Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
72
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ed8146f8d9b17181b4781de/teriakan-seorang-polisi
Jadilah penjahat, agar kau tahu sejahat apa polisi. - Rekson Ah, gue selalu mengingat perkataanya hingga detik ini, dia adalah teman terbaik yang pernah gue punya, sahabat terbaik yang pernah gue punya. Sebelumnya perkenalkan nama gue Rezan, gua bekerja di instansi kepolisian, di kota fiktif di Indonesia yang disebut dengan nama Jakarta. Nama asli gue bukan Rezan, itu nama yang gue dapat dari sese
Lapor Hansip
04-06-2020 04:21

Teriakan Seorang Polisi

Jadilah penjahat, agar kau tahu sejahat apa polisi. - Rekson


Ah, gue selalu mengingat perkataanya hingga detik ini, dia adalah teman terbaik yang pernah gue punya, sahabat terbaik yang pernah gue punya.

Sebelumnya perkenalkan nama gue Rezan, gua bekerja di instansi kepolisian, di kota fiktif di Indonesia yang disebut dengan nama Jakarta. Nama asli gue bukan Rezan, itu nama yang gue dapat dari seseorang yang sangat berpengaruh nantinya di hidup gue.

Pangkat? Pangkat gue sekarang Detective III. Divisi gue yaitu Detective Bereau, gue bertugas sebagai penyidik aktif yang turun ke lapangan dengan pakaian bebas tanpa seragam, seperti kisah fiktif, mari kita samarkan nama, pangkat, divisi dan lainnya, agar kelancaran cerita ini dan kenyamanan gue dalam memaparkan cerita ini.

Prologue : Cadet

2010 Awal

Seperti dalam dunia dongeng, atau cerita romantis dalam novel novel indie di pasaran, pagi itu hujan turun rintik-rintik, hari ini adalah hari pertama Akademi Kepolisian akan dibuka, dengan semangat yang membara, jiwa muda yang bergetar, gue mendaftarkan diri gue ke salah satu instansi terbesar dan bergengsi di Indonesia, instansi kepolisian. Gue sudah melatih fisik gue untuk menanti hari ini, karena cita-cita gue dari kecil memang menjadi seorang polisi. Semua administrasi yang diperlukan sudah gue siapkan dan gue datang ke tempat pendaftaran sendirian, dengan motor bebek peninggalan bokap gue, yang sudah meninggal sejak gue duduk di bangku SMA.

Sesampai ditempat, gue melihat ada ratusan manusia mengantri, menunggu giliran, gue datang dan mengambil nomor antrian, kemudian duduk di sebelah telpon umum yang sudah sangat lama tidak terpakai. Gue buka handphone blackberry gue kemudian gue buat status, seperti anak remaja pada umumnya. Sangat lama gue menunggu, berjam-jam. Hingga akhirnya, nama gue dipanggil dan gue disuruh melewati sebuah tali yang terikat di pintu, yang gue rasa itu untuk mengukur tinggi badan. Gue menunduk untuk melewati tali itu dan masuk ke dalam ruangan, gue lihat di dalam ruangan ada beberapa petugas yang menggunakan pakaian kepolisian.

Setelah itu, gue disuruh untuk duduk dan memberikan berkas ke salah satu panitia penerimaan, seorang wanita yang masih muda, tapi tetap lebih tua dari gue. Dia melihat dengan seksama berkas yang gue berikan, tanpa melewati satu bagian-pun, hingga akhirnya gue diperbolehkan lewat dan masuk ke ruangan tes kesehatan awal. Tes kesehatan fisik, tanpa lama gue lulus tes ini dan disuruh untuk tes kesehatan jiwa, di tes kesehatan jiwa juga, hanya pertanyaan-pertanyaan dasar yang mereka tanyakan. Setelah itu gue disuruh pulang dan nanti gue akan di telepon, jika seandainya gue lolos ke tahap berikutnya.

Beberapa minggu kemudian, nomor gue di telpon agar gue datang untuk tes psikologi dan lain-lain, hingga akhirnya semua tes berhasil gue lewati dan gue dikirim ke tempat pendidikan, dan disinilah neraka pertama gue datang.

2010 Pertengahan

Pagi itu gue berpamitan kepada ibu gue untuk pergi ke tempat pendidikan, ibu gue berpesan, jadilah anak yang baik dan menjadi polisi yang jujur, itu yang akan menjadi bekal gue di kepolisian. Gue menangguk dan disusul untuk segera pergi ke tempat akademi berlangsung, akademi gue dilaksanakan di Sumatra Selatan, awalnya gue pikir sesuai dengan prosedur, tapi ternyata bayangan gue jauh dari apa yang gue harapkan.

Sesampainya di tempat, gue disuruh untuk menuju kamar yang telah ditentukan, satu kamar berisi 8 orang, karena gue datang dari Jakarta, gue termasuk yang tertinggal untuk memilih kasur dan gue mendapatkan kasur yang membuat leher sakit. Nantinya, setiap kamar harus memiliki satu pimpinan komando, pimpinan komando bertugas untuk memerintahkan pasukannya dan bertanggung jawab atas pasukannya. Gue diberi waktu istirahat, hingga sampai semua peserta tiba di tempat akademi, dan gue juga diberikan seragam untuk cadet yang nantinya harus dipakai ketika pendidikan.

Hanya dua hari waktu gue beristirahat, hari pendidikan tiba, pagi-pagi buta, kami dibangunkan dengan suara tembakan dan disuruh cepat berbaris di lapangan. Gue bergegas bangun dan memakai seragam gue, gue berlari ke lapangan dan berbaris. Kemudian, gue mendengar langkah kaki yang sangat kuat dari arah kiri gue, dan suara pukulan benda tumpul ke perut salah satu cadet.

"Kuping kau budek hah? Atau kau gak punya otak! Aku suruh kalian pakai seragam, bukan pakaian gembel!" Teriak salah satu petugas kepolisian, yang gue lihat dari insignianya, dia adalah seorang sersan.

"Maaf pak, saya buru-buru." Ucap cadet tersebut merintih kesakitan dan memegangi perutnya. Kemudian petugas polisi itu meludahi wajah cadet itu dan berteriak di telinganya. "Memang kau pikir aku bapakmu, panggil aku Sersan Donan, mulai hari ini, kalian berada di bawah komandoku, paham!" Teriak Sersan Donan

"Paham Sersan!" Jawab kami serentak

Sersan Donan kemudian memanggil cadet yang tidak memiliki seragam dan diperintahkan untuk membuat barisan sendiri dan gue gak harus menceritakan apa yang selanjutnya terjadi pada cadet-cadet tersebut.

Hari ini gue selamat, karena gue menggunakan seragam, tak lama kemudian datang seseorang yang sudah beruban dan menepuk pundak Sersan Donan, Sersan Donan dengan sigap memberi hormat kepada pria tersebut.

"Semangat seperti biasanya Sersan?" Tanya pria beruban itu

"Cadet cadet ini harus diajar kedisiplinan Kapten." Ucap Sersan Donan

Ternyata pria itu seorang Kapten, yang pasti dia sudah banyak pengalaman dan melakukan tugasnya dengan baik, hingga dia bisa naik menjadi Kapten. Kemudian Kapten tersebut menghampiri kami para cadet dan memperkenalkan dirinya.

"Perkenalkan saya Kapten Devon dan saya adalah penanggung jawab kalian semua dan sebagai ketua pelaksana akademi ini, Sersan yang disana adalah Sersan Donan, ada beberapa Sersan lainnya yang akan menjadi pelatih kalian di akademi ini, dari kalianpun tak semuanya akan menjadi seorang polisi, kalian dinilai mulai dari kalian bangun pagi ini hingga nanti kalian pensiun dari kepolisian, paham?" Ucap Kapten Devon dengan suara yang sangat lembut

"Paham Kapten." Jawab kami serempak

"Baik, kalian mulai hari ini akan dibagi menjadi 7 kelompok latihan, masing-masing kelompok di komandoi oleh seorang Sersan, Sersan Donan akan membacakan nama-namanya dan kalian berbaris sesuai kelompok yang ditentukan." Kata Kapten Devon

Sersan Donan mulai membacakan nama-nama kami, gue masuk ke kelompok 3 dan Sersan yang memimpin kelompok kami bernama Sersan Sagimo dan menurut penuturan Sersan Donan, Sersan Sagimo adalah Sersan paling disiplin dan nantinya gue akan tahu betapa disiplinnya dia.
Diubah oleh closefile
profile-picture
profile-picture
profile-picture
danpangestu dan 38 lainnya memberi reputasi
35
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:22
Diubah oleh closefile
profile-picture
profile-picture
profile-picture
danpangestu dan 11 lainnya memberi reputasi
12 0
12
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:22
Reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
paruhbaya dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:23
One More
profile-picture
profile-picture
profile-picture
paruhbaya dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:34
Nyimak pageone, bagus kayanya, nenda dulu gan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
closefile dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:39
Nenda ya gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
thebeatlesss dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Lihat 11 balasan
Memuat data ..
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:46
Bagus, lanjutannya mana?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
closefile dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:49
Polisi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
closefile dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:51
Nenda gan
profile-picture
profile-picture
closefile dan paruhbaya memberi reputasi
2 0
2
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 04:53
pageone
profile-picture
profile-picture
closefile dan sawangbau memberi reputasi
2 0
2
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 05:14
Ikut nenda deh gan
profile-picture
closefile memberi reputasi
1 0
1
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 05:21
Quote:Original Posted By xsopin
Nyimak pageone, bagus kayanya, nenda dulu gan.


Quote:Original Posted By panjang.kaki
Nenda ya gan


Quote:Original Posted By riskaputriyanu
Bagus, lanjutannya mana?


Quote:Original Posted By kartolom
Polisi?


Quote:Original Posted By budiridwan
Nenda gan


Quote:Original Posted By paruhbaya
pageone


Quote:Original Posted By almusk
Ikut nenda deh gan


Wah rame, salam kenal semua..
0 0
0
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 05:29
Another bullshit stories
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sawangbau dan 3 lainnya memberi reputasi
0 4
-4
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 05:31
Rame amat kaya lapo tuak
profile-picture
profile-picture
closefile dan teri.panca memberi reputasi
2 0
2
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 05:46
Quote:Original Posted By creatrpg
Another bullshit stories


Oke gan

Quote:Original Posted By penunggusenja
Rame amat kaya lapo tuak


Hahaha, orang medan pasti agannya nih?
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
1 0
1
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 06:09
Nongkrong dulu and stay tune ah....emoticon-rose
profile-picture
profile-picture
closefile dan panjang.kaki memberi reputasi
2 0
2
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 06:29
acab 1312 emoticon-Big Grin
profile-picture
closefile memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 09:26
Kok berasa kaya nonton film full metal jacket yah? emoticon-EEK!
Instrukturnya yang kaya gini ngelatih pasukannya:

Diubah oleh jengkling
profile-picture
closefile memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Teriakan Seorang Polisi
04-06-2020 23:38
Seru, lugas, berisi. Asik gua suka. Nenda juga ah emoticon-Embarrassment
profile-picture
closefile memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Teriakan Seorang Polisi
05-06-2020 02:12
1. Cepu

Kelompok tiga, atau kelompok C sama dengan Cepu, kelompok A sampai kelompok terakhir dinamai dengan sandi dari kepolisian, A untuk Ambon, B untuk Bandung, C untuk Cepu, dan seterusnya. Kelompok gue diberi nama kelompok Cepu, cepu sendiri berarti buruk, yaitu seorang pengkhianat yang melaporkan temannya kepada kepolisian.

Dugaan gue benar, belum apa-apa, kelompok lain sudah menghina kepompok kami dengan hinaan yang cukup menyakitkan.

"Hei cepu, lu mau cepuin gue ke Sersan Donan?" Kata seorang cadet dari kelompok Flores

Kemudian salah satu teman di kelompok kami, membalas cuitan cadet tersebut.

"Lu bukan level gue, jadi baiknya lu diem, kalau lu diem, lu selamat."

Gue ketahui nama yang menjawab cuitan itu adalah Adrik, Adrik memiliki badan yang tinggi dan besar, kulit putih dengan potongan rambut khas polisi. Dia lulus tes akademik dengan urutan ke dua, dia sempurna untuk menjadi bagian kepolisian.

Cadet itu terpancing ucapan Adrik dan langsung menyerangnya, dia lompat dan mendaratian kedua kakinya ke dada, Adrik tanpa persiapan sedikitpun terhempas karena serangan cadet itu, gue masih memperhatikan dan tidak mau ikut campur, karena gue belum disentuh oleh mereka.

Adrik kemudian bangun dan berlari menyerang cadet yang menghinanya, namun gerakan cadet itu sangat lincah, dia dapat menghindari semua serangan Adrik, cadet itu menyerang balik, memukul wajah dan dada Adrik, gue kadang tak sempat melihat arah pukulannya, Adrik terjatuh dan mencoba bangun, tapi apadaya dari awal, Adrik sudah kalah.

"Lu pikir, dengan badan lu yang besar, lu bisa menang lawan gue?" Kata cadet itu

Adrik tak mampu lagi berkata-kata, setelah itu rambut Adrik dipegang kuat-kuat, lalu cadet itu mengatakan sesuatu.

"Lu inget nama gue, nama gue Milan, gue yang megang satu asrama ini, gue komando kamar dan mulai besok, lu harus bawain gue, apapun yang gue mau, paham?" Kata Milan

Gue mulai risih dengan apa yang Milan lakukan, ingin rasanya gue melakukan sesuatu, tapi gue rasa ini bukan panggung untuk gue, gue udah lelah dengan kenakalan gue ketika SMA, gue tidak ingin cari masalah disini, mungkin diam adalah jawaban terbaik.

Seluruh kelompok gue tak ada yang berani berkata apa-apa, entah mereka tak perduli, atau mereka takut, gue tidak tahu apa yang mereka pikirkan, namun tiba-tiba Milan menghampiri kelompok kami dan mengucapkan hal yang sama, seperti halnya yang dia ucapkan ke Adrik.

Jelas saja, gue tidak terima dengan apa yang dia ucapkan, dengan reflek gue menjawab ucapannya.

"Gue gak paham dan gak akan mau paham." Kata gue

Milan mengerang, dia menatap gue dengan memincingkan matanya, kemudian dia tersenyum, senyuman ingin menerkam gue, yah gue suka jika lawan gue melakukan itu, terus terus, buat diri lu semakin marah, terus.

Milan berlari ke arah gue, waktu melambat, dia menyerang gue dengan cepat, gue menunggu pukulannya. Pukulan pertamanya dengan tangan kanan, gue biarkan pukulan itu mendarat di wajah gue. Kemudian dia mundur, dan menyerang gue lagi, menggunakan tangan yang sama, kanan. Ini akan mudah selanjutnya, serangan keduanya dengan mudah gue tangkap dengan tangan kiri gue, kemudian gue melayangkan tinjuan ke arah perutnya, tepat di perutnya. Milan terkejut, dia mundur beberapa langkah untuk menarik nafas.

"Siapa nama lu anak lacur?" Tanya Milan

"Yang pasti bukan nama yang sama dengan nama bapak lu." Kata gue memprovokasi

Milan terpancing lagi dan menyerang gue lagi, kali ini dia melompat dengan kedua kakinya yang melayang menyerang gue, sangat lambat, terlihat dengan jelas. Gue tarik kaki kiri gue dan memutar mundur ke arah kiri tubuhnya. Dia terhempas ke tanah, serangannya tidak mengenai gue. Kemudian gue angkat kaki kiri gue dan menendang perutnya dengan keras, sangat keras, hingga Milan muntah, ini terlalu mudah.

Sampai akhirnya, gue mendengar suara tepuk tangan dari arah belakang tubuh gue. Gue menoleh untuk memastikan suara tersebut, ternyata di belakang gue berdiri seorang Sersan, gue lihat name tagnya, Sagimo. Dia Sersan Sagimo, dengan tubuh kekar, dengan banyak luka diwajahnya, dia tersenyum menatap ke arah gue, kemudian dia mengucapkan sesuatu yang membuat gue terkejut.

"Itu gerakan Lethwei, seni bela diri Myanmar yang sangat barbar, dimana kau belajar itu cadet?" Tanya Sersan Sagimo

"Dengan segala hormat, ayah saya yang mengajarkan saya." Kata gue

"Siapa nama ayahmu cadet?" Tanyanya lagi

Gue terdiam, gue takut untuk menyebut namanya. Jujur saja, gue sangat takut, karena gue yakin dia pasti mengenal ayah gue, gue juga tidak mungkin berbohong, karena di data gue menuliskan nama sialan itu, baiknya gue jujur saja sekarang.

"Namanya Ilham." Kata gue

"Ilham siapa?" Tanya Sersan Sagimo

"Ilham Rezando." Kata gue

Sersan Sagimo tersenyum, dia kemudian membubarkan semua yang ada disitu dan memanggil gue untuk ke kantornya, pada akhirnya gue yakin, gue akan dikeluarkan dari akademi ini. Karena ayah gue adalah, salah satu perampok anak buah dari Johny, salah satu perampok terbesar di Indonesia.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mmuji1575 dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Teriakan Seorang Polisi
05-06-2020 02:51
10-4 izin nenda
profile-picture
closefile memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerpen-lukisan
Stories from the Heart
post-mortem-love
Stories from the Heart
karena-aku-tulus-mencintai-mu
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia