Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
37
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f23029ee83c720d72112cf5/jurnal-mimpi
Ane, entah kapan persisnya, sempat punya ide untuk membuat jurnal mimpi. Sederhana, ane mikir kalau mimpi itu merupakan sumber cerita yang paling mudah karena kita hanya perlu mengingat dan menuliskan kembali, keunikannya yang lain adalah alur ceritanya yang enggak ketebak. Dan lagi, ane baca juga kalau menulis mimpi itu punya manfaat tersendiri untuk psikis kita.
Lapor Hansip
31-07-2020 00:25

JURNAL MIMPI

Past Hot Thread
Selamat tengah malam GanSis yang belum pada tidur, semoga pada sehat-sehat semua ya emoticon-Smilie

Ane, entah kapan persisnya, sempat punya ide untuk membuat jurnal mimpi (mimpi di sini maksudnya bunga tidur ya, bukan cita-cita). Sederhana, ane mikir kalau mimpi itu merupakan sumber cerita yang paling mudah karena kita hanya perlu mengingat dan menuliskan kembali, keunikannya yang lain adalah alur ceritanya yang enggak ketebak. Dan lagi, ane baca juga kalau menulis mimpi itu punya manfaat tersendiri; melatih kemampuan menulis, disiplin, dan lain sebagainya. 

Jadi di sini ane bakal nulis mimpi-mimpi yang udah ane kumpulin. Ane pastikan semuanya murni tanpa rekayasa semisal itu ada kemiripan di dunia nyata.

Dan, tentu saja, Gansis juga boleh ikut menuliskan mimpinya di sini mau itu mimpi indah, buruk, aneh, apapun  emoticon-2 Jempol 

INDEX:

1. SOEKARNO
2. PEMBALASAN, DEMONSTRASI DAN WANITA MENYERAMKAN
3. MANCHESTER DERBY
4. THE FINE LOOKING PRINCE
5. PESTA LIAR
6. DEATH RACE
7. UJIAN TEORI AKUNTANSI
8. JOKO WIDODO
9. MENGURUS LEGALISIR IJAZAH
10. 'THE HUNGER GAMES'?
11. SNAKE!!
Diubah oleh kawmdwarfa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kyukyunana dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
JURNAL MIMPI
31-07-2020 00:28
SOEKARNO


Lupa kasih tanggal emoticon-Frown


Aku berada dalam sebuah penerbangan. Aku akan ke mana ketika itu, aku sendiri tidak tahu. Dan, tiba-tiba ada sesuatu yang terjadi. Turbulensi yang cukup dahsyat menjadikan seisi kabin berteriak panik. Aku kemudian melihat ke luar jendela pesawat. Dan apa? Aku melihat rentetan cahaya peluru yang ditembakkan ke angkasa. Begitu jelas, dan aku yakin kalau peluru itu besar sekali ukurannya. Lalu dari balik mega gelap yang dirambati halilintar itu, sebuah moncong artileri raksasa menyembul. Bergemuruh dengan pelurunya menghujani angkasa seperti Katyusha. Situasinya seperti perang di film ‘War of The World’. Hanya saja di situ aku tak melihat keberadaan musuh, lebih-lebih alien. Ada hanya gumpalan awan pekat beserta hujan peluru, halilintar, serta jiwa-jiwa yang ketakutan.

***


Latar tempatnya berpindah dengan suasana yang jauh lebih senyap. Di sini, di sebuah ruangan kerja yang luas, aku bisa melihat sosok presiden pertama Indonesia, Raden Ir. Soekarno atau sebagaimana panggilan yang dia inginkan agar merakyat, yakni Bung Karno, berbicara dengan seseorang. Mereka terlibat pembicaraan serius, dan tak lama setelah itu, tiba-tiba Bung Karno bersimpuh. Tangisnya pecah, dan dia meraung sejadi-jadinya.

***
Diubah oleh kawmdwarfa
profile-picture
TUKANG DOWNLOAD memberi reputasi
1 0
1
JURNAL MIMPI
31-07-2020 00:35
PEMBALASAN, DEMONSTRASI, dan WANITA MENYERAMKAN.

5 November ‘2016


Aku berada di sebuah tempat dengan lansekap khas pedesaan. Rumah-rumah berdiri di tanah yang bertingkat dengan jalan kecil dan suasana sepi. Aku yang saat itu berjalan kaki, tiba-tiba melihat seseorang-mengoceh atau menyerapah, aku nggak ingat persis-melintas di depanku. Aku nggak melihat wajahnya secara jelas, tetapi aku yakin saja dia itu siapa. Dia ini adalah salah satu bandit di SMA-ku dulu.

Dia berjalan sambil melihat sesekali ke belakang. Kemudian, beberapa saat setelah dia kian menjauh, tampaklah beberapa truk yang membawa puluhan orang. Banyak pokoknya. Aku cepat sadar kalau mereka hendak melakukan pembalasan. Soalnya, aku mengenali salah satu dari mereka. Di kehidupanku yang sebenarnya, anak ini....adalah anak yang punya ‘bakat alami’ untuk ditindas. Bersamanya, ikut pula wajah-wajah yang begitu tak bersahabat. Ada yang kerap berteriak, namun aku tak tahu apa yang ia teriakkan. Aku terus berjalan tanpa melepaskan pandanganku. Dan, jauh di depanku, di mana terdapat rumah yang letaknya di atas bukit pendek, kerusuhan terjadi. Mereka, secepat kilat, sudah di sana saja. Namun, aku nggak bisa melihat truk yang tadinya membawa mereka. Menghilang. Aku bisa mendengar teriakan perempuan selagi mereka memecahkan kaca-kaca jendela dengan brutal.
Rumah itu pastilah rumah si bandit. Dan bagaimana nasibnya kemudian, aku benar-benar udah nggak tahu lagi.

***


Aku mengabaikan mereka dan aku tetap berjalan. Sesampainya aku di pinggir jalan, aku langsung menaiki sebuah angkutan umum, yang kemudian berubah menjadi mobil pribadiku. Maksudnya, aku yang awalnya menumpang, tiba-tiba langsung berada di belakang setir, dan penumpang-penumpang yang tadinya duduk bersebelahan denganku, seketika menghilang begitu saja seperti asap. Mobil yang kukendarai ini adalah tipe mobil mewah. Aku nggak tahu itu mobil apa, hanya saja aku yakin jika melihat interior-nya yang bagus, serba kulit, dan pastinya harum.

Tidak lama setelah aku menyetir, aku melihat salah seorang teman SMP-ku. Posisinya kami berpapasan, tapi aku bisa punya waktu untuk memanggilnya. Aku turun dari mobil. Dan dia, yang saat itu mengendarai sepeda motor yang antik, langsung kupanggil. Setelahnya kami terlibat perbincangan pendek dan langsung bertukar kendaraan. Melaju beberapa meter dan aku merasa janggal. Koplingnya bekerja dengan cara terbalik. Jika koplingnya tetap ditahan, justru akan bisa jalan. Tapi kalau dilepas, justru gasnya akan ketahan. Tapi anehnya ya itu, aku menyadari kejanggalan itu ketika aku sudah melaju beberapa meter. Ketidaktahuanku membalikkan ketidaknormalannya. Dan begitu aku tersadarkan, fungsi koplingnya jadi kembali aneh.

Tidak lama setelah aku melaju, di sebuah perempatan, aku dikejutkan oleh lautan manusia. Semuanya putih-putih. Maksudnya, keterkejutanku lebih dikarenakan oleh kemiringan salah satu jalannya, yang mana lumayan esktrim. Jadinya ketika aku menyeberang perempatan dan mulai menuruni jalan itu, aku langsung kaget karena mereka sudah hampir mencapai perempatan. Langsung berbalik arah aku demi jalan alternatif. Aku kemudian memasuki sebuah perkampungan dan ternyata aku bisa melihat mereka lagi. Situasinya tambah pelik karena jalannya jauh lebih sempit. Seorang bapak kulihat tengah bersepeda, dan aku bernisiatif untuk mengikutinya, memasuki satu gang kecil yang ternyata adalah (benar-benar aneh dan aku nggak bisa terlalu menjelaskan) lorong samping sebuah rumah. Begitu kecil, tapi untungnya aku bisa melaju tanpa setangku menyenggol dinding. Aku pun keluar dari sana. Aku bisa melihat bapak tadi, tetapi kami akhirnya berpencar. Kemudian aku hendak akan melewati samping sebuah mesjid. Dan, lagi-lagi, aku melihat orang-orang itu sudah ada di depanku. Bahkan, aku yang naik motor ini bisa kalah cepat. Sekejap saja, banyak orang yang sudah memenuhi pelataran masjid, termasuk sisi samping yang hendak akan kulewati. Situasinya persisi adegan film di mana seseorang yang hendak menyelamatkan diri, harus berpacu dengan waktu selagi pintu bakal keselamatannya sudah akan tertutup. Aku, tanpa dasar pemikiran yang jelas, langsung meninggalkan motor dan berlari. Sisi samping masjid sudah nyaris disesaki oleh mereka. Dan, aku akhirnya benar-benar terlambat. Malahan ketika aku berbalik, aku juga hampir terjebak. Susah payah aku melepaskan diri.

Aku pun kemudian berlari ke sembarang arah.

***


Aku seperti diburu. Aku yang saat itu panik kemudian berani-beraninya memasuki sebuah rumah kecil. Kukira rumah itu kosong, tapi ternyata semua penghuninya sedang berada di dapur, dan salah satunya sedang menggendong bayi dengan jarik. Dapur itu tampak kumuh. Lumayan gelap padahal ada jendela yang terbuka. Lantainya adalah tanah dan atapnya sendiri adalah seng yang menghitam karena asap pembakaran.

“Bu, kalau mau keluar dari sini lewat mana, ya?” kutanya dia dengan nafas terengah-engah, dan tanpa merincinya karena kuyakin dia sudah mengerti sendiri.

“Oh,” balasnya tersenyum, pun tanpa mempermasalahkan soal orang asing yang sudah masuk dengan cara tidak sopan. Kemudian dia bangkit mendekati jendela. Dan, sial, aku akhirnya tahu kalau aku sudah salah pilih rumah. Aku terlambat sadar kalau mereka ternyata begitu menakutkan. Perempuan yang kutanya ini penampilannya berantakan seperti Mak Lampir. Dan yang tengah digendongnya itu, penampakannya seperti.....entah boneka....entah mayat...yang jelas kulitnya pucat membiru. Belum lagi satu orang yang berjalan tertatih kaku seperti zombie. Rambutnya panjang menutup wajah. Dan.....aku yakin jika dia adalah laki-laki...lewat sesuatu di sela pahanya.

Ya, dia telanjang.

“Lewat lubang WC aja, Mas,” katanya sambil memandang ke luar jendela.

“Lubang WC?” balasku keheranan.

Aku kemudian melihat ke luar. Dan tak jauh dari jendela itu, ada kolam yang penampakannya kuning semua. Tanpa berkata apa-apa lagi, langsung kupanjat jendelanya untuk melarikan diri. Aku yang semakin ketakutan itu langsung mengedarkan pandangan demi tujuan yang jauh lebih masuk akal. Dan, yang kudapati hanyalah jurang yang menampakan jalan kecil di bawahnya.
Tekadku sudah bulat untuk terjun bebas. Dan belum lagi sempat kulakukan...
.....aku langsung terbangun.

***

Diubah oleh kawmdwarfa
0 0
0
JURNAL MIMPI
31-07-2020 00:49
MANCHESTER DERBY

29 November ‘16/ sore


Ramai dan semuanya saling bercanda satu sama lain. Begitulah, ketika itu aku berada di sebuah ruangan-mungkin itu ruang kelas-bersama orang-orang ini.

Kemudian ada seseorang yang masuk ke ruangan itu. Aku yang dipanggil pun kemudian langsung mengikutinya. Aku dibawanya melewati koridor-koridor di mana saat itu juga ada banyak orang yang terlihat bersantai. Suasananya persis jam istirahat sekolah.

Kemudian, masuklah kami ke sebuah ruangan yang pintunya tertutup. Begitu kepalaku menyembul ke dalam, kulihat suasananya tidak jauh berbeda. Semuanya saling berbincang, dan di antara mereka ada beberapa orang yang mengenakan jaket biru. Menyadari aku datang, keriuhan seketika terdengar lagi. Aku yang paham langsung berniat untuk melarikan diri, tetapi terlambat.

Ya, di mimpi itu, aku memang lagi berulang tahun.

Aku tidak ingat bagaimana prosesnya. Yang jelas, saat itu adalah waktu menjelang sepak mula di mana kami akan melawan musuh bebuyutan kami, The Noisy Neighbours, Manchester City. Aku sendiri tengah berbicara sama seseorang yang juga merupakan pemain bertahan kami: Chris Smalling. Kami berada di sebuah lapangan kecil bersama beberapa rekan kami yang sedang melakukan pemanasan. Kami sedang membahas perihal hukuman, maksudnya, kan, biasa kalau seseorang yang berulang tahun itu dikerjai. Nah, seperti itulah situasinya. Dan anehnya, aku tahu kalau yang akan menjalani hukuman itu bukan hanya aku, beberapa pemain lain juga akan melakukannya. Aku tidak tau juga entah itu disebabkan kesamaan hari ulang tahun atau juga hal yang lain.

Kemudian, Chris bilang padaku kalau hukuman kami saat itu adalah: kami harus bermain dengan telanjang.

“Jangan begitu. Rooney itu udah jadi bapak, Robin (Van Persie) juga udah jadi bapak. Apa jadinya kalau anak mereka lihat bapaknya main telanjang?” kudebat dia sebelum melayangkan pandanganku ke rekan-rekan kami. Dan, aku baru sadar kalau seseorang di antara mereka ternyata sudah telanjang duluan. Dia tengah loncat-loncat kecil di tempat dan bagian kemaluannya disensor.

Orang itu adalah Phil Jhones.

“Janji, enggak bakal pakai boxer (celana boxer), tapi jangan telanjang, oke?” kubujuk lagi dia. Maksudku, aku nggak bakal minta buat pakai boxer supaya kami tidak malu. Jadi tidak apa-apalah kami pakai daleman speedo atau apa, asal jangan telanjang.

Chris nampaknya berpikir keras. Tapi akhirnya dia mau untuk menuruti permintaanku.

Sepakmula sudah kian dekat. Saat itu aku sudah bertelanjang dada, tapi aku tidak ingat apa penutup bagian bawahku. Dari sana, aku langsung berlari menuju lapangan utama. Sebentar kemudian aku pun sampai. Dan yang kulihat setelahnya adalah lapangan yang tidak rata dengan pepohonan sawit di sekelilingnya, juga beberapa rumah yang terbuat dari papan. Pemandangannya amat mirip dengan lapangan di sekolah SD-ku.

Pendukung tim tamu juga punya semangat yang besar. Chants mereka sempat kudengar menyelingi gemuruh sorakan pendukung kami. Aku lalu melihat ke arah tribun. Di sana ada satu tempat di mana semua kursinya berwarna biru, tapi tidak ada seorang pun yang terlihat duduk di sana.

Aku kemudian memasuki lapangan. Aku tidak ingat aku bermain di posisi apa. Tapi, satu hal yang sempat kupikirkan saat itu adalah: bagaimanapun caranya, yang namanya Sergio Aguero jangan sampai lepas.

***

0 0
0
JURNAL MIMPI
31-07-2020 01:05
THE FINE LOOKING PRINCE

lupa kasih tanggal


Suatu malam, aku berada di lahan luas di tepi bukit. Sejauh yang bisa kuingat, tempat ini terletak di pinggir pedesaaan. Di situ aku melihat orang-orang berkumpul. Mereka mengitari sebuah kali yang kecil dengan masing-masing membawa obor sebagai penerangan. Di antara mereka aku melihat seorang remaja yang rupawan. Kharismanya membuatku yakin kalau dia adalah raja dari orang-orang ini.

Layaknya menonton film, aku hanya bisa menyaksikan tanpa melihat keberadaanku. Aku bisa melihat dengan bebas dari atas kali yang mereka kelilingi itu. Di sana ada sebuah tali tambang yang sudah menjulur hingga ke dasar, diikatkan pada sebatang kayu yang melintang, persis pemasangan tali timba di sebuah sumur.

Pangeran itu lalu menyelam ke dalam kali dengan cara yang aneh. Dengan kedua tangannya, ia bergelantung sambil pelan-pelan menurunkan dirinya ke bawah, layaknya kali itu punya gravitasi yang sama dengan daratan. Dan di situ aku bisa melihat keanehan lain. Kali itu lebarnya memang hanya seukuran kolam ikan di pekarangan rumah, tetapi kedalamannya mungkin setara dengan laut, pun penampakan ekosistemnya. Airnya yang begitu jernih menampakkan biota yang ada di bawah sana. Dan aku bisa melihat terumbu karang yang kebanyakan berwarna merah muda. Benar-benar indah.

Ternyata pangeran ini tengah mencari sesuatu. Dan aku terkejut bukan main ketika melihat pangeran itu sudah dengan rakusnya menggerogoti kepala seekor binatang yang sudah buntung. Setelah sang pangeran selesai dengan makan malamnya, kepala itu ia lepaskan mengambang ke permukaan. Barulah aku tahu kalau itu adalah kepala seekor kuda laut, raksasa jika mengingat ukuran normalnya yang teramat kecil.

***


Mimpi terkadang bisa mempengaruhi kita secara langsung. Dan di sini aku terbangun dengan perut mual.
Diubah oleh kawmdwarfa
0 0
0
JURNAL MIMPI
31-07-2020 01:14
PESTA LIAR

28 Agustus 18'/Pagi


Di sebuah perhelatan pertandingan olahraga, yang tanpa diketahui dengan jelas apa penyebabnya awalnya, beberapa orang muncul untuk membuat keributan. Suasananya menegangkan. Mereka berbondong-bondong. Hampir semua dari mereka tidak mengenakan baju yang menampakkan bekas-bekas luka di badan, dan beberapa dari mereka model rambutnya kuno: bagian belakangnya panjang, tapi tidak dengan samping dan poni.

Kemudian suasana berpindah ke pekarangan belakang sebuah rumah yang asri karena ada bangku kayu dan juga pohon-pohon yang teduh. Mereka berkumpul di sana dengan suasana keakraban yang jauh berbeda. Lalu, seseorang yang kuyakini satu level dengan mereka, datang. Kukira mereka akan diberi pelajaran dan diusir karena sempat mengganggu ketenteraman orang-orang di sini. Namun ternyata, ia malah menyambut mereka dengan hangat. Ia kenal dengan mereka semua dan cara menyambut mereka adalah pesta narkoba.

Aku tidak terlibat, namun entah bagaimana persisnya, aku tahu kalau aku sedang ikut menyimpan barang buktinya di rumahku. Ketika aku menyisihkan diri sebentar, aku melihat sebuah mobil polisi yang masuk ke perkampungan itu dengan diam-diam. Sepertinya mereka akan melakukan penyergapan. Tambah yakin aku ketika melihat beberapa orang, di depan mataku, berganti penampilan dari mengenakan baju biasa ke baju seragam polisi. Dan mereka juga melakukan sedikit simulasi bagaimana untuk meringkus para berandalan itu dengan menggunakan senjata api.

Dari situ aku berpikir kalau segalanya sudah tamat. Karir yang kurintis, pernikahan yang kuimpikan, kuyakini sudah berakhir sia-sia karena aku akan masuk penjara.

***

0 0
0
JURNAL MIMPI
31-07-2020 01:28
DEATH RACE

lupa tanggal, kisaran dini hari


Di sebuah arena balap aku menyaksikan perseteruan antara dua sahabat, karakter film kartun, yaitu Spongebob dan Patrick. Mereka menaiki mobil yang sejauh yang bisa kuingat bentuknya seperti mobil F1. Dan entah di putaran ke berapa, situasinya menjadi tegang layaknya film-film aksi. Tapi backsound yang dimainkan saat itu cukup aneh menurutku. Pokoknya lagunya identik sekali dengan tema berselancar di pantai, tidak ada cocok cocoknya itu dipakai untuk balap mobil.

Spongebob melakukan manuver dengan mengadukan mobilnya berkali-kali ke Patrick. Angle menampakan keduanya saling bersenggolan dari sisi samping. Spongebob begitu berniat untuk mencelakai Patrick. Itu bisa terlihat dari betapa seriusnya raut dia ketika angle kamera berpindah ke depan mereka. Dekat sekali.

Balapan sudah menyisakan putaran terakhir. Situasi tak ayal semakin menegangkan. Spongebob dan Patrick mati-matian mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Meliuk-liuk dan saling menyalip. Sudah tinggal beberapa ratus meter lagi. Dan mobil Spongebob pun meledak karena menabrak pohon kelapa.

***


Ketika aku terbangun dan masih setengah sadar, aku langsung senyum-senyum sendiri.
Diubah oleh kawmdwarfa
0 0
0
JURNAL MIMPI
31-07-2020 20:39
bagus nih idenya, turut nyimak aja ya gue mah.
emoticon-Jempol
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
01-08-2020 15:56
UJIAN TEORI AKUNTANSI

01-Agustus-2020/Pagi


Pagi itu adalah ujian Teori Akuntansi dan ujiannya dilaksanakan secara Open Book yang artinya para peserta ujian boleh membuka buku untuk bisa menjawab. Selagi para peserta menunggu pengawas membagikan kertas soal, aku merasa tidak seharusnya berada di sana karena aku tidak merasa mengambil mata kuliah tersebut ketika kemarin menginput Kartu Rencana Studi.

Alhasil aku keluar untuk mencari tahu. Aku berkeliling kampus, dan kemudian aku menemukan temanku Mansyur sedang duduk di belokan tangga. Kenapa aku mencari Mansyur, karena Mansyur orang yang jago sistem dan mencari tahu mata kuliah apa-apa saja yang diambil tiap mahasiswa.

Di sini aku menemukan hal yang cukup unik. Belokan tangga ini telah dibuat Mansyur seperti pos pribadinya. Dia telah membuat sekat-sekat yang menghalangi orang untuk melintas, dan aku pun sebelumnya mencapai lokasi itu dengan memanjat dari samping tangga.

Aku mengutarakan niat kedatanganku. Dan Mansyur bersedia membantuku untuk memeriksakan apakah aku mengambil makul tersebut. Hasilnya, aku memang sedang tidak mengambil mata kuliah tersebut. Aku pun lega, karena seandainya aku benar-benar mengambil makul tersebut, aku tidak akan bisa menjawab ujiannya karena tidak memiliki bukunya.

***
Diubah oleh kawmdwarfa
0 0
0
JURNAL MIMPI
01-08-2020 16:00
JOKO WIDODO


01-Agustus-2020/siang


Aku keluar untuk makan siang dan singgah di sebuah warung kecil. Tanpa diduga, aku menemukan Pak Joko Widodo, presiden RI saat ini, duduk di sana dan bercengkerama dengan si pemilik warung. Aku tentu saja kaget bukan kepalang. Apalagi aku tak menemukan seorang Paspampres pun di sana. Pak Jokowi benar-benar sendiri.

“Pak, kenapa ke sini?”

“Lho memangnya kenapa kalau saya jalan kaki sendiri ke sini?” jawab beliau. Sebenarnya beliau juga ingin mengartikan kalau toh, tempatnya dekat juga. Ya, di mimpi itu warung yang kudatangi ini lokasinya dekat sekali dengan istana. Mungkin hanya beberapa ratus meter.

Pak Jokowi meninggalkan warung ketika aku makan. Tak lama kemudian dia kembali dengan mengendarai sepeda motor Mio dan mengenakan sarung, baju koko, peci, seperti hendak akan ke masjid. Uniknya lagi, Pak Jokowi datang dengan cara yang nyentrik. Beliau loncat begitu saja sebelum motor benar-benar berhenti. Tapi motornya tetap terparkir sempurna karena standar sampingnya telah dikeluarkan lebih dulu. Kocak pokoknya emoticon-Ngakak

Lagi-lagi Pak Jokowi meninggalkan warung ketika aku makan. Dan tak lama kemudian dia kembali lagi dengan keunikan lain. Kali ini dia mengenakan seragam linmas dan mengenakan penutup kepala dari panci. Ini ngapain lagi coba emoticon-Ngakak

Posisi warung ini tepat sekali di sebuah pertigaan (bisa dibilang warung ini memang warung langganan di dekat kampusku dulu), dan Pak Jokowi kemudian menata rambu yang ada di tengah pertigaan itu. Aku antusias dengan momen itu dan akan merekamnya dengan ponsel, dan kulihat tak lama kemudian ada beberapa pelajar yang menyapa beliau dan meminta foto bersama. Pak Jokowi dengan ramah melayani, sebelum berjalan entah ke mana diikuti pelajar-pelajar itu. Kemudian tepat di belakangku datanglah sepeda motor berbonceng tiga dan langsung menepuk pundakku. Aku menoleh dan mereka rupanya kawanku di kampung, salah seorang dari mereka adalah Sanip.

“Apa kabar kau?” katanya.

“Ini aku baru pulang kuliah,” kujawab.

***
Diubah oleh kawmdwarfa
0 0
0
JURNAL MIMPI
04-08-2020 20:10
Mimpi basah kok ngk ada ya Ganemoticon-Leh Uga
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
04-08-2020 20:12
JURNAL: JUjuR saya pengen keNAL emoticon-Cipok
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
04-08-2020 20:45
TS lagi latihan Lucid Dreaming ya emoticon-2 Jempol
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
04-08-2020 20:48
Ini lagi lucid dream kah gan? Atau hanya lagi membayangkan saja? Semangat gan nulisnya emoticon-Jempol
Diubah oleh arzikii
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
04-08-2020 21:10
Waah, butuh konsistensi tinggi nih buat nulis mimpi. Dulu waktu belajar Lucid Dream ane juga sering nyatet mimpi.
emoticon-2 Jempol
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
04-08-2020 22:24
tingalin jejak dulu ya, panjang bener, yg sukarno bagus tuh, idenya boleh juga
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
04-08-2020 23:10
manfaatnya apa ya ?
bisa ditiru nih klo lg nganggur
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
05-08-2020 00:14
keep itu up bre,
mantap nih officer yang naikin HT
emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
JURNAL MIMPI
05-08-2020 06:48
Jejak dulu ts

emoticon-Traveller
profile-picture
kawmdwarfa memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
JURNAL MIMPI
05-08-2020 10:27
MENGURUS LEGALISIR IJAZAH


05-Agustus-2020


Pagi itu benar-benar sibuk. Satu keluarga yang (mungkin) kesiangan akan memulai aktivitas masing-masing. Aku akan berangkat kerja demikian juga dengan ibu dan bapakku (yang telah almarhum). Aku tidak ingat bagaimana situasinya, yang jelas salah satu orangtuaku mengungkapkan jika aku harus kembali ke sekolahku dulu untuk mengurus legalisir ijazah.

Aku mengeluh mendengar hal itu. Mendadak sekali. Waktunya juga tidak tepat, apalagi aku sudah mau terlambat. Dan aku benar-benar tak mau ditegur lagi oleh atasan. (Karena di kehidupan nyata aku belum lama ini kena tegur karena terlambat masuk). Tapi aku lakukan juga akhirnya meskipun dengan berat hati.

Aku menapaki jalan kecil dengan ilalang di kiri kanannya sebelum sampai dan memasuki sekolah tersebut melalui pintu alternatif, bukan gerbang depan. Begitu aku masuk, aku langsung menuju ke sebuah ruang kelas dengan keyakinan jika itu adalah ruang kelasku dulu. Tapi sebelum aku benar-benar masuk, aku melihat wajah-wajah orang yang berada di dalam. Semuanya asing. Aku bertanya ke seorang murid di sana, dan ia menjawab, aku ingat sekali, jika sekolah itu adalah MTS Al-Azhar.

Terang saja aku kecewa. Aku ternyata salah alamat (Aku tidak ingat bisa sampai ke sana karena alamat dari orang atau apa). Belum lagi jika kuhitung waktunya, aku sudah pasti akan terlambat ke kantor.

Aku pulang dari sana menaiki becak. Uniknya di sini, aku melepas bajuku dan bertelanjang dada entah untuk tujuan apa. Di perjalanan aku kepikiran atasanku dan tak mau kena tegur lagi. Maka aku kabari dia lebih dulu lewat pesan. Intinya, aku akan terlambat datang karena harus mengurus ijazah, yang sialnya justru gagal total.

Lalu aku berjalan kaki melanjutkan perjalananku. Kemudian aku melewati satu lapak penjaja makanan. Mungkin soto atau batagor.

“Permisi,” kataku sambil menerabas begitu saja di belakang orang-orang yang sedang makan. Ada banyak ruang dan aku jelas-jelas bisa lewat tanpa harus mengganggu mereka. Tapi mereka tak berkomentar apapun. Mereka bersedia menjeda makan dan memberiku jalan untuk bisa lewat.

***

Diubah oleh kawmdwarfa
profile-picture
Papa.T.Bob memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
JURNAL MIMPI
12-08-2020 06:22
'THE HUNGER GAMES'?

12-Agustus-20’


Kami berlomba yang terdiri dari putaran-putaran. Sedikit yang bisa kuingat tentang teknisnya. Kami seperti atlit parkour yang melompat dari atap ke atap, tapi atap ke atap yang kumaksud di sini jaraknya jauh, dan membuat kami lebih tampak seperti terbang dibandingkan melompat. Lalu ada semacam ‘eksistensi’ yang entah itu digunakan oleh peserta lain, atau seorang sosok di belakang layar yang menginginkan kami semua celaka, seperti film The Hunger Games. Eksistensi itu selalu menyerang dan membahayakan kami semua. Ia berwarna hitam dan dapat memanipulasi bentuknya menjadi apapun seperti microbots milik Hiro Hamada dalam film Big Hero 6. Dan oleh karena itu kukira mungkin saja ia tersusun dari material yang tidak terdaftar dalam tabel periodik.

Lalu kami semua berada di sebuah tenda, suasananya seperti sebuah posko darurat karena itu sungguh sebuah tenda yang besar yang dapat menampung banyak orang. Kami sedang beristirahat sembari menyantap makanan masing-masing. Dan di sana ada sosok Dzawin Nur yang sudah bergabung dengan kami. Ia mengatakan sebuah lelucon absurd, yang mana kan kujelaskan sebisa mungkin.

Misalkan: aku memiliki sebuah buku sedangkan dia memiliki sebuah pensil.

“Ini bukuku,” katanya. Dzawin sebenarnya bermaksud mengatakan benda kepunyaannya, namun justru menyebut nama benda kepunyaanku.

“Ini pensilku,” kataku meladeninya, berpura-pura ikut salah menyebut nama benda yang kumiliki.

Dan kemudian lelucon itu membuat kami semua tertawa terpingkal-pingkal.

***
Diubah oleh kawmdwarfa
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
you-stole-my-heart-true-story
Stories from the Heart
bastard-hotelier
Stories from the Heart
natsu-no-hanami-n2h---fiksi
Stories from the Heart
you
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Heart to Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia