot...

Cuman katanya2 doang
profile-picture
profile-picture
qavir dan 37sanchi memberi reputasi
2 0
2
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:29
semua ideologi emang gak pernah mati, bijimane seh lo? pertanyaannya masih laku atau ngga? emoticon-Cool
ideologi ISIS, Alqaeda, NII jg msh ada kok ...
Komunis klo cuma lokalan tanpa dukungan internasional gak bisa berbuat banyak , di negara2 yg pny partai komunis ,jg selalu jadi partai gurem emoticon-Leh Uga
di Indonesia apalagi, gak pny ruang gerak, hny saja sekelompok politisi yg berahi , gak punya ide, gak punya visi misi, gak punya basis massa, hny punya nafsu kekuasaan, bisanya cuma jualan hantu bernama PKI,...memang buat generasi boomer rendah literasi + overdosis agama msh laku, tp buat generasi 90an ke atas dah gak laku tuh hantu emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
secer dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:30
sejak mbah harto memerintahkan agar PKI di peringati tiap tahun. semakin banyak anak muda pengin tahu komunis itu apa, bagaimanna cara kerjanya, seperti apa kejamnya. Kenapa kominis bisa kejam dll.

Apalagi di jaman kebebasan mengakses informasi ini semakin banyak yg paham akan sosialisme modern dan komuniisme. Modern Sosialisme liberal, Komunisme mekanis, komunisme digital dll.

Jadi memang aliran pemikiran sosialisme dan komunisme itu memang sulit hilang.

Yg perlu di cermati adalah bagaimana menghidarkan indonesia dari paham sosialisme ortodox dan komuniss ortodox yg cenderung radikal yg bila di aplikasikan kedallam politik praktis menjadi sangat berbahaya.

Doktrin komunis = atheis, komunis = anti agama
tidak akan mempan lagi karena tingkat
literasi dan pendidikann di indo semakin naik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:31
Terima kasih informasinya pak Anhar.

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 37sanchi memberi reputasi
2 0
2
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:39
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

"komunisme kapitalis"

justru bukannya Indonesia yg (ingin) menerapkan duluan ini model "komunisme kapitalis". Jadi untuk sektor yg sangat penting dikuasai negara, yg lain diswastakan supaya rakyat tetap terjamin hajat hidupnya tapi bisa mengejar kemakmuran masing2.

Teorinya gitu
prakteknya
tetep aja dikuasai cukong2


emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tukangbeling7 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarawan Anhar Gonggong Jamin Komunis Tidak Akan Pernah Mati
30-09-2020 16:39
Komunis iya, walau cuma jadi memes kebanyakan

Walau di indo sih sepertinya susah bgt, tiap tahun diingetin, secara uu jg udh di larang

Kalo pki sih kykny nggak mungkin
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia