Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
7
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efd9dee7e3a7269ac0f5e5f/ls-quotketika-ia-datang-untuk-pergiquot-part-49-50-dia-dellisa-marta2
PART 49 - 50 "Dia Dellisa Marta 2" PART 49 Jam segini mau nyari nasi goreng πŸ› dimana, dalam fikiran gua bingung, bodo amat lah, demi membahagiakan cewek yang gua cintai, gua harus beliin dia nasi goreng, kasian laper banget kayanya, ahirnya gua mengambil switer yang tergantung di belakang pintu kamar kos gua, kunci motor, kunci kamar, HP dan rokok gak ketinggalan gua masukan ke dalam
Lapor Hansip
02-07-2020 15:42

LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)

LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)




PART 49 - 50 "Dia Dellisa Marta 2"





LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)




PART 49





Jam segini mau nyari nasi goreng πŸ› dimana, dalam fikiran gua bingung, bodo amat lah, demi membahagiakan cewek yang gua cintai, gua harus beliin dia nasi goreng, kasian laper banget kayanya, ahirnya gua mengambil switer yang tergantung di belakang pintu kamar kos gua, kunci motor, kunci kamar, HP dan rokok gak ketinggalan gua masukan ke dalam saku celana hitam pendek yang gua pake sekarang, gua keluar kamar dan menuju motor yang gua parkir kan di depan kosan,



10 menit perjalanan akhirnya ada penjual nasi goreng di pinggir jalan, gua pun berhenti, masih tetap di atas motor, gua bilang ke penjual nasi goreng itu,


Gua : mas nasi gorengnya masih ada?
"Tanya gua'

Penjual nasi : masih mas, mau bikin berapa?
" Kata penjual"

Gua : satu yang pedes ya mas, kalu mie goreng masih ada mas?
"Tanya gua"

Penjual nasi : ada mas "Jawab mas penjual nasi"

Gua : ia mas mie goreng satu, jangan pedes ya mas 😊
"Kata gua"


Tanpa ada jawaban lagi dari mas penjual nasi goreng, hanya senyuman dan anggukan saja,

Lalu gua turun dari motor dan Memarkirkan motor di samping kanan tempat duduk milik penjual nasi goreng itu,


Gua pun duduk, sambil menunggu pesanan, gua ambil bungkus rokok yang ada di saku sebelah kanan switer, gua ambil satu batang rokok lalu menyalakannya, gua isep dalam dalam lalu gua keluarkan, pffffyuuuuuuuhhhhh....


Gua : mas teh manis hangat nya dua ya di bungkus ☺
"Kata gua"


Mas penjual pun tidak menjawab hanya menoleh ke arah gua sambil menganggukan kepala dan tersenyum,

Mas penjual : ini mas, nasi goreng, mie gorengnya dan dua bungkus teh manis hangat 😊
"Kata mas penjual"

Gua : ia mas, semuanya berapa mas?
"Tanya gua sambil membuka dompet dan mengambil satu lembar uang"

Mas penjual : semuanya Rp........ 😊
"Jawab penjual nasi goreng itu, sambil menyerahkan pelastik berwarna hitam yang berisi pesanan gua tadi"

Gua : makasih ya mas ☺😊
"Kata gua sambil menyodorkan uang yang tadi gua ambil dari dompet"

Mas penjual : sama sama mas 😊
"Jawab penjual nasi"



Lalu gua pun beranjak menuju motor, sebelum gua nyalakan nih mesin motor, gua telfon Lisa dulu,


Gua : hallo Sa ...

Lisa : ia ren, udah beli nasinya?

Gua : udah Sa, ini mau ke kosan loe,

Lisa : ok cepetan ya laper banget nih,

Gua : ia crewet nih

Lisa : biarin



Gua matikan sambungan telfon gua, lalu menyalakan mesin, tarik kopling, masukkan gigi satu dan tarik gas, setelah 10 menit perjalanan, akhirnya gua nyampe kosan Lisa, lalu gua telfon, Lisa baru keluar dari kamarnya,menuju gerbang di mana gua berhenti,


Sungguh begitu sempurna Tuhan menciptakan wanita yang ada di depan mata gua, dari ujung rambut hingga ujung kaki sangat begitu bersih, dengan pakaian celana pendek berwarna hitam juga memakai tanktop dan rambut panjang di kuncir kuda, "ya Allah jikalau engkau merestui hubungan aku dengannya, aku berjanji tidak akan menyakiti dan melukai hatinya"


Lisa : ayo masuk sini..
"Kata lisa"

Gua : ........
"Gua masih terdiam memandangi keindahan ciptaan Tuhan"

Lisa : Ren....
"Kata lisa lagi"

Gua : ....
"Masih menikmati ke indahan ciptaannya"

Lisa : ehhhh.... Malah bengong, Rendi!!!
"Kata lisa sambil memukul lengan tangan kanan gua"

Gua : aaadddaaawww.... Sakit tau πŸ˜’
"Kata gua sambil mengelus elus lengan tangan yang di pukul lisa tadi"

Lisa : ya loe gua suruh masuk diem aja, eh... Malah ngelamun!
"Kata lisa sedikit kesel"

Gua : Sory lis gua langsung pulang aja, udah malam gak enak sama tetangga tetangga kos mu, ini nasi goreng sama teh manis hangat,
"Kata gua sambil menyerahkan bungkusan nasi goreng sama teh manis hangat"

Lisa : bener nih gak mau mampir dulu?
"Kata lisa"



Gua liat wajahnya lisa agak gak bergairah lesu lesu gimana gitu dan matanya sembab, kenapa? "Tanya gua dalam hati"


Gua : lis loe lagi sakit?
"Tanya gua sedikit heran dengan ekspresi wajah lisa"

Lisa : enggak kok, emang kenapa?
"Lisa tanya balik"

Gua : muka loe lesu dan mata loe sembab kayak habis nangis gitu,
"Jawab gua "

Lisa : oh... Habis bangun tidur terus laper 😊 , ini berapa ren, nih gua ganti uang nya,
"Kata lisa"

Gua : udah gak usah lis, ya udah gua pulang ya ☺😊
"Kata gua sambil berlalu dari hadapan lisa"



Di jalan gua masih penasaran kenapa dengan lisa, setelah sampai di kosa gua liat pukul 01:20, setelah mengunci motor gua, gua masuk ke kamar pas gua lewat depan kamarnya kibul, tiba tiba pintu kamar kibul terbuka dan keluar orang yang mukanya semrawut penghuni kamar kos di samping kamar gua,

Setelah gua tahu yang sebenarnya




PART 50





Kibul : Ren... Habis kemana loe?
"Kata kibul sambil mengucek ngucek mata nya yang gua perhatiin baru bangun tidur"

Gua : woy setan loe!!! Bikin kaget gua aja, gua kira loe jin,
"Kata gua kaget"

Kibul : brengsek loe ren, orang baru bangun tidur juga, duh laper banget nih ren,
"Jawab kibul"

Gua : nah ini bul gua ada mie goreng nih, sekarang loe masak nasi sebentar 15 menit juga mateng tuh nasi, tapi bikinin kopi dulu ya, nanti kita makan bareng bareng nih,
" Kata gua ke kibul"



Kibul pun berjalan menuju ke dapur Sambil mukanya masih semrawut, sedangkan gua masuk ke kamar gua, gua pun menaruh bungkusan yang gua bawa di atas meja belajar, lalu gua mengambil HP yang ada di saku sebelah kanan celana gua, sebelum gua membuka kunci HP, gua letakan HP lalu membuka laptop, menyalakannya lalu gua play lagu dari Evanescence yang berjudul


"Lithium"



Lithium, don't want to lock me up inside
Lithium, don't want to forget how it feels without
Lithium, I want to stay in love with my sorrow
Oh, but, God, I want to let it go
Come to bed, don't make me sleep alone
Couldn't hide the emptiness; you let it show
Never wanted it to be so cold
Just didn't drink enough to say you love me
I can't hold on to me
Wonder what's wrong with me
Lithium, don't want to lock me up inside
Lithium, don't want to forget how it feels without
Lithium, I want to stay in love with my sorrow
Don't want to let it lay me down this time
Drown my will to fly
Here in the darkness I know myself
Can't break free until I let it go
Let me go
Darling, I forgive you after all
Anything is better than to be alone
And in the end I guess I had to fall
Always find my place among the ashes
I can't hold on to me
Wonder what's wrong with me
Lithium, don't want to lock me up inside
Lithium, don't want to forget how it feels without
Lithium, I want to stay in love with my sorrow
Oh, but, God, I want to let it go



Setelah itu gua beranjak dari kursi ke atas tempat tidur sambil menggenggam HP, gua iseng iseng ngebuka internet, lalu muncul ada inbox dari Rindu yang baru gua buka sekarang


πŸ’¬ Kemana aja kok jarang online?
"Isi pesan Rindu senja"

Lalu gua bales,
πŸ’¬ ia nih lagi sibuk, sekolah aja "Bales gua"

πŸ’¬ oh sibuk sekolah ya 😊 , gua kangen nih sama loe Ren πŸ˜€πŸ˜œ
"Balesan dari Rindu, satu jam yang lalu"


Tanpa berlama lama, gua langsung bales inbox dari dia,

πŸ’¬ Haaadddduuuhhhh... Jangan buat gua terbang dong 😝
"Bales gua"


Gak berapa lama dia bales juga inbox gua, nah berarti dia belum tidur dan masih online nih,

πŸ’¬ kalau terbang, terbangnya ke sini ya, nanti gua tangkep deh πŸ˜‚πŸ˜›
"Bales rindu"

πŸ’¬ Gua gak bisa terbang lagi, karena sayap gua, loe patahin πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜€
"Bales gua sedikit Gombal" 😊

πŸ’¬ Sini gua sembuh kan dan gua obatin, biar bisa terbang lagi, tapi terbangnya harus ke sini yak? πŸ€—πŸ€“πŸ€©
"Bales rindu "



Gua rebahan di atas kasur sambil senyum senyum gak jelas, balesin inbox dari Rindu πŸ˜‰πŸ™‚πŸ€£β˜ΊπŸ˜Š, lalu gua di kagetkan dengan pintu terbuka, ternyata kibul yang membuka pintu kamar gua, sambil membawa dua piring nasi yang masih hangat,



Kibul : eh... Bego, gua perhatiin loe dari tadi senyum senyum sendiri, mabok loe ya? πŸ˜πŸ˜„
"Kata kibul sambil ngagetin gua"

Gua : brengsek loe kebiasaan, ngagetin gua, ia bul gue lagi mabok, tapi yang gua mabok tuh muka loe πŸ˜†πŸ˜‚πŸ€£
"Kata gua, sembari bangun dan duduk"

Kibul : wah... Brengsek loe, sirik aja sama kegantengan gua loeπŸ˜‚πŸ€£
"Kata kibul sambil duduk meletakkan dua piring yang berisi nasi"

Gua : sory bro, gua kelewat ganteng dari pada loe, buktinya nembak desi aja gak kenaπŸ˜ŽπŸ˜œπŸ˜πŸ˜›
"Kata gua sambil tertawa jahat"

Kibul : dia nolak gua karena dia belum beruntung ngedapetin gua πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜
"Kata kibul sambil menoyor kepala gua"

Gua : Asu.... Cangkem mu sobekπŸ˜† , desi nolak loe karena loe jelek gak ada bagus bagusnya! πŸ˜πŸ˜†πŸ˜„πŸ˜…πŸ€£
"Kata gua sambil tertawa lepas"

Kibul : terus loe kenapa senyum senyum sendiri?
"Kata kibul, sambil membuka bungkusan mie goreng yang tadi gua beli"

Gua : Nih....
"Jawab gua sambil nyerahin HP gua dan menunjukkan isi inboX an gua"

Kibul : oh... Loe lagi ngegombalin cewek πŸ˜†, pantas aja kaya orang gila 😝
"Kata kibul"

Gua : udah lah, kita makan dulu nanti setelah makan kita lanjut,
"Kata gua sambil mengambil mie goreng ke piring gua"



Keadaan seperti ini sudah sering mengalami nya, ya itu satu bungkus mie goreng, bakso satu mangkok buat berdua, pokoknya ketika gua boke, kibul yang beli lauk pauk terus dia bagi menjadi dua dengan gua, kita makan bareng bareng sama kibul, ketika dompet gua sedang menipis,


Nah di situlah makanan terasa nikmat ketika makan bareng kayak begini,


Kibul : alhamdulillah kenyang, bisa tidur nyenyak nih πŸ˜†
"Kata kibul"

Gua : tidur selamanya ya bul πŸ˜‰πŸ˜š
"Kata gua"

Kibul : brengsek loe!
"Kata kibul sambil noyor kepala gua"


Gua tertawa jahat, sambil meraih bungkusan rokok yang ada di atas meja belajar,

Gua : Udud dulu... Udud dulu... ☺😊😁
"Kata gua, sambil mengambil satu batang rokok lalu gua masukan ke mulut terus gua nyalain"

Kibul : Bagi rokoknya ren πŸ˜ƒ
"Kata kibul"

Gua : bagi mulu, beli dong πŸ˜†
"Kata gua sambil noyor kepala kibul"

Kibul : alahhhhhh.... Perhitungan banget loe! Asu.... πŸ˜†
"Kata kibul"


Kita berdua pun tertawa bersama.
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan bukhorigan memberi reputasi
2
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)
03-07-2020 17:20
Halo gan kalo bisa semuanya di jadiin satu tred semua partnya seperti tred2 yg lain, makasih.
Cukup lanjut ketik di bawah seperti coment ane, sayang gan, padahal ceritanya menarik.
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)
06-07-2020 20:02
@senjahari311 coba main ke tred yg lain gan

Judul seperti judul agan lembayung senja
Prolog
Part 1-xx

Chapter : marta
Part 1-xx

Tinggal ngelanjut di lanjut tulis balasan aka reply bisa sampai 20.000 kata, ngak perlu part baru = tred baru.
Intinya main ke tred sebelah


Contoh trednya afryan015 emoticon-Smilie

Part partnya contoh
1. Awal mula melihat "mereka"
2. Siswi mana?
3. Penunggu pohon
4. Sanggul
5. Suara Di Tengah Sawah
6. Sosok Yang Menyerupai...
7. Mendapat Sebuah Pertanda
8. Cermin
9. Keris Wadon (Keris Perempuan)
10. Si Pembangun Tidur Ku
11. Setan Kepala Buntung
12.Pocong Cowboy
13.Kris Dan Fandi
14. Cewek Dan Rambut (END)

Diubah oleh kkaze22
0 0
0
LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)
13-07-2020 11:14

LS "Ketika Ia Datang untuk Pergi" Part 51 - 52 ( Dia Dellisa Marta2)

PART 51 - 52 LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)




Part 51




Tak sadar, HP gua terus menerus berdering, dalam buaian mimpi ahirnya gua terjaga membukan mata sedikit demi sedikit hingga kedua mata gua jelas menatap langit langit kamar kos gua, namun belum seutuhnya jelas dalam pandangan, gua pun terduduk lesu bangun dari tidur yang cukup singkat ini, tangan gua meraih HP yang berada di samping kanan gua terduduk di atas kasur, gua liat waktu itu menunjukan pukul 01:05 Wib, setelah gua menaruh HP gua lagi di atas kasur, gua bangkit meraih sebuah botol air mineral yang ada di atas meja belajar gua, lalu gua langsung meminumnya sampai habis, tiba tiba HP gua berdering di tengah sepinya malam ini dan kesadaran gua yang baru aja bangun tidur membuat gua kaget, lalu gua meraih HP gua, setelah gua liat ini kok nomor nya sedikit terus beda lagi sama sama nomor nomor HP di indonesia,

Lalu gua mengangkat telfon dari no yang tidak tau siapa dan asing bagi gua,

Gua : Hallo.. Maaf siapa ya?
"Tanya gua"

No asing :.....

Gua : Hallo....

No asing : .....


Kok diem aja sih, gua matiin aja lah nih telfon, gua tanya gak di jawab jawab, agak kesel gua, mungkin orang kurang kerjaan kayaknya ini, "dalam hati gua" Lalu gua menekan gambar tombol merah, tut... Tur... Tut...


Malam malam gini masih aja ada orang gak jelas kurang kerjaan, lalu gua taruh lagi tuh HP di samping gua, gua pun bangkit berdiri mencari sebungkus rokok gua, gua cari di meja belajar, gak ada, di dalem tas gua gak ada, "hemm.... Mungkin di saku celana" (Dalam hati gua)
Gua pegang pegang di setiap saku celana gak ada, dalam kebingungan gua terkejut dengan nada dering HP gua, "setan alas bikin gua jantungan aja nih HP" Dalam hati gua sambil duduk di atas tempat tidur dimana HP gua ada di situ,


Setelah gua lihat, no asing lagi yang telfon gua, "ini no tadi yang telfon gua dah, bodo amat gua taruh lagi dan diemin aja, gak gua angkat, pas gua nge beresin kasur gua, alhamdulillah rokoknya udah ketemu, ternyata ada di bawah bantal tempat tidur gua, heuhhhh.... Bego banget gua, dasar pelupa " Dalam hati gua" Kayaknya kurang nikmat tanpa ada kopi nih, ya udah gua putuskan untuk keluar ke dapur buat kopi, gua berjalan menuju pintu, gagang pintu gua pegang dan gua tekan ke bawah, lalu terbukalah pintu kamar kos gua, gua di sambut hembusan angin malam yang sedikit membuat bulu kuduk merinding bercampur agak dingin, dengan suasana sunyi hanya terdengar hewan hewan malam menyanyikan senandung kesepian, setelah beberapa saat ahirnya satu cangkir β˜• kopi hitam sudah ada di tangan kanan, dan rokok di tangan kiri, cocok banget nih dengan suasana malam yang terbangun gara gara ada yang kurang kerjaan nelfon gua,


Pas di depan pintu, rokok gua isep dan tangan kiri gua menekan gagang pintu agar pintu terbuka dan gua masuk ke kamar, gua pun masuk dan mengunci pintu kamar, gua menaruh secangkir kopi hitam di bawah lantai, lalu gua terkejut kembali dengan nada dering HP gua lagi, gua raih terus gua lihat di layar HP masih no asing yang nelfon gua, gua nyerah akhirnya gua mengangkat telfon dari no asing tadi,


Gua : Hallo... Ini siapa sih!
"Kata gua dengan nada kesel"

No asing :....

Gua : Hallo...

No asing : .....


Tiba tiba terdengar tangisan pelan, ternyata ini suara tangisan seorang cewek, sumpah merinding gua jadinya, "coba loe bayangin jam 01:50 malam ada telfon dari no yang tidak loe kenal terus loe angkat dan suaranya seorang cewek yang lagi menangis pelan, merinding sumpah! "


Gua : kalau loe gak mau ngasih tau loe siapa, sekarang juga gua matiin nih telfon dari loe,
"Kata gua sedikit mengancam"

No asing : Ren ini gua....
"Kata dia sambil sesegukan"

Gua : siapa?
"Kata gua"

No asing : gua Rindu senja, temen jejaring sosial loe
"Jawaban suara yang sama sekali belum gua kenal, siapa ya?, ini suara baru gua kenal? "

Gua : Rindu yang kerja di luar negri?
"Tanya gua penasaran"

No asing : ia bener πŸ˜†πŸ˜
"Jawab rindu dengan suara tertawa"

Gua : woi ini udah jam berapa, malem malem telfon!
"Kata gua sedikit kesel"

No asing : temenin gua dong, gua lagi jenuh, males, dan sedih
"Kata rindu agak serak suaranya"

Gua : tumben loe nelfon, gak sayang pulsanya loe kan jauh, beda negara lagi,
"Kata gua" .




Part 52



Tapi sejenak tanpa suara, waduh ini anak apa marah ya sama gua, gua udah jaim in dia πŸ˜„ tiba tiba terdengar pelan tangis lirih yang begitu sayup sayup gua dengar,

Gua : Rin?
"Kata gua"

Gua : loe kenapa?
"Kata gua lagi"

Masih hening tak ada kata kata apapun yang rindu ucapan kan, gua jadi bingung
πŸ˜•β“

Gua : Rindu loe kenapa, jangan bikin gua khawatir?
"Kata gua"


Karena no asing itu rindu temen jejaring sosial gua, yang bekerja di luar negeri, jadi gua gak menulis lagi no asing, tapi RINDU πŸ˜„


Rindu : Gua... Gua...
"Kata rindu dengan suara terbata bata"

Gua : Loe sakit?
"Kata gua sedikit khwatir"

Rindu : Gua cerai sama suami gua, dia jahat Ren, dia tega sama gua! Disini gua bekerja mati matian merantau di negara orang asing, di negara yang sangat jauh, untuk kebahagiaan keluarga gua...


"Jeeeedddeeerrrrrrrr... Kuping gua panas, sumpah gua kaget, gak menyangka ternyata cewek yang menurut gua gokil asik, rame dan super nyebelin ini ternyata sudah berkeluarga, namun rasa terkejut ini gua simpan dulu, gua harus dengerin keluh kesah cerita keluarganya si rindu"


Gua : loh loe udah berkeluaraga, umur loe sebenernya berapa sih, kok gua yang bingung ya?
"Kata gua"

Rindu : ya udah gua matiin dulu telfonnya kita videocall aja ya?, loe aktif in jejaring sosialnya ya?
"Kata rindu, yang terus cepet mematikan sambungan telfonnya, gua pun langsung mengaktifkan sambungan internet gua"


Setelah lima menit gua tunggu kok gak ada panggilan panggilan videocall masuk, ya udah gua mau nyalain rokok dulu lah, asem banget nih mulut rasanya,


Gua isep dalem dalem nih rokok lalu gua keluarkan asepnya pelan pelan, gua selipkan rokok dia antara jari tangan kanan gua sambil bersandar di tembok kamar kosan gua,


Gua bangkit berdiri dan menuju kamar mandi pengen pipis dulu nih udah kebelet, setelah gua pipis dan keluar kamar mandi, belum juga gua duduk tuh HP udah berdering, gua pun mengambilnya dan masih dengan posisi berdiri dan tangan kanan masih memegang rokok gua angkat tuh videocall nya si Rindu, awalnya sih masih agak gak jelas, gak tau kenapa, mungkin pengaruh sinyal πŸ“Ά kali, sambil mondar mandir gua nyari headset gak ketemu ketemu, sampai tempat tidur gua acak acak ternyata headset nya ada di bawah bantal tempat tidur gua, gua colokin tuh headsetnya ke HP , dan gua pake ke telinga kanan dan kiri gua, lalu gua pun duduk bersandar di tembok,


Setelah gua lihat dengan saksama, gile bro 😎 ternyata cantik juga ya ampun senyumnya manis banget, sumpah gua sampai terperanjat dan bengong dibuat nya, kecantikan nya membuat gua terpaku diam sambil mulut menganga lebar πŸ˜†πŸ˜…πŸ€£ , dalam benak gua ini sih gak kalah sama Riri ataupun Lisa, tapi wajahnya Rindu agak sedikit dewasa, maklum lah dia kan pernah bersuami, sangat jelas terpancar aura ke ibuan nya, sambil gerogi gua isep rokok 🚬 dan berkata,


Gua : Hai.... 😊☺
"Sapa gua sambil tersenyum semanis mungkin"


Gua liat dia ikut tersenyum namun dia tutup mukanya dengan selimut

Dia : Hai... Juga "
sambil melambaikan tangan ke arah gua dan tidak lupa dengan senyumannya"

Dia : hei... Kirain gua loe udah dewasa ternyata masih anak anak πŸ˜„πŸ˜
"Lanjut dia"

Gua : πŸ˜ƒπŸ˜„ ternyata loe cantik juga ya, gua gak percaya kalau loe punya suami πŸ˜πŸ˜† , loe kayak masih anak kelas 3 SMA loh πŸ˜πŸ˜†πŸ˜œ
"Kata gua sambil senyum senyum"

Dia : ia dong gua kan masih anak anak, cantik lagi 😁 , itu dulu, gua punya suami, sekarang sih gak, singgle loh πŸ˜†
"Kata dia sambil tertawa"



Syukur deh gak ada lagi kesedihan, yang tadi di telfon sempet ngomong sambil menahan tangis, tapi sekarang dia udah ketawa ketawa lagi.


Gua : janda nih πŸ˜πŸ˜†
"Kata gua"

Dia : godain gua dong, kan gua janda πŸ˜„πŸ˜
"Kata dia "



"Waduh.... Minta di godain 😁 , gak diminta juga gua godain loh Rin πŸ˜„
Kata gua dalam hati"


Gua : udah gak sedih lagi nih? Katanya mau curhat?
"Kata gua sambil memperlihatkan senyum termanis gua"

Dia : engga, setelah lihat muka loe yang imut sedih gua hilang loh, 😁 , nanti ajah curhatnya udah lupa mau curhat apa πŸ˜†
"Kata dia sambil tersenyum"



Wah... Wah... Emang dasar nih cewek bikin gua kesel aja nih...


Selama kita video call entah topik apa yang kita bahas, ngawur becanda aja, lagi asik asiknya kita ngobrol ngobrol ngelantur, tak sengaja pandangan gua menangkap ke arah jam dinding, gua pun terkaget melihatnya yang menunjukan pukul 03:30 , waduh bakalan kesiangan nih gua,
Diubah oleh senjahari311
0 0
0
LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)
14-07-2020 14:18

LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 53-54 (Dia Dellisa Marta2)

LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)




PART 53-54 (Dia Dellisa Marta2)





LS "Ketika Ia Datang Untuk Pergi" Part 49-50 (Dia Dellisa Marta2)



Part 53




Setelah waktu berlalu begitu cepat, setelah kemarin-kemarin Rindu telfon dan ngajakin video call, hati gua goyah, ada rasa ketertarikan dengan sikap sifat dan kecantikannya, di sisi hati yang berbeda gua juga mulai tertarik dengan Ririn (adik kelas gua) yang sekarang sekarang dia dekat dengan gua, dan Lisa gua bisa sedikit melupakannya, karena perhatian gua ke lisa tak pernah di balas, jujur gua gak berharap perhatian gua lisa bales, gua hanya ingin dia mengerti tentang perasaan gua ke dia, namun Lisa tidak merespon sedikit pun tentang perhatian gua ke dia, di sini gua merasa sedikit kecewa, seakan akan gua tidak pernah ada dalam hidupnya,


Dan tentang Rara setyani, bayangannya masih menghias dalam fikiran gua, kisah cinta dan senyumannya masi indah melayang layang dalam ingatan gua, dan gua akui gua masih sayang Rara!


Dari pada gua pusing mikirin cewek mending gua main ke distro nya bang Gujer nih, gua lihat jam dinding menunjukan pukul 19:30 lalu gua putuskan untuk mandi,


Gua melangkah menuju kamar mandi di dalam kamar kos gua dengan handuk gua sampirkan di pundak sebelah kiri, gua kalau mandi gak mau lama lama lima menit juga kelar mandi + keramas,


Selesai mandi gua pakai kaos dan celana pendek yang serba hitam, di depan kaca gua merapikan rambut gua, setelah selesai, gua ambil HP gua masukan ke dalam saku sebelah kanan, lalu dompet gua masukan ke saku belakang, setelah itu gua keluar kamar, menuju kamar kibul di sebelah kiri kamar kos gua,


Gua : Bul... Kibul...
"Kata gua sambil menarik ke bawah gagang pintu kamarnya kibul lalu gua buka pintunya"



Gua lihat kibul sedang tidur nyenyak banget sambil mulutnya menganga lebar, timbul ke isengan gua buat ngerjain kibul, gua pun keluar dari kamarnya kibul menuju dapur buat mengambil garem untuk gua masukin ke dalam mulut kibul yang sedang nyenyak tidur,


Sekembalinya gua dari dapur gua masuk kamar kibul lagi sambil bergerak pelan pelan takut ketahuan, setelah gua mendekati tempat tidur kibul, gua langsung taburin garam yang ada di tangan kanan gua yang tadi gua ambil di dapur, pas banget gua taburin ke mulut kibul yang lagi menganga lebar, setelah gua tabur, gua langsung cepat lari keluar kamar kibul sambil menutup pintu kamar kibul pelan pelan,


Dengan tawa yang gua tahan sambil melihat reaksi kibul sedang melumat lumat bibirnya yang tadi gua tabur garam,


Kibul pun terbangun sambil mengusap ngusap mulutnya dan terdiam, lalu kibul pergi ke kamar mandi, gua pun masuk sambil tertawa terbahak-bahak πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ guling guling di atas tempat tidur kibul,


Kibul pun keluar dari kamar mandi sambil melempat handuk ke arah gua πŸ˜‚πŸ˜‚
Gua masih belum bisa berhenti tertawa,


Kibul : alah brengsek banget loe ngejailin gua melulu, mana mulut gua masih asin banget lagi!
"Kata kibul sambil berjalan menuju ke arah gua"

Gua : sory bul, lagian sore sore udah tidur, pules lagi tidurnya, keluar yuk, nongkrong, jenuh banget nih,
"Kata gua"

Kibul : tapi terakhir gua makan ya, gua laper banget nih ☺😊

Gua : ia deh, tapi yang murah aja ya?
Gua lagi surut nih keuangannya,
"Kata gua"

Kibul : beres ren πŸ˜πŸ˜‚
"Kata kibul"

Gua : pake motor vespa loe aja ya?
"Tanya gua"
Kibul : ia hayo...
"Jawab kibul"

Kibul : emang mau kemana kita ren?
"Kata kibul lagi"

Gua : maen ke distronya bang Gujer bul, sekalian liat liat barangkali ada yang baru πŸ˜ƒ
"Kata gua"

Kibul : katanya lagi surut Keuangan nya?
"Kata kibul"

Gua : biasa lah bul, ngutang dulu πŸ˜‚
"Kata gua"

Kibul : πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ hahahaha...
"Kibul tak membalas omongan gua tapi dia hanya tertawa jahat ke gua"

Gua : hayo lah, tanya melulu loe kaya wartawan πŸ˜†
"Kata gua sambil menarik lengan kibul keluar kamar"

Kibul : nih kuncinya, loe yang bawa motornya,
"Kata kibul sambil nyerahin kunci motornya"

Gua : beres deh, sini biar gua yang bawa,
"Kata gua sambil menyela motor vespa kibul"



Gua sama kibul menggunakan motor vespa menuju distro nya bang gujer,


15 menit perjalanan gua sama kibul nyampe di depan distro nya bang gujer, ya agak sedikit jauh sih dari kosan gua,



Part 54




Setelah 15 menit perjalanan dari kosan menuju distro nya bang gujer, gua parkir akan motor vespa yang gua bawa di depan distro nya bang gujer, gua sama kibul turun dan langsung ke dalam distro,


Pada saat gua masuk gua di sambut hentakan suara scream dari band black metal "Dimmu borgir" Gua lihat kedepan ada Alung yang duduk di kursi kasir sambil angguk angguk kepalanya, gua samperin Alung,


Gua : woi bro...
"Kata gua sambil mencolek lengan tangan-Nya "

Alung : woit... Kaget gua, ternyata loe ren, gimana kabar, sehat kan?
"Tanya Alung sambil kita bersalaman"

Alung : weh... Ada kibul nih, sehat bul?
"Tanya Alung lagi ke kibul'

Gua : baik bro, loe sendiri?
" Jawab gua"

Kibul : weh Alung, sehat lung, nah loe sendiri?
"Jawab kibul"

Alung : sehat bul, yang lagi sakit saku gua πŸ˜πŸ˜†
"Kata Alung sambil senyum kuda"

Gua : brengsek loe, kalau saku gua sih, udah sekarat nih, nah kalau kibul mukanya yang sekarat πŸ˜†πŸ˜‚πŸ˜›
"Kata gua menyela omongan mereka berdua"

Alung : bukan sekarat lagi Ren, tapi udah mati! πŸ˜†πŸ˜
"Kata Alung menjawab bulian gua le kibul"

Kibul : wah asu.... Semua loe! Kampretos😠😀
"Kata kibul sambil noyor kepala gua"

Gua : Lung, Toto kemana?
"Tanya gua ke Alung"

Alung : Lagi pulang kampung, Orang tuanya lagi di rawat,
"Jawab Alung"

Gua : Sakit apa emangnya?
"Tanya gua ke Alung"



Belum juga Alung jawab, Bang Gujer udah ada di samping gua,


Bang Gujer : Kemana aja loe, baru nongol?
"Kta bang Gujer sambil menepuk pundak gua dari belakang"

Gua : Woiiiiii... Bang, bikin jantung gua copot aja, pake acara ngagetin segala,
"Kata gua ke bang Gujer"

Bang Gujer : Kemana aja, baru maen ke distro sekarang, sibuk apa loe Ren?
"Tanya bang Gujer"



Pas gua mau jawab pertanyaan bang Gujer, tiba tiba kibul menyela di antara obrolan gua sama Bang Gujer,

Kibul : sibuk ngurusin cewek cewek nya bang πŸ˜†πŸ˜…
"Sela kibul di antara obrolan gua"

Bang Gujer : waduh.... Emang ada yang mau sama Rendi?
"Kata bang Gujer"

Kibul : sembarangan... πŸ˜†
"Kata kibul"

Gua : Asuuuuuuu...
"Kata gua"

Kibul : Bawa apa tuh bang?
"Tanya kibul ke bang Gujer"

Bang Gujer : Biasa bul, hayo... Kita minum minum dulu di depan 😊
"Jawab bang Gujer"

Bang Gujer : Lung ambil gelas, sama es batu, oh ia Lung, rokok gua yang di laci meja kasir sekalian bawa kedepan,
"Kata bang Gujer ke Alung"

Bang Gujer : Hayo... Bul, Ren kedepan πŸ˜‰β˜Ί
"Kata bang Gujer sambil menarik tangan kanan gua menuju ke depan"



Gua, kibul dan bang Gujer duduk di bangku yang ada di depan distro PX milik bang Gujer, kita bertiga pun duduk dan bang Gujer mengeluarkan minuman dari tas yang dia bawa,


Kibul : wih... Minuman nya mewah banget bang?
"Tanya kibul"

Bang Gujer : ia nih sekali kali lah beli yang agak mahal, lumayan hari ini barang dagangan gua laku banyak bul πŸ˜ƒ
"Jawab bang Gujer"

Gua : asik nih Bang πŸ˜„πŸ˜†
"Kata gua"



Mantep dah kebetulan malam ini gua BT banget, gak tau kenapa? Kurang hiburan kali ya! "Kata gua dalam hati"


Bang Gujer : Ren ada rokok gak, gua minta, asem banget nih mulut πŸ™‚
"Kata bang Gujer"

Gua : Ada nih bang ☺
"Kata gua sambil berdiri dan merogoh saku celana mengambil bungkusan rokok, terus gua kasih ke bang Gujer"



Bang Gujer pun mengambil rokok gua lalu mengambil satu batang dan menyalakannya, terus ada Alung dateng sambil membawa gelas kecil yang biasa buat minum sama es batu yang ada di mangkuk,


Alung : ini bos
"Kata Alung sambil meletakkan satu gelas kecil dan mangkuk yang berisi es batu serta rokok dan korek di atas meja"

Bang Gujer : Makasih Lung, loe sini minum dulu
"Kata bang Gujer"

Gua : ia jangan kerja aja loe πŸ˜πŸ˜† sekali kali minum sama bos loe 😁
"Kata gua"

Alung : bukannya sekali kali Ren, tiap hari malahan minum mulu sama nih bos πŸ˜ƒ
"Kata Alung"

Bang Gujer : Lung nih loe yang nuangin,
"Kata bang Gujer, sambil menyerahkan minumannya ke Alung"



Malam ini kita ber empat minum minum di depan Distro PX milik bang Gujer, waktu berlalu beberapa menit, minuman masih ada setengah, namun es batunya habis, rokok juga habis,


Gua : bul beli rokok dia bungkus sama es batunya, ini uang nya,
"Kata gua"

Bang Gujer : Alung aja Ren yang beli, nih sekalian beli cemilan kacang ya, nih uangnya,
"Kata bang Gujer sambil menyerahkan uang ke Alung"


Waduhhh... Ini kepala udah sedikit agak berat, terus badan juga sedikit lemes, apa gua udah mabuk ya?!
"Tanya gua dalam hati"


Tiba tiba HP gua bunyi, gua kaget banget, maklum kepala udah agak berat, gua pun berdiri mengambil HP di saku kanan celana gua.



Di part selanjutnya
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
seorang-ayah-yang-jauh
Stories from the Heart
jurnal-mimpi
Stories from the Heart
surat-surat-lovembers
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
cinta-sang-kapitalis
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia