News
Batal
KATEGORI
link has been copied
76
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8e6715c8393a6def6ce6e2/fakta-pahit-di-balik-tingginya-rasio-kematian-corona-indonesia
Indonesia memiliki tingkat kematian COVID-19 tertinggi kelima di seluruh dunia. Apakah ini jadi bom waktu virus corona yang akan meledak tak lama lagi? Jika melihat pengalaman dua pasien acak, diperlukan dua minggu atau lebih bagi sistem kesehatan Indonesia untuk mengkonfirmasi kasus virus corona. Itu adalah salah satu kemungkinan alasan mengapa bangsa ini tampaknya memiliki tingkat kematian tert
Lapor Hansip
09-04-2020 07:06

Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia

Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia

Indonesia memiliki tingkat kematian COVID-19 tertinggi kelima di seluruh dunia. Apakah ini jadi bom waktu virus corona yang akan meledak tak lama lagi?

Jika melihat pengalaman dua pasien acak, diperlukan dua minggu atau lebih bagi sistem kesehatan Indonesia untuk mengkonfirmasi kasus virus corona. Itu adalah salah satu kemungkinan alasan mengapa bangsa ini tampaknya memiliki tingkat kematian tertinggi di Asia Tenggara dan salah satu yang tertinggi di seluruh dunia, menurut John McBeth dalam tulisannya di Asia Times.

Secara sederhana, rasio itu berasal dari angka kematian resmi (209) per 6 April dibanding jumlah kasus yang dikonfirmasi (2.491). Namun, jika jumlah sebenarnya infeksi berada pada tingkat 40.000-50.000, seperti pemodelan yang dibuat oleh beberapa lembaga seperti London School of Hygiene & Tropical Medicine, maka rasionya tidak begitu tinggi.

Menurut Statista, setelah berada di peringkat ketiga global minggu lalu, tingkat kematian Indonesia saat ini (8,7 persen) menempati peringkat kelima di dunia di belakang Italia (12,3 persen), Aljazair (11,5 persen), Inggris (10,3 persen), Belanda (9,8), dan Spanyol (9,6 persen).

Meski penelitian awal China menunjukkan butuh waktu rata-rata 14 hari dari gejala pertama sampai kematian, terutama bagi mereka yang memiliki komplikasi kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini belum memperbarui perkiraan terakhir tingkat kematian global rata-rata 3,4  persen pada awal Maret.

Di tengah semua ketidakpastian statistik ini, rakyat Indonesia dibiarkan terus berspekulasi apakah bom waktu virus corona akan segera meledak di negara ini, dan berapa lama mereka harus menunggu sebelum pandemi ini mencapai puncak mematikannya.



Kementerian Kesehatan mengkonfirmasi 218 kasus virus corona baru pada 6 April, lonjakan harian terbesar sejak kasus pertama diumumkan sebulan yang lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, minggu lalu merilis data yang menunjukkan 400 orang yang diduga korban virus corona telah dikubur di Jakarta saja sejauh ini, dibandingkan dengan jumlah kematian resmi ibu kota itu, 90 orang.



Meski laporan berita telah mencatat lonjakan signifikan angka pemakaman keseluruhan di ibu kota bulan lalu dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, mayoritas korban tidak dikonfirmasi merupakan kasus COVID-19 dan otopsi seperti biasa tidak dilakukan.



Orang Indonesia yang lebih tua, yang memiliki kebiasaan merokok, pola makan yang buruk, apalagi memiliki riwayat stroke, penyakit jantung, dan diabetes, sangat rentan terhadap COVID-19.



Itu semua ditambah dengan udara Jakarta yang tercemar juga telah menjadi penyebab umum penyakit pernapasan akut yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tuberkulosis, influenza, asma, dan penyakit lain yang terkait paru-paru telah merenggut 285.000 nyawa di seluruh Indonesia pada 2017.



Greenpeace Indonesia memperkirakan sekitar 7.400 warga Jakarta meninggal setiap tahun akibat efek PM2.5 (partikel-partikel kecil yang digunakan untuk mengukur tingkat polusi). Di 16 dari 44 kecamatan di ibu kota, infeksi pernafasan adalah penyebab utama penyakit yang diderita warga.



Ketika pemerintah ragu-ragu tentang cara menghentikan penyebaran virus dari Jakarta, serta berupaya mengeluarkan dana darurat untuk perawatan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan program penyelamatan bisnis, sistem kesehatan menderita.



Contohnya Achmad (bukan nama sebenarnya), seorang warga Jakarta Selatan yang pergi ke salah satu dari delapan rumah sakit milik negara yang ditunjuk untuk menguji virus corona pada 27 Maret karena ia menderita batuk pilek dan kering.

Setelah menunggu lebih dari lima jam, ia menjalani tes darah dan rontgen dada, dan disuruh pulang dan kembali keesokan harinya untuk mengambil hasilnya. Besoknya, ia menunggu empat jam lagi di tengah kerumunan ratusan orang sebelum dokter meresepkannya antibiotik.



Selanjutnya, dia disuruh mengisolasi diri selama empat hari, setelah itu dia akan ditelepon untuk menjalani rapid test COVID-19. Namun, ia tak pernah ditelepon.

Pada titik itu, seorang pasien yang berpenghasilan pas-pasan mungkin sudah menyerah, apalagi mengingat sebagian besar orang Indonesia takut pada dokter.

Pasien wanita lain menghabiskan dua minggu keluar-masuk tiga rumah sakit tanpa dites. Di rumah sakit keempat, hasil rapid test-nya negatif. Kemudian tiga hari kemudian, tes swab PCR-nya menyatakan ia positif terinfeksi virus tersebut.


Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mengatakan pada 2 April, dari 15.000 orang yang menjalani rapid test, hanya 677 orang yang positif terinfeksi. Namun di Jakarta, 30 persen dari 7.986 orang yang dites menderita penyakit ini.

Pemerintah telah mendistribusikan 400.000 alat rapid test, tetapi tes positif apa pun dari metode itu tidak termasuk dalam pembaruan harian pemerintah untuk kasus yang dikonfirmasi. Sejauh ini, menurut laporan berita, hanya ada 8.000 tes PCR secara nasional.

Menjelang musim mudik Lebaran, pemerintah awalnya menunjukkan ia akan melarang mudik, namun kemudian Presiden Joko Widodo mengatakan ia tidak akan berusaha mencegah mudik.

Pemerintah telah mencari cara untuk menghentikan penyebaran COVID-19 ke desa-desa tujuan pemudik, tetapi ketika Kabinet mengadakan konferensi video pada tanggal 2 April, presiden dengan blak-blakan mengatakan kepada menterinya: “Kita tidak bisa menghentikan mudik.”

Alih-alih, dia ingin pemerintah daerah memastikan para pelancong bisa mandiri saat mereka mencapai tujuan mereka, tetapi itu sama mustahilnya dengan mencoba menghentikan mereka pulang mudik.

Pejabat senior pemerintah, termasuk Menteri Koordinator Maritim Luhut Panjaitan dan Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo, mengatakan mereka khawatir mudik akan menjadi awal dari bencana jika tetap dilakukan seperti biasa.

Para pejabat tidak dapat menjelaskan langkah presiden tersebut, tetapi seperti yang dikatakan oleh salah satu narasumber kepada Asia Times, “Ada sesuatu yang hilang saat konferensi video itu. Kita tidak bisa membaca bahasa tubuh presiden. Tiba-tiba seperti ada jarak di antara kami.”

Seperti yang ditekankan John McBeth, yang dapat dilakukan oleh pemerintah sekarang adalah meminta warga Jakarta untuk berpikir ulang sebelum mudik ke kampung halaman menggunakan bis dan kereta api yang penuh dengan orang-orang dan rentan menjadi pusat penyebaran virus.

Sumber: Sumber



Mudah-mudahan cepat kelar deh corona... sedih & takut banyak yang meninggalnya ga bisa dikuburin dengan prosesi yang wajar.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:09
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaldi.sarpin dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:12
selagi banyak manusia bebal, wabah ini ga akan selesai sampai kapanpun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nichodoankk dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:16
dari awal yg anggap remeh neh virus siapa?

makan nasi kucing, doa qunut, ngasih duit buat buzzer, bikin formula e, iklim panas
noh brazil kurang panas apalagi

gini amat kualitas pejabat yg di bayar pake duit rakyat
Diubah oleh chisaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
joscelin17 dan 10 lainnya memberi reputasi
11 0
11
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:19
yg positif di daftar masih yg tes swab.. klo nnt yg rapid test udah pada swab baru keliatan kecil..
bandingin aja d jabar rapid test terdeteksi udah 800an.. sedangkan yg swab itu masih lebih kecil...
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:21
Udah bray, daripada bingung baca
Mending ikuti aja SOP nastak cebong dungu,
Positif dan angka kematian tinggi,
kalo di jakarta auto salah anies,
Kalo luar jakarta salah warganya sendiri karena tidak disiplin.

Pusat sedang fokus mikir pasal penghinaan,
Omnibus, bebasin napi, sama pindah ibu kota,

emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hendru8 dan 15 lainnya memberi reputasi
16 0
16
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:31
Belum lagi warga yang mengalami gejala korona tapi enggan melapor dan periksa ke rumah sakit. Yang akhirnya meninggal namun tak pernah dicatat sebagai kematian akibat korona jika ternyata positif . Dan data antar pihak yang tak sesuai satu sama lain yang juga tak sesuai dengan kondisi real di lapangan. Ini salah satu sebab wabah korona di Indonesia bagai fenomena gunung es.
Diubah oleh introvertpsycho
profile-picture
profile-picture
ATR42 dan 54m5u4d183 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:38
tingginya angka kematian itu semu di sini karena jumlah pemeriksaan yang kecil. harus ada pemeriksaan massal dengan bantuan rapid test, yang positif langsung PCR. pastikan pemerintah beli sendiri ke sumbernya jangan via BUMN apalagi swasta. harga di sana cuma USD 1/test, sampai ke sini paling murah Rp 100 ribu/test.
profile-picture
profile-picture
viniest dan andanlandung memberi reputasi
2 0
2
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:51
Tingkat kematian itu didapat dari perhitungan dengan variabel data yg meninggal dan data yg terpapar..

Data yang terpapar emang valid?

Kalau data yg meninggal ane yakin mendekati real..

Dah gitu aja.. emoticon-shakehand
profile-picture
Zekrom26 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:51
Quote:Original Posted By chisaa
dari awal yg anggap remeh neh virus siapa?

makan nasi kucing, doa qunut, ngasih duit buat buzzer, bikin formula e, iklim panas
noh brazil kurang panas apalagi

gini amat kualitas pejabat yg di bayar pake duit rakyat


Pikirnya semua negara eropa itu dingin semua. Padahal Italia dgn korban terbesar iklimnya iklim kawasan meduterania alias panas, gak pernah ada salju kecuali di bagian utara perbatasan dgn pegunungan alpen. Benar yg dikatakan pepatah, bodoh itu dosa yg mematikan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:56
Quote:Original Posted By fr91
Trump : Bagaimana bisa Negara anda sangat sedikit yang positif corona?

Jokewi : Lu sih begok , tinggal tes nya di dikitin kan nanti hasilnya juga dikit emoticon-Ngacir


emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
ursa.minor dan deeniiswandi memberi reputasi
2 0
2
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 07:58
Seleksi alam vos
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 08:14
yang ane heran ya...amerika , italia, inggris yang penduduknya lebih sedikit, lebih bersih, peralatan kedokteran lebih maju, SDM lebih maju dan bersih...kok bisa banyak banget ya ...korban yang kena dan Meninggal..tapi diindonesia kok sedikit ya?apakah yang ditest dikit?tapi di amrik yang meninggal perhari bisa ribuan....apakah ini nunggu waktu atau gimana sih? sorry ini serius nanya soalnya betul2 ga tahu
profile-picture
jeffm12 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 20 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 08:22
Mungkin byk yg sakit tp ga berobat n bisa sembuh sendiri . .
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 08:26
Mungkin saat awal kita tidak begitu siap, tetapi sekarang ini sudah makin membaik antisipasi nya.
Tidak ada negara yg benar2 siap dalam menghadapi nya, hal ini baru pertama kali terjadi sedemikian luas dan cepat nya
profile-picture
viniest memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 08:41
indonesia negara penduduk suka2...

pasti banyak yang mehong... emoticon-Big Grin



anggap aja seleksi alam... pusing amat...
yang kuat yang survive... emoticon-Malu
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 08:50
miris di cara ngetestnya
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 09:00
Para pejabat tidak dapat menjelaskan langkah presiden tersebut, tetapi seperti yang dikatakan oleh salah satu narasumber kepada Asia Times, “Ada sesuatu yang hilang saat konferensi video itu. Kita tidak bisa membaca bahasa tubuh presiden. Tiba-tiba seperti ada jarak di antara kami.”

Oh shiet, pertanda apakah ini emoticon-Takut
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 09:12
yah udah gak heran, sih..
anggep aja musibah besar..
emoticon-Embarrassment
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 09:13
Wuih foto siapa tuh, mudik bawa kasur segala.
0 0
0
Fakta Pahit di Balik Tingginya Rasio Kematian Corona Indonesia
09-04-2020 09:28
dari sisi pemerintah kebanyakan galau, karena menahan ekonomi supaya ga jatuh. dari sisi masyarakat kebanyakan nunggu dari pemerintah tapi ogah2an juga jalanin nya.
0 0
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia