Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f312f234601cf368f5be461/mengapa-tuhan-mengizinkan-orang-kristen-menderita
Bagaimana Melewati Ujian dan Pemurnian Firman Tuhan berkata: "Ketika menghadapi penderitaan engkau harus mampu untuk tidak memedulikan daging dan tidak mengeluh kepada Tuhan. Ketika Tuhan menyembunyikan diri-Nya darimu, engkau harus mampu memiliki iman untuk mengikuti-Nya, menjaga kasih-Mu kepada-Nya tanpa mengizinkan kasih itu hilang atau berkurang. Tidak masalah apa yang Tuhan lakukan, engk
Lapor Hansip
10-08-2020 18:27

Mengapa Tuhan Mengizinkan Orang Kristen Menderita?

Bagaimana Melewati Ujian dan Pemurnian

Firman Tuhan berkata: "Ketika menghadapi penderitaan engkau harus mampu untuk tidak memedulikan daging dan tidak mengeluh kepada Tuhan. Ketika Tuhan menyembunyikan diri-Nya darimu, engkau harus mampu memiliki iman untuk mengikuti-Nya, menjaga kasih-Mu kepada-Nya tanpa mengizinkan kasih itu hilang atau berkurang. Tidak masalah apa yang Tuhan lakukan, engkau harus tunduk pada rencana-Nya, dan lebih memilih mengutuki dagingmu sendiri daripada mengeluh kepada-Nya. Ketika dihadapkan pada ujian, engkau harus menyenangkan Tuhan dan bukannya enggan berpisah dengan sesuatu yang engkau kasihi atau malah menangisinya. Hanya inilah yang bisa disebut kasih dan iman sejati. Bagaimanapun tingkat pertumbuhanmu yang sebenarnya, engkau pertama-tama harus memiliki keinginan untuk menderita dan juga ingin memiliki iman yang murni, dan kau harus ingin meninggalkan kedagingan. Engkau harus mau secara pribadi menanggung kesulitan dan menderita kehilangan hal-hal yang kauingini untuk bisa menyenangkan kehendak Tuhan. Engkau juga harus memiliki hati yang mau menyesali diri karena tidak mampu menyenangkan Tuhan di masa lalu dan menyesali dirimu yang sekarang. Tidak satu pun dari hal ini boleh kurang, dan Tuhan akan menyempurnakanmu lewat semua ini. Jika engkau kekurangan persyaratan ini, engkau tidak bisa disempurnakan" ("Mereka yang Akan Disempurnakan Harus Melewati Pemurnian").

Mengapa Tuhan Mengizinkan Orang Kristen Menderita?

Firman Tuhan memberi kepada kita jalan penerapan. Ketika kita menghadapi kesulitan, sikap kita terhadap pekerjaan Tuhan sangat penting dan berhubungan langsung dengan apakah kita akan dapat menjadi kesaksian bagi Tuhan, dan disucikan dan diselamatkan oleh-Nya. Jika kita mengandalkan watak-watak rusak Iblis dan rakus akan kenyamanan daging selama mengalami ujian dan pemurnian, selalu mempertimbangkan dan merencanakan sesuatu demi kepentingan kita sendiri, kemungkinan besar kita akan mengembangkan keluhan tentang Tuhan; kita akan berperang melawan dan menentang Dia, atau bahkan melakukan hal-hal untuk memberontak atau menentang Tuhan. Pada saat itu, kita menjadi bahan tertawaan Iblis dan sepenuhnya kehilangan kesaksian kita. Namun jika kita dapat menerima dan tunduk pada pekerjaan Tuhan melalui kesulitan, dan mencari kehendak dan tuntutan Tuhan bagi kita di dalam semua itu, jika kita dapat meninggalkan daging dan menerapkan kebenaran, memilih untuk menderita dalam daging dan menjadi kesaksian bagi Tuhan, jika kita dapat hidup dalam lingkungan ini dengan kasih kepada Tuhan dan keinginan untuk memuaskan Dia, kita akan dapat memahami lebih banyak kebenaran melalui ujian ini, watak kita yang rusak dapat ditahirkan oleh Tuhan, dan kita bisa menjadi orang yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Belum lama ini beberapa masalah muncul dalam keluargaku—suamiku kehilangan pemasoknya bagi bisnis kami, anakku mengalami kesulitan di tempat kerja, dan ada masalah dalam bisnis terus-menerus. Aku benar-benar kecewa dan tertekan dan aku tidak bisa berhenti menggerutu kepada Tuhan. Aku merasa bahwa aku menghabiskan setiap hari bekerja keras untuk Tuhan, pergi kemana-mana untuk memberitakan Injil dan mengorbankan diriku, jadi mengapa hal-hal ini terjadi dalam keluargaku? Mengapa Tuhan tidak melindungi keluargaku? Selama periode waktu tersebut, aku menghabiskan lebih sedikit waktu membaca Kitab Suci dan meskipun aku tetap menghadiri pertemuan gereja dan bekerja, hatiku selalu penuh dengan kepahitan dan aku tidak tahu apa kehendak Tuhan bagiku di lingkungan tersebut.

Kemudian, aku berdoa kepada Tuhan untuk mencari, dan membaca firman ini dari-Nya: "Berapa banyak orang yang percaya kepada-Ku hanya supaya Aku berkenan menyembuhkan mereka? Berapa banyak orang yang percaya kepada-Ku hanya supaya Aku berkenan memakai kuasa-Ku untuk mengusir roh-roh jahat dari tubuh mereka? Lalu, berapa banyak orang yang percaya kepada-Ku hanya supaya dapat menerima damai dan sukacita dari-Ku? Berapa banyak orang yang percaya kepada-Ku hanya untuk menghendaki lebih banyak harta kekayaan dari-Ku, dan berapa banyakkah orang yang percaya kepada-Ku hanya untuk menjalani hidup ini dengan tenteram dan agar aman dan selamat di dunia yang akan datang? Berapa banyak orang yang percaya kepada-Ku hanya untuk menghindari siksaan neraka dan untuk menerima berkat-berkat dari surga? Berapa banyak orang yang percaya kepada-Ku hanya demi kenyamanan sementara tanpa berusaha memperoleh apa pun dari dunia yang akan datang? Saat Aku menjatuhkan murka-Ku ke atas manusia dan merampas semua sukacita dan damai yang pada mulanya manusia miliki, manusia pun menjadi bimbang. Saat Aku memberikan siksaan neraka kepada manusia dan menarik kembali berkat-berkat dari surga, rasa malu manusia pun berubah menjadi amarah. Saat manusia meminta-Ku untuk menyembuhkannya, tetapi Aku tidak mengabulkannya dan merasa jijik terhadapnya, manusia pun menjauh dari-Ku dan mencari kesembuhan dari dukun dan sihir. Saat Aku mengambil semua yang sudah dikehendaki manusia dari-Ku, mereka semua lalu menghilang tanpa jejak. Maka dari itu, Aku berkata bahwa manusia beriman kepada-Ku karena Aku memberi terlalu banyak kasih karunia, dan terlalu banyak yang bisa didapatkan" ("Apa yang Kauketahui tentang Iman?").

Aku tidak bisa menahan tangis ketika membaca firman Tuhan—aku merasa amat sedih dan kesakitan, juga malu. Aku melihat bahwa semua perspektifku tentang iman salah, dan semuanya itu hanyalah untuk mencari berkat dan kasih karunia. Ketika Tuhan memberkati aku, aku dengan antusias pergi keluar dan memberitakan Injil dan mengorbankan diriku dan tidak takut akan kesulitan maupun kelelahan. Namun ketika kesulitan muncul dalam keluargaku, aku mulai hidup dalam kelemahan dan kenegatifan, mengembangkan keluhan akan Tuhan dan menyalahkan Dia karena tidak melindungi keluargaku. Aku memasang tembok di dalam hatiku untuk menentang Tuhan. Aku harus menyelidiki jiwaku, bertanya kepada diriku sendiri, "Kerja kerasku bukanlah untuk membalas kasih Tuhan tetapi hanya sebagai imbalan atas berkat Tuhan—bukankah itu berarti melakukan transaksi dengan Tuhan? Bagaimana iman seperti itu—yang penuh dengan motivasi yang salah dan pemalsuan—bisa mendapatkan perkenanan Tuhan? Aku senantiasa bernapas dengan napas pemberian Tuhan, menikmati matahari dan hujan yang diciptakan-Nya, dan hidup dari karunia-karunia di atas muka bumi yang diciptakan oleh-Nya, tetapi aku sama sekali tidak punya pikiran untuk membalas Tuhan. Sebaliknya, aku hanya terus-menerus menuntut Tuhan. Bukankah ini sama sekali tidak bernalar?" Baru kemudian aku melihat betapa tercela dan hinanya iman kepada Tuhan yang seperti itu—aku sama sekali tidak berdiri dalam posisi sebagai makhluk ciptaan dalam memuja Tuhan. Aku juga jadi memahami bahwa untuk menjadi taat kepada Tuhan, aku harus terlebih dahulu memosisikan diri sebagai makhluk ciptaan, dan tidak peduli apa yang Sang Pencipta lakukan, apakah Dia memberi atau mengambil kembali, aku harus patuh dan tunduk kepada-Nya tanpa memperdebatkan kasusku. Hanya nalar semacam itulah yang harus dimiliki makhluk ciptaan. Setelah aku memahami hal tersebut, aku memutuskan di hadapan Tuhan bahwa apa pun yang terjadi dalam situasi kerja suami atau putraku, aku akan bersedia tunduk pada pengaturan dan rencana Tuhan dan tidak mengeluh tentang Tuhan. Begitu aku menyadari semua ini, aku merasa jauh lebih bebas dan secara bertahap keluar dari keadaan negatifku. Aku tidak lagi terganggu atau dibatasi oleh masalah-masalah ini, tetapi dapat dengan tenang bekerja dan mengorbankan diriku untuk Tuhan.

Pengalaman ini benar-benar menunjukkan kepadaku betapa luar biasa bermanfaatnya ujian dan pemurnian bagi pertumbuhan kita dalam kehidupan. Meskipun kita sedikit menderita melalui ujian dan pemurnian itu, kita menuai harta yang sangat berharga dalam hidup, dan iman serta kasih kita kepada Tuhan bertumbuh. Aku yakin bahwa semua saudara-saudari yang berupaya untuk mendapatkan perkenanan Tuhan sekarang memahami maksud tulus Tuhan dan tidak lagi memiliki kesalahpahaman terhadap Dia, dan bahwa mereka akan dapat menghadapi kesulitan apa pun tanpa merasa gentar. Dalam ujian atau hal-hal apa pun yang tidak diinginkan yang akan kita hadapi di masa depan, biarlah kita menenangkan diri di hadirat Tuhan dan mencari kehendak-Nya serta mencari kebenaran. Dengan cara ini kita dapat mengalami berkat yang diberikan kepada kita oleh Tuhan melalui ujian dan pemurnian! Syukur kepada Tuhan!


 tahu lebih banyak: Doa Kristen adalah kursus harian yang dibutuhkan dan juga jembatan untuk mendapatkan bimbingan Tuhan. Klik tautan akan memberitahu Anda bagaimana doa Kristen untuk mendapatkan jawaban Tuhan.
Diubah oleh KambaliLasmono
profile-picture
Sharonwhite memberi reputasi
1
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Mengapa Tuhan Mengizinkan Orang Kristen Menderita?
10-08-2020 18:48
Penderitaan dan pemurnian adalah berkah Tuhan, terima kasih Tuhan!
profile-picture
KambaliLasmono memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia