News
Batal
KATEGORI
link has been copied
165
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8ac0fbaf7e9357b345b932/bencana-virus-corona-di-indonesia-ketika-suara-ilmuwan-tak-didengar
Ketiadaan antisipasi sejak awal itu tidak kemudian membuat pemerintah mendengar saran para ilmuwan. Sejumlah imbauan peneliti agar pemerintah menerapkan intervensi tinggi belum dilaksanakan, begitu juga dengan anjuran lockdownatau karantina wilayah.
Lapor Hansip
06-04-2020 12:41

Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Past Hot Thread
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Penanganan virus corona di Indonesia tampak mengacuhkan riset ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti dan ahli. Itu terlihat sejak awal isu virus corona di Indonesia hingga hari ini ketika pasien positif COVID-19 mencapai 2.273 orang.

Masih segar di benak saat Menteri Kesehatan Terawan menilai riset Harvard T.H. Chan School of Public Health di Amerika Serikat, pada Februari 2020, sebagai penghinaan. Saat itu, riset Harvard memprediksi bahwa semestinya Indonesia telah mencatat kasus positif COVID-19 karena sejumlah penerbangan dari dan ke China masih dibuka pada Januari 2020. Prediksi mereka pun benar, di mana pasien corona 01 dan 02 sangat mungkin terinfeksi pada bulan Februari 2020.


Tak hanya Menkes Terawan, sejumlah figur pemerintahan juga seolah mengabaikan potensi serius corona di Indonesia. Masih kuat diingat beberapa lelucon dan komentar non-ilmiah yang dilontarkan para menteri dan setingkatnya, yang seakan menempatkan virus corona bukan masalah serius yang harus diantisipasi. Sampai kemudian virus tersebut menjadi darurat nasional dengan tingkat kematian di Indonesia sebesar 9,13 persen, lebih besar dari rata-rata tingkat kematian global yang 'hanya' 5,38 persen.


Ketiadaan antisipasi sejak awal itu tidak kemudian membuat pemerintah mendengar saran para ilmuwan. Sejumlah imbauan peneliti agar pemerintah menerapkan intervensi tinggi belum dilaksanakan, begitu juga dengan anjuran lockdownatau karantina wilayah.

Presiden Jokowi menyebut, kebijakan lockdownyang diterapkan di sejumlah negara tak bisa diterapkan di Indonesia karena faktor karakter, budaya, dan kedisiplinan yang berbeda. Oleh karena itu, "di negara kita yang paling pas adalah physical distancing", kata Jokowi.



Di sisi lain, komunitas ilmiah sepakat bahwa lockdown diperlukan sebagai cara paling efektif untuk menekan persebaran virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), misalnya, menyebut bahwa lockdown atau karantina wilayah merupakan satu-satunya cara agar pemerintah suatu negara dapat memperlambat penyebaran virus corona.



"Kita harus menerapkan pengawasan kesehatan masyarakat, isolasi, karantina, penemuan kasus, dan deteksi. Kita harus dapat menunjukkan bahwa kita dapat menang melawan virus, karena lockdown saja tidak akan berfungsi," kata Michael Ryan, Direktur Eksekutif WHO, dalam sebuah briefing pers virtual, Senin (30/3). "Namun sayangnya, dalam beberapa situasi saat ini, lockdown adalah satu-satunya ukuran yang dapat diambil pemerintah untuk memperlambat virus ini. Itu sangat disayangkan, tetapi itulah kenyataannya."

Senada dengan WHO, kelompok riset dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia juga menyebut bahwa intervensi tingkat tinggi dari pemerintah diperlukan untuk mengurangi jumlah kasus dan kematian dari pasien COVID-19.



Menurut skenario pemodelan yang mereka buat, virus corona bisa menginfeksi 2,5 juta orang di Indonesia bila negara tidak melakukan intervensi; lalu 1,7 juta orang bila dilakukan intervensi ringan; 1,2 juta orang bila dilakukan intervensi moderat, dan 500 ribu “saja” bila intervensi ketat diterapkan.



Adapun kasus kematian akibat virus corona di Indonesia bisa mencapai 240.244 orang bila negara tak mengintervensi, 144.266 orang bila terdapat intervensi ringan, 47.984 orang bila dilakukan intervensi moderat, dan 11.898 orang bila intervensi ketat diterapkan. 



Oleh karenanya, para peneliti FKM UI menyarankan pemerintah segera mengambil kebijakan karantina wilayah.



"Karantina Pulau Jawa. Batasi mobilitas di dalam pulau. Batasi mobilitas penduduk di dalam pulau dan antar-pulau," jelas Pandu Riono, PhD., dokter dan staf pengajar FKM UI yang ikut menyusun skenario pemodelan tersebut. "Tidak boleh ada perpindahan antar-provinsi atau antar-kabupaten di pulau itu. Dan lakukan segera mungkin, karena seharusnya sudah dari minggu lalu."



Pemerintah sendiri sebenarnya telah menyadari bahwa jumlah kasus virus corona di Indonesia tidaklah sedikit. Pada Maret 2020, juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus virus corona, Achmad Yurianto, sempat mengungkap bahwa kemungkinan ada 700.000 orang di Indonesia yang berpotensi terinfeksi virus tersebut.

Sayang, pemerintah lebih memilih untuk menerbitkan PP Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai cara untuk menanggulangi wabah virus corona SARS-CoV-2. Sejumlah ahli hukum dan pengamat menilai bahwa PP tersebut tidak mencerminkan progres pemerintah untuk mencegah penularan infeksi virus corona yang lebih masif di Indonesia.



"Kesan PP PSBB dikeluarkan khusus sekadar formalitas semata terlalu kentara," menurut catatan Pusat Studi Hukum Tata Negara (PSHTN) Universitas Indonesia. 



Dalam catatan tersebut, PSHTN UI menyoroti 5 kekurangan PP PSBB dalam menuntaskan masalah. Salah satu poin lain yang juga disorot oleh mereka adalah kurangnya paparan pelaksanaan PSBB karena PP tersebut hanya detail mengatur mekanisme pengajuan PSBB dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.



Adapun Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center, Roy Salam, menduga pemerintah tak mau menerapkan karantina wilayah karena enggan menanggung biaya hidup rakyatnya. Sebab, UU Kekarantinaan Kesehatan mensyaratkan pemenuhan kebutuhan masyarakat oleh pemerintah jika karantina wilayah berlaku. Itu artinya, Roy bilang, pemerintah ingin membuat kebijakan gratisan.



Inefisiensi kebijakan pun membuat sejumlah ilmuwan dunia mengkhawatirkan kondisi Indonesia di tengah wabah corona. Sebagai contoh, dosen ahli politik Asia Tenggara di Griffith University, Lee Morgenbesser, menganalogikan Indonesia sebagai 'tong mesiu'.



"Dari semua negara di Asia Tenggara, Indonesia yang paling saya khawatirkan. Mereka adalah tong mesiu. Populasinya sangat besar dan birokrasi yang tidak efisien," kata Morgenbesser, dikutip dari The Sydney Morning Herald.

Sejumlah ahli kesehatan juga menyoroti kurangnya upaya preventif penyebaran virus corona yang dibuat pemerintah.



Peneliti epidemiologi klinis FKUI-RSCM, dokter Tifauzia Tyassuma, misalnya, menilai bahwa pemerintah terlampau fokus pada upaya kuratif (penyembuhan) ketimbang antisipatif. Padahal, pencegahan penyebaran diperlukan untuk memastikan bahwa jumlah pasien COVID-19 tidak melebihi kapasitas fasilitas kesehatan (faskes) yang ada.



"Membangun rumah sakit darurat, membeli APD (alat pelindung diri), membeli obat yang belum ketahuan efektivitasnya, itu upaya kuratif. Sementara peningkatan kesadaran masyarakat atas COVID-19 sangat terbatas," katanya.



Menurut laporan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD), dari 43 negara yang diriset, Indonesia berada di peringkat 41 dalam hal ketersediaan ranjang per 1.000 penduduk. Posisi itu hanya menempatkan Indonesia lebih baik ketimbang India dan Kosta Rika.



Data Profil Kesehatan Indonesia 2018 yang dirilis Kemenkes, menunjukkan Indonesia punya 1,2 ranjang tiap 1.000 penduduk. Menurut rujukan tersebut, standar WHO adalah 1 tempat tidur untuk 1.000 penduduk.

Dengan demikian, meskipun masih kalah jauh rasionya dibandingkan negara lain, Indonesia sudah memenuhi standar secara umum. Masalahnya, persebaran tempat tidur yang tersedia itu tidak merata diseluruh provinsi, dengan 8 provinsi yang rasionya berada di bawah standar WHO yakni Riau (0,98), Kalimantan Tengah (0,91), Sulawesi Barat (0,91), Lampung (0,91), Banten (0,87), Jawa Barat (0,85), NTT (0,81) dan NTB (0,71).

Pertanyaan mengenai kemampuan faskes Indonesia untuk menampung pasien COVID-19 sangat relevan di tengah isu arus mudik yang lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah ketakutan tertular virus corona dan ketidakpastian ekonomi di Jakarta, masyarakat lebih memilih untuk balik ke kampung halaman

Menariknya, komunikasi pemerintah terhadap isu arus mudik terkesan ambigu dan sulit dipahami. Pada Kamis, 2 April lalu, misalnya, Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rahman, membuat pernyataan bahwa masyarakat diperbolehkan mudik dengan syarat isolasi diri selama 14 hari. Pernyataan tersebut tak berlaku lama karena di sore harinya, Fadjroel meralat bahwa pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik.

Terbaru, dalam rapat terbatas virtual Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Presiden Jokowi sempat menyinggung bahwa kondisi cuaca di Indonesia turut mempengaruhi perkembangan virus corona. Namun, dia tak merinci konteks serta kaitan antara cuaca dan virus SARS-CoV-2.

Pernyataan tersebut benar dalam hal daya tahan virus corona. Sejumlah penelitian menyebut bahwa suhu udara berdampak pada masa hidup virus tersebut.

Meski demikian, penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa suhu cuaca dan kelembaban tidak mempengaruhi tingkat penyebaran kasus SARS-CoV-2 di wilayah tropis seperti Indonesia.

Berbeda dengan Harvard, laporan terbaru dari tim Gabungan BMKG dan UGM menunjukkan beberapa riset sebelumnya menyebut bahwa iklim dapat menjadi faktor pendukung dalam menekan kasus wabah virus corona. Namun, faktor alam tak akan punya pengaruh banyak jika intervensi pemerintah untuk menerapkan pembatasan sosial yang tegas tidak dilakukan secara serius.

"Akhirnya laporan tim BMKG-UGM merekomendasikan berdasarkan fakta dan kajian terhadap beberapa penelitian sebelumnya, bahwa apabila mobilitas penduduk dan interaksi sosial ini benar-benar dapat dibatasi, disertai dengan intervensi kesehatan masyarakat (Luo et. al. 2020 dan Poirier et. al., 2020), maka faktor suhu dan kelembapan udara dapat menjadi faktor pendukung dalam memitigasi atau mengurangi risiko penyebaran wabah tersebut," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Senada dengan BMKG, peneliti dari French Institute of Health and Medical Research, Vittoria Colizza, juga mengatakan bahwa penularan virus corona lebih banyak terjadi lewat kontak dekat antara penderita dengan orang lain. Dia menyarankan agar pemangku kebijakan melakukan imbauan yang telah direkomendasikan oleh para pakar.

“Belum ada bukti yang cukup tentang perubahan perilaku virus COVID-19 terhadap cuaca,” ujarnya, dikutip BBC. “Kalaupun kasus COVID-19 mulai berakhir di bulan depan, itu bukan hanya karena cuaca, tapi ada tindakan pencegahan yang berperan di dalamnya, seperti karantina wilayah atau lockdown, isolasi, dan pola hidup masyarakat dalam mencegah terjadinya penularan,” sambungnya.

Dengan demikian, penting bagi pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan nyata segera, alih-alih hanya bergantung pada faktor alam atau physical distancing yang lagi-lagi cuma imbauan, tanpa ada sanksi tegas. Sudah waktunya suara-suara ilmuwan dan para ahli ini didengar untuk selamatkan nyawa.

“Kalau kita lihat dengan musim yang ada sekarang, saya kira cuaca juga sangat mempengaruhi berkembangnya COVID-19 ini," ucap Jokowi saat membuka ratas online, 2 April.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Pandjaitan, juga menyebut bahwa suhu punya pengaruh terhadap virus corona. Menurutnya, Indonesia bakal mendapatkan keuntungan dengan kondisi suhu dan kelembaban yang tinggi pada bulan April.

"Indonesia diuntungkan dengan temperatur tinggi pada April. Ini humidity (kelembaban) tinggi buat COVID-19 relatif lemah daripada tempat lain," kata Luhut kepada wartawan, 31 Maret .  "Tapi kalau kita social distancing tidak juga ketat, terlalu banyak berkumpul ramai-ramai, ya, enggak berlaku tadi keuntungan kita tadi dari panas atau humidity tadi," ungkapnya.


Pernyataan tersebut benar dalam hal daya tahan virus corona. Sejumlah penelitian menyebut bahwa suhu udara berdampak pada masa hidup virus tersebut.


Meski demikian, penelitian dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa suhu cuaca dan kelembaban tidak mempengaruhi tingkat penyebaran kasus SARS-CoV-2 di wilayah tropis seperti Indonesia.


Berbeda dengan Harvard, laporan terbaru dari tim Gabungan BMKG dan UGMmenunjukkan beberapa riset sebelumnya menyebut bahwa iklim dapat menjadi faktor pendukung dalam menekan kasus wabah virus corona. Namun, faktor alam tak akan punya pengaruh banyak jika intervensi pemerintah untuk menerapkan pembatasan sosial yang tegas tidak dilakukan secara serius.


"Akhirnya laporan tim BMKG-UGM merekomendasikan berdasarkan fakta dan kajian terhadap beberapa penelitian sebelumnya, bahwa apabila mobilitas penduduk dan interaksi sosial ini benar-benar dapat dibatasi, disertai dengan intervensi kesehatan masyarakat (Luo et. al. 2020 dan Poirier et. al., 2020), maka faktor suhu dan kelembapan udara dapat menjadi faktor pendukung dalam memitigasi atau mengurangi risiko penyebaran wabah tersebut," kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.



Senada dengan BMKG, peneliti dari French Institute of Health and Medical Research, Vittoria Colizza, juga mengatakan bahwa penularan virus corona lebih banyak terjadi lewat kontak dekat antara penderita dengan orang lain. Dia menyarankan agar pemangku kebijakan melakukan imbauan yang telah direkomendasikan oleh para pakar.


“Belum ada bukti yang cukup tentang perubahan perilaku virus COVID-19 terhadap cuaca,” ujarnya, dikutip BBC. “Kalaupun kasus COVID-19 mulai berakhir di bulan depan, itu bukan hanya karena cuaca, tapi ada tindakan pencegahan yang berperan di dalamnya, seperti karantina wilayah atau lockdown, isolasi, dan pola hidup masyarakat dalam mencegah terjadinya penularan,” sambungnya.


Dengan demikian, penting bagi pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan nyata segera, alih-alih hanya bergantung pada faktor alam atau physical distancingyang lagi-lagi cuma imbauan, tanpa ada sanksi tegas. Sudah waktunya suara-suara ilmuwan dan para ahli ini didengar untuk selamatkan nyawa.



https://kumparan.com/kumparansains/b...r-1tAEm1zFpKv




Karena ilmuwan sudah berani-beraninya mengkritik pemerintah pusat.
Maka dengan ini saya nyatakan ilmuwan sama dengan kadrun. Sah! emoticon-Shakehand2

ilmuwan kadrun suaranya ga akan di dengar soalnya fakta ga enak, mending dengerin suara buzzerp yg merdu dan penuh sanjungan emoticon-Peluk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 48 lainnya memberi reputasi
41
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 6
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 12:44
ilmuwan Harvard hebat ya? tuh urusin negara sendiri gak usah pusingin indonesia

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 21 lainnya memberi reputasi
11 11
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 12:50
memang kalau sudah berbau sesuatu yg tak dapat dilihat disini adalah virus,itu hanya dapat diselesaikan dengan cara penelitian oleh para ilmuwan yg ahli dalam bidangnya disini adalah bidang penelitian virus.jd dengan penelitian nantinya tau kelemahan,kelebihan dan cara pencegahannya.maka dari itu pemerintah harus mau gak mau harus mengajukan bantuan seorang ilmuwan entah itu dr negara kita maupun melibatkan negara lain.itu solusi yg paling cocok untuk menekan penyebaran virus ini
profile-picture
profile-picture
lancerta dan dscreamer memberi reputasi
2 0
2
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 12:51
Dasar ilmuwan kadrun, pasti pendukungya wan abud tu ilmuwan.
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Pakde lebih paham drpd tu para ilmuan makanya solusinya jitu2 buat negri ini
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 12:54
Alhamdulillah, setelah sebulan lebih yang positif corona di Indonesia cuma 2.491. Sangat jauh dibanding negara lain.
Artinya apa?
Artinya operasi senyap yang dikatakan Presiden Yang Mulia jokowi berhasil danm sukses..

Sudah saatnya Amerika Serikat, Spanyol, Italy, dan negara-negara lain memohon bantuan ke Indonesia. Jangan gengsi pasti dibantu kok sama Presiden Yang Mulia Jokowi.

Ahli-ahli terlebih ilmuwan cuma iri sama Pemerintah Indonesia karena negaranya tidak bisa meredam Corona seperti Indonesia.

Bangga punya Presiden Yang Mulia Joko Widodo yang visioner dan berani mengambil kebijakan nonpopuler tuk melawan Corona.
Diubah oleh saya.kira
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 17 lainnya memberi reputasi
15 3
12
Lihat 4 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 12:58
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
badbironk dan 20 lainnya memberi reputasi
21 0
21
Lihat 19 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 12:59
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 19 lainnya memberi reputasi
20 0
20
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:04
Dari awal ane udah ngira pasti bakal screwed bged klo msk indo, psti pada mikirin dri sendiri. Apalagi sejak udh mulai nyebar dan penerbangan gak ditutup juga
Diubah oleh seimei.
profile-picture
profile-picture
timha dan MagentaKing memberi reputasi
2 0
2
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:05
Quote:Original Posted By MagentaKing
berita





Karena ilmuwan sudah berani-beraninya mengkritik pemerintah pusat.
Maka dengan ini saya nyatakan ilmuwan sama dengan kadrun. Sah! emoticon-Shakehand2

ilmuwan kadrun suaranya ga akan di dengar soalnya fakta ga enak, mending dengerin suara buzzerp yg merdu dan penuh sanjungan emoticon-Peluk


maksudnya gan bro.......emoticon-Bingung
ilmuwan itu lebih pintar daripada pemerintah....... emoticon-Bingung
nggak mungkinlah gan bro....... emoticon-Cape d...
yang lebih pandai itu umat........ emoticon-Cool

bukti
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
MAKASSAR
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
profile-picture
aremdaun memberi reputasi
0 1
-1
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:09
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
profile-picture
servesiwi memberi reputasi
1 0
1
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:10
Quote:Original Posted By aaa84aaa
itu ilmuwan masuk kerak neraka semua pasa tidak pada nurut sama fatwa nabi tongos sesembahan kaum kadal gurun

corona itu adalah tentara allah yg lagi perang sama kaum kafir

Ngerti semua???

Si so mad emang goblok bray.
Kalo ketemu tolong nitip tabok online 77kali emoticon-Shakehand2

Quote:Original Posted By 1nd0n3s14m3t4l
maksudnya gan bro.......emoticon-Bingung
ilmuwan itu lebih pintar daripada pemerintah....... emoticon-Bingung
nggak mungkinlah gan bro....... emoticon-Cape d...
yang lebih pandai itu umat........ emoticon-Cool

bukti
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
MAKASSAR
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Umat mabok agama harusnya langsung di dor aja emoticon-Shakehand2
Yg ga mabok agama jadi ada peluang ketularan deh emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
lancerta dan servesiwi memberi reputasi
1 1
0
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:19
Itulah kenapa orang indo yg pinter/sukses di luar negeri ogah balik lagi karena merasa tidak dihargai pendapat & hasil kerjanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 9 lainnya memberi reputasi
9 1
8
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:20
sedih.. yang penting sekarang mah jaga diri ama keluarga aja.. mulai dari diri sendiri dah pokoknya emoticon-Malu
0 0
0
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:25
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

plan kita bagusnya sediain kuburan massal emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
Lihat 5 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:26
dirumah aja emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan MagentaKing memberi reputasi
2 0
2
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:44
kurang keras kali suaranya, makanya kagak kedenger
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
1 0
1
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:45
Quote:Original Posted By entecavir
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar

Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar


Setelah korona selesai, ntar pada buka lapak jualan agama lagi....
emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelyboy13 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:51
di film film bencana itu pasti dimulai dari pemerintah yang tidak mengindahkan saran dari ilmuwan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 13:52
Pemerintah pusat betul-betul tidak siap.
Mungkin mereka melihat dulu SARS, MERS tidak sampai parah disini, jadi terlalu pede CORONA juga bisa diatasi.

Saat ini kalau melihat strategi pemerintah pusat, itu sudah mirip2 Herd Community, cuma caranya halus pakai istilah PSBB.
Cuma kalau melihat modelnya tidak ada konsep yg jelas, masing2 pejabat di pusat juga tidak kompak, misalnya Pratikno dgn Fadjroel Rachman mengenai mudik, lalu ditimpali dgn Luhut yg seharusnya tidak perlu buat statement
Jadi sudah tidak siap, dan tidak membuat rencana yg matang.
Kalaupun korban jiwa bisa dibawah 10rb saja sudah keajaiban kalau melihat persiapan yg amburadul gini.
Semoga cepat dibenahi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lancerta dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Bencana Virus Corona di Indonesia: Ketika Suara Ilmuwan Tak Didengar
06-04-2020 14:09
salah satu penyebabnya krn negeri ini blm pernah diserang pandemi.
Jadi blm pengalaman. Blm melihat langsung apa dampaknya. Makanya banyak yg santai.
Btw, artikel ini patut dibaca oleh para petinggi.
profile-picture
agungkumara memberi reputasi
1 0
1
Halaman 1 dari 6
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia