News
Batal
KATEGORI
link has been copied
364
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecdf93f26377202c006463d/uji-toleransi-agama-kafirfobia-dan-empat-pertanyaan-itu
Dengan cara apa kiranya toleransi agama seseorang dapat diuji? Berthold Damshäuser, pakar isu tema Indonesia dari Universitas Bonn, Jerman berbagi pandangannya atas toleransi beragama. Saya suka memakai “metode” ini: mengajukan empat pertanyaan kepada orang beragama, khususnya kepada mereka yang beragama Abrahamitis, khususnya lagi kepada mereka yang beragama Islam (kebanyakan teman saya yang
Lapor Hansip
27-05-2020 12:23

Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu


Quote:Dengan cara apa kiranya toleransi agama seseorang dapat diuji? Berthold Damshäuser, pakar isu tema Indonesia dari Universitas Bonn, Jerman berbagi pandangannya atas toleransi beragama.

Saya suka memakai “metode” ini: mengajukan empat pertanyaan kepada orang beragama, khususnya kepada mereka yang beragama Abrahamitis, khususnya lagi kepada mereka yang beragama Islam (kebanyakan teman saya yang masih sungguh beragama kebetulan orang Islam).

Keempat pertanyaan itu berbunyi sebagai berikut:
1. Apakah orang Nasrani dan orang Yahudi boleh masuk surga?
2. Apakah orang beragama Hindu, Buddha atau Khonghucu juga boleh masuk surga?
3. Apakah orang ateis boleh masuk surga?
4. Siapa yang lebih disukai Tuhan: Orang beragama yang jahat (misalnya pembunuh
    keji) atau orang ateis yang selalu berbuat baik?

Jawaban yang paling sering saya dengar kira-kira seperti ini: 1) “Boleh, karena Nasrani dan Yahudi percaya kepada Tuhan yang sama; 2) “Rasanya, tidak boleh”;  3) “Tidak boleh”; dan 4) “Hmm, sulit sekali pertanyaannya, tapi yang pasti ateis tidak dicintai Allah”.

Dapat dibayangkan bahwa jawaban atas pertanyaan itu bisa lebih “keras”, bisa lebih bersifat eksklusif, tetapi menurut saya, jawaban seperti yang di atas pun membuktikan bahwa tingkat toleransi penjawab masih jauh dari optimal.

Paling sedikit secara tidak langsung, penjawab tidak menerima kepercayaan yang berbeda, baik kepercayaan mereka yang tidak beragama Abrahamitis dan tidak merupakan Ahlul Kitab alias "Pemilik Kitab Suci" maupun –dan apalagi–  keyakinan mereka yang ateis. Kedua kelompok itu ‘dikafirkan‘, peluang mereka untuk masuk surga dinafikan. Dan sebenarnya juga dijadikan manusia kelas rendah, manusia yang terkutuk masuk neraka, manusia yang tidak dicintai Tuhan.

Belum lama ini “metode uji toleransi” berbentuk empat pertanyaan itu saya terapkan pada seorang tamu lembaga saya, Jurusan Studi Asia Tenggara Universitas Bonn. Tamu yang kami undang untuk berceramah itu adalah seorang ulama Indonesia “moderat” dan simpatis yang banyak memuji toleransi beragama di Indonesia emoticon-Leh Uga dan juga sempat mengeluhkan “islamofobia” atau diskriminasi agama Islam di negara-negara Barat. Reaksinya menarik: Sepertinya ia menyadari “bahaya” dan kepelikan teologis pertanyaan itu, dan memilih menjawab secara  tidak langsung, yaitu: “Sebaiknya semua itu kita serahkan saja kepada Tuhan.”

Saya kecewa, juga sedikit kesal atas jawaban piawai itu. Menyadari bahwa dalam rangka forum tidak mungkin untuk mengajukan pertanyaan lebih lanjut, saya –bukan tanpa ironi– memuji jawaban canggih itu dan mengatakan: “Terima kasih atas  jawaban bagus itu. Ini  berarti bahwa kita semua tak perlu berfobia. Kafirfobia pun tidak perlu.” Lalu, karena duduk dekat dengan tamu ulama itu, saya berdiri dan mengulurkan tangan. Tentu ia terima, dan kami berjabat tangan. Tak ada ironi di situ.

Menyerahkan masalah surga kepada Tuhan, menyerahkan juga perihal kekafiran dan dampaknya kepada Tuhan tentu sikap yang cukup bijaksana. Namun, pertanyaan yang timbul adalah, bagaimana bayangan kita tentang Tuhan, bagaimana citra kita tentang Tuhan. Bagi orang yang yakin bahwa Tuhan lebih mencintai pembunuh yang beragama dibandingkan ateis yang baik budi, Tuhan itu adalah “pribadi” yang mengutamakan kepentingan sendiri, yaitu bahwa manusia percaya kepadaNya. Tuhan demikian cenderung bertindak di Seberang yang Baik dan yang Jahat (meminjam judul karya filosofis Friedrich Nietzsche).

Begitu juga suatu tuhan yang menutup pintu surga bagi mereka yang tidak beragama atau tidak percaya kepadanya. Betapa tak rahim tuhan seperti itu. Dan, dari mereka yang meyakini tuhan seperti itu, toleransi agama tidak dapat terlalu diharapkan.

Sebaliknya, manusia yang meyakini Tuhan yang Maha Pemaaf, Tuhan penuh rahmat, Tuhan yang tidak pernah murka, Tuhan yang tidak menghakimi, dll. bisa diduga memiliki toleransi tinggi terhadap mereka yang beragama atau berkeyakinan berbeda.

Saya sendiri mengharapkan Tuhan demikian, tidak sanggup percaya kepada suatu tuhan yang tidak bersedia mencintai mereka yang tidak percaya kepadanya. Tuhan yang saya harapkan atau percaya itu sangatlah toleran, juga adil, dan sama sekali tidak merasakan kafirfobia.

Tidak jarang Tuhan yang saya percaya itu dilecehkan. Dilecehkan sebagai pemurka, pembalas dendam, dll. Para peleceh itu justru orang beragama, dan lecehan mereka bagi saya lebih pahit dibandingkan ketidakpercayaan kaum ateis yang memang tidak sanggup percaya. Bahkan kitab kudus (Bibel, Perjanjian Lama) mengandung kalimat yang melecehkan citra saya tentang Tuhan.

Paling sedikit saya cukup bingung membaca kalimat yang berbunyi sebagai berikut: Tuhan murka atas segala bangsa, dan hatiNya panas atas segenap tentara mereka. Ia telah mengkhususkan mereka untuk ditumpas  dan menyerahkan mereka untuk dibantai. (Jesaya 34,2) Atau: Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapak  kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. (Keluaran 20, 5).

Tetapi, ya, saya patut toleran terhadap para peleceh ataupun lecehan. Siapa tahu bayangan saya tentang Tuhan salah, hanya berdasarkan citra yang subjektif. Saya juga patut toleran terhadap intoleransi, selama intoleransi itu sekadar perasaan atau keyakinan yang tidak bermuara ke tindakan jahat. Saya juga patut memaafkan mereka yang saya anggap peleceh, karena Tuhan saya adalah Maha Pemaaf.


SUMBER

aneh, kok jawabannya berbelit belit ya
malah sebut surga biarkan tuhan yg menentukan
gw jadi pengen nanya ulama indonesia yg di undang tersebut
mengenai tafsiran
QS. Ali Imran/3: 85

emoticon-Cipok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 15 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 5
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
30-05-2020 17:43
becanda dan menghina itu ada di satu garis yg sama, lebih baik gk usah membicarakan nya itu lebih baik..
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
30-05-2020 17:30
semua agama mengajarkan kebaikan, toleransi adalah ketika u sama w becandain agama dan tak satupun dari kita ngerasa kehina.
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
29-05-2020 01:56
Weeehhh... ngomongin surga..
Mikirin dunia aja dah berat gini...emoticon-Frown

Surga itu bermacam2...
Cam kan itu.....emoticon-Ngacir
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
29-05-2020 00:04
Moo tanya gan kemana tuhan klean saat pandemi gini?
profile-picture
aloha.duarr memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 17:24
Aneh darimananya gan wkek
Kan yaa bener, yg berhak memasukkan seorang hamba ke surga atau neraka kan cuma Tuhan
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 17:10
Surga atau neraka ya seseorang bukan diliat dari agamanya gan kalo menurut ane 🙏, kalo orang beragama tapi kelakuannya nga sesuai agamanya ya sama aja 😁
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 12:35
namanya juga damai
di indonesia rajin mempersulit agama lain, tp selalu kaing2 islamphobia di negara barat
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 11:28
Pusing2 lah, Tuhannya aja ga nongol2
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 10:05
Surga = rumah
Tuhan = pemilik rumah

1 dan 2 , bagaimana jika rumah dari sang pemilik rumah, dianggap rumah milik orang lain?

3. Bagaimana boleh dia masuk ke rumah tsb, sedangkan dia tidak percaya dengan pemilik rumah? Bahkan mereka tidak percaya dengan adanya rumah itu
4. Bagi yg mempunyai hewan peliharaan pasti bisa menjawab pertanyaan ini

0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 09:28
Well..
Gw rasa, gw meletakkan pondasi keberagamaan gw di tempat yg salah.
Gw malah mereduksi ke-Maha Pengampunan Tuhan dengan berpikir bahwa Tuhan hanya akan mengampuni orang yg berhak diampuni. Lalu letak Maha-nya dimana coba? Sama aja kayak gw dong.

Tp klo ditanya, siapa saja yg masuk surga? Pilihan gw sih cuma orang baik dan menjalankan agama secara baik aja.
Kalo sampe ada orang yg menyakiti bahkan membunuh orang lain supaya dia masuk surga, dan dia masuk surga beneran, gw mendingan masuk neraka, bre.
Maksud gw, surga macam apa itu bre?
Pembunuh berkeliaran didalamnya. Mungkin menikmati orgy.
*U know what I mean
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 06:48
kebetulan ane katolik nih, tapi sebenernya jawaban yg ane yakini dari 4 pertanyaan itu :
urusan surga hanya Tuhan yg menentukan.
ane yakin semua manusia yg melakukan kebaikan selama hidup di dunia, apapun agamanya, dia pasti menerima tempat yg terbaik dari Tuhan saat ajalnya. dan itu samasekali bukan urusan manusia utk menghitung amal, menjudge dosa dsb terhadap masing2 manusia.

dan yg suka dilupakan manusia itu, mereka balik nanya, Tuhan yg mana/ Tuhan dari agama mana?
emangnya Tuhan ada berapa? bukankah di Pancasila sudah jelas suatu pengakuan Tuhan secara universal? jadi kalo masih ada kenalan/ temen kita yg sampe skrg masih nanya/ membeda2kan "Tuhan yg mana/ Tuhan agama tertentu" berarti mereka bisa dianggap penentang Pancasila, alias komunis.

nah dari jawaban2 manusia2 di Indonesia atau bahkan dunia, bisa dilihat kan mana manusia yg bisa lebih menghargai hidup dgn menghargai sesama?
sebutlah itu sobat kadrun, atau sobat kolor, atau lainnya,, tidak jaminan pemikiran yg terbuka seperti ini banyak dimiliki mereka.

paling mereka sebut kalo ada yg punya open minded gini : wah lu udah kepengaruh new world order lu!
keliatan siapa yg tolol kan? 😊😉🤫
profile-picture
th3d4rk memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 04:22
Toleransi itu.

Agamaku ... agamaku.
Agamamu ... agamamu.

Selesai.
profile-picture
profile-picture
introvertpsycho dan jangan.lupa memberi reputasi
2 0
2
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 01:14
Jelas lah, g aja bisa jawab koq tanpa ragu(sesuai agama g, kristen).
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
28-05-2020 00:05
menurut gw..sebenarnya menjawab pertanyaan ini ga perlu benar salah, gak perlu mikir karena saking mudahnya.

jika penanya dan penjawab paham makna toleransi. HAHAHAHAH


TOLERANSI (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.’
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
27-05-2020 22:45
Kira2 klo Tuhannya sama, apa surga dan nerakanya lantas sama?
Dan jika Tuhannya beda, apa surga dan nerakanya lantas berbeda?
profile-picture
th3d4rk memberi reputasi
1 0
1
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
27-05-2020 22:17
Dapatkah di katakan seluruh malaikat beragama islam,

dan

Nabi adam di katakan sebagai atheis karena sempat belum mengenal Allah pada saat baru saja di ciptakan

Lalu,

Apakah peristiwa seluruh malaikat yang di perintahkan Allah untuk bersujud pada nabi adam dapat di katakan sebagai gambaran mengenai pihak mana yang lebih disukai oleh Allah

emoticon-Nyepi
profile-picture
th3d4rk memberi reputasi
1 0
1
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
27-05-2020 22:14
yg sy tau semua pd akhirnya nanti akan tetap ke surga..... emoticon-Ngacir
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
27-05-2020 22:12
ane ikutan komen ya.

1. boleh
2. boleh
3. boleh
4. Ini wilayah KeTuhanan. ane kagak bisa jawab.
0 0
0
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
27-05-2020 22:08
1. Apakah orang Nasrani dan orang Yahudi boleh masuk surga?
- Tidak boleh

2. Apakah orang beragama Hindu, Buddha atau Khonghucu juga boleh masuk surga?
- Tidak boleh

3. Apakah orang ateis boleh masuk surga?
- Tidak boleh

4. Siapa yang lebih disukai Tuhan: Orang beragama yang jahat (misalnya pembunuh keji) atau orang ateis yang selalu berbuat baik?
- Kedua nya di sukai Tuhan, yang penting dukung pejabat yang ngomong nya gurih

0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Uji Toleransi Agama, Kafirfobia, dan Empat Pertanyaan itu
27-05-2020 21:46
Keempat pertanyaan itu berbunyi sebagai berikut:
1. Apakah orang Nasrani dan orang Yahudi boleh masuk surga?
2. Apakah orang beragama Hindu, Buddha atau Khonghucu juga boleh masuk surga?
3. Apakah orang ateis boleh masuk surga?
4. Siapa yang lebih disukai Tuhan: Orang beragama yang jahat (misalnya pembunuh
    keji) atau orang ateis yang selalu berbuat baik?

IMHO
1,2,3 jawabannya bisa

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. Q.S. Al-Baqarah:62

“Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi’iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat.” (QS. Al Hajj: 17)

https://www.mui-karimun.or.id/2018/0...quran.html?m=1

4. susah bagi saya mengatakan orang beragama itu jahat KARENA harus kita bedakan antara orang yg punya agama cantuman dengan agama keyakinan, kalo cantuman yg di KTP ya beda dengan agama dalam keyakinan, karena bukti keyakinan AKAN SELALU TAMPAK DALAM KELAKUAN. andaipun seorang ateis mampu mempunyai benteng moralitas etika kemanusiaan dll, saya yakin dia akan ke Islam pada akhirnya kalopun ternyata ada yg menyesatkan dia maka.....

Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabi'in, orang Nasrani, orang Majusi, dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu. Q.S. Al-Hajj:17

jadi penyebutan2 kafir itu menurut saya tidak adil, krn seolah2 islam hny bilang kafir kepada non islam, PERMASALAHAN BESAR, Iblis itu Muslim kok dalam agama Islam lha dia bisa ketemu Allah minta diabadikan, DIKASIH LAGI... tapi dia kafir.. any objection???
Diubah oleh dennyfw
profile-picture
profile-picture
jangan.lupa dan anakjahanam721 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 7 balasan
Memuat data ..
Halaman 1 dari 5
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia