Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efd0a0f09b5ca03c5443470/my-little-best-friend
Hujan baru saja berhenti di pagi hitam ini, dingin masih menusuk hingga ke tulang, walaupun selimut masih memagut tubuh gua. Rasanya malas sekali untuk bangun, namun gua paksakan menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajah gua yang kusut. Kantung mata sudah berlapis di bawah kelopak mata, sudah dua hari belakangan gua tidak tidur dengan nyenyak karena mengejar deadline dari kantor. Gua berjalan menu
Lapor Hansip
02-07-2020 05:11

My Little Best Friend

My Little Best Friend


Hujan baru saja berhenti di pagi hitam ini, dingin masih menusuk hingga ke tulang, walaupun selimut masih memagut tubuh gua. Rasanya malas sekali untuk bangun, namun gua paksakan menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajah gua yang kusut. Kantung mata sudah berlapis di bawah kelopak mata, sudah dua hari belakangan gua tidak tidur dengan nyenyak karena mengejar deadline dari kantor. Gua berjalan menuju dapur dan menyeduh kopi untuk merangsang otak dan mata gua untuk tetap terbuka, gua melirik ke arah jam dinding di ruang kerja, jarum panjang menunjuk tepat di angka 12 dan jarum pendek menunjuk angka 4, ini masih terlalu pagi, bahkan kelelawar belum pulang di waktu ini.

Dengan lunglai dan rasa kantuk yang masih menjalar, gua buka laptop dan mengecek sekali lagi pekerjaan gua, walaupun semuanya sudah selesai, hanya untuk memastikan tidak ada yang salah ataupun tertinggal. Setelah mengecek semuanya, gua berjalan ke kamar dan melihat seorang wanita yang masih tertidur di sebelah si kecil, gua kecup kening gadis kecil kesayangan gua dan mengambil android yang sudah mengisi dayanya semalaman. Gua buka email, sama seperti biasa, hanya ada notifikasi dari pekerjaan dan spam iklan ataupun asuransi.

Entah kenapa, ketika gua membuka email gua teringat sesuatu, teringat rasanya menunggu sebuah surat. Setiap kali surat itu datang, rasa menyenangkan dan bahagia menjalar hati gua, rasa dahaga dan haus seakan hilang seketika.

Kejadian ini bermula tahun 2009, saat itu gua masih duduk di bangku SD kelas 5 dan disinilah, perjalanan gua dengannya dimulai.

Bagian Pertama : Rose Tallia Agatha

"Kyaaaaaaa........"

Hiraukan saja suara teriak itu, teriakan itu berasal dari teman sebangku gua yang dijahili oleh anak paling nakal di kelas, teman sebangku gua adalah anak yang gendut dan sangat manja, bahkan ketika kami kelas 5, dia masih saja mengompol dan harus memakai pamper ke sekolah. Menjijikan memang, kalau bukan karena guru yang menyuruh gua untuk duduk di sebelahnya, rasanya tidak sudi duduk disebelahnya, nama anak itu adalah Tono. Saat itu yang gua lakukan hanya mencoret-coret kertas dan menggambar karakter-karakter anime naruto, hingga tiba-tiba kelas menjadi sunyi, gua menangkat kepala gua dan melihat sekeliling, ternyata ada seorang guru yang masuk ke dalan kelas dengan seorang anak perempuan, gua menatapnya dari atas sampai bawah, rambutnya terikat kuncir kuda kebelakang, warna rambutnya hiram kemerahan, dengan mata yang berwarna coklat. Kulitnya kuning langsat, bibirnya mungil dengan hidung yang juga mungil. Seperti bukan orang Indonesia saja. Sampai akhirnya guru kami memperkenalkan dirinya.

"Halo anak-anak, ini teman baru kalian, dia pindahan dari Singapura, namanya Rose Tallia Agatha, kalian bisa memanggilnya Agatha, berteman dengan baik ya. Ibu keluar dulu, Agatha bisa duduk di bangku kosong dimana saja." Ucak ibu guru

Ibu guru keluar dari kelas, gua dengan cepat menendang Tono hingga dia terjatuh, gua melotot ke arahnya dan mengatakan sesuatu dengan nada yang mengancam.

"Lu pindah, biar Agatha duduk disini, kalau lu gak geser, gua robek pamper lu." Kata gua

Tono dengan wajah yang pasrah mengambil tasnya dan dia hanya berdiri, dia tidak tahu harus duduk dimana, karena memang tidak ada yang mau duduk dengannya. Anak yang paling nakal dikelas kemudian duduk di sebelah gua dan mengancam gua, jujur saja gua sama sekali tidak takut dengannya, hanya saja gua tidak senakal dia, menurut gua kalau tidak ada manfaatnya, gua tidak akan mengganggu anak yang lebih lemah dari gua, nama anak ternakal itu adalah Adit.

"Agatha duduk sama gua, suruh Tono duduk sini, atau....." Belum selesai Adit bicara gua memotong ucapannya.

"Atau apa?" Tanya gua dengan wajah yang menantang

Wajah Adit memerah, mungkin untuk pertama kalinya dia ditantang seperti itu, hingga tiba-tiba dia menyambar tubuh gua hingga terjatuh dari kursi, gua bangun dan mengambil pena yang ada di atas meja dan menusuk kepalanya dengan pena, Adit teriak kesakitan, belum selesai dia merasa kesakitan gua layangkan lagi pena ke arah matanya, plak.... tapi tiba-tiba pena yang ada ditangan gua tertampar dan terjatuh ke lantai, ternyata itu adalah perbuatan Agatha, Agatha sangat berani, padahal dia baru saja pindah ke sekolah ini.

"Don't do it." Katanya dalam Bahasa Inggris.

"Hah? Daun duit?" Tanya gua dengan wajah bingung

Teman-teman sekelas yang tadinya panik dan bingung tertawa mendengar celotehan gua

"Oh my... Kamu tidak boleh melakukan itu." Kata Agatha dengan accent Singapura yang kental

"Kenyuapah?" Gua mengikuti accentnya

"You are pathetic." Katanya dengan dahi yang sedikit mengkerut, ternyata dari dekat Agatha tampak lebih cantik

"Paceklik?" Tanya gua lagi

Teman-teman sekelas lagi-lagi tertawa mendengar celotehan gua ke Agatha, tapi salahnya pertahanan gua goyah, sampai akhirnya gua merasakan telinga kiri gua terasa dingin, tidak sakit, namun dingin dan berdengung, dengung yang sangat mengganggu, terasa ada air yang mengalir ke arah dagu, gua pegang air yang mengalir itu, warna air itu merah, ini darah. Gua menoleh ke arah Adit, dia memegang sebuah pena dan dia baru saja menusuknya di telinga kiri gua, dengung masih terasa, emosi gua benar-benar sudah di ambang batas, gua melayangkan kepalan tangan kanan gua ke wajahnya hingga dia jatuh tersungkur ke lantai, gua duduki badannya dan gua tekan kepalanya ke lantai, tanpa sadar gua pukuli dia terus-terusan hingga tangan gua penuh darah, tak tahu berapa pukulan yang mendarat di wajahnya, semua terhenti ketika seorang guru olahraga mendekap tubuh gua dan mengangkat gua, dengung masih saja terasa, dengung ini sangat menganggu dan tak juga hilang, gua melihat sekeliling, masih dalam dekapan guru olahraga, mereka seperti mengucapkan sesuatu, namun tak bisa gua dengar, suara mereka tertutup dengung di telinga kiri gua. Apa yang terjadi? Apa? Apa? Gua takut dan panik, hingga akhirnya gua jatuh pingsan.

Gua terbangun di rumah sakit, ada yang mengganjal di wajah bagian kiri gua dan telinga kiri gua, gua pegang ternyata balutan perban. Ibu gua menangis dan memeluk tubuh kecil gua sesaat setelah gua bangun, gua bingung dan ibu gua mengucapkan sesuatu, namun suara ibu gua sangat kecil, hampir tidak terdengar sama sekali.

"Kamu kenapa Ammar? Maafin ibu, maaf." Kata ibu gua dengan suara yang sesegukan, air mata jatuh dari kedua matanya.

"Ibu kenapa nangis?" Tanya gua

"Maafin ibu, ibu bakal cari cara supaya kamu bisa normal lagi."

Saat itulah gua langsung sadar, gendang telinga kiri gua pecah karena tusukan pena yang dilayangkan Adit.

Saat itu rasanya ingin sekali gua membalaskan dendam kepada Adit dan membuat kedua matanya buta, namun ketika gua masuk sekolah, Adit sudah dipindahkan ke sekolah lain, teman-teman di kelaspun mulai takut dengan gua, dan juga ada satu orang yang sangat gua benci setelah kejadian itu, namanya adalah Rose Tallia Agatha, karenanya dia juga ikut andil, walaupun tidak atas kemauannya, namun gua tetap sangat benci dengannya, benci hingga mendarah daging.
Diubah oleh kalfirm
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
My Little Best Friend
02-07-2020 05:25
Diubah oleh kalfirm
0 0
0
My Little Best Friend
02-07-2020 05:25
Rules?

SFTH Rules - https://kask.us/ixn0S
H2H Rules - https://kask.us/hba61
Diubah oleh kalfirm
0 0
0
My Little Best Friend
02-07-2020 05:26
Reserved
0 0
0
My Little Best Friend
02-07-2020 05:41
Izin nenda ya gan.
profile-picture
kalfirm memberi reputasi
1 0
1
My Little Best Friend
02-07-2020 05:43
Baru mulai dah konflik, ane penasaran apakah yang bakal jadi istri agan itu temen kecil agan, lah sahabat kecilnya aja belum ketauan, hahaha
profile-picture
kalfirm memberi reputasi
1 0
1
My Little Best Friend
02-07-2020 05:44
Nenda, kalo dah rame balik lagi
profile-picture
kalfirm memberi reputasi
1 0
1
My Little Best Friend
02-07-2020 05:51
Gelepoh
profile-picture
kalfirm memberi reputasi
1 0
1
My Little Best Friend
02-07-2020 05:52
Budeg?
profile-picture
profile-picture
kalfirm dan budiridwan memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
My Little Best Friend
02-07-2020 06:38
RESERVED
profile-picture
kalfirm memberi reputasi
1 0
1
My Little Best Friend
02-07-2020 17:10
akyu ikyut dudyut

Menarik, moga lancar update bre...
profile-picture
kalfirm memberi reputasi
1 0
1
My Little Best Friend
02-07-2020 23:46
Bagian Kedua : Can we be friends?

Hari-hari selanjutnya sangat terasa berat bagi gua, akhirnya gua dipindahkan duduk di depan oleh guru, karena jika gua duduk di bagian tengah tidak dapat mendengar jelas apa yang disampaikan oleh guru. Saat itu juga gua sangat kesal, karena gua disuruh duduk sebangku dengan Agatha, sejujurnya gua lebih baik seruangan dengan seratus Tono daripada duduk sebangku dengan manusia ini.

Agatha berusaha mendekat ke gua dan mengajak berbicara, walaupun itu basa-basi, gua tahu tujuannya, dia merasa bersalah atas kejadian yang menimpa gua. Sebenarnya, tidak logis gua menyalahkan Agatha atas kejadian itu, tapi rasa sakit hati di dada gua, tak bisa berbohong dan tak bisa gua sembunyikan.

Gua menjadi lebih diam dan gua juga merasa teman-teman tak ada yang berani menyapa gua, bagaimana tidak, menurut kabar yang gua dengar, Adit harus menjalani beberapa operasi di matanya akibat pukulan yang gua layangkan, dia beresiko buta, tapi untungnya luka yang dialaminya tidak begitu dalam, seandainya telat sedikit saja guru olahraga menangkat gua, mungkin saja Adit tidak dapat melihat seumur hidupnya, dia sungguh beruntung tidak cacad, sedangkan gua harus menjalani hidup dengan setengah pendengaran dan itu sungguh melelahkan.

Di jam pelajaran pun, biasanya gua senang dengan hening dan mendengar suara detik jam, tapi sekarang, gua tidak dapat mendengar suara detik jam, benar-benar hening. Hanya terdengar suara guru yang menjelaskan pelajaran yang sama sekali tidak gua mengerti, gua merasa mati lebih baik daripada menjalani hidup seperti ini.

Sepulang sekolah, kakak laki-laki gua menyusul dengan sepeda motor, gua berjalan ke depan gerbang dan menghampirinya, jarak sekolah dan rumah gua memang tak begitu jauh, sebelumnya juga gua pulang jalan kaki, tapi semenjak kejadian itu, kakak gua menyusul gua setiap hari, karena kekhawatiran ibu gua.

Ketika gua hendak menaiki motor, gua mendengar suara teriakan, tidak begitu jelas, tapi gua tahu suara itu memanggil nama gua, gua menoleh dan melihat Agatha yang berlari ngos-ngosan karena mengejar gua.

"Ammar! Ammar! Wait!" Teriak Agatha

Gua tak menghiraukannya dan tetap diam, kakak gua bertanya siapa dia, tapi gua tetap diam dan tak menjawab pertanyaan kakak gua. Agatha mengatur nafasnya, dia tampak sangat kelelahan, kemudian dia menatap gua dan tersenyum, jijik! Itu yang pertama terlintas di benak gua, sangat jijik.

"Can i go to your house?" Tanyanya

Dengan polos gua menjawab dan berteriak.

"Gua gak haus! Gua gak mau beli apa-apa!"

Kakak gua tertawa mendengar jawaban gua, kemudian kakak gua berbicara Bahasa Inggris dengan Agatha, gua tidak memahami apa yang mereka bicarakan, sampai tiba-tiba Agatha naik ke motor gua dan duduk dibelakang gua.

"Ngapain lu?" Tanya gua dengan nada kesal

"Play with you." Ucapnya

"Pakai Bahasa Indonesia sih." Kata gua lagi

Dia terkekeh, kemudian dia diam. Mimpi buruk apalagi hari ini. Tanpa gua sadari ternyata dia malah ikut kerumah gua, apa sebenarnya tujuan dia ikut kerumah gua. Gua turun dari motor dan masuk ke dalam rumah tanpa memandangnya sama sekali, ketika masuk rumah juga, gua tinggalkan dia dan masuk ke kamar, kemudian mengunci diri di kamar.

Ibu gua menggedor kamar gua, tapi sama sekali tidak gua hiraukan. Karena gua sangat benci dengan Agatha.

Berbulan-bulan kejadian yang sama terus berulang, sampai akhirnya gua lelah dengan perlakuan Agatha ke gua. Saat itu dia juga main kerumah gua dan bermain dengan adik bungsu gua, gua hampiri dia dan berteriak sembari menangis.

"Lu mau apa sih! Lu pulang! Gua gak mau temenan sama lu, gua benci sama lu!" Teriak gua diiringi tangisan seperti bayi

"I just wanna play with you, Ammar." Katanya

"Gua gak ngerti lu ngomong apa, lu pergi pergi pergi, gua gak mau lu kerumah gua tiap hari, gua benci sama lu Agatha, benci banget."

"Can we be a friends Ammar?" Tanyanya

"Kan ibi kan ibi, gua gak tau lu ngomong apa, lu pulang sekarang!!!!" Teriak gua dengan keras dengan tubuh yang bergetar dan air mata yang semakin deras turun dari kedua mata.

Ibu gua memperhatikan gua, mata Agatha tampak berlinang tapi tak ada tangisan yang keluar darinya, setelah itu dia pamit. Setelah dia pamit, tidak pernah lagi dia kerumah gua, bahkan dia tidak pernah lagi ke sekolah.

Hari-hari di sekolah berlanjut seperti biasa, ada rasa sedikit tenang karena Agatha tak pernah lagi muncul di hadapan gua, tapi ada juga sedikit rasa menyesal saat itu, entahlah gua merasa sedikit kesepian karena tak ada satupun orang yang mengajak gua berbicara di sekolah semenjak Agatha tak muncul lagi.

Hari kelulusan tiba, gua lulus dengan normal dengan nilai yang standar, ketika masuk SMP, gua masuk ke sekolah swasta di kota gua, dari SD gua juga banyak yang masuk ke SMP yang sama, di SMP baru ini, gua sama sekali tidak mendapatkan teman, karena gua kadang-kadang mendengar obrolan mereka, yang takut dekat dengan gua karena tragedi di masa lalu, bisa ditebak, di SMP tak ada satupun yang mau berteman dengan gua dan gua harus hidup terisolasi sendirian.

Di SMP juga gua mulai belajar Bahasa Inggris, gua mulai paham sedikit demi sedikit Bahasa Inggris, bahkan gua bilang ke ibu gua untuk ikut les Bahasa Inggris, ibu gua menyetujuinya dan gua ikut les Bahasa Inggris, entah kenapa gua malah ingin belajar Bahasa Inggris, mungkin karena di hati ini, gua ingin tau apa yang sebenarnya di sampaikan Agatha dulu. Yah jujur, semenjak dia pergi, gua benar-benar tak ada teman.

Di tempat les, tidak ada satupun yang gua kenal, gua mulai berteman dengan mereka yang tidak tahu masa lalu gua, semua berjalan lancar dan gua mulai berbicara kepada teman-teman di tempat les, ada seorang wanita yang cantik bernama Diandra, rambut hitam pendek, dengan kacamata bulat, tubuhnya tinggi dan kulit yang putih, bahkan urat berwarna kemerahan kadang keluar ketika dia sedang kepanasan di bawah sinar matahari.

Hari itu, untuk pertama kalinya gua mencoba mengajaknya berbicara, dengan Bahasa Inggris.

"Diandra, how are you today?" Tanya gua dengan gagap

Diandra menoleh ke arah gua dan mengabaikan gua. Gua masih tidak menyerah dan mengajaknya berbicara lagi dengan Bahasa Inggris yang kacau.

"You eat something? You can eat my rice in my box food." Ucap gua kepadanya

Dia menggebrak mejanya dan berdiri, kemudian dia berbicara tepat di depan wajah gua.

"You are pathetic." Katanya

Ingatan gua di masa lalu berputar kembali, ucapan yang barusan dia ucapkan, adalah ucapan Agatha sebelum gua mengalami kejadian yang menyedihkan di dalam hidup gua, seketika perut gua mual, kepala gua pusing dan tiba-tiba gua muntah di depannya, bahkan muntahan gua terkena di bajunya.

"Aaaaaah, you so jerk." Katanya dengan wajah yang sangat jijik menatap gua

Kelas tiba-tiba ramai, guru les datang dan menghampiri gua, kemudian membawa gua ke UKS, setelah itu gua disusul pulang oleh ibu gua. Hari itu juga, gua berniat untuk berhenti les dan tidak ingin lagi berteman dengan siapapun. Karena gua takut mengulangi kejadian yang gua alami. Teman? Entahlah, gua sama sekali tidak mengerti apa itu teman. Yah, gua sama sekali tidak ingin berteman dengan siapapun.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
My Little Best Friend
02-07-2020 23:51
Hidup lu sedih, kurang bebet kali
0 0
0
My Little Best Friend
03-07-2020 18:03
update gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
My Little Best Friend
05-07-2020 02:49
duh kayanya menarik. nenda dulu gan. emoticon-Cipokemoticon-Cipok
0 0
0
My Little Best Friend
09-07-2020 06:05
sepertinya menarik ceritanya
0 0
0
My Little Best Friend
09-07-2020 22:51
Ikutan baca
0 0
0
My Little Best Friend
10-07-2020 07:50
mantau gan
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
mau-gak-jadi-istriku
Stories from the Heart
olivia
Stories from the Heart
kamu-hujan-yang-kunantikan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
horor-story-daun-singkong
Stories from the Heart
true-story-yellow-raincoat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia