Female
Batal
KATEGORI
link has been copied
517
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f094193f4ae2f6db7180723/taaruf-menikah-tanpa-pacaran-kok-bisa-yakin
Kemarin, si Rey Mbayang ini rupanya menikah dengan mbak Dinda Hauw. Tahu gak? Mereka ini menikah tanpa pacaran loh, alias taaruf! Bahkan sebelumnya mbak Dinda ini sempat-sempatnya menolak (dengan keras) si Mas Rey. Dalam akun pribadi instagram Dinda Hauw, beliau sedikit menjabarkan kisah (proses) taaruf mereka berdua.
Lapor Hansip
11-07-2020 11:35

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Past Hot Thread
icon-verified-thread
Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?



Hallo Agan Sista, ayo ngaku, siapa yang suka dengerin lagu-lagunya Rey Mbayang? Ane ngaku deh! hahaha. Terutama lagunya yang Untuk Apa dan Tentang Setelahnya, udah sejak 2019 masuk ke playlist ane, bahkan sampai saat ini.





Rey Mbayang - Untuk Apa





Kemarin, si Rey Mbayang ini rupanya menikah dengan mbak Dinda Hauw. Tahu gak? Mereka ini menikah tanpa pacaran loh, alias taaruf! Bahkan sebelumnya mbak Dinda ini sempat-sempatnya menolak (dengan keras) si Mas Rey. Dalam akun pribadi instagram Dinda Hauw, beliau sedikit menjabarkan kisah (proses) taaruf mereka berdua.



Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Apa sih Taaruf itu? Taaruf berarti saling mengenal, kata ini merupakan kata serapan dari bahasa arab. Pada praktiknya taaruf diperuntukkan untuk menjelaskan bahwa si Fulan dan si Fulani sedang proses saling mengenal sebelum lanjut ke jenjang pernikahan.



Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Dalam beberapa tahun terakhir, taaruf semakin menjadi tren di Indonesia. Dari mulai para artis, hingga muda-mudi mulai beralih dari pacaran ke taaruf.

Apa sih bedanya pacaran dan taaruf? Secara sederhana, pacaran bersifat lebih bebas, santai dan tidak perlu menentukan target kapan menikah.Sedangkan taaruf bersifat lebih resmi, ada langkah-langkahnya yang dirunut secara pasti, dari awal hingga mantap menuju pernikahan (jika sama-sama cocok), berbeda dengan pacaran, taaruf haruslah didampingi oleh pihak ketiga, yang berfungsi sebagai penghubung dan penjaga agar antara laki-laki dan perempuan tidak berdua-duaan.


Quote:“Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.”(HR. Ahmad)


Sejatinya, proses menikah tanpa pacaran sudah lama ada di Indonesia. Setidaknya dari jaman Siti Nurbaya, iya, perjodohan. Bahkan orangtua ane juga menikah atas dasar perjodohan. Dimana antara keduanya tak pernah saling mengenal, orangtua yang memutuskan bahwa tiba-tiba mereka akan menikah. Ajaibnya, bisa langgeng sampai tua.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?



Gak cuma di Indonesia, rupanya orang jepang pun banyak loh yang menikah tanpa pacaran. Mereka menyebutnya dengan Kosai Zero Nichikon yang pada konsepnya mirip dengan Taaruf, memutuskan menikah tanpa pacaran. Orang Jepang memilih Kosai Zero Nichikon karena mereka merasa pacaran hanya membuang waktu, ketika mereka merasa nyaman dengan seseorang maka mereka tak akan ragu untuk memutuskan langsung menikah. (sumber : disini )

Ngomong-ngomong, agar gak saling salah kaprah. Taaruf itu bukan tiba-tiba ngajak Menikah tanpa pacaran, tapi ada proses-proses yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

1. Mendapatkan Restu Orangtua Untuk Menikah

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Sebelum mantap ingin mulai taaruf, ada baiknya kita memberitahukan pada orangtua terlebih dahulu, bahwa kita ingin menikah. Penilaian orangtua mengenai sudah pantas atau belum kita untuk membangun rumah tangga tentu akan relevan dan transparan. Adapun yang biasanya harus dipikirkan bersama, adalah tentang kesiapan finansial, kesiapan mental, dan kesiapan ilmu. Nah selain minta restu, jangan lupa minta doa juga ya Gan Sist, biar dipermudah ketemu another half-nya.

2. Membuat Proposal (Mini CV) Diri Sendiri

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Waktu kecil, pernahkah agan sista mengisi biodata diri di binder-binder? Ane pernah, kala itu ane mengisi semua hal yang ane sukai, dan ane tidak sukai. Agak mirip dengan biodata tersebut, pada proses taaruf ada juga yang namanya proposal atau mini cv dari sang pelamar, pada proposal ini biasanya terdapat segala informasi yang sekiranya perlu untuk disampaikan agar saling paham antara si Fulan dan si Fulani. Bahkan ada beberapa proposal yang mencantumkan kriteria pasangan idaman. Sebaiknya proposal ini diisi sejujur mungkin, termasuk kekurangan diri kita sendiri. Agar nanti yang menerima proposal, sebelum bersedia melanjutkan ke proses taaruf selanjutnya bisa berpikir dulu, apa iya bisa menoleransi, atau tidak?

3. Menghubungi Perantara (yang dapat dipercaya),orangtua calon, atau bahkan si Doi langsung

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Ada beberapa orang yang melakukan taaruf dengan cara memberikan proposalnya kepada orang yang ia percayai dapat membantunya menemukan jodoh (biasanya ustad/ustadzah di tempat pengajian), bisa juga sahabat, intinya orang-orang yang akhlaknya baik, amanah, dan kita bisa percayai. Melalui perantara ini biasanya akan terjadi tukar proposal antara laki-laki dan perempuan yang memiliki kecocokan. Jika menurut si perantara cocok, si perantara akan berkomunikasi dengan si laki-laki perempuan, kemudian menukarkan proposal mereka untuk saling baca. Dan jika sama-sama tertarik, bisa mulai proses selanjutnya, pertemuan.

Beda cerita dengan mereka yang sudah memiliki target, misalnya si Fulan sudah mengenal si Fulani dan keluarganya. Si Fulan bisa saja langsung datang ke rumah si Fulani, bisa langsung bicara, bisa melalui proposal jika takut grogi dan salah bicara. Bisa ke orangtuanya dulu, bisa langsung ke si Fulani. Yang jelas, tidak boleh hanya berdua-an saja ketemunya.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Bahkan bisa lewat DM Instagram loh.

4. Proses Saling Mengenal

Ketika antara si Fulan dan si Fulani terdapat rasa ingin saling mengenal, maka sangat boleh untuk dilakukan proses penjajakan (tetap harus didampingi pihak ketiga). Tanyakan segalanya, jawab sejujurnya. Komunikasi di awal sangat menentukan keawetan rumah tangga setelah menikah.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Quote:Baca Juga : Terutama Seks, 5 Pembahasan yang Dianggap Tabu Tapi Perlu Dibahas Sebelum Menikah!



5. Khitbah atau Lamaran

Ketika si Fulan merasa yakin bahwa si Fulani adalah seseorang yang tepat untuk dijadikan partner ibadah seumur hidup, maka si Fulan haruslah mengajak keluarganya untuk melamar si Fulani. Kalau antara si Fulan atau si Fulani merasa tidak cocok, maka tidak perlu diteruskan ke pernikahan. Oleh sebab ini pula-lah prosesi lamaran biasanya di rahasiakan dari publik, bahkan ketika lamaran diterima pun, lumrahnya tetap lebih baik untuk dirahasiakan, demi mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

6. Menikah

Ketika semua tahapan-tahapan telah dilakukan, maka dilangsungkan pernikahan. Jadi jelas kan, bahwa Taaruf bukanlah memilih kucing dalam karung. Ada proses yang sistematis, dan jelas dari awal hingga akhir. Pacarannya setelah menikah, kata orang lebih seru karena semuanya "baru pertama kali".

Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?

Mungkin segitu dulu thread ane tentang taaruf. Tak ada aturan baku tahapan-tahapan taaruf, sebagaimana ane diajarkan dari kecil, bahwa sejatinya Allah itu selalu memudahkan, justru manusia yang suka bikin ribet. Jadi jika ada perbedaan yang ane tulis dan apa yang agan sista saksikan, itu bukan perkara benar dan salah, hanya beda format saja, meski pada akhirnya sama-sama tidak pacaran dan kemudian menikah (jika sama-sama cocok).


Sumber Tulisan : Opini Pribadi, dan sedikit darisini
Gambar : Google, Twitter, Instagram





profile-picture
profile-picture
profile-picture
Yunie87 dan 65 lainnya memberi reputasi
58
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 9 dari 9
Taaruf, Menikah Tanpa Pacaran, Kok Bisa Yakin?
22-07-2020 11:59
intinya sih tergantung keyakinan dan kemantapan hati aja.
karena mau ta'aruf langsung nikah ataupun yg pacaran bertaun2 pun, ga jadi jaminan pernikahan bakal langgeng atau cerai.
semua tergantung pribadi yang jalanin.
Gw sama suami ketemu pertama kali awal taun 2016, kita jalanin masa pendekatan (bukan pacaran karena kita juga ga ada ikrar ikatan pacaran atau apapun) cuma let it flow just for knowing each other aja, jalan bareng sama temen2, sesekali ketemu orang tua masing2, jalan 2 bulan kita mantap buat serius, niatnya mau nikah di akhir 2016, tapi qodarullah kondisi keluarga kita yang minta buat lebih cepat nikah, akhirnya kita nikah di mei 2016 (yup, kita cuma kenal 5 bulan aja), dan setelah nikah kita baru bener2 jalanin pacaran, kemana2 berdua, tinggalpun berdua (karena baru di tahun kedua pernikahan kita baru nambah 1 personil baby). Alhamdulillah sampe skrg kita udah lewatin 4 taun pernikahan, ujian emang makin berat tapi ujian pernikahan itu gak tergantung dari kenal sebentar atau lamanya sebelum nikah sih, tapi tergantung gimana pengertian dan kedewasaan satu sama lain buat ngadepin tiap masalah yang ada.
0 0
0
Halaman 9 dari 9
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia