Sports
Batal
KATEGORI
link has been copied
7
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f27aa99a2d195711523faff/arsenal-dan-napoli-representasi-logika-dan-hati
Di zaman Maradona, Napoli sukses merengkuh dua titel juara Serie-A, yaitu musim 1986-1987 dan 1989-1990. Tak hanya gelar Serie-A, pada musim 1986-1987, Diego Maradona memimpin Napoli mengalahkan tim yang musim 2019-2028 ini sedang naik daun, Atalanta. Dengan agregat 4-0 atas Atalanta di partai puncak, Napoli yang kala itu dinahkodai Ottavio Bianchi sukses meraih trophy Coppa Italia.
Lapor Hansip
03-08-2020 13:11

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Past Hot Thread
"...seorang pemain bola yang baik harus menggunakan hati dan logikanya saat turun merumput. Begitu pula kita dalam bekerja...", ucap Arief Natakusumah kepada saya dalam sebuah perbincangan.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Bagi kalian yang mengikuti informasi sepakbola melalui Tabloid BOLA pada tahun 1996 sampai berhenti edarnya, tentu mengenal dan familiar dengan sosok Arief Natakusumah.

Sebagai wartawan sepakbola, khususnya Liga Italia dan Liga Inggris, beliau juga pernah mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid BOLA. Jabatan tertinggi sepanjang karir jurnalistiknya di markas Si Gundul.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Ratusan lebih ulasan melalui pemikiran usai membaca banyak referensi dituangkannya dengan hati yang penuh cinta terhadap sepakbola.

Saya masih ingat seluruh detail pembicaraan kami hari itu, termasuk ketika saya mengingatkan beliau untuk tidak merokok di ruangan. Walaupun dia salah seorang pimpinan saat itu, saya adalah komendan SDM dari Tabloid legendaris di Indonesia.

Bicara tentang hati dan logika (bahasa halus untuk otak), Arief Natakusumah bertanya tentang klub favorit saya ?!?

Saya jawab, "...Inter Milan !!.."

"...Apakah itu mewakili logika dan hatimu ?!?...", tanyanya lagi.

Kali ini saya terdiam. Lalu dia mulai bercerita tentang bagaimana hati dan otak logikanya membaptis dirinya sebagai penggemar Arsenal dan Napoli !!

Mas Nata, biasa kami memanggilnya, mencintai Napoli karena sosok besar bernama Diego 'Armando' Maradona.

Manusia Setengah Dewa, demikian Mas Nata berulang kali menggambarkan seorang Maradona.

Kita pun semua tahu, di zaman Maradona, Napoli sukses merengkuh dua titel juara Serie-A, yaitu musim 1986-1987 dan 1989-1990.

Tak hanya gelar Serie-A, pada musim 1986-1987, Diego Maradona memimpin Napoli mengalahkan tim yang musim 2019-2028 ini sedang naik daun, Atalanta.

Dengan agregat 4-0 atas Atalanta di partai puncak, Napoli yang kala itu dinahkodai Ottavio Bianchi sukses meraih trophy Coppa Italia.

Diego Maradona yang mengalami puncak karir saat tujuh tahun bersama Napoli adalah sosok yang memenangkan hati para suporter. Tak terkecuali hati seorang Arief Natakusumah.

Maklumlah, ketika di Italia sepakbola adalah olahraga yang paling digemari, itu tidak berlaku di kota Naples.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

"...Hal tersebut terjadi karena tim sepakbola disana tidak memiliki prestasi yang cukup bagus, sampai Maradona datang dan mengubah semuanya...", cerita Mas Nata kepada saya.

Panjang lebar Mas Nata bercerita tentang Napoli, beliau pun bersemangat saat menceritakan klub yang difavoritkan berdasarkan otak atau logikanya.

Dengan menyeruput kopi dari gelas keduanya, Mas Nata lantas bercerita tentang seorang Arsene Wenger, sang Manager Arsenal kala itu.

Kata "Profesor" adalah pangkat dosen tertinggi dalam perguruan tinggi dan bisa diartikan sebagai guru besar. Dan Arsene Wenger adalah sosok profesor sepakbola.

Mas Nata mengatakan kepada saya betapa banyak publik sepakbola meragukan pria kelahiran Strasbourg ini di awal karirnya menjadi nahkoda Arsenal.

Mungkin banyak pihak menganggap Presiden Arsenal saat itu, David Dein sudah gila saat memilih Arsene Wenger untuk menangani Tony Adams dkk.

Akan tetapi pria Prancis ini menjawab semua keraguan itu.

"...Otak dan logika yang menjadi kekuatan seorang Arsene Wenger...", lanjut Mas Nata kepada saya.

Dari seorang Arief Natakusumah, saya mendapat cerita bahwa Arsene Wenger adalah seorang sarjana teknik yang juga mengambil gelar master di bidang ekonomi dari sebuah Universitas di Strasbourg.

Sebagai sarjana teknik, Wenger menerapkan ilmunya di lapangan hijau bersama Arsenal lewat taktik permainan yang jitu.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Sebagai master ekonomi, kita pun mengenal Wenger sebagai manager yang mampu memberi keuntungan bagi Arsenal dari segi finansial.

Maklumlah, Wenger kita kenal sering meraih sukses dengan pengeluaran uang transfer yang sedikit.

Belakangan, Arsene Wenger menjadi manager tersukses dan terlama dalam sejarah tim Meriam London, terutama dalam hal pengumpulan trophy juara.

Salah satu momen yang sampai kini belum bisa disamai tim manapun ialah saat Wenger membawa Arsenal menjadi kampiun Premier League pada musim 2003-2004 tanpa menelan satu kekalahan.

Kisah menjadi The Invicibles serta laga-laga krusial musim itu pun jadi menu cerita Mas Nata kepada saya !!

Sesaat Arsenal mengalahkan Manchester City dan memastikan diri maju ke final FA Cup musim 2019-2020, saya kembali teringat sosok Mas Nata.

Saya yakin, Mas Nata sangat kencang dan tekun dalam mendoakan Arsenal untuk menjadi pemenang di laga puncak menghadapi Chelsea.

Gelar FA Cup menjadi satu-satunya cara bagi Arsenal untuk menyelamatkan musim yang buruk ini. Hal itu sebagai imbas karena Pierre-Emerick Aubameyang dkk mengakhiri kompetisi Premier League musim ini dengan hanya duduk di posisi kedelapan.

Gelar Piala FA akan menjadi tiket bagi Arsenal untuk berlaga di kompetisi antarklub Eropa musim 2020-2021 lewat tajuk Europa League.

Dan tengah malam tadi, doa itu dijawab Tuhan dengan manis. Arsenal sukses mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1.

Saya berani bertaruh, andai saja tidak ada pandemi, penulis buku berjudul Drama Itu Bernama Sepak Bola ini mungkin akan menggelar syukuran.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Betapa tidak, musim 2019-2020 yang aneh ini berakhir dengan kegembiraan baginya.

Sebelum Arsenal merengkuh gelar ke-14 di ajang FA Cup tengah malam tadi, Napoli, klub yang merepresentasikan hatinya juga sukses menjadi juara Coppa Italia.

Serupa dengan Arsenal, Napoli yang menempati posisi ketujuh di akhir klasemen Serie-A musim ini, akhirnya meraih tiket ke Europa League musim depan dengan status juara Coppa Italia.

Gelar keenam Napoli di ajang Coppa Italia diraih dengan mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti di babak final.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Menariknya, baik Arsenal yang menjadi juara FA Cup dan Napoli yang mengklaim Coppa Italia, sama-sama diarsiteki seorang Manager yang belum genap satu tahun menangani kedua tim.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Baik Mikel Arteta maupun Gennaro Gattuso baru resmi menangani Arsenal dan Napoli sejak Desember 2019.

Andaikata Tabloid BOLA masih ada, dan Mas Nata masih berkarya disana, tentu ulasan melalui hati dan logika akan terlihat lewat artikel dan naskah-naskah keren darinya. Rubrik Playmaker adalah taman bermain tulisan dan ulasannya.

Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati

Hari ini dari kejauhan saya pun ikut bahagia atas keberhasilan Arsenal dan Napoli meraih gelar FA Cup dan Coppa Italia.

Saya tidak merokok, tetapi sembari minum dua gelas kopi, saya mengenang Mas Nata lewat tulisan ini.

Saya memang tidak bisa menulis sebaik seorang Arief Natakusumah, karena sejatinya saya adalah praktisi HR bukan jurnalis sepakbola macam beliau, atau Arief Kurniawan dan Eko Widodo teman seangkatannya.

Saya bahkan tak punya kemampuan mumpuni dalam ulasan serta reportase layaknya generasi Weshley Hutagalung, Riemantono Harsojo, Dwi Widijatmiko, Darojatoen, Sapto Harya Rajasa, dll, dimana nama-nama diatas pasti merasakan ajaran, sharing dan diskusi bersama Arief Natakusumah.

Sebuah kebetulan saat saya mengingat pertemuan terakhir kami. Rabu, 3 Agustus 2016, itulah adalah perjumpaan terakhir saya dan Mas Nata.

Empat tahun silam, di sebuah kedai roti yang legendaris kami berbincang apa saja. Sejak pukul 10 malam sampai kami diingatkan bahwa kedai tersebut sudah akan tutup.

Empat tahun lalu, Mas Nata masih berbicara soal hati dan logikanya, tentang Tabloid BOLA juga sepakbola.

Arieh Natakusumah, dua huruf dari kata pertama namanya adalah Ar yang menggambarkan Arsenal, yang mewakili otak dan logikanya.

Sementara Na, merupakan dua alfabet pertama dari kata kedua namanya. Na adalah Napoli, representasi dari hatinya.

Alhamdulillah Mas Nata, musim ini Arsenal dan Napoli barengan jadi juara !! Belum barengan juara liga memang, tapi siapa tahu di musim-musim yang akan datang !!

#RinganJari
profile-picture
profile-picture
profile-picture
salutob dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
03-08-2020 13:14
Contoh yg baik..Maradona dan Frans B..
0 0
0
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
03-08-2020 21:23
Mas nata dan Maradona dan Wenger bukan klubnya
0 0
0
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
04-08-2020 22:27
wow.. sepenggal berbagi kisah yang sangat menarik..
0 0
0
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
05-08-2020 01:02
wah jadi merenung nih.. kalo mewakili logika dan hati tim favorit ane apa ya?? emoticon-Bingung

btw, TS dulu sempet nulis atau kerja di Bola ya? terasa banget ikatan emosinya hehehe..
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh KS06
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
05-08-2020 14:09
makasi gan nice thread
0 0
0
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
05-08-2020 17:04
Apakah TS juga pernah bernaung di bawah panji Tabloid BOLA?
0 0
0
Arsenal dan Napoli; Representasi Logika dan Hati
10-08-2020 16:56
keren gan makasih sudah berbagi cerita hehe
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia