Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
31
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f361ce67414f5025976bc13/klinik-aborsi
"Kapan kita eksekusi?." "Nanti malam. " " Ok." Telfon pun ditutup. Dokter cantik itu memang sudah terbiasa berurusan dengan bagian tubuh manusia, jadi tak kan sulit rasanya jika hanya menggorok leher seorang wanita. >>>> Namaku Laras, aku adalah bidan disebuah Rumah Bersalin. Menolong ibu-ibu melahirkan memang sudah menjadi tugasku setiap hari. Tapi rasany
Lapor Hansip
14-08-2020 12:11

Klinik Aborsi

Klinik Aborsi
"Kapan kita eksekusi?."

"Nanti malam. "

" Ok."

Telfon pun ditutup.
Dokter cantik itu memang sudah terbiasa berurusan dengan bagian tubuh manusia, jadi tak kan sulit rasanya jika hanya menggorok leher seorang wanita.

>>>>
Namaku Laras, aku adalah bidan disebuah Rumah Bersalin. Menolong ibu-ibu melahirkan memang sudah menjadi tugasku setiap hari. Tapi rasanya pengabdian itu tidak sebanding dengan penghasilan yang kudapat.
Hidupku tetap susah, rumah kontrakan dengan biaya tiga orang anak membuatku kadang harus memutar otak untuk menutupi kebutuhan.
Suamiku meninggal 2 tahun yang lalu, penyakit diabetes yang dia idap karena keturunan itulah faktor utama yang merenggut nyawanya.

Jadilah aku, ibu tunggal bagi ketiga anakku yang saat itu masih kecil-kecil. Dengan honor yang kurasa tak akan cukup menutupi kebutuhan hidup, aku harus bertahan.

Namun sejak aku melakukan bisnis diluar tugasku di Rumah Bersalin itu. Akhirnya lambat laun kehidupanku merangkak naik.
Kini aku sudah punya rumah sendiri, dan klinik kecil yang selama ini aku idamkan.

Perkenalanku dengan Mia 4 tahun yang lalu di sebuah stasiun adalah titik awal memulai bisnis ini. Mia yang saat itu mengaku tengah cuti liburan, hendak pulang ke kampung halamannya, yang ternyata satu daerah denganku. Kamipun bicara banyak hal selama dalam perjalanan.

Mia adalah seorang dokter kandungan, tak jauh profesinya denganku. Kami bekerja di bidang yang sama yakni menolong ibu ibu dalam proses persalinan.
Cerita kehidupanku pun mengalir, aku yang saat itu butuh uang, kondisi ekonomi yang pailit, sementara tiga anak ku butuh biaya yang tidak sedikit. Mia akhirnya memberi ide sebuah bisnis yang menggiurkan.

Kamipun memulai rencana di bulan Januari 4 tahun yang lalu. Dengan modal uang dari Mia dan sedikit tabungan simpananku, akhirnya kami mengontrak rumah sederhana di sebuah perkampungan, namun tak jauh dari kota. Kamipun membeli peralatan seadanya dari uang sisa patungan kami tersebut.

Rumah kontrakan itu kami sulap menjadi klinik kecil tempat bisnis baru kami. Iya, aku akan mulai menerima pasien disini sebagai pengganti dari gajiku yang tak seberapa dari Rumah Bersalin itu. Demi bisnis ini aku dan Mia rela resign dari tempat kerja kami masing-masing

Setelah mengantongi izin, akhirnya klinik kami bisa berjalan dan menerima pasien melahirkan.
Tapi apakah klinik ini fungsinya untuk menolong orang melahirkan saja ? tidak!.
Kami justru sengaja membuka layanan menggugurkan janin /aborsi. Tentunya dengan diam diam dan dari mulut ke mulut.

Menurut Mia, kota ini tercatat paling tinggi angka kehamilan diluar pernikahan alias MBA nya.
Ternyata benar saja, baru sebulan kami sudah dapat sepuluh pasien remaja yang tengah putus asa karena takut ketahuan orang tuanya. Itu artinya per tiga hari kami melakukan aborsi.

Kami bekerja sama ketika mengeksekusi pasien. Mia bagian yang mengeluarkan janin, dan aku sebagai asisten yang menyiapkan peralatan dan perlengkapan. Di bisnis ini kita bagi hasil masih masing 50 persen. Karena Mia bilang saham dan tenaga kami sebenarnya sama besar. Aku senang Mia kawan yang sangat baik.

Kami memasang tarif sesuai dengan kondisi janin. Makin besar janin yang tumbuh maka semakin besar pula biaya aborsinya. Saat itu aku dan Mia menarik harga untuk janin berusia enam minggu itu senilai dua juta rupiah.

Silahkan kali kan berapa pundi rupiah yang kami dapat dalam sebulan. Jika rata-rata janin yang di gugurkan usianya sekitar 5-6 bulan. Aku dan Mia tak berfikir akan resiko pasien.
Yang kami bayangkan hanya uang dan uang. Lagipula pasien kami tak ada yang sampai mati, paling pendarahan saja, itupun hanya satu dua.

Dimana kami kubur janin-janin itu? Aku menguburnya di halaman belakang klinik kami yang kebetulan adalah kebun pisang.

Pekerjaan ini bahaya? Tentu saja, tapi atas arahan Mia, kami melobi aparat dan pejabat setempat agar usaha ini berjalan dengan mulus dan lancar tanpa kendala.

Dosa?

Ah, aku tak ingin sibuk dengan memikirkan dosa, toh mereka datang bukan karena aku dan Mia yang memaksa. Justru aku dan Mia lah penolong mereka.
Urusan janin itu? Biar saja memang takdirnya untuk tidak hidup di dunia. Buat apa terlahir? Jika calon bapak dan ibunya saja tak siap menerima kehadiran mereka. Iya kan?

Jangan tanya tentang warga sekitar, apa mereka tahu bisnis ini? Mungkin mereka tahu. Tapi sampai detik ini klinik kami berjalan, dan warga sekitar seolah bungkam tak ada yang berani melapor.

Makin hari pasien kami semakin banyak. Tabungan kamipun semakin melimpah. Klinik yang tadinya kami sewa ini sekarang sudah jadi milik kami, akupun sudah punya cukup tabungan dan rumah sendiri.

Itu semua karena kami selalu kebanjiran pasien. Bayangkan saja setiap hari kami harus mengeksekusi lebih dari 7-10 pasien. Tak jarang malam haripun klinik kami masih diketok oleh pasien yang datang dari luar kota.
Tentu saja kami pasang tarif berbeda.
Apalagi jika beberapa pasien itu datang dengan mobil mewah.
Bahkan pernah ada artis yang datang dan memberikan segepok uang dengan nominal 10x lipat dari harga tarif normal. Rata rata pasien aborsi.

>>>>>

Suatu hari, klinik kami didatangi seorang wartawati. Katanya dia hanya ingin wawancara untuk sebuah acara. Namun data kami akan tetap aman dan tidak akan di ekspose apalagi sampe kepada aparat.
Kami yang tak mau terjebak dengan rayuan wartawati itu, sengaja menolak untuk diwawancara.

Sekali dua kali wartawati itu datang dan kami masih dengan sikap yang sama. Yakni menolak untuk diwawancara, sampai akhirnya dia balik ngancam akan mengekspose keberadaan klinik kami.

Maka malam itu aku dan Mia merencanakan sesuatu, kami undang wartawati itu datang ke klinik malam hari. Dengan alasan malam adalah waktu yang pas saat kami sedang tak ada pasien. Dan undangan kamipun direspon olehnya. Malam itu dia datang sendiri, sesuai dengan permintaan kami.

>>>>>

Seminggu kemudian, berita koran.
Ditemukan mayat seorang wartawati mengambang di sungai dengan luka gorok dileher.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tantinial26 dan 13 lainnya memberi reputasi
8
icon-close-thread
Thread sudah digembok
Klinik Aborsi
14-08-2020 13:37
serem euy, main gorok gorok leher orang gitu
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Klinik Aborsi
14-08-2020 13:54
lah...
0 0
0
Klinik Aborsi
14-08-2020 15:37
Trit ini ada dua ya. Kemaren dibuat sama@deandrawira. Sama persis
Diubah oleh Rainbow555
profile-picture
indrag057 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
Klinik Aborsi
14-08-2020 15:38
mantap ni,,,ane suka cerita kaya gini
0 0
0
Klinik Aborsi
14-08-2020 17:46
D inggris aborsi udh legal

Dsni kbnykan populasi,rakyat gk dsplin
Drpd hidupny cmn mnyusahkan negara
Iy klo jd balik,klo calon kriminal emoticon-Cape d...
Legalin aja lah

Negara ini beban udh sangaaaaaattt berat
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Klinik Aborsi
14-08-2020 19:00
Mantap

Kisah nyata ini. Untuk aborsi nya
Untuk wartawati yg mati gk pernah dengar 😅
0 0
0
Klinik Aborsi
14-08-2020 19:09
Bagus ceritanya, makna'a ada emoticon-thumbsup:
0 0
0
Klinik Aborsi
14-08-2020 19:48
thread double?
profile-picture
indrag057 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
Klinik Aborsi
15-08-2020 15:23
Kirain semua nya tentang aborsi ga tau nya ending nya beda, hmmm mayan emoticon-Cool
profile-picture
tutorialhidup memberi reputasi
1 0
1
Klinik Aborsi
15-08-2020 18:15
yg pada kebelet pengen aborsi legal dimari.. sini anak/sodara lu yg perempuan gw kompoy giliranemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
bakpaomania dan tutorialhidup memberi reputasi
1 1
0
Klinik Aborsi
14-09-2020 13:19
Plagiat banget sih gan... artikelnya Klinik Aborsi
profile-picture
profile-picture
indrag057 dan tantinial26 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 9 balasan
Klinik Aborsi
14-09-2020 15:02
Quote:Original Posted By tantinial26
Ini jg hasil TS nya plagiat tulisan lain di Forum FB...


Waduh, nggak cuma sati thread to ternyata. Dan secara nggak sadar selama ini ane menkonsumsi bacaan dari hasil plagiatismeemoticon-Cape d...
profile-picture
Rainbow555 memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
manusia-manusia-senja
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
santet-untuk-pelakor
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia