Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
65
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7d886c8d9b175ba82c9f4e/perjuangan-cinta-dion
Kehidupan di pulau seribu, Sangat tenang dan damai. Sebuah pulau terpencil dengan hamparan pasir putih di tepi pantai, air lautnya berwarna biru dan bersih. Terlihat ikan bergerombol menerjang batu karang dalam dasar laut. Kehidupan di pulau seribu, lebih dominan ke nelayan, dan hasil buminya adalah buah kelapa. Dion, adalah anak bungsu, satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga. Penerus marga,
Lapor Hansip
27-03-2020 12:00

Perjuangan Cinta Dion

Past Hot Thread
icon-verified-thread
#part1

Kehidupan di pulau seribu, Sangat tenang dan damai. Sebuah pulau terpencil dengan hamparan pasir putih di tepi pantai, air lautnya berwarna biru dan bersih. Terlihat ikan bergerombol menerjang batu karang dalam dasar laut.
Kehidupan di pulau seribu, lebih dominan ke nelayan, dan hasil buminya adalah buah kelapa.

Dion, adalah anak bungsu, satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga. Penerus marga, juga penerus warisan terbanyak dibanding kakak-kakak perempuannya.

Begitulah, adat istiadat dari budaya Thionghoa. Anak laki-laki dibedakan dengan anak perempuan. Di pulau seribu, semua masyarakat hidup rukun, saling berbaur antara suku Thionghoa dan pribumi. Saling tolong menolong, bahu-membahu, dan saling menghargai, saling menghormati bahkan saling menyayangi antar sesama. Semuanya sudah seperti keluarga sendiri. Hanya akidah saja yang membedakan.


Pak Awang, bapaknya Dion, membuka pabrik terasi di pulau seribu. Pak Awang memiliki 2 unit kapal laut untuk menjaring ikan, sekaligus sebagai penampung ikan dari para nelayan. Ikan dari para nelayan, akan dibawa ke kota.
Dan para nelayan memanggil Pak Awang denga sebutan 'Toke'=Bos.

Di pulau seribu, ada Sekolah SD dan SMP, tapi, kalau untuk sekolah SMA, harus ke kota. Harus menyeberangi laut sekitar 10 menit dengan menggunakan perahu. Kadang-kadang bisa mencapai 18 menit bila ombaknya lagi besar.

***

Pagi-pagi sekali, Dion dan Lia, beserta beberapa teman lainnya sudah bersiap menunggu perahu, di pelabuhan. Lia adalah anak Pak Rudi, guru olahraga di SDN 055.

Dion merasakan ada debaran aneh yang menyusup kedalam relung hatinya, setiap iris mata mereka saling bertemu. terlebih saat melihat Lia beberapa hari terakhir ini selalu bersemu rona merah di pipinya. Dion memang pernah menyelamatkan Lia, dua bulan yang lalu, saat itu musim hujan.

Perahu yang membawa rombongan anak SMA baru saja sampai di pelabuhan, hujan masih mengguyur deras.
Teman-teman Dion yang lain sudah naik duluan, tinggal Dion dan Lia belakangan. Saat Lia memijak ujung perahu Lia tepeleset dan terjatuh ke laut.

"Tolong!" teriak Lia yang mulai terbawa arus.

"Liaaa" teriak Dion.

Dion yang melihat kejadian itu, langsung terjun untuk menyelamatkan Lia, mengeluarkan Lia dari dalam air.

Beberapa orang yang berteduh di pelabuhan segera mengangkat Lia, untung Lia tidak pingsan. Mukanya terlihat pucat dan lemas. Tak lama berselang Pak Rudi dan Bu Wita datang dan membawa Lia pulang.
Diubah oleh lenitan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NadarNadz dan 39 lainnya memberi reputasi
40
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 4
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 12:10
kereeeen emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 12:13
Ini cerbung mbak
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 12:14
Perjuangan Cinta Dion Part 2

Perjuangan Cinta Dion
sumber: google

Tiga bulan telah berlalu dari kejadian itu, kini Dion dan Lia semakin dekat. Dimana ada Dion di situ ada Lia, bagaikan lem dan perangko, tidak terpisahkan. Panah-panah asmara dengan mudah menembus hati mereka, mengukir sebuah nama indah di hati masing-masing, bahkan saling mengungkapkan rasa yang berujung pada
pacaran.

Hubungan cinta antara Dion dan Lia, mulai terdengar di telinga orang tua Dion. Awalnya mereka hanya beranggapan Dion hanya iseng-iseng saja sama Lia, cinta monyet gitu dan tidak ambil pusing.

Suatu pagi, Bu Ani, membersihkan kamar tidur Dion, Bu Ani melihat buku tuntunan sholat yang terletak di atas meja belajar Dion, ditambah desas-desus hubungan anaknya dengan gadis pribumi itu, Bu Ani mulai curiga.

Hari menunjukkan pukul empat sore, Pak Awang mencari Dion dengan menggunakan aplikasi bewarna hijau. Bolak balik laki-laki paruh baya itu menelpon anaknya, tapi tidak diangkat Dion.

"Mi, tau Dion di mana?" tanya Pak Awang pada istrinya yang lagi sibuk memasak.

"Tidak pi," jawab Bu Ani lugas.

"Kemana ya anak itu! Giliran dibutuhkan malah menghilangkan diri," terdengar keluhan suaminya atas putra satu-satunya.

Bu Ani diam seribu bahasa, hanya bisa menarik nafas dalam-dalam mendengar ocehan suaminya, sementara Pak Awang segera meninggalkan istrinya yang masih sibuk dengan pekerjaannya, lalu bergegas keluar rumah dengan motor bututnya.

Motor Pak Awang memasuki pekarangan rumah bercat kuning, yaitu rumah Pak Atan. Pak Atan adalah nelayan yang setia memberikan hasil tangkapannya pada Pak Awang, dan tujuan datangnya Pak Awang untuk mengantar uang ikan pada pak Atan.

Dari luar rumah pak Atan, sayup sayup terdengar suara orang lagi belajar ngaji, Pak awangpun berjalan mendekati pintu rumah itu. Begitu terkejutnya Pak Awang, melihat orang yang lagi belajar ngaji itu adalah anaknya Dion.
Seketika merah padam wajahnya.

"DIOONN, APA-APAAN KAMU? BERANI SEKALI KAMU YA! SEKARANG PULANG!, membentak Pak Awang pada anaknya.

Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut, Pak atan, Dodo terlebih Dion. Wajahnya pucat seketika, hatinya berdegup keras, merasakan ketakutan melihat wajah Papinya.

Dion bergegas pulang, meninggalkan rumah Pak Atan. Untung Dion bawa motor sendiri, jadi bisa mencapai rumah duluan sebelum Papinya tiba. Setelah selesai menyerahkan uang kepada Pak Atan, Pak Awang pulang menyusul Dion.

Bu Ani sedang melipat baju di ruang tengah, melihat Dion pulang dengan wajah pucat pasi, langsung menuju ke kamarnya. Wanita paruh baya berwajah oriental itu menyusul Dion ke kamar, cinta pertamanya ini tahu persis watak anak kesayangannya itu, pasti telah terjadi sesuatu pada jagoannya.

Belum sempat mengetuk pintu, Bu Ani dikagetkan dengan teriakan suaminya, yang sudah berdiri di sampingnya dengan mengendor pintu kamar Dion dengan keras.

"Duk ... duk ... DIOON, BUKA PINTUNYA ...." tidak ada suara, Dion bergeming.

"Duk ... duk ... DION BUKA PINTUNYA ATAU PAPI HANCURKAN PINTU KAMARMU!" takut dengan gertakan sang Papi, Dionpun membuka pintu kamar.

Pak awang masuk ke kamar anaknya, diikuti bu Ani dari belakang, dengan mata tajam menatap Dion, seperti singa yang siap menerkam mangsanya.

"Apa yang kamu lakukan di rumah Pak Atan tadi? tanya sang Bapak pada anaknya.

"Ti-tidak ada Pi, jawab Dion gugup.

"Jelas-jelas Papi lihat dengan mata kepala Papi sendiri, kamu belajar ngaji sama Pak Atan tadi," tuding Papi dengan wajah merah menahan amarahnya.

"Jadi kamu benar pacaran sama gadis pribumi itu? tanya Papi lagi.

Dion menunduk, tidak berani menjawab, pertanyaan Papinya.

"Kamu dengar baik baik ya Dion, Papi tidak izinkan kamu pacaran sama gadis pribumi itu, apapun alasannya. Kata Papi dengan mata masih melotot pada Dion.

"Tapi Dion mencintai Lia, Pi," kata Dion memelas.

"Tidak! sekali tidak ... tetap tidak! kamu adalah pewaris marga kita dan hartaku, kata sang Bapak tegas pada anaknya.

Lagi-lagi Dion terdiam, sebelum Dion bersuara, sang Bapak berkata lagi.

"Sekali lagi, Papi tegaskan! segera kamu akhiri hubunganmu dengan gadis pribumi itu! bila Papi tahu hubungan kalian masih berlanjut, Papi akan bertindak, jangan salahkan Papi! Ancam
sang Papi sembari keluar dari kamar Dion.
Diubah oleh lenitan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 12:14
Part 3

Perjuangan Cinta Dion

Dion duduk di samping ranjang tidurnya, kedua tangannya mengusap wajah dan sesekali meremas rambutnya. Rasa kesal serta kecewa kepada Papinya yang tidak merestui hubungan Dia dengan Lia.

"Ahhgggrrr," Dion meninju tembok kamarnya, sebagai pelampiasan kemarahanya.

Orang tua Lia pun sudah mendengar desas-desus anak gadisnya ini, sore itu Pak Rudi memanggil anaknya.

"Lia, ayah mau bicara padamu" kata Pak Rudi.

"Iya, ayah" sahut Lia bergegas menuju ke ruang keluarga, dan menghempaskan badannya di atas sofa.

"Ayah dengar, akhir-akhir ini kamu sering bepergian sama Dion" tanya sang ayah.

Lia hanya bergeming, diam seribu bahasa tidak berani menjawab, hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Melihat Lia hanya diam saja, Pak Rudi tahu kalau isu itu adalah benar.

"Lia, kamu tahukan kalau Dion itu berbeda akidah dengan kita?" tanya sang ayah lagi.

"Iya," jawab Lia pelan.

"Kalau begitu, kenapa kalian berdua masih pacaran? bukankah ayah pernah pesan padamu, tidak ada pacaran dalam agama kita? suara ayah mulai keras.

" Aku mencintai Dion ayah, dan Dion mau ikut aku masuk islam." Lia menjelaskan pada ayahnya.

"Kamu harus tahu Lia, tidak semudah itu! Apalagi Bapaknya Dion, Pak Awang tidak akan membiarkan anak laki-laki penerus marganya masuk islam," kata sang ayah.

Lia terdiam, terlihat wajah yang mulai kecewa, lantas Pak Rudi pun bersuara lagi.

"Lebih baik kamu putuskan hubungan kalian, sebelum masalah semakin besar dan semakin sulit.

***

Hari ini, di sekolah ada kunjungan tamu dari luar, dan semua guru lagi rapat. Anak-anak di istirahatkan lebih awal, Dion mengajak Lia duduk di bawah pohon. Ada rasa rindu yang amat sangat pada gadis pujaan hatinya, begitu juga dengan Lia. Mereka saling berpandangan dan saling memendam rasa yang sedang bergejolak dalam dada. Dion memberanikan diri menggenggam jari tangan Lia, Lia pun membalas dengan senyum tersipu malu.

Disaat, hati telah di penuhi oleh getaran cinta, di situlah setan mulai masuk untuk bertindak. Menggoda dua insan yang lagi dimabuk asmara, untuk melakukan dosa, sehingga pikiran sudah tidak bisa dikendalikan lagi, bahkan syariat agamapun telah sirna.
Menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu cinta yang salah jalannya.

Semakin dilarang, mereka semakin gencar, semakin erat hubungan antara Dion dan Lia.
Mereka sering bepergian kadang pergi pagi pulang sore.
Hubungan cinta mereka sudah berjalan setengah tahun.

Sudah satu minggu, Lia tidak masuk sekolah, karena sakit. Dion berencana mengajak Dodo pergi menjenguk Lia, gadis pujaannya. Sebelumnya, Dion sudah memberi kabar kepada Lia lewat aplikasi hijau.

["Assalamu'alaikum ... Sayang, gimana kabarmu?" tanya Dion.]

[Masih lemas, sayang, tapi sudah tidak demam lagi," jawab Lia dengan suara lemasnya.]

["Baiklah, jaga dirimu baik-baik ya sayang, nanti sore aku sama Dodo ke rumahmu," kata Dion.]

["Mau ngapain? tanya Lia, pada Dion."]

["Ya mau jenguk kamulah, aku kangen ...padamu," kata Dion lagi.

["Baiklah, kutunggu, sayang," jawab Lia, bersemu merah di pipinya.]


Debaran jantung Lia dan Dion semakin bergelora membakar sukma, andaikan bisa dengan mudah menghalalkan rasa di antara mereka, tapi tentulah itu tidak mudah.

Sore itu Dion dan Dodo sudah berada di rumah Lia, dengan membawa buah-buahan, Dion pun masuk menjenguk kekasihnya. Di saat itupula Lia lagi muntah-muntah, Bu Ita panik, sementara Pak Rudi lagi tidak di rumah. Dalam situasi membingungkan begitu, Dion memberikan usulan.

"Bu, gimana kalau kita bawa Lia ke puskesmas saja? untuk periksa sakit Lia ini, kasihan Bu Lia muntah terus," kata Dion.

Tanpa pikir panjang lagi, Bu Ita langsung membawa Lia ke puskesmas terdekat dengan mengunakan motor Dion. Sedangkan Dodo, membonceng Bu Ita dengan motornya. Begitu sampai di puskesmas Lia langsung ditangani bidan yang sedang bertugas. Cek tensi, serta cek urine.

"Nah, hasil tes urine sudah keluar nih, selamat ya Lia positif hamil, dan kandungannya sudah masuk 5 Minggu," kata Bu bidan.

Bertapa terkejutnya Lia, terlebih lagi Bu Ita. Lia memang belum mendapatkan haid bulan ini, dan sudah terlambat satu minggu. Lia hanya bisa menunduk tidak
berani bersuara. Sedangkan Bu ita, badanya terasa lemas tak berdaya. Nampak raut cemas di wajahnya, bagaimana caranya untuk memberutahukan pada suaminya nanti. Tentu Pak Rudi akan marah besar setelah tahu anak gadisnya telah mencoreng nama baik keluarga.

Selesai pemeriksaan Bu Ita membawa Lia pun pulang, Dion belum tahu keadaan Lia yang sudah berbadan dua, Bu Ita dan Lia belum memberitahu pada Dion. Dari kejauhan terlihat Pak Rudi berdiri di depan teras rumah, sedang mencari istri dan anaknya. Begitu dengar suara motor memasuki halaman rumah, Pak Rudi menoleh. Dilihatnya Istri dan anaknya pulang bersama Dion dan Dodo.

"Dari mana Bu? Lia kenapa?" tanya Pak Rudi cemas, melihat wajah Lia yang kian pucat dan lemas.

"Kami dari puskesmas, yah," jawab Bu Ita langsung membawa Lia masuk ke rumah dan didudukan di sofa ruang keluarga.
Disusul Pak Rudi, Dion dan Dodo.

"Sakit apa Lia, Bu? tanya Pak Rudi pada istrinya.

Bu Ita tersentak dari lamunannya, ketika mendengar pertanyaan dari suaminya, perempuan bertubuh bongsor itu, tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya. Lantas Lia pun menangis, menghampiri ayahnya, dan bersujud di kaki laki-laki paruh baya itu. Pak Rudi semakin bingung dengan sikap anak kesayangannya.

"Lia, ada apa nak? Kenapa kamu menangis? katakan pada ayah," kata pak Rudi cemas.

"Lia, hamil, ayah!" Bu Ita buka suara.

"Apaaa? Terkejut Pak Rudi mendengarnya, begitu juga dengan Dion dan Dodo.

"Ampun, Yah! Lia salah ... maafkan Lia," semakin deras air matanya.

"Siapa yang menghamilimu Lia, jawab!" bentak sang ayah.

"Sa-saya om," jawab Dion gugup.

"Beraninya kau, menodai Lia," duk! satu pukulan mendarat di pipi Dion.

Serangan mendadak dari Pak Rudi membuat Dion terhuyung,
Bu Ita segera menarik tangan suaminya, memeluk tubuh tinggi yang mulai tampak tua itu.

"Sudah ... Ayah, nasi telah menjadi bubur, tiada gunanya Ayah marah sama Dion. Sekarang kita harus segera cari jalan keluarnya " kata Bu Ita menenangkan suaminya.

"Saya, akan tanggung jawab Pak, saya akan menikahi Lia, kami saling mencintai," Dion bersuara.

"Bapak tidak terima dengan semua ini, sekarang juga kamu harus memberi tahu kepada orang tuamu, tentang keadaan Lia," tegas Pak Rudi dengan tatapan marah.

"Baik, Pak" jawab Dion, seraya pamit pulang bersama Dodo.

Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, Dion berpikir keras cara menyampaikan masalah ini kepada Bapaknya. Berharap Bapaknya nanti memaafkannya dan menerima Lia.

Next
Diubah oleh lenitan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tole1224 dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 12:48
Keren.. Mbak
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 13:01
apik tenanπŸ€—
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 13:29
Diubah oleh lenitan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 13:30
Quote:Original Posted By binti84muslimat β–Ί
apik tenanπŸ€—


Terima kasih mbakku support nya 😍😘
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 14:43
Quote:Original Posted By lenitan β–Ί
Terima kasih mbakku support nya 😍😘


Iya mbak sama2πŸ˜™πŸ˜™
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 17:59
ayoo dilanjut emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 18:41
Quote:Original Posted By NoMaLz β–Ί
ayoo dilanjut emoticon-Angkat Beer


Terima kasih sudah mampir gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 18:43
Yao... eh ayo dilanjut part 2 nya..

emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Perjuangan Cinta Dion
27-03-2020 22:44
Quote:Original Posted By lenitan β–Ί
Terima kasih mbak say, dirimu juga kreeennn 😘😘😍


Aku masih belum buat cerita satupun πŸ˜…emoticon-Big Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
28-03-2020 06:43
Quote:Original Posted By galih17 β–Ί
Yao... eh ayo dilanjut part 2 nya..

emoticon-Sundul Up


Terima kasih gan sudah mampirπŸ™πŸ˜Š
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
28-03-2020 17:47
Quote:Original Posted By NoMaLz β–Ί
ayoo dilanjut emoticon-Angkat Beer


πŸ€—
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
28-03-2020 17:47
Quote:Original Posted By lenitan β–Ί
Terima kasih sudah mampir gan


πŸ€—πŸ€—πŸ‘πŸ‘πŸ‘
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
28-03-2020 21:59
semangat
ditunggu part berikutnya
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Perjuangan Cinta Dion
28-03-2020 22:03
Quote:Original Posted By evihan92 β–Ί
semangat
ditunggu part berikutnya


Terima kasih mbak say support nya 😘😍
profile-picture
novikikirizkia memberi reputasi
1 0
1
Perjuangan Cinta Dion
28-03-2020 23:00
Quote:Original Posted By lenitan β–Ί
Terima kasih mbak say support nya 😘😍


Sama-sama dek say πŸ˜˜πŸ’–
profile-picture
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Perjuangan Cinta Dion
29-03-2020 02:45
Lanjutkeun .... keren perjuangannya
profile-picture
profile-picture
novikikirizkia dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Halaman 1 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
dream-catcher
Stories from the Heart
the-story-of-roy
Stories from the Heart
rahasia-hati-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
typo-bikin-malu
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia