Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
251
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e87b1a868cc951f742187fd/antara-rasa-dan-logika
Part 1 Jam menunjukan pukul 12 siang. Situasi kosan sudah sepi karena kebanyakan penghuni kos adalah mahasiswa dan karyawan. Kebetulan gw masuk shift siang waktu itu. Gw masih dalam keadaan dimana gw bisa menikmati kesunyian di kosan. Tanpa musik underground yang diputar munyo, tanpa gibahan cewek kuliahan yang suaranya seperti radio pecah dan masih banyak lagi kegaduhan lainnya. Kadang rasa s
Lapor Hansip
04-04-2020 04:59

ANTARA RASA DAN LOGIKA ( TRUE STORY )

Past Hot Thread


Quote:Hai agan agan dan sistah sistahku sekalian. Gw disini mau berbagi kisah nyata gw sendiri. Dan monmaap bila tulisan gw ini agak menjelimet karena kesulitan gw dalam mendeskripsikan keadaan waktu itu dan memvisualisasikan detail detail ceritanya. Tapi tenang, gw berusaha mengingat ngingat setiap detailnya.

Untuk nama orang gw ganti dengan nama samaran. Demi kenyamanan dan keamanan privacy yang bersangkutan. Dan untuk waktu dan tempat silahkan kalian visualisasiin sendiri gan emoticon-Cendol Gan


Quote:Untuk agan dan sistah yang sudah selesai membaca trit ane yang ini dan masih mau lanjut ke chapter dua nya bisa langsung cus ke sini https://www.kaskus.co.id/show_post/5...f6c40b964bcbcd



Antara Rasa Dan Logika


Part 1

Jam menunjukan pukul dua belas siang. Situasi kos-kosan sudah sepi, karena kebanyakan penghuni kos adalah mahasiswa dan karyawan. Jadi sebelum matahari bertengger tepat di atas kepala, mereka sudah memulai hiruk-pikuknya, aktivitasnya, kesibukannya masing-masing. Kebetulan gw masuk shift siang waktu itu. masih dalam keadaan dimana gw bisa menikmati kesunyian di kamar kos.

Tanpa musik underground yang diputar Munyo, tanpa gibahan cewek kuliahan yang suaranya seperti radio pecah dan ataupun kebisingan yang di akibatkan oleh penghuni kos pada umumnya.

Kadang rasa sunyi itu gw suka. Sunyi membuat pikiran lebih jernih. Membuat otak yang bebal menjadi lumer. Membuat pandangan yang kosong menjadi terarah. Iya terarah. Terarah tajam pada satu tujuan.

Gw menatap langit-langit kamar kos yang kusam, dan lagi beberapa bagiannya sudah mengelupas. pikiran gw tertuju pada seorang cewek. Cewek yang gw antar pulang tadi malam.

Sekitar jam sepuluh malam sehabis gw pulang kerja, gw mendapati perempuan itu dipinggir jalan dengan keadaan menangis. Badannya bergetar, dan sesekali ia mengusap bulir air yang jatuh di pipinya. Lengan panjang sweaternya yang menutupi jemarinya iya gunakan untuk mengusap bagian wajahnya yang basah akibat tangis. Entah itu dari matanya atau hidungnya. Kasihan. Gak ada yang jadi pertimbangan gw sehingga gw menghampiri dia dengan maksud memberi bantuan atau semacamnya.

Singkat cerita setelah gw tanya2 soal kenapa perempuan itu bisa menangis dipinggir jalan dan sendirian, akhirnya gw antar dia pulang. Ditengah perjalanan kami tidak banyak mengobrol. Karena gw rasa ga ada hak gw untuk bertanya tanya lebih banyak. Dan melihat kondisi dia yang sedang down parah.

cewek itu berumur sekitar dua puluh tahun. Kulitnya putih, lumayan tinggi, rambut panjang terurai dan gaya berpakaian nya mengikuti tren.

Lamunan gw pun buyar ketika ponsel gw berbunyi, dan bergetar berkali-kali.
Gw raih ponsel yang berada di atas nakas lalu menerima teleponnya.

"Hallo Sal"

" Al, tar berangkat kerja gw nebeng ya" Jawabnya

"Tumben banget, biasanya lo bawa mobil atau gak motor"

"gw lagi males bawa mobil, terus motor lagi di service blm gw ambil"

" oh, yaudah tar gw jemput deh. Jam 2 ya"

" iya, thanks ya sebelumnya"

Telepon terputus.

Sebenernya agak aneh juga gw, kok tumben banget Salma minta bareng. Tapi yaudah gak gw ambil pusing. Sambil menunggu waktu berangkat kerja, gw habisin beberapa batang rokok dan secangkir kopi yang tadi gw seduh.

Setelahnya, gw segera menjemput Salma. Dia udah berdiri di depan gerbang rumahnya ketika gw tiba disana. Lengkung senyumnya ia lempar. Manik matanya membuat gw sedikit gak nyaman ketika ia menatap. Dengan membalas senyumnya, gw berikan helm lain yang berada di gantungan motor.

"Nih" ucap gw seraya memberikan helm.

"Okeeeyy" balas Salma berirama. Lalu mengenakan helm di kepalanya.

Dia lantas lantas naik dan duduk di jok belakang.

"Peluk jangan nih?" Canda Salma.

"Jangan lah"

"Yakiiinn?" Goda-nya lagi.

"Jangan ragu maksudnya" gue terkekeh lalu memacu motor.

Sial, lo lucu Sal..


Sumpah, nikmat mana yang kau dustakan. Ko
Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NadarNadz dan 47 lainnya memberi reputasi
48
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 8
Antara Rasa Dan Logika
04-04-2020 06:31
nikmat cinta yang paling kudustakan wkwkkwwk aciapppp
profile-picture
muyasy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
04-04-2020 11:50
Tulis di postingan atau balasan di thread ini aja gan, biar enak para reader bacanya.
Diubah oleh ym15
profile-picture
profile-picture
maccer4 dan muyasy memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
05-04-2020 01:11
Part 2

Salma itu senior di tempat kerja gw.
Setau gw dia tegas, disiplin, dan cantik anjir. Body nya jangan ditanya kek gitar spanyol. Punya gingsul di sebelah kanan, dan rambut agak ikal yang menjuntai. Gak usah lo pada bayangin, ga akan kuat.

Sebenernya ada beberapa hal yang mengganjal pikiran gw. Tapi gak gw utarain ke Salma. Yang pertama kenapa dia gak di jemput sama cowoknya. Secara cowoknya tajir cuy punya mobil. Tapi mungkin salma udah mencoba bilang sama cowoknya dan cowoknya lagi ada halangan. Udah kek cewe lagi dapet aja. Yang kedua, kenapa gak pake ojek online. Ah sudah lah, itu hanya analisis yang mengganggu akal sehat gw aja.

"Lo kenapa Sal? Dari tadi murung mulu lo" tanya gw

"Hmmm.. kalo cowok yang bertanggung jawab itu menurut lo kaya gimana Al?"

"Wah ini ni, berat gw jawabnya[/I]"

"Kenapa harus berat si, tinggal jawab aja. Atau jangan2 lo gak bertanggung jawab lagi."

"Sembarangan kalo ngomong. Gini ya, cowok yang bertanggung jawab itu dia bakal ngambil konsekuensi dari apa yang udah dia lakuin. Heem kek gt tuh." Jawab gw asal

"Gt ya? Jadi kalo dia gak mau nanggung konsekuensi berarti dia gak bertanggung jawab? Oke oke" kata Salma sambil mengangguk anggukan kepalanya

" euh iya iya kaya gt hehe, oh iya Sal lo udah bikin laporan ke pak Ade belum?"

" ah buset gw lupa, bentar bentar gw kerjain dulu"

Obrolan ringan kami soal tanggung jawab pun selesai karena Salma harus mengerjakan laporan dan gw harus standby di meja reception.

Pikiran gw kembali menerawang jauh. Menganalisa maksud dan tujuan dari pertanyaan Salma. Apa dia butuh pria yang bertanggung jawab? Duh gw siap banget. Tapi gak mungkin sih, secara cowoknya tajir, ganteng dan no minus cuy. Oke gw anulir kemungkinan itu.

Oh iya FYI tempat gw kerja ini adalah Hotel, gw karyawan biasa di divisi Reception dan Salma adalah senior gw yang nyambi kuliahnya sambil kerja. Kagum bat gw, cantik, orang berada, pekerja keras pula.

Hari itu kerjaan gak terlalu banyak. Karena tamu Hotel yang datengpun sedikit. Mungkin karena weekdays ya. Jadi selow banget. Tapi moment itu yang gw suka. Santai, selow, ah gw banget dah.

Salma seandainya lo masa depan gw duh keknya fatal hidup gw. Fatality njir karena gak mungkin. Hus hus mimpi..
Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Antara Rasa Dan Logika
05-04-2020 08:01
Next gan penasaran jadian g endingnya πŸ˜…
profile-picture
profile-picture
muyasy dan aldiriza memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
05-04-2020 11:30
Si Salma kayaknya ada masalah sma cowoknya, dan masalahnya gk jauh-jauh dari tanggung jawab cowoknya.
Nice update gan and happy writing.
Diubah oleh ym15
profile-picture
muyasy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
05-04-2020 18:09
Part 3

Gw setiap minggu punya hari bersejarah. Hari bersejarah itu adalah off day nya gw😁. Setelah seminggu atau lebih tepatnya 6 hari kerja, gw manfaatin banget hari bersejarah itu.Gw udah bikin list. Isi nya adalah
07.00-08.00 bangun tidur, seduh kopi, ngerokok
08.00-10.00 nyari sarapan, ngelondry, dan rebahan.
10.00-seterusnya rebahan😁😁😁
Oke itu adalah list yang gw bikin.

Biasanya kalo di rumah, waktu libur kek gini gw manfaatin untuk ngobrol sama bapak, nongkrong sama adik gw, atau sekedar ngopi sama temen-temen sepermainan gw waktu kecil. Tapi karena minggu kmarennya gw baru balik jadi gw memutuskan untuk stay di kos aja. Rumah gw masih berada di satu kota yang sama dengan kos gw. Cuman jaraknya lumayan jauh.

Sedikit cerita mengenai keluarga gw. Gw berasal dari keluarga sederhana. Bokap gw dulu kerja di bidang komputasi. Rakit komputer dan service. Gw punya adik dua. Abay dan fahri. 3 bersaudara dan laki semua. Abay usianya dibawah gw 5 tahun. Usia dia 20 dan fahri baru kelas 3 SMP. Gw lulus SMA langsung kerja karena untuk bantuin ekonomi keluarga. Dan nyokap gw udah meninggal waktu gw duduk di kelas 3 SMP. Sangat berat lewatin masa itu. Kami di besarkan hanya dari kasih sayang seorang Ayah. Dan Fahri, mungkin dia sudah lupa wajah ibunya.

"Ting" notifikasi berbunyi di HP gw. Gw liat siapa yang bikin HP gw ngeluarin notif di pagi hari. Baru jam 8 ini. Kopi masih ada setengah.

"Al, lo hari ini sibuk ga??"
Gw liat nama pengirim pesannya adalah Salma. Tumben banget dia nge WA gw. Seneng sih 😁

"Gak ko, kenapa Sal?"Balas gw

"Ting"
"bisa temenin gw beli buku gak?"Jawab salma di ujung room chat

" bentar, lo gak kerja?" Balas gw lagi

"Ting"
"gak, gw izin gak masuk hari ini soalnya ada matkul yang gw skip minggu kemarin, jadi minggu ini deh gw harus tebus"Jawabnya

" yaudah deh, jam berapa?"

"Ting"
" jam 11an aja ya, soalnya gw ngampus jam 3. Biar gak mepet banget waktunya."

Gw tutup chatingan dengan salma dengan jawaban "oke Salma" 😁. Buset dah gw seneng banget sih. Tapi agak aneh juga. Gini ya, hubungan gw sama Salma itu sebatas temen kerja. Ngobrol jarang banget kalo gak soal kerjaan. Lagian gw segen juga sama dia. Meskipun dia masih di bawah gw 2 tahun usianya, tapi tetap saja dia itu senior di tempat kerja gw. Kalo ditanya, gw suka gak sama Salma? Eh pikir aja, cowo normal mana yang berani berani nolak cewek se sempurna Salma. 2 tahun gw kenal Salma baru kali ini dia ngajak gw jalan berdua. Dan ini kejutan banget. Otomatis list yang gw buat di hari bersejarah gw menjadi semerawut. Tapi gapapa, demi Salma😁.

"Salma udah punya cowo Al yaampun, lo bego banget sih bisa bayangin dia mulu"batin gw bergemuruh.


Setelah gw dandan abis abisan hanya untuk nganter seorang yang bukan siapa siapa gw beli buku, gw langsung gas motor matic yamaha tahun 2009 gw ke rumahnya Salma.

"Gw di depan rumah lo Sal" chat gw

Gak lama kemudian tanpa balasan Chat Salma keluar dengan ibunya. Otomatis gw langsung nyamperin calon mertua gw, eh ibunya Salma maksudnya πŸ˜….

"Assalamu'alaikum tante" salam gw sambil salim.

"Wa'alikum salam, nitip Salma nya ya nak Al. Jangan ngebut ngebut bawa motornya" kata ibunya Salma ke gw

"Mamah apaan sih ah" gerutu salma dengan raut wajah yang emmm gemesin 😁

"Euh iya tante, siap. Hehe" jawab gw πŸ˜…

Gw baru 3 kali ini ketemu ibunya Salma, yang pertama di Hotel tempat gw dan Salma kerja, waktu itu ibunya jemput Salma, yang kedua waktu Salma minta berangkat bareng, dan ini yang ketiga. Wah, makin makin aja nih gw bayangin rumah tangga sama Salma😁. Punya camer baik. Aihhh hus hus mimpi.

Sesampainya gw di toko buku berinisial Gramed , Salma langsung fokus cari bukunya. Sekitar setengah jam akhirnya buku yang dia cari ketemu juga.

"makan dulu ya Al, laper gw"

"hooh deh, gw juga sama"

Gw dan Salma langsung cabut ke mall sebrangnya pas toko buku. Setelah memesan 2 porsi ayam goreng terigu dan 2 soft drink kami langsung cari tempat yang viewnya enak.

"sal, mmm lo gak minta ditemenin sama pacar lo?" tanya gw heran

Sembari mengerutkan dahi nya dan menatap gw
"kenapa nanya kek gt?"

"eh ya engga, kan biasanya kalo cewek punya pacar itu ya minta anter pacarnya. Gitu loh maksud gw"

Salma hanya terdiam. Raut mukanya berubah. Duh apa gw salah nanya kaya gitu ya. Arrrgghhh bego gw. Kenapa harus ngeluarin pertanyaan bodoh.

"Sal, Salma!! Gw salah ya nanya kek gitu?"tanya gw hati hati

Salma menatap gw dengan pandangan yang penuh arti
"menurut lo, gw ini cantik gak?" jawab Salma tanpa mengalihkan pandangannya dari gw

"euh i iya lo cantik Sal, bahkan Luna maya aja lewat sama lo. Hehe" jawab gw dengan ragu

"hmmm gitu ya?" jawab salma lirih dan menundukan kepalanya

"udah habisin dulu makanannya, katanya lo laper?"

"Al, lo pernah gak sih berada dalam situasi yang serba salah. Lo pengen putus dari pacar lo karena pacar lo udah gak ngehargain lo. Tapi disisi lain lo gak bisa putus sama dia karena situasi tertentu yang hal itu hanya lo yang tau?"tanya Salma dengan nada marah yang dipendam.

"dulu gw pernah pacaran sama cewe yang bener bener gw sayang. Entah kenapa gw bodoh waktu itu. 3 tahun kita pacaran dan 4 kali dia selingkuh. Satu kali selingkuh dan gw maafin, kedua dan ketiga kali masih gw kasih kesempatan. Sampe yang ke empat kali karena gw udah muak, dan dia udah gak bisa ngehargain gw sebagai pacaranya, gw mutusin dia. Padahal gw masih sayang parah sama dia waktu itu. Dia selingkuh, tapi rasa sayang gw tetep sama aja kek waktu pertama gw jadian. Itu adalah keadaan terbodoh gw selama hidup sampe sekarang"

"berarti gw harus mutusin pacar gw ya?"sambil menghela nafas

"tapi gw gak bisa. Dia terlalu berengsek untuk gw putusin" dengan suara yang mulai berat

Matanya mulai berair. Tubuhnya bergetar seperti ada sesuatu yang dia tahan. Seperti beban yang dia tahan begitu lama. Gw bingung harus berbuat apa. Kalo gw peluk gw takut di tampar, lagian ini tempat umum. Arrghhh kenapa jadi telenovela gini sih? Nangis di tempat umum.

"Sal, kalo lo siap untuk cerita. Lo cerita aja kapanpun lo mau. Udah jangan nangis lagi. Bedak lo luntur ntarπŸ˜…"

"Ah apaan sih pake bilang bedak luntur. Bego bego" batin gw

Gak lama kemudian Salma menyeka air matanya dan langsung ngajak balik. Padahal makanan dia masih utuh. Duh sayang bat. Coba dia ngerasain jadi anak kos kaya gw. Pasti abis mulu tuh makannya🀣.

Hari bersejarah gw yang satu ini jadi hari yang sangat bersejarah. Salma menjadi sosok yang misterius bagi gw. Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul di benak gw mengenai Hubungan, masalah, dan keadaan Salma sendiri dengan pacarnya.

Bodoh, kenapa gw bilang bedaknya ntar luntur. Duh Sal, jangan nangis dong. Aa gak kuat 😒
Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Antara Rasa Dan Logika
05-04-2020 22:44
Part 4

" mba rokok internasionalnya satu dong" kata gw ke penjaga minimarket

"Ini mas, mau sekalian koreknya?"

"Oh engga mba, saya masih punya. Hehe" kata gw nyeleneh

"Totalnya 18.000 mas"

Setelah gw beres transaksi gw buka rokok gw dan gw isep dalem dalem. Masih depan mini market tempat gw beli rokok. Karena masih jam 4 sore, gw memutuskan untuk santai dulu depan mini market, karena emang mini marketnya nyediain meja dan kursi untuk orang atau pelanggannya nongkrong. minggu ini gw shift pagi terus selama 1 minggu. Lumayan, bisa jalan jalan sore. Oke sambil Dengerin lagu favorit gw dari oasis yang judulnya don't look back in anger.

Slip inside the eye of your mind
Don't you know you might find
A better place to play

You said that you'd never been
But all the things that you've seen
Will slowly fade away

So I start a revolution from my bed
'Cause you said the brains I had went to my head.
Step outside, summertime's in bloom
Stand up beside the fireplace
Take that look from off your face
You ain't ever gonna burn my heart out

And so Sally can wait, she knows it's too late as we're walking on by
Her soul slides away, but don't look back in anger I heard you say


Gw liat liat galleri di HP gw, banyak banget foto foto kenangan di HP gw. Dari masa baru masuk kerja sampai sekarang. Kadang gw senyum senyum sendiri waktu liat foto ultah gw di umur ke 20. Buset ancur banget gw di hajar temen temen. Tapi itu adalah hal termanis untuk dikenang. Gw scroll up, lah kok ada screen shoot foto nya salma. Aduh keyanya gw amnesia kapan gw screen shoot fotonya dia di instagram. Gw liat ekspresinya dia yang lagi senyum. Ah manis banget gila. Andai lo mau sama gw sal, gw gak akan nolak sama lo😁

" BLUK "
Suara pintu mobil di banting langsung membuat konsentrasi melihat foto salma ilang.

"Siapa dia?" Kata cewe yang menutup pintu mobil kenceng itu

" aku bisa jelasin itu sayang " kata cowo yang baru saja menyusul keluar dari mobil

" denger ya fan, aku udah cukup sabar sama kamu. Kalo kamu emang udah punya cewe lain ya silahkan. Asal putusin aku" kata cewe itu sambil terisak

Gw gak bisa lihat wajah cewenya karena dia ngebelakangin gw. Anjrit udah kaya nonton drama gw. Gini baanget ya πŸ˜‚

" Ve, percaya sama aku. Dia bukan siapa siapa aku" si cowo meyakinkan cewek dengan memegang tangannya si cewek

"LEPASIN!!!!" Sambil mencoba melepaskan tangannya dari genggaman si cowok

" kok lo malah gak tau diri sih ve hah!!!" Bentak si cowok "lo mau duit ve? Hah? Gw kasih, mau apa lagi?? Gw bisa kasih apapun yang lo mau ve!!" Lanjut si cowok sambil ngebentak

" denger ya fan, aku bukan cewek murahan yang bisa kamu beli dengan uang!!!" Kata si cewe sambil menangis bercampur dengan nafas memburu karena marah

"PLAK!!!" Tepat mengenai dari pipi si cowok

"ANJ*NG lo berani sama gw" kata si cowok murka setelah di tampar oleh ceweknya

"Tinggalin gw fan, please"

Anjir ini mah bahaya kalo terjadi KDRT. Tapi kalo gw bantuin, kaya pahlawan kesiangan gw. Gw masih menimbang nimbang lagi. Karena kalo gw pikir pikir lagi itu bukan urusan gw. Dan gw hanya sebagai penonton yang liat drama.

Karena udah lumayan banyak yang liatin mereka, si cowok mulai gak nyaman dan masuk mobil terus muter balikin mobilnya dan cabut ninggalin ceweknya. Cewek itu berjalan ke arah gw. Gw bisa liat dia dengan ujung mata. Wajahnya kurang jelas karena dia pake kupluk dari sweaternya. Lalu duduk di belakang meja gw. Gw bisa denger banget suara tangisannya. Sangat dalam. Sakit hati karena penghianatan. Dan ada amarah yang terpendam disitu. Ah shit, gw masuk kembali ke mini market untuk beli 2 minuman segar.

"Nih" kata gw

Cewek itu menengadah kan wajahnya ke gw.

"Eh lo, lo cewek yang waktu itu nangis malem malem di pinggir jalan kan??" Kata gw heran sambil mengerenyitkan dahi

Dia gak bales omongan gw dan menunduk lagi. Gw taro minumannya di meja. Siapa tau dia mau.

"Udah minum dulu mumpung lagi dingin" kata gw

"...."

"Nama lo Tata kan? Gw Aldi"

"Panggil Tive aja" kata dia sambil meraih minumannya

"Ko jauh ya dari Tata ke Tive? Hehe" jawab gw bercanda

Dia menatap gw seakan mau makan gw dengan lahap.
"Aduh salah ngomong gw" batin gw

" Tata Vera, itu nama gw jadi Tive itu yang cuman singkatan doang" katanya dengan ketus

Gw cuman mengangguk karena tau, gw rasa gw udah salah ngomong. Dia kembali melamun. Pandangannya kosong. Mungkin masih memikirkan hal yang baru saha terjadi.

Kalo gw liat liat, Tive ini Perawakannya langsing. Tingginya lebih pendek dari gw beberapa senti aja. Dia punya rahang yang tegas. Bola mata berwarna coklat. Kalo dibandingin sama Salma sih masih menang Salma lah😁 tapi Tive juga perlu di perhitungkan. Wakakak

" lo masih kuliah?" Tanya gw mencoba mencairkan suasana

"Iya"

"Oh gitu, oke oke. Btw Bandung sempit ya, kemaren lusa ketemu di tempat yang beda, sekarang udah ketemu lagi disini." Banyol gw

" ya gitu, namanya dunia kan bulet, ya muter2 aja kita" jawabnya

Kedengarannya sedih yang dia rasain udah mulai hilang. Terdengar dari jawabannya.

" lo hari ini gak ngampus?"

" ini gw baru pulang dijemput sama tuh cowo brengsek." Jawab dia kesal

" oh. Dia pacar lo?"

" iya!!! Masa aja gw berantem pinggir jalan sama cowok orang"

" ya jangan ngegas juga dong, udah lama jadi pembalap??" Jawab gw

" lagian lo nya. Iiiiihhhh. Sama aja lo gak peka sama perasaan cewek"

Sialan, bisa bisanya dia ngejudge gt ke gw. Emang dia siapa ya gw anjir. Kenal aja baru, situasinya gak ngenakin lagi. Duh malah jadi gondok gw.

" emhhh bablas aja tuh mulut kalo ngomong non"

"Umur lo berapa sih?? Lo lebih tua dari gw kan?? Harusnya lo tau harus ngadepin cewek yang lagi sedih itu gimana!!" Cerca nya tanpa koma

"Bener bener lo" kata gw sambil tarik nafas

" yaudah gw cabut aja dari pada jadi bulan bulanan lo yang doyan ngegas" kata gw lembut dan sambil beranjak dari kursi

" iiiihhhhh"

"SSSSYUUUTTTT" kata gw sambil menyimpan telunjuk di depan bibir gw dan celingak celinguk

" ntar kalo orang liat gw bakal disangka ngapa ngapain lo lagi"

" lo nya juga yang gak peka peka!!!" Jawab dia

" oke oke, mau lo apa??"

" anterin gw pulang!!!" Pinta dia sambil kaya ngambek nya anak kecil

".... yaudah cepet." Jawab gw ketus

Anjir nih cewe tadi aja pas lagi berantem sama cowoknya kaya udah dewasa. Eh taunya childish bangeetttt. Ah tau ah bodo amat. Semoga gak ketemu lo lagi ve Tive.

Gw ngobrol ngobrol ringan dijalan sama Tive, ngobrolin soal kuliah dia, berapa usianya, dan soal gw kerja dimana. Mungkin rasa sedihnya udah ilang jadi ngobrolnya enak. Sebernernya kalo agi warasnya nih anak enak kalo di ajak ngobrol. Nyambung gt. Anak 20 tahun yang galau. Hmmm realita cinta tapi gak rock n roll. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.

Tive Tive. 😊

Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
06-04-2020 11:54
Part 5

Langit udah gak bercahaya ketika gw sampai di kos. Gelak tawa penghuni kos terdengar sampai ke parkiran pertanda mereka sudah berada di kamarnya masing masing. Ada yang nonton drakor, ada yang ghibah sambil ketawa ketiwi, ada juga yang lagi motongin kuku. Gw berjalan melewati deratan kamar di lantai satu. "Dug dug" Suara lantai dan anak tangga yang beradu dengan langkah gw menemani menuju kamar.
Terlihat munyo sedang duduk di balkon depan kamar sedang memainkan gitar.

" fals nyo gitarnya" kata gw sambil duduk di sampingnya

"Iya nih, apa senarnya yang udah waktunya ganti ya?"

"Bisa jadi sih." Kata gw sambil menatap senarnya dan mengangguk

"Tumben baru balik lo, biasanya jam 4 udah di kos. Shift pagi kan lo?"

"Iye barusan nyari angin dulu gw nyo"

" elah, angin kok dicari, jodoh sana lo cari!! Jomblo mulu lo" kata munyo sambil memutar glayer gitar yang tak kunjung harmoni

"Enak aja kalo ngemeng lo! Bukan gw jomblo tapi gw masih betah sendiri aja" kata gw

Bener juga kata munyo, gw udah terlalu lama sendiri. Kayak lagunya kunto aji "terlalu lama sendiri" πŸ˜‚πŸ˜‚. Munyo adalah temen sekaligus tetangga kos gw. Dia lebih dulu satu bulan nempatin kamar kos disini. Jadi udah lama banget kita berteman. Munyo setahun lebih muda dari gw. Dan dia mahasiswa abadi. Belum lulus sampe sekarang yang usia nya 24 tahunπŸ˜‚.

"Eh Al, gw punya gebetan baru😁" kata munyo dengan semangat

"Alah, paling ujung ujungnya sad ending. PDKT lana jadian kaga🀣🀣🀣"

" yang ini beda Al, gw ngerasain kemistrinya. Jadi greget banget gw deketinnya" sanggah munyo

"Terus yang kemaren gak greget gt? Siapa tuh namanya Palupi gw lupa"

"Palupi palupi, pala lo empuk!! Pelove!!"

"Nah itu maksud gw, lagian punya nama kok susah di inget"

"Lo nya aja yang bego itu, malah nyalahin namanya"

"Yaudah itu lah pokonyaπŸ˜‚. Btw kan kandas juga PDKT lo sama tuh cewe" kata gw ngehardik si Munyo

"Yah kan bukan jodoh berarti Al. Tapi kalo yang ini, beda banget sama yang gw deketin kemaren kemaren. Gw yakin bisa jalanin kalo sama dia"

"Yaudah biar jadi lo pake pelet sana nyoπŸ˜‚πŸ˜‚"

"Eh biar kata gw muka gw gak kaya stepen william, gw anti sama pelet peletan. Lagian gw ini punya daya tarik tersendiri. Lah lo muka boleh gebetan aja gak punya. Makanya gemukin tuh badan jangan kerempeng kek gitu, biar ada yang ngelirik" jawab munyo dengan PD nya

"Gak usah bawa bawa kerempeng nyo. Udah ah gw mau mandi, gerah gw deketan sama lo."

"Yeeh mandi mah mandi aja gak usah kek yang deket setan aja lo!!" Sambil nimpuk gw pake kertas

Gw tertawa sambil ngeloyor masuk ke kamar dan meninggalkan munyo yang masih ngotak ngatik gitar yang tak kunjung harmoni.

Seandainya gw bisa minta sama tuhan, gw pengen banget punya cewek yang bisa jadi pendamping gw di tahun ini. Kadang gw malu sih di usia gw yang 25 ini gw belum punya pasangan. Boro boro istri, pacar aja gak ada. Tapi gw pikir pikir. Cowok itu lebih santuy sih nyari jodohnya di banding cewek. Yang jadi masalah adalah omongan orang orang keyak munyo yang bikin gw pengen cepet dapet pendamping.

Setelah mandi selesai, gw seduh kopi hitam dan menyulut rokok yang gw beli tadi sore di mini market. Kamar gw adalah tempat ternyaman gw sekarang. Kamar ukuran 3x3 yang minimalis dengan kamar mandi didalam ini punya sejuta kenangan dengan gw.

Gw set senyaman mungkin kamarnya. Ada satu kasur busa dengan sprei yang gambarnya the beatles, satu meja yang diatasnya TV ukuran 21" dan satu lemari pakaian. Lalu di dindingnya gw tempel poster bungkarno dan john lennon. MungKin suatu hari nanti akan gw tinggalin ketika gw nikah nanti. Dan gw pasti kangen dengan kosan gw ini.

Aroma kopi yang sedap membuat gw teringat omongan bapak. Bapak pernah bilang kalo

" ketika gw berada di satu daerah yang gersang tanpa air, gw harus bisa ngucurin air dari keran yang ada. Bagaiamanapun caranya air itu harus keluar meskipun kemungkinannya kecil. Karena ketika gw jadi pemimpin untuk diri gw sendiri, otak gw dituntut untuk itu"

Dulu pertama gw denger kalimat itu, gw mikirin apa filosopi nya. Dan setelah gw ngekos, apa yang bapak gw bilang itu gw baru paham. Artinya ketika kita punya masalah atau terhimpit masalah sebesar apapun. Gw harus bisa nyari jalan keluar. Nah air itu di ibaratkan jalan keluarnya. Emang sih, kata kata orang tua itu ajaib.

Gw sangat bersyukur punya bapak seperti beliau. Meskipun kadang kami debat untuk sesuatu yang sepele. Soal masak kurang asin lah. Atau soal adek gw Fahri yang males belajar. Kadang beliau nyalahinnya ke gw karena gw gak bisa bimbing adek gw. Atau soal sepatu beliau yang hilang satu karena dipake ngegambar still life sama fahri. Seketika keadaan rumah jadi gaduh karena bapak nyari sepatunya sebelah. Rindu kadang masa masa itu.

"Ting" notifikasi berbunyi di hp gw
" woy Al tua" nomor tidak dikenal

"Siapa ini anjir, seenaknya bilang gw tua. Mana nomer baru lagi." Batin gw

" ini sape" kata gw

" Tive😁" balas dia di ujung room chat

"Elah lo, gw kira siapa. Ada apa ve?"

"Kagak ada apa2 cuman ngetes aja, aktif atau engga nomer yang lo catet tadi. Eh ternyata aktif😁"

"Yakali gw ngasih nomer yang gak aktif sue"

"Yaampun biasa aja kali gak usah ngegas. Sama cewek tuh gak boleh banyak ngegas!!!!"

Dih tanda serunya banyak banget. Suka suka gw dong ya mau ngegas atau gmana. Lagian dia yang mulai.

"To the point aja, ada apa ve?" Balas gw kesal

"Ih jadi cowok gak bisa basa basi banget sih. Masa ke cewek kaya gitu??πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ€§πŸ€§πŸ€§"

" yaudah iyaaa. Lo lagi apa Tive😊" balas gw dengan emoji senyum padahal kesel setengah mati

"Nah gt dong, gw mau belajar. Udah dulu ya bye. Gausah chat!!"

"Buset dah nih cewek, dia yang ngechat duluan. Dia sendiri yang bilang bye. Jatohnya kayak gw yang ngechat duluan. Dasar cewek aneh." Gerutu Batin gw.

Dia sempet nyuruh catet nomer hp gw pas nyampe di rumahnya. Dan ya gw ketikin aja sih gak ada maksud apa apa. Tapi endingnya malah kayak gini, males banget gw. Harusnya mungkin gak gw kasih ya. Tapi ya sudah lah. Terlanjur.

Sekitar jam 10 malem gw tidur karena besoknya gw harus masuk jam 7 pagi. Mata gw mulai berat. Pikiran gw udah melayang jauh kesana. Ke alam mimpi.

Bye VeπŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘











Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yudidoank dan 9 lainnya memberi reputasi
10 0
10
Antara Rasa Dan Logika
06-04-2020 13:13
Part 6

Matahari sudah menembus awan. Cahaya menusuk ke sela sela jendela. Aroma pagi hari di kota kelahiran gw udah ada yang beda tapi sama. Apa tuh maksudnyaπŸ˜…. Suasana kos masih sepi, pintu kamar munyo masih tertutup rapat. Sama seperti kamar kamar kos yang lain. Hanya suara kelontengan dari kang bubur depan aja yang membuat cacing diperut gw menari nari menandakan udah pengen di isi. Masih jam 06.00 pagi. Biasanya kalo shift pagi gini gw nyempetin untuk sarapan bubur di depan kosan.

"Kang biasa ah satu mangkok" kata gw ke kang adang pedagang bubur keliling yang biasa nongkrong lama di depan kos gw

"Siapp!! Mana temenmu si munyo?" Kata kang adang sambil ngaduk bubur dan nempatin di mangkok

"Jangan tanya jam segini kang. Dia mah masih tidur"

"Wah anak kuliahan mah bebas ya. Makan tidur seenaknya aja πŸ˜‚." Kata kang adang sambil di akhiri dengan tawa

"Ya mau gimana lagi kang, berat hidup diaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ makanya perlu istirahat banyak"

" bisa aja si aa mah, nih a mangga" sambil nyodorin semangkok bubur yang masih mengepul mengeluarkan asap

Gw langsung lahap menyantap bubur nya kang adang. Emang enak cenderung murah sih. Ditambah deket pula. Makanya gw doyan. Wakakak. Gak sampai 5 menit buburnya udah habis. Kesetanan atau gimana gw ya? πŸ˜…
Setelah selesai menyantap sarapan, gw langsung pamit dan memberikan uang 20ribuan ke kang adang.

"Kembaliannya a"

"Simpen aja kang, buat besok saya kalo sarapan lagi😁"

"Ah si aa mah ada ada aja, yaudah atuh sok mangga" kata kang adang sambil nyengir

Gw langsung tancap gas ke tempat kerja gw. Masih ada waktu 15 menit untuk nyampe ke tempat kerja. Hari itu jalanan agak macet. Gw khawatir kalo telat. Gw tambah speed motornya. gw sampai di tempat kerja jam 06.50. Belum telat, masih ada 10 menit ke jam 07.00.

Divisi reception masih belum ada yang dateng. Berarti hanya gw yang baru dateng. Apa Salma telat ya? Di reception Hanya kang Epi aja. Kang Epi kebetulan shift malam. Dia adalah senior reception yang udah belasan tahun kerja di hotel ini.

"Gimana kang semalem rame" kata gw sambil lepas jaket

"Ya lumayan Al, gak kosong banget. Oh iya hari ini mau ada rombongan dari SMA A untuk ngadain gathering. Total nya 75 orang. Itu muridnya aja. Belum sama guru gurunya." Jelas kang Epi

"Terus datanya dimana kang?" Kata gw sambil celingukan

"Datanya ada di komputer audit, tar kamu liat aja. Itu ada 2 orang yang belum kebagian kamar. Karena masih tentatif. Tar kamu make sure aja lagi. Mereka paling dateng sekitar jam 10 pagi ini." Kata kang Epi sambil prepare mau pulang

"Oke deh siappp ketua😁, tar aku make sure sama siapin semuanya."

"Yaudah saya pulang dulu Al ya"

Setelah beberapa menit kang Epi pulang, gak lama kemudian Salma dateng. Dia terlihat buru buru menyimpan tas dan jaketnya. Mungkin karena dia terlambat. Padahal hanya beberapa menit saja. Tapi gak biasanya Salma terlambat kayak gini. Dia biasanya selalu tepat waktu. Bahkan 15 menit sebelum jam 07.00 dia sudah di TKP.

"Hei Sal" kata gw tanpa mengalihkan pandangan dari komputer

"Sorry ya gw telat" katanya sambil ngaca disamping gw

"Santuy aja kali, orang supervisornya libur😁. Oh iya hari ini ada gathering anak SMA 75 orang dan gurunya 5 sal. Lo siapin banquet ya. Biar FnB tau"

"Oh gitu, bakal cape dong hari ini ya hehe." Kata salma sambil ngambil rincian buat banquet nya di depan gw

Gw sibuk dengan ngatur kamar dah make sure fix nya berapa orang ke ketua panitia nya. Dan salma, dia sibuk bikin banquet. Oh iya hotel gw ini modelnya garden hotel. Jadi ada fasilitas buat gathering di taman gt. Dan ada sekitar 83 kamar yang berderet seperti kosan. Jadi gak tingkat modelnya. Lalu ada sekitar 4 meeting Room yang biasa digunakan untuk acara acara birokrasi dan semacamnya.

Hari itupun berjalan lancar. Total tamu gathering akhirnya hanya pas 75 orang. Itu sudah termasuk gurunya. Jadi ada 5 siswa yang cancel. Gw tidak begitu berbicara dengan Salma karena gw harus bantu dilapangan.

Ada yang aneh dengan Salma. Dia lebih pendiam sekarang. Matanya pun sembab. Apa dia semaleman nangis? Atau gimana gw gak ngerti. Mukanya juga pucat. Apa mungkin dia sakit. Gw gak terlalu memperhatikan. Tapi sekilas saja sudah terlihat kalo ada yang beda dari salma. Ah entahlah, mungkin hanya perasaan gw aja.

Gathering akhirnya selesai jam setengah 3. Gw lagi di back office ketika Salma memanggil gw.

"Al, ada yang nyari lo" kata salma sambil ngelirik ke front office

"Siapa? Cewek atau cowok?" Kata gw terheran heran

"Cewek, cakep lagi" kata Salma ngeledek

"Yeehh lo mah" kata gw sambil ngeloyor ke front office atau meja reception

Gw bisa liat dia lagi duduk di lobby, lagi baca majalah hotel yang emang disediain buat tamu hotel. Perlahan gw samperin tuh cewek.

"Lo kok bisa disini??" Tanya gw sambil mengernyitkan dahi

"Hai Al tua" katanya sambil nyengir kuda

"Mau ngapain lo kesini? Mau check in lo ya?" Tanya gw sambil duduk dihadapannya

"Kagak, Gw mau jemput lo lah" kata dia bersemangat

"Ngapain lo jemput? Gw kan bawa motor"

" gapapa, lo kan udah nganterin gw pulang dua kali tuh. Makanya gw mau balas budi😁😁"

"Ah curiga gw, pasti ada maunya"

"Enak aja ihhhh, suudzon mulu lo ah jadi orang. Yaudah gmana nih? Lo gw anter pulang pokoknya. Gak mau tau!!! Gw udah jauh jauh kesini juga"

"Siapa juga yang nyuruh lo kesini ababil?" batin gw kesel

"Terus besok gw kerja pake apa kalo gak pake motor woy?"

"Yaudah besok gw jemput pas lo berangkat kerja"

Shit nih cewek ada ada aja, kenapa sih bikin yang simple jadi ribet. Haduh. Tapi mau gak mau gw harus nurutin kemauannya. Mau gimana lagi, dia udah jauh jauh kesini. Akhirnya jam pulang pun dateng juga. Gw segera bersiap dan pamit juga ke Salma dan lawan shift gw yang baru dateng Ari, Susan dan maria. Salma cuman senyum senyum penuh arti ke gw karena liat gw di jemput cewek


"Lo bisa nyetir mobil Kan Al?" Katanya

"Kaga bisa gw"

"Ih cowok kok gak bisa nyetir" nyinyir dia sambil masuk ke mobil

"Yabodo amat lah, gak ngerugiin lo ini" jawab gw kesal

"Belajar dong, masa cewek yang nyetir sih!! Malu dong Al" kata dia sambil melet meletin lidahnya

"Berisik lo ah" kata gw gak kalah sengit

"Yaudah tar gw ajarin, biar entar lo yang nyetir"

"Serah lo deh ve TiveπŸ˜‘πŸ˜‘"

Udah hotel rame, ditambah ada cewek horor yang tiba tiba dateng ke tempat kerja. Buset apes banget hari ini. Mimpi apa coba gw semalem.
Lagi dan lagi gw kepikiran Salma yang hari ini sikapnya gak kaya biasa. Padahal gw lagi sama cewek laen. Bodo amat sih.

Kalo aja gw semalem tau mimpinya apa, gw bakal milih gak mimpi dehπŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘





Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yudidoank dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Antara Rasa Dan Logika
06-04-2020 16:14
Keep update gan, seru keknya nih emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
muyasy dan aldiriza memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
06-04-2020 19:20
Part 7

The long and winding road
That leads to your door
Will never disappear
I've seen that road before
It always leads me here
Lead me to you door

The wild and windy night
That the rain washed away
Has left a pool of tears
Crying for the day
Why leave me standing here?
Let me know the way

Many times I've been alone
And many times I've cried
Anyway you'll never know
The many ways I've tried

And still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don't leave me waiting here
Lead me to your door

But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don't keep me waiting here
Lead me to your door
Yeah, yeah, yeah, yeah

The beatles - the long and winding road

lagu itu gw puter berulang kali di playlist gw. Selama di perjalanan dan di dalam mobil dengan Tive gw hanya diam dan mendengarkan lagu itu. Mungkin karena bete juga. Kenapa dia harus datang di waktu yang gak tepat. Maksud gw dateng di hadapan Salma. Ya emang gw gak ada hubungan apa apa sih sama Salma. Tapi entah kenapa gw gak mau keliatan deket sama cewek. Aneh memang. Tapi itu yang gw rasain.

"Iiiiihhhh .. teriak Tive sambil narik headset yang nancep di telinga kiri gw.

"Apaan sih???" Kata gw sambil menatap tajam ke Tive

"Lo tuh, iiiiiihhh. Gw dari tadi di kacangin mulu. Ajak ngobrol gitu. Gw kan bukan sopir lo!!!"Tive ngegas

"Kenapa sih lo tuh selalu aja bikin hal sepele jadi ribet??" Kata gw sambil menatap ke arah jalan"

"Lo tuh cowok ya, masa gak bisa perlakuin cewek dengan baik!!!!" Jawab Tive gak mau kalah

"Enak aja kalo ngomong. Lo gak kenal gw!" Kata gw dingin

"Ohhh gitu ya, emmmm so cool banget lo bilang gt. Dasar tua!!!"

Sumpah gw baru kali ini di lunjak sama bocah labil model Tive. Kenal aja baru beberapa hari udah berani nilai gw. Seolah olah gw ini benar adanya kaya apa yang dia pikirin. Gw gak mau ambil pusing sebenernya. Tapi dia selalu aja mulai. Masa di dalem mobil gw brantem mulu padahal belum nyampe tujuan. Tive ngajak gw ngopi di tempat favoritnya. Jaraknya agak lumayan jauh dari tempat gw kerja. Jadi telinga gw harus tahan sama ocehan ocehan gak bermutunya.

Setelah 30 menit perjalanan akhirnya kami nyampe di salah satu tempat ngopi yang berada di pusat kota. Gw minta yang outdoor aja biar bisa ngeroko. Dan Tive mengiyakan permintaan gw. Gw pesen kopi item dan dia beli kapucino. Kami memilih tempat duduk yang berada dipojok dan paling dekat dengar pagar. Situasi kedai waktu itu agak sepi. Mungkin karena bukan malem minggu jadi gak terlalu rame.

"Lo sering kesini?" Kata gw

"Sering banget. Kalo gw lagi bete di rumah, gw cabut kesini."

"Oh.." jawab gw singkat

Gw nyalakan rokok gw dan gw isep. Rasanya bukan main. Padahal sama aja kaya kemaren kemaren gw beli. Tapi mungkin tempat nya mendukung ya. Jadi ada sensasi yang berbeda.

"Lo asli mana sih ve?"

"Gw asli Jakarta. Bokap gw cerai sama nyokap gw tiga tahun yang lalu, dan ikut sama nyokap gw ke sini" pungkas nya

"Mmm sorry, gw gak tau ve"

"Gapapa kali santai aja. Udah biasa kok gw" katanya sambil tersenyum simpul

"Terus lo punya adek?"

"Engga, gw anak tunggal. Kadang gw ngerasa kesepian kalo di rumah. Tapi dalam tiga tahun ini gw udah mulai bisa berdamai dengan diri gw sendiri. Kadang gw muak dengan keadaan keluarga gw sendiri Al. Gw jarang banget ngobrol sama nyokap gw. Dia sibuk kerja. Gak pernah ada waktu untuk gw. Fasilitas emang dia kasih. Tapi kasih sayang gak gw dapetin."

"...." gw cuman mengangguk pelan dan mendengarkan dia bicara

"Sampai akhirnya gw ketemu sama afan di kampus. Gw introvert banget di kampus. Gak kenal baik sama temen temen. Cuman afan yang berusaha untuk nemenin gw. Gw pikir waktu itu itu dia adalah cowok yang dikirim Tuhan untuk gw. Tapi lama kelamaan, gw tau siapa dia. Pergaulan dia, dan sifat dia yang tempramen banget. Satu tahun pacaran gw udah kena tampar dua kali. Tapi anehnya gw tetep bertahan sama dia." Kata Tive sambil liatin kapucino yang di hadapannya

"Gw kaya terhipnotis sama afan. Gw ngerasa candu sama perlakuannya baik itu yang romantis atau yang buruk nya. Tapi akhirnya kemaren gw tau kalo dia ngeduain gw. Dan gw paling gak bisa kalo di selingkuhin. Karena kenapa?... perceraian orang tua gw karena ada orang ketiga. Makanya gw muak banget waktu tau dia selingkuh dari gw." Jelas nya lagi dengan nada agak tinggi

"Hidup itu emang unik ve. Kadang lo rasain manis kadang lo harus juga rasain pahitnya. Kadang lo rasain seneng dan kadang lo rasain sedih nya." Kata gw di akhiri menghisap rokok

"Thanks ya al, udah mau dengerin cerita gw" jawabnya

"Santai aja kali ve, Lo bisa cerita kapan aja kalo lo mau"

Mata hati gw baru terbuka. Childishnya dia, gw tau kenapa. Dia haus akan perhatian. Dia butuh kasih sayang. Dia sudah terlalu lama menanggung beban yang begitu besar di hidupnya. Terlalu berat untuk cewek seumurannya. Dia perlu udara segar yang bisa mengembalikan semangat hidupnya. Ternyata Tive adalah cewek yang kuat. Bahkan lebih kuat dari gw.

Padahal gw berfikir kalo Tive adalah cewek yang manja dan dimanja oleh orang tuanya. Tapi gw salah. Dia lebih rapuh dari pada tangkai pohon yang sudah tua. Mungkin kalo gw diposisinya, belum tentu gw bisa kuat seperti dia.

"Ngeliatin siapa ve?" Kata gw sambil mengikuti arah pandangannya

"A.. Afan Al" kata Tive terbata bata

Afan, yang gw tau dia masih pacarnya Tive berjalan ke arah kami. Gw tau Afan sudah dalam keadaan marah. Terlihat dari raut wajahnya.

"Oh gini ya lo, gw teleponin gw chat gak lo bales. Malah main sama cowo lain lo" kata Afan ke Tive dengan nada tinggi

"Apaan sih lo. Bukan urusan lo. Ngerti?" Jawab Tive

"Haha, pecun kalo ngomong emang kaya gini ya?" Hardik afan dengan enaknya

PLAK, dan satu tamparan mendarat di pipinya Afan.

"ANJ*NG LO FAN" kata Tive dengan gemetar dan air mata yang mulai jatuh dari pelupuk matanya.

"Ayo Al" ajak Tive ke gw

"Bentar ve" kata gw sambil beranjak berdiri dan mendekati si Afan

"Gw gak kenal siapa lo. Dan gw gak mau kenal sama lo. Tapi gw mau kasih tau satu hal sama lo. Emak lo bilang, kalo dia malu banget punya anak kaya lo yang bisanya cuman nyakitin dan ngehina cewek" kata gw geram ke afan

"Lo gak usah ikut campur. Dan jangan sok jadi pahlawan lo." Kata Afan sambil mendorong gw

"Dan gw rasa ve, temen lo ini anak dari Pecun juga sama kaya lo. haha" lanjut afan

Emak gw pecun?? Gw udah kalap. Gw gak bisa mikir jernih lagi. Gw udah emosi liat Tive di perlakukan seperti itu. Dan sekarang dia Bilang emak gw pecun.

"Buuukk"
Satu pukulan mendarat di pipinya afan. Gw udah gak bisa nahan emosi.

"SEKALI LAGI LO NGOMONG KAYA GT, GW PATAHIN TULANG RUSUK LO!!!" Kata gw dengan nafas tersengal sengal karena emosi

"Al udah, Ayo cabut!!" Kata Tive sambil narik tangan gw.

Sebelum pegawai kedai dan customer yang berdatangan ke meja gw, gw cabut ninggalin si Afan yang terkapar di lantai. Gw gak bisa terima dia ngehina almarhum nyokap gw. Betapa sakitnya hati gw. Setiap orang boleh cemooh gw, boleh ngehina gw. Asal jangan orang tua gw.
Jangankan orang lain. Adik almarhum ibu gw ngehina bokap gw waktu itu, gw yang hadepin dia. Apalagi orang lain.

Langit udah mulai gelap ketika gw dan Tive meninggalkan kedai. Suasana hati gw masih gak karuan. Kepala gw masih panas. Panas karena hinaan afan terhadap almarhum ibu gw.

Dalam perjalanan pulang Tive minta maaf ke gw karena perlakuan Afan tadi. Dan gw hanya mengangguk. Tive bilang dia gak nyangka kalo Afan ke kedai itu juga. Emang sih dulu katanya dia sering ke kedai itu sama afan juga. Cuman dia gak ceritain waktu ngobrol di kedai tadi.

"Disini aja ve"

"Loh kosan lo yang mana?"

Deket ko, masuk gapura itu?" Kata gw sambil menunjuk gapura satu satunya di pinggir jalan

"Oh yaudah kalo gt. Btw thanks ya Al. Udah nemenin gw. Dan maaf sekali lagi buat kejadian yg tadi." Kata Tive lirih

"Udah gpapa. Lo balik gih keburu malem"

"Yaudah gw balik ya al"

Akhirnya gw nyampe di kosan. Seperti rutinitas biasa gw langsung mandi dan ganti pakaian. Hari ini sangat gerah, panas, bahkan lebih panas dari hari hari biasanya.

Gw pengen tidur. Gw kangen nyokap gw emoticon-Mewek
Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tirtagangga dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
06-04-2020 23:14
Part 8

Jantung gw berdebar cepat. Kedua tangan gw kepalkan dengan kuat. Gigi gw gemetar. Gw masih ingat betul apa yang dikatakan Afan mengenai ibu gw tadi. Gw mencoba mengatur nafas agar kembali tenang. Namun rasa marah gw membuat itu semua jadi mustahil. Rasanya gw ingin merobek robek mulutnya. Biar dia tau, bahwa tuhan memberikan mulut untuk berbicara dengan etiket. Bukan seperti orang bodoh yang gak tau sopan santun.

Gw mendengar bunyi langkah yang di akhiri ketukan pintu tiga kali ketika gw masih dalam keadaan berbaring di kasur. Gw melangkah dan menghampiri pintu lalu membukanya.

"Eh lo nyo. Sini masuk"

"Ada cewek yang nyariin lo bro" kata munyo sambil ngelirik ke sebelah kirinya

Gw mengikuti arah mata munyo.

"Salma?" Batin gw

"Udah gw tinggal dulu ya. Gw mau beli makan. Laper gw."

"Oh iya, have fun bro" kata munyo berbisik dan meninggalkan kami.

Sialan, emang gw mau ngapain pake bilang have fun segala

"Sal" gw manggil Salma yang lagi liat jalanan dari arah balkon

"Hei" katanya sambil jalan menghampiri gw

"Sini masuk" kata gw mempersilahkan dia masuk

Salma pun duduk disamping kasur. Salma benar benar cantik malam ini. Dia menggunakan sabrina dan laging hitam legam menambah kesan seksi pada kedua kaki nya yang jenjang. Aroma tubuh nya memilik ciri khas sendiri. Lalu rambut panjangnya di kuncir kuda. Ah sudahlah. Perfect banget lo malem ini Sal.

"Maaf gw gak bilang dulu mau kesini al"

"Gapapa kali. Kapanpun lo mau kesini ya kesini aja. Asal gw nya ada, kalo gw gak ada kan yang bukain pintu siapa emoticon-Blue Guy Bata (S) " kata gw sambil nyengir

"Haha lo bisa aja. Eh ini gw bawa cemilan al" kata salma sambil mengeluarkan beberapa bungkus cemilan dari tasnya

"Ih jangan!! Jangan repot repot maksudnya emoticon-Blue Guy Peace "

Kami berdua tertawa bersama. Ah Salma, lo paling bisa bikin emosi yang ada di dada gw hilang seketika.

"Eh Al, yang tadi jemput lo itu cewek lo?" Kata salma selidik

"A..ah bukan, dia temen gw kok" sanggah gw

Karena emang bener kan Cewek yang dia maksud adalah Tive, dan Tive bukan siapa siapa gw.

"Mmmm.. gt ya? Terus lo gak lagi deket sama cewe gt?"

"Sejauh ini gak ada sih. Hehe.." jawab gw ragu, padahal emang gak lagi deket siapa siapa

"Eh, gw mau nanya. Kalo tiba tiba ya di tahun ini ada cewek yang ngajak lo married gimana?"

"Ya siapa dulu ceweknya lah sal. Kalo emak yang dagang gorengan deket tempat kerja mah gw ogah emoticon-Blue Guy Bata (S)" kata gw sambil buka bungkus cemilan.

Maklum tadi emosi. Jadi isi perut gw ilang semua emoticon-Blue Guy Peace

"Hahaha Ya engga, maksud gw cewek yang sepantaran sama lo gt atau dibawah lo umurnya"

"Sal, pernikahan itu bagi gw sekali seumur hidup. Gw pengen nikah sama cewek yang gw cintai. Kalo pun seandainya gw nanti nikah sama cewek yang gak gw cintai, mungkin itu takdir. Tapi gw bakal belajar mencintainya." Kata gw sambil makan cemilan

"Iya sih, tapi berarti lo mau kan nikah?? Maksud gw siap nikah gt kalo ditakdirin nikah tahun ini?"
Tanya Salma serius

"Ya siap gak siap harus siap lah, lagian kalo gw nunggu kata "mapan" mau sampe kapan.?, btw pertanyaan lo mistis bat dah, serem gw wakakak" kata gw sambil tertawa

Salma hanya tertawa mendengar jawaban terakhir dari gw. Emang misterius sih pertanyaannya. Kaya ada unsur tersembunyi gt. Atau mungkin hanya pertanyaan random yang di lontarkan. Maybe.

Gw bisa liat Salma dari sisi yang beda. Dia begitu humble. Gak seperti waktu dikerjaan. Mungkin karena profesionalisme kali ya. Kali ini Salma betul betul natural. Seakan akan dia ingin menunjukan bahwa ini lah dia yang sesungguhnya. Bukan Salma yang tertekan karena pekerjaan. Bukan Salma yang tertekan karena Atasan.

Kami berdua ngobrol gak karuan dan ketawa sekenceng kencengnya. Padahal udah malem tapi gw gak perduli. Jarang banget ini terjadi. Dan gw harus manfaatin moment ini.

Matanya yang gw liat tadi siang sembab sekarang udah enggak. Gw yakin kalo dia ada masalah. Tapi gw gak berani nanya soal itu. Gw takut dia tersinggung.

"Lo besok ngampus jam berapa?" Tanya gw sambil ngunyah

"Besok gw skip kelas, lagi males"

"Lah, kenapa ko sekap sekip mulu?"

"Lagi gak mood aja, mmm btw lo sendiri kenapa gak kuliah, sayang tau"

" gw lebih sayang sama keluarga gw. Karena kalo gw ngampus, sebagian dari hasil kerja gw itu buat bayar biaya ngampus. Dan gw gak bisa bantu keluarga gw kalo gw ngampus" Kata gw yang gak berhenti ngemil

"Iya gw ngerti. Berarti Itu ya artinya tanggung jawab?"

"Sal, definisi tanggung jawab itu luas. Lo bisa jaga diri sama martabat keluarga lo aja, itu lo udah tanggung jawab"

"..."salma hanya terdiam

"Lagian lo kerja sambil kuliah aja itu lo udah mikul tanggung jawab loh" kata gw memujinya

"Tapi engga buat diri gw"

"Maksudnya?" Tanya gw karena heran dengan kalimat dari pernyataannya

"Ah engga, lupain aja al" katanya sambil mengusap wajah

Ada yang berbeda dengan raut wajahnya. Seperti redup. Ada beban berskala besar disitu. Beban yang melebihi dari bebannya Tive. Tatapannya nanar. Kosong dan hampa. Gw gak mau menanyai nya soal itu. Gw tahan rasa penasaran gw.

"Kring"
Terdengar ponsel salma berdering dan dia pamit sebentar untuk mengangkatnya

Udah jam 10 malem. Gak terasa memang. Sudah 3 jam kami mengobrol. Tapi gak kerasa banget. Mungkin karena betah kali ya emoticon-Blue Guy Peace

Gak lama kemudian salma kembali dengan air mata yang udah membasahi pipinya. Dia kenapa? Apa ada masalah dengan sang penelepon? Ah itu sudah pasti.

"Hei lo kenapa" kata gw sambil megang pundak salma

"..."

Gw bingung, tangisnya makin pilu. Badannya bergetar hebat. Gw coba memeluknya. Menenangkannya. Dia nangis di pelukan gw.

Maaf gw gak sopan sal.

Gw bisa merasakan hangat tubuhnya. Aroma tubuhnya lebih jelas. Gw belai rambutnya yang halus. Gw gak bisa bilang apa apa. Gw hanya memeluknya. Sepertinya Salma dalam masalah besar.

"A.. Aal" ucap salma dalam tangisnya

"Iya sal?"

"Izinin gw tidur disini, gw gak mau pulang. Please!!!"

Jantung berhenti sejenak. Gw gak tau harus jawab apa. Di satu sisi gw belum pernah ngajak cewe tidur di kamar gw. Di sisi lain gw gak tega nolak permintaan salma dengan kondisi psikisnya yang seperti ini.

Ini bener bener gila. Gw harus gimana?? Menolaknya atau mempersilahkannya??

Dilema gw emoticon-Mewek







Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 01:17
Part 9

Suasana malam itu menjadi lebih dingin dari biasanya. Lebih sunyi dari biasa. Suara jantung gw yang sempat berhenti kini terdengar detak nya. Hangat tubuh nya Salma masih bisa gw rasakan. Air matanya menembus baju gw. Gw bisa merasakan sendu nya. Gw bisa merasakan kepahitannya. Gw bisa merasakan dinginnya.

Sesorang diujung telepon tadi telah menyakiti hati wanita yang saat ini berada di pelukan gw. Gw sangat iba padanya.

"Lo boleh tidur disini kapan pun lo mau Sal" kata gw lirih sambil mengelus rambutnya yang hitam.

Salma masih dalam tangisannya. Gw mencoba untuk melepaskan pelukannya dan menatap wajahnya.

"Hei, udah. Jangan nangis lagi. Mata lo makin sembab itu" ucap gw sambil senyum dan menyeka air matanya

"...."

"Kalo lo udah siap cerita tentang masalah lo, lo cerita aja ke gw kalo lo mau." Kata gw

Salma hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Masih ada sisa senggukannya. Masih ada sisa dari air matanya. Tapi dia udah lebih tenang dari sebelumnya.

"Bentar gw ambilin minum" kata gw sambil beranjak

"..." salma hanya tertunduk dan tidak menghiraukan perkataan gw

"Nih" kata gw sambil menyodorkan segelas air putih

"Thanks Al"

"Kalo lo mau tidur, tidur aja. Gw belum ngantuk masih pen ngerokok. Hehe"

"Nggak kok, maaf gw jadi ngerepotin lo ya" katanya lirih

"Gak kok sal. Sama sekali enggak" kata gw sambil nyulut rokok

"Gw boleh minta rokok lo?"

"Hah?? Lo?"

"Kalo lagi pusing aja, but not ma habit" sambil mengambil sebatang rokok dan menyulutnya

"Ohh. Oke deh gw jadi ada temen ngeroko hehe"

Rokok menjadi tameng buat Salma. Tameng dari segala kelamahannya. Tameng dari segala kepayahannya. Bebannya dia bakar perlahan dan di dikeluarkan dalam bentuk asap. Dia sangat menikmati tiap hisapannya. Tiap kepulan asap yang dikeluarkan memiliki arti penting. Arti dari lemahnya seorang Salma

"Lo gak tidur? Besok kan lo shift pagi?"

"Gw udah biasa ko sal, santuy santuy" kata gw sambil nyengir

"Dasar cowok, doyannya begadang" sambil mematikan rokok yang sudah habis setengah

"Al, kalo udah kaya gini, gw tetep cantik gak?"

Duh pertanyaan yang makin gak mau gw denger ini. Kenapa harus keluar juga

"Salma, lo itu mau nangis, mau ketawa, atau lo jelek jelekin muka lo sekalipun lo itu tetep keliatan cantik" kata gw ngasal. Tapi emang bener sih

"Al, liat gw" kata Salma sambil tangannya mengarahkan wajah gw ke wajahnya

"...." gw speechless, deg degan, mulut gw terbungkam ketika bertatapan dengan jarak hanya 3 cm dari wajahnya

"Bener gw masih cantik?" Tanya dia lirih

Gw hanya mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangan gw dari dia.

Jarak kami semakin mendekat. Gw bisa merasakan hembusan nafasnya. Jantung gw semakin berdebar keras saat bibir kami bertemu satu sama lain. Gw gak tau siapa diantara kami yang memulai. Darah gw bergejolak hebat. Tubuh kami saling berpelukan. Gw bisa merasakan detak jantungnya.

"Sorry ya al" katanya seraya melepaskan pelukan

"Tidur gih udah malem Sal" jawab gw meskipun tidak memenuhi jawaban untuk pernyataan salma

Salma beranjak ke kasur gw. Dia membalikan posisinya ke arah tembok dan membelakangi gw. Sementara gw tidur dibawah. Hanya beralaskan karpet dan selimut.

"Good nite al"

Gw hanya tersenyum dan mematikan lampu kamar.

Salma, seandainya lo pacar gw. Gw janji akan menyayangi lo seutuhnya. Gw gak akan ninggalin lo dalam keadaan apapun.

Kalimat kalimat itu tiba tiba muncul di pikiran gw. Gw gak pernah merangkai kalimat itu sebelumnya. Yang ada dalam pikiran gw saat ini hanya Salma.

Tapi gw rasa itu semua gak mungkin. Salma udah punya pacar. Dan tentu saja statusnya masih taken. Karena gw belum denger sendiri dari mulutnya Salma kalo mereka putus.

Apa gw mengharapkan mereka bubar? Mungkin iya, tapi gw akan menjadi manusia egois. Manusia yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain.

Dibalik gelapnya kamar. Gw masih bisa melihat wajah Salma yaang sudah tertidur pulas. Gw bisa lihat wajahnya yang tenang. Gw bisa liat bibirnya yang tebal dan sempat memberikan salam ke gw beberapa menit yang lalu.

Tidurlah oh sayang
Bawa seribu mimpi yang indah
Dan kau kan kubawa serta
Pergi ke ujung dunia ini
Dan takkan pernah kembali


Sebait puisi untuk Salma.

Salma, sleep tight


Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 02:18
udah gw subs gan
semangat updatenya
profile-picture
profile-picture
muyasy dan tabernacle69 memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 03:47
Izin nenda om emoticon-Shakehand2
Cerita menarik nih emoticon-thumbsup
profile-picture
profile-picture
muyasy dan aldiriza memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 10:00
Part 10

Beberapa hari setelah Salma ke kos gw, dia resign dari tempat kerja. Tempat dimana gw dan Salma pertama kali bertemu. Tempat dimana gw bisa menatapnya lebih lama. Meskipun jarang terjadi obrolan sebanyak malam itu di kos gw.

Keluarnya Salma dari hotel menjadi pukulan telak bagi gw. Hati gw gak tenang berkecamuk. Apa gw merasa kehilangan sosok Salma? Cewek yang buat gw mabuk kepayang tiba tiba. Dan cewek yang buat gw rapuh seketika. Tanpa memberi kabar sedikitpun dia hilang begitu saja.

Oh iya FYI, pagi harinya setelah malam itu, gw ngabarin Tive agar dia tidak usah menjemput gw. Dan dia meng amini meskipun dia ngoceh gak jelas. Tapi gw gak mau tanggepin. Yang ada di pikiran gw waktu itu hanya Salma.

Gw sempet memberanikan diri untuk ngechat Salma lewat WA. Tapi gak aktif. No teleponnya pun gak Aktif. Salma seperti di telan bumi. Sudah seminggu dia gak ada kabar. Seminggu pula gw merasa bahwa gw emang suka sama Salma. Tapi gw gak boleh ngutarain perasaan gw.

Mengapa jadi serumit ini? Mengapa harus terjadi sama gw? Apa gw salah menaruh perasaan sama cewek yang sudah punya pacar? Gw rasa itu adalah hak setiap orang. Cuman batasannya adalah "tau diri".

Tive sering menghubungi gw. Tapi gw balas seadanya. Tive bilang kalo dia udah bubar sama cowoknya. Wajar, karena cowoknya memang bukan orang baik.

Sore hari menjelang malam. Gw duduk di balkon dengan segelas kopi dan sebungkus rokok. Gw menghabiskan hari hari gw dengan rasa "gak percaya". Gak percaya dengan kenyataan. Kenyataan kalo bakal kaya gini. Mungkin bisa di bilang lebay. Tapi ini kenyataan. Gw galau dengan seorang perempuan yang itu hanya teman gw. Hanya teman!!

"Woy, ngelamun aja lo" kata munyo yang baru saja duduk disamping gw dengan gitarnya

"Eh elo nyo"

"Kenapa sih bro? Gw lihat beberapa hari kebelakang muka lo dilipet mulu" tanya munyo tanpa mengalihkan pandangannya yang sedang memperhatikan chord yang dia gunakan pada gitarnya

"Gw? Gak kenapa napa gw. Emang gw kenapa?" Tanya gw balik sambil menghisap rokok dalam dalam

"Alah, gw kenal lo udah lama bro, jadi gw tau mana muka lo yang wajar dan mana muka lo yang gak wajar. Nah ini nih model model muka yang gak wajar" kata munyo menganalisis

Gw bingung mau jawab apa. Gw lagi males banget untuk berbicara dengan siapapun. Gw hanya ingin mendapatkan kabar dari dia.

"Kemaren sore ada cewek bawa mobil kesini. Kebetulan gw lagi nongkrong di depan kos yakan. Nah dia nanyain lo. Tapi lo nya lagi keluar"

"Oh, terus lo bilang apa?" Tanya gw cuek

"Ya gw bilang lo lagi gak ada lah. Masa iya gw bilang lo ada!!"

"Oh, bagus deh"

"Lah, sakit nih anak!! Disamperin cewek cakep, masih muda, tajir pula malah cuek bebek kek begitu. Jangan jangan lo homo. Ih jadi ngeri gw deket deket sama lo" kata munyo sambil bergidik seperti kedinginan

"Enak aja lo!! Gw masih normal sue!! Lagian kalo gw homo juga bakal pilih pilih. Gak akan sama lo!!"

"Sembarangan, mulut lo pedes bat kek sambel soto" jawab munyo

Tive? Ada apa dia kesini? Mungkin dia kepikiran kenapa chatnya jarang di bales. Dan kalo di bales pun balesan gw super singkat.

Atau gw telepon aja? Gw tanyain maksud dia datang ke kosan gw kemaren apa? Tapi kenapa dia gak ngechat waktu dia kesini? Aneh emang tuh cewek. Gak berubah.

"Gw tebak nih ye, lo lagi galau kan? Ngaku aja lo"
Cerca munyo

"Galau sama siapa?? Orang pacar aja gak punya" kata gw gak kalah sengit

"Udah deh, lo gak usah nyembunyiin itu dari gw. Cewek yang waktu itu tidur di kamar lo kan yang bikin lo kek mayat idup begini?"

Gw menghela nafas dan mematikan rokok yang sudah mau habis. Gw menatap langit. Gw bisa merasakan tarian angin yang melenggak lenggok di tubuh gw.

"Gw gak ngerti sama perasaan gw ke dia nyo, padahal dia cuman temen gw. Gw ngerasa kalo gw kehilangan dia nyo" kata gw meratapi keadaan gw

"Nah kan. Hmmm" katanya sambil mengangguk anggukan kepala

"Emang dia kemana"

"Entahlah, satu hari setelah dia nginep disini, dia resign. Tanpa ngabarin gw"

"Lo udah coba telepon dia?"

" udah tapi gak aktif" kata gw lesu

"Udah coba ke rumahnya?"

Gw menggelengkan kepala. Pertanda belum nyoba kerumahnya

"Ah bego, kenapa lo gak kerumahnya? Haduh, lo itu harusnya sat set dong mikirnya. Udah sono lo kerumahnya!! Dari pada kek begini terus. Udah kek ayam penyakitan aja lo murung terus"

Seenaknya bilang gw ayam penyakitan!! Tapi bener juga apa yang di katain munyo. Kenapa gw gak nyoba kerumahnya. Mungkin ada titik terang.

"Udah ah gw mau mandi dulu." Kata munyo sambil ngeloyor ke kamarnya

"Udah bego nya jangan di piara. Ga usah banyak mikir. Cabut sana lo!" Kata munyo sambil membuka pintu kamarnya

Tanpa pikir panjang setelah munyo masuk kamar gw langsung siap siap ke rumahnya Salma. Gw pengen tau kejadian yang sesungguhnya. Kenapa dia resign? Kenapa dia gak ada kabar? Dan kenapa dia.. ah sudahlah.

Gw langsung tancap gas kerumahnya salma. Jantung gw berdebar waktu di perjalanan. Entah kenapa. Gw gak ngerti. Tapi gw harap, gw bisa ketemu dengan dia. Gw bisa liat wajahnya. Itu udah lebih dari cukup.

Gw sampai di komplek rumahnya. Gw gas perlahan untuk masuk komplek. Dan akhirnya tiba di depan rumah yang gerbang nya tertutup rapat. Berada di blok H, deretan ke 2 terakhir sebelah kanan jalan.

"Tok tok tok"
"Assalamu'alaikum"

Terdengar suara langkah mendkati pintu dan membukanya

"Wa'alaikum salam" kata ibunya Salma

Gw ceritain maksud dan tujuan gw datang. Dan ibunya sedikit cerita tentang kejadian yang sudah terjadi seminggu yang lalu.

"Gitu ya tante." Jawab gw lesu

"Iya nak, tante juga gak tau harus bagaimana sekarang. Tante udah nyoba hubungin temen temen kampusnya tapi hasilnya nihil" katanya lirih sambil menyeka air mata

"Tante udah nyoba hubungin pacarnya?" Tanya gw

"Sudah, tapi pacarnya bilang dia juga gak tau keberadaan Salma"

"Boleh saya minta nomer nomer yang bisa saya hubungin untuk ngelacak keberadaan Salma tante? Saya bantuin cari Salma"

Akhirnya ibunya Salma memberikan beberapa nomer sahabatnya di kampus dan termasuk nomer pacarnya dalam secarik kertas. Ada beberapa daftar nama yang di jadikan referensi untuk mencari keberadaan Salma.

"Yaudah kalo gt saya pamit ya tante, maaf duh jadi mengganggu kenyamanan tante" kata gw sambil salim

"Gak mengganggu sama sekali nak, justru tante berterima kasih sama kamu, karena sudah mau bantu nyari Salma" kata tante sambil tersenyum tipis

"Sama sama tante. Salma kan teman saya juga tan."

Gw langsung cabut ke kosan dan memikirkan langkah yang akan di ambil untuk nyari Salma. Gw makin khawatir. Gw makin takut Salma kenapa napa. Gw gak habis pikir dan gak nyangka cewek yang disiplin, tegas seperti salma bisa serapuh ini. Gw janji sama diri gw sendiru kalo gw harus menemukan Salma. Dan gw juga udah janji sama nyokapnya.

Salma, kamu dimana emoticon-Mewek


profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 12:31
Part 11

Tepat satu bulan yang lalu gw sudah mendapatkan kembali cuti tahunan gw. 12 hari. Tapi gw belum mengambilnya satu pun. Gw langsung berinisiatif untuk mengambil cuti gw 6 hari sekaligus. Seharusnya memang harus ada pengajuan cuti 30 hari sebelum hari H nya. Tapi apa boleh buat. Gw butuh cutinya dipercepat. Setelah gw bicara dengan manager divisi dan pihak HRD kalau gw lagi ada urusan keluarga yang mendesak akhirnya mereka memberikan hak cuti gw yang mendadak.

Gw membuka secarik kertas yang diberikan oleh nyokapnya Salma. Di sana ditulis 5 nama temannya dan pacarnya. Berarti totalnya 6 orang yang bisa bantu gw cari petunjuk.

Nama nama itu adalah:
Devi 0857xxxx
Laila 0877xxxx
Angel 0821xxxx
Shita 0822xxxx
Galuh 0878xxxx
Bima 0877xxxx

Ada 6 daftar orang yang sama sekali gak gw kenal sebelumnya. Ke 5 cewe dalam daftar itu adalah teman kampusnya atau mungkin sahabat. Dan yang terakhir adalah Bima, pacarnya Salma.

Pagi hari pukul 8 di minggu pertama bulan februari. Ini adalah hari pertama gw cuti. Gw cari nomer nomer yang gw catet dari secarik kertas yang di berikan nyokapnya Salma.

"Tut tut tut" suara nada sambung
"Hallo" suara seorang cewek di ujung telepon sana

"Ini devi ya?" Tanya gw

"Iya, maaf ini siapa?" Tanyanya heran

"Gw Aldi temennya Salma. Gw dapet amanat dari nyokapnya untuk nyari Salma. Kira kira lo tau gak keberadaan Salma sekarang dev?"

"Lo yakin cuman temennya Salma?"

"Yakin lah, gw temen satu kerjaannya waktu di hotel" jawab gw meyakinkan

"Gw sebenernya gak tau apa yang terjadi sama Salma, cuman memang beberapa minggu kebelakang dia jadi pendiem banget. Gak pernah ngumpul bareng kita."

"Satu minggu yang lalu nyokapnya sempet nelepon gw, tapi gw cuman jawab gak tau karena gw emang gak tau" timpalnya

"Jadi lo gak tau dimana Salma sekarang??" Tanya gw pesimis

"Coba deh lo tanya pacarnya. Tapi gw gak tau juga sih pacarnya tau ato engga. Soalnya setahu gw mereka lagi ada masalah"

Jadi emang bener, Salma lagi ada masalah sama cowoknya.

"Yaudah deh makasih infonya ya dev" kata gw sambil menutup telepon

Bahkan gw gak tau tempat tempat yang suka dikunjungi sama Salma. Yang gw tau adalah terakhir kali gw liat dia adalah ketika dia pulang dari kos gw. Gw liat matanya yang nanar. Meratapi dirinya sendiri. Tapi gw gak ngerti. Dia punya masalah apa. Itu masih tanda tanya besar yang muncul di kepala gw.

Gw mencoba menelepon teman teman yang lainnya. Tapi jawabannya sama. Mereka bilang gak tahu keberadaan Salma. Itu membuat gw semakin pesimis. Bahkan jauh lebih pesimis dari sebelumnya. Tapi ada satu kalimat yang gw inget dari temennya yang bernama angel. Kalo salma punya villa di puncak. Itu villa neneknya dulu. Katanya gw suruh coba kesana.

Mungkin itu menjadi alternatif gw kalo seandainya gak ada titik terang banget disini. Tapi gw fikir gak mungkin, karena nyokap salmanya sendiri gak punya dugaan kalo Salma kesana.

Gw masih melihat satu kontak terakhir. Bima. Iya pacarnya Salma. Gw masih menimbang nimbang kalo gw harus melepon dia. Tapi Bima lah yang paling dekat dengan salma secara emosional. Gw takutnya, kalo gw nelepon Bima, dia malah mikir yang gak enggak soal Salma. Tapi gw harus lakuin itu. Please, bantu gw Tuhan.

"Hallo"

"Hallo.. ini sama Bima?"

"Iya, ini siapa ya? Kok bisa tahu nomer hp saya?"

Terdengar suara bima yang tegas dan tebal diujung sana.

"Gw Aldi. Temennya Salma."

"...."

"Oh iya gw di mintain tolong sama nyokapnya Salma untuk nyari Salma. Kira kira lo tau gak Salma ada dimana?"

"Gw gak tau, udah ya gw lagi sibuk" jawab dia singkat

"Serius lo gak tau? Lo kan pacarnya!!"

"Terus kalo gw pacarnya gw harus tau dia kemana aja?"

"Gw tau Salma udah cabut dari rumah. Dan gw pun gak tau dia ada dimana sekarang. Kita lost kontak semenjak dia cabut dari rumah" timpalnya

"Oke oke. Sorry gw udah ganggu waktu lo. Makas.."

Tut tut tut

Gak sopan banget. Gw belum nyelsein kalimat gw dia main matiin aja teleponnya.

Gak ada info yang berharga sama sekali. Hanya saja gw mendapatkan sedikit tentang info tempat nongkrong salma dan teman temannya dari shita. Mungkin itu bisa jadi referensi gw harus kemana.

"Al, minta rokok lo dong. Rokok gw abis" kata munyo sambil nyelonong masuk ke kamar gw

"Nih" sambil menyodorkan satu pack rokok

"Gimana lo udah punya kabar soal siapa tuh namanya gw lupa?" Ucapnya sambil menyulut rokok

"Salma?"

"Iya itu, hooh Salma"

"Belom ada nyo. Temen temennya gak tau dia dimana"

"Buset dah, bisa kek gt ya. Bener bener ditelan bumi nih anak Al" kata munyo sambil geleng geleng kepala

"Terus lo mau gimana sekarang?" Timpalnya

"Gak tau gw bingung, tapi ada beberapa tempat yang bisa gw datengin. Katanya sih tempat Salma sama temen temennya kalo nongkrong"

Gak lama kemudian telepon gw berdering. Dan gw liat notifikasi telepon itu dari Tive. Gw terpaku melihat layar ponsel. Munyo menanyakan siapa yang menelepon. Gw hanya memperlihatkan siapa yang nelpon.

"Angkat bego" katanya

Gw memutuskan untuk mengangkat telepon. Gw menghela nafas. Ada perasaan gak enak gw sama Tive. Karna seminggu kebelakang chat sama teleponnya udah jarang gw gubris.

"Hallo"

"Lo kenapa sih susah di hubungin akhir akhir ini Al?"

"Gw gapapa, cuman lagi banyak pikiran aja"

"Hmm. Lo punya masalah apa sih??"

"Gak kok, gw gak papa" jawab gw seadanya

"Gak papa gimana orang lo gak pernah ada kabar juga. Gw chat lo bales iya engga iya engga aja. Gw telepon gak pernah diangkat. Ihh cowok mah gt, udah deketin terus ninggalin"

Maksudnya apa tuh. Udah deketin terus ninggalin? Gw gak pernah perasaan deketin dia. Atau dia yang salah tanggap? Perasaan keluar sama dia cuman sekali doang. Dua kali sisanya cuman nganter dia pulang. Itu juga karena alasan situasional.

"Maksud lo gmana sih ve?" Gw mulai naik darah

"Bener bener lo ya. Lo kapan sih peka nya jadi cowo hmmm?..."

Belum Tive menyelesaikan kalimat nya gw tutup teleponnya.

"Lah kok dimatiin Al?" Tanya Munyo

"Gak ngurus, pusing" kata gw sambil berlalu ke kamar mandi

"Eeeh si kamvret"

Gw pending dulu soal hubungan gw sama Tive kaya gimana. Gw pengen fokus dulu untuk nyari Salma. Gw harus nemuin dia. Harus!!!

Salma gw harap lo baik baik aja. Gw gak mau ada sesuatu yang buruk terjadi Sama lo. Gw pengen ketemu sama lo Sal.








Diubah oleh aldiriza
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yudidoank dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 17:26
lanjut bray😁😁😁😁
profile-picture
muyasy memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Antara Rasa Dan Logika
07-04-2020 17:41
Part 12

Beberapa hari kedepan akan menjadi hari yang berat bagi gw. Pun bagi keluarga nya Salma. Gw berfikir kenapa bokap nyokapnya Salma gak lapor polisi, kalo anaknya udah hilang. Secara udah 1x24 jam gak ada kabar apapun. Tapi apa terlalu berlebihan?? Ah gw gak tau. Yang penting gw harus berusaha nyari Salma sampai ketemu.

Siang sekitar pukul 12 gw cabut ke tempat nongkrong nya Salma and the gang. Tempat tempat nya di seputan kota semua. Jadi tidak terlalu sulit gw nyarinya.

Awan hitam dilangit sudah menggumpal. Mungkin akan turun hujan. Gw sampai disalah satu caffe daerah jl. setia budi. Gw menuju kasir dan menunjukan foto Salma yang berada di Ponsel gw.

"Teh, mau nanya. Pernah liat orang yang di foto ini gak?" Kata gw sambil menyondorkan Ponsel

"Mmmm... oh iya a, dia biasanya dateng serombongan kalo kesini. Saya gak tau sih namanya."

"Beberapa hari kemaren teteh nya liat dia kesini gak?"

"Kayanya udah lama deh a. Saya kurang tau tepatnya kapan"

"Oh gt ya teh, makasih ya."

Gw pun langsung berlalu dari caffe. Gw lanjutkan perjalanan menuju 3 caffe lagi. Gw tanya karyawan di masing masing caffe tapi hasilnya tetap nihil. Gw udah pesimis banget. Gak tau apa yang harus gw lakuin.

Sekitar pukul 4 sore hujan turun begitu derasnya. Butirannya yang beradu dengan bumi membuat suara gemericik yang syahdu.

Gw berteduh di salah satu warung kopi pinggir jalan. Hangat nya kopi membuat gw lebih baik. Dan gak terlalu merasakan dingin nya udara yang menusuk.

Gw ngerasa kalo ponsel gw yang gw taro di dalam tas berdering. Dan tentu saja benar.

"Hallo"

"Lo dimana iiih??" katanya dengan nada kesal

"Gw lagi ngopi, dipinggir jalan sekalian neduh"

"Yakali ditengah jalan. Dicium truk tar lo!!! "

"Serah lo dah non" kata gw datar

"Ini gw depan kos lo, lo nya tapi gak ada. Betee tau gak?"

"Ada apa? Kenapa gak ngechat dulu atau telepon dulu kalo mau ke kos"

"Eh tuan muda, lo tuh jarang banget bales chat gw . Lagian kalo gw nelpon juga gak guna. Soalnya kenapa? Pasti lo bilang gak usah ke kos gw"

" lo lagi dimana sekarang? Gw samperin. Jangan bilang gak usah, karena gw udah terlanjur di luar ya" timpalnya

"Iya iyaa ah. Gw lagi ngopi di jalan Merdeka"

"Yaudah gw otw, jangan kemana mana"

"Lagian gw mau kemana? ujan lagi deres kek gini juga"

Gw gak ngerti apa yang dipikiran Tive. Kok doyan banget nyamperin cowok. Atau dia jadiin gw pelampiasan? Wah kebangetan. Kira kira aja mau jadiin gw pelampiasan. Masa gw mau di pecundangi bocah?

Gw kepikiran untuk bilang ke nyokap nya Salma buat lapor polisi. Beliau tadi memberi gw nomernya. Tanpa pikir panjang lagi gw langsung ngechat nyokapnya.

"Assalamu'alaikum, tante ini Aldi. Tante gimana kalo tante sama om lapor polisi? Biar polisi bisa membantu mencari keberadaan Salma tante?"

Pesannya terkirim. Gw tinggal menunggu balasan dari nyokapnya.

Gw harap ada kabar baik dari nyokapnya mengenai keberadaan Salma saat ini. Ya gw berharap begitu.

Lamunan gw melayang jauh. Jauh pada waktu Salma datang ke kos gw. Sangat terasa singkat. Masih terasa lembut bibirnya salma. Masih tercium aroma tubuhnya. Tapi apakah ciuman itu adalah tanda perpisahan dari dia untuk gw? Arrrgggg gw geram.

Kalo bisa memutar waktu, gw akan minta untuk tidak terjadi kejadian di malam itu. Gak ada Salma yang dateng ke kos gw tiba tiba. Dan gw gak akan terlalu perduli dengan keberadaannya sekarang.

"Tiiiiid tiiid"

Suara klakson mobil menghancurkan lamunan gw.

"Woyy" kata Tive setengah berteriak di dalam mobil

"Sini aja ve" kata gw sambil beranjak berdiri dan melambaikan tangan

"Ini ujan ya kira kira. Bawain payung kek kesini" katanya menggerutu

"Ah manja bat lo. Tinggal lari dikit doang"

"Iiiihhhhh, dasar laki laki gadungan" katanya sambil membuka pintu mobil

Akhirnya Tive pun turun dan lari kecil ke arah gw.

"Lo mau minum apa?"

"Susu aja deh" sambil mengusap usap rambut dan jaket nya yang basah

"Tumben lo cakepan dikit?" Kata gw sambil senyum sinis

"Enak aja lo, jadi selama ini gw gak cakep gt?" Jawab Tive sambil duduk di sebelah gw

"Ya kemaren kemaren sih keren, tapi kucel emoticon-Blue Guy Bata (S) " ucap gw sambil tertawa

"ENAAAKKK AJA LO, iiiiiiihhhhh" katanya sambil mencubit tangan kiri gw

"Aww aw sakit parah sue!!" Jawab gw sambil meringis kesakitan dan mengelus elus bekas cubitannya

Kalo gak cakep udah gw tinggalin lo ve

"Ini neng susunya" sambil memberikan susu kental manis ke Tive

"Iya mang"

Gw perhatiin Tive yang lagi serius tiupin susunya yang panas. Kepulan asap nya menyebar ketika Tive tiup. Pikiran gw yang kalut sama Salma sudah berkurang karena kehadirannya.

Ve, kenapa sih lo berusaha untuk ngehubungin gw? Nyamperin gw? Kenapa? Ada yang salahkah dengan otak lo? emoticon-Big Grin . Gw gak mau kepedean dengan berasumsi kalo lo suka sama gw.

Secara gw tau type lo kaya gmana. Setelah gw liat afan gw sedikit tau tentang type cowok lo. Afan jauh lebih ganteng di banding gw. Afan itu cowok berkulit putih, badan nya tegap berisi. Ditambah tajir juga.

Kalo di bandingin sama gw mah duh jauh banget. Jadi kaya bagaikan langit dan bumi.

Dan gw udah persiapin benteng untuk hati gw sendiri. Gw gak mau lagi dipermainin sama cewek. Udah cukup.

Tive bilang "tuan muda?" Wah jarang jarang tuh emoticon-Frown emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaduruk dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Halaman 1 dari 8
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
my-sister
Stories from the Heart
i-see-what-you-see
Stories from the Heart
antara-impian-dan-cinta
Stories from the Heart
kami-ingin-normal-kembali
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia