Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
154
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e82bcd5c8393a471f450535/aku-masih-cinta-dia
Gambar : pinterest Part1 Penantian Di sini Pulau Gili ini aku menatap jauh ke seberang menatap indahnya senja di sore hari. Tak ada tanda-tanda jika kekasih hati akan datang, sudah dua tahun menunggunya setiap pagi dan sore. Untungnya rumahku memang tak jauh dari pantai Gili Labak. Pemandangan yang indah. Aku menunggumu dengan penuh harap kapan kamu akan datang menjadi obat rindu di hati ini, Indr
Lapor Hansip
31-03-2020 10:45

[CERBUNG] AKU MASIH CINTA DIA

icon-verified-thread
Aku Masih Cinta Dia

Gambar : pinterest
Part1
Penantian


Di sini Pulau Gili ini aku menatap jauh ke seberang menatap indahnya senja di sore hari. Tak ada tanda-tanda jika kekasih hati akan datang, sudah dua tahun menunggunya setiap pagi dan sore. Untungnya rumahku memang tak jauh dari pantai Gili Labak. Pemandangan yang indah.

Aku menunggumu dengan penuh harap kapan kamu akan datang menjadi obat rindu di hati ini, Indra?

"Sinta ... ,"

Aku menoleh ada yang memanggil namaku, ternyata Rudi sahabatku datang, dia sudah lebih dari setahun merantau ke kota Jakarta. Mencari suasana baru. Aku tersenyum melihatnya berlari kecil menghampiriku.

"Sin, kamu ngapain di sini?"

Aku menggelengkan kepala dan mengalihakan kata-kata agar dia lupa dengan pertanyaannya.

"Kapan kamu pulang, Rudi?" tanyaku
"Lama di Jakarta makin cakep aja,"

Dia hanya tersenyum mendengar candaan yang aku lontarkan.

"Aku membawa oleh-oleh untukmu," dia merogoh saku dan mengeluarkan isinya. Dia lalu mengangsurkan kotak kecil beludru merah itu ke hadapanku.

"Apa ini?" tanyaku sambil mengerutkan dahi tanda tak mengerti?

"Aku ingin melamarmu, Sinta,"

"Ta-tapi a-aku ... " tergagap dengan apa yang dia katakan barusan. Bagaimana dengan Indra jika aku menerima lamarannya. Tapi sampai dua tahun menunggunya tak mendengar kabar apapun takut jika dia sudah mempunyai wanita lain di sana. Namun itu tak mungkin, kami mengikat janji di pantai ini untuk saling setia dan aku pun berjanji akan menunggunya di sini.

"Aku tak bisa menerima ini Rudi, Indra sudah berjanji akan melamar," jawabku dan mengembalikan kotak kecil itu ketangannya.

"Aku sangat mencintaimu Sinta, apa kamu tak mau memberi kesempatan padaku, selama ini aku bersabar menunggu kamu bisa menerimaku lalu mengapa sekarang kamu masih tak mau menerima?" ucapannya membuat terenyuh dan tak tahu harus menjawab apa. Setiap dia mengatakan cinta padaku selalu di jawab dengan diri ini sudah punya Indra dan hanya akan menikah dengannya.

"Aku akan tetap menunggumu menerimaku, Sinta," teguh dengan apa yang di ucapkannya membuat aku tak tahu harus berkata apa.
Diubah oleh laylasyah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 7 dari 7
Aku Masih Cinta Dia
13-05-2020 23:11

Part 6

Mas Rudi akhirnya berdiri dan melihat no yang mengirim foto itu padaku. Dia menatapnya lama seakan menahan amarah entah apa yang ada di pikirannya. Meraih kunci mobil yang berada di meja lalu melangkah keluar tapi sebelum keluar dari pintu dia menatapku dan memberi perintah.

"Aku mohon Sinta tunggu Mas pulang dulu, Mas akan buktikan jika itu hanya fitnah," ucap Mas Rudi tegas dan tak terbantahkan. Aku hanya termangu menatap punggungnya menjauh.

"Apa maksud Mas Rudi ya?" Gumamku.

------###-------


Jam menunjukkan sudah sembilan malam aku mendengar deru mobil Mas Rudi sudah masuk garasi. Aku pura-pura tertidur dan berselimut hingga leher. Terdengar pintu dibuka perlahan. Hening beberapa saat tiba-tiba wajahku dibelai.

"Maafkan aku, Sayang," ucapnya. Sambil mengecup dahi ini lama sekali.

Apa maksud dari kata maaf yang Mas Rudi ucapkan apa benar tentang foto itu. Mas Rudi ke kamar mandi mungkin dia mandi karena dari pagi dia tak terlihat masuk kamar mandi.

Mata yang tadi terpejam aku buka dan melihat sekeliling isi kamar, terlihat di dinding foto besar terpampang indah. Foto pernikahan kita. Aku tersenyum saat awalnya aku yang tak mau mencintainya lambat laun cinta ini tumbuh dan tak ingin kehilangannya tapi hanya satu yg ingin aku rasakan jika ada orang ketiga diantara keluarga kita. Lebih baik aku sendiri dari pada harus berbagi.


Terdengar bunyi pintu kamar mandi akan dibuka aku memejamkan mata lagi pura-pura tertidur lagi. Aku intip sekilas saat dia menghadap cermin wajahnya yang tampan dengan aura lelaki sejati dengan wajah basah membuatnya semakin cool dan keren. Aku tak sanggup jika kehilangan belahan hatiku ini, tapi jangan harap aku akan menerima racun dalam keluarga kita.

Saat pikiranku melayang tiba-tiba ranjang bergerak dan Mas Rudi memeluk pinggangku dan mencium leherku sekilas. Dia diam tak bergerak, dia sudah tertidur, terdengar halus napasnya teratur.

Mata terbuka lagi dan berbalik memandang wajah suami yang sudah delapan tahun menemaniku, jika dia berkhianat sanggupkah aku jauh darinya. Air mata menetas tanpa henti mambasahi pipi.

Aku menatap atap menerawang perjalanan hidupku, dahulu aku tak mencintainy tapi sekarang aku cinta mati padanya. Namun jika aku harus berbagi cinta rasanya hatiku tak rela lebih baik mundur dari pada hati tersakiti dan sulit mencari obatnya.

"Mas aku ikhlas jika kamu ingin menikah dengan wanita lain," gumamku sambil mencium tangannya berderai air mataku.


"Aku akan cari tahu siapa wanita dalam foto iti sebelum aku pergi dari sini, aku tak ingin salah paham mungkin saja aku hanya berpikiran yang aneh-aneh." Pelan aku menatap samar atap kamar tiba-tiba gelap aku sudah terbang ke alam mimpi.


"Jangan pergi, Mas,"

"Jangan ..." teriakku.

Aku duduk doatas kasur menangis tersedu, ternyata hanya mimpi tapi mimpi ini membuatku takut. Takut kehilangan seseorang yang perlahan aku cintai.


"Kenapa, Dik?" tanya suamiku sambil mengusap wajahnya dia terlihat masih mengantuk.


"Jangan tinggalkan aku, Mas," isakku sambil memeluknya. Dia hanya mengernyit tak mengerti

"Apa meksudmu, Dik?"

"Aku mimpi Mas pergi tinggalkan aku dengan wanita lain,"


"Ya Allah itu hanya mimpi sayang," ucapnya sambil memeluk erat tubuhku.

"Yuk tidur lagi ini masih malam,"

Kami tidur tanpa melepas dekapan aku tidur di dadanya yang bidang sambil memeluk erat tak ingin mimpi itu hadir lagi.
0 0
0
Halaman 7 dari 7
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
cerpen-lukisan
Stories from the Heart
post-mortem-love
Stories from the Heart
karena-aku-tulus-mencintai-mu
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia