Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
25
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f51f26b10d295731155932f/di-antara-dua-makam
Malam masih muda. Sementara di langit sana sudah sangat gulita. Awan mendung menggantung bergumpalan. Kemudian dari celahnya milyaran tetes air turun serentak. Jatuh sedikit demi sedikit, kemudian sangat deras, mengguyur apa saja yang dilaluinya. Entah cuma perasaanku, tapi malam ini terasa agak lain. Ganjil. Dinginnya masih sama, tapi kali ini terasa lebih mencekam. Biasanya, hujan-hujan begini
Lapor Hansip
04-09-2020 14:53

Di Antara Dua Makam

Past Hot Thread
icon-verified-thread
By: Diana Dee

Di Antara Dua Makam

Malam masih muda. Sementara di langit sana sudah sangat gulita. Awan mendung menggantung bergumpalan. Kemudian dari celahnya milyaran tetes air turun serentak. Jatuh sedikit demi sedikit, kemudian sangat deras, mengguyur apa saja yang dilaluinya.

Entah cuma perasaanku, tapi malam ini terasa agak lain. Ganjil. Dinginnya masih sama, tapi kali ini terasa lebih mencekam. Biasanya, hujan-hujan begini kawanan kodok di rawa dekat pohon beringin sana selalu berisik. Namun, entah kenapa kini mereka bungkam. Apa si Piton penguasa rumpun bambu telah memangsa mereka? Ah, semoga saja tidak!

Hujan masih berlanjut. Sekarang disertai kilat dan gemuruh guntur. Cemas pun mulai meraup. Takut, kalau-kalau dahan atau pucukku tersambar petir. Bisa mati aku! Namun, aku bisa apa? Toh, semuanya akan mati juga, kan? Bahkan manusia yang terkubur di bawah batangku ini sudah lebih dulu menghadapinya. Seingatku sudah dua puluh tahun lamanya. Tadi, sebelum magrib, bertambah pula seorang lagi. Jadilah kini aku berdiri di antara dua makam. Di samping kiri makam baru, dan di samping kanan makam lama.

Bicara tentang mati, ah, kurasa itu perkara yang serius. Mati bukanlah akhir dari semuanya. Melainkan, awal dari perjalanan nan sesungguhnya. Aku tak tahu alam kubur itu seperti apa. Akan tetapi, setelah mendengar cerita Cacing, kurasa itu adalah tempat yang sangat mengerikan. Kalian bayangkan saja! Liang sempit, lembab, pengap, dan gelap itu akan mengurung jasad kalian? Hiii, pasti sesak sekali!

Namun, Cacing juga pernah bilang padaku, kalau tak semua kubur itu mengerikan. Ada pula yang sangat indah seperti taman-taman bidadari.

"Dari mana kau tahu?" tanyaku suatu hari ketika Cacing bercerita tentang kuburan yang indah itu. Jujur saja, aku tak percaya dengan ceritanya.

Cacing terkekeh. "Kau ini! Berpindah dari kubur ke kubur adalah pekerjaanku. Di sana kami mencari makan. Menggerototi sebujur bangkai berdosa beramai-ramai. Masuk ke lubang hidungnya, telinga, usus, bahkan kemaluan!"

Aku bergidik jijik. Memakan bangkai? Hueek!

"Namun, tak semua bangkai bisa kumakan," lanjut Cacing.

"Oh, ya?" Aku makin penasaran.

"Iya! Mereka adalah jasad-jasad yang sangat dekat dengan Allah. Mereka mengabdikan hidup di jalan Allah dengan sepenuhnya penghambaan. Sebab itulah, bila mati, bukan tempat pengap yang mereka terima, melainkan taman yang sangat luas dan terang dengan selimut sutra hijau. Mereka inilah, yang jangankan memakannya, menyentuhnya saja aku tak diizinkan."

"Jadi, kau pernah datang ke kuburan menyenangkan itu?" tanyaku takjub.

"Ya."

"Di mana?"

"Itu, makam yang sudah dua puluh tahun kau naungi, Kamboja! Makam itu dihuni oleh gembala yang hafiz Quran."

Aku terperangah. Tidak menyangka. Ternyata selama ini aku menaungi makam orang salih. Aku amat beruntung! Pantas saja, rasanya begitu damai dan sejuk di sini. Untuk itu, sepanjang pagi dan petang aku bertasbih memuji Allah dan beristighfar untuk jasad yang tengah kunaungi ini.

Hujan mereda. Aroma petrikor menguar di mana-mana. Alam kembali tenang. Tanpa kilat. Tanpa guntur. Juga tanpa angin kencang. Kembali kulangitkan tasbih seraya menatap makam di sisi kananku. Nisannya kusam, tapi kuyakin jasad di dalamnya pasti berseri.

Kemudian gantian kutatap makam di sisi kiri. Masih baru. Tanah merahnya becek karena hujan. Bunga-bunga di atasnya masih nampak segar, tapi kotor karena tanah basah. Aku berharap, jasad di dalamnya sama dengan jasad temanku sebelumnya. Seorang pecinta Tuhan.

Detik berlalu. Aku kembali merasa ganjil. Malam ini terlampau tenang. Mungkin tepatnya mencekam. Dinginnya pun terasa lain. Entah kenapa sekujur ragaku tiba-tiba menggigil. Aku mendadak takut. Akan tetapi, tidak tahu apa yang kutakutkan itu. Sejurus kemudian kurasakan sesuatu. Seperti ada gelombang api menjalar di bawah tanah. Panas sekali! Rasanya akar-akarku bak terbakar karenanya.

Tiba-tiba, dari dalam makam yang masih merah itu, muncul suara-suara aneh yang belum pernah kudengar sebelumnya. Suara berat, menggema mengerikan. Rintihan kesakitan yang amat mengiris hati. Tangisan dan jeritan yang berbaur jadi satu.

Jeritan siapa itu?

Kenapa memilukan sekali?

Ada apa dengannya?


Tiba-tiba, kudengar suara berat yang jauh lebih menakutkan lagi. Ada kemarahan tersirat di dalamnya.

"Jadi, kau tak mengenal Muhammad?"

"T-tiddakk."

"PUKUL!!!"

"ARRGGH! TOBAAT!"

"Kau tak pernah salat?"

"T-tiddakk."

"PUKUL!!!"

"Ooh, ayah! Ibu! Sakiiit!"

Aku lemas seketika. Jeritan itu, seakan-akan bumi pun terbelah karenanya. Rasanya akar-akarku akan tercabut dari bumi. Dedaunku meranggas. Bungaku pun berguguran dan langsung layuh setiba di tanah.

Pahamlah aku kini apa yang terjadi.

Malam terus merangkak. Di antara dua makam, kusaksikan tentang alam tertutup tabir yang banyak tak disadari manusia.

Baso-02-06-20

Hai Agan dan Sista! Diana Dee adalah nama pena saya di sosial media. Jadi, cerpen ini adalah real karya saya. Bukan saduran apalagi jimplakan. Jangan lupa kritik dan sarannya, ya. Terima kasih sudah membaca.
Diubah oleh serbaserbi.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KzRaItoN dan 16 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Di Antara Dua Makam
04-09-2020 15:48
Santuy dan santun area!
0 0
0
Di Antara Dua Makam
06-09-2020 01:05
nice story.
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan serbaserbi.com memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
06-09-2020 04:35
Sebagai pengingat.. Semoga kita di matikan dalam Husnul Khatimah.. Aamiin ya Rab
profile-picture
profile-picture
ChillyFlame dan serbaserbi.com memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
06-09-2020 15:21
Mantab ... Lanjutkeeun emoticon-2 Jempol
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
06-09-2020 19:12
nice buat renunganemoticon-Jempolemoticon-Jempolemoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
antonius24 dan serbaserbi.com memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Di Antara Dua Makam
06-09-2020 19:12
Ceritanya bagus emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan serbaserbi.com memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh KS06
Di Antara Dua Makam
07-09-2020 06:54
Nice story...
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
07-09-2020 08:02
emoticon-Wowemoticon-Ngakak
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
07-09-2020 10:42
Kalo kapir pasti digebukin dong yah...emoticon-Ultah
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
07-09-2020 12:11
sedihhh
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
08-09-2020 15:14
Pesan moralnya tersampaikan dengan jelas......emoticon-2 Jempol
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Antara Dua Makam
22-09-2020 11:10
Sungguh Tragis siksa yang meninggalkan Sholat. Btw, jikalau berkenan, silahkan mampir ke lapak stori saya di : https://kask.us/iGS27
profile-picture
serbaserbi.com memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
hay-kak-ness
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia