Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
35
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e81fce482d49576cf663b22/come-and-get-your-love
Sore hari gua turun dari kereta menggerek koper bersama dibelakang seorang wanita berkerudung yaitu istri gua yg sedari tadi tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Hp gua berdering gua membukanya, ternyata pesan dari ojol yg sembari jalan tadi gua pesan. "lokasi dimana mas?" "tunggu dipintu depan aja pak" gua membalas "oke saya deket tugu nya mas mobilnya warna abu ya" Gua memasukan hp kek
Lapor Hansip
30-03-2020 21:06

Come and Get Your Love.

Past Hot Thread
Februari 2020..

Sore hari gua turun dari kereta menggerek koper bersama dibelakang seorang wanita berkerudung yaitu istri gua yg sedari tadi tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Hp gua berdering gua membukanya, ternyata pesan dari ojol yg sembari jalan tadi gua pesan.

"lokasi dimana mas?"
"tunggu dipintu depan aja pak" gua membalas
"oke saya deket tugu nya mas mobilnya warna abu ya"

Gua memasukan hp kekantong celana tanpa membalasnya kemudian berjalan keluar stasiun Pasar Senen berusaha mencari mobil ojol yg gua pesan tadi.
Setelah bertemu bapak ojol, dia melihat gua menggerek koper dia berinisiatif membuka pintu belakang sambil bilang.

"Atas nama Abdul ya ?" tanya dia
"Iya pak" jawab gua
"Ini taro dibelakang aja ya mas" sautnya sambil membuka pintu belakang
"Oke deh"

Setalah memasukan koper gua duduk didepan sebelah pak supir sementara istri gua dibelakang, mobil yg kami tumpangi berjalan menembus padatnya ibukota.
Jam menunjukan 18.30, sudah hampir satu jam kita terjebak dalam padatnya lalu lintas di ibukota tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami berdua, hanya musik dari bapak ojol yg mengiringi keheningan ini.
Karna terlalu kaku akhirnya si bapak ojolnya ini membuka suara mecoba mencairkan suasana.

"ini ke condet kan mas"
"iya, masih jauh ya ?"
"udah deket sih, tapi liat aja jalannya macet gini mas"
"oh.."
"....."
"....."
"mas habib ya ?" tanya si supir, gua mengerutkan dahi
"hah? bukanlah mas" jawab gua
"oh tapi arab ya? di condet kan banyak tuh" saut dia,
Gua heran kenapa setiap orang denger kata condet tuh identik dengan habib, ya ga semua juga sih cuman dikantor pun sama.

"turunan doang saya indonesia asli kok, emang kenapa pak ?" tanya gua
"ngga gapapa, saya sering tuh mas hadir tuh kalo ada acara maulid di condet"
"Emang banyak sih hampir tiap bulan kayanya, saya aja baru beberapa bulan di condet"
"oh bukan asli sini ya mas?"
“Bukan.”

Well, akhirnya kita ngobrol banyak dengan bapak ojol tadi. Setidaknya biar ngga sunyi bangetlah walaupun dia yg banyak cerita gua mah cuman hooh hooh doang.
Sampailah kita dirumah yang dituju, rumah emak gua tepatnya, yg sekarang sudah pindah ke kampung halaman, jadi gua doang yg nempatin ni rumah.

Setelah mengucapkan terima kasih gua kemudian mengajak istri gua masuk dan dia cuman bengong depan pintu, hanya memandangi sekitar. Gua membawa kopernya masuk dan langsung menuju dapur mengambil dus besar.
Kemudian memasukan semua barang beserta baju gua kedalam kardus tersebut dan memindahkanya keluar, gua kembali kedepan, mengambil koper tadi dan memasukanya kedalam kamar.

"Udah kakak beresin, ade tidur sini aja biar kaka yang diatas" saut gua
Dia pun langsung bergerak kekamar dan langsung menutup pintu. 'ceklek' terdengar suara kunci pintu, Gua cuman bengong..
 
Quote:INDEX

PART II
PART III
PART IV
PART V
PART VI
PART VII
PART VIII
PART IX

Diubah oleh you.thought
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NadarNadz dan 25 lainnya memberi reputasi
24
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Come and Get Your Love
30-03-2020 21:16

PART II

Hallo nama gua Abdul, sering dipanggil Adul atau juga Abe.

Gua anak pertama dari dua bersaudara, sudah satu tahun gua bekerja sebagai IT infrastrukture disalah satu portal media/news yg dinaungi tv swasta. Di tengah kebetean karna harus kerja remote dirumah gini gua memberanikan diri menulis, gua bukan reporter yg emang jagonya nulis jadi harap ma’lum apabila penyampaian dalam gua menulis kurang bagus, dan juga gua paling ga bisa untuk membuat intermezzo/basa-basi terlebih dahulu. Faktor lingkungan yg membuat gua kurang bisa yg namanya basa-basi, malah mejadi orang yg to the point dan menjadi buah simalakama. Salah satu alasan mengapa gua ngga langsung mendapatkan pekerjaan adalah gua kurang lihai untuk memperkenalkan diri gua sendiri saat melamar kerja. So lets started

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rumah mungil yg gua tempati mempunyai dua kamar, satu dibawah yg biasa gua tempati dan satu lagi diatas yg gua jadiin gudang, gua sampai dilantai dua kemudian memandangi sekitar, melihat kedalam kamar a.k.a gudang tersebut, kayanya ga mungkin gua tidur disitu.
Untungnya didepan kamar tersebut ada ruangan untuk menonton tv yg biasa gua pakai untuk nyetrika baju. Gua memindahkan setrikaan dan alasnya ke atas bupet yg gaada tv-nya, sapu-sapu dikit kemudian gua menggelar kasur Palembang yg ada dipojokan, gua taruh bantal yg sedari gua ambil satu dari bawah.

“Ah finally.. kayanya gua beres-beres besok aja dah” Gumam gua dalam hati sembari menjatuhkan diri ke kasur tadi lalu tertidur.

Pagi harinya, gua lupa kalau kamar mandi itu hanya ada dibawah letaknya disebelah kamar yg sekarang ditempati istri gua dan mempunyai akses langsung dari kamar, jadi ada dua pintu gitu dari luar bisa dari kamar gua bisa. Tapi gua lupa buat buka kunci pintu luarnya itu. Shiiit

Gua mau ngetuk pintu dia juga sungkan, mengingat kejadian kemaren dia langsung masuk kamar gitu. Pada umumnya kita sebagai pasangan suami-istri tidur didalam satu kamar yg sama(seharusnya), ahh.. tapi kenapa ‘itu’ terjadi terjadi pada gua, kenapa gua tidak seperti pasangan suami-istri lainya ? oke gua harus menerima kenyataan bahwa kami tidak sama seperti pasangan lainya.

Untungnya (masih ada aja untungnya) dilantai atas sebelah tangga, ada pintu yang mengarah ke tempat yg biasa gua pakai untuk mejemur cucian dan sekalian nyuci juga karna disitu ada mesin cuci, jadi nyuci-nyetrika-jemur berdekatan, oke sip. Pinter banget emak gua natanya ya, oke mungkin mulai sekarang ini jadi kamar mandi gua kali ya, lagian tempatnya tertutup, dipinggirnya ada anyam-anyaman yg bisa ditarik jadi nutup gitu, apalah namanya itu gua ga tau. Tapi yg gua bingung gimana gua beol nanti ya??

Jam 8 pagi gua turun kebawah bersiap sarapan sebelum gua berangkat kerja. Gua membuka kulkas, mengambil satu keping roti maryam/cane kemudian memanaskannya ke penggorengan yg sebelumnya gua sudah tuangkan mentega, kemudian gua ambil satu lagi gua tuangkan juga, siapa tahu dia bangun dan mau sarapan. Gua berjalan menuju pintu kamar istri gua lalu mengetuk pintunya “tuk..tuk..tuk”

Tiga kali ketuk tidak ada jawaban,gua mencoba berfikir positif mungkin dia masih tidur akibat kecapean kemaren. Gua tulis notes dan menempelkanya di kulkas lalu menyiapkan uang recehan yg juga gua simpan diatas kulkas

“Going for work
Kalau ada perlu beli sesuatu diatas kulkas
Pswd wifi : janganbanyaknanya *huruf kecil semua
0821******* jangan sungkan untuk menelpon ”



profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Come and Get Your Love
30-03-2020 21:31

PART III

Jam 10 kurang gua sampai dikantor, gua berjalan menuju kantor paling santuy ini sehingga punya jargon “kerja santuy gaji santuy” saking santuya susah banget kalo mo naek gaji. Setelah menyeduh kopi di pantry gua keluar kantor untuk melaksanakan rutinitas pagi gua ngopi ria di depan lobby ditemani sebatang(berbatang-batang) rokok. Ga lama kemudian datanglah mahluk dari planet namek si biang gosip Aldi namanya, dia ini cowo tapi bergerak di bidang kanal showbiz pantes aja jadi kang gosip.

“Oy be! Udah masuk lagi lu”
“Udah, cuti gua pan sehari” jawab gua
“Lu tau ga.. “ nahkan mulai
“Anak baru yg kamaren jadi anak sosmed, dia itu titipan direktur sebelah cuk, yg sekarang jadi anak buah cewe elu” saut dia menggebu-gebu
“Masih pagi Di, jangan suka mencemari udara pagi ini dengan gibahan murahan elu itu, udah gua bilang dia tuh temen gua bukan pacar”
“Be semua yg di kantor ini udah nganggep dia tuh cewe lu, tunggu apalagi men? aduh kalo gua jadi lu mah udah gua tembak dari dulu.. dia kurang apa sih ?” lagi-lagi nyerocos nih anak.

Andai dia tau gua udah punya istri, untungnya anak-anak kantor ga pada tau karna pernikahan gua emang cuman akad doang, paling ngundang kerabat dekat seperti keluarga dan pernikahan gua diselenggarakan secara tertutup karna sesuatu hal.

“Kenapa sih Be ? Kasih satu alasan kenapa ngga lu jadiin sama dia? kan Anj*ng –nya udah ga ada di kantor ini, apalagi sih yg lu tunggu” Tanya Aldi, gua cuman haha-hehe dong
“Tuh kan bangke emang elu Be, selalu ga ada yg jelas jawabanya. Jangan bilang kalo diluar sana elu jadi fakboy yg cewenya dimana-mana”
“Di lu tau ngga gua tadi malem gua nonton serial hidayah yg judul nya Azab tukang gibah dia mati-nya keselek rokok magnum cebuan satu truck” canda gua
“Taii”

Dia menyeruput kopi yg sedari gua bikin lalu tiba-tibab sedikit heboh karna ada ‘cewe’ yg kita omongin tadi datang, sambil nepuk-nepuk paha gua matanya mengarah kepada perempuan berbaju hitam dengan gambar smile ditengahnya dibalut dengan cardigan biru tua jalan didepan kami sambil bergumam ”cewe!! sendirian aja nih!!”

Perempuan itu tersipu berjalan sambil melihat kearah kami seraya berkata “apa loh!”
Namanya Vina perempuan berkulit kuning langsat memakai kaca mata dengan rambut dikuncir kuda, dia adalah kordinator bagian social media. Orangnya perfeksionis jadi sering ngegas-in apa-apa yg menurut dia salah. Terdengar ngegas karna suara dia yg cempreng tapi kalo udah kenal lama sih udah ga aneh.

“Buset galak amat kalo gua yg nyapa, disini ada pangeranmu loh jangan galak-galak dong” Aldi berkata, anjjir jijik gua sumpah kurang-kurangin Di. Omongan Aldi ga dia gubris dan lansung berpaling kearah gua.

“Be udah banyak yg nyankut lagi loh emailnya, kamu ngga cek ya kemaren” Tanya Vina
“Iya lupa Vin, ntar sebat dulu ya” jawab gua
“oke deh, jangan lupa loh”
“iya iya”
“Tuh kan didepan pangeran nya aja lembut banget” celetuk Aldi
“Di gua lempar nih ya “ saut Vina sambil mengangkat botol dia seakan ingin melempar.
“Wah..Wah ampun Vin” Aldi setengah berlari menjauh.

HAHAHA mampus kau Di, pemandangan ini terjadi hampir setiap hari. Aldi emang terkenal sebagai player kelas teri, dia pokonya pasti nongkrong disini ampe jam 11 an buat godain cewe-cewe, baru dah masuk buat kerja.

Gua berjalan masuk menuju pantry untuk menaruh gelas kosong yg telah gua pakai tadi kemudian berjalan menaiki tangga menuju lantai atas dimana ruangan divisi gua berada. Ketika hendak menuju meja gua, Vina udah nangkring disitu sambil bermain gadgetnya, gua berjalan mendekatinya karna emang itu meja gua.

“Vin”
“Eh be udah beres ngopinya?” Tanya santai sambil memegangi hp kemudian berpindah ke kursi sebelah gua.
“Udah Vin, ada apa nih?”
Urget be, email dari client yg isinya materi buat diposting di social media kita belum masuk-masuk dari kemaren, padahal itu musti diposting per hari senin loh, coba kamu cek deh”
“Oke ntar gua nyalain laptop dulu deh”
“Eh be mana oleh-olehnya?”
“Yaelah Vin lu sendiri kan asalnya dari sono ngapain juga minta, ntar balik juga tinggal beli”
Vina dan gua emang satu kampung dulu kami satu kelas malah saat SMA.

“Ah pelit! aku ga pernah dikasih loh, lagian kan aku udah pindah ke Jakarta udah lama”
“Eh iya lupa gua, ya emang mau apaan yg dikasihin coba? Lu kan udah nyobain semua makanan disono”
“Yg kue arab itu loh, aku belum pernah nyobain keabisan mulu tau”
“Kan udah bulan kemaren, yg buletkan warna coklat”
“Bukan ish, kata Aldi ada lagi yg tengahnya ada cairan mentega gitu, kamu belum pernah ngasih itu ke aku!”
“Oh iya iya ntar gua bawain next ya kalo pulang kampung”
“Asiiik...”
Diubah oleh you.thought
profile-picture
profile-picture
nyahprenjak dan Harno001 memberi reputasi
2 0
2
Come and Get Your Love
30-03-2020 21:47

PART IV

Di dalam divisi IT Infrastruktur sendiri berisikan enam orang, tiga orang mengurusi peralatan IT dan sever fisik yg ada dikantor sementara tiga orang lagi mengurusi server cloud yg terdiri dari puluhan server. Dan disebelah gua ada om-om yg mukanya sedari tadi cemberut karna ngga gua bawain oleh-oleh. Dia adalah Bang Angga, seorang om-om yg kaga mau dipanggil ‘mas’ karna baru memiliki satu anak saja dan ga kalah genitnya kalo ada cewe, dia kordinator support yg berarti atasan gua.

“Orang mah dari kampung bawa apa kek gitu, udah gua ijinin cuti mendadak juga”
“Yaelah bang lupa gua sumpah, lagi ribet soalnya”
“Halah alesan mulu lu”
“Nih bang gua ada kopi mau kaga ?”
“heheheh gitu dong, ga liat apa gelas gua kosong nih”

Yap sesimple itu dia pun kembali ceria seperti biasa, emang orangnya disini asik-asik sih, apalagi kalo udah ngobrol dengan mas-mas lainya, beuhh... bahasannya sangat-sangat menarik sekali ga jauh-jauh dari promo, promo dan promo, entah itu promo ojol atau yg paling bangke sekali kalo ada promo di OL-Shop ‘Bini gua beliin daleman apalagi ya? Kemaren yg suster-susteran mantep tuh ampe pagi gua maen’.

Ini sih korban film gulat jepang semua. Belum lagi mereka memiliki prinsip ‘Di rumah gua seorang suami, tapi dikantor gua jomblo! ’ jadi cewe-cewe disini sudah kebal dengan godaan om-om genit disini, jangan harap deh lu bisa punya cewe sekantor, orang ngebaperin-nya aja susah apalagi mo di jadiin pacar, terus giliran di telfon bininya masing-masing udah kek kucing peliharaan nurut banget.

Siang hari gua sudah terbenam dengan pekerjaan gua yg pending gara-gara kemaren cuti, memilah mana email yg spam dan mana yg tidak, sue banget nih google gsuite algoritma mereka lagi kacau, karna milis redaksi dan marketing sudah pasti dikirimi banyak banget email setiap harinya, maka google sendiri mengganggap domain email kita sedang diserang oleh email spam atau phising dan kawan-kawanya, jadi semua email yg berasal dari domain kita ke pending, menunggu aksi dari admin yaitu gua buat nge-forward mana email yg bukan spam.

“Ini gimana sih bang? Hampir semua kena loh, ga cuman redaksi ama sales doang”
“Ya mo gimana lagi, dari pada di Allow all di inbox lu mau tanggung jawab kalo ada apa-apa ?”
“Jadi harus setiap jam gua cek nih ?”
“Sementara gitu dulu aja, ini gua lagi nya protokol baru buat email kita”
Sedang sibuk-sibuknya gua dan bang Angga membahas kerjaan, datanglah si kutu kupret yg ga tau aturan mana jam istirahat mana jam kerja.

“Be gua mo nanya sama lu. “ Saut Aldi sambil memegangi hp di tanganya, gua berbalik
“Nah ini lagi datang orang lagi sibuk juga, entar si Abe makan jam dua !” Bang Angga yg nyaut
“Nih lo liat deh bang ! Jawab Aldi kembali sambil menunjukan sesuatu di hpnya
Bang Angga cukup terkejut sambil bilang “Wah beneran nih ??”

“Apaan sih bang ?” Tanya gua penasaran
“Be lu jawab yg jujur ya, lu kamaren cuti ngapain ?” Aldi berbalik nanya
“Ada urusan keluarga Di” jawab gua santai
“Urusan keluarga apa urusan elu nih?
“Urusan keluarga beneran”
“Terus ini apa?”
Dia menunjukan sesuatu yg sebelumnya di tunjukan kepada bang Angga. Gua Terkejut saat melihat foto pernikahan gua ada di hp-nya Aldi.

“Anjritt, apa-apaan tuh ?? hoax tu Di hoax editan itu pasti” Gua berusaha mengelak
“Kaga ya! Ini ampe gua cek keaslianya bener apa kaga, kita redaksi punya aplikasi buat cek foto itu editan apa ngga dan ternyata ini asli bukan editan sama sekali” jawabnya menggebu-gebu
“Wah parah lu Be, kaga ada angin kaga ada ujan tau-tau nikah aja. Ngga bilang-bilang lagi, kecelakaan lu ya ??” Saut bang Angga
“Ngga, gila lu bang hoax itu, gua nikah? Cewe aja kaga punya” Gua masih berusah mengelak
“Halah jangan boong lu Be ini buktinya ada”
“Lu dapet dari mana sih Di ?”
“Udah lu ngga usah tau gua dapet dari mana.”

Perkembang tehnologi yg begitu cepat dapat memudahkan manusia untuk berbagi informasi. Tapi dibalik perkembangan itu sendiri sudah pasti ada kerugian yg didapat juga. Pada saat gua nongkrong untuk merokok diluar, kadang gua berbincang dengan reporter senior yg membicarakan hal ini. Betapa mudahnya sekarang mendapatkan bukti atau bahan untuk dijadikan berita, padahal sepuluh tahun lalu mereka harus berusaha lebih, dengan datang ke tempat atau mengirim orang untuk memastikan kejadian tersebut benar atau tidaknya. Kerugiannya, selain binasanya media cetak para reporter yg baru kadang melakukan blunder tanpa mengecek keafsaahan berita tersebut dan yg kena sudah pasti redaktur-redakturnya. Dan yg gua alami saat ini Aldi dengan mudahnya mendapatkan foto gua tanpa tahu siapa pengirimnya. Walaupun foto itu benar, tapi ada hati yg harus gua jaga saat itu.

“Ndra liat dah nih “ Aldi menunjukan foto tadi kepada Indra yg satu divisi IT dengan gua .
“Terus ae Di terusss, sekalian lu tunjukin ke semua orang fake news itu” Saut gua geram dengan kalakuan Aldi.
“Wauanjirr Selamat be !!” Indra si toa kantor berkoar menyelamati gua seraya berjalan mendekat menjabat tangan gua.
“Ko ngga ngundang-ngundang be?”
“Ya karna itu emang ga terjadi ndra” Gua masih terus mengelak

Dibalik kubikal Pa Riki pun muncul lalu dia juga menyelamati gua, gara-gara Indra yg bacotnya udah kek toa masjid, anak-anak yg lain pun ikut mendekat menyelamati gua sehingga suasana menjadi crowded, karna gua support juga yg suka menghadapi keluhan user tentang perihal perangkat yg mereka gunakan, otomatis mereka pada kenal sama gua. Ditambah Aldi tetap menunjukan foto di hpnya kepada yg lain, dasar duo kampreeetttt (bukan temennya cebong ya). Dan gua masih terus mengelak kalo itu foto editan.
Di sela-sela keramaian tersebut sempet-sempetnya si Indra berbisik “Parah lu be, Vina gimana tuh”

Degg… Mata gua memandangi sekitar mencoba mencari siapa tau Vina ga ada ditempat, berharap juga agar dia ga tau kabar ini dan gua berencana memberi tahunya langsung dari mulut gua sendiri tapi ternyata, dia sedang ada di mejanya, berdiri memandangi kearah IT dan gua yakin dia tau akan hal ini, sorry Vin.
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan Harno001 memberi reputasi
2 0
2
Come and Get Your Love
31-03-2020 10:46
Widih cerita anak kantoran nih lanjut gan emoticon-thumbsup emoticon-thumbsup
0 0
0
Come and Get Your Love
31-03-2020 15:04

PART V

Sepulang dari kantor gua kaget bukan maen ketika melihat rumah gua di depan pagernya bertuliskan “DI JUAL hub.0812345***. Dan yg lebih parah ampe dikunci dengan rantai sehingga gua ga bisa masuk untuk melihat keadaan istri gua, apa-apaan nih kok tiba-tiba dijual. Gua panic setengah mampus lalu melihat plang dijual tadi mencoba menghubungi nomor tersebut.
‘0812345*** Baim.

Ternyata nomor tersebut nomor Baim, gila becandanya ga ada otak emang. Mungkin kalian pernah melihat video-video becandaan orang arab yg membawa singa kedalam rumah temenya atau dikasih petasan pas temennya lagi cuci muka. Ya emang kaya gitu becandaanya pada extreme.

“Hallo” Baim mengakat tefonnya.
“Eh Baim bangs*t tol*l gobl*k maksud lo apa anj*ng!!!” Gua membuka percakapan.
“halloo… siapa ini…. ko suara nya putus-putus sih” Jawab dia santai padahal dia tau itu nomor gua.
“Eh Anj*ng becanda lo ga lucu ya tai, dimana lo?”Gua melihat ke arah hp gua, sinyal gua bagus ga mungkin suaranya putus-putus.
“Ini siapa sih… duh ko ga jelas sih suaranya sama kek orangnya”
“Wah lu tai sih im, gua cari lo ya gua bakar rumah lo ntar”
“Apaan sih ya ampun suara lo ga jelas sumpah”
Tut… Telfon pun ditutup, wah Baim ngajak perang ini sih.

Gua kembali menyalakan motor gua menuju rumah Baim, baru beberapa meter gua mengendarai motor tuh anak udah nongol dari rumah tetangga sambil cengengesan, rada aneh memang.

“Woy be hehehe”
Gua menoleh sambil memberhentikan motor dan hendak meluapkan kemarahan gua karna becandaanya berlebihan sih. Bangke nih emang mahluk satu masih santai aja ga tau orang marah apa, tapi marah sama dia tuh ga bakal bisa, walaupun mukanya kek perompak somalia brewokan, rambut gimbal, idung mancung, dia banyak membantu gua selama di Jakarta.

“Kenapa be? Hehehhe”
“Lu masih nanya kenapa bangs*t”
“Giliran digituin aja baru lu inget gua”
“Bukan masalah inget ga inget tapi becanda lu tuh kelewatan im”
“Gitu aja baper” Jawabnya simple, emang bangke nih orang.
“Kalo ada apa-apa lu nyamperin gua, susah elu sama gua, masa di hari bahagia elu ngga ngabarin gua, sohib (temen) macam apa lu “ Sautnya lagi, kayanya Baim udah tau kalo gua udah nikah.

“Maksudnya ??”
“Elu nikah kaga ada kabar bangs*t parah lu emang!”
“Tau dari mana lu?”
“Gua dapet foto lu”
“Dari Aldi pasti ?”
“Orang dia aja dapet dari gua. Gua nanya ama tuh orang ini bener kaga si Abe nikah? “ Ternyata Baim sumbernya.
“Bangke im.. im, kenapa ngga nanya gua langsung? Ini gua baru mo ngasih tau elu padahal mah”
“Halah A LA SAN “
“Yaudah sekarang mendingan lu buka pager gua dulu tuh. Gila lo ya pake rante segala”
“HAHAHHA udah cepet kerumah lu”

Akhirnya kami berdua menaiki motor menuju rumah gua. Baim sendiri adalah temen gua di kampung halaman, dia pindah ke Jakarta setelah lulus SMA. Rumahnya sendiri emang di Jakarta, dia diem di kampung di rumah neneknya. Baim lebih tua dari gua dua taun, dia sekarang sudah punya istri dan punya toko sembako didepan gang, udah enaklah hidupnya, makanya dia banyak ngebantu (ngerepotin juga) gua saat di Jakarta pas awal-awal pindah.

“Eh be malam pertama sukses ngga? Jangan bilang lu salah masuk lagi”

Pertanyaan template temen-temen gua di saat ada yg menikah. Mungkin ini yg kita semua para cowo nantikan pada saat menikah. Sehingga ada meme kalo cewe pikiranya lebih ke ‘temen gua datang ga ya? Gua cocok ga ya nanti pas pake gaun?’ tapi yg ada di otak cowo cuman pertarungan kasur selepas pernikahan. Tapi percayalah itu salah broo.

Selepas akad nikah, gua menggandeng istri gua menuju kamar pengantin yg ngga ada nuansa pengantinnya sama sekali. Gua menutup pintu,membuka jas dan menggantungnya di belakang pintu. Sementara istri gua duduk menghadap bupet besar membersihkan riasan yg menempel di mukanya. Gua menuju kamar mandi membersihkan diri sambil menghilangkan penat dengan guyuran air dari shower dan mencoba berfikir apa yg akan gua lakukan setelah keluar dari kamar mandi.

Pasangan lain mungkin akan menikmati malam ini dengan cinta dan kasih sayang, tapi pernikahan kami tidak beralaskan kedua hal tersebut. Gua baru kenal dia satu minggu, gua tau dia udah lama karna masih saudara jauh tapi baru bertemu dia cuman beberapa hari doang, ngga sempat mengobrol satu sama lain juga, dan sekarang gua manjadi suaminya, kebayangkan lu mo ngapain coba dengan orang yg baru lu kenal, di tambah dengan hari-hari sebelumnya dia mengalami rasa sakit kehilangan yg sangat amat dalam. Ga mungkinkan sekonyong-konyong gua meminta agar kita malakukan ‘hal’ yg biasanya pasangan baru lakukan di malam pertama.

Gua keluar dari kamar mandi berkalungkan handuk, tepat di depan pintu gua bisa melihat dia dari belakang dengan punggunya yg naik turun, dia menangis. Menangis karna menikahi orang yg tidak ia cintai. Gua mamandangi sekitar lalu berjalan ke arah pintu kamar kemudian menguncinya.

‘ceklek’ Sontak dia kaget, tangisnya pun terhenti dan langsung membuka muka yg ia tutupi dengan tanganya, terlihat mukanya memerah dan penuh dengan air mata. Oh god lelaki mana yg tidak tersentuh melihat pemandangan tersebut. Gua mengambil sprei tebal di atas lemari, menurunkanya ke bawah lalu gua hamparkan di atas karpet kemudian mengambil satu bantal di atas kasur, membaringkan tubuh gua di sprei beralasan karpet tadi, kayanya ga mungkin gua tidur seranjang...





profile-picture
profile-picture
nyahprenjak dan Harno001 memberi reputasi
2 0
2
Come and Get Your Love
01-04-2020 16:11

PART VI

Sesampainya di rumah gua, Baim mengeluarkan kunci untuk membuka rantai yg iya lilitkan dipager rumah, sambil tetep cengengsan dia mencopot plang dijual tadi, gua memasukan motor ke halaman depan kemudian kami pun berjalan masuk ke dalam rumah.

“Lah kaga lu kunci rumah lu?”
“Ngga”
“Berarti bini lu udah tinggal disini dong, penasaran gua pengen liat, mana orangnya?” Baim udah celingak-celinguk melihat sekitar.
“Siapa sih namanya?”
“Yu ke atas ”
“Kenapa ngga disini aja? ” Tempat yg di maksud Baim yaitu ruang tv yg berhadapan langsung dengan pintu rumah dan di pinggirnya langsung kamar.

“Udah diatas aja
Gua mengajak Baim untuk ke lantai atas, berjalan melewati kamar dan terdengar suara music dari dalam kamar, lalu mengecek uang yg gua tinggalkan diatas kulkas pagi tadi dan juga sebelum menaiki tangga gua melihat ada piring bekas makanan ditempat cucian yg menyatu dengan dapur, syukurlah dia udah makan. Baim cuman bengong setelah sampai di atas yg sekarang berubah menjadi barang-barang gua.

“Lah kok? Lu tidur disini? Kamar lo..”
“Bini lu udah lu bawa kesini? ko lu ngga sekamar ?” Baim mulai menghujani pertanyaan pada gua.
“Duduk im”

Sambil mempersilahkan duduk gua sedikit berbenah karna semalem gua hanya menggelar kasur sementara barang-barang gua masih di dalam kardus. Gua mencoba menawarkan dia minum, hal yg sama sekali ga pernah gua lakukan kalo Baim lagi dirumah gua, bagi dia ini udah kaya rumahnya sendiri ngambil minum, makan seenak dia. Gua menuju tangga hendak mengambilkan dia minum, berusaha menghindari berbagai pertanyaan yg akan keluar dari mulutnya setelah melihat semua ini.

“Gausah be gausah ntar aja, udah lu duduk disini gua pengen nanya sama elu” Baim mencegah gua, mimik mukanya menjadi serius.
“Apa im..?”

Dia menghela nafas “Gua tau ada yg ga beres dengan pernikahan elu, masa iya lu nikah ga ngundang-ngundang. Ga mungkin juga lu nikah karna kecelakaan-kan ? apalagi ini sama jamaah (turunan arab yg ada di indo). Gua yakin temen gua ngga sebrengsek itu, trus lu pernah bilang ke gua kalo ga akan nikah dalam waktu dekat ini karna belum ada modal dan lu juga lagi deket ama cewe yg tempo hari lu bawa ke rumah itu, siapa namanya?

“Vina”
“Iya gimana tuh anak pas tau lu udah nikah”
“Ngga giman-gimana” Jawab gua sambil rebahan di kasur dengan menutupi muka gua dengan bantal.
“Jangan boong be” dia mengambil bantal yg menutupi gua.
“Lu gamau nyeritain apa yg sebenarnya terjadi”


Back to 2012
Vina,
Di bulan Januari saat libur semester, gua sedang santai dirumah makan siang sambil menonton tv menikmati hari libur sebelum nanti menghadapi UN di bulan maret atau april, ya saat ini gua kelas tiga SMA mengambil IPA. Sebenarnya gua udah mau ngambil IPS, karna nilai gua memungkinkan emak gua bersikeras agar mengambil IPA saja, dan ternyata membuat gua pusing tujuh keliling. Selesai makan gua manaruh piring di dapur kemudian hp gua berdering tanda ada pesan masuk.

“Hai Adul..”
Lalu gua jawab.
“Siapa loh”
Kemudian dia menjawab.
“ini nomer aku Vina save ya..”
“Oke vin”
“Btw lagi ngapain nih ? udah makan belum?”

Mencurigakan memang ga ada angin ga ada hujan ada sebuah sms masuk seperti itu, basa-basi yg biasanya orang lakukan untuk memulai suatu hubungan. Disaat blackberry lagi jamannya pada waktu itu, orang-orang lebih memilih meminta pin dan berchatting ria dengan bbm, sementara gua masih memakai hp nokiem dengan symbians yg terkenal dengan trik internet gratisnya. Saking jonesnya gua, sudah tiga kali gua terkena kejahilan teman gua yg berpura-pura menjadi cewe berkenalan dengan gua, hingga akhirnya menjadi banyolan pada saat teman-teman gua berkumpul dan malunya itu loh tak bisa dibayangkan.

Belajar dari pengalaman, gua ngga mau jadi bulan-bulanan teman gua lagi hingga akhirnya gua memutuskan untuk menelfonnya langsung tentunya bukan dengan nomor ini, tapi dengan telfon rumah. Biarin dah tagihannya bengkak nanti kalo gua pake telfon ke nomor hp, masa iya sampe empat kali gua kena. Sejatinya manusia tidak akan terperosok dua kali dilubang yg sama, sedangkan gua udah tiga kali, parah memang.

“Tuuuut” Gua menelfon nomor yg mengaku dia adalah Vina.
“Hallo”
Waduh suara cewe ternyata.
“Hallo siapa ya” Tanyanya lagi
Gua bingung mo jawab apa, biasanya gua telfon nomor jahil itu ngga bakalan ngangkat tapi ini beneran ngangkat dan suarany lembut
.
“Ehm..” Sambil mengambil serbet gua buntel dibagian mic bagian bawah gagang telfon mencoba menyamarkan suara gua.
“Apakah benar ini nomor bapak Hendrik ?” Tanya gua
“Bukan pak itu dengan nomor papa saya” Jawab dia.

Kalo lagi jaman sekolah kan pasti aja tahu nama-nama orang tua dari teman sekolah kita, terus kita suka saling ledek degan memanggil teman kita dengan nama orang tua mereka dan untungnya gua juga tau nama orang tua Vina.
“Tapi disini terdaftar ini adalah nomor bapak Hendrik?”
“Iya pa nomornya hampir mirip, papa saya belakangnya 5 bukan 6”
“Oh yasudah kalo begitu”
“Ini dari siapa ya?” Tanyanya lagi
“Terima kasih, mohon maaf menggangu…”
Ternyata beneran Vina, akhirnya gua balas pesan tersebut.


Diubah oleh you.thought
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arifbws208e dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Come and Get Your Love
02-04-2020 03:26
im waiting for next
0 0
0
Come and Get Your Love
02-04-2020 05:26
menanti kelanjutannya gan
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Come and Get Your Love
02-04-2020 06:41
Ijin masang tenda nih gan....
0 0
0
Come and Get Your Love
02-04-2020 08:35
Penasaran kenapa abe sampe nikah nh.. 🧐

Dilanjut boleh dunk.. 😁🤓
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Come and Get Your Love
02-04-2020 16:51
Quote:Original Posted By flyinpig
im waiting for next


Quote:Original Posted By Harno001
menanti kelanjutannya gan


Quote:Original Posted By Tole1224
Ijin masang tenda nih gan....


Quote:Original Posted By g.azar
Penasaran kenapa abe sampe nikah nh.. 🧐

Dilanjut boleh dunk.. 😁🤓


Oke-oke
Gua kira ga ada yg baca karna bukan cerita horor..
0 0
0
Come and Get Your Love
02-04-2020 17:53
Menarik ceritanya..
Lanjut gan... emoticon-Jempol
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Come and Get Your Love
02-04-2020 20:05

PART VII


Menjadi pusat perhatian, bukanlah hal yg gua inginkan, gua adalah anak yg gamau terlalu diperhatikan dan juga ga mau terlalu diacuhkan, tengah-tengah aja gitu. Gua pernah mengalami hal buruk pada saat sekolah dasar, pada saat itu gua ditugaskan untuk membaca UUD 1945 saat upacara dihapadan semua murid dan guru yg sedang berbaris.

Pada pargaraf pertama gua sangat-sangat lancar membaca UUD tersebut tapi paragraph selanjutnya gua ada salah pembacaan satu kalimat saja lalu semua orang menertawakan gua. Seketika gua panic atau malu lebih tepatnya, nafas gua sesak, keringat dingin mulai bercucuran dan tiba-tiba saja gua berada dirumah, yah gua pingsan. Gua beberapa kali bertanya kepada emak gua apa yg sebenarnya terjadi tapi tidak pernah terjawab, malah seakan-akan menyembunyiannya.

Vina adalah perempuan cantik dengan rambut sebahu ala-ala chua kotak dulu, suaranya cempreng, seorang bendahara dan tidak pernah sekalipun keluar dari ranking tiga besar di sekolah. Berbanding terbalik dengan gua yg tidak pernah masuk sepuluh besar sama sekali.
Hari senin subuh gua baru sampai dirumah setelah berlibur denga keluarga, itu berarti hari pertama gua ga bakal masuk sekolah, lagian ga akan efektif belajar juga. Aris tetangga gua mengirimi pesan kalo jadwal pelajaran kelas gua ada pada dia, gua membalasnya kemuadian menuju rumah Aris. Setelah memberikan oleh-oleh kepada emaknya Aris dari emak gua tentunya, gua menuju teras rumah bersama Aris mengobrol membicarakan hal-hal yg berbau sekolahan.

“Dul lu jadian sama Vina ya?” Tanya Aris disela-sela obrolan.
Dul disini yg dimaksud adalah gua, anak-anak kampung gua manggil gua Adul.
“HAH, kaga ris ngaco lu”
“Halah kok dia tiba-tiba kekelas gua brisik banget lagi nanyain elu, trus ngasihin ini ke gua jadwal buat lu”
“Pan gua kaga masuk, wajar lah elu yg deket rumahnya ama gua”
“Ga mungkin kaya gitu sih kalo ga ada apa-apa mah”
“Ya emang ga ada apa-apa”
“Boong lu, ga mungkin dia ampe bela-belain nyatet jadwal trus dikasihin elu, seorang Vina, jiahhh gua tau banget tuh orangnya kaya apa, ama PR aja pelit.”

Aris, tetangga gua yg satu sekolah diantara tetangga gua lainya yg dulu disekolah yg sama, sengaja dikumpulin disatu sekolah ama emak bapaknya biar kalo ada apa-apa gampang ngurusnya sekalian. Dulu emang banyak tetangga yg turunan arab juga yg sekolah disitu sehingga menjadi ‘public enemy’ bagi guru dan murid lain, seenak jidat aja udah mereka-mereka itu, karna yg lainya udah pada lulus menyisakan gua dan Aris.

“Tapi lu lagi deket kan?”
“Iya bisa dibilang begitu”
“Anjirr wkwkwkw”
“Kenapa sih ris? Salah ya emang ?”
“Ngga juga sih gua dukung malah, cuman ga kebayang aja elu yg idup aja kaga niat deketnya ama Vina yg crewetnya minta ampun, sekelas pula lagi”

Mendengar celotehan-celotehan Aris, gua jadi mikir gimana ya besok? Padahal santai aja seharusnya seperti hari-hari biasa sekolah, tapi bener kata Aris. Vina selalu menjadi pusat perhatian dikelas, dia pinter, suaranya menggema apalagi kalo udah nagih uang kas, belum lagi tingkahnya yg bikin orang gemas (kalo kata cewe lain sih jijik, soalnya kecentilan). Berbeda dengan gua, yg seperti Aris bilang tadi ‘ga niat idup’, bukan artinya gua introvert, gua senang sekali nongkrong kemana gitu dan berbincang dengan teman-teman gua, tapi lebih ke arah ngga mau jadi pusat perhatian aja.

Sejak Vina sms gua kemarin, gua dan Vina semakin akrab setiap hari kami ber-sms ria. Biasanya hp gua tergeletak dimana saja, palingan gua pake buat internetan noldotfacebookdotcom atau mdottweetdotnet, atau juga ada pesan dari emak gua untuk ngangkatin jemuaran dan semacamnya, dari operator yg selalu nawarin nsp, sekarang hp itu selalu berada di dekat gua.

Mungkin gua sangat excited karna ini pengalaman pertama gua bertukar pesan dengan cewe beneran, bukan teman gua yg nyamar jadi cewe, gua kadang cengar-cengir sendiri dan terlihat oleh emak gua trus dia bilang ‘dul istigfar dul’. Pulsa yg seminggu sekali gua isi untuk memperpanjang masa aktif, sekarang berguna untuk berbalas pesan dengan Vina, bahkan sampe pulsa tersebut habis dan gua membeli paket sms.

Malam harinya seperti biasa gua ber-sms ria dengan Vina, membahas tentang sekolah tadi dan menanyakan kenapa gua ngga masuk.
“Lagi apa? Kok tadi ga masuk?”
“Baru balik liburan vin cape”
“Jangan lupa oleh-olehnya ya hihihi..”
“kalo masih ada yah hehehe..”
“Pokonya harus ada.”
Balasnya kekeh.

“iya iya bawel, gua goreng juga nih”
“Itu bawal adul ish..
Eh aku manggil kamu ABE aja yah “

Gua mengernyitkan dahi, enak aja nih maen ganti-ganti nama gua.
“Nggak boleh”
Dia membalas.
“ish itukan panggilan spesial dari aku biar ga ada yg nyamain”

Gua tersenyum lalu membalas tersebut.
“Ya terserah kamu deh.”
“Kamu juga dong harus punya panggilan spesial buat aku”
Apa ya? Ah bingung gua belum apa-apa udah pake panggilan special lagi, jangan-jangan dia ada rasa sama gua ya..

profile-picture
profile-picture
g.azar dan nyahprenjak memberi reputasi
2 0
2
Come and Get Your Love
02-04-2020 20:33
bagus banget sih ini ceritanyaa,aku sukak
0 0
0
Come and Get Your Love
03-04-2020 12:24
menyimak kehidupan abe
0 0
0
Come and Get Your Love
03-04-2020 19:32
bagus ceritanya, tapi penasaran ama cerita bininya... lanjutin bininya dlo baru cerita vina
0 0
0
Come and Get Your Love
03-04-2020 20:43
Ini jadi ceritanya mundur ya ?
Lanjut gan pengen tau kenapa bisa nikah ama istrinya
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
antara-impian-dan-cinta
Stories from the Heart
kami-ingin-normal-kembali
Stories from the Heart
dream-catcher
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
segelintir-kisah-putih-abu-abu
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia