Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
58
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7c5e804601cf4ff609e46f/cinta-kopi--kehidupan-mahasiswa-cinta-dan-kopi
"Oi Det, balik ga?" tanya seseorang menyapa gw "ah?" "Eh ditanya malah uh ah eh doang. Lagi ngapain sih lu?" "Chatting" "Sama cewek yah? seru amat" "Apaan sih lu intip2 segala" ujar gw sambil melotot ke arahnya. Orang yang kepo parah ini adalah salah satu temen gw, namanya Langit, kurang keren gimana ga tuh nama. Dia adalah temen pertama gw saat masuk kuliah, juga temen satu kost. "Gitu
Lapor Hansip
26-03-2020 14:49

CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI

Past Hot Thread
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
Foto diambil dari sumber


Selamat dan salam sejahtera untuk para sesepuh dan reader STFH semuanya. Salam kenal dari mantan penulis STFH yang lama mangkir bertahun tahun lamanya. Disini ane mau minta ijin untuk kembali berbagi cerita kehidupan ane yang sebenernya gak terlalu asik untuk diceritakan. 

DISCLAIMER


Cerita ini BASED ON TRUE STORY sekitar 30% dari kumpulan pengalaman penulis dan beberapa temen2 penulis dengan sisanya imajinasi penulis. Jadi ya bisa di bilang ini adalah cerita fiksi. Nama dan tempat telah disamarkan untuk menghindari kesalah pahaman. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.


~~SFTH Rules, Report, Inquiries and Q/A (read before posting)~~

Quote:Original Posted By dipretelin
Seperti yang sudah2 terjadi sebelumnya bahwa thread dibuka dengan maksud dan tujuan men-share kisah kehidupan seseorang...dan diharapkan adalah komentar yang masih berhubungan isi thread tersebut....

Sehingga esensi dari thread yang di buat tidak menjadi hilang dengan terlalu banyaknya pembahasan OOT...dan sudah tidak diketahui kemana benang merah dari cerita tersebut...

Hal ini berlaku kepada siapapun yang ada di subforum Story From The Heart ini...

Bagi pelanggarnya akan dikenakan sanksi..baik itu BRP..Penghapusan Posting (sunat) atau Banned entah permanent atau sementara...

Seperti yang sudah pernah terjadi di salah 1 id yang melakukan kesalahan-kesalahan sebelumnya...melakukan oot di suatu forum yang tak tepat...

Bagi yang ingin membahas hal-hal yang bersifat OOT dan keluar jalur dari tema Thread yang dibuat bisa memaksimalkan Lounge SFTH yang sudah di sticky...

thanks emoticon-rose


Buat yang penasaran sama Prequel dari cerita ini bisa dilihat di sini 
Quote:


~=LATEST UPDATE=~

Quote:

13 April 2020
MIMPI SEORANG PECUNDANG
06 April 2020
KONTAK

Diubah oleh raito2fang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 31 lainnya memberi reputasi
30
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
13-04-2020 13:01
MIMPI SEORANG PECUNDANG



[ Hei kamu yang lama tidak jumpa, apa kabar? ]

Melihat tweet baru dari Vera itu pikiran gw langsung berhenti dengan seketika. Apa maksud Vera? Kalau gw harus geer itu tweet maksunya untuk gw dan kalau gw pikir dengan baik-baik mungkin yang Vera maksud adalah orang lain. Sejuta pikiran mulai memenuhi otak gw, apakah ini? atau itu? semua macam spekulasi gw pikirankan dan segala macam kemungkinan gw simulasikan di otak gw. Gw masih saja berdiam diri memegangi handphone gw yang udah lama redup kembali. Gw gak berani membalas? Iya gw bener-bener gak berani. Gimana kalau ternyata yang Vera maksud itu bukan gw?

Lama gw pikirankan semua itu tanpa gw sadar gw terlelap tidur memeluk handphone gw. Entah ini kemungkan atau gw yang terlalu memikiran masalah ini, dalam tidur gw bermimpi tentang Vera. Gw berdiri di sebuah pantai yang gw kenali tapi juga gw gak kenal. Disana gw berjalan berdua bersampingan dengan Vera. Gw liat Vera berkata sesuatu tapi gw sendiri gak bisa dengan apa yang dia katakan. Gw coba untuk mendengar lebih jelas bahkan meminta Vera untuk mengulangi perkataannya. Gak lama Vera tiba-tiba berlari menjauh tapi saat gw mau mengejar dia, gw rasakan kaki gw terasa berat kayak tertanap di dalam pasir pantai itu.

Sekita lima meter jauhnya Vera berhenti dan menengok ke arah gw dan terlihat tersenyum. Awalnya senyum Vera begitu indah dengan latar matahari yang mulai terbit. Lama kelamaan wajahnya terlihat mulai bersedih dengan senyum yang dipaksakan. Hati gw terasa berat melihat Vera yang senyum terpaksa itu. Entah apa yang gw rasakan, apakah gw merasa bersalah? Apa gw merasa kecewa? kecewa karena Vera dulu pergi menginggalkan gw atau kecewa dengan diri gw sendiri yang gak berani berkata apa-apa?

Sedikit demi sedikit cahaya matahari terbit makin menyilaukan pandangan gw dan gw hampir gak bisa melihat sosok Vera lagi. Yang gw lihat hanya bibirnya yang masih tersenyum di balik sinar matahari yang makin terang menyilaukan. Lalu bibir Vera mulai bergerak dan berkata sesuatu. Kali ini gw dengan jelas mendengar perkataannya.

"Bangun ... Mau kesiangan lu?"

"Hah!?"

Lalu gw merasakan sinar matahari yang tearang itu mulai susah untuk di tahan dan menutupkan mata gw. Ketika membuka mata gw lagi, gw tersadar gw berada di kamar gw dan melihat sinar matahari yang masuk lewat jendela yang gw lupa tutup gorden nya malam tadi.

"Woy Det! udah siang bangun lu! kesiangan baru tau rasa lu!" Teriak Langit sambil mengetok pintu kamar kost gw. Gw yang masih belum sepenuhnya terbangun memutuskan untuk berhenti memikirkan masalah Vera, baik itu tentang tweet nya maupun tentang mimpi gw tadi. Dengan malas gw pergi membuka pintu kamar kost gw dan melihat sosok Langit yang nyengir kuda di depan pintu.

"Nah bangun juga lu hehehe " ujar nya sambil tertawa ringan.

"Minggir gw mau mandi!" balas gw ketus. Gw masih kesel karena mimpi gw yang lumayan indah harus berhenti gara-gara temen gw yang satu ini. Apalagi melihat wajahnya yang nyengir gak jelas itu. Dengan perasaan masih dongkol gw ambil handuk gw dari jemuran dan masuk ke kamar mandi umum kost.

"Jangan kelamaan mandinya, jangan coli lu, keburu siang"

"Iye! bawel lu, kayak emak-emak aja!"

---------

Gak terasa hari Jumat udah datang dan kehidupan mahasiswa gw masih berjalan dengan santai. Selain gw dan temen-temen gw lainnya pergi ke acara Open Recruitment UKM dan gabung ke UKM Musik, sisa minggu ini gw jalanin dengan normal. Pergi ngampus, pulang nongkrong di pujasera sampai malam dan balik ke kost.

Gw masih belum berani untuk mulai menghubungi Vera. Gw emang pengecut dan pecundang, gw pahami itu. Tapi setelah kepergian Vera beberapa tahun lalu, banyak hal yang membuat gw menjadi sosok yang seperti ini. Terutama tiga kejadian penting yang benar-benar mengubah gw.

Pertama kepergian Mala. Mala adalah teman masa kecil gw yang gak gw sangka-sangka berakhir menjadi kekasih gw. Bukan hanya hubungan kita yang menuju ke arah percintaan, kedua keluarga gw dan Mala malah memutuskan gw dan Mala untuk menjalin hubungan lebi lanjut sebagai tunangan. Mungkin kalian pikir ini hal gila, sepasang pemuda dan pemudi SMA sudah menjalin hubungan pertunangan. Tapi itulah yang terjadi di kehidupan gw. Namun takdir berkata lain, dan Tuhan punya rencana yang berbeda dengan apa yang gw pikirkan. Tuhan memutuskan untuk memmanggil Mala, tunangan gw untuk pergi ke samping-Nya duluan. Bersama kedua orang tuanya, Mala terlibat kecelakaan maut di sebuah jalan Tol.

Kedua, gak lama setelah Mala pergi, Tuhan memutuskan untuk memanggil Bokap gw juga. Pukulan bertubi-tubi ini membuat gw kehilangan arah untuk beberapa waktu lamanya. Sampai akhirnya 'Dia' datang dan mengobati luka di hati gw. Sedikit demi sedikit kehadirannya membuat gw bisa menerima kehilangan dua orang kesayangan gw. Sedikit demi sedikit sosoknya mulai menggantikan posisi Mala di hati gw. Sampai akhirnya gw mesarakan kehadirannya dalam kehidupan gw adalah obat yang Tuhan berikan untuk semua luka yang gw alami saat itu.

Betapa bodohnya gw saat itu. Benar kata orang, bahkan sebuah kesalahan kecil bisa berakibat fatal.Saat itu gw rasakan banyak sekali kekurangan dalam dirinya. Terkadang gw rasakan sifatnya yang pencemburu dan posesif terlalu melelahkan dan memutuskan untuk menghentikan hubungan kita. Orang bilang penyesalan selalu datang terlambat dan kita baru merasakan betapa berharganya sesuatu ketika kita kehilangan hal itu.

"Woy ngapain ngelamun aja lu?" Tanya Langit yang duduk disamping gw. Gw terbangun dari lamunan gw dan membalas pertanyaan Langit. Gw, Langit dan beberapa teman dekat kita sedang duduk bersila di rumput taman samping gedung Jurusan kami. Disini kita sedang menunggu kedatangan para kakak tingkat yang mau mengumumkan soal ospek jurusan. Gak lama setelah gw dan temen gw mengobrol, datanglah sekelompok Mahasiswa dengan jaket biru seragam.

"Selamat Sore teman-teman semua"

"Sore Kang!" Jawab teman satu angkatan gw serentak.

"Terima kasih untuk kehadiran kalian disini sore hari ini" Lanjut seorang kakak tingkat yang berdiri di depan barisan para mahasiswa baru teman-teman angkatan gw. "Disini saya ingin menyampaikan sesuatu. Mulai minggu depan kita mengajak kalian para mahasiswa jurusan teknik komputer angakatan 2011 untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara initiasi anggota baru Himpunan Teknik Komputer. Dalam beberapa minggu kedepan kalian diminta untuk mengikuti pelatihan dan beberapa kegiatan pra-acara sebelum kita memasuki acara utama pada pertengahan bulan depan. Kegiatan pertama yang harus kalian jalani adalah wawancara dengan kakak tingkat kalian

"Disini saya punya satu buku untuk contoh" Ujar kakak tingkat tersebut sambil menunjukan sebuah buku biru "Buku ini kita namakan sebagai Buku Biru. Kalian nanti harus memiliki buku ini masing-masing. Kalian isi buku ini dengan informasi tentang kakak tingkat kalian yang nanti kalian akan wawancarai

"Tugas selanjutnya adalah kalian harus mencari kakak angkat kalian. Fungsi kakak angkat ini adalah orang yang akan membantu kalian lebih banyak, baik itu mengenai Himpunan, masalah perkuliahan atau bahkan masalah pribadi kalian."

Perkumpulan tersebut berlajut hingga mencapai 1 jam lebih sebelum akhirnya para kakak tingkat membubarkan angkatan gw. Gak sedikit dari temen-temen angkatan gw yang protes da berpendapat bahwa tugas yang kakak tingkat berikan itu adalah hal yang gak berguna dan cuman ngerjain kita aja. Tapi walaupun kita protes kegiatan dan tugas itu tetep kita jalanin. Gw, Langit dan Agus juga langsung mencari keperluan-keperluan yang diminta oleh kakak tingkat tadi.

Gw juga berpikir bahwa gw harus lebih aktif dalam segala hal. Kegiatan himpunan adalah salah satu caranya. Gw pikir di tempat ini lah gw bisa belajar banyak hal, termasuk sosialisasi. Gw yang cenderung seorang IIntrovert', apalagi setelah kejadian-kejadian yang gw alami sebelumnya, butuh "Rehabilitasi" diri.

Gw juga harus memulai move on dari kenangan masa lalu. Gak mungkin gw selamanya tetep memikirkan sosok 'Dia' dan berakhir sebagai jomblo seumur hidup. Mungkin gw harus lebih proaktif dengan para teman cewek gw dan mulai mendekati seseorang. Atau yang lebih mudah adalah memulai lagi hubungan gw dengan Vera.

-----

"Siap? Yuk cabut" Ujar Langit

Hari ini adalah hari Sabtu. Temen-temen gw udah merencanakan untuk pergi futsal hari ini. Makanya jarang-jarang hari libur gini gw sempetin keluar kost. Setelah pergi membonceng Langit ke tempat lapangan futsal gw menunggu temen-temn lainnya untuk datang dan memulai pertandingan futsal. Gak lama setelah batang rokok kedua gw satu persatu temen-temen gw datang. Yang gak gw sangka adalah selain temen-temen cowok gw yang datang ada beberapa cewek yang juga ikut datang, dan...

"Elu?!"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9 0
9
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
28-03-2020 16:56
PERSAINGAN SEHAT




"Jadi gini... cewek2 angkatan kita kan lumayan banyak yang bening2 nih" Ujar Rozi membuka pembicaraan.

Gw dan Langit sama2 mengangguk, setuju dengan pendapat Rozi. Seperti yang gw bilang senbelumnya walaupun jurusan kita terkenal langka dengan kehadiran cewek cantik, tapi angkatan membukatikan bahwa jurusan IT ga selamanya gersang cewek cantik. Ya walaupun masih kalah telak dengan populasi cewek cantik dengan jurusan lainnya yang memang lebih populer dikalangan para cewek. Kayak jurusan manajemen yang terkenal dengan sarangnya cewek cantik.

Dalam kategori wajah cantik di angkatan gw ada Sari, yang baru saja gw temuin tadi abis makan. Dia adalah sosok cewek cantik dengan postur tinggi semampai. Walau ga bisa dikatakan mempunyai badan model, Sari bisa dibilang punya badan yang ideal dan elegan. Tapi yang disayangkan sifatnya yang agak barbar, yang buat gw gak terlalu tertarik sama doi. Paling gw bisa anggap Sari sebagai cewek yang bisa gw ajak bercanda tanpa harus jaim2an.

Selanjutnya ada Alika, Cewek satu ini lumayan bikin gw tertarik. Pertama dia berkuliat agak gelap yang membuat sosok Alika terlihat lebih manis. Wajah dan sifatnya juga membuat dia terkesan kayak sosok Cool Beauty. Tingginya hampir sama dengan Sari tapi dengan lekukan yang llebih terlihat.

Yang ketiga ada Fiska, Untuk nilai penampilan, dengan kata lain Fashion Sense, dan wajahnya Fiska bisa ngalahin Sari dan Alika lumayan jauh. Cewek satu ini punya tinggi dibawah Alika dan Sari, tapi wajahnya berkesan cantik dan imut, Fiska berhasil mendapat pengakuan dari seluruh cowok di angkatan gw sebagai cewek paling cantik di angkatan. Ketiga cewek tadi kebutulan berada di kelas gw dan ketiganya mulai menjalin persahabatan.

Untuk kategori cewek cantik sebenernya masih banyak cewek cantik juga di dua kelas lainnya tapi gw ga bakalan ccerita dulu tentang mereka. Gw, Rozi dan Langit masih fokus ke cewek2 di kelas kita sendiri. Lanjut ke kategori cewek menarik. di kategori ini cewek2 nya gak bisa dikatakan banget tapi mereka punya kualitas sendiri.

Pertama ada Mayang yang tergolong cewek manis. Wajahnya yang manis dan lucu juga sifatnya yang terbuka bisa mengangkat statusnya menjadi salah satu cewek menarik di kelas kita. mungkin karena dia sama seperti Fiska yang merupakan mahasiswi asli Bandung membuat mereka lebih terpapar fashion lebih awal dari cewek2 lainnya yang notabene orang daerah. Tapi gw juga ga bisa bilang kalau cewek asli Bandung udah kenal make up dan fashion sejak SMA, karena cewek selanjutnya masuk kategori ini.

Rahma. Cewek ini juga mahasiswi asli Bandung. Tapi berbeda dengan Mayang dan Fiska yang udah merawat diri mereka, Rahma justru terlihat masih belum terpoles sama sekali. Tapi gw bisa ngeliat potensi seorang cewek cantik dalam diri Rahma. Dia juga punya aset yang luar biasa yang bisa membuat dia menjadi cewek menarik walau masih belum terpoles. Apa itu? Bodynya yang luar biasa. Tingginya di bawah telinga gw yang membuat dia tergolong cewek dengan tinggi standar, kalah kalau dibandingkan Sari dan Alika. Tapi 'senjata'nya bisa mengalahkan semua cewek di angkatan gw.

Setelah ngalor-ngidul memuji kecantikan cewek2 tadi pembicaraan mulai ngarah kearah yang lebih serius. Mininal yang serius itu Rozi dan Doni yang gabung setelah membuat kopi tadi.

"Gini gw mau bilang sesuatu" ucap Rozi serius "tapi sebelumnya gw mau tanya sama kalian semua. Gw yakin kalian pasti punya target masing2. Tapi gw gak mau kalau diantara kita ada persaingan kotor yang bisa buat pertemanan kita hancur. Jadi mending kita saling terbuka dan ngaku siapa target masing2" Kita bertiga mengangguk setuju dengan perkataan Rozi. Daripada sembunyi2 dan saling tikung dan sikut nantinya lebih baik tau duluan siapa saingan lu. Dengan masih memasang wajah serius Rozi lanjut berbicara "lu duluan Don"

"Loh kok gw duluan sih?"

"Lu datangnya paling terakhir sih. Kita pake metode Stack[1] bukan Queue[2]. Jadi urutannya elu Don, terus Deta, lanjut Langit terakhir gw." jawab Rozi menjelaskan urutan pengakuan.

"Kok elu yang terakhir sih Zi?"

"Gw kan yang memulai pembicaraan. Langit karena ini kamarnya dia."

"Ya udah lah terserah" Ujar Doni pasrah " Kalau gw sih tertarik sama si Sari" kata Doni sambil mebayangkan wajah Sari yang cantik.

Waktu Doni bilang dia tertarik sama Sari, Langit tampaknya kaget karena gw tau dia juga suka sama Sari. Kayaknya persaingan pertama bakalan dimulai nih.

"Sari OK lah" kata Rozi sambil mengangguk dan tersenyum kecil. Berarti target Rozi bukan Sari kayaknya. "Lanjut elu Det" sambungnya

"Gw..." gw sendiri belum tertarik untuk memulai hubungan bar. Karena dalam hati gw masih ada sosok 'Dia' yang mengisi keseharian gw dulu. Tapi untuk menghibur para jomblo depan gw, gw berikan jawaban yang mereka mau. "Alika, ... mungkin.."

"Lah kok mungkin sih." Protes Rozi "tapi gw paham lah pikiran lu, Alika emang manis banget sih"

"Gw sekarang ya?" lanjut Langit. Sambil menatap ke arah Doni, Langit berkata "Sari. Gw juga tertarik sama si Sari"

"Wow wow wow wow" Gw dan Rozi bertepuk tangan menyambut persaingan dua orang teman kita ini.

"Jadi elu mau bersaing sama gw Lang?" tanya Doni menantang

"Siapa takut broh? tapi ga pake tikung2 kayak perjanjian kita sebelumnya." jawab Langit

"Betul, gak ada sikut2 gak ada tikung2. Langit sama Doni, kalian harus bersaing secara sehat, Deal?" tanya Rozi

"Deal"

"Deal"

Langit dan Doni saling jabat tangan menyutuji persaingan bersih di antara mereka dimulai.

Tapi gw pengen nanya" seru Rozi memulai pembicaraan lagi. "Menurut kalian Fiska gimana? Dia lebih cantik dibanding Sari dan Alika, kan?"

"Cantik sih..." jawab Langit "tapi gimana yah ..." lanjut Langit menggantung

"Berat..." sambung Doni

"Iya, gw rasa Fiska standarnya tinggi sih " Gw, Doni dan Langit sama2 setuju. Pendapat kita, Fiska adalah seorang cewek yang termasuk Elite. Kita beranggapan bahwa Fiska ini bakalan susah untuk di gapai. Mungkin Doni dan Langit sebenernya tertarik dengan Fiska, tapi lebih memilih target yang lebih memungkinkan buat mereka kejar.

"Dari pertanyaan lu gw bisa ambil kesimpulan kalau elu ngejar Fiska, iya kan Zi?" tanya gw

"Iya bener banget hahaha... gw udah mulai chatting sama Fiska juga sih" jawan Rozi sambil tertawa keras. " Tapi gw juga chatting-an sama si Mayang juga"

Ternyata Rozi mengejar dua cewek Fashionista di kelas kami. "Maruk lu!" balas gw sambil melempar gumpalan tissue ke mukanya.

"Yeeee... terserah dong namanya juga usaha. Kalau gagal satu kan masih ada satu lagi hahaha" sambil masih tertawa keras "Sampai saat ini gw belum nemuin rival sih"

"Lupa lu?" tanya Langit " Si Kamal bukannya deket sama Fiska juga?"

"Bener juga sih" balas Rozi berhenti tertawa

Kamal, temen satu kelas kita. Kita masih belum terlalu dekat sama dia, tapi gw nilai dia orang yang lumayan keren. Dia gak banyak omong dan terkesan cool. Selain itu dia juga adalah seorang Bassist di sebuat band Jazz yang dia dan temannya bentuk sejak SMA.

Obrolan kita lanjut sampai Jam setengah sebelas malam. Setelah itu Rozi pamit pulang dan Doni balik ke kost nya yang cuman dipisah pagar pendek dari rumah kost gw dan Langit. Gw juga balik ke kamar dan menyalakan PC gw. Setelah satu jam bermain MMORPG bareng temen2 SMA gw, akhirnya gw tutup log out dari game dan membuka forum kesayangan kita bersama KasKus.

Setelah beberapa thread and post gw baca, gw terdampar di Sub-Forum STFH dan mulai membaca beberapa cerita disana sampai akhirnya gw putuskan untuk membuat Thread untuk menceritakan kisah masa SMA gw. belum sempat gw selesaikan satu chapter HP gw berdering. Di layar HP gw lihat nama Angga, temen baik gw sejak SMP.

"Halo Samalekum" sapa Angga

"Elu salam gak pernah bener Ga, Wa'alaikumusalam. Ada apaan?"

"Sehat masbro?"

"Sehat...sehat... elu gimana Ga?" tanya gw balik

"Sehat dong... eh Det, gw punya info menarik yang pasti bakalan bikin elu kaget plus seneng"

"Apaan? elu sama si Ayu mau Nikah?"

"Bukan!" jawabnya keras namun langsung dia lanjut" Tapi mudah2an sih beneran bisa gw nikahin Ayu"

"Amiinn"

"Eh bukan itu info nya!!" lanjut Angga sadar pembicaraan teralihkan "Gw minggu kemaren ke Jakarta"

"trus?"

"eh bukan ke Jakarta ... Tanggerang!"

"Iya mau Jakarta mau Tanggerang terserah lu... trus?"

"Pas gw lewat deket daerah Soekarno Hatta gw ketemu seseorang. Tau ga siapa yang gw temuin?"

"Siapa?" tanya gw penasaran

"Gw ketemu sama...."

=====
Author notes:
[1] Stack atau tumpukan dapat diartikan sebagai suatu kumpulan data yang seolah-olah terlihat seperti ada data yang diletakkan di atas data yang lain. Kaidah utama dalam konsep stack adalah LIFO yang merupakan singkatan dari Last In First Out, artinya adalah data yang terakhir kali dimasukkan atau disimpan, maka data tersebut adalah yang pertama kali akan diakses atau dikeluarkan.

[2]Queue atau antrian merupakan struktur data linear dimana penambahan komponen dilakukan disatu ujung, sementara pengurangan dilakukan diujung lain. Kaidah utama dalam konsep queue adalah FIFO yang merupakan singkatan dari First In First Out, artinya adalah data yang pertama kali dimasukkan atau disimpan, maka data tersebut adalah yang pertama kali akan diakses atau dikeluarkan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alif.tiger.revo dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
26-03-2020 14:51
THE NEW BEGINNING


"Oi Det, balik ga?" tanya seseorang menyapa gw

"ah?"

"Eh ditanya malah uh ah eh doang. Lagi ngapain sih lu?"

"Chatting"  

"Sama cewek yah? seru amat" 

"Apaan sih lu intip2 segala" ujar gw sambil melotot ke arahnya.

Orang yang kepo parah ini adalah salah satu temen gw, namanya Langit, kurang keren gimana ga tuh nama. Dia adalah temen pertama gw saat masuk kuliah, juga temen satu kost.

"Gitu amat sih sama temen sendiri. Cewek lu?" tanya bintang sambil masih berusaha mengintip hape gw.

"Bukan, adek gw." 

"Oh kirain cewek lu. eh adek lu cewek apa cowok?" 

"Banyak tanya ah lu. yuk balik" 

Setelah membereskan buku dan perlengkapan lainnya gw dan Langit langsung pergi dari kelas menuju parkiran motor. Selama perjalanan ke parkiran gw liat beberapa temen baru gw dan menyapa mereka. Beberapa wajah baru yang masih gw belum kenal disana disini, juga kakak kelas dan dosen dosen. 

Udah hampir satu bulan gw resmi menyandang gelar mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di kota kembang. Dan udah sebulan lebih gw meninggalkan kota kelahiran gw yang penuh kenangan, pahit dan manis. Beberapa kenangan membuat sosok gw menjadi orang yang berbeda. 

Kalau kata orang bijak, pertemuan dan perpisahan dapat membuat orang berubah. Itulah yang gw alami selama SMA dulu. Walau gw gak bisa katakan masa SMA gw dulu itu indah2 banget, seenggaknya masa SMA gw dulu sangat berkenang. 

Nggak lama gw dan Langit sampe ke parkiran. Gw lihat 'si item' motor butut kesayangan gw terparkir disana. Ini motor yang menemani gw selama ini. 'Si item' udah banyak merasakan berbagai macam pantat, berbagai macam rasa aspal, lumput dan macam2 bentukan jalan lainnya. Dia juga udah banyak merasakan ciuman aspal beberapa kali dan berbagi luka yg sama dengan gw. 

Gw sebenernya adalah anak dari keluarga bekecukupan. Almarhum bokap gw juga meninggalkan warisan yang lumayan untuk anak-anaknya. Beberapa usaha perkebunan yang beliau kembangkan semenjak beliau pensiun cukup untuk membuat kami para anaknya untuk menjalani kehidupan menengah keatas.

Yah, Almarhum. Ayah, bokap gw meninggal saat gw kelas 3 SMA dulu. Kepergian beliau menjadi pukulan hebat dihati kami keluarga yang ditinggalkannya. Gw yang sangat menghormati beliau sempat depresi berminggu2 lamanya tak terima dengan keputusan Tuhan yang telah mengambil panutan hidup gw. 

Ok, cukup bersedihnya. Nyokap bilang kalau bokap gw gak bakalan suka kalau anaknya terus bersedih (FYI gw beneran nangis pas nulis bagian ini) 

Gw masih menatap motor gw sambil bernostalgia saat Langit bertanya "Ngapain sih lu bengong. Ayok nyalain motornya capek gw pengen rebahan"

"Haaaa... yang sabar tem. belum saatnya elu rasain pantat bahenol lg." bisikku sambil mengelus kepala 'si item'

"Gila lu, ngomong sama motor. Ayo cabut"

"Bawel lu, udah numpang bawel lg"

Diperjalanan pulang gw sempatkan buat mengenal temen baru gw ini. Langit, seorang pemuda peranakan Padang yang lahir di tanah Sukabumi. Jadi, mukanya doang yang seperti orang Padang sisanya full on Sunda. Yang menjadi ciri khas temen gw ini adalah suaranya yg agak cempreng dan omongannya yang sangat blak-blakan. Katanya sih dulu sekolah Full Day School di pasantren gitu, tapi ga ada bau2 anak pasantren sama sekali. Satu hal lagi yang membuat dia unik adalah cara bicaranya yang menjadi sudut pandang orang ketiga kalau bicara di depan umum. Gw jadi inget saat dia perkenalan dulu. 

"Kenalkan nama Langit, Langit" 

Selain Langit gw juga kenal beberapa teman baru. Ruzi, orang Bandung asli, bertubuh tinggi besar anak basket. Ruzi ini terkenal sebagai orang yang paling hafal seluk-beluk kota Bandung. kadang kita lebih milih nanya si Ruzi daripada buka Google Maps. 

Heri, temen gw yang paling Sunda. mulai dari dandannya yang terkadang memakai Iket[1], sampai bahasa Sundanya yang sangat hebat. Gw sebagai sesama orang Sunda merasa kalau gw bukan orang Sunda di depan Heri. Dia juga mahir dalam memainkan berbagai alat musik tradisional Sunda. 

Agus, orang Sumedang yang suka bagi-bagi tahu Sumedang kalau habis pulang kampung, bukan jokes loh serius gw.  Agus juga adalah teman satu kost gw dan Langit. Agus ini bicaranya agak kemayu dan lembut yang sempat menjadi salah paham kita. Awal ketemu gw dan Langit agak jaga jarak karena takut Agus suka sama kita. Ternyata setelah kenal lama, Agus normal dan Laki. 

Gw gak bakalan kenalin semua temen gw karena bakal lama banget jadinya. 

Setelah beberapa menit berlalu gw dan Langit sampai di depan kost kita. Saat gw memarkirkan motor gw denger Langit menyapa seseorang. 

"Eh Sar baru pulang?" 

"Iya Lang, elu juga baru pulang tumben" 

"Tuh si Deta yang bikin lama." 

"Hai Det"

"Sar baru balik juga lu?" tanya gw

"Iya tadi gw nungguin angkot lama akhirnya jalan kaki makanya baru balik."

"Oh, yang udah gw masuk duluan Sar" 

"Iya sama gw juga mau rebahan capek banget. Dah"

"Dah Sari" ujar Langit sambil melambaikan tangannya dan senyum2 ke arah Sari yang masuk kost nya. 

"Nyengir mulu lu kayak kuda, ayo masuk"

"Sari cantik det, gak demen lu?"

"Biasa" 

"Dih, gak normal lu. cewek cantik gitu lu bilang biasa"

"Dah ah gw keatas." Ujar gw malas "Oh jangan ganggu gw abis ini"

"ngapain? Coli lu?"

Gw hanya mengacungkan jari tengah gw sambil menaiki tangga menuju kamar kost gw. Sesampainya di kamar gw kunci kamar gw dan rebahan di kasur. 

Apa yang dikatakan Langit ada benarnya juga. Gw juga merasakan bahwa gw mungkin memang gak normal. Walaupun jurusan gw adalah Jurusan IT yang terkenal dengan kekurangan cewek cantik nya, angkatan gw berbeda. Ada lumayan banyak cewek cantik berkumpul di Angaktan gw ini. Salah satunya Sari tadi. 

Tapi entah kenapa gw gak begitu tertarik untuk memulai kisah baru dengan cewek2 cantik itu. Mungkin sosok 'Dia' masih mengisi hati gw. 

"Apa kabar lu disana?" 

--------

1 Tahun Lalu

"Beneran lu ga mau ikut?" Tanya Wayan teman sebangku gw.

"Gak ah males gw."

"Elu kok jadi gini sih Det, biasanya juga..." balas Wayan

"Udah lah yan... Broh kita duluan deh" Ujar Asep salah satu temanku juga.

"Gak asik lu Det" wayan pergi sambil menatap gw marah

"Udah yan udah"

Beberapa menit setelah Wayan dan Asep pergi bersama temen2 gw yang lainnya, gw yang masih sendiri duduk sendiri di dalam kelas akhirnya memutuskan untuk pulang.Di parkiran sekolah yang udah begitu sepi gw kembali terdiam. Kehilangan sosok Ayah yang paling gw hormati menjadi pukulan hebat di hidup gw. Satu persatu orang yang gw sayangi meninggalkan gw. Termasuk seorang gadis yang paling gw sayangi yang pergi beberapa bulan sebelumnya. Gw yang duduk di atas motor gw yang masih terparkir terus merenung dan meratapi kesedihan gw. Gw menggapai sebuah benda yang terkalund di leher gw. 

"Mal, elu ketemu bokap gw kan disana. Yah, jagain Mala yah" 
Diubah oleh raito2fang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jenggalasunyi dan 6 lainnya memberi reputasi
7 0
7
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
27-03-2020 10:22
KEHIDUPAN KOST



"Apa kabar lu disana?"

-----

Ga sadar gw tertidur saat mengenang kenangan masa SMA dulu. Setelah cek jam yang menunjukan pukul 8 Malam, gw sadari perut gw teriak-teriak minta di isi. Keluar dari kamar gw lihat Agus datang dari arah tangga.

"Dari mana Gus?"

"Gw baru dari luar cari makan" jawab Agus dengan suara lembut khasnya sambil menunjukan sebuah kresek hitam ditangannya.

Dengan muka kecewa gw tanya Agus "Yah kok gak ajak2 sih?"

Agus memasang wajah bingung lalu "Gw kirain udah pada makan tadi. Emangnya lu gak ikut yang lain?"

"Baru bangun tidur gw. Ketiduran tadi hehe" gw menggaruk2 kepala gw yang gak gatal sambil tertawa kecil." Eh tar dulu. Pada makan? emang ada siapa? "

"Tadi gw liat sih ada Rozi sama Doni dikamarnya Langit" Kata Agus sambil menengok kearah kamar Langit "Eh gw masuk dulu yah"

"Yo.."

Gw pergi ke kamarnya Langit untuk mengajak dia cari makan. Saat gw sampe depan kamarnya gw lihat banyak sepatu di depan kamar. Pintu kamar Langit agak terbuka jadi gw bisa ngintip keadaan di dalam kamar. Bener kata Agus, didalam ada Rozi dan Doni tampak sedang ngobrol bareng Langit. Karena gw liat mereka lagi ngorbol dengan fokus tapi bukan obrolan yang begitu serius, gw langsung aja buka pintu kamarnya dengan keras.

"AYO LAGI PADA NGAPAIN KALIAN" Teriak gw menujuk muka mereka satu persatu dengan memasang muka curiga.

"Anj*ng! Kaget gw!" Teriak seorang pemuda berperawakan tinggi besar. Dia adalah Rozi salah satu teman gw yang gw ceritakan sebelumnya, si peta berjalan.

"Astaga!" lanjut seorang pemuda tinggi disampingnya. Pemuda ini adalah teman satu angkatan gw tapi berbeda kelas dengan kita. Namanya Doni pemuda asli Garut yang mempunyai logat Sunda yang cukup kental.

Langit ngakak kenceng sambil nunjuk muka ROzi yang dia anggap bener2 kocak saat itu "wkwkwkwk muka lu Zi..zi"

"Sialan lu Det, bikin kaget aja"

"Eeeeuuuhhh.... bisa gak masuknya biasa aja?" seru si Doni tinggi ini dengan logat ciri khasnya.

"Oi..Don" sapaku

"Eh baru keluar kamar lu?" tanya Langit

"Iya, laper gw, cari makan yuk?"

"Kita baru aja balik makan. Telat lu" balas Rozi

"Kok gak aja2 sih, bangke kalian, teman macam apa kalian?" gw tanya sambil memasang wajah ketus."Dah ah gw keluar dulu cari makan"

"Eit eit eit... tunggu dulu" seru Doni "Duduk dulu sini ada yang mau kita obrolin"

"Tar aja deh gw makan dulu laper banget gw"

"Bentar doang" balas Rozi sambil memaksa gw duduk

"Apaan sih?"

"Pertama, kita punya rencana buat futsal bareng sama anak2 satu angkatan. gimana ikut gak?" Ajak Rozi

"Tar" balas gw sambil membuka hape gw dan pura2 membuka sesuatu "Kapan rencana mau futsalnya?"

"Hari sabtu ini."

"Ehmmm" sambil membuka aplikasi chat dan membaca beberapa chat dari teman dan keluarga gw membalas "Ok, gw kosong hari sabtu. Lu kabarin gw lagi aja nanti biar gw inget"

"Sip, nah buat yang kedua..." Seru Rozi sambil nyengir. " Mending elu makan dulu aja deh"

"Yah anjrit kentang." balas gw merasa dipermainkan "Ya udah gw cari makan dulu"

Setelah mengambil dompet dari kamar, gw pergi keluar untuk cari makan. Rumah kost gw terletak di sebuah jalan kecil yang hanya cukup untuk satu mobil aja. Jarak dari jalan utama ke kost gw ada sekitar 100 meter. Jalan utama di daerah kost gw ini banyak banget yang jualan makanan, yang memang udah wajar karena daerah kost mahasiswa.

Habis makan ayam goreng nikmat harga mahasiswa gw dan ngerokok sebatang, gw balik lagi ke kost gw. Di jalan gw liat di depan gw ada seorang cewek yang kayaknya gw kenal. Setelah berusaha menyusulnya, ternyata cewek itu adalah Sari yang gw sama Langit temui tadi sore.

"Neng sendirian aja. Aa temenen mau gak?" kata gw sambil menepuk pundak Sari.

Saat gw tepuk pundaknya, Sari agak kaget dan loncat kesamping. "Ah!" Setelah melihat orang yang nyapa dia ternyata gw dia langsung marah "Sialan lu! bikin kaget gw aja"

"Hehe"

"Ampir gw bogem lu!" serunya sambil nunjukin kepalan tangannya depan muka gw

"Iya iya maaf" kata gw meminta maaf, walaupun gw gak terlalu merasa harus. Gw pikir, Sari lucu juga pas teriak kaget tadi.

"Habis dari mana Sar?"

Masih memasang wajah marah Sari menjawab " Abis makan!"

"Dih ketus gitu, kan gw udah minta maaf"

"Lu minta maafnya ga tulus"

"hehe"

"haahh" tampak nyerah Sari lanjut ngomong " Lu sendiri dari mana?"

"Sama abis makan juga. tau gitu gw ajak lu makan bareng tadi"

Setelah gw ngomong hal itu kita sama2 diem kayak yang kehabisan ide pembicaraan. 2-3 menit berlalu kita masih diem2an sampai akhirnya gw buka pembicaraan lagi. "Eh Sar gw mau tanya dong."

"Tanya apaan?"

"Gimana rasanya kuliah jauh dari orang tua buat lu?"

"Sebulan pertama berat sih, gw suka kangen keluarga. Bawaannya pengen balik mulu." Jawab Sari sambil menatap langit gelap tanpa bintang "klo lu sendiri gimana rassanya jauh dari keluarga?"

"Gw... sama... masih suka keinget nyokap sama adek gw di rumah"

"ehhmm... terus bokap lu kemana?" tanya sari polos

Ngedenger pertanyaan itu rasanya ada sebuah jarum besar menusuk hati gw. " ...Bokap gw udah gak ada.."

"...sorry" balas Sari merasa bersalah dengan pertanyaannya

"Gak usah minta maaf. lu ga salah apa2" kata gw sambil lanjut berjalan

"Det..."

"Apa lagi?"

"Udah sampe" Balas Sari sambil nunjuk dua rumah kost yang hanya terjarak satu rumah diantaranya.

"Oh..." jawab gw lemas karena merasa gw salah karena agak kesal dengan Sara yang padahal ga salah apa2. "Ya udah sampai ketemu besok."

Setelah berpisah dengan Sari, kita memasuki kost masing2. Gw naik ke atas dan berniat memasuki kamar ketika ada sebuah tangan menepuk pundak gw. "Mau kemana lu?"

Seorang pemuda bertubuh tinggi besar tampak bertanya2 dengan arah tujuan gw. Tentu saja pemuda ini bukan orang yang ga gw kenal. "Eh Zi, apaan?"

"Apaan..apaan.. elu selesai kan makannya? ayo ngobrol dulu"

"Oh iya lupa hehe"

Gw masuk ke kamar Langit melihat ada seseorang yang menghilang. "Doni mana?"

"Balik dulu, biasa teleponan sama ibu negara" jawab Langit. Lalu Langit menyodorkan tangannya kearah gw "Mana?"

"Apaan yang mana?" tanya gw bingung

"Rokok titipan gw?" tanya Langit lagi

"Kapan elu nitip rokok?" gw makin bingung

tampak tidak terima Langit menekankan suranya "lah tadikan gw chat eluuuuu ..sueb!"

"masa sih?" tak percaya dengan perkataan Langit gw membuka hape gw untuk memeriksa aplikasi chatting. dan ternyata emang "gak ada chat dari eluuuu ...Sukidi !"

*triririring*

"Nah baru nyampe chatnya juga ...haha" lanjut gw dengan perasaan menang

"ah bangke emang ..."

"Ya udah santai...joinan aja sama gw " balas gw merasa agak Iba dengan nasih Langit

"Udah dramanya " tanya Rozi

"hehe...udah..udah.. mau ngobrol apaan emang" Jawa gw sambil duduk bersila di depan asbak dan camilan yang sudah ampir abis.

"Jadi gini..." Rozi membuka pembicaraan dengan tampang serius

"Bentar nyalain rokok" potong gw

"Mana gw bagi rokok dong " lanjut Langit.

Gw melemparkan bungkus rokok searah Langit yang sigap menangkapnya. Lalus setelah gw dan Langit menyalakan rokok gw tersenyum ke arah Rozi " lanjut Zi"

Dengan tampang agak kesal omongannya kami potong Rozi melanjutkan pembukaannya yang tertunda "Jadi gini kita ..."

"Oi pada mau kopi ga biar gw sekalian bikinin" Seru seseorang dari arah pintu. Gak lama sebuah kepala nongol dari balik pintu "gimana?"

"Gw mau Don"

"Gw juga"

"Elu gimana Zi mau kopi ga?" tanya Doni ke arah Rozi yang hampir meledak

"Gak!!"

"Yeeeee.....biasa aja atuh, gak usah marah2" balas Doni sambil pergi membuat kopi

"hahaha... lanjut ZI "

"haaaaaaaa..... Ok jadi gini ...."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tariganna dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
01-04-2020 09:57
DIA YANG KEMBALI




"Gw ketemu sama orang Inggris?" Ujar Angga serius.

"Ah nyet ...bangke lu Ga, gw pikir lagi ngomong serius. Terus kalau elu ketemu sama orang inggris gw harus tepuk tangan sambil salto gitu?" Gw jelas kecewa sama temen gw sejak SMP ini, gw kira dia udah sembuh dari penyakit jiwanya, ternyata masih aja gila.

"Eit...eit...eit ... jangan tutup dulu dong masbro. Masa elu nggak ngerti sih maksud dari omongan gw.?" tanya Angga buru-buru takut sambungan teleponnya gw putus.

"EHmmm.... bentar gw pikir dulu. Maksud dari perkataan lu... maksudnya elu belum sembuh dari kegilaanlu kan? Udah punya pacar sesadis Ayu masih aja belum sembuh, Ga...Gaa..."

"Bukaaaannnn!!! Ah kesel nih gw lama-lama" balas Angga sambil sedikit teriak

"Lah sama gw juga kesel sama kelakuan lu. Gw lagi nggak tertarik maen tebak-tebakan. Dah yah gw tutup teleponnya" kata gw sambil gw mematikan sambungan teleponnya

"Eh tunggu dulu masbro jangan di tut ....*TUT*...*TUT*...*TUT*.."

Setelah menutup sambungan telepon dari Angga gw coba untuk berkonsentrasi meneruskan tuliasan gw di SFTH. Obrolan gak jelas dan singkat bersama Angga tadi membuat gw terbayang masa-masa sekolah dulu bareng temen-temen gw yang sebelas-dua belas, sama dengan Angga kelakuannya.

Angga, seperti yang gw sebutkan sebelumnya, adalah temen gw dari sejak masa SMP. Bersama beberapa temen gw yang lain , baik yang gw kenal sejak SMP ataupun waktu gw SMA, kita suka nongkrong bareng di warung kopi bernama Warung Bunda. Angga sendiri merupakan seorang musisi berbakat, kalau disebut jenius berlebihan. Waktu awal SMA dia cuman bisa beberapa alat musik petik seperti gitar akustik, gitar elektrik, bass, dan ukulele. Tapi sejak berpacaran dengan teman SMA gw, Ayu, pacarnya yang tergolong sadis ini selalu menantang Angga untuk mahir main alat musik lain. Akhirnya sekarang angga bisa memainkan lebih dari 20 jenis alat musik. Gila kan? iye emang gila Angga.. Ayu juga.

Selain Angga, gw juga punya temen namanya Adit, atau yang temen gw biasa sebut "ATM berjalan khusus anak-anak Bunda". Adit ini orang paling tajir di tongkrongan kita. Tapi walau tajir dia gak pernah sombong, selalu membantu temen-temennya dan rajin menabung. Yang terakhir bercanda sih, soalnya duitnya selalu gw dan anak-anak lain abisin. Tenang Adit, uang mu dipakai untuk kebaikan bersama.

Dua orang itu adalah sahabat gw dari sejak SMP hingga sekarang kami masih sering kontak-kontakan atau ketemu kalau waktu, tempat dan kondisi memungkinkan. Angga tetep menetap di kota kelahiran kita,, meneruskan kuliahnya di Universitas lokal disana. Tentunya sama pacar galaknya, yang Angga berencana untuk nikahi begitu dia lulus kuliah. Sedangkan Adit kuliah di Jakarta, di salah satu Universitas ternama disana. Karena diantara anak tongkrongan Bunda kita bertiga adalah orang-orang yang memiliki keluarga yang bisa di bilang bercukupan cenderung keberlebihan, kita sering sempatkan pergi untuk berkumpul walau kita berbeda kota satu dengan lainnya. Seperti Angga yang pergi ke Jakarta menyempatkan diri untuk bertemu dengan Adit. Atau kadang mereka berdua pergi ke Bandung untuk bertemu gw atau gw dan Adit pergi ke kota asal kita.

Sambil masih bernostalgia mengenang masa indah dulu gw teruskan menulis sampai suara chat masuk berdering di HP gw.

Angga (emoticon-mail) : gw kasih clue terakhir deh. Apa nama ibukota Inggris?

"Apaan sih nih anak masih aja maen tebak-tebakan..." ujar gw sambil geleng-geleng kepala. Tapi gak tau kenapa gw merasa aneh dengan chat dari Angga ini.

"Bentar...Ibukota Inggris? London? Jangan-jangan!!"

Dengan terburu-buru gw telepon Angga. Setelah 3 kali coba menyambungkan telepon yang masih belum Angga angkat gw dengan kesal membuka aplikasi chat lagi untuk menanyakan hal yang gw pikirkan.

Gw (emoticon-mail) : Angkat telepon gw cepet!!

Gw (emoticon-mail) : Eh kunyuk, berani yah sekarang sama gw

Gw (emoticon-mail) : Ga, please angkat ....Ga..

Beberapa kali gw coba untuk menghubungi Angga yang masih saja belum ada balasan sama sekali. Tapi saat gw lihat HP gw dengan teliti. "Ah pantesan udah jam segini" Gw melihat jam di HP gw udah nunjukin pukul 12 malam. Dengan perasaan dongkol, kesel dan penasaran yang makin menggebu gw tutup aplikasi browser gw dan kembali login MMORPG [1] favorit gw untuk memulai RPK[2] masal untuk melampiaskan rasa kesal gw.

Esok harinya saat gw duduk di halaman depan gedung kuliah gw sambil menghisap rokok dan menyeruput kopi pagi gw, akhirnya gw dapatkan balasan dari Angga.

Angga (emoticon-mail) : Penasaran kan? wkwkwkwkw

Angga (emoticon-mail) : Makanya orang lagi ngomong jangan maen tutup aja

Gw (emoticon-mail) : Banyak bacot lu. Tapi itu beneran kan yang elu liat di Soetta itu

Angga (emoticon-mail) : Beneran kok masa iya gw salah lihat, itu beneran Vera

"Vera!"

Gw (emoticon-mail) : lah kok bisa? Vera balik Indo? Sejak kapan?

Angga (emoticon-mail) : mana gw tahu bambang!

Gw (emoticon-mail) : cari tau lah!

Angga (emoticon-mail) : deket aja kagak gw sama Vera. coba lu tanyain si Fahmi. Dia kan paling update sosmed siapa tau dia tau juga kabarnya si Vera. lagian Vera udah pergi gitu aja dulu, maih aja elu tanyain.

Gw (emoticon-mail) : makasih Ga, tar gw tanyain si Fahmi deh. soal Vera gw cuman mau mastiin aja apa alasan dan maksud doi dulu.

Angga (emoticon-mail) : yakin cuman mau mastiin aja? ga mau jalin hubungan lagi sama si Vera?

Gw (emoticon-mail) : untuk sekarang gw lagi nggak niat pacaran dulu Ga

Angga (emoticon-mail) : ah elu det udah berapa kali gw bilang masih aja kepikiran hal itu? siapa yang buat elu jadi cemen kayak gini? apa elu masih kepikiran Almarhumah? atau 'Dia'?

Gw (emoticon-mail) : udah ah gw gak mau bahas itu lagi

Angga (emoticon-mail) : ya udah gw sih cuman ngingetin lu buat move on. Kapan balik? kasian Tante sama Chika kangen, Bunda juga nanyain kenapa ga pernah dateng lagi.

Gw (emoticon-mail) : gw usahain deh minggu depan balik, Thanks Ga

Angga (emoticon-mail) : yo

====
Dua setengah tahun lalu

"Ver, elu gak bawa mobil kan?" tanya gw

"ehmmm...kok elu tau?"

"Udah gw kira. Kalo gitu gw anter balik, yah?"

"Ga usah repot-repot. Gw bisa naik taksi kok" tolak Vera

"Ga apa apa lah. lagian tadi juga elu yang bayarin. Gw jadi nggak enak kalo elu nolak gw anter pulang" Jawab gw mencari alasan

"OK, kalo gitu"

Sepanjang perjalanan balik gw dan Vera sama sekali ga bicara. Gw cuman fokus ngeliat jalan, gw juga ga bisa cari topik pembicaraan yang pas. Sedangkan Vera dari tadi sibuk sama Hapenya. Entah lagi sms atau main game, gw ga terlalu perhatiin. Ga lama mobil udah nyampe di depan rumah Vera.

"Thanks buat malem ini" kata Vera

"Sama-sama" gw cuman bisa jawab itu

====

"woi ngelamun aja lu, kesamber setan baru tau rasa lu!"

"Eh elu Mi! baru gw mau cari elu" sapa gw kepada salah satu temen gw Fahmi.

Seperti Angga dan Adit, Fahmi adalah temen satu tongkrongan gw. Tapi berbeda dengan temen gw yang lainnya, Fahmi baru gw kenal waktu kelas Satu SMA. Dia juga kenal dengan sosok Vera yang satu kelas dengan kami.

"Mi elu masih inget Vera kan?"

"Inget lah... London...London... Ingin ku kesana ...wkwkwkw. emang kenapa sama Vera?" tanya nya setelah menyanyikan lagu yang menjadi bahan cengan gw dulu

"Vera balik Indo" jawab gw

"Tau dari mana?"

"Angga liat doi waktu dia ke Jakarta. emang elu gak tau Mi?"

"Bangke Angga bikin masalah aja... tau gw, udah lama malahan taunya"

"Lah kok ga bilang gw sih?"

"Elu liat sendiri sekarang, begitu tau Vera balik elu jadi repotin kayak gini... lagian ngapain sih masih mikirin Vera?"

"Gw cuman mau ketemu dia dan ada beberapa hal yang gw mau tanyain"

"Ya udah gw cerita deh... Vera itu..."

====

Author's Notes
[1] MMORPG : Massive Multiplayer Online Role Playing Game, atau biasa kita sebut Game Online dimana kita memainkan satu karakter yang mempresentasikan diri player dalam dunia game, dapat diakses dan dimainkan oleh banyak pemain secara massal untuk bermain bersama dalam dunia maya sehningga dapat berinteraksi dengan satu sama lainnya melalui sambungan Internet dan LAN. contoh Ragnarok Online, Rising Force Online, dan Seal Online
[2] RPK :Random Player Killing, intinya membunuh player lain tanpa sebab dan alasan hanya untuk kesenagan semata.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rendicf dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
13-04-2020 19:04
makasih updatenya gan...
sayang...kentang emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
capt.dragunov dan alif.tiger.revo memberi reputasi
2 0
2
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
13-04-2020 15:23
cerita yg bagus. emoticon-shakehand

w suka setiap kentang'a. emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
alif.tiger.revo dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
13-04-2020 13:41
aseekkk ada update emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
njek.leh dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
13-04-2020 10:21
Quote:Original Posted By alif.tiger.revo
mantab kang, makasih updatenya , masih nenda dimarih emoticon-Big Grin


Quote:Original Posted By wanbillion
titip sendal dulu gan


Quote:Original Posted By beqichot
Asik ceritana euy...
Ijin ninggalin jejak kang...emoticon-Salaman


Silah kan gan sambil ngopi bisr mantap

Quote:Original Posted By beqichot
Nunggu update sambil berjemur biar ga berjamur...emoticon-Ngakak


Quote:Original Posted By rudianm
Setiap aromanya memberikan ketenangan.


Quote:Original Posted By wanbillion
update tiap hari apa nih gan


Insya Allah nanti siang/sore update gan, buat hari ga nentu sih gimana mood. rencananya mau stok cerita biar update stabil tapi masih baru niat doang emoticon-Hammer (S)

Quote:Original Posted By beqichot
ninggal jejak dulu...


Quote:Original Posted By beqichot
Blon update juga. Bangun tenda di marih...


sabar gan, nunggunya sambil minum kopi biar mantap
profile-picture
profile-picture
alif.tiger.revo dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
CINTA KOPI : KEHIDUPAN MAHASISWA, CINTA DAN KOPI
10-04-2020 17:52
update tiap hari apa nih gan
profile-picture
profile-picture
alif.tiger.revo dan beqichot memberi reputasi
2 0
2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
egality
Stories from the Heart
bully-crime---thriller
Stories from the Heart
hello-good-bye-bae
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
B-Log Collections
Stories from the Heart
kumpulan-cerita-seram
Stories from the Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia