News
Batal
KATEGORI
link has been copied
155
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecc77108d94d00f1028bc81/peraih-nobel-sebut-lockdown-justru-sebabkan-lebih-banyak-kematian
Pernyataan mengejutkan datang dari seorang profesor Universitas Stanford sekaligus mantan pemenang Nobel Kimia, Michael Levitt. Levitt mengklaim bahwa Lockdown atau penguncian wilayah untuk COVID-19 hanya menyebabkan lebih banyak kematian daripada orang yang diselamatkan.
Lapor Hansip
26-05-2020 08:55

Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian

Past Hot Thread
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
Michael Levitt ketika menerima penghargaan Nobel dalam bidang Kimia pada 2013 silam | Nobel Prize

Pernyataan mengejutkan datang dari seorang profesor Universitas Stanford sekaligus mantan pemenang Nobel Kimia, Michael Levitt. Levitt mengklaim bahwa Lockdown atau penguncian wilayah untuk COVID-19 hanya menyebabkan lebih banyak kematian daripada orang yang diselamatkan.

Dilansir dari Daily Mail, Levitt menyatakan bahwa keputusan untuk mengarantina warga dalam ruangan hanyalah sebuah bentuk 'kepanikan' alih-alih berdasarkan ilmu pengetahuan terbaik.

Selain itu, Levitt juga terlihat membantah analisis pemodelan matematika yang sempat dikemukakan oleh salah satu ahli epidemiologi ternama Inggris, Profesor Neil Ferguson. Dalam keketerangannya, Levitt menyebut Ferguson hanya 'melebih-lebihkan' angka kematian karena COVID-19.

Seperti diketahui, Ferguson yang juga sempat menjadi penasihat pemerintah Inggris untuk COVID-19, telah memprediksi bahwa jumlah korban jiwa karena Virus Corona bisa mencapai 500 ribu orang atau 10 hingga 12 kali lipat. Karena analisis Ferguson inilah, pemerintahan Inggris langsung melakukan upaya dratis, yaitu mulai mengunci wilayahnya pada akhir Maret lalu.

"....Saya pikir para pemimpin panik dan orang-orang (juga) panik. Hanya ada sedikit diskusi (tentang penguncian atau Lockdown).

"Saya pikir itu (penguncian) mungkin (justru) telah menelan banyak nyawa. (Lockdown) memang akan menyelamatkan beberapa nyawa dari kecelakaan lalu lintas, dan hal-hal semacam itu. Namun, kerusakan sosial (seperti) kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, alkoholisme menjadi sangat ekstrem.

"Dan kemudian Anda memiliki orang-orang yang belum dirawat karena kondisi lainnya," ucap Levitt yang sempat menuai banjiran pujian lantaran dinilai berhasil memprediksi skala awal pandemi dengan tepat.

Levitt lantas menyarankan bahwa pemerintah Inggris seharusnya hanya perlu mendorong warga untuk mengenakan masker sembari menemukan cara lain untuk terus bekerja sembari terus menjaga jarak sosial atau fisik.

Meski bukan merupakan seorang ahli epidemiologi, tetapi klaim Levitt ini senada dengan laporan dari perusahaan perbankan global asal Amerika Serikat, JP Morgan. Seperti diketahui, terkait dengan Lockdown, ahli strategi sekaligus fisikawan JP Morgan, Marko Kolanovic sempat menyatakan dengan tegas bahwa penguncian sudah gagal mengubah arah pandemi dan sebaliknya hanya 'menghancurkan jutaan mata pencaharian'.

Dalam laporannya, Kolanovic menyebut bahwa pemerintah AS hanya dihantui oleh 'makalah ilmiah yang cacat' untuk memaksakan penguncian yang tidak efisien atau terlambat dan hanya memiliki sedikit efek.

"Meskipun kita sering mendengar bahwa penguncian didorong oleh model ilmiah, dan bahwa ada hubungan yang tepat antara tingkat aktivitas ekonomi dan penyebaran virus - ini tidak didukung dengan data," terang Kolanovic seperti dilansir oleh Express pada 23 Mei lalu.

Kemudian, Kolanovic menjelaskan bahwa tingkat infeksi sejak pencabutan Lockdown justru menunjukkan bahwa virus 'kemungkinan memiliki dinamika sendiri'. Menurut Kolanovic, gerakan penyebaran Virus Corona ini pun dikatakan tidak terkait dengan tindakan kuncian yang diberlakukan secara inkonsisten.

Analisis yang dikemukakan oleh Kolanovic ini memang patut dipertimbangan. Pasalnya, beberapa negara justru dilaporkan mengalami tren penurunan kasus infeksi meski penguncian telah dicabut.

Denmark misalnya, setelah membuka kembali sekolah hingga pusat perbelanjaan, negara ini dilaporkan makin mengalami penurunan tingkat R (jumlah reproduksi untuk menilai kemampuan penyebaran penyakit) untuk COVID-19. Pun, angka R di Jerman juga cenderung stagnan di bawah 1,0 meski penguncian telah dilonggarkan.

"Memang, hampir di mana-mana tingkat infeksi menurun setelah dibuka kembali....Ini berarti bahwa pandemi dan COVID-19 kemungkinan memiliki dinamika (mereka) sendiri yang tidak terkait dengan tindakan penguncian yang sering tidak konsisten seperti yang sedang dilaksanakan (pemerintah AS).

"Fakta bahwa pembukaan kembali tidak mengubah arah pandemi konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa inisiasi kuncian penuh juga tidak akan mengubah arah pandemi," tambah Kolanovic

https://m.akurat.co/id-1124912-read-...anyak-kematian

buzzerp..ayo buzzerp..ni materi bagus utk kalian keluar dari goa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shyesun.pucha dan 34 lainnya memberi reputasi
31
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Post ini telah dihapus oleh KS06
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 08:57
astajem emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
bopaknisme99 dan extreme78 memberi reputasi
1 1
0
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 08:58
Pasti melihat kesuksesan Indonesia dalam penanganan covid 19, pemerintah sudah mengambil langkah tepat tentunya dengan berkaca dari negara lain. Diambil baik dibuang buruknya, jadilah PSBB yg sukses ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mrdreofzhongwen dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Lihat 6 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 08:59
"Analisis yang dikemukakan oleh Kolanovic ini memang patut dipertimbangan. Pasalnya, beberapa negara justru dilaporkan mengalami tren penurunan kasus infeksi meski penguncian telah dicabut."

Lagian dia fokusnya di UK kan omongannya
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 08:59
Peraih nobel bukan peraih sorga


Tolong fedakan ya akhi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yosegratian dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:00
Ya udah tak usah lokdown tapi jgn nynyir kalo ada org dagang di pasar
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1 0
1
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:03
Yg jelas di Indon tu enggak mau lockdown karena negara nggak ada duit anggarannya.

Narasi lockdown makin hancurlah, ekonomi runtuhlah, rakyat susah diaturlah, dan lain-lain itu hanya akal-akalan buzzerRp untuk menutupi Pemerintah yg enggak ada duitnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aprilice dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 18 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:04
calin diserang buzzer balaikota penyembah abud
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:05
Berarti mau nggak mau kita semua harus berkurang usia harapan hidupnya 13 tahun ya. Sudah nasib.

Kalau pernah kena corona dan sembuh, usia harapan hidup nya berkurang 13 tahun, karena banyak organ di tubuh kita yang rusak/cacat.

Seandainya kita umurnya sekarang 20 tahun, yang harusnya kita masih bisa hidup sampai 70 tahun lagi (sampai 90 tahun) dan bisa bermain sama cicit kita, mungkin jadi terpangkas menjadi hanya sampai 57 tahun lagi (sampai 77 tahun). Karena organ dalam tubuh kita kalau sudah rusak sekecil apapun nggak ada sparepart cadangannya, ya cuma tungguin saja sampai rusak total (alias mati).

https://health.detik.com/berita-deti...ingga-13-tahun

Pengalaman, lain kali kalau ada negara dengan informasi tertutup (seperti China) terserang wabah, langsung stop penerbangan luar negeri.
Diubah oleh kampret.strez
profile-picture
profile-picture
profile-picture
koezt001 dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 6 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:07
Kalo menurut gua sih, stratergi Lockdown bisa berhasil, stratergi Herd Immunity juga bisa berhasil.. tergantung masyarakatnya gimana dan kondisi negara gimana.

kalo masyarakatnya patuh dan negara mempunyai dana yang cukup, ya lakukan Lockdown

kalo masyarakatnya bandel, lebih milih sholat id dan belanja di Mall, ya terapkan Herd Immunity

Jadi kalo menerapkan stratergi setengah setengah justru itu yang gak berhasil.
Diubah oleh balado.jengkol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
HeriPenyorz dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 6 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:12
Ane setujulah dgn pak Legit peraih nobel ini..emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andrimardi dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:20
Duta lockdown kadrun pd kemana?..... D india malah yg mati bnyk gara2 kelelahan jalan kaki sm ketabrak mobil


emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 15 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:23
Lockdown kl ga diikuti testing dan penelusuran agresif percuma.
Kelihatan negara yg berhasil lockdown cuma China.
profile-picture
profile-picture
hafido.sudirto dan extreme78 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 5 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:28
Betul kata dokter terawan
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
1 0
1
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:29
Cuma statistik yg bisa dipermainkan.

Apalagi kita juara korupsi ampe terkenal di neraka.
profile-picture
profile-picture
extreme78 dan moto.gp memberi reputasi
2 0
2
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:39
Yg jelas, hadiah nobelnya diperolehnya bukan gara2 dia mempelajari efek lockdown terhadap kejadian wabah..

Bukan jaminan bahwa mentang2 dia peraih nobel lantas pendapatnya ttg sesuatu hal yg bukan di bidangnya lgs dapat diterima begitu saja..

Maksud kematian lebih banyak ini debatabel, klo maksudnya jumlah kematian di dalam lokasi lockdown dibandingkan lokasi yg ga dilockdown dengan asumsi penderita yg lokasinya ga dilokdown bisa keluar daerah dan matinya jadi luar ya jd bener.. Gara2 matinya di luar dia ga masuk itungan kematian di daerah tsb.. Padahal yg jd masalah kan saat keluar itu dia nularin ke daerah laen, dan begitu seterusnya, klo udah gitu, mana kematian yg lebih banyak, di daerah yg dilockdown atau daerah2 yg ga dilockdown?

Ibarat kota A di lockdown, ada kematian di kota A gara2 wabah, dibandingkan kota B tidak dilockdown, penderita ke kota C, wabahlah kota C, trus penderita ke kota D, wabahlah ke kota C, sehingga ada kematian di Kota B, C dan D. Mana yg lebih banyak kematiannya yg di kota A doank ato yg di kota B + C + D?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
senwret10 dan 5 lainnya memberi reputasi
4 2
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:42
itu kan pemikiran anda. emang nya virus itu kelihatan ? peraih nobel berunsur politik bukan karena skill. anda contoh jerman, nanti kita lihat dibulan september pada saat musim dingin, apa yang terjadi sama eropa. menurut teori virus itu akan aktif bila dingin.
0 0
0
Lihat 17 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 09:45
Setujuh kagak usah lockdont2an....!
Normal Wae... Tapi Pake Masker kemana2....! Wis!
emoticon-Travelleremoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
vlad.eisenhauer dan wolfzmus memberi reputasi
2 0
2
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 10:17
kalau negara loyo dgn kumpulan warga masyarakat yg paok lebih baik jangan coba lockdown

yg mampu lockdown sukses cuma negara hebat dgn warga masyarakat yg otakya tdk paok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Akong.Jiugui dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Peraih Nobel Sebut Lockdown Justru Sebabkan Lebih Banyak Kematian
26-05-2020 10:30
Mau gmn caranya juga bnyk yg mati
Cmn perlahan atau langsung melonjak

Tp org2 senengnya pelan2, biar ga ada histeria massa
0 0
0
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia