News
Batal
KATEGORI
link has been copied
9
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f1af46dc342bb60b45c1e8e/sejarah-propaganda-pki-versi-nu-pasca-pemilu-1955-part-9
sumber: kompas.com Keberhasilan PKI mendulang suara hingga 6 juta suara di pemilu 1955 membuat lawan-lawan nya mulai waspada, begitu pula dengan kalangan NU. Mengapa tidak, PKI yang sempat diburu oleh tentara dan para Laskar Hizbullah setelah melakukan pemberontakan di karisidenan Madiun pada 1948 dan melakukan pembantaian terhadap santri, kyai, aparat, camat, hingga gubernur jatim pertama juga te
Lapor Hansip
24-07-2020 21:47

Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)

Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)
sumber: kompas.com

Keberhasilan PKI mendulang suara hingga 6 juta suara di pemilu 1955 membuat lawan-lawan nya mulai waspada, begitu pula dengan kalangan NU. Mengapa tidak, PKI yang sempat diburu oleh tentara dan para Laskar Hizbullah setelah melakukan pemberontakan di karisidenan Madiun pada 1948 dan melakukan pembantaian terhadap santri, kyai, aparat, camat, hingga gubernur jatim pertama juga tewas ditangan PKI justru sanggup bangkit dan meraih hasil diluar dugaan. Komando PKI di tangan DN Aidit cukup mampu membuat suara partai komunis ini menduduki partai terbesar ke-4 kala itu, bahkan beberapa markas-markas tentara juga sempat di menangkan oleh suara PKI (Perlu diketahui, pada  Pemilu 1955 aparat masih diberikan hak untuk memilih dan dipilih).

PKI MENERIMA PANCASILA, NU CURIGA PKI KEMBALI LAKUKAN PROPAGANDA

Pada 15 desember 1955 kemudian dilakukanlah pemilihan anggota untuk majelis konstituante yang bertanggung jawab menyusun undang-undang dasar. Dalam sidang konstituante, PKI bersama partai sosialis lain menyetujui Pancasila sebagai dasar negara. Hal inilah yang justru membuat NU dan partai islam lainnya curiga, karena bukan rahasia umum lagi jika PKI selalu berupaya mendirikan negara Komunis berdasarkan Marxisme.

Quote:
“Alasan PKI menerima Pancasila sama benar dengan alasan saudara saudara Nasionalis, Protestan Katolik Hindu Bali, Animis, Perbegu, dan umat Politheis lainnya serta kaum Ateis yang tergabung dalam partai apapun, yaitu demi keutuhan Republik kita, demi persatuan dan kesatuan segenap rakyat kita yang sama nasib dan sama tujuan yaitu mengenyahkan sisa-sisa kolonialisme di tanah air kita" Ujar Nyoto (dari PKI) dalam sidang konstituante 1955.


BACA JUGA: Ingat Raeni Anak Tukang Becak Yang Viral 2014 Lalu? Kini Ia Tempuh S3 di Inggirs
Quote:Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)
sumber; historia.id


Kecurigaan NU bertambah kuat saat suatu ketika DN Aidit menyampaikan pidato di depan para kader PKI yang isi pidatonya tidak sesuai dengan apa yang sempat diucapkan kader PKI Nyoto di sidang Konstituante.

Quote:
Ujar Aidit: “Pancasila sekadar alat pemersatu, jika rakyat sudah bersatu, maka Pancasila tidak diperlukan lagi...Jika PKI telah berkuasa mutlak rakyat akan bisa bersatu.” 


Peryataan itu juga dipertegas dengan pernyataan Nyoto yang menyebut jika PKI menganggap bahwa lebih bijaksana jika sila ketuhanan yang maha Esa diganti dengan Kemerdekaan Beragama.  NU pun semakin yakin jika keputusan PKI menerima Pancasila sebagai Idiologi bangsa bukanlah hal tulus namun hanya sebuah taktik agar mereka bisa mengganti sila-sila dalam pancasila agarsesuai dengan idiologi komunis. Dalam rangka menyelamatkan Pancasila dari rongrongan PKI maka pada rapat PBNU 20 Feb 1959, KH. Syaifudin Zuhri menegaskan bahwa perlunya Pancasila yang dilandasi nilai-nilai Islam, bukan Pancasila ala Marxisme. NU juga berpandangan jika Pancasila adalah Substansialis yang bukan sebuah alat yang bisa dibuang kapan saja.
MASYUMI DIBUBARKAN, PKI SEMAKIN KUAT

Pada tahun 1960, Presiden Soekarno mengeluarkan kepress yang isinya membubarkan Masyumi dan PSI karena 2 partai tersebut dituduh ikut mendukung pemberontakan PRRI/Permesta yang bersentral di Padang. Bubarnya Masyumi yang

selama ini menjadi musuh bebuyutan PKI seolah memberikan angin segar untuk Partai Komunis tersebut karena musuh mereka telah berkurang satu. Bubarnya Masyumi pun membuat posisi PKI semakin kuat, terbukti pada kabinet kerja 2 1962 DN Aidit berhasil menduduki kursi wakil ketua MPRS dan tokoh PKI lainnya Lukman menduduki kursi wakil DPR-GR. Sementara pada kabinet kerja 4 tokoh PKI Nyoto berhasil menduduki kursi Menteri Negara. Para Kader PKI yang berada dalam tubuh TNI, POLRI, hingga Birokrat juga semakin membuat kuat posisi PKI di awal tahun 1960an. Tak cukup sampai disitu, Ormas-ormas Undergrow PKI yang mencakup banyak kalangan seperti kalangan Tani, Buruh, Seniman, kalangan perempuan, hingga guru semakin memperkuat Posisi PKI kala itu. Bahkan di beberapa daerah PKI berhasil memangkan Pilkada dan membuat kadernya duduk sebagai kepala daerah, sebut saja seperti di Trenggalek, Blitar, Banyuwangi, ketiga daerah berhasil dimenangkan PKI sehingga Bupati nya adalah kader PKI. dengan demikian PKI semakin leluasa merebut aset, dan melakukan gerakan mereka untuk mempengaruhi idiologi Rakyat.

Quote:Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)
Sumber: historia.id

Bahkan salah satu simpatisan PKI yang kala itu menjabat sebagai ketua Badan Intelejen Pusat Dr. Subandrio berani menyatakan jika kekuatan PKI saat itu berjumlah 3 juta anggota, dan didukung oleh anggota di ormas-orman Undergrow PKI seperti BTI, Gerwani, Sobsi, Lekra yang mencapai 16 juta anggota. Atas keberhasilan itu maka ia menyebut jika PKI menjadi partai komunis terbesar ketiga di dunia setelah Partai Komunis Uni Soviet dan RRC. Bahkan Subandrio menyebut jika PKI sanggup memerahkan Indonesia dengan jumlah anggota yang sebanyak itu. Bahkan ia juga membayangkan jika PKI berperang dengan TNI maka secara hitung-hitungan diatas kertas maka PKI lah yang akan menang, karena jumlah mereka belasan juta sedangkan jumlah ABRI saat itu cuma 300anribu saja. Dengan kekutan sebanyak itu maka tak heran PKI kala itu cukup dominan dan semakin leluasa melakukan teror terhadap lawan-lawan mereka.


TREAD LAINNYA KLIK: (Part 1)(Part 2), (Tread 4), (Part 6), (Part 7), (Part 8)

Quote:Referensi:
Abdul Mun'im & Tim PBNU. 2013. Benturan NU-PKI 1948-1965 (Hal 76-82). Jakarta: PBNU & Langgar Swadaya
Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)





Baca Juga HotTread Ane Yang Lain Gan















profile-picture
boybadd memberi reputasi
1
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)
01-08-2020 08:21
jas merah lanjut gan
0 0
0
Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)
01-08-2020 22:43
Ganyang PKI @tenagawanita emoticon-I Love Indonesia
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Sejarah Propaganda PKI Versi NU, Pasca Pemilu 1955 (Part 9)
02-08-2020 07:43
Quote:Original Posted By tenagawanita
Ganyang syiah emoticon-Kaskus Lovers


Menurut Risalah Amman, syiah diakui sebagai bagian sah dari Islam emoticon-shakehand

Jadi kafir atheist seperti luks jangan coba mengadu domba emoticon-fuck
0 0
0
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 5 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia