News
Batal
KATEGORI
link has been copied
159
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f6ec82068cc9578b44b91af/sejarah-masa-kecil-dn-aidit-tokoh-g30s-ternyata-suka-baca-al-quran-dan-sering-khatam
Dipa Nusantara (DN) Aidit, Ketua Partai Komunis Indonesia ( PKI ), tokoh sentral yang dianggap paling bertanggung jawab dalam peristiwa Gerakan 30 September ( G30S ) ternyata suka baca kitab suci Alquran, bahkan sering khatam. DN Aidit, yang ditembak mati seusai peristiwa G30S, bahkan beberapa kali menamatkan alias khatam dalam membaca Al Quran. Fakta DN Aidit suka baca Alquran, tokoh yang diangga
Lapor Hansip
26-09-2020 11:48

Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam

Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam

Dipa Nusantara (DN) Aidit, Ketua Partai Komunis Indonesia ( PKI ), tokoh sentral yang dianggap paling bertanggung jawab dalam peristiwa Gerakan 30 September ( G30S ) ternyata suka baca kitab suci Alquran, bahkan sering khatam.

DN Aidit, yang ditembak mati seusai peristiwa G30S, bahkan beberapa kali menamatkan alias khatam dalam membaca Al Quran.

Fakta DN Aidit suka baca Alquran, tokoh yang dianggap dalang dalam peristiwa G30S, ini diungkapkan oleh Profesor Salim Said dalam bukunya Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto.

Ada satu bab dalam buku itu yang khusus mengupas kebiasaan DN Aidit membaca Alquran dan diberi judul Pembaca Al-Quran yang Fasih.

Bagi kalangan jurnalis, militer, pengamat militer, hingga akademisi, nama Prof Salim Said tidaklah asing.

Salim Said adalah jurnalis senior dan sudah menjadi jurnalis sejak era tahun 1960-an.

Selain itu, Salim Said juga menjadi saksi mata terhadap beberap peristiwa penting dalam sejarah Indonesia pasca G30S.

Berdasarkan pengalaman mendampingi Kolonel Sarwo Edhie Wibowo dalam operasi pemberantasan sisa-sisa G30S,

Salim Said menuangkannya dalam buku Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno, dan Soeharto.

tribunnews
Foto sosok mirip Jokowi di Pidato D.N. Aidit (KOMPAS.com/LIFE)
Salim Said ketika itu telah melek politik karena merupakan aktivis mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di samping menyambi sebagai wartawan.

Menilik latar belakang penulisnya, buku ini bersifat semiautobiografi yang dituturkan dengan gaya tutur reportase naratif.

Dalam pengantarnya, Prof. Salim Said mengatakan bahwa buku itu diterbitkan bertepatan dengan peringatan 50 tahun Gestapu (Gerakan 30 September 1965) dan percobaan kaum komunis menguasai Indonesia.

Melalui buku itu, Prof Salim Said juga ingin mengenang korban-korban yang tewas, terpenjara, atau terbuang akibat aksi kaum komunis.

Singkat kata, buku terebut dipersembahkan Prof Salim Said kepada publik untuk memperingati kegagalan PKI.

“Mestinya kan mereka baca dulu. Atas dasar baca itu baru mereka bertindak. Bahwa ini ada kekeliruan karena mereka tidak baca,” kata Prof Salim Said dikutip dari Historia.

tribunnews
DN Aidit dan Nyoto (Istimewa)
Prof Salim Said menjadi guru besar ilmu politik Universitas Pertahanan yang menjadi tempat bagi para perwira TNI menimba ilmu akademiknya.

Dia juga tercatat sebagai penasihat politik Kapolri, pengajar di Sekolah Staf dan Komando TNI AD, AL, dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Dalam arus publisitas, nama Prof Salim Said kondang sebagai pengamat politik dan militer.

Berikuti kutipan lengkap Bab Pembaca Al-Quran yang Fasih dalam buku Salim Said, Gestapu 65: PKI, Aidit, Sukarno dan Soeharto:

Pembaca Al-Quran yang Fasih

Saya meninggalkan rumah dinas pemimpin tertinggi Komunis Indonesia dengan mengantongi satu rol kecil pita rekaman.

Saya menduga rekaman itu dokumen politik penting.

Ketika pita rekaman itu kami putar ternyata isinya pengajian Islam yang dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al- Quran.

Di kemudian hari, saya baru mendapatkan informasi, pada masa kecil di kampungnya, DN Aidit bukan saja belajar mengaji Al Quran, bahkan beberapa kali menamatkan Al Quran.

Pada masa kecilnya, DN Aidit konon juga dikenal di lingkungan dekatnya sebagai pembaca Al Quran yang fasih.

Sekitar sebulan setelah meletusnya Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), sebagai reporter muda, pada awal November saya mendapat penugasan di Jawa Tengah.

Pada penugasan pertama di luar kota tersebut, saya harus meliput operasi RPKAD membersihkan Gestapu dalam tubuh Kodam Diponegoro.

tribunnews
Keluarga DN Aidit (Istimewa)
Beratnya tugas Sarwo Edhie sebagai Komando Operasi akan mudah disadari kalau kita tahu bahwa dari tujuh Batalion Diponegoro yang waktu itu berada di Jawa Tengah, lima sudah dikuasai para perwira beraliran kiri.

Juga dari tiga Komando Resort Militer (Korem) telah pula mereka pengaruhi.

Komandan Korem Yogyakarta, Kolonel Katamso, dan wakilnya, Letnan Kolonel Sugiono, malah diculik, dan dengan sadis dibantai sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam lubang yang dangkal.

Aneh memang, pasukan-pasukan yang tidak berkecenderungan kiri waktu itu justru sedang ditugaskan di Kalimantan Utara dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia.

Dibekali dengan surat pribadi Jenderal Soegandhi kepada Kolonel Sarwo, saya berangkat ke Solo dengan kereta api.

Kolonel Sarwo Edhie sudah berada di Solo waktu itu setelah menyelesaikan tugas di Semarang.

Apa isi surat, saya tidak pernah tahu.

Tapi, sejak itu, saya selalu diminta berada dekat dengan Komandan, dalam perjalanan darat maupun penerbangan dengan helikopter, ke berbagai kota di wilayah Jawa Tengah.

Kesempatan ini memberi peluang kepada saya menjadi akrab dengan Kolonel Sarwo dan sekaligus mengikuti jalannya operasi dari pusat komando.

Persahabatan saya dengan Pak Sarwo Edhie itu berlangsung terus hingga beliau jatuh sakit sebelum akhirnya meninggal pada 1989.

Kedekatan saya dengan Komandan RPKAD itu tampaknya menimbulkan perasaan tidak senang seorang asistennya.

Mayor Gunawan Wibisono, Asisten Operasi Komandan RPKAD dan teman sependidikan LB Moerdani di Bandung, pernah memperingatkan saya agar menjaga jarak dengan komandannya.

"Eh, wartawan, itu Kolonel, kamu harus tahu," katanya dengan kasar setengah membentak ketika kita berada di Purworejo.

Tapi, kalau saya menjauh, Kolonel Sarwo selalu mencari saya.

Akibatnya, Mayor Gunawan selalu memandang saya dengan muka kecut.

Pengalaman dengan Mayor itu kemudian mengajarkan kepada saya, pada umumnya tentara itu memang mengharapkan kita, orang sipil, menghormati Komandannya, sebagaimana dia sendiri menghormati atasannya.

Mayor Gunawan tidak sanggup menyadari, saya bukan anak buah Komandannya, seperti dirinya.

Tapi karena untuk waktu lama militer menguasai lama Indonesia, pengalaman kurang menyenangkan dengan Mayor Gunawan selalu menjadi pegangan diri sendiri dalam berhubungan dengan para pemimpin tentara, terutama di hadapan para anak buahnya.

Bersama pasukan RPKAD, kepada pimpinan Operasi diperbantukan satu kompi Polisi Militer Angkatan Darat yang berkualifikasi para (Yon Pomad Para).

Tugas polisi militer ini memproses anggota tentara yang ditahan karena dicurigai terlibat Gestapu.

Di berbagai kota yang kami kunjungi dalam rangka operasi itu, saya menyaksikan anggota-anggota Yon Pomad Para ini selalu sibuk memeriksa tentara-tentara yang ditahan.

tribunnews
Presiden Soekarno dan DN Aidit (Istimewa)
Ternyata Biro Khusus PKI cukup sukses dalam membina tentara.

Seingat saya kebanyakan yang ditahan adalah perwira yang mengurusi intelijen, teritorial, dan personalia.

Tiga pos sensitif dalam organisasi militer.

Tentang tentara binaan Biro Khusus PKI, Dr Harold Crouch dalam bukunya Militer dan Politik Indonesia (1986), mengungkapkan, Biro Khusus PKI berhasil membina sejumlah perwira di beberapa wilayah Indonesia.

Temuan Crouch yang sudah dibina, 250 perwira di Jawa Tengah, 200 di Jawa Timur, hampir 100 di Jawa Barat, sekitar 50 di Jakarta, hampir 40 di Sumatera Utara, 30 di Sumatera Barat, dan 30 di Bali.

Menurut Grouch, perwira binaan PKI tersebut dipersiapkan memegang peranan setelah Gestapu berhasil di Jakarta.

https://kupang.tribunnews.com/2020/0...hatam?page=all

ayah dn aidit pendiri organisasi islam nurul islam..muso khatam alquran dan anak kiai besar,letkol untung jg khatam alquran,haji misbach seorang haji..tan malaka seorang muslim..mereka semua org org yg ilmu agama islamnya tinggi..PKI juara 4 pemilu masa atheis indonesia sebanyak itu? asal PKI saja dari sarekat islamemoticon-Embarrassment

tp yg disalahin malah atheis...emoticon-Embarrassment
Diubah oleh dispenserr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
BlueVergil dan 18 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:49
Apakah dia murtad

Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
Diubah oleh seher.kena
profile-picture
mutaqi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:53
Itu didikan dibawah kekuasaan Belanda dan Jepang. Kaku, tegas, berpendirian kuat. emoticon-Bingung
Cobak ente pikir ndiri klo ente dulu kuliah di ospek, nah keadaan gak jauh beda. Dibawah tekanan mulu. Hasil nya kek pegimane ?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:53
Mungkin gara2 itu dia jadi PKI
0 0
0
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:54
Pokoknya salah PKI...!!

PKI itu komunis,
Komunis itu atheis,
Atheis itu PKI,
PKI itu komunis,
Komunis itu atheis..!!
emoticon-Ngamuk
emoticon-dor
profile-picture
profile-picture
profile-picture
elevator action dan 6 lainnya memberi reputasi
6 1
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:54
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:54
Masuk akal. Politik bikin orang dibunuh dengan tuduhan keliru. Jangan Sampe kejadian lagi.
profile-picture
profile-picture
Judess dan slider88 memberi reputasi
2 0
2
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:55
Pada 1942, Aidit merantau ke Jakarta (dulu Batavia) dan berkenalan dengan tokoh-tokoh besar. Ia bersentuhan juga dengan teori-teori komunisme seperti dari Karl Marx.

Dalam perantauan ini, Aidit mengubah namanya, dari Achmad menjadi Dipa Nusantara.
profile-picture
aljibo memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 11:59
Seorang tokoh PKI aja hafal Al-Qur'an, bagaimana dengan kadrun kadrun Kaskus yg merasa paling Islami? emoticon-cystg
profile-picture
profile-picture
secer dan Judess memberi reputasi
1 1
0
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:03
Nah ini bisa jadi renungan pembelajaran...

Jangan ustad ustad selebritis masa kini mengumandangkan Anti PKI, ganyang PKI.. tanpa tau PKI itu apa, doktrinnya seperti apa, asal muasalnya darimana.. cuma taunya mentok di kepala kalo PKI = anti Islam = PDIP = Cina

Harusnya sadar kalo cikal bakal PKI itu lahir dari organisasi islam, pendiri pendirinya orang Islam. Kenapa bisa gitu? Artinya pemahaman komunisme dan pemahaman islam itu pada dasarnya hampir sama. Sehingga orang orang islam pendiri pki pada waktu itu menerima juga ideologi komunisme.

Komunisme itu kan intinya sama rasa sama rata, sumber perekonomian dikuasai negara dibagi rata ke rakyatnya. Lah sama juga kan di islam juga diajarkan kebersamaan? Bahkan dibandingkan dengam kristen atau katolik yang jauh lebih individual.. liat aja cara duduknya kalo sembahyang... yang satu duduk di lantai berkerubung rapat rapat... yang satu lagi duduk sendiri sendiri di bangku..

Jadi buat kalian kelompok KAMI yang suka beratribut islam yang teriak anti pki, ganyang pki, coba pikirin lagi.. jangan jangan pemikiran komunis sama dengan pemikiran lu juga dasarnya... asal jangan dibelokkan aja artinya jadi PKI = anti islam = PDIP = Cina
Diubah oleh balado.jengkol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
elevator action dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 15 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 15 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:05
tidak mungkin emoticon-Frown

ini pasti fitnah, misinformasi, hoax emoticon-Marah

agar kaum muslim imannya goyah emoticon-Mad emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
elevator action dan Judess memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:11
Memangnya komunis & atheis sama ? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Judess dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:12
jadi selama ini..

para nastak yg mengidolakan kiminis membela para kiminis yg trnyata kaum nasbung...tapi nasbung ga percaya kl beliau adalah kiminis..dan nastak gengsi setelah tau kl nasbung itu kiminis...

ternyata mereka berdua adalah sodara jancooekk..

ini uoppppooo toohh...

emoticon-Om Telolet Om!
Diubah oleh AsalBunyi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:19
Baik tokoh kanan seperti DI TII maupun tokoh kiri seperti PKI dua duanya berasal dari Islam. yah wajar karena Indonesia mayoritas memang Islam. cuma anehnya yang di salahkan ateis. emoticon-Om Telolet Om!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:27
Negara mayoritas islam jadi ya wajar petinggi partai apapun di indonesia agamanya islam dan sudah pasti ilmu agamanya juga mumpuni

Yg aneh itu, sudah tau indonesia mayoritas islam tapi memaksakan liberalisasi bahkan cenderung anti islam sampe" mendukung non islam jadi pemimpin negara

Kalo ga ikut dukung dibilangnya radikal. Lupa ya kalo tanah yg ente pijak ini mayoritasnya islam. Sadar diri hei!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abahsange69 dan 6 lainnya memberi reputasi
4 3
1
Lihat 13 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 13 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:30
Komunis itu memang lekat dengan agama islam

Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
elevator action dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:32
Quote:Original Posted By seher.kena
Apakah dia murtad

Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam


Quote:Original Posted By Jalan Cinta
Masuk akal. Politik bikin orang dibunuh dengan tuduhan keliru. Jangan Sampe kejadian lagi.


Quote:Original Posted By magelys
Pada 1942, Aidit merantau ke Jakarta (dulu Batavia) dan berkenalan dengan tokoh-tokoh besar. Ia bersentuhan juga dengan teori-teori komunisme seperti dari Karl Marx.

Dalam perantauan ini, Aidit mengubah namanya, dari Achmad menjadi Dipa Nusantara.


Quote:Original Posted By kudo212
Negara mayoritas islam jadi ya wajar petinggi partai apapun di indonesia agamanya islam dan sudah pasti ilmu agamanya juga mumpuni

Yg aneh itu, sudah tau indonesia mayoritas islam tapi memaksakan liberalisasi bahkan cenderung anti islam sampe" mendukung non islam jadi pemimpin negara

Kalo ga ikut dukung dibilangnya radikal. Lupa ya kalo tanah yg ente pijak ini mayoritasnya islam. Sadar diri hei!


al fatihah buat almarhum dn. aidit

profile-picture
profile-picture
Judess dan slider88 memberi reputasi
2 0
2
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:36
tereak" PKI sana sini ehhh taunya asal usul PKI dari dia" juga emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
Judess memberi reputasi
1 0
1
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:38
komunis itu cabang dari sosialisme. semua agama itu sosialis. apa agama dengan komunis bersaudara secara ideologi?
yang ateis itu marxis-leninis, bukan komunis keseluruhan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Judess dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 25 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 25 balasan
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:44
ternyata dari si merah jugaemoticon-Ngakak
profile-picture
Judess memberi reputasi
1 0
1
Sejarah Masa Kecil DN Aidit, Tokoh G30S Ternyata Suka Baca Al Quran dan Sering Khatam
26-09-2020 12:54
Kelau memang begitu Berarti murtad. Berganti keyakinan. gitu aja kok susah
profile-picture
Judess memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia