Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
560
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb99daffacb9518632df452/horror-real-story-ketika-tangisan-ibuku-menjadi-kematian-mereka
Quote:Keluarga, menurut gue adalah sekelompok orang yang tinggal bersama, mempunyai struktur peran dan jabatan masing masing, ayah, ibu, kakak dan adik. mempunyai visi dan misi yang sama, saling ketergantungan, saling mengisi, walau kadang ga semudah yang kita pikirkan.
Lapor Hansip
12-05-2020 01:47

HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka

Past Hot Thread
icon-verified-thread
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka

Quote:Keluarga, menurut gue adalah sekelompok orang yang tinggal bersama, mempunyai struktur peran dan jabatan masing masing, ayah, ibu, kakak dan adik.
mempunyai visi dan misi yang sama, saling ketergantungan, saling mengisi, walau kadang ga semudah yang kita pikirkan.


Keluarga Kecil


Quote:Berbahagialah kalian yang lahir dari keluarga yang harmonis, dipenuhi kebahagiaan, canda tawa, dan kadang suka duka kalian lalui bersama sama, saling menguatkan satu dengan yang lainnya.
Bersyukurlah kalian, karena belom tentu orang lain mendapatkan sebuah keluarga seperti itu.


Keluargaku, Neraka Bagiku

Mulustrasi Bree


Quote:”plakkk..”suara tamparan keras malam itu.
“ampun pah, maafin mama, aku bener-bener minta maaf..” terdengar suara ibu memohon. “diam kamu!! plakk..” lagi lagi ayah menampar ibu.

malam itu udah kesekian kalinya gue denger bapak gue mukulin ibu gue, ya itu udh biasa gue denger.
mereka sering bertengkar, mulai dari hal yang sepele hingga hal hal besar lainnya.

makin hari makin benci sama keadaan gue yang seperti ini, “kapan gue bisa punya keluarga kayak si wisnu, bapak ibu nya baik, ga pernah gue denger mereka ribut kayak keluarga gue, keluarga mereka penuh dengan kasih sayang, biarpun wisnu bikin salah, mereka gak pernah ngebentak apa lagi mukul si wisnu, gak kaya keluarga gue, Bngst!” cerocos gue dalem hati.

Ga lama pintu kamar gue kebuka, ibu gue dateng sambil nangis, gue liat matanya bengkak sebelah seperti habis dipukuli, bibirnya terluka dan pipinya nampak memar.

“babang belom tidur?”tanyanya, gue cuma liatin ibu gue.
“maafin mama ya bang, mama salah, mama ga bisa ngurusin babang, sampe babang kayak gini” ga lama dia peluk gue.

sebenarnya hari ini gue habis dari rumah wisnu, dia ajak gue sama adek gue berenang dirumahnya, pakai kolam renang karet yang habis dia dapat dari ibunya sebagai hadiah ulang tahun.

gue udah nolak ajakan wisnu berkali-kali, karna gue tau ibu ngelarang gue dan adek gue bermain keluar rumah.
tapi wisnu dan ibunya terus memaksa kami, adek gue juga memohon agar diizinkan, terlihat dimatanya dia pengen ikut berenang dirumah wisnu.

akhirnya, selesai berenang kamipun harus pasrah ibu memukuli kami dengan gesper hari itu. “ampun ma, iya ma kita ga akan ngulangin lagi..” cuma itu yang bisa gue dan adek gue ucapin berharap agar ibu berhenti memukuli kami.

“samanya lo kayak bapak lo, benci gue liat lo berdua” ucap ibu kepada kami, kata kata itu sering kali gue denger klo ibu lagi mukulin gue ataupun adek gue.

mungkin ibu benci sama ayah, dia dendam atau dia sakit hati sehingga kami harus jadi pelampiasan kemarahan ibu.
ga sengaja bapak liat memar biru luka bekas pukulan gesper tadi sore, lalu bertengkarlah mereka seperti yang terjadi sekarang ini.

gue ga tau harus respon gimana, gue udh sering banget denger ibu minta maaf sama gue, tapi lagi-lagi dia ngulangin perbuatan itu, gue dipukulin lagi dan lagi.

“udah habis air mata gue, ga tau ini rasa sayang apa benci yang ada dihati gue.
gue ga bisa lagi ngerasain sakit ataupun sedih liat ibu gue kaya gini” bisik gue didalem hati.
“babang ga marah kan sama mama? mama sebenernya sayang bang sama kamu” ucapnya lagi.

gue ga jawab pertanyaan ibu, gue coba lepasin pelukan ibu dari badan gue, lalu membalikkan badan dan mencoba untuk tidur malam itu.
mungkin ibu tau klo gue masih marah gara gara kejadian tadi sore, ibupun keluar dari kamar gue.

“gue benci sama ibu” cuma itu yang keluar dari mulut gue.

esok harinya, bapak gue udh ga ada dirumah, seperti biasa dia berangkat pagi pagi buta dan pulang malam hari kadang menjelang hampir pagi dia baru pulang, maklum bapak kerja di pemerintahan, dan punya tanggung jawab yang menyita banyak waktunya, jadi dia kurang begitu ngasih perhatian ke gue ataupun adek gue.

ibu gue seharian cuma dirumah, ga kerja karna dilarang ayah, jadi kesibukannya hanya mengurus kami dari bangun tidur sampai kami mau tidur kembali.
itupun klo suasana hatinya lagi baik, klo habis dimarahi dan dipukuli ayah, ibu seharian dikamar tidak mengurus kami.

kami juga dilarang main keluar rumah, ga boleh bawa teman main didalam rumah, kami hanya boleh main berdua dirumah, gue dan adik gue saja.
pernah gue coba buat bertanya alasan kami ga diperbolehkan main diluar rumah, ibu cuma menjawab dengan pukulan dan siksaan lainnya.

keluarga ini seperti neraka, selalu dipenuhi siksaan dan ucapan kasar, menjadi pemandangan dan makanan sehari hari gue.
sampe akhirnya kekerasan itu terekam di pikiran gue.
dan gue lampiasin ke adek gue satu-satunya yang gue sayang.

akhirnya hubungan kami semua hambar, cuek, tidak peduli satu dengan lainnya, dipenuhi ketakutan dan trauma yang mendalam..

gue jadi sering bengong sendiri, berpikir dan bermain dengan teman imajinasi gue.
adek gue pun gitu, gue udah ga peduli dengannya dan dia pun sibuk dengan dunianya sendiri.
ga ada lagi perhatian, kasih sayang dan cinta didalam keluarga ini.

sampai pada suatu hari, ketika bapak dan ibu bertengkar hebat, ibu mempunyai ide untuk membawa kami semua pergi meninggalkan bapak.

entah itu ide baik atau tidak, tapi mulai dari sini, rasa benci dan dendam untuk menyakiti adalah hal yang paling gue cintai dan impi-impikan.

Quote:
Mulustrasi Bree
Karna kekerasan akan menimbulkan trauma dan membangun kekerasan yang lainnya.



Ratenya GanSis

Selamat Membaca
Penulis : Prince’s 2011-2020@Kaskus
Ilustrasi : Google

Klik disini Gan/Sis Untuk Support dan Donasi

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

UPDATE BERJALAN..


Bersambung

HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
Diubah oleh princebanditt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
parabola.cs dan 121 lainnya memberi reputasi
122
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 16
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 01:48
Premium, Solar, Minyak, Pertamax
ane borong semua bree emoticon-Cool

NOTE :
Setiap hari ane update satu part ya


HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
Diubah oleh princebanditt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
key.99 dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 03:35
emmmmm...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
old.archive dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 4 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 06:13
Update terus gan, sehari 2x.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bumibulat123 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 3 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 13:54
kayaknya seru nih..
asal nggak kentang aja..
emoticon-Keep Posting Gan
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 15:28
gan jual bakso tetelan ga?
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 16:24
lha makan bakso tetelan sambil baca kan enak gan
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 18:00

BAB I HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka

Quote:
Mulustrasi Bre


Quote:ketika itu dimalam hari, gue nunggiin ayah pulang kerja, ada sesuatu yang gue mau omongin sama ayah.
“ayah, aku mau sepeda dong, pengen bisa naik sepeda deh kaya wisnu yah” dengan muka memelas berharap ayah bakal beliin sepeda dan ngajarin gue naik sepeda pastinya.
“iyaa bang, besok ya ayah beliin sepeda, emang kamu udh bisa naik sepeda?” tanyanya sambil mengusap lembut pala gue,
“hehe belom bisa yah, sekalian ayah ajarin ya yah” jawab gue sambil malu malu.
“hmm ayah kira kamu udh bisa naik sepeda, iya nanti ayah ajarin ya klo ayah libur kerja”jawabnya kembali
“makasi yah” sambil gue peluk ayah gue.

sebenernya ayah ga kasar kaya ibu gue, ga pernah dia mukul atau apapun yang bikin gue sakit hati, ga kaya ibu gue.
ayah kebalikan dari ibu, hanya aja waktu ayah sedikit buat gue dan ade gue, untungnya ada kakek gue yang bisa gantiin ayah.

kakek orangnya pendiem, ga banyak ngomong sekalinya ngomong suaranya kecil banget, jadi gue harus duduk deket banget sama kakek klo dia lagi ngomong sama gue, rumah kakek juga ga begitu jauh dari rumah gue, kadang klo gue udh ga kuat sama kelakuan ibu gue, ya gue bakalan kabur kerumah kakek gue.

rumah kakek juga sering didatengin banyak orang, ada yang dari deket daerah tempat gue tinggal, aja juga yang dateng dari luar daerah, luar pulau gitu.
pernah gue tanya sama ayah gue, “yah kok kakek banyak temennya dateng kerumah ya?
ayah cuma jawab “iya itu pasiennya kakek, mereka lagi pada berobat sama kakek”
“emang kakek dokter yah? kok berobat ga dipuskesmas aja? tanya gue lagi
ayah gue cuma bilang, “iya kakek kamu itu dokter” sambil tersenyum sama gue.

oh iya kakek gue orang jawa asli, dia juga seorang kejawen.
ayah gue juga anak pertama dan cowo satu-satunya dari lima bersaudara sisanya cewe semua.
entah turun dari kakek atau gimana, mau ayah ataupun adek adeknya semua memiliki mata yang tajam, mereka semua bisa liat mahluk halus gitu.

nah sedangkan ibu gue, orang berawi asli.
logat dan bahasanya ya gitu, bersuara keras biarpun dia seorang perempuan, ibu anak ke 12 dari 13 bersaudara.
ga ada yang spesial dari keluarganya ibu, karna tinggal jauh semua dari kami.

keluarga ibu gue keliatan sombong semua, mungkin karena mereka hidup dikota besar dijakarta, dari muka, gaya bicara, bahasanyapun sudah menunjukan mereka orang-orang sombong.

gue cuma kenal sama beberapa orang aja, sisanya gue ga kenal dan ga mau tau juga, ga penting menurut gue.

pernah waktu itu ayah dan ibu bertengkar, kakek coba pisahin ayah dan ibu, lalu ga sengaja ayah mendorong kakek hingga kakeknya terbentur tembok, dan itu bukan pertama kalinya, gue sempet lihat beberapa kali.
disitu ayah panik minta maaf dan mengangkat kakek dibawa ke bangku rumah kami.

sebenernya kakek jarang ikut campur, kakek cuma menasehati ibu dan ayah agar tidak bertengkar didepan gue.
ibu merasa kakek terlalu membela ayah, padahal menurut gue kakek itu ngebela ibu, tapi ya gue cuma anak kecil mungkin gue belom tau mana bener mana salah.

hari itu, permintaan sepeda itu, jadi permintaan terakhir gue ke ayah, gue ga pernah ketemu ayah lagi sampe sekarang diumur gue yang udah masuk ke 28 Tahun.

besoknya ketika ayah sudah berangkat bekerja, ibu ajak gue pergi, ibu bilang pengen main kerumah kakaknya di jakarta.
ibu ga bawa barang banyak cuma sekedarnya aja, dan gue juga ga liat adek gue, ibu bilang adek gue dititipin dirumah saudara gue soalnya masih kecil susah dibawa jalan jauh-jauh
begitu alesan ibu gue.

karna gue masih kecil juga jadinya gue ga banyak tanya, gue cuma bisa melongo dan ikut ibu gue, gue cuma takut klo gue banyak nanya nanti gue dipukulin dia lagi.


Bersambung Bree

HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
Diubah oleh princebanditt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
papahmuda099 dan 16 lainnya memberi reputasi
16 1
15
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 7 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
12-05-2020 21:04
Mantap.. lanjut gan..
emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
13-05-2020 02:35
cerita baru lagi....semangat gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
firearm90 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
13-05-2020 11:51
gw dateng kesini emoticon-Ngakak (S)
lanjutken gan emoticon-Embarrassment
Diubah oleh Winterfall
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
13-05-2020 12:34
Knapa ceritanya sll mengandung bawang ga???




Apak krn q ud emak2 jdi brasa baper inget wktu marahin anak2 😐😐😐
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
13-05-2020 18:05
Quote:Original Posted By Mbahjoyo911
Mantap.. lanjut gan..
emoticon-Cendol Gan

makasi banyak udh mau mampir ya gan emoticon-Toast

Quote:Original Posted By no_doubt
cerita baru lagi....semangat gan

hehe iyaa yang itu udh mau selesai gan, sedih ninggalin trit itu emoticon-Turut Berduka

Quote:Original Posted By Winterfall
gw dateng kesini emoticon-Ngakak (S)
lanjutken gan emoticon-Embarrassment

hehehe makasi banget udh support tulisan ane ya gan
agan dateng sama dengan support ane emoticon-Toast emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
old.archive dan Mbahjoyo911 memberi reputasi
2 0
2
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
13-05-2020 20:20

BAB II HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka

Mulustrasi Bree


Quote:Akhirnya pada hari itu kami pergi meninggalkan rumah.
gue tinggalin mereka dan ga ngucapin apapun ke kakek, nenek, ayah dan adek gue.

siapa yang ga sedih ninggalin orang yang sayang banget sama gue, yang bisa penuhin apa mau gue, yang selalu tersenyum dan ngusap lembut kepala gue sewaktu gue meminta atau bertanya tentang sesuatu.

biar mereka cuma punya sedikit waktu buat gue, seenggaknya gue punya keluarga yang LENGKAP.

karna keterbatasan gue saat itu, gue ga bisa berbuat apapun, gue cuma tau ibu gue ngajak gue jalan-jalan dan akhirnya gue pulang lagi kerumah, tapi itu cuma pemikiran seorang anak kecil.

kenyataan pahitnya gue pergi dan ga pernah kembali kerumah itu.

ditengah perjalanan didalam bus antar kota antar provinsi, ibu mencoba berbincang sama gue.
“bang, sayang kan sama ibu?”tanyanya menatap dan ngusap kepala gue.
“iya bu” jawab gue takut.
“klo nanti babang tinggal sama ibu aja berdua gpp kan?” ucap ibu.
“nanti ayah sama adek gimana bu? kok kita ga tinggal sama ayah aja” jawab gue sambil liatin ibu.
“ayah kan harus kerja, nanti klo ga kerja ga bisa beliin kamu sepeda kan?” kata ibu sambil membuang pandangannya dari gue, lalu melihat keluar jendela.
“trus adek gimana bu? nanti kesepian ga ada aku” tanya gue lagi, sambil terus melihat ibu.
“nanti ade dianterin kakek nyamperin kita sayang, yaudh kamu tidur ya bang, masih lama loh nyampenya, sini tidur sama ibu” jawabnya lagi, sambil menarik gue biar tidur dipangkuan ibu, dan mengakhiri obrolan kita.


Quote:setelah beberapa hari, sempat kami berhenti untuk sekedar makan dan ke toilet, lalu melanjutkan perjalanan lagi.
akhirnya sampai ditujuan kami.

kami sampai di kota jakarta, berbeda banget sama daerah yang gue tinggalin, disana rumah-rumah masih sangat sedikit, kendaraan hanya beberapa, itupun cuma orang yang rumahnya besar yang punya kendaraan seperti wisnu.
orangpun ga terlalu banyak.

dijakarta banyak sekali orang-orang lewat, kendaraan juga sama, rumah apalagi.
hampir berdekatan satu dengan yang lainnya.

kamipun melanjutkan perjalanan, ibu bilang kami akan mengunjungi tempat kakaknya ibu, didaerah Kemayoran, Jakarta Pusat.

gue liat ibu juga agak bingung, sempet dia bertanya alamat yang dipegangnya kepada supir yang mengemudikan kendaraannya, lalu orang orang diperjalanan yang kami temui.

setelah beberapa kali naik turun kendaraan kamipun sampai didepan rumah sesuai dengan alamat yang dipegang ibu.
rumahnya tidak terlalu besar, banyak pepohonan dan sebuah kolam kecil disana, ga terlalu beda sama rumah gue, lebih luasan rumah gue dari pada rumah ini menurut gue.

“assalamualaikum” sapa ibu sambil mengetok pintu rumah tersebut
“assalamualaikum, kak”, kamipun menunggu jawaban dari pemilik rumah.
ga lama gue liat pintu itu terbuka, “waalaikum salam, eh kamu dek, duh kakak kira kamu nyasar, habis belom pernah kejakarta kan” jawabnya ke ibu gue.
“hehe iya kak, tadi rini sempet nanya-nanya sih, untung nyampe kesini kak” jawab ibu gue.
“ini aryo ya dek? udh gede ya kamu sekarang” sapanya sambil menatap gue.
“iya kak ini aryo, bang ayo dong salim dulu sama uwa kamu” ibu menyuruh gue buat salaman.
“hehe iya wa” lalu gue salim sama kakaknya ibu gue.

lalu kami dipersilakan masuk kerumahnya,
“abang.. kakak.. ada tante rini nih, salim dulu sini” jawab kakaknya ibu gue ke anak-anaknya.

gue liat mereka salim sama ibu gue, mereka melihat gue sekilas lalu mereka kembali kedepan TV.
keliatan mereka ga terlalu suka ngeliat gue, “yo kamu main ya sama mereka, itu kakak anggi, nah yang satu lagi abang yoga, main bareng bareng ya, ga boleh berantem.” jawabnya sambil nyuruh gue ikut duduk didepan TV bareng mereka.

gue akhirnya duduk dekat mereka, mereka tetap cuek dan terus menatap TV yang mereka tonton.
gue bingung sendiri karna baru kali ini gue ketemu mereka, dan gue ga kenal juga, akhirnya gue duduk dipojokan ruang tamu sambil ikut menonton dari jauh.

gue sempet ngeliat juga ibu ngobrol sama kakaknya, ibu ngomong sambil nangis, ga tau apa yang mereka bicarakan.
beberapa kali uwa gue coba menenangkan ibu yang menangis.

jam dirumah itu terasa sangat lama, gue juga ngerasa ga nyaman dirumah itu, gue sedih kepikiran ayah dan adek gue, kepikiran kakek gue, “kalo dirumah adek gue pasti lagi main boneka jeleknya” bisik gue dalem hati coba mengingat suasana dirumah.


Quote:malam itu kami menginap dirumah uwa gue, kurang lebih selama satu minggu.
biarpun dirumah kakaknya, ibu tetap tidak berubah, dia masih sering pukuli dan marahi gue.
padahal gue cuma mainin maenan punya anaknya kakak gue, emang gue ga bilang langsung, tapi itu cuma mainan mobil kecil doang, gue harus nahan malu dipukulin ibu gue didepan uwa dan anak anaknya.

pernah gue denger ibu gue dimarahin sama uwa gue “sama anak jangan kaya begitu dek, ini anak kamu loh, kasihan nanti gedenya dia bisa dendam sama kamu dek” kata uwa gue.
“abis rini benci kak, klo liat aryo, rini suka inget sama ayahnya” jawab ibu gue.

“itu kan ayahnya, ini anaknya dek, dia juga masih kecil ga tau apa-apa, ga boleh disamain” kata dia.
dan ibu gue cuma diam ga jawab sama sekali.


Bersambung Bree

HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
Diubah oleh princebanditt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
papahmuda099 dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
13-05-2020 22:57
hehehe.. gan.. saya tetap jadi pembaca setia tulisan agan.. jgn lama2 update ya.
takut saya lupa jalan critanya... hehehe..

semangat agan...
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
14-05-2020 05:24
enjut gan
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
14-05-2020 19:01
Lanjutken gan.. Jangan sampai ada kentang diantara kita..
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 2 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
14-05-2020 21:42
Real apa fiksi bre? Nitip sendal bre.. Lanjutkan jangan ada kentang diantara kita

emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
14-05-2020 22:18
lanjuttt
profile-picture
profile-picture
old.archive dan princebanditt memberi reputasi
2 0
2
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
14-05-2020 22:36
congratz ya Gan.. HT..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bumibulat123 dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
HORROR [Real Story] Ketika Tangisan Ibuku, Menjadi Kematian Mereka
14-05-2020 23:36
Quote:Original Posted By ronyalka
hehehe.. gan.. saya tetap jadi pembaca setia tulisan agan.. jgn lama2 update ya.
takut saya lupa jalan critanya... hehehe..
semangat agan...


Terima kasih gan, malem ini ane update emoticon-Toast

Quote:Original Posted By aan1984
enjut gan

eh ada agan lagi, siap gan ane update 1 part perhari yaa

Quote:Original Posted By queensaiful
lanjuttt


gaspoll rem blong gan, makasi udh mampir emoticon-Betty

Quote:Original Posted By aryanti.story
congratz ya Gan.. HT..


iya alhamdulillah nih garagara kamu jadi masuk HT yang ke II emoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan old.archive memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 16
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
rumah-di-gang-buntu
Stories from the Heart
air-mata-sang-kupu-kupu-malam
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
apakah-ini-cinta
B-Log Collections
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia