Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
54
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0d8774facb9558093d1e1f/pengusaha-muda
Mohon maaf, izinkan hamba yang bodoh ini untuk bicara melalui coretan sebuah kata. Walau hamba yakin coretan ini tidak sempurna, semoga saja cerita ini dapat menghibur kawan-kawan semua. Salam, sadulur saya c4punk semoga betah berada di cerita sederhana ini. Bab 1 Bulir keringat membasahi wajahku, entah telah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk berlari. Kulihat ada pagar pembatas seng yang sam
Lapor Hansip
14-07-2020 17:22

Pengusaha Muda

icon-verified-thread
Pengusaha Muda

Pengusaha Muda



Mohon maaf, izinkan hamba yang bodoh ini untuk bicara melalui coretan sebuah kata. Walau hamba yakin coretan ini tidak sempurna, semoga saja cerita ini dapat menghibur kawan-kawan semua.

Salam, sadulur saya c4punk semoga betah berada di cerita sederhana ini.




Bab 1

Bulir keringat membasahi wajahku, entah telah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk berlari. Kulihat ada pagar pembatas seng yang sampingnya berlubang, tanpa banyak berfikir aku pun masuk ke dalam sana.

Derap langkah orang-orang yang mengejarku terdengar di telinga, mereka berhenti tepat di depan pembatas seng ini. Aku gugup dalam diam, berhati-hati kalau akan menimbulkan suara yang mencurigakan.

"Kemana bocah itu?" Ucap seseorang yang tubuhnya paling besar.

"Tadi, aku lihat larinya kearah sini bang!"

"Bener, nih? Ntar, lo salah lihat lagi."

"Bener, bang."

"Ya udah, ayuk cari lagi."

Langkah-langkah kaki mereka pun menjauh, aku menarik nafas lega sedari tadi kutahan angin dalam perut akhirnya dapat kulepaskan secara perlahan. Walau suaranya tidak merdu, tetapi rasannya bikin tubuh ini tenang dan damai serta syahdu.

Tiba-tiba kupingku terasa panas, ada tangan yang kasar memelintir telingaku dengan keras. "Aduhh... aduhh....sakit," ujarku memohon belas kasih dari yang menjewerku.

"Dasar anak tak tahu diuntung, sudah berapa kali ayah bilang jangan mencuri, masih saja kau mencuri."

Wajah itu terbayang jelas dalam ingatanku, keras, tegas dan ramah pada banyak orang. Dia tak segan untuk menghukum anaknya yang berbuat ulah. Disiplin dan penuh dengan aturan membuat namanya dikenal seantero desa, untuk itu ia selalu menjaga nama baiknya agar tidak ada coreng hitam di dalam keluarga.

Otomatis aku langsung kena hukuman di luar halaman rumah. Ayah menyabetku dengan gesper, tak hanya itu penyiksaan yang dilakukan ayah ditonton warga sekitar. Bahkan pedagang yang telah kucuri barangnya merasa kasihan, hingga ia menyuruh ayahku untuk stop memberikan pelajaran.

Merah-merah di punggung memang tak membuatku jera, bukan tanpa alasan aku mencuri namun aku ingin sosok ayah hadir disisiku. Selama ini ayah selalu sibuk dengan koleganya, hingga jarang dirumah. Terkadang bila sedang berdagang di kota, aku selalu rindu sosoknya.

Jarak tempuh yang jauh dari desa membuat ayah pulang ke rumah dalam waktu berbulan-bulan. Walau hasilnya keluargaku di desa merupakan keluarga yang dibilang lebih dari mampu.

Di desa ini aku sering menangis meratapi diri, tidak adanya sosok ayah membuat diriku kerap menjadi masalah bagi warga sekitar. Semua itu kulakukan hanya untuk mencari perhatian, walau warga disini segan dengan ayahku yang sering menolong warga sekitar.

Hingga tiba saatnya, ayahku seperti kerasukan setan. Bisnisnya meledak dimana-mana, dari desa yang kecil kami pindah ke kota besar di sudut Surabaya. Perlahan kerajaan bisnisnya bertambah besar, ayahku seperti sudah diperkosa waktu kian hari kian menggila dengan mencari uang.

Keluarga dirumah sangat dimanjakan dengan yang namanya materi, rumah mewah, mobil berkelas hingga masuk sekolah ternama membuat kenakalanku semakin menjadi.

Aku semakin jauh dari sosok ayah yang selalu tak ada disampingku ketika aku sedang gundah gulana, hanya dipangkuan ibu aku bisa mencurahkan isi hatiku. Sejalan dengan ayah, kakakku yang tadinya idealist dan merasakan hal yang sama dengan perlakuan ayah kini lambat laun mulai mempunyai tabiat yang sama.

Hidup rasanya seperti di neraka, kehidupan yang sangat membosankan. Hingga tak ada jalan lain kecuali aku harus mencari jalanku sendiri. Lepas dari bayang orang tua, hidupku terlalu monoton tak ada tantangan dan rintangan seakan hidup ini datar.

Hidup seperti ini sangat flat, dan itulah sifat manusia yang selalu tak pernah bersyukur dengan apa yang ada. Kaya, miskin hanya sebutan yang terpenting sebenarnya bukan itu tapi kebahagiaan.

Lamunanku terhenti ketika aku menatap pesawat yang akan membawaku pada petualangan yang baru, sebuah kehidupan yang akan merubah jalan hidupku.

#Bersambung
Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
husnamutia dan 15 lainnya memberi reputasi
16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Pengusaha Muda
14-07-2020 17:35
Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bee94 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
14-07-2020 17:55
Di tunggu lanjutannya Bang
0 0
0
Pengusaha Muda
14-07-2020 18:15
Lanjoot.....emoticon-Toast
0 0
0
Pengusaha Muda
14-07-2020 18:24
Quote:Original Posted By ceuhetty
Di tunggu lanjutannya Bang


Quote:Original Posted By lonelylontong
Lanjoot.....emoticon-Toast


Ashiapp... agan dan sista yang ganteng2
profile-picture
ceuhetty memberi reputasi
1 0
1
Lihat 8 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
14-07-2020 18:40
Ijin jejak gan
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
14-07-2020 18:47
ane cuma mau numpang duduk dulu takut di phpin si capunk lagi emoticon-Ngakak
Diubah oleh kkaze22
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
14-07-2020 20:25
wah wah, ada gerangan apa gan nulis sfth?
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
15-07-2020 00:29
Webinar Wahyoo Talk - Startup Facing New Normal

Bagaimana para pelaku startup terhindar dari krisis dan tetap survive di masa pandemi, atau justru menemukan peluang untuk menatap era new normal seperti saat ini?

Ikuti webinar via Zoom, Wahyoo Talk - Startup Facing New Normal dengan narasumber:
1. Daniel Cahyadi - COO, Wahyoo Group
2. Mario Lasut - CMO, Financialku
3. Rosel Lavina - VP of Public Affairs, Gojek
4. Amir Karimmudin - Chief in Editor, Dailysocial.id

Hari dan Tanggal : Rabu, 15 Juli 2020.
Waktu : 19.00 - 20.30

Link pendaftaran : bit.ly/Wahyootalk
Informasi : Fisena - 081220578567
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Muda
15-07-2020 08:33
Juttt
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Muda
15-07-2020 08:36
Pengusaha Muda


Bab 2

Dibangku keberangkatan aku kembali menelusuri jejak ingatan yang pernah terjadi, bermula dari kamarku yang mewah penuh dengan peralatan elektronik.

Ruangan yang sejuk untuk menghabiskah waktu, duduk dan tenggelam dalam permainan online. Dan semua itu menghasilkan uang, entah sudah berapa chard dan item yang sudah kujual pada mereka yang butuh jalan instant. Yang terpenting hidupku ada hiburan itu sudah cukup, hidup menyendiri tanpa adanya seseorang yang bisa kujadikan sahabat membuatku menderita.

Tak ada tempat berbagi, tak ada tempat bercerita. Semua menjadi hampa, hanya di layar monitor ini aku dapat bercengkrama dengan akun anonim di sebuah forum dan juga media sosial, disinilah aku meluapkan segala ide dan juga meminta pesan dan saran.

Dunia digital menjadi pelampiasan hidupku, hingga aku tak seperti ada di dunia nyata. Tempatku selalu berada di balik layar, hari demi hari itu semua kulalui.

Hingga saat itu tiba, dimana bisnis ayahku hancur luluh lantak. Abangku, pergi entah kemana ia menolak untuk jatuh miskin. Rumah mewah yang kutempati saat ini harus segera dikosongkan, mobil dan juga kendaraan ekslusif lainnya juga ikut disita oleh bank.

Kami semua kembali ke desa, rumah sederhana dengan hamparan sawah dan ladang yang asri. Gunung merapi tampak gagah berdiri dari tempatku berada, kehidupanku kembali seperti sedia kala.

Ketika bisnis ayah jatuh satu persatu pembantu pun pergi, dan tak ada yang kembali. Di saat itu ayahku sakit keras, banyak kolega yang dulu seakan menjadi ekornya kini hilang entah kemana. Tangis air mata seakan sudah mengering, saatnya diriku mempertahankan warisan keluarga di desa ini dengan caraku sendiri.

Ayah hanya dapat terbaring di kasur tanpa bisa berbuat apa-apa lagi, harta yang ia kumpulkan tak bisa menolongnya ketika semuanya sudah tiada. Seorang yang dikenal keras dan tegas kini hanyalah sosok lemah yang tak berkuasa apa-apa.

Kakakku sendiri kini hilang bak ditelan bumi, menahan malu ketika perusahaan Ayah mulai runtuh, permainan bisnis memaksa ayahku tersingkir.

Inilah saatnya aku harus kembali ke dunia nyata, berusaha bertahan dari keadaan. Tak selamanya yang kita punya akan abadi, tak selamanya hidup itu akan membosankan. Ada senyum tipis di bibirku, ketika tantangan nyata ada di depan mata.

Ini bukan sebuah game, bukan juga dunia yang penuh anonim tapi langkah yang diambil adalah nyata dan akan berakibat pada hidupku sendiri.

Aku melihat buku tabungan hasil dari bermain game, kurasa cukup untuk modal awal mencari peruntungan yang baru, kujual juga beberapa perangkat elektronik dengan harga yang masih lumayan. Kusisakan laptop dan ponsel, dan kembali merajut asa yang hilang.

Suara pesan dari pengeras suara bandara membuyarkan semua ingatan tentang hal yang terjadi sebelumnya hingga akhirnya aku berada disini, untuk pergi menuju Ibukota.

"Ehh, kamu Elang?" Tanya seorang wanita paruh baya dihadapanku.

"Ibu Lastri!" Ucapku menegaskan.

"Gak nyangka, saya bisa bertemu kamu lagi disini"

"Saya, juga Bu. "

"Kamu, sehat?" Hanya kubalas dengan anggukan.

"Ibu, sudah makan?" Tanyaku tiba-tiba.

Lalu, Bu Lastri langsung memelukku. Air matanya, tak terasa jatuh mengenai pundakku.

"Terima kasih Elang, terima kasih."

Aku hanya bisa diam terpaku tanpa mengeluarkan suara, keadaan saat itu seakan terhenti pikiranku kembali menerawang ketika ayahku dulu mulai berjaya.

#Bersambung
Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
15-07-2020 12:41
numpang ngadem dimari emoticon-2 Jempol
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Muda
15-07-2020 13:15
Kayaknya seru nih... 😁
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Muda
15-07-2020 13:34
hmmm nyimak
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Muda
15-07-2020 13:53
Quote:Original Posted By nyahprenjak
numpang ngadem dimari emoticon-2 Jempol


Quote:Original Posted By saputra.andrian
Kayaknya seru nih... 😁


Quote:Original Posted By doyanoncom
hmmm nyimak


Monggo om...gelar tiker sambil seruupuutt emoticon-nyantai
0 0
0
Pengusaha Muda
15-07-2020 14:08
Nenda dulu Gan
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
15-07-2020 17:18
Teruske lo gan

Dah terlanjur bikin kopi aku

Tak tunggu sambil nikmatin hijaunya taneman Cabe


emoticon-Toast
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
16-07-2020 07:26
Pengusaha Muda

Bab 3

Dalam pelukan hangatnya seorang ibu, diriku kembali menjelajah masa lalu. Dimana hari itu adalah hari yang mengubah pandangan, agar selalu berbuat baik pada sesama. Merubah karakterku yang urakan dan dicap sebagai pembawa masalah.

Disaat pelukan itu semakin erat nampak seperti layar besar didepanku hingga dapat melihat kejadian di masa lalu, ketika itu aku berada di sebuah gedung mewah, semua orang memberi hormat kepadaku ketika memasuki gedung tersebut. Hal seperti itu memang tak asing buatku, kesombongan telah membuatku lupa bahwa dunia ini tidak semudah ini ditaklukkan.

Terlebih aku sebagai anak kedua dari pemilik perusahaan yang bergerak dibanyak bidang. Hingga ayahku mendapatkan banyak penghargaan sebagai pengusaha sukses di tanah air, tapi itu semua yang kini membuatku sulit jiwa ini merasa terkurung.

Semua aktivitas yang kulakukan tak bisa bebas, attitude, dan juga nama baik harus kujaga. Seperti aku sedang menonton sebuah film, kuperhatikan aktivitas diriku sendiri yang seakan nyata sedang memasuki ruang kerja ayah, lalu meminta uang dengan wajah yang tersenyum.

Sangat banyak uang dalam genggamanku, lalu pandanganku memudar dan gelap seperti layar slide ketika berganti adegan aku kini melihat diriku sedang hura-hura hingga sedikit mabuk dan terasa ada kepuasan dari mimik yang diperlihatkan wajahku. Aku tahu ini memang aktivitas diriku setiap hari yang selalu bertingkah konyol, tak jarang kuhabiskan uang ayahku di tempat hiburan setelah lelah bermain game.

Kembali layar slide memperlihatkan diriku yang sudah puas dengan hiburan dengan kerlap kerlip lampu nakal, berjalan menuju pintu keluar dari sebuah night club, berjalan tak tentu arah. Hingga tiba di lorong yang penuh dengan orang yang lalu lalang, pandanganku melihat seorang ibu yang nampak kedinginan di sinari oleh lampu kota. Tubuhnya terbungkus hanya dengan pakaian yang lusuh, tak diperdulikan oleh banyak orang yang sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Entah mengapa mereka seakan tak perduli dengan sang ibu yang berlutut di depan kios, mengharap belas kasih dari pembeli untuk menyisakan uangnya untuk dirinya. Aku yang masih dalam keadaan pusing berusaha untuk sadar, tiba-tiba rasa iba semakin mendera.

Kudekati ibu tersebut, terlihat matanya nanar dan terasa rapuh. Aku memberinya jaket dan kupakaikan di tubuhnya.

"Maaf bu, sudah makan?" Aku bertanya iba, dia menggeleng.

"Belum" ucapnya lirih.

"Ayuk bu ikut aku, kita cari makanan" wajahnya menatap diriku seakan tak percaya, masih ada orang baik yang mau membantunya.

"Maaf, bu" aku menuntunnya hingga tiba di warung pecel lele pinggir jalan, kupesan dua porsi. Setelah makanan tersaji kulihat wanita itu memakannya dengan lahap, ada rasa gembira di matanya walau ia lebih banyak terdiam.

"Ibu masih lapar?" Tanyaku ketika piring makanannya sudah habis, ia hanya mengangguk. Kupesan lagi satu porsi untuk wanita yang ada di depanku.

Tak banyak bicara, makanan tambahan yang tersaji dengan cepat sudah berpindah tempat kedalam mulutnya. Seakan hari esok akan kiamat makanan itu segera dihabiskan tanpa jeda bernafas, mirip seperti buaya liar yang sedang lapar tak perduli dengan ukuran dari korbannya ia terus saja mengunyah tanpa kenal lelah.

Aku hanya diam dan memperhatikannya, namun tak terasa air mata mulai terjatuh di pipi ketika membayangkan wanita di depanku ini adalah ibuku.

"Ibu sudah kenyang?" Ia mengangguk. Kupanggil pelayan dan membayar tagihan, tak lupa juga memesan makanan untuk dibungkus.

Kembali aku menuju meja dimana si Ibu berada, aku memberikannya sebuah bungkusan nasi untuk dibawanya pulang. Terlihat cerah senyumnya menyinari wajah, ia terlihat bahagia.

"Terima kasih nak, siapa namamu"

"Elang" jawabku.

Kemudian ia pun beranjak pergi dari tempat duduknya. Aku menyambut tangannya dengan uang yang masih ada di kantongku, ia pun tak kuasa menahan tangis dan langsung memelukku tanpa kata, tanpa bicara akupun melakukan hal serupa. Kami seakan sedang bicara dalam diam, menghayati setiap detik keadaan yang sedang terjadi.

Lalu ia pun pergi meninggalkan diriku yang masih terdiam menatap kepergiannya, hingga tubuhnya menghilang di ujung sebuah gang. Ketika aku hendak pergi ada secarik kertas lusuh di atas meja, segera saja kuambil kertas tersebut lalu kubaca.

Deghh! Sebuah kertas PHK tanggalnya pun belum lama, tapi yang membuat diriku tak habis fikir cap dari perusahaan ini adalah perusahaan ayah. Alasannya karena menggelapkan dana kantor, ia dipecat dengan tidak hormat tanpa pesangon.

Aku melihat tanda tangan ayahku langsung, disampingnya ada nama Lastri dengan jabatan Manager Pemasaran yang sudah menjabat 10 tahun di perusahaan tersebut.

Akupun kembali tertarik di masa sekarang, pandanganku yang tadinya memudar mulai bersatu, kulihat di depanku air mata Bu Lastri tak dapat dibendung. Lalu kuberikan sapu tangan, kemudian melihat jam pesawat yang akan take off. Hmmm...Masih ada waktu aku pun menuju sebuah lounge cafe bandara, dan mengajaknya sedikit bercerita.

#Bersambung
Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nyahprenjak dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Pengusaha Muda
17-07-2020 00:45
Mantavv gan 👌 ditunggu episode lanjutannya 👌
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Pengusaha Muda
17-07-2020 12:50
Bab 4

Pengusaha Muda

Di sebuah lounge Bandara, kami duduk bersama. Wanita didepanku ini belum terlalu tua bahkan cenderung masih muda, hanya saja pakaian lusuhnya yang dahulu ia kenakan telah menutupi raut wajah yang sebenarnya.

Bisa dibilang wanita ini lebih muda dari ibuku, tubuhnya yang dibalut dengan pakaian casual sekarang ini membuatku tadinya tak menyangka bahwa itu Bu Lastri. Wajahnya tampil berseri, dengan paduan lipstick merah di bibir.

Aku sempat terkesima, ternyata Bu Lastri itu cantik bak gadis yang masih muda.

Namun aku tetap memanggilnya ibu karena ini adalah sebuah adab, bahasa ketimuran ketika berbicara kepada yang lebih tua harus menghormati.

Kupesan dua gelas ice coffe pada pelayan. Dan pesananku dengan waktu yang tak lama sudah tersaji.

"Bagaimana kabar ibu selama ini?"

"Maafkan ibu, Lang. Ibu tahu kamu setiap hari mencari keberadaanku, bukan!" Aku pun mengangguk pelan.

"Uang yang kamu berikan cukup banyak waktu itu, terlebih ketika Ibu tahu siapa dirimu sebenarnya. Anak dari seorang bapak yang telah menyebabkan diriku terlunta di jalan."

"Ceritakan bu, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Aku memegang tangannya setengah memelas.

"Ada kecurangan yang dilakukan petusahaan dalam membayar pajak, saat itu saya mengetahuinya secara tak sengaja. Namun ketika pihak pajak mulai mendekati ibu, perusahaan ayahmu langsung memberikan teguran berupa surat PHK."

"Lalu kenapa ibu bisa terlunta di jalan?"

"Melihat aku sudah tak bekerja suamiku mulai jarang dirumah, selalu foya-foya dan pulang dalam keadaan mabuk. Hingga akhirnya ia benar-benar tak pernah pulang, tiba-tiba datang pihak bank bahwa semua harta benda disita termasuk rumah yang sudah digadaikan menjadi jaminan oleh suamiku," perlahan air mata si Ibu mulai menetes kembali.

Aku pun diam namun tetap memperhatikan ceritanya, sambil mengaduk kopi dingin yang kupesan.

"Disitu saya tak tahu harus kemana, keluarga ibu juga tak ada kabar berita. Hingga saya akhirnya bertemu kamu. Dari apa yang kamu berikan waktu itu, saya memulai hidup baru dengan mengontrak rumah dan berdagang. Lalu datang tawaran dari seorang teman di Jakarta untuk bekerja disana. Mungkin itu yang bisa saya ceritakan sama kamu Lang," nampak air matanya sudah mengering. Dan ia meminum kopi dingin di depannya.

"Ibu tahu kalau sekarang perusahaan ayahku sudah jatuh?"

"Iya, ibu tahu. Tapi biarlah itu masa lalu, kamu sendiri mau kemana?"

"Ke Jakarta bu, mencari pekerjaan. Saat ini akulah tulang punggung keluarga."

Matanya menyiratkan rasa tak percaya anak orang kaya kini hidupnya berubah drastis. Roda memang berputar, tapi mungkin ada tanda tanya kenapa bisa secepat itu karma dialami oleh orang yang menzalimi si Ibu.

"Lantas, bagaimana keadaan ayahmu?"

"Ia, tak bisa berbuat apa-apa tergolek saja di tempat tidur bu!"

"Kamu, ada bekal buat disana?"

"Alhamdulillah, ada bu walau hanya sedikit"

"Ohh, begini saja aku kasih alamat ini. Kamu bisa nge kost disana, kebetulan pemiliknya temanku."

"Terima kasih banyak bu," aku pun mengambil kertas tersebut, dan memasukkanya ke dalam tas.

Setelah itu pengeras suara menginformasikan bahwa pesawat yang aku naiki akan segera berangkat.

"Maaf bu, aku pamit dulu. Pesawatku segera berangkat."

"Iya, nanti ibu mampir kalau sudah selesai urusan di Surabaya, " ia tersenyum ketika aku sungkem kepadanya.

Lambaikan tanganku pun dibalas, waktu terbatas membuat percakapanku belum tuntas. Semoga saja aku bisa bertemu denganya lagi, masih banyak yang ingin kutanyakan.


#Bersambung
Diubah oleh c4punk1950...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erman123 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Pengusaha Muda
18-07-2020 10:59
Lanjut om... ijin jejak
profile-picture
c4punk1950... memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
Stories from the Heart
olivia
Stories from the Heart
kamu-hujan-yang-kunantikan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
horor-story-daun-singkong
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia