News
Batal
KATEGORI
link has been copied
31
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee04f8b88b3cb513b41f0e3/pengusaha-kondang-di-palembang-ini-sudah-sunat-sejak-lama-sebelum-putuskan-mualaf
TribunSumsel Satu Keluarga Pengusaha Terpandang di Palembang Ini Putuskan Mualaf GridPop.ID - Keluarga pengusaha terpandang ini sempat menjadi sorotan karena kisah mereka. Setelah alami jatuh bangun kehidupan satu keluarga pengusaha asal Palembang putuskan untuk memeluk agama Islam. Mereka diketahui mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Cheng Ho Jakabaring pada Jumat, (10/05/2019) lalu. Adal
Lapor Hansip
10-06-2020 10:12

Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf


Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf

TribunSumsel

Satu Keluarga Pengusaha Terpandang di Palembang Ini Putuskan Mualaf

GridPop.ID - Keluarga pengusaha terpandang ini sempat menjadi sorotan karena kisah mereka.

Setelah alami jatuh bangun kehidupan satu keluarga pengusaha asal Palembang putuskan untuk memeluk agama Islam.

Mereka diketahui mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Cheng Ho Jakabaring pada Jumat, (10/05/2019) lalu.

Adalah Ateng alias Suyono, Ong Mei Lu sang istri, dan Lois Fernando sang putra, bergantian mengucap dua kalimat syahadat.

Suasana pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung dengan khidmat.


Proses pembacaan dua kalimat syahadat ini dipimpin oleh H Ahmad Affandi selaku ketua pembina iman tauhid Islam (PITI) Sumatera Selatan.


Sebelumnya, Pengusaha terkenal di Palembang Hermanto Wijaya juga resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya Citra Grand City, Jumat (3/5) siang. Namanya jadi Muhammad Hermanto Wijaya.


Proses sakral tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Gubernur periode 2003-2008 Syahrial Oesman, tokoh masyarakat Kemas H Halim, Ketua MUI Sumsel Aflatun Muchtar, Ustad Sodikun dan lainnya.

"Saya tidak akan banyak bicara, hidayahlah yang memangil saya untuk masuk Islam dan ini sudah pangilan hati. Perasaan hati sejuk dan lebih tenang," ujar Hermanto, pemilik toko Jaya Raya elektronik di kawasan 16 Ilir.

Pria kelahiran Palembang 7 February 1956 ini menceritakan, sewaktu kecil rumahnya dekat dengan masjid, dan sekarang rumahnya berada di seberang masjid.

Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
TribunSumsel

Satu Keluarga Pengusaha Terpandang di Palembang Ini Putuskan Mualaf

Kesehariannya juga banyak berinteraksi dengan umat Muslim. Hal tersebut juga memengaruhi jiwanya untuk masuk Islam.

"Prosesnya butuh dua tahun untuk memutuskan memeluk agama Islam. Terlebih saya sudah mengalami tiga fase yaitu yang pertam hidup enak, lalu tahun 1998 krisis moneter, dan ketiga yang kebakaran toko," katanya.

Menurutnya, saat insiden kebakaran toko ia banyak dibantu oleh temen-temen muslim.


Perjalanan hidup ini memang semuanya butuh proses, untuk itu ia pun menjelaskan terhadap keluarga dan terhadap etnisnya atas keputusan yang diambil.


"Keluaraga semua terima, cuma kalau mau keluarga semua Islam butuh proses dan waktu," jelasnya.


Usai resmi memeluk agama Islam, Hermanto Wijaya untuk pertama kalinya salat Ashar berjamaah di Masjid Raya Citra Grand City.


Proses mengambil wudu dan salat diajarkan oleh para ustadz. "Saya sangat senang bisa salat di sini," katanya.


"Namanya baru proses belajar ya. Tempat kita dulu juga ada jongkok tapi jongkoknya tidak sampai habis ke bawah. Kalau untuk baca-bacaanya nanti dipandu ustad, bisa bisa privat belajar bertahap," katanya.


Momentum mualaf berdekatan dengan bulan Ramadan, Hermanto mengatakan akan belajar puasa.

"Saya akan puasa, tapi kayaknya belum bisa full karena proses belajar. Dan pastinya saya akan naik Haji namun prosesnya bertahap," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa sudah sunat 30 tahun lalu saat muda.

Sementara Gubernur Herman Deru memberikan syal kesayanganya untuk Hermanto Wijaya. "Ini syal sering saya pakai saat jadi bupati," ujar HD.

HD mengaku terkesima ketika mendengar keinginan Hermanto Wijaya untuk memeluk agama Islam, bahkan ia memuji keseharian Hermanto Wijaya yang memang sejak dulu telah berprilaku layaknya umat muslim.

"Saya bertemu dengan pak Hermanto Wijaya ini sejak tahun 1996. Waktu itu saya bertanya kepada beliau kenapa tidak masuk Islam. Karena perilaku waktu itu sudah sangat muslim," ujar HD saat memberikan sambutan.


Lebih lanjut ia mengucapkan, terimakasih sudah bergabung dengan agama Islam. Bahkan HD mengingatkan kepada semuanya untuk rajin beribadah.
Karena terkadang yang sudah Islam sejak lahir jadi malu, karena yang mualaf ini lebih rajin beribadah.


"Saya rasa cukup, terlebih tadi sudah dijelaskan oleh Ustad Sodikun tenyang rukun Islam. Saya sebagai gubernur menyerahkan sertifikat bahwa bapak Hermanto Wijaya sekarang memeluk agama Islam. Ini saya serahkan sertifikat sah dari negara," ungkapnya.


Sebagai Gubernur, kata HD, dia sudah menjadi saksi formal prosesi pembacaan dua kalimat syahadat.


Namun menurutnya ada saksi yang paling penting kecuali jamaah adalah Allah SWT menyaksikan peristiwa istimewa tersebut.

"Mudah-mudahan om Hermanto menjadi muslim taat, menjadi muslim yang juga membina habluminannas dan juga tetap menjalankan habluminAllah dengan baik," ungkapnya.

Tak hanya gubernur, turut pula hadir selebgram Palembang, Amir Meletek Dewek dan Cek Maria.

Ratusan masyarakat juga terlihat antusias ingin menjadi saksi dari momen bersejarah bagi Hermanto Wijaya.

Sehabis salat Jumat, masyarakat tidak langsung pergi dari masjid namun memilih untuk duduk dan menunggu proses pengucapan dua kalimat syahadat dimulai.
Di sela proses pembacaan dua kalimat syahadat, Hermanto sempat ditanya apakah masuk Islam karena ada paksaan?



"Tidak ada, saya masuk Islam tanpa paksaan. Melainkan murni dari dalam hati saya,"tegasnya.


Ateng dan anggota keluarganya mengucap dua kalimat syahadat di masjid Cheng Ho, Jumat (10/05/2019). GridPop.id


source: https://pop.grid.id/read/302187967/p...ah-3-?page=all

Alhamdulillah

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 10:21
astagfirullah, atheis murtadin asal mesir ini udah berani mengkritisi dan membongkar fakta tentang Quran emoticon-Marah



Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan MualafPengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan MualafPengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan MualafPengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan MualafPengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan MualafPengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf







Diubah oleh MahoImperator
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 10:23
Berita Taek..... Urusan sunat aja dibposting..... Ts goblok diantara paling goblok. Berita gak mutu di posting
Diubah oleh saugisarap
profile-picture
profile-picture
wiraswilahuky dan entop memberi reputasi
2 0
2
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 10:25
sunat bukan soal agama apa. tp ttg kesehatan

jd kulup jgn di pelihara gan
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan entop memberi reputasi
2 0
2
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 10:36
alangkah lebih baik jika di sertaken bukti foto kalo anu'nya udah di sunat 🐧
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 10:39
Hal ini sebenarnya pribadi ya. Bukan hal yg bisa jadi konsumsi publik. Tapi ya tau sendiri ada kelompok yg suka pamer di lingkungan muslimemoticon-Embarrassment
profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:04
blow up ala kadrun lagi, bosen
profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:17
Adat Yahudi bayi br lahir 8 hari sudah disunat....

Barangsiapa menyerupai suatu kaum emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:17
Ada perbedaan antara laki dan perempuan dalam saat pegang mic.
profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:20
nonton ampe kelar nih, mantan hafidz quran aceh murtad sekarang malah jadi penterjemah Injil ke bahasa Indonesia emoticon-Request




[]
Diubah oleh MahoImperator
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 6 balasan
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:21
Quote:Original Posted By auto.debus666

Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf

TribunSumsel

Satu Keluarga Pengusaha Terpandang di Palembang Ini Putuskan Mualaf

GridPop.ID - Keluarga pengusaha terpandang ini sempat menjadi sorotan karena kisah mereka.

Setelah alami jatuh bangun kehidupan satu keluarga pengusaha asal Palembang putuskan untuk memeluk agama Islam.

Mereka diketahui mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Cheng Ho Jakabaring pada Jumat, (10/05/2019) lalu.

Adalah Ateng alias Suyono, Ong Mei Lu sang istri, dan Lois Fernando sang putra, bergantian mengucap dua kalimat syahadat.

Suasana pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung dengan khidmat.


Proses pembacaan dua kalimat syahadat ini dipimpin oleh H Ahmad Affandi selaku ketua pembina iman tauhid Islam (PITI) Sumatera Selatan.


Sebelumnya, Pengusaha terkenal di Palembang Hermanto Wijaya juga resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Raya Citra Grand City, Jumat (3/5) siang. Namanya jadi Muhammad Hermanto Wijaya.


Proses sakral tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Gubernur periode 2003-2008 Syahrial Oesman, tokoh masyarakat Kemas H Halim, Ketua MUI Sumsel Aflatun Muchtar, Ustad Sodikun dan lainnya.

"Saya tidak akan banyak bicara, hidayahlah yang memangil saya untuk masuk Islam dan ini sudah pangilan hati. Perasaan hati sejuk dan lebih tenang," ujar Hermanto, pemilik toko Jaya Raya elektronik di kawasan 16 Ilir.

Pria kelahiran Palembang 7 February 1956 ini menceritakan, sewaktu kecil rumahnya dekat dengan masjid, dan sekarang rumahnya berada di seberang masjid.

Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
TribunSumsel

Satu Keluarga Pengusaha Terpandang di Palembang Ini Putuskan Mualaf

Kesehariannya juga banyak berinteraksi dengan umat Muslim. Hal tersebut juga memengaruhi jiwanya untuk masuk Islam.

"Prosesnya butuh dua tahun untuk memutuskan memeluk agama Islam. Terlebih saya sudah mengalami tiga fase yaitu yang pertam hidup enak, lalu tahun 1998 krisis moneter, dan ketiga yang kebakaran toko," katanya.

Menurutnya, saat insiden kebakaran toko ia banyak dibantu oleh temen-temen muslim.


Perjalanan hidup ini memang semuanya butuh proses, untuk itu ia pun menjelaskan terhadap keluarga dan terhadap etnisnya atas keputusan yang diambil.


"Keluaraga semua terima, cuma kalau mau keluarga semua Islam butuh proses dan waktu," jelasnya.


Usai resmi memeluk agama Islam, Hermanto Wijaya untuk pertama kalinya salat Ashar berjamaah di Masjid Raya Citra Grand City.


Proses mengambil wudu dan salat diajarkan oleh para ustadz. "Saya sangat senang bisa salat di sini," katanya.


"Namanya baru proses belajar ya. Tempat kita dulu juga ada jongkok tapi jongkoknya tidak sampai habis ke bawah. Kalau untuk baca-bacaanya nanti dipandu ustad, bisa bisa privat belajar bertahap," katanya.


Momentum mualaf berdekatan dengan bulan Ramadan, Hermanto mengatakan akan belajar puasa.

"Saya akan puasa, tapi kayaknya belum bisa full karena proses belajar. Dan pastinya saya akan naik Haji namun prosesnya bertahap," katanya.

Ia juga menuturkan bahwa sudah sunat 30 tahun lalu saat muda.

Sementara Gubernur Herman Deru memberikan syal kesayanganya untuk Hermanto Wijaya. "Ini syal sering saya pakai saat jadi bupati," ujar HD.

HD mengaku terkesima ketika mendengar keinginan Hermanto Wijaya untuk memeluk agama Islam, bahkan ia memuji keseharian Hermanto Wijaya yang memang sejak dulu telah berprilaku layaknya umat muslim.

"Saya bertemu dengan pak Hermanto Wijaya ini sejak tahun 1996. Waktu itu saya bertanya kepada beliau kenapa tidak masuk Islam. Karena perilaku waktu itu sudah sangat muslim," ujar HD saat memberikan sambutan.


Lebih lanjut ia mengucapkan, terimakasih sudah bergabung dengan agama Islam. Bahkan HD mengingatkan kepada semuanya untuk rajin beribadah.
Karena terkadang yang sudah Islam sejak lahir jadi malu, karena yang mualaf ini lebih rajin beribadah.


"Saya rasa cukup, terlebih tadi sudah dijelaskan oleh Ustad Sodikun tenyang rukun Islam. Saya sebagai gubernur menyerahkan sertifikat bahwa bapak Hermanto Wijaya sekarang memeluk agama Islam. Ini saya serahkan sertifikat sah dari negara," ungkapnya.


Sebagai Gubernur, kata HD, dia sudah menjadi saksi formal prosesi pembacaan dua kalimat syahadat.


Namun menurutnya ada saksi yang paling penting kecuali jamaah adalah Allah SWT menyaksikan peristiwa istimewa tersebut.

"Mudah-mudahan om Hermanto menjadi muslim taat, menjadi muslim yang juga membina habluminannas dan juga tetap menjalankan habluminAllah dengan baik," ungkapnya.

Tak hanya gubernur, turut pula hadir selebgram Palembang, Amir Meletek Dewek dan Cek Maria.

Ratusan masyarakat juga terlihat antusias ingin menjadi saksi dari momen bersejarah bagi Hermanto Wijaya.

Sehabis salat Jumat, masyarakat tidak langsung pergi dari masjid namun memilih untuk duduk dan menunggu proses pengucapan dua kalimat syahadat dimulai.
Di sela proses pembacaan dua kalimat syahadat, Hermanto sempat ditanya apakah masuk Islam karena ada paksaan?



"Tidak ada, saya masuk Islam tanpa paksaan. Melainkan murni dari dalam hati saya,"tegasnya.


Ateng dan anggota keluarganya mengucap dua kalimat syahadat di masjid Cheng Ho, Jumat (10/05/2019). GridPop.id


source: https://pop.grid.id/read/302187967/p...ah-3-?page=all

Alhamdulillah


nonton ampe kelar nih, mantan hafidz quran aceh murtad sekarang malah jadi penterjemah Injil ke bahasa Indonesia emoticon-Request

profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:26
tes drive aja dulu but no way out

semoga menemukan kedamaian kyk bu ely




https://tirto.id/efSK     

Ely sesenggukan mengisahkan ibunya yang sakit, “Kasihan Nenek. Umurnya mungkin enggak lama lagi tapi dia harus ngalamin ini.”

Ibunya, yang ia panggil Nenek, berusia 80 tahun. Dua tahun terakhir Nenek sakit-sakitan. Kepayahan berjalan. Kakinya ngilu. Pinggangnya nyeri. Beberapa kali masuk rumah sakit, dokter cuma bilang penyakitnya adalah penyakit orang tua.

Nenek memutuskan tinggal bersama Ely, anak bungsunya. Nenek menjual rumahnya karena enggan tinggal sendiri dan kesepian. Membagi hasil penjualan rumah-memuat-kenangan-lebih-dari-50-tahun kepada empat anaknya, menyisihkan sedikit untuk disimpan—jaga-jaga buat pesta pemakaman.




Ely menyambut Nenek dengan gembira, betapapun keputusan itu jauh lebih kompleks dari kelihatannya.

Pertama, ia harus minta izin suaminya—dan ini bukan perkara mudah. Nenek dan suami Ely tidak terlalu akur meski mereka terlihat bertegur sapa saat tinggal di satu atap.

Kedua, Nenek beragama Kristen, sementara Ely dan keluarganya beragama Islam. Ini perkara lebih kompleks. Selain kepada suami, Ely harus mengantongi izin tiga saudara kandungnya yang beragama Kristen. Singkat cerita, Nenek tinggal bersama Ely selama enam-tujuh bulan, sebelum konflik itu datang.

Ely cekcok dengan suaminya. Sang suami yang religius merasa risih dengan mertua beda agama. “Mungkin dia juga masih dendam karena pada awal-awal pernikahan kami sering dapat perlakuan enggak enak dari Nenek,” kata Ely.

Nenek yang tahu diri akhirnya pamit ke rumah abang Ely.

Sayangnya, hubungan Ely buruk dengan abangnya. Jadi, ia cuma beberapa kali mengunjungi Nenek terutama ketika ibunya dibawa ke rumah saudaranya yang lain.

Sejak memutuskan pindah agama pada usia 20 tahun, dan sebentar lagi merayakan usia ke-49 pada tahun ini, perjalanan spiritual Ely bukanlah bak jalan tol yang mulus melainkan seperti air laut—bergelombang; pasang dan surut.

Sebelum masuk Islam dan menikah, Ely kabur dari rumah, dua tahun tak pernah bertemu Nenek sampai anaknya pertama Ely berusia enam bulan.

Meski akhirnya berbaikan, permasalahan beda agama sering memantik konflik. Pada awal-awal pernikahan, suaminya melarang Ely berlama-lama jika bertandang ke rumah Nenek. “Enggak baik. Kita sudah beda agama. Nanti ibadahmu susah, makanmu juga mesti dijaga,” kata Ely, mengulangi nasihat suaminya bak doktrin bertahun-tahun.

Konflik itu tak cuma antara Ely dan orang terdekatnya tapi dengan batin sendiri. Satu dekade kemudian, anak sulungnya pernah menemukan Ely pingsan sehabis salat magrib. Ely selalu menangis sampai lemas, tak sadarkan diri, bingung bagaimana mendoakan mendiang ayahnya yang baru saja meninggal.

Ayah mertua Ely yang seorang muslim pernah berkata doa seorang muslim tak akan sampai kepada orang selain Islam.


Ely gelisah. Sulit membayangkan ayahnya yang Kristen akan diperlakukan sebagaimana keyakinannya yang baru memperlakukan orang selain Islam. Ely meyakini ayahnya orang baik. “Dia pendiam, enggak pernah marah. Orang paling lemah lembut,” kata Ely.

Secara spiritual, ia meyakini janji-janji Allah dalam Alquran dan, demi menenangkan diri, ia percaya Tuhan itu Mahabaik.

Kegundahan spiritual itu lama dipendamnya. Ia takut bertanya kepada ustaz atau ustazah karena cemas mendengar jawaban yang tak ingin didengarnya. Maka, diam-diam, ia meyakini “Tuhan itu Mahabaik.” Menyerahkan urusan sampai-atau-tidaknya doa yang ia panjatkan untuk mendiang ayahnya kepada Tuhan semata.

ada ustad2 di bp yg bisa membantah dalilnya ?

@yeytothesouz
@auto.debus666
@antek.rakyat
@tuandorna
profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 11:29
karena pengusaha, waktu jadi mualaf sampe dihadiri gubernur, eks gubernur, tokoh agama, dan lain2...




yang disyukuri itu orangnya apa uangnya ?

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan entop memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 12:14
bursa transfer
profile-picture
entop memberi reputasi
1 0
1
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 13:26
trit kontoI
0 0
0
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 13:34
masih rame bursa transper yah?
kalau gini statusnya masih cinak aseng atau auto peribumi?
0 0
0
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 13:36
kirain judul menipu..

setelah baca,ternyata memang benar..

confirm ini trit kuontollll...
Diubah oleh aingbau
profile-picture
diehard57 memberi reputasi
1 0
1
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 14:20
owh,,,gara'' 98 tokh,, itu mah bkn hidayah tp trauma ketaQutan,,..kokoh
profile-picture
profile-picture
MahoImperator dan tepsuzot memberi reputasi
2 0
2
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 16:04
Karena teknologi komunikasi semakin berkembang, jumlah mualaf meningkat, jumlah murtadin meningkat, jumlah atheist meningkat, jadi siapa yang akhirnya lebih banyak?
0 0
0
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
10-06-2020 16:25
Pengusaha Kondang di Palembang Ini Sudah Sunat Sejak Lama Sebelum Putuskan Mualaf
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia