News
Batal
KATEGORI
link has been copied
70
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e81304c8d9b1751ad2e8100/edan-bank-bumn-dan-swasta-tidak-gubris-perintah-jokowi-tolak-penangguhan-cicilan
Perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan berbagai kemudahan kepada sejumlah sektor usaha dan masyarakat yang terkena dampak dari wabah virus corona (Covid-19) bakal sia-sia. Terutama, soal penangguhan cicilan untuk rakyat kecil. Jokowi memberikan kemudahan setelah mendengar berbagai keluhan dari kalangan pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga tukang
Lapor Hansip
30-03-2020 06:33

Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan

Perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan berbagai kemudahan kepada sejumlah sektor usaha dan masyarakat yang terkena dampak dari wabah virus corona (Covid-19) bakal sia-sia. Terutama, soal penangguhan cicilan untuk rakyat kecil.

Jokowi memberikan kemudahan setelah mendengar berbagai keluhan dari kalangan pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga tukang ojek dan supir taksi. Sebelumnya, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah memberikan kelonggaran kepada debitur perbankan.

"Keluhan yang saya dengar dari tukang ojek, supir taksi, yang sedang memiliki kredit motor atau mobil atau nelayan yang sedang memiliki kredit," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Bagi paran tukang ojek, sopir taksi, maupun nelayan yang saat ini memiliki cicilan kredit, Jokowi mengatakan, diputuskan bahwa pembayaran bunga atau angsuran akan diberikan kelonggaran selama 1 tahun ke depan.

"Sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," kata Jokowi.

Ironisnya, perintah Jokowi itu hanya dianggap angin lalu bankir BUMN, swasta dan lembaga pembiayaan. Berdalih belum siap, mereka menolak menerapkan peringah Presiden soal penangguhan cicilan kredit.

Berdasarkan surat pernyataan yang diterima oleh berbagai nasabah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terkait arahan Presiden tersebut.

“Bank BTN untuk saat ini belum ada informasi terkait penangguhan angsuran, jadi dihimbau bagi nasabah yang memiliki kewajiban pembayaran angsuran di Bank BTN, dibayar tetap seperti biasanya,” tulis surat pernyataan BTN yang beredar di nasabah dan diterima oleh bizlaw.id di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Sekretaris Perusahaan BTN Ari Kurniawan seperti diberitakan infobanknews menyebutkan bahwa produk surat pernyataan tersebut bukan berasal dari kantor pusat.

Tak hanya itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) juga terlihat belum menjalankan imbauan tersebut secara luas dengan beredarnya surat pernyataan kepada nasabah bahwa BRI belum menerima informasi khusus mengenai penanggugan kredit tersebut. Meskipun begitu, sebelumnya kantor pusat telah menyiapkan skema dalam relaksasi kredit UMKM.

“BRI menyambut baik kebijakan relaksasi stimulus perekonomian yang di keluarkan oleh OJK pada hari Kamis (19/03). Sebagai tindak lanjut, BRI sudah menyiapkan beberapa mekanisme khusus, seperti relaksasi restrukturisasi dan relaksasi kebijakan kredit terdampak wabah covid-19,” tulis keterangan resmi BRI (24/3).

Ekonom dan juga bankir senior Sigit Pramono menilai, kebijakan penghapusan dan atau keringanan pajak, restrukturisasi kredit secara masif sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan sektor riil. Presiden, Menkeu, Ketua OJK sudah pernah menyampaikan kebijakan-kebijakan tersebut, tetapi menurut Sigit juklak dan juknis belum ada.

“Bank-bank juga belum siap menerapkan. Padahal jika sektor riil diibaratkan orang yang sedang tenggelam, air sudah setinggi dagu,” tukas Sigit.

Oleh karena itu kepedulian semua pihak untuk bergandeng tangan menanggulangi dampak dari penyebaran virus corona sangat diperlukan untuk memitigasi pelemahan ekonomi yang mungkin saja dapat terjadi.

https://m.bizlaw.id/read/20097/Edan-...-Kredit-Corona

Siapa sing edan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 06:39
Yg edan itu yg milih 2x kemarin, keledai aja gk jatuh dilubang yg sama emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geforce9800gtx dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
Lihat 5 balasan
Memuat data ..
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 07:40
Sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," kata Jokowi.

Bank BTN untuk saat ini belum ada informasi terkait penangguhan angsuran, jadi dihimbau bagi nasabah yang memiliki kewajiban pembayaran angsuran di Bank BTN, dibayar tetap seperti biasanya,” tulis surat pernyataan BTN yang beredar di nasabah

emoticon-Wkwkwk prank kelas nasional emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geforce9800gtx dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 06:48
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geforce9800gtx dan 7 lainnya memberi reputasi
8 0
8
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 06:39
Kalo kenyataan lapangan sesuai dengan bacot mukidi,
Buzzer Nastak cebong bakal makan gaji buta dong,

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
corobikang dan 11 lainnya memberi reputasi
11 1
10
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 07:31
udah biasa.
mangap dulu baru di pikir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geforce9800gtx dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 07:09
Lagi wabah, Wong cilik kena prank kim jong wi emoticon-Big Grin

Kasian tuh dibawah pada berantem. Deep colector vs rakyat modal video jokowi. Hasilnya disita emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
geforce9800gtx dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 07:13
APD Ijon

30 March 2020
Oleh : Dahlan Iskan



Anda sudah tahu: Amerika Serikat sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah penderita Covid-19.

Anda sudah tahu: Italia sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah yang meninggal karena Covid-19.

Mungkin Anda belum tahu: Indonesia sudah mengalahkan Tiongkok. Dari segi jumlah dokter yang meninggal karena Covid-19.

Di Tiongkok dengan jumlah penderita 82.000 orang dokter yang meninggal 6 orang. Di Indonesia, dengan jumlah pasien 1.000 orang, dokter yang meninggal 9 orang.

Tapi di Italia lebih banyak lagi dokter yang meninggal.

Suatu hari, awal Maret lalu, saya menerima kiriman WA seorang teman di Jakarta. Isinya: foto anaknya yang lagi mencoba mengenakan jas hujan. Si anak seorang dokter muda. Dengan prestasi tinggi.

Tidak ada nada mengeluh di WA yang menyertai foto itu. Tapi hati saya serasa tertusuk paku. Itu di Jakarta. Bagaimana di luarnya?

Saya tahu sudah banyak kisah kepahlawanan dokter Indonesia. Yang dengan alat minim bisa menyelamatkan banyak nyawa. Misalnya dokter yang bertugas di Papua. Seperti yang pernah muncul di acara TV, Kick Andy.

Tapi kali ini yang dihadapi dokter adalah wabah. Yang kelasnya tertinggi di antara wabah yang pernah ada.

Jas hujan bukanlah senjata yang memadai bagi dokter.

Lalu saya menerima kiriman banyak foto serupa. Beberapa dokter di Lombok berfoto bersama: dengan seragam jas hujan.

Juga dari Pare, Kediri.

Dari lain-lain lagi.

Saat itu saya lagi di kebun buah milik seorang teman. Lagi di bawah pohon durian. Teman saya pelan-pelan mendekati saya. Takut terjadi sesuatu pada diri saya. Tapi ia tahu. Kami harus menjaga jarak.

Akhirnya ia tahu. Saya lagi mengusap air mata. Yakni setelah membuat video di bawah pohon durian itu. Sahidin, yang selalu mendampingi saya, yang merekamnya.

Hati saya terasa tertusuk melihat dokter mengenakan jas hujan itu. Jas hujan kok untuk menangani wabah yang demikian berat.

Seorang teman lantas melihat video itu. Lalu mengajak saya mencari APD. Kami sama-sama sering ke Tiongkok --beda jurusan. Tapi kali ini dia juga lockdown sukarela.

Dia menyerahkan sejumlah uang kepada saya. Saya pun cari-cari di mana bisa beli APD. Kalau pun harus impor bagaimana caranya.

Jaringan saya di Tiongkok saya hubungi. Mereka sudah siap membantu. Tapi akhirnya saya menghubungi seorang teman yang punya pabrik tekstil. Di Solo.

Saya tahu, di Tiongkok pabrik popok bayi pun diubah menjadi pabrik masker. Itulah yang terjadi saat Covid-19 mewabah di sana.

Tentu pabrik tekstil punya kemampuan untuk berubah jadi produsen APD. Dalam kapasitas yang besar.

Ternyata saya telat tahu. Pabrik tekstil tersebut, Sritex, juga sudah mulai memproduksi APD. Belakangan.

Saya pun langsung menghubungi bos besarnya. Saya pun sudah bisa memesan APD di Sritex. Tentu, harus kirim uang dulu. Setelah itu barulah APD-nya dibikinkan. APD pesanan itu baru bisa diterima dua minggu setelah uang dikirim.

Saya pun langsung mengirim uang. Kini saya lagi menunggu kiriman APD tersebut.

Harganya memang Rp 1 juta/buah. Tapi bisa dicuci 10 kali --dengan air panas 40 derajat. Lalu disetrika dengan tingkat panas medium.

Saya pikir ini lebih murah daripada Rp 250.000 sekali pakai. Made in Indonesia pula.

Tentu pesanan saya ini amatiran. Hanya sesuai dengan jumlah uang yang ada.

Tapi setidaknya kita sudah lebih tenang. Ada pabrik APD di dalam negeri. Dengan kapasitas 3000 buah/hari. Yang masih bisa ditingkatkan menjadi 5000 buah/hari. Berarti sebulan bisa produksi 150.000 potong.

Tidak ada alasan lagi bagi siapa pun untuk tetap menggunakan jas hujan. Semoga juga tidak menjadi isu lagi: dokter yang tidak dilengkapi APD tidak akan diizinkan menangani pasien Covid-19 --seperti yang dinyatakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tentu, APD juga harus untuk perawat. Jumlah perawat yang tertular jauh lebih besar dari dokter. Pun di Tiongkok.

Di Asia, perawat lebih menderita --pun secara batin. Pun di Singapura. Pun di India. Contohnya di Jakarta itu: perawat diminta pindah tempat kos. Dianggap akan menularkan penyakit.

Di Singapura perawat sulit menyegat taksi. Media di Singapura menulis pengalaman itu. Sampai taksi yang ke-5 pun belum mau.

Setidaknya di Indonesia kini sudah ada yang memproduksi APD besar-besaran.

Tantangan terbesarnya tinggal di birokrasinya: bisakah mengalihkan anggaran proyek ke pembelian APD. Terutama kalau komisinya ternyata sudah terlanjur diijon.(*)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
njir dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 14:11
Quote:Original Posted By geforce9800gtx
banyak himbauan dr kemarin..
himbauan social distancing
himbauan tidak keluar rumah
himbauan tidak mudik

halah.. baru himbauan


emoticon-Cool "Negeri Himbauan" ya gan..hampir di semua sektor byk peraturan yg akhirnya hanya menjadi "Himbauan" emoticon-Ngakak
profile-picture
geforce9800gtx memberi reputasi
1 0
1
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 13:40
ni emang harus segera dirampungkan dasar hukumnya gmn. tp ya intinya ane bersyukur selalu denger nasihat ortu. ortu ane selalu bilang jangan pernah berhutang sm bank, karena kita ga pernah tau hari esok. kalo bisnis kita terus menerus naik ya hepi, bgt ada rem dikit lsg repot. so ya usaha ya sebisanya aja sesuai kantong masing2 jd ga ada beban dlm hidup. untung ane selalu menerapkan prinsip itu meskipun usaha ane cmn kecil2an tp ane hidup tenang disaat begini.
profile-picture
gmc.yukon memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Edan, Bank BUMN dan Swasta Tidak Gubris Perintah Jokowi: Tolak Penangguhan Cicilan
30-03-2020 08:19
kan belum diketok payung hukum nya.. wajar saja bank bilang begitu..
profile-picture
kerupukaleng memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia