News
Batal
KATEGORI
link has been copied
141
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f6bab57337f93151c5c6581/komnas-ham-bakal-investigasi-insiden-pendeta-tewas-di-papua
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyiapkan tim investigasi untuk mengusut kematian pendeta bernama Yeremia Zanambani yang tewas tertembak, di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9) lalu. Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua telah menerima aduan
Lapor Hansip
24-09-2020 03:08

Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua

Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua

Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua


Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyiapkan tim investigasi untuk mengusut kematian pendeta bernama Yeremia Zanambani yang tewas tertembak, di Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9) lalu.

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua telah menerima aduan langsung dari Dewan Adat Papua, John Gobay terkait insiden tersebut.

"Selanjutnya kami akan menginvestigasi independen. Artinya kami akan menurunkan tim, mungkin teman-teman Papua, karena kondisi sekarang ini, akan turun ke lapangan mencari keterangan bukti fakta dari semua pihak," kata Beka saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (22/9).

Beka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum juga mengusut secara tuntas insiden penembakan pendeta Yeremia. Menurusnya, kasus penembakan tersebut menjadi pekerjaan rumah baru pemerintah di Papua.

"Tentu saja juga harapannya temuan dari Komnas HAM akan ditindaklanjuti oleh aparat maupun pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, Beka menyebut Komnas HAM juga pernah menerima aduan soal kekerasan yang dilakukan terhadap pemuka agama di Papua. Namun, ia tidak merinci kasus tersebut.

"Sudah dua kali seingat saya. Saya ingin tegaskan, posisi pemuka agama di Papua sama dengan di tempat lain, bahkan di Papua sangat dihormati," ujarnya.

Dalam insiden tewasnya pendeta Yeremia, terjadi perbedaan keterangan dari berbagai pihak. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) menduga pendeta Yeremia ditembak oleh aparat TNI, sehingga membuat para jemaat ketakutan dan lari ke hutan.

Sementara, TNI/Polri sepenuhnya meyakini bahwa KKB adalah pihak yang bertanggung jawab dalam penembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal menyebut tak ada personel TNI dan Polri yang ditempatkan di Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya.

"Yang ada hanya pos persiapan Koramil Hitadipta disana. Isu yang beredar bahwa kasus penembakan dilakukan oleh aparat TNI itu tidak benar," kata dia, melalui keterangan resmi, Senin (21/9).

Disisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah bertanggung jawab dalam insiden penembakan itu. Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding aparat TNI yang menembak pendeta Yeremia saat kontak senjata dengan prajuritnya di Intan Jaya.
sumber

************

Dalam sebuah wilayah dimana terdapat pembangkangan terhadap pemerintah pusat, seorang pemuka agama adalah magnet yang sangat kuat bagi ummat di wilayahnya. Dialah tempat mengadu, berkeluh kesah, dan berharap banyak. Kata-katanya dijadikan panutan bahkan perintah.

Dan ketika pembangkangan sipil ini didukung oleh pemuka agama, maka hal itu menjadi sebuah legitimasi bagi para penduduk untuk mendukung para pembangkang. Celakanya, para pemuka agama tak selalu sejalan dengan para pembangkang. Ada saja yang tetap pada fungsinya menjadi pemuka agama tanpa ikut campur urusan politik atau kekuasaan.

Namun, kejadian ikut campurnya pemuka agama mendukung pemberontakan telah mendapat contoh dari kejadian di Timor Timur (sekarang Timor Leste), dimana seorang pemuka agama justru menjadi duri dalam daging bagi para penegak hukum dan aparat militer, serta penduduk yang tidak mendukung pemberontakan. Pemuka agama tersebut selalu menekan pemerintah pusat dan aparat penegakan hukum dan keamanan. Ini jelas menyulitkan posisi aparat, sebab disatu pihak jelas, pemuka agama tersebut bisa dianggap pemberontak, sementara disisi lain, karena posisinya sebagai warga sipil, pasti riskan sekali digoreng oleh isu HAM jika dilakukan penegakan hukum yang tegas.

Dan bagi para pembangkang atau pemberontak, siapapun yang tidak mau mendukung langkah mereka, maka jelas dikategorikan sebagai musuh yang harus dilenyapkan. Mau itu masyarakat sipil, warga asli atau pendatang, seiman atau tidak, pemuka agama atau pedagang, apalagi aparat keamanan.

Nah, lagi-lagi Komnas HAM membuat geram kita sebagai bangsa Indonesia. Komnas HAM selalu sibuk jika ada isu sensitif yang memojokan posisi pemerintah pusat, tapi tak pernah peduli dengan banyaknya nyawa yang telah hilang akibat kebrutalan OPM (Organisasi Para Monyet). Ya, monyet yang bersenjata.

Ketika ada warga yang terbunuh dengan begitu kejamnya, tersayat, terbelah, tertembak tanpa bisa melakukan perlawanan, Komnas HAM diam seribu basa, memalingkan muka seolah tak ada kejadian apa-apa. Bahkan ketika prajurit TNI yang sedang melakukan misi kemanusiaan terbunuhpun, Komnas HAM seolah hanya menganggap para prajurit TNI sebagai hewan yang tak perlu dipandang.

Padahal pemberontakan sipil bersenjata, jelas tak bisa dibedakan mana warga sipil biasa, mana warga sipil bersenjata. Siang menjadi kawan, malam menjadi musuh yang siap memenggal kepala. Dan inilah yang terjadi di Timor Timur dahulu. Dan Kontras, menjadi duri dalam daging keutuhan NKRI kala itu. Kontraslah yang paling terdepan membela para pemberontak Timor Timur kala itu. Memfasilitasi pembelaan terhadap mereka dengan alasan kemanusiaan dan keadilan, persamaan hak dan hak untuk menentukan nasib sendiri.

Komnas HAM jelas bermuka dua.
Komnas HAM hanya peduli pada pandangan dunia terhadap mereka, bukan pada pandangan bangsa Indonesia. Ini sangat menyakitkan.

Sudah saatnya Presiden Republik Indonesia, Jokowi, untuk memberi pesan tegas kepada Organisasi Para Monyet (OPM) ini agar bisa memilih. Menyerah dan kembali kepada NKRI, atau dihabisi seperti mereka dengan kejam memperlakukan para warga sipil dan aparat. Jangan lagi bermain-main dengan nyawa para prajurit.

Untuk apa kita punya pesawat nirawak? Untuk apa kita punya satelit? Untuk apa kita punya ratusan ribu prajurit terlatih, punya detasemen khusus, tapi membiarkan para monyet, Kelompok Kunyuk Bersenjata (KKB) menghina dan menginjak-injak harga diri negara ini.

Apa lagi yang ditunggu?
Jangan pedulikan Komnas HAM.
Sebab mereka tak pernah peduli pada bangsa dan negara ini.

Hajar!

Diubah oleh i.am.legend.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eckosz dan 13 lainnya memberi reputasi
12
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 03:41
padahal ini bahan gorengan yg baru tapi koq piggay ga muncul yaemoticon-Ngakak
profile-picture
LZS memberi reputasi
1 0
1
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 04:10
kalo ga bisa bayar jangan harap dapet pelayanan hamburgeremoticon-Leh Uga
0 0
0
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 04:18
nah ini dia si buzzerp senior.
silakan antum beropini, coba menggiring opini publik, menyalahkan komnas ham, dll.
realitasnya, posisi indonesia semakin terpojok d forum2 internasional.
udah banyak negara d luar sana mulai melek masalah ini.
organisasi yang antum sebut para monyet itu, isinya manusia coeg.
mereka belajar.
gak hanya pake cara2 separatis lagi, tapi mulai dengan cara2 diplomasi.
bahkan orang2 endonesia sendiri banyak yang mulai terbuka dan tau kebenaran soal papua.

sementara pemerintah endonesia? masih aja pake cara2 kolonial.
kirim terus tu tentara k sana, sebar terus buzzerp k media.
udah pegunungannya dikeruk, eh sekarang hutannya mau dijamah abis2an lagi.
gak pernah mau belajar. entah siapa yang monyet sesungguhnya. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bakakazuko dan 9 lainnya memberi reputasi
3 7
-4
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 04:52
TNI tewas berapa banyak disana, kok diam aja lo pade emoticon-anjing
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 05:00
Emangnya indon pernah peduli ma ham. Gak kehitung banyaknya HAM yang indon langgar.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
0 1
-1
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 05:07
1. Pengen beragama dibatasi hanya boleh agama tertentu
2. Pengen tidak beragama juga tidak boleh
3. Pengen belajar ilmu dasar ekonomi dan politik tidak boleh ( komunis marxis dkk)
4. Pengen gambar dibatasi gambar harus syariah dan palu arit gak boleh
5. Kebebasan berekspresi sangat dibatasi.
6. Kesenian dan budaya harus ikuti standard Padang pasir.
7. Kebebasan berpendapat hampir tak ada dan bahkan ada undang-undang penistaan agama yang pasal karet yang berefek pada pengekangan HAM hampir di segala bidang.
8. Nikah beda agama tidak boleh
9. LGBT tidak boleh
10. Bangun rumah ibadah mino izin luar biasa susah
11. Politik SARA dan intoleransi SARA yang dibiarkan bukan diselesaikan
Diubah oleh slider88
profile-picture
profile-picture
sirajuddinhakim dan riko911 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 50 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 50 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 05:46
Giliran ustad / pemuka agama islam diserang, pasti pelakunya dibilang gila emoticon-Mad (S)
profile-picture
profile-picture
preman.sosmed dan berry.white memberi reputasi
2 0
2
Lihat 24 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 24 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:11
teriak2 HAM

itu yg pkerja jembatan/jalan yg dibantai dsono kgak masuk HAM juga??
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:12
Organisasi para monyet? Seriusan? Ngebuzz juga jgn gini om. Papua juga ladang suara pdi lho.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:17
Babad habis opm, include pemuka agama.

Duri bikin nyeri.
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:20
Paling ngga gw yakin banget kl ini bukan salah gaberner
0 0
0
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:21
Gak sekalian yg TNI dibunuh juga?
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:27
Ya gapapa sih diinvestigasi. Biar nampak ada kerjaan emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:27
Situasi di Papua sendiri gimana sih? Hubungan tni dgn warga asli Papua tuh gimana?

Gw gak mau bicara hubungan pemerintah daerah dgn warganya krn klo dri berita2 selama ini kayanya malah perkembangannya gak sebaik daerah lain


profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 06:58
Ini sulitnya literasi.

Sejak awal gw membahas soal kebrutalan OPM.

OPM itu yang kepanjangannya gw satir.

Gw membahas ini lebih kepada masalah pemberontakan sipil, bukan membahas warga sipilnya atau pemuka agamanya.

Kenapa komennya justru pada lari kemasalah agama?

Bingung gw sama kaskuser.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 07:12
kalo katanya cak nun ga ada yg namanya hak asasi manusia, adanya kewajiban asasi manusia emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan nowbitool memberi reputasi
2 0
2
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 08:06
Yang dor itu KKB atau TNI sih, kok beritanya berubah-ubah. Tp menurut Ane nih emang sengaja buat rusuh menjelang sidang PBB.
profile-picture
nowbitool memberi reputasi
1 0
1
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 08:08
Invasi terhadap negara yg sudah merdeka timor leste aja tidak pernah diakui.

Apa lagi cuman beginian.

Susah kalo nasionalisme berbasis fasisme dan menganggap "benar salah kita bela"
Maka kelak 100 tahun atau 1000 tahun lagi ketika indonesia menjadi kuat, maka indonesia akan menjadi mesin perang dan menggilas semua bangsa, melupakan cita2 awal pembentukan indonesia.

Selama prinsip yg di pegang seperti itu, maka akan selalu berbahaya bagi umat manusia.
profile-picture
profile-picture
slider88 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 1
0
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 08:17
Soal pemuka agama main politik juga, w setuju. Dan melalui contoh yg timor leste ada benarnya. Dan gak semua orang tahu.

Meskipun melanggar HAM w gak setuju klo gerakan separatisme bebas dan di dukung cuman demi HAM. Bisa lebih barbar.

Bukan ngerendahin orang papua. Tapi orang papua mirip orang afrika soal kesukuan. Bisa lebih parah dan meluas...

Dlu ada kaskuser senior citizen ex orang Indonesia yg kerja di bidang kemanusiaan organisasi eropa. Doi selalu menyampaikan jangan pernah dengerin omongan organisasi separatisme di Indonesia.

Apalagi yg ribut2 kemaren tetangga Indonesia kepulauan pasifik ada yang panas2in...

Kesejahteraan gak merata?
kowi lagi berusaha meratakan dengan infrastruktur biar ekonomi terutama jalur suplai bisa lancar. Toh kemarin aja banyk yg omongin klo pejabat pemda orang aslinya banyak yg 'Makmur' dibanding masyarakatnya sendiri.
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Komnas HAM Bakal Investigasi Insiden Pendeta Tewas di Papua
24-09-2020 08:30
gw setuju sama TS iam legend. OPM harus diredam dan rakyat papua harus di tegaskan mau ikut indonesia atau gak...jangan OPM menghasut atau mengancam rakyat papua yg masih mau ke NKRI. Nanti kayak timor leste baru tau..cuma dimanfaatin tanahnya doank
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia