Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
0
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7c3460f0bdb257b57e0ad2/lembayung-senja-1-part-4---5
Gua : maaf buat apa? maaf buat orang yang udah nyakitin hati gua? “lisa pun terdiam” Gua sadar diri lis, gua sadar diri, gua hanya anak SMA ingusan kemarin sore yg mudah loe bohongin! “lisa pun memeluk gua lg dari belakang, dan gua denger suara tangisan pelan lisa” Gua : bul mana minumannya tuang cepetan, diem aja loe nyet! Mana rokoknya “ sambung gua” Rita : ren udah ren,tolong minumn
Lapor Hansip
26-03-2020 11:49

Lembayung Senja 1 " Ketika Ia Datang Untuk Pergi " Part 4 - 5

Past Hot Thread
PART 04

Gua : maaf buat apa?
maaf buat orang yang udah nyakitin hati gua?
“lisa pun terdiam”

Gua sadar diri lis, gua sadar diri, gua hanya anak SMA ingusan kemarin sore yg mudah loe bohongin!
“lisa pun memeluk gua lg dari belakang, dan gua denger suara tangisan pelan lisa”

Gua : bul mana minumannya tuang cepetan, diem aja loe nyet! Mana rokoknya
“ sambung gua”

Rita : ren udah ren,tolong minumnya berhenti, “rita pun menarik tangan kibul”
Kibul : mba apaan sih, nanti tumpah ni minumannya!
"Kibul mencoba menepis tangan rita"

Rita : ya udah berenti dong minumnya loe udah pada mabok tuh !
" Jawab rita ketus"

Gua : perduli apa loe ta! ngelarang ngelarang gua sama kibul minum?
“gua sedikit ngebentak rita”

Lisa : ren jangan tinggalin aku, aku...udah terlanjur sayang sama kamu.
"tiba tiba tangan gua di pegang delisa dan suara tangisan pelan gua dengar"

Gua : gua yang gak sayang sama loe!
"Jawab gua sedikit keras"
Lisa : kita mulai dari awal lagi ya sayang, aku udah minta 💔 sama dani, dan aku bilang ke dani, aku pilih kamu Rendi sayang.
“lisa bicara sambil menyeka air mata memeluk gua dari depan sekarang”
Gua : cari yang lain ajah, banyak yang LEBIH, tampan, mapan dan dewasa, gua hanya anak sekolah kelas dua SMA yang belum cukup umur untuk mengenal cinta!
“gua gak sadar setiap kata yg keluar dari dari mulut gua, mungkin gara gara terpengaruh minuman tadi, gua pun kaget tiba tiba air mata gua udah gak ke bendung dan jatuh tak terasa membasahi pipi gua, jari jemari lisa pun langsung menyeka air mata gua sambil berkata,
“ aku sayang kamu apa adanya, semua tentang mu, sempurna buat ku, aku gak bakalan ninggalin kamu, aku Terima kamu apa adanya dan jikalau doa ku terkabul oleh sang Pencipta, insyaallah aku pun pilih kamu sebagai imam dan ayah dari anak anak kita kelak nanti”

"Tangisan lisa semakin terdengar dan air matanya semakin banyak berjatuhan, dan pelukannya pun semakin erat,hingga gua merasakan sesak, gua pun masih terdiam mematung, namun sesaat terjaga gua lihat lisa menenggelamkan wajahnya di dada gua masih dengan pelukan yg sangat erat dan tangisannya, gua liat di samping kibul dan rita hanya terdiam seraya memandang kami berdua tanpa ada kata sedikitpun dari mereka berdua”

Perlahan lahan gua melepaskan pelukan lisa hingga tak kudengar lagi suara tangisannya, ahirnya delisa pun melepaskan pelukannya, tiba tiba HP gua yang di saku kanan bergetar, lalu gua mengambil dan gua liat ternyata ada telfon dari dini adik perempuan gua satu satunya, gua pun mengangkatnya”

Gua : halo din...
Dini : halo mas, mas rendi
Gua : ia dek ada apa? Jawab gua dengan lembut
Dini : mas...
Gua : ia dini syg kenapa?
“ gua pun heran kok sepertinya suasana disana ramai sekali kaya banyak orang, terus juga terdengar seperti banyak suara tangisan, yah gua pun mencoba menepis perasangka gua”
Gua : dini... Din
“ya semakin jelas suara tangisan itu, terdengar isak tangis dini”
Dini km nangis kenapa
“tanya gua sedikit was was, gua pun liat lisa, kibul dan rita menatap gua semua sepertinya dia bertanya tanya ada apa dan telfon dari siapa”
Gua : dini kenapa km “ tanya gua dengan khwatir”
Dini : papah mas papah “ dengan suara lemas dan berat”
Gua : papah kenapa din... Papah kenapa? “suara gua pun gemetar”
Dini jawab dong, papah kenapa din?
Dini....?!
Dini : pap.... Pah... Papah meninggal mas “ dengan tangisan yg begitu keras”
“kibul, rita pun mendekati gua, dan lisa pun kembali melingkarkan tangannya, memeluk dari samping”

“Jjjjjjjlleeebbbbb... Hati gua terasa sakit, dada gua begitu sangat sesak, HP yg gua genggam pun terjatuh di barengi tubuh gua yg terhempas ke tanah, "
"begitu lemas tubuh gua yg terhempas oleh realyta yg sangat memilukan”

gua pun berteriak menahan amarah TUHAN KENAPA ENGKAU MENGAMBIL ORANG YANG GUA CINTA , DIMANA KE ADILAN MU TUHAN
"air mata pun terus berlinang tak berhenti”



Part 05


“Tangan lisa pun menarik dan membangun kan gua yang sedari tadi terduduk tak berdaya, setelah gua dibangunin, lisa sepontan memeluk gua, dan berkata,

innalillahi Wailah rojiun sambil menangis” sabar, karena Allah syg sama papah, Allah nyuruh papah istirahat sekarang dengan tenang”

Tanpa menjawab kata kata lisa, Gua menoleh ke samping .

“bul anterin gua ke setasiun sekarang, sekarang juga gua harus pulang ke rumah, titip motor gua bul, gua pulang naik kereta ajah supaya cepet”

waktu itu menunjukan jam 15:15 Wib.

“ tataaa... Pi ren”
jawab kibul sedikit gugup .

“ udah gak usah banyak tanya bul, tolong, gua mohon dengan sangat, gua disini hanya punya kamu bul, sahabat terbaik gua”

kibul pun membereskan botol bekas minuman tadi, gua gak meng hiraukan rita dan delisa, mereka berdua diam dengan menundukan kepala, gua dengar delisa masih sesenggukan menangis.


“Hayooo.. Ren, loe gak mau ganti baju dulu atau memgunci kamar loe”
tanya kibul.

Gua pun mendekat kibul sambil nyerahin kunci motor dan kunci kamar gua, gua percaya sama loe bul.

tiba tiba tangan delisa menggenggam tangan gua,

“ren aku boleh ikut nemenin km”
tanya delisa dengan suara berat.

gua masih gak menghiraukan dia dan gua menyingkirkan tangan delisa,pelan.

“aku mohon untuk kali ini saja ren, setelah itu terserah kamu mau membenci ku gak papa, untuk kali ini mohon dengan sangat “
delisa memohon dengan tulus,

lalu rita pun mendekat,

"maafin gua ya ren, gua turut berduka cita, semoga amal ibadahnya di Terima di sisi Allah SWT dan di berikan kesabaran ketabahan untuk orang yang di tinggalkannya"

kibul langsung mengucapkan
“ amin ya robbalalamin “

“ Ya udah bul, loe pulang ajah sama rita, gua mau langsung berangkat sama lisa”

"hati hati di jalan bro, jagain tuh mba lisanya" Jawab kibul
“ ia ren salam buat ibu dan adek loe"
kata rita sambil berjabat tangan dengan gua.

Gua pun menarik tangan lisa, berjalan menuju mobilnya.

“ sini kuncinya biar gua yang bawa mobilnya”

tanpa berkata lisa menyerahkan kunci mobilnya.

Saat di jalan, tiba tiba tangan lisa menggenggam tangan gua.
“ ren boleh gak kita ke kosan aku dulu, mau ganti pakain dan ada sesuatu barang yang aku harus bawa “

Tanya lisa ke gua

“ terus juga kamu masih pakai seragam alangkah baiknya kamu ganti baju dulu ya? “ lanjut lisa bicara.

“ Gua masih diam gak menanggapi pertanyaan lisa, tapi gua tanggapin dengan anggukan kepala tanda gua mengiakan pertanyaan lisa”

lalu tangan lisa memegang dagu gua dan bilang,

“ baju dan mulut kamu juga masih bau alkohol, kamu mandi dulu di kosan aku ya, sambil aku beresin apa yang harus aku bawa “

gua masih diam, hanya menganggukan kepala.

Setelah sampai di kosan lisa, gua kaget pas lisa membuka pintu, di dinding dinding tembok banyak banget foto foto dia sama pacarnya, gua terdiam mematung sejenak memandang foto foto, jujur nyesek sih nyesek,

tiba tiba lisa langsung mengambil foto foto yang di tempel di tembok tembok dan membuangnya ke tempat sampah,

akhirnya ini pertama kalinya gua bicara semenjak dari danau gua diem,
“kenapa loe buang lis”
tanya gua, lisa pun menjawab, sambil berhadapan namun dia membuang pandangannya.

“ aku gak mau nyakitin kamu lagi, aku akan mencoba menjadi yang terbaik buat kamu, terus juga aku udah gak ada hubungan apa apa lagi, aku Cuma pengen ngebahagiain kamu, sampai kelak nanti kita berada satu atap dan membina rumah tangga dengan kamu.

"gua terdiam dan tidak menanggapi kata kata dia barusan"

Setelah beres, dari kosan lisa, " Ya udah kita ke kosan gua dulu" Kata gua.

Lisa hanya menganggukan kepala dan tersenyum tanpa ada kata kata,

Saat di jalan, tiba tiba lisa menatap gua dan berkata, "ren...aku ada sesuatu buat kamu"

"Apa?" Jawab gua yang fokus mengemudi

Lisa : aku harap kamu mau menerima dan memakainya.
"Lisa pun memberikan suatu kado yang berbentuk kotak kecil dan, berwarna merah"

Gua pun masih terdiam,

Padahal pengen aku mau ngasihnya dari kemaren kemaren
" Sambung lisa "

Setelah nyampe di kosa gua, gua turun duluan lalu di susul lisa,

"Woiii..bul" Sambil gua melambaikan tangan,
"Oiii ren...loh kok belum berangkat sih"
Tanya kibul.

"Mau ganti baju dulu, eh mana kunci kamar gua, pinjem bentar"

"Ini ren,gua lempar yak" Jawab kibul.

Ahirnya gua masuk kamar gua, gua langsung masuk kamar mandi,

Setelah selesai mandi, pas keluar kamar mandi, waduhhhh.. Nih kamar kok jadi rapih, perasaan tadi pagi kaya kapal pecah,umpat gua dalam hati,

Iiikkkkhhhhh...jorok banget sih ren, itu abu rokok berserakan di lantai, asbaknya kemana?
"Tanya lisa sambil membawa sapu lantai"

Terus juga masih sekolah udah ngerokok, aku bilangin ke guru kamu, nanti ya?!
"
Goda lisa sambil menjewer telinga kanan gua"

Sumpah demi apalah yang tadinya suasana beku, gua tertawa sampai sakit perut gara gara lisa ngegoda gua,

"Nah gitu dong, ketawa ngapa, cemberut aja dari tadi" Kata lisa.

Gua sama lisa pun tertawa terbahak bahak..

Lalu lisa mendekap gua dari belakang dan melingkarkan tangannya di pinggang gua,

"Tuh kan bau wangi,tadi sih bau acemm gak enak"
Kata lisa sambil memencet hidungnya,

Alaahhhhhh...bau acem di peluk peluk terus " Kata gua sambil melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang gua"

Lisa gak ngejawab cuma senyum senyum gak jels,

"Eeehhhhh...malah senyum senyum gak jelas, kaya orang gila" Kata gua.

"Ia aku udah gila, gila setengah mati sama nih berondong aku" Kata lisa sambil mencubit hidung gua, sontak aja hidung gua jadi merah
Diubah oleh senjahari311
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Gimi96 dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
kakek-penyeruput-piccolo
Stories from the Heart
our-memories-together
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia