Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
75
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ed535b7337f9327ff4e0172/horror-real-storykisah-kelam-penjagaku-kuntilanak-kembar
Cerita ini adalah Cross Story dari "Tangisan Ibuku Menjadi Kematian Mereka" membahas tuntas awal kehidupan Mirna dan Murni arwah yang menjaga Aryo. mereka gadis kembar, yang mati penasaran menuntut balas dendam yang teramat dalam. Mampukan mereka membalaskan dendam tersebut? ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ “Mirna... Murni... ayo sayang makan dulu” teriakan Ratna terdengar dari arah dap
Lapor Hansip
02-06-2020 00:07

HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar

icon-verified-thread
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
Deskripsi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar

Quote:“Mirna... Murni... ayo sayang makan dulu” teriakan Ratna terdengar dari arah dapur.
“Iiiyaaaa bu..” Jawab mereka kompak.
Mirna berlari menuruni anak tangga disusul oleh Adiknya dari belakang. “Kakak tunggu aku ih!” Murni mengeluh melihat Ia tidak bisa mengejar Mirna.

“Duhh manja nya kamu dek” sahutnya lalu berhenti menunggu adik kesayangannya itu menghampiri dengan wajah cemberut.
Setelah berhasil melewati Mirna, ia pun berlari meninggalkan kakaknya. “Yang sampe duluan ke Ibu menang ya Kak!!”
“Ihhh kamu curaanggggg” keluh Mirna berteriak mengetahui murni berhasil menipunya.

“Hhmm kalian ya, mau makan aja selalu ribut deh” tegur Ibu melihat kedua anak kembarnya berlarian mengelilingi meja makan.
“habis Murni curang bu” jawabnya gemas sambil terus mengekori langkah Mirna yang bersembunyi dibelakang Ibu nya.
“Ayo makan dulu, Ibu udah masakin kesukaan kalian nih” ucapnya sambil membawa semangkuk Sup Daging.
“Wahhh Ibu masak Sup Daging..” lagi-lagi mereka jawab bersamaan. Saling lirik lalu tertawa “Kan kami kembar Bu” ucap mereka, Ibu menggelengkan kepala melihat kelakuan anak kembarnya.

Ratna seorang Yatim Piatu dan sebagai istri Rendi. Cantik, Putih, sholehah, sabar dan penyayang.
Tinggal bertiga dengan Putri Kembarnya Mirna dan Murni, setelah setahun sebelumnya kehilangan Suami tercintanya Rendy. Sejak saat itu Ratna harus mengurus kedua putrinya sendirian.

Beruntung Mirna dan Murni sudah beranjak dewasa, jadi tidak terlalu repot mengurusnya, coba bayangkan klo mereka masih pada kecil, duh pasti lebih pusing. Sambil mengingat tingkah kedua putrinya itu.

Sebenarnya mereka lahir bersamaan, tapi berhubung Mirna keluar lebih dahulu akhirnya dia menjadi Kakak untuk menjaga adiknya Murni. Mereka mempunyai banyak kesamaan yang membuatnya susah untuk dibedakan, hanya panggilan yang bisa membedakan mereka.

“Aku kangen Ayah, Bu..” Ucap Murni terlihat tidak semangat memainkan sendok dinasinya.
“Murni! kebiasaan kamu mah” Bisik mirna menyenggol kaki adiknya.
“Aduh.. Hhmm Ibu mau nambah lagi nasi nya?, sini biar aku ambilin ya” tanya mirna mengalihkan ucapannya yang tadi.
Ratna hanya menggeleng pelan, lalu dia terdiam menatap piring nasinya.

Mirna berdiri menghampiri Ibunya, terlihat air mata mulai mengembang dan menetes bawah di pipi orang tua itu.
“Maafin Murni ya Bu” lalu memeluk Ratna dari samping.

Murni pun sudah berdiri disamping Ibu nya, lalu ikut memeluk Mirna dan Ratna, “Maafin aku Bu” ucap Murni pelan, tangis haru mereka pecah sore itu. “Gpp sayang, Ibu juga kangen dengan Ayah kalian, besok kita tengokin Ayah ya. Biar dia ga kesepian disana” jawab Ratna sambil mengusap kepala mereka berdua. Mirna dan Murni mengangguk tanda setuju “Iya Bu..”

Mirna dan Murni adalah murid di SMA Pelita, termasuk murid yang pintar, cantik, aktif, menarik, dan ramah.
menjadi idaman murid laki-laki sekolah karna keramahannya.
mereka ga pernah memilih dalam berteman, termasuk penjaga sekolah dan tukang sapu sangat mengenal Mirna dan Murni.

Mirna sebagai Kakak, selalu diberi nasehat oleh Rendi untuk selalu menjaga dan menyayangi Murni. Sudah tugas seorang kakak untuk mengayomi adiknya. Maka dari itu Mirna selalu berusaha selalu ada untuk adik kesayangannya itu.

Murni sebagai Adik termasuk beruntung memiliki Mirna, semua permintaannya selalu dipenuhi walau kadang dengan rengekan manja. dan Mirna belum pernah memarahinya sampai sekarang.

Sedangkan Rendi, sosok Ayah yang sempurna dimata Istri dan Anak-anaknya. Sikapnya yang lemah lembut, dewasa, sabar, dan penyayang. Sukses membuat mereka tidak ingin kehilangannya.

Dibalik kesempurnaan sosok Ayah, Ia terserang kelainan penyakit langka yang membuatnya semakin hari semakin lemah. Hingga semangat tidak lagi bisa menahan kuasa takdir, harus rela meninggalkan Istri dan Anak-anak tercintanya.

Pesan terakhir Rendi sebelum wafat “Kalian bertiga harus terus rukun sampe akhir hayat, keluarga adalah orang yang paling dekat yang bisa kalian percaya untuk membantu kesusahan kalian kapanpun dan dimanapun”.

Itu yang masih dipegang teguh oleh Ratna, Mirna dan Murni sampai hari ini.

“Ayo kita lanjutin makan dulu, masa mau makan malah nangis gini sih” canda Ratna mencoba mencairkan suasana walau hatinya terus menangis mengenang suami tercinta.

Mirna dan Murni mengusap kasar bekas air mata yang mengalir dipipinya lalu tersenyum menatap Ratna.

Mereka menyantap makanan sore itu sambil bercerita berbagi kebahagiaan.

“Bagaimana sekolah kalian? Ibu ga pernah denger kalian deket sama cowo disekolah deh? apa ga ada yang mendekati kalian?” tanya Ibu melirik kedua putrinya.

“Apaan sihh Ibu, aku mau jagain Ibu sama Murni ga sempet mikirin cowo Bu!” jawab mirna dengan wajah cemberut.
“Kakak ada yang deketin Bu, tapi kakaknya cuek” sahut Murni menggoda Mirna dengan lirikannya.
“Kamu apaan sih Dek, pinter ngegosip ya sekarang!” sanggah Mirna terus menatap tajam adiknya yang usil.

“Sudah jangan bertengkar mulu dong, Kak kamu juga harus mikirin diri kamu sendiri, Ibu sama Murni bisa jaga diri kok. Tuh lihat adikmu sudah besar seperti itu” ucap Ratna dengan nada lembut.

“Aku udah besar kakak sayang, jangan selalu anggep aku anak kecil dong” ucapnya sambil menyenderkan wajar imutnya dibahu Mirna.
“Kamu masih kecil ya!!” balas Mirna mengacak-acak rambut adiknya itu.

Mirna memang tau adiknya sudah besar tapi berat rasanya untuk meninggalkan Murni demi kepentingannya, apalagi dia sudah berjanji dengan Almarhum Ayahnya.
“Sampai kapanpun kamu tetep jadi adik kecil kesayangan kakak” batinnya sambil tersenyum manis kepada Murni.

Rahman teman sekolah mereka di SMA Pelita beruntung bisa dekat dengan Mirna dan Murni saat ini.
dari sekian banyak siswa yang mendekati mereka, baru Rahman yang mampu membuat kedua gadis itu nyaman.

Rahman juga anak dari Kepala Sekolah SMA Pelita, mempunyai wajah yang rupawan, pintar, sopan, mengerti akan ilmu agama dan cuek terhadap wanita. sikapnya itu membuat semua siswi berlomba-lomba mendapatkan hatinya.

dari sekian banyak wanita di sekolahnya, Rahman hanya tertarik dengan Mirna dan Murni saja.


Selamat Membaca
Penulis : Prince’s 2011-2020@Kaskus
Ilustrasi : Google

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Bersambung..

HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pearlly dan 33 lainnya memberi reputasi
32
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 00:07
pertamax diamankan dulu
0 0
0
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 00:47
Ijin nenda ganemoticon-2 Jempol
profile-picture
princebanditt memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 08:37
Nongkrong di page one donk liat trid yg bagus gini
profile-picture
princebanditt memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 14:33
Tandain dulu trid baru nya...
profile-picture
profile-picture
princebanditt dan lavidaj memberi reputasi
1 1
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 21:40
Taro sendal dlu gan..
profile-picture
princebanditt memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 22:33
muantabbb...gaasss puollll bosss..
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
02-06-2020 23:47
mejeng di pejwan aaaah.. klo pertamax susah sama si TS emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
princebanditt memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
03-06-2020 14:30
Alhamdulillah dapet pejwan...
profile-picture
indrag057 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
03-06-2020 14:32
Alhamdulillah masih dapet lapak....

emoticon-Leh Uga
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
03-06-2020 15:15
ijin nenda ...maap newbie
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
04-06-2020 04:26

Permisi

Alhamdulillah masih dpt tempat buat selonjoran
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
04-06-2020 20:24
Ijin nyender di pojokan gan ts.. 😂
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
04-06-2020 20:32
Quote:Original Posted By ganjartp
Alhamdulillah dapet pejwan...


Quote:Original Posted By cos44rm
Alhamdulillah masih dapet lapak....

emoticon-Leh Uga


Quote:Original Posted By rebellious1988
ijin nenda ...maap newbie


Quote:Original Posted By sylar2009
Alhamdulillah masih dpt tempat buat selonjoran


Quote:Original Posted By ranggolaw1
Ijin nyender di pojokan gan ts.. 😂


maaf ya belom sempet update cerita yang ini 🙏
nanti klo udah ane update pasti ane colek ya maaf sebelumnya emoticon-Nyepi
terima kasih sudah mampir emoticon-Toast
profile-picture
Mbahjoyo911 memberi reputasi
1 0
1
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
04-06-2020 23:18
Titip dosa dulu yak gan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
05-06-2020 13:29
wih ada crossovernya, jgn lama2 yaa gan update nya, seru soalnya
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
06-06-2020 02:18

Kuatnya sebuah Tekad

Mulustrasi Mirna dan Murni, pilih mana bre?

Quote:Esok harinya,
Ratna dan kedua putrinya mendatangi Makam Mendiang Suaminya.
"Yah, kami datang lagi. Gimana Ayah disana?" tanya Ratna sembari membersihkan rumput yang tumbuh disekitar makam Rendi.
terlihat Mirna dan Murni membantu Ibunya membersihkan Makam Ayahnya.
"Yah Murni selalu saja merepotkan aku" keluh Mirna membuang nafas berat.
"Kakak juga Yah, masih sering melarang aku" ngadu Murni.
"Lihat Yah kedua Putrimu sudah besar, sering bertengkar, tapi Ayah tau ga, Mirna menepati janji untuk selalu menjaga adiknya lho" puji Ratna tersenyum melihat putri kembarnya sedang mengadu kepada Rendi.

"Ayah jangan khawatir, aku akan tepati janjiku terus menjaga dan mendidik Murni" ucap Mirna menjewer kecil adiknya.

"Kakakkkkkk sakiitttttt" teriak Murni

"Sudah jangan bertengkar, nanti Ayah sedih melihat kita" Ratna coba menenangkan kedua putrinya.

"Sini Nak mari kita doakan Ayah, semoga Amal dan Ibadah Ayah diterima, dan Ayah bahagia disisiNya" Ratna memimpin doa diikuti kedua anaknya.

Selesai Ziarah Ratna mengajak mereka mengunjungi Villa barunya.

Saat itu Ratna baru saja membeli rumah didaerah Bogor - Jawa Barat, Dia membeli sebuah Villa sederhana dan mempunyai halaman yang luas, dihiasi sebuah kolam ikan yang indah.

Alasannya sederhana, Ratna ga sanggup untuk terus tinggal dirumah lamanya, terlalu banyak kenangan indah Rendi disana, walau sempat berdebat dengan kedua putrinya, menolak keinginan Ibunya untuk menjual rumah peninggalan Ayahnya.

Akhirnya harus mengalah karena setiap hari melihat Ratna terus menangis mengingat kenangan Suami tercintanya dirumah itu.

Sesampainya disana,
"Ini Villa kita, gimana menurut kalian?
Bagus kan? Ibu yakin kalian pasti betah nanti tinggal disini, udaranya juga masih adem kan" ucap Ratna sambil menarik napas panjang lalu membuangnya.

"Hhmm" jawab mereka datar tidak tertarik terhadap villa itu.

"Permisi bu.." sapa lemah seorang wanita.
"Eh Bibi, maaf merepotkan ya, saya mengajak anak-anak untuk melihat rumah barunya" jawab Ratna ramah.

"Mirna, Murni kenalkan ini Bi Lilis yang menjaga rumah kita" sahut Ratna memperkenalkan.

Lilis wanita paruh baya umur 60 Tahun yang bekerja dirumah Ratna untuk menjaga dan membersihkan kediaman yang belum ditempatinya.

Sedangkan Tikno suaminya juga menemani bekerja untuk mengurusi halaman luas milih Ratna.

Mirna dan Murni memperhatiakan Lilis dari ujung kaki hingga kepalanya, keduanya bergidik ngeri mendapati wajah menyeramkan itu.

"hehe saya Mirna Bi"
"Saya Murni Bi"
jawab mereka cepat lalu berjalan menjauhinya.

Ratna yang melihat heran kedua putrinya itu bertanya, "Kalian kenapa sayang?"

Hanya menggelengkan kepala dan saling memandang curiga.

Lilis yang mendapati hal itu hanya tertunduk malu dan tersenyum kecil.

"Bu, kami ingin melihat kolam disana ya" ucap Mirna lalu menyeret lengan adiknya meninggalkan Ratna dan Lilis.

"Kakak kenapa sih!?" tanya Murni kesal melihat Mirna menarik paksa lengan kecilnya.

"Husstt! udah kamu diem dulu" bisiknya kecil menjauhi Ibu dan pembantunya sedang berbincang.

Sesampainya di depan kolam ikan, Mirna masih menyelidiki sosok Lilis yang mencurigakan dari jauh.

"Kenapa itu memperkerjakan orang seperti itu ya?" tanya Mirna heran sambil terus mengawasi Lilis yang kadang mencuri pandang kepadanya.

"Bi Lilis maksudmu kak?" tanya Murni polos.
"Iya emang ada siapa lagi sih!" jawab Murni kesal melihat kepolosan muka adiknya.

"Kakak curiga, perasaan Bi Lilis ada maksud tersembunyi deh, apalagi setelah menatap kamu tadi" jelas Mirna
"Kakakkkkkkk ga boleh berpikiran buruk sama orang lain dong" jawab Murni mulai meniru gaya Ibu nya berceramah.

"Aku serius Dek! perasaan kakak ga enak klo lagi ngeliat itu Bi Lilis, apalagi luka bakar di wajahnya bikin kakak ga bisa tidur ngeliatnya, Ih!" Mirna memperagakan mimik lebay ketakutan seperti di film horror komedi.

"Tenang ada Murni Kak, aku bakal jagain kakak dari nenek sihir itu" canda nya membuat Mirna memajukan bibir bawahnya, terlihat makin lucu dengan wajah seperti itu.

"Ehem.." suara batuk mengagetkan Mirna dan Murni.

"Aaaahhhhhhhhhhhhh!!" teriak mereka berhamburan menuju Ibunya.

"Hey apa-apaan sih kalian ini, sudah besar ga malu sama Bi Lilis" tegur Ratna kepada kedua anaknya itu.

"Maaf Non, Mamang mengagetkan ya. maafin Mamang ya" Tikno meminta maaf kepada mereka.

"Ini mang Tikno, Suami Bi Lilis. Kalian bikin kaget aja teriak-teriak" ucap ibu menjelaskan sosok laki-laki yang berdiri disamping Bi Lilis.

Tikno yang berumur 45 Tahun sedikit lebih muda dari Istrinya, berperawakan tinggi dan kurus dengan kumis dan jenggot yang berantakan menghiasi wajahnya.
Terlihat jelas urat disekitar tangan dan kepalanya menandanya Ia seorang pekerja keras dan pemikir yang keras juga.

Lilis yang dari tadi mendengarkan dan memperhatikan kedua anak Ratna, hanya menunduk memainkan ujung bajunya malu,
Dia sadar Mirna dan Murni takut akan bekas luka bakar diwajahnya.
"Dasar Anak sialan, Kalian liat saja nanti" batin Lilis tak terima dengan penghinaan itu.

Tikno yang menyadari gelagat Istrinya, "Yaudah Bu, Non, kami kebelakang dulu ya, panggil kami aja klo butuh sesuatu" lalu berjalan memasuki halaman belakang.

"Bu pokoknya Mirna ga mau tinggal dirumah seram ini" keluhnya kepada Ratna.
"Aku juga Bu! Rumahnya seram yang jaga juga seram" timpal Murni.
"Hussttt kalian siapa yang mengajarkan seperti itu?? ga boleh begitu, Bi Lilis baik kok, lagian luka itu dia dapat ketika menyelamatkan anaknya waktu rumah mereka kebakaran" Jelas Ratna kepada anak-anaknya.

"Trus anaknya mana Bu?" tanya Murni heran.
"Anaknya ga selamat, makanya Bi Lilis stress memikirkan anaknya, klo anaknya masih hidup mungkin dia seumuran sama kalian deh" jawab Ibu membandingakan Anaknya Bi Lilis dengan Mirna dan Murni.

"Buu pulang yaa" rengek Mirna kepada Ibunya.
"Kamu apaan sih Kak, kaya anak kecil aja" omel Ratna.
Murni hanya cekikikan melihat kelakuan Mirna didepannya.


Bersambung..

HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
key.99 dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
06-06-2020 14:32
ceritanya menarik om
numpang titip sendal dulu
murni mirnaemoticon-Peluk lucu juga *salfok
emoticon-Peluk
0 0
0
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
09-06-2020 05:53
Ijin numpang ikut baca, terima kasih
0 0
0
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
09-06-2020 11:04
ayooo dilanjut gan, makin penasaran za gmn si kembar meninggal???
0 0
0
HORROR [Real Story]Kisah Kelam Penjagaku Kuntilanak Kembar
10-06-2020 22:11
Ane selalu suka thread agan..sehat terus gan..semangat
0 0
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
catatan-yang-terbuka
Stories from the Heart
air-mata-hujan
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
B-Log Collections
Stories from the Heart
permintaan-ibu
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia