News
Batal
KATEGORI
link has been copied
322
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f74353cc0cad718cc0774dd/mengapa-soeharto-tidak-diculik-dan-dibunuh-pki
Di antara berbagai teori tentang dalang G30S, ada yang meyakini Soeharto-lah yang sebenarnya berada di balik peristiwa G30S dan pembantaian ratusan ribu orang yang menyusulnya.
Lapor Hansip
30-09-2020 14:35

Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Past Hot Thread
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) masih menyimpan teka-teki hingga hari ini. Salah satunya menyangkut peran Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Di antara berbagai teori tentang dalang G30S, ada yang meyakini Soeharto-lah yang sebenarnya berada di balik peristiwa G30S dan pembantaian ratusan ribu orang yang menyusulnya.

Teori ini didukung sebuah pertanyaan sederhana: Mengapa Soeharto tidak ikut diculik dan dibunuh oleh PKI seperti jenderal-jenderal lainnya?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu dipahami dulu keadaan politik yang melatarbelakangi peristiwa G30S.

Kenapa G30S terjadi?

Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Selama puluhan tahun, pemerintah Orde Baru dan sekolah mengajarkan peristiwa G30S adalah ulah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (1): Sejarah yang Kita Kenal, Fakta atau Rekayasa?

Faktanya, penculikan dan pembunuhan para jenderal pada 1 Oktober 1965 tak bisa dilihat sebagai kesalahan tunggal PKI.

Peristiwa G30S dipicu dari kabar burung yang mengatakan adanya sekelompok jenderal atau Dewan Jenderal yang hendak mengudeta Presiden Sukarno.

Peter Kasenda dalam Kematian DN Aidit dan Kejatuhan PKI (2016) menulis, PKI mendapat informasi ini dari rekan mereka di militer yang merupakan simpatisan PKI.

Militer saat itu terbelah menjadi beberapa faksi yang saling memperebutkan pengaruh dan kekuasaan. Ada sebagian kecil yang simpati terhadap PKI.

PKI adalah salah satu partai penguasa saat itu. Kader-kadernya menduduki kursi dewan dan kursi pejabat. 

Berikutnya ada faksi-faksi yang justru anti terhadap PKI. Ada yang setia kepada Sukarno, dan ada yang tidak. Di faksi inilah diyakini Dewan Jenderal bersarang.

Perlu diingat, setelah Perang Dunia II berakhir pada 1945, negara-negara pemenang saling bersaing memperebutkan pengaruh.

Persaingan yang dikenal dengan Perang Dingin ini membelah dunia menjadi dua. Ada Uni Soviet dengan paham komunisnya. Dan ada Amerika Serikat dengan paham kapitalisnya.

Di tahun 1960-an, Sukarno dan PKI condong ke Uni Soviet dan antibarat.

Nah, Dewan Jenderal diyakini sejalan dengan Amerika Serikat yang ingin menyingkirkan Sukarno.

Atas dasar keyakinan ini, para perwira militer yang loyal kepada Sukarno bergerak secara diam-diam untuk mencegah kudeta.

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (2): Apa Sih Bedanya PKI, Sosialisme, Komunisme, Marxisme, dan Leninisme?

Ada Kolonel Abdul Latief (Komandan Garnisun Kodam Jaya), Letkol Untung (Komandan Batalion Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa), dan Mayor Sujono (Komandan Resimen Pasukan Pertahanan Pangkalan di Halim).

Mereka didukung oleh Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Chusus (BC) PKI yang merupakan badan intelijen PKI. Daftar jenderal yang jadi sasaran disusun oleh Sjam bersama para perwira militer.

Mereka berencana "menculik" para jenderal dan membawanya ke hadapan Presiden Sukarno.

Belakangan, rencana ini gagal total. Persiapan tidak dilakukan dengan matang. Para jenderal malah dibunuh.

Di mana Soeharto?

Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Dalam kesaksiannya kepada Mahkamah Militer, Latief membeberkan alasannya tidak memasukkan nama Soeharto.

"...karena kami anggap Jenderal Soeharto loyalis Bung Karno, maka tidak kami jadikan sasaran," kata Latief seperti dikutip dari buku Gerakan 30 September: Pelaku, Pahlawan, dan Petualang (2010).


Tak cuma itu, Latief bahkan melapor ke Mayjen Soeharto yang kala itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat.

Langkah ini dilakukan Latief setelah laporannya tak ditanggapi oleh Pangdam Jaya Mayjen Umar Wirahadikusumah dan Pangdam Brawijaya Mayjen Jenderal Basoeki Rachmat.

Latief mengaku sudah beberapa kali mewanti-wanti adanya upaya kudeta oleh Dewan Jenderal.

Menurut Latief, Soeharto hanya bergeming mendengar informasi itu. Bahkan di malam 30 September 1965, Soeharto mengabaikan Latief yang menyampaikan rencananya menggagalkan kudeta.

Soeharto sendiri mengakui ia bertemu dengan Latief menjelang peristiwa G30S. Namun ia memberikan kesaksian yang berganti-ganti.

Dalam wawancara dengan Der Spiegel pada 19 Juni 1970, Soeharto mengaku ditemui di RSPAD Gatot Subroto oleh Latief pada malam 30 September 1965.

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (4): Misteri Dewan Jenderal dan Ujung Perjalanan DN Aidit di Sumur Tua

Soeharto tengah menjaga anak bungsunya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang dirawat karena luka bakar akibat ketumpahan sop panas.

Namun katanya, Latief tidak memberi informasi apa-apa, malah akan membunuhnya saat itu juga.

"Dia justru akan membunuh saya. Tapi karena saya berada di tempat umum, dia mengurungkan niat jahatnya itu," kata Soeharto.

Namun dalam otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1988), Soeharto mengaku hanya melihat Latief dari kejauhan dan tak sempat berinteraksi.

Soeharto menjadi pahlawan

Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

Setelah peristiwa G30S, suasana memanas. PKI dianggap sebagai dalang. Presiden Sukarno juga tak melakukan apa-apa.
 
Masyarakat sipil, mahasiswa, dibantu tentara, menggelar berbagai demonstrasi besar-besaran menuntut PKI dibubarkan dan ekonomi diperbaiki.

Puncaknya pada 11 Maret 1966.Soeharto yang saat itu menjabat Panglima Angkatan Darat meminta Sukarno memberi kuasa untuk mengatasi keadaan.

Permintaan yang dikenal dengan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret) itu membuka jalan bagiSoeharto untuk mengambil kekuasaan dari Sukarno.

Soeharto muncul sebagai pahlawan. Ia menumpas PKI dan menjadi presiden.

Kekejaman yang sesungguhnya terjadi belakangan: setidaknya 500.000 orang yang dituduh PKI atau simpatisannya, dihabisi di berbagai penjuru Indonesia.

Baca juga: Seputar G30S/ PKI (5): Komunisme, Ideologi Gagal! Perlukah Dikhawatirkan?

Yang lebih beruntung, berakhir di penjara selama puluhan tahun. Seperti Latief yang merasa dikhianati oleh Soeharto.

"Jadi siapa yang sebenarnya telah mengakibatkan terbunuhnya para jenderal tersebut? Saya yang telah memberi laporan lebih dulu kepada Jenderal Soeharto? Atau justru Jenderal Soeharto, yang sudah menerima laporan tetapi tidak berbuat apa-apa?" kata Latief dalam kesaksiannya.

"Nyatanya, sama sekali tidak pernah ada langkah-langkah untuk menambah penjagaan. Sebaliknya, setelah Peristiwa G30S meletus, selain menghantam G30S dan juga membantai ribuan rakyat yang sama sekali tidak tahu apa-apa, mereka bertiga (Soeharto, Umar Wirahadikusumah, dan Basuki Rachmat) kemudian malahan bersama-sama menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno," ujar Latief.

https://www.kompas.com/skola/read/20...n-dibunuh-pki-

PERAN SOEHARTO DI FILM ITU JUSTRU MENGUNGKAP TABIR PKI DAN BERTINDAK BAK DETEKTIF CONAN

JUSTRU YG PRO SOEKARNO, MENUDUH SOEHARTO IKUT BERPERAN MENGHABISI PARA JENDERAL

SEBUAH TEKA TEKI BESAR DAN JADI FILM KONSPIRASIemoticon-Cool
Diubah oleh nevertalk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 51 lainnya memberi reputasi
48
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 8
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:40
Mau komen ngeri ngeri sedap...

Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 19 lainnya memberi reputasi
19 1
18
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:41
Kapan memperingati hari pemberontakan DI/TII?emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)




Bat@!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggotjemboet dan 23 lainnya memberi reputasi
9 15
-6
Lihat 10 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 10 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:48
ada cerita tentara ngearahin meriam ke istana negara buat maksa bung karno ngebubarin parlemen tahun 52 khan ? gw rasa masih satu paket tuh kejadian sampe ke g30s banyak faksi di TNI.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 8 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:50
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MUF0REVER dan 51 lainnya memberi reputasi
51 1
50
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:55
profile-picture
37sanchi memberi reputasi
1 0
1
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:55
astagfirulla, karena soeharro temenan ama PKI ya akhi emoticon-Kagets












PERAN Soeharto dalam Gerakan 30 September (G30S) 1965 ternyata cukup besar. Hal ini terungkap dari sejumlah kesaksian para pelaku dan mereka yang tersangkut dalam peristiwa tersebut.

Menurut kesaksian Wakil Komandan Bataliyon 530/Para/Brawijaya Mayor TNI (Purn) Soekarbi pada 21 September 1965, dirinya menerima radiogram dari Panglima Kostrad (Pangkostrad) Mayjen Soeharto.

Radiogram itu bernomor 220 dan 239 tertanggal 21 September 1965. Isinya adalah perintah agar Yon 530/Para Brigade 3/Brawijaya menyambut HUT ke-20 ABRI pada 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama.

Setelah dilakukan persiapan sesuai perintah dalam radiogram, pasukan diberangkatkan dengan kendaraan organik dan kereta api dalam tiga gelombang, mulai tanggal 25, 26, dan 27 September 1965.

Soekarbi saat itu memimpin keberangkatan pasukan gelombang ketiga dari Madiun dengan kereta api. Panglima Kodam Brawijaya saat itu adalah Mayjen Basoeki Rachmat.

Setibanya di Jakarta, seluruh pasukan berkumpul di Kebon Jeruk. Pasukan yang telah berkumpul saat itu adalah Yon 454/Para/Diponegoro dan Yon328/Para/Siliwangi. Pada 29 September 1965, seluruh pasukan sudah berada di Mangkostrad.

Saat itu, pasukan tempur ini diinspeksi oleh KepalaStaf Kostrad Brigjen Kemal Idris, serta para asistennya seperti Kolonel Yoga Sugama, Asisten 2 Kolonel Wahono, dan Asisten 3 Kolonel Sruhardojo.

Pagi hari tanggal 30 September 1965, seluruh pasukan ditambah unsur Kostrad sudah berkumpul di luar Stadion Senayan untuk latihan upacara. Inspektur upacara saat itu adalah Pangkostrad Mayjen Soeharto.

Setelah melakukan latihan upacara, para pasukan dikembalikan ke Kebon Jeruk. Sore harinya, semua Dan Ton dikumpulkan di aula pertanian Kebon Jeruk dan dibriefing oleh Dan Yom 530 Mayor Bambang Soepeno.

Isi briefing itu adalah, Ibu Kota Jakarta dalam keadaan gawat, demikian juga keadaan Pangti ABRI. Kedua, ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap Pemerintahan RIyang sah.

Pukul 11 malam, satu kompi Yon 530 yang dipimpin Lettu Mohamad Saleh dan Resimen Cakrabirawa meninggalkan ruang briefing. Pukul 12 malam, briefing selesai. Pukul 2 pagi tanggal 1 Oktober 1965, Soekarbi memimpin pasukan menuju Kompleks Monas.Di Kompleks Monas, kedudukan pasukan Soekarbi berada tepat di depan Istana Negara. Para pasukan inilah yang kemudian dikenal dengan pasukan liar atau tidak dikenal saat terjadinya G30S.

Untuk itu Soekarbi membantah jika kemudian pasukannya dibilang liar. Sebab sedari awal mereka datang atas perintah Pangkostrad Mayjen Soeharto dan saat berada di Monas pasukannya sering keluar masuk Mangkostrad.

Pagi hari jam 8, Soekarbi bertemu Pangkostrad Mayjen Soeharto dan melaporkan semua kegiatannya, termasuk hasil briefing dengan Mayor Bambang Soepeno yang menyatakan negara dalam keadaan darurat dan akan terjadi kudeta. Namun Soeharto menjawab kabar itu tidak benar dan situasi aman terkendali. Padahal, pukul 2 pagi tanggal 1 Oktober 1965, G30S sudah bergerak melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap enam orang jenderal dan seorang perwira pertama.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah Soeharto tidak mengetahui hal itu? Sehingga dia mengatakan kepada seluruh pimpinan pasukan yang ada di Jakarta keadaan aman terkendali tanpa melakukan upaya pencegahan? Hal ini diragukan Soekarbi.

Menurut Soekarbi, Soeharto mengetahui adanya gerakan itu. Tetapi tidak melakukan pencegahan. Begitupun dengan Kodam Jaya. Apalagi jauh hari sebelumnya, Soeharto telah diberitahu Kolonel Latief akan kudeta Dewan Jenderal dan operasi militer.

Saat berada di Rumah Tahanan Militer (RTM) Salemba, Soekarbi mengaku bertemu Kolonel Latief. Saat itu Latief bercerita tanggal 28 September 1965, dirinya menemui Soeharto untuk menceritakan situasi yang terjadi.

Namun Soeharto diam, tidak berkomentar. Baru kemudian hari, Soeharto menangkap Latief. Penulis Cornell Paper Profesor Ben Anderson mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa Soeharto diam saat mendengar keterangan Latief.

Secara Machiavelis, Soeharto beranggapan ada baiknya jika Achmad Yani dan Nasution disingkirkan. Soeharto menyimpan dendam kepada Nasution karena pernah dicopot dari Pangdam Diponegoro dengan alasan melakukan penyelundupan.

Begitupun dengan Yani, Soeharto tidak suka Yani karena dia merasa lebih senior. Pertanyaannya kemudian adalah kenapa para pelaku penculikan dan pembunuhan para jenderal itu adalah orang-orang dekat Soeharto?

Hubungan Soeharto dengan Kolonel Latief sudah seperti saudara. Latief mengenal Soeharto dan istrinya Ibu Tien sejak tahun 1948 sewaktu gerilya di Yogyakarta. Begitupun dengan Letkol Untung, hubungan mereka sangat baik.

Saat Untung menikah, Soeharto lah yang membiayai seluruh biaya pernikahannya. Namun belakangan Soeharto lah yang menangkap dan membunuh Untung. Ben menduga, hal ini seperti permainan catur yang mengorbankan prajurit padaawal permainan.

Profesor Peter Dale Scott dalam analisanya beranjak lebih jauh. Dia menyatakan G30S atau Gerakan September Tiga Puluh (Gestapu)* merupakan pintu masuk bagi Soeharto untuk menghancurkan golongan kiri dan mendongkel Soekarno.

Menurutnya, dari awal Soeharto sudah mengetahui bahwa penculikan dan pembunuhan enam orang jenderal itu dilakukan oleh pasukan-pasukan yang berhubungan dengan Untung, karena pasukan itu berada di bawah kepemimpinannya.

Jadi, apapun alasan dan motivasi oknum-oknum perorangan dalam peristiwa itu menurutnya munafik, dan janggal karena sudah dirancang oleh Soeharto. Seperti keputusan tidak menjaga sisi Timur tempat markas Kostrad misalnya. Menurutnya, hal ini konsisten dengan putusan G30S bahwa hanya para jenderal Mabes AD yang akan dijadikan sasaran. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada yang menghalangi pengambil alihan kekuasaan oleh Soeharto.

Kejanggalan lain adalah pengumuman Dewan Revolusi yang tidak mengikutsertakan Soekarno. Menurutnya hal ini merupakan dalih Soeharto untuk berpura-pura melindungi Soekarno yang pada hakikatnya mencegah Soekarno kembali memimpin.

Begitupun dengan dipilihnya sarang G30S yang di Halim Perdana Kusuma. Hal itu untuk menutupi kecurigaan pembunuhan yang dilakukan pasukan di bawah komandonya, dan melimpahkannya kepada AURI dan personel Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pasukan yang sama juga berada di Jawa Tengah. Diketahui bahwa batalion yang memberi pembekalan kepada kompi-kompi pemberontak dan yang menumpasnya adalah sama. Batalion itu berada di bawah kuasa Pangkostrad. Siauw Giok Tjhan dalam catatan penjara Orde Baru menceritakan, beberapa jam sebelum G30S terjadi Kolonel Latief kembali menemui Soeharto dan melaporkan akan dilakukan penculikan para anggota Dewan Jenderal malam itu.

Namun hingga G30S dilancarkan, Soeharto tetap diam dan tidak mengambil tindakan pencegahan. Padahal, harusnya dia melaporkan apa yang diketahuinya itu kepada atasannya Jenderal Ahmad Yani dan Jenderal Nasution.

Pertemuan Latief dan Soeharto malam itu disaksikan oleh Mayor Suradi. Menurut Suradi, dia menemani Latief menemui Soeharto di RSPAD. Dia mendengar Latief melaporkan bahwa nanti malam akan ada gerakan menculik para jenderal.

Banyak para perwira menengah dan tinggi ABRI diadili dan ditahan dengan tuduhan terlibat dalam G30S hanya karena mereka dinyatakan mengetahui tentang keberadaan Dewan Jenderal, tetapi tidak memberitahukan atasannya.

Salah satu contohnya adalah Komodor Suradi, Panglima Maritim Kepulauan Riau. Dia dijatuhi penjara 18 tahun karena tidak melaporkan keberadaan Dewan Jenderal yang diketahui dari seorang bawahannya ke atasannya.

Contoh lainnya adalah Brigadir Jenderal Polisi Suwarno. Dia dijatuhi hukuman karena tidak melaporkan atasannya karena keberadaan Dewan Jenderal dan tidak berupaya mengambil tindakan terhadap Dewan Jenderal.

Pertanyaannya kemudian adalah, kenapa tidak ada konsekuensi hukum atas diamnya Mayjen Soeharto? Sampai di sini bahasan Cerita Pagi diakhiri. Semoga memberikan manfaat dan menambah khazanah pengetahuan pembaca.

*Prof Benedict Anderson mempunyai kesan bahwa singkatan Gestapu itu sendiri merupakan satu alasan lain dengan menganggap bahwa Gestapu adalah buatan Amerika Serikat. Kata Gerakan September Tiga Puluh sendiri terdengar janggal dalam bahasa Indonesia. Hal ini sama dengan mengatakan Teenth Four (Mei Sepuluh Empat) sebagai ganti May Four Teenth (Empat Belas Mei).

Sumber Tulisan : Siauw Giok Tjhan, G30S dan Kejahatan Negara, Ultimus, Cetakan Pertama, Oktober 2015Pater Dale Scott, Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno 1965-1967, Vision 03, Cetakan Kedua September 2003.

Eros Djarot, Siapa Sebenarnya Soeharto, Fakta dan Kesaksian Para Kesaksian Para Pelaku Sejarah G30S/PKI, MediaKita, Cetakan ke-13, 2008.

Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/105...965-1446992300

Smiling general emang luar biasa
Diubah oleh jedotinpala
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggotjemboet dan 21 lainnya memberi reputasi
22 0
22
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:57
jangan suka ngomongin suharta
duit turunan2nanya masih banyak buat nyulikin ente emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoanesherry dan 6 lainnya memberi reputasi
6 1
5
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 14:59
jendral yg diculik itu pegang jabatan strategis atau megang komando pasukan ga sih?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 28 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 28 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:01
Sejarah harus di luruskan, kalo memang Suharto terlibat ya biarlah katakan dia terlibat, namun jangan pula menafikan jasa Suharto kepada negara ini, setiadaknya pada awal repelita kelihatanya Suharto di jalan yang benar, walaopun belakangan krupsi juga.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gentayaumal dan 10 lainnya memberi reputasi
10 1
9
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:04
Memuji karno dan mencaci harto adalah sikap yg salah dan keliru. Karno dan harto itu dosanya sama sama besar. Mereka sama sama bersalah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:05
Gak bakalan diculik lah...
profile-picture
Lamtabo memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:06
Ibarat burung menunggu belalang selesai memangsa ulat. Suharto nunggu atasan2 nya dihabisi dulu baru dia kudeta.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tarambal17 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:09
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

AMONG US REAL LIFE emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:10
Yg mendukung komunis tidak ditumpas kan pasti ada ya emoticon-Leh Uga

Kl seandainya semua pahlawan revolusi tidak dibunuh, pki tidak di habisi, kira2 apa yang bakal terjadi? emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
necromongers dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:16
rahasia nya sudah di bawa mati sama soeharto
jadi selama nya akan tetap jadi misteri
paling andalan kita cuma nunggu bocoran dokumen CIA aja, itupun biasanya puluhan tahun lagi baru di buka ke publik
selama masih dianggap rawan, gak bakalan di publikasikan
apalagi penguasa sekarang masih terkait sama soekarno, jadi kecil kemungkinan di bocorkan utk saat ini
nunggu klan soekarno udah gak berkuasa lagi atau udah gak terjun politik lagi, mngkin baru saat itu akan di buka rahasia sebenarnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dukuncaboel dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:17
Yha karena Suharto itu biang keroknya emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:27
Simbah cuma mengail di air keruh
Dia melihat peluang dan memanfaatkannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fat.max dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:29
Suharto ga dinincar..karena..jabatan kirang strategis
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan gabener.edan memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 15:37
hanya suharto yg selamat
Dan anehnya ga sampe sebulan suharto berkuasa
Draft kontrak freeport udah siap ditanda tangani
Tanyabkenapa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lodagod dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 34 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 34 balasan
Mengapa Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?
30-09-2020 16:18
soeharto diam saja sbg bentuk pertahanan dirinya
agar tidak dicurigai tidak setia dan anti PKI

yang pada akhirnya menjadi musuh terbesar PKI saat itu

soekarno menngis melihat ayani mati
PKI membunuh banyak jendral, dilematis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
setiapmenit dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia