News
Batal
KATEGORI
link has been copied
154
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e872f08e83c72230874bd80/parade-200000-warga-philedelphia-di-tengah-flu-spanyol-1916-berujung-kuburan-massal
Wabah Flu Spanyol mencapai Philedelphia pada tanggal 19 september 1918.melalui kapal Philadelphia Navy Yard. Dalam hitungan hari, ada 600 orang pelaut terkena virus tersebut.penularan virus itu datang dari Boston.menghantam kota Philedelphia yang waktu itu berpenduduk 2 juta jiwa.
Lapor Hansip
03-04-2020 19:41

Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1918 berujung kuburan massal

Past Hot Thread
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal




Gambar Atas: kerumunan 200.000 warga Philedelphia dalam parade Maut


Wabah Flu Spanyol mencapai Philedelphia pada tanggal 19 september 1918.melalui kapal Philadelphia Navy Yard. Dalam hitungan hari, ada 600 orang pelaut terkena virus tersebut.penularan virus itu datang dari Boston.menghantam kota Philedelphia yang waktu itu berpenduduk 2 juta jiwa.

Meskipun virus sudah mewabah, pemerintah malah ngeyel tetap melaksanakan parade pada tanggal 28 September 1918. Parade tersebut melibatkan 200.000 orang Philadelphia.Sebuah konser di Willow Grove Park menampilkan musik dari John Philip Sousa, menyalakan api patriotik. Philadelphia menghasilkan $ 600 juta dalam obligasi perang   .Imbasnya, pada 1 oktober munculah 635 kasus baru. Kota di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat itu menjadi kota dengan dampak flu Spanyol terburuk.

Gara-gara ngeyel soal parade, lebih dari 12.000 warga meninggal dan 47.000 kasus dalam jangka waktu 6 minggu saja. Setelah 6 bulan, kasus kematian menjadi 16.000 dengan 500.000 kasus.

Dalam waktu 3 hari setelah parade berdesakan itu,31 rumah sakit di Philedelphia kedatangan banyak pasien yang sakit dan sekarat karena infeksi virus flu spanyol pada saat parade yang sangat berdesakan itu..politisi Philedelphia menutup kota,tetapi telah terlambat.

Parade memang bukan satu-satunya faktor, peristiwa di Philadelphia juga didukung dengan populasi tinggi, kondisi pekerjaan, dan hidup yang tidak begitu layak.

kekurangan tenaga medis yang parah membuat sebagian kota tidak berdaya melawan pandemi. Lebih dari 25 persen dokter Philadelphia, sekitar 850 total, dan bagian yang lebih besar dari perawatnya sibuk dengan upaya perang. Pada tahun 1917 dan 1918, tiga perempat dari staf Rumah sakit pensylvania di Eighth and Spruce Streets ditempatkan di Rumah Sakit Palang Merah 10 di Le Tréport, Prancis. Lebih dari dua lusin dokter, lima puluh perawat, dan hampir 200 pekerja bantuan dengan pendidikan pelatihan rumah sakit dipanggil dinas ke  luar negeri.

Di samping itu banyak nya pemukiman kumuh dan jorok dari imigran Afrika-Amerika dan Eropa timur menyumbang penyebaran...pandemi ini membuat mayat-mayat bertumpuk di Philedelphia,banyak mayat-mayat membusuk setelah berhari-hari di jalan.Akhirnya lima kamar mayat sementara, termasuk satu di fasilitas penyimpanan mayat dengan pendingin di Cambridge dan Twentieth Streets, didirikan untuk memenuhi banjir mayat. Pemakaman tidak memiliki ruang dan tenaga yang cukup untuk mengubur orang mati . Di Holy Cross Cemetery di Lansdowne, para seminaris berubah menjadi penggali kubur mengambil rata-rata 200 mayat sehari pada bulan Oktober dan memasuk kan ratusan peti mati ke dalam kuburan umum yang besar.“Pada suatu kesempatan,” kenang Pendeta Thomas C. Brennan dari Seminari St. Charles Borromeo, “para siswa mengerjakan tugas ini sampai pukul 22:30 di bayangi cahaya bulan purnama Oktober, deretan panjang peti mati  yang menghadirkan sebuah gambar aneh  di bawah sinar bulan. " 

 Mereka yang berusaha merawat orang-orang yang tinggal di Rumah Sakit Umum Philadelphia di Thirty-Fourth Street menghadapi situasi yang sama-sama luar biasa. DEngan kapasitas 2.000 pasien ketika virus menyerang, rumah sakit harus menemukan ruang untuk 1.400 lebih banyak orang lagi saat INFEKSI memuncak pada pertengahan Oktober. Dengan rumah sakit membludak dan menghadapi kekurangan staf medis, sukarelawan diambil dari organisasi keagamaan, asosiasi masyarakat, dan, yang paling menonjol, sekolah kedokteran dan keperawatan kota.

Di  Philadelphia, pria dan wanita ini mengubah rumah-rumah paroki dan gudang senjata menjadi rumah sakit darurat sementara, tetapi secara keseluruhan bantuan tambahan tetap langka. Seperti yang diingat oleh seorang sukarelawan, "jika Anda meminta bantuan tetangga, mereka tidak akan melakukannya karena mereka tidak mau mengambil risiko ... Itu adalah waktu yang mengerikan." Namun, sama cepatnya ketika kengerian itu tiba, ia juga pergi. Ketika 10.000 dosis vaksin flu akhirnya tiba di Philadelphia pada 19 Oktober, virus itu sudah dalam tahap awal penurunan yang cepat. Pada minggu kedua bulan November, kematian yang disebabkan oleh influenza dan pneumonia kurang dari seperempat dari yang terjadi pada minggu sebelumnya, dan pada akhir bulan, angka kematian telah turun di bawah 100 orang untuk minggu ini untuk pertama kalinya sejak awal September . Namun, tingkat kematian kota itu akibat influenza, sekitar 407 per 100.000 orang, melebihi semua kota Amerika lainnya pada tahun 1918.

Untuk sesaat pada musim gugur 1918, seolah-olah Philadelphia telah dipindahkan kembali ke abad keempat belas ke masa mengerikan ketika para korban yang dilanda wabah sering ditemukan tewas dalam waktu dua puluh empat jam setelah tertular.


BEDA ST LOUIS MENANGANI WABAH


Kuburan massal


Gambar Atas : Para lelaki menggali kuburan massal di Philadelphia untuk mengubur para korban influenza di foto ini dari kliping koran.

Hal berbeda yang bisa dicontoh atas kejadian flu Spanyol adalah St. Louis salah satu kota di negara bagian Missouri, Amerika Serikat.Mengalihbahasakan history.com, sebelum wabah masuk ke St. Louis, Komisioner Kesehatan Dr. Max Starkloff meminta dokter setempat untuk siaga tinggi dan menulis tajuk rencana di St. Louis Post-Dispatch tentang pentingnya menghindari keramaian. 

Ketika wabah flu Spanyol menyebar ke masyarakat sipil St. Louis pertama kali, Starkloff langsung sigap menutup sekolah, bioskop, tempat biliar, dan melarang semua pertemuan publik.

Pemerintah kota memang sempat ditekan oleh para pengusaha atas keputusan itu, namun mereka tidak goyah. Ketika virus menyebar, masyarakat langsung dilarikan ke rumah sakit di mana sudah tersedia banyak relawan perawat.


George Dehner, penulis Global Flu and You: A History of Influenza, menyatakan bahwa otoritas kesehatan St. Louis mampu meratakan kurva penularan wabah tersebut.

Menurut analisis dari catatan kematian flu Spanyol, tingkat kematian tertinggi di St. Louis hanya seperdelapan dari angka kematian Philadelphia yang terburuk.

Dua hari setelah deteksi kasus pertama,pemerintah kota ST Louis langsung melakukan gerak cepat.pertemuan publik lebih dari 20 orang di larang.

PELAJARAN YANG DI AMBIL

Flu spanyol


Gambar Atas : Seorang polisi Philadelphia mengantar korban influenza ke rumah sakit. Polisi berada di garis depan epidemi 1918, dengan apotik beroperasi di kantor polisi di pusat kota dan sebagai petugas patroli sukarela selama jam libur mereka. Banyak petugas tertular penyakit itu dan meninggal.

Sejarah telah mengajar kan kita bahwa social distancing/physical distancing sangat di perlukkan dalam menekan penyebaran wabah.kengenyelan perkumpulan kecil dan besar baik di lapangan,bus,seminar,rumah ibadah dll terbukti membawa malapetaka.kita belajar dari kasus di Philedelphia yang membuat banyak korban jiwa dan sekarat karena ter inveksi virus ganas.,kita belajar juga keberhasilan Samoa Amerika memcegah wabah dengan memblokade perairan nya dari orang-orang luar agar negara nya selamat dari infeksi virus ganas Flu spanyol

SUMBER


https://www.suara.com/news/2020/03/2...t-50-juta-jiwa


https://qz.com/1816060/a-chart-of-th...tancing-works/


https://philadelphiaencyclopedia.org...demic-1918-19/
Diubah oleh semutloreng
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sazka7 dan 56 lainnya memberi reputasi
57
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 2 dari 7
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:11
Quote:Original Posted By autistic.dog
Flu Spanish itu flu biasa


Oh flu biasa. Tapi sampe banyak korban ya emoticon-Takut
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:12
Quote:Original Posted By toinxx08
nah ini kira2 gambarab kek sekarang ya kalo masih ngeyel buat bergerumul di masa masa covid masih berkeliaran. jaga jarak, jaga kesehatan stay di rumah dulu ya kalo gak mau nasibnya sama kek gitu


Nah ini msh suka ngumpul dan ngeyelan
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:13
semoga menjadi pelajaran ya jgn ada yg gitu2 lg ngadain acara besar kumpul2 apalagi misinya mau nantangin virus ini
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:15
Quote:Original Posted By djinggo88
Pada akhirnya kita harus membiasakan hidup dengan covid and anggap itu sperti flu biasa seiring waktu dia ada dan sampai akhirnya jd hilang atau ya bukan hal yg wow lg

Spanish flu , virus H1N1 skrang udah jadi flu biasa

Masih bisa membunuh ?
Bisa , sbelum covid19 orang meninggal karena flu udah lumrah
Dan 90% penyebab flu itu virus

Di indonesia mungkin agak aneh ya , karena disini flu emang dianggap penyakit ringan dikerok ama minum wedang jahe aja sembuh

Kita juga gk ada istilah wajib vaksin flu

Mungkin post covid ini , awareness kita lebih meningkat

Jadi gk ada lagi istilah "lu flue ? Ah...kerokan saja cukup"

emoticon-Hammer2


Pada kenyataannya, orang kita sakit flu ya minum decolgen sama teh anget dah beres.
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:16
Sejarah pasti berulang
Itu sudah emoticon-Shakehand2
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:16
semoga indonesia bisa lebih baik dalam penanganan wabah covid19 ini. emoticon-Maaf Agan
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:18
entah kenapa namanya flu spanyol, istilah medisnya apa ya, jangan2 masih serumpun dengan corona
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:18
makin kesini malah makin bnyak yg ngeyel gan...
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:20
Because history repeats itself...manusia emang pada dasarnya punya sifat bebal..
profile-picture
robotdwi memberi reputasi
1 0
1
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:20
Quote:Original Posted By rodam.dam
Nah ini msh suka ngumpul dan ngeyelan


Nah yg ngeyel gitu biar diusir sama polisi kalo gak satpam aja gan ya, susah soalnya kalo udah dibilangin gak digubris, ndableg emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:23
Habis perang langsung diserang virus
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:23
Ini, kompor gas gan hehehe
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:25
1918 - 1920
sekarang 2019 - 2020
sepertinya mirip program 100 tahun depopulation
0 0
0
Lihat 3 balasan
Memuat data ..
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:25
klo dulu mungkin obat flu gak menjamur kayak sekarang, sekarang dari obat yang versi warung sampe yang mahal juga ada jadi mungkin flu udah dianggap hal biasa, mungkin kelak si covid juga cuma sayangnya kita belum ada obat untuk covid ini, maybe some day covid will turn to another type of ordinary Influenza.
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:26
perbedaan yg amat mencolok antara philadelphia ama st.louis.. bukti dr sebuah kenekatan dgn sebuah kewaspadaan.. dimana memberikan hasil yg berbeda, pada masa itu saja.. yg iptek blm secanggih dan seberkembang skrng.. sudah ada kesadaran dlm menekan resiko dr wabah itu adl pemberlakuan physical distancing.. lalu, knp org² jaman skrng sulit berkaca dr tragedi di masa lalu? perlukah situasi parah terlebih dahulu baru sadar akan pentingnya membatasi jarak?
profile-picture
robotdwi memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:28
brrti corona ini mutasi dari virus2 jaman dahulu...dan nanti jadi flu biasa lagi tanpa ad vaksinnya
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:29
siap" corona
profile-picture
panadolxtra memberi reputasi
1 0
1
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:33
Disini ngeyel nya parah bray emoticon-Ngakak
profile-picture
juniorjack memberi reputasi
1 0
1
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:35
good job gan...trit yg bermanfaat..
smoga pemerintahan kita baik pusat n daerah tau ttg hal ini.n bs menginspirasi dr sisi baiknya..

jas merah!!
jangan lupain sejarah.mmg ad benarnya juga..

emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Diubah oleh jermanaddo
0 0
0
Parade 200.000 warga Philedelphia di tengah flu spanyol 1916 berujung kuburan massal
05-04-2020 19:39
Seramnya jam itu, mungkin terasa pada sekarang bagi kita sejak ada virus corona yang mendunia
0 0
0
Halaman 2 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia