Female
Batal
KATEGORI
link has been copied
150
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0bb743c8393a6ef904601d/di-umur-berapakah-akan-menikah-rencanakan-dengan-tepat
Semua orang pasti umumya ingin menikah, siapa yang tak ingin menikah? hidup berdua dengan pasangan terasa lebih baik ketimbang sendiri terus. Meskipun memang terkadang butuh waktu sendiri, akan tetapi bukan berarti selamanya selalu sendiri.
Lapor Hansip
13-07-2020 08:22

Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Semua orang pasti umumya ingin menikah, siapa yang tak ingin menikah? hidup berdua dengan pasangan terasa lebih baik ketimbang sendiri terus. Meskipun memang terkadang butuh waktu sendiri, akan tetapi bukan berarti selamanya selalu sendiri. Dengan adanya pasangan hidup yang menemani tentunya ada sosok yang bisa mewarnai kehidupan dan memberikan semangat baru dalam menjalani hidup. Meski terkadang ada suka dan dukanya, namun dengan memiliki pasangan hidup bisa lebih baik.
Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat

Credit : tirto.id

Di dalam kehidupan kita pastinya banyak yang menikah, Cepat atau lambat setiap orang pada umumnya akan menikah entah itu di usia yang muda maupun di usia yang cukup dewasa. Hal yang terjadi di masyarakat juga cukup beragam, ada yang lulus SMA langsung menikah, menikah saat sedang menjalani kuliah, lulus kuliah lalu menikah dan lain sebagainya. Cepat atau tidaknya menikah itu kembali lagi kepada kesiapan orang itu sendiri dan juga faktor-faktor lainnya yang menyertai.

Bagi setiap orang yang belum menikah tentunya harus bisa mempesiapkan diri, hal ini karena dunia setelah pernikahan itu berbeda. Menikah tanpa perencanaan akan dihadapkan pada berbagai hal yang tak terduga. Bukan hanya sekedar pesiapan finansial belaka, persiapan mental pun harus dilakukan untuk menyikapi segala hal yang tak terduga terjadi sehingga ketika mentalnya sudah kuat akan bisa lebih tenang dalam menghadapi berbagai problema dalam rumah tangga yang setiap waktunya datang menghampiri.

Di umur berapakah akan menikah? rencanakanlah dengan tepat. Jangan sampai menikah tanpa membuat perencanaan yang jelas, hal ini karena menjalani rumah tangga itu bukanlah sesuatu yang main-main dan sudah semestinya disikapi dengan serius. Mau menikah setelah lulus sekolah? baiknya pikirkan ulang karena usia masihlah muda dan lebih baik fokus belajar lagi atau membangun karir karena menikah di usia muda masih rentan dengan banyak hal yang menyebabkan perpisahan.

Lalu bagaimana bila menikah saat kuliah? tentunya juga harus dipikirkan kembali karena bila menikah saat kuliah pikiran tak jarang bercabang antara fokus kuliah dan juga fokus dalam menjalani rumah tangga. Terkhusus Bagi perempuan baiknya jangan menikah saat pertengahan kuliah jika memang ingin lulus kuliah tepat waktu, hal ini karena menikah saat kuliah bisa saja membuat mengambil cuti kuliah karena hamil dan melahirkan. Bagi laki-laki juga tentunya menikah saat kuliah harus dipertimbangkan dengan matang agar fokus bisa dikendalikan dengan baik bila memang nekat menikah saat masih kuliah.
Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat

Credit : limawaktu.id

Nikah bisa dilaksanakan kapan saja asalkan sudah cukup umur dan siap mental serta siap dari segi finansial. Jangan sampai nekat untuk menikah tanpa ada perencanaan yang matang. Di umur berapa akan menikah? tentukan masa depan kita sendiri. Pikirkan dengan matang agar tidak ada muncul penyesalan di kemudian hari. Demikian tulisan ane kali ini, bagaimana pendapat agan dan sista? silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya. emoticon-Big Grin

Sumber : Opini Pribadi dan Inspirasi Kehidupan
Sumber gambar via google images
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NilamSudiati dan 27 lainnya memberi reputasi
28
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 6 dari 6
Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat
22-07-2020 10:39
Kalo dah dpt, yaudah nikah lah hahaha
profile-picture
NilamSudiati memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat
24-07-2020 07:04

Pernikahan: Titik Peristiwa Keempat

Seiring bertumbuh dan bertambah dewasanya seseorang, ia mulai menjauh dari orang tua dan lingkungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan, kemudian mulai mencari arah hidup dan mengejar tujuan hidupnya dengan cara yang berbeda dari kedua orang tuanya. Pada saat ini ia tidak lagi membutuhkan kedua orang tuanya, yang ia butuhkan adalah pasangan untuk menghabiskan hidup dengannya: seorang teman hidup, orang yang nasibnya akan terjalin erat dengannya. Dengan demikian, peristiwa besar pertama yang harus dihadapi seseorang setelah mencapai kemandirian adalah pernikahan, inilah titik peristiwa keempat yang harus dilalui seseorang.

1. Orang Tidak Punya Pilihan Atas Pernikahan
Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat
Pernikahan merupakan peristiwa kunci dalam kehidupan siapa pun; inilah saat ketika seseorang mulai benar-benar memikul berbagai macam tanggung jawab, dan secara bertahap mulai memenuhi berbagai macam misi. Orang pada umumnya punya banyak bayangan tentang pernikahan sebelum mereka mengalaminya sendiri, dan semua bayangan ini nampak indah. Wanita biasanya membayangkan pasangan mereka kelak adalah Pangeran Tampan, dan para pria membayangkan akan menikahi Putri Salju. Fantasi-fantasi seperti ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki persyaratan yang berbeda akan pernikahan, sejumlah tuntutan dan standar mereka sendiri. Walaupun di zaman kejahatan ini orang-orang makin sering dibombardir dengan ide-ide yang keliru tentang pernikahan, yang menciptakan lebih banyak persyaratan tambahan, dan menimbulkan beban, serta perilaku ganjil, siapa pun yang sudah mengalami pernikahan tahu sehingga tidak peduli bagaimana seseorang memandang pernikahan dan bagaimana sikapnya terhadap pernikahan, pernikahan tidak bergantung pada pilihan pribadi.

Setiap orang berkenalan dengan begitu banyak orang semasa hidupnya, tetapi tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi pasangannya kelak saat menikah. Walaupun setiap orang punya pemikiran dan sudut pandang pribadi terhadap topik pernikahan, tidak satu pun dari mereka dapat meramalkan siapa yang akan menjadi belahan jiwa mereka yang sejati; cara pikir mereka terhadap pernikahan tidak akan berpengaruh banyak. Setelah bertemu dengan orang yang engkau sukai, engkau dapat mengejar orang tersebut; tetapi apakah orang tersebut juga tertarik denganmu, apakah ia dapat menjadi pasanganmu, semua ini bukanlah hal yang dapat engkau putuskan. Objek kasih sayangmu tidak mesti menjadi orang yang akan berbagi hidup denganmu; sementara itu, orang yang tidak pernah engkau sangka bisa saja masuk diam-diam ke dalam hidupmu dan menjadi pasanganmu, menjadi unsur paling penting dari nasibmu, menjadi belahan jiwa yang nasibnya terjalin erat denganmu. Dengan demikian, walaupun ada berjuta-juta pernikahan di dunia, semuanya berbeda satu dengan yang lain: Ada pernikahan yang tidak memuaskan, ada yang bahagia; ada yang dari timur ke barat, ada yang dari utara ke selatan; ada yang pasangan sempurna, ada yang kedudukannya setara; ada yang harmonis dan bahagia, ada yang pedih dan sedih; ada yang membuat orang lain iri, ada juga yang disalahpahami dan dicemooh; ada yang dipenuhi sukacita, ada yang dipenuhi air mata dan duka…. Dalam berbagai jenis pernikahan ini, manusia menunjukan kesetiaan dan komitmen seumur hidup atas pernikahan, atau atas cinta, kasih sayang, ketidakterpisahan, atau atas kepasrahan dan ketidakpahaman, atau pengkhianatan, bahkan kebencian. Entah pernikahan itu sendiri mendatangkan kebahagiaan atau kepedihan, misi seseorang dalam pernikahan telah ditentukan sejak semula oleh Sang Pencipta dan tidak akan berubah; setiap orang harus memenuhinya. Dan nasib masing-masing yang ada di balik setiap pernikahan tidak akan berubah; semuanya telah diatur terlebih dahulu oleh Sang Pencipta.

2. Pernikahan lahir dari Nasib Sepasang Manusia
Pernikahan Titik Peristiwa Keempat 1

Pernikahan adalah titik peristiwa penting dalam hidup seseorang. Peristiwa ini merupakan produk dari nasib seseorang, mata rantai penting dalam nasibnya, tidak dibangun di atas kemauan atau pilihan pribadi seseorang, dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar, melainkan sepenuhnya ditentukan oleh nasib kedua belah pihak, oleh pengaturan Sang Pencipta dan penentuan nasib pasangan tersebut. Pada permukaannya, tujuan pernikahan adalah keberlangsungan umat manusia, tetapi pada kenyataannya pernikahan tidak lebih dari ritual yang dilalui seseorang dalam proses pemenuhan misinya. Peran-peran yang dimainkan orang dalam pernikahan tidak hanya untuk membesarkan generasi selanjutnya; yang mereka mainkan adalah berbagai peran yang dipikul seseorang beserta misi-misi yang harus dipenuhinya selama proses merawat pernikahan. Karena kelahiran seseorang memengaruhi perubahan terhadap orang-orang, peristiwa, dan hal-hal di sekitarnya, pernikahannya juga pasti akan memengaruhi dan mengubah semua hal itu dengan cara-cara yang berbeda.

Ketika seseorang menjadi mandiri, ia memulai perjalanan hidupnya sendiri, yang lalu membawanya langkah demi langkah kepada orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang terkait dengan pernikahannya; pada saat yang sama, pihak lain yang kelak akan membangun pernikahan bersamanya juga berjalan mendekat, langkah demi langkah, kepada orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang sama. Di bawah kedaulatan Sang Pencipta, dua orang tanpa hubungan yang nasibnya saling berkaitan secara bertahap memasuki pernikahan dan secara ajaib menjadi sebuah keluarga, bagaikan "dua belalang yang berpegang erat pada tali yang sama." Jadi ketika seseorang memasuki pernikahan, perjalanan hidupnya akan memengaruhi dan bersentuhan dengan perjalanan hidup belahan jiwanya. Begitu juga sebaliknya, perjalanan hidup pasangannya akan memengaruhi dan bersentuhan dengan perjalanan hidupnya. Dengan kata lain, nasib manusia saling berkaitan, dan tidak seorang pun yang mampu memenuhi misinya atau perannya secara terpisah dari orang lain. Kelahiran seseorang terjadi di atas sebuah rantai pertalian yang sangat besar; proses pertumbuhan seseorang juga melibatkan sebuah rantai pertalian yang sangat kompleks; demikian juga pernikahan tentu hadir dan mempertahankan jejaring hubungan manusia yang kompleks dan luas, melibatkan setiap anggota dan memengaruhi nasib siapa pun yang menjadi bagian di dalamnya. Sebuah pernikahan bukanlah produk dari keluarga kedua pihak, ataupun keadaan tempat mereka bertumbuh, penampilan mereka, usia, sifat, bakat mereka, atau faktor-faktor lain; pernikahan lahir dari misi bersama dan nasib yang saling berkaitan. Inilah asal-usul pernikahan, sebuah produk dari nasib manusia yang diatur dan ditata oleh Sang Pencipta.


Firman Tuhan adalah cahaya di depan kaki kita—cahaya di jalan. Klik untuk membaca Firman Tuhan, dan biarkan Tuhan memimpin Anda berjalan ke arah depan.
0 0
0
Di Umur Berapakah Akan Menikah? Rencanakan Dengan Tepat
24-07-2020 12:46
Kalau jodohnya ketemu atau datang sendiri sumpah lama2 ribet rempong gan emoticon-Hammer2
profile-picture
NilamSudiati memberi reputasi
1 0
1
Halaman 6 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia