Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7af48588b3cb1c0747b3cb/elena
Ellena Gadis kecil dengan rambut ekor kuda, berlari keluar rumah menuju rumah neneknya, yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal orangtuanya. "Lala" panggilnya Ia pun masuk kedalam rumah yang kebetulan pintunya terbuka. Sambil memanggil saudara sepupunya. "Lala" Tidak ada sahutan, Ia pun kedepan. Kebetulan tadi lewat pintu belakang. "Asalamualaikum, Nenek, Kakek! Lala ma
Lapor Hansip
25-03-2020 13:04

Kumpulan Cerpen Menarik Dari nurulnadlifa

Elena

Ellena

Gadis kecil dengan rambut ekor kuda, berlari keluar rumah menuju rumah neneknya, yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal orangtuanya.

"Lala" panggilnya

Ia pun masuk kedalam rumah yang kebetulan pintunya terbuka. Sambil memanggil saudara sepupunya.

"Lala" Tidak ada sahutan, Ia pun kedepan. Kebetulan tadi lewat pintu belakang.

"Asalamualaikum, Nenek, Kakek! Lala mana? " berondongnya.

" Waalaikumsalam, sini! Lala ada di kamar sedang maen sama Mas Helmi" jawab nenek.

Dengan langkah kecil sambil melihat kesemua kamar mencari keberadaan Lala, kudengar suara Lala dan Mas Helmi. mendekati asal suara itu, kusibakkan sedikit horden yang menutup pintu kamar.

"Sakit Mas," ujar Lala

"Kan disuntik, jadi sakit" jelas Mas Helmi.

Mas Helmi itu saudara sepupu kami juga dia rumahnya menyebrangi jalanan gede, tapi setiap sore dia pasti maen dengan Lala, kadang aku iri melihat mereka bisa bermaen bersama, mereka tidak pernah mengijinkan aku ikut bermain. Seperti sekarang mereka asyik maen dokter, Lala sebagai pasien Mas Helmi sebagai dokter.

Kulihat, Lala terbaring di kasur dan roknya dibuka, lalu Mas Helmi akan menindihnya, entahlah aku gadis kecil lima tahun, seperti halnya Lala. Dia pasti akan kesakitan jika sudah maen dengan Mas Helmi yang lebih dewasa.

Aku segera berlari pulang karena Mas Helmi melihat kearahku dan matanya melotot sambil mengacungkan tangan.
Sampai di rumah aku segera mengambil gelas di dapur dan meminum air yang dari kendi rasanya segar.

Aku sangat bosan, lalu aku memutuskan maen kerumah Mbak Ati yang terletak di depan rumahku. Usianya dua tahun di atasku, ia sudah bersekolah kelas satu SD.

"Mbak Ati ... " panggilku.

"Masuk Len," jawabnya.

"Mbak, kita dengerin sandiwara radio yuk! " ajakku.

"Nanti Len, jam 4 habis ashar, kamu mandi terus salat ashar dulu gih, nanti kalau sudah mulai sandiwaranya aku panggil"

Tanpa menjawab aku pulang dan segera mandi, Suara adzan terdengar dari mushola dekat rumah kakek, aku segera menyambar mukena dan berlari menuju mushola.

Selesai salat kulihat Lala duduk bersila dengan wajah pucat.

Mendekati sambil bertanya, "Kenapa kamu La?"

Lala menggeleng sambil matanya melihat sekitar.

"Kamu sakit? "

Wajahnya yang pucat, sambil meringis seperti menahan sakit.

*******
Sepulang dari mushola aku langsung menuju rumah mbak Ati dan kamipun terlena dengan sandiwara radio yang menceritakan anak kecil yag di siksa oleh ibu tiri, bahkan kami ikut menangis sedih.

Permainan Lala dan Mas Helmi masih sering dilakukan, entahlah aku sudah ngga peduli, Aku dan Lala mulai sekolah, tapi Lala sangat cengeng di sekolah jika pingin pipis maka dia menangis dan minta pulang, aku kadang gemes sama Lala ingin sekali ngga peduli tapi Ibu selalu berpesan sama saudara harus rukun.

Aku sudah kelas 6 Sekolah Dasar, Lala dan aku di perintah oleh Bu Guru agar latihan menari di Balai Desa, dan akupun berlatih dengan guru mensri yang didatangkan dari Kabupaten,

Ketika selesai latihan kulihat banyak ibu-ibu yang sedang penyuluhan, Aku dan Lala ikut mendengarkan, alangkah kagetnya kami ketika mereka bicara masalah pelecehan.

Aku memandangnya, Lala menunduk dan menangis.

"La, mending kita laporin saja ke kakek atau bapak kamu? "

" Tapi, Lala takut Len, gimana kalau Mas Helmi marah? "

" Apa kamu sama Mas Helmi masih sering maen dokter-dokteran? "

" Sudah lama ngga, waktu aku ngomong mau laporin ke kakek"

"Ya sudah kita rahasiakan aja takut Mas Helmi marah"

*******

"Elena ... Hai, kamu lagi apa? "

"Eh, Mas Helmi, lagi belajar mas"

"Bapak sama Ibu kamu mana? "

"Mereka pergi kekota Mas, lagi jenguk temen bapak yang sakit"

Tiba-tiba dia menarik tanganku dan membawanya ketempat tidur, aku berusaha meronta, tapi cekalannya lebih kuat dari tenagaku.

Aku tahu ini yang namanya pelecehan, dan berusaha melawan. Ku meraih apapun yang ada di dekatku, oh ini sepertinya pisau lipat kecil yang tadi bekas meraut pensil, mungkin dengan ini aku bisa melukainya.
Dia berusaha menarik rok yang aku kenakan, berusaha kuhentak-hentakkan kaki ini, dan sreett.... Darah mengucur dari tangannya, ia lari pergi sambil memegang tangan yang terluka.

Aku bersyukur bisa melawan Mas Helmi yang berusaha melecehkanku.
Akhirnya dengan kejadian tersebut, Kakek mengusir keluarga Mas Helmi kekota lain.


Elena
Diubah oleh nurulnadlifa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
evihan92 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Elena
25-03-2020 13:06
Silahkan mampir gan..
profile-picture
laylasyah memberi reputasi
1 0
1
Elena
25-03-2020 13:13
Ijin nitip sendal dulu kak
Btw awalnya kok
profile-picture
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Elena
25-03-2020 13:49
Quote:Original Posted By rskipratama ►
Ijin nitip sendal dulu kak
Btw awalnya kok


Knp awalnya gan.. Makasih sudah mampir
profile-picture
laylasyah memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Elena
26-03-2020 10:01
Quote:Original Posted By rskipratama ►
Nggak sih awalnya aneh aja main dokter2an


Gitu lah cara memperdaya anak-anak polos semoga tidak terjadi dengan anak-anak yang lain. Dan kita bisa melindungi anak-anak kita.
profile-picture
laylasyah memberi reputasi
1 0
1
Elena
26-03-2020 20:30

ELLENA

Ellena gadis manis yang datang dari kota kecil, merantau ke Bekasi dengan tujuan ingin membahagiakan orangtuanya.
Disinilah ia mulai mengenal rasa cinta yang dialami gadis seumuranya.

"Maaf mas, aku tidak bisa, tolong bawa aku pulang." ibaku

"Mas," kamu tega banget."

"Aku ngga peduli, kalau kamu mau turutin perintahku aku akan lakukan apapun yang kamu mau."

"Tapi, mas itu tidak benar, aku mohon mas."

Dia pergi meninggalkan gadisnya di pinggir jalan, tanpa iba.

Seorang gadis manis jongkok menenggelamkan mukanya di antara tangan yang melingkari lututnya, sambil terisak.

"Ya Allah, tega kamu mas, aku ditinggal sendirian di jalan, bagaimana kalau ada orang jahat dan aku diperkosa dan dibunuh." isaknya

Namaku Elena, gadis manis umur 19 tahun datang dari kota kecil di jawa tengah, baru 1 tahun merantau ke cikarang, bekerja di sebuah perusahaan pembuatan boneka yang terkenal di dunia, aku di kenalkan oleh teman satu kamarku, kami tinggal dalam satu kamar mes, kamar yang sangat luas dengan tempat tidur atas bawah tempat tidur ada 16 buah jadi kami dalam satu kamar ada 32 gadis, yah gadis jika yang sudah berkeluarga boleh tinggal di luar mes.

Aku di kenalkan oleh mba Susi, teman samping tempat tidurku, teman kekasih mba Susi, dia lelaki berumur 7 tahun di atasku, kami menjalin hubungan selama 6 bulan. Awalnya hubungan kami biasa aja hanya sekedar ngobrol, jalan, jajan di pinggir jalan menikmati malam minggu, ke pasar malam dan ketempat kostnya. Memasak di tempat kostnya setelah kami memancing ikan, dia hoby mancing setiap hari libur kami mancing berdua, aku sangat menikmati hubungan kami.

Dia Widyantoro, pria dewasa, kerja di sebuah perusahaan kecil dengan posisi lumayan mapan.

Awalnya kami sedang merayakan malam pergantian tahun dengan teman-temannya, temannya semua berpasangan dan aku di perkenalkan sebagai kekasihnya, kami menikmati malam pergantian tahun dengan bakar ikan, bakar ayam, nasi liwet, awalnya cuma hidangan biasa, tapi selesai makan hidangan diganti dengan minuman beralkohol dan makanan ringan.

Mereka berpesta, aku mulai jengah dan mengajak pulang kekasihku, karena aku mual dengan bau minuman dan asap rokok.

"Mas Wid, ayo pulang aku mual, pusing, " bisikku.

" Sebentar lagi dek, mas ngga enak sama teman-teman." jawabnya

"Huh" aku mendengkus kesal.

"Ayo kita lanjut pestanya" teriak salah satu dari mereka aku tidak peduli dengan namanya entah dia siapa namanya.

Lalu mereka pun beranjak dan menuju motor masing-masing, tanganku di gandeng oleh mas Wid menuju motornya.

"Kita pulang yah mas? "

" He'em" jawabnya sambil tersenyum manis.

Perjalanan yang kukira akan pulang ternyata salah, kami yang konvoi 8 pasang muda mudi berbelok ke sebuah bangunan yang berpagar tinggi.

"Mungkin rumah salah satu dari temannya mas Wid. " bathinku.

Ketika pagar dibuka oleh seorang satpam aku baru lihat sepertinya sebuah penginapan.

"Astagfirullah" lirihku, perasaanku ga enak gimana ini, apa yang harus aku lakukan.

"Mas, katanya mau pulang? "

"Udah dini hari ini dek, ngga aman mending kita nginap di sini"

"Ini apa mas"

"Cuma penginapan biasa dek"

"Tapi mas, adek takut"

"Ngga apa-apa, Ayo turun, mas mau parkir motor dulu kamu tunggu di sini"

Karena penasaran aku berjalan menuju teman-temannya yang sedang berdiri di depan seorang resepsionis.

Kulihat para laki-laki menyerahkan Ktp dengan berapa lembar uang gambar mawar.

Aku lari menuju pagar yang sudah ditutup kembali.

"Pak, tolong buka pintunya saya mau keluar", pintaku

"Loh, kenapa neng?... Bukannya tadi neng bersama temannya?.

"Iya pak, tolong saya jika besok bapak atau orang lain menemukan mayat saya tolong nama saya Elena." dan aku pun memberikan informasi jika sesuatu terjadi padaku.

Aku berlari menuju jalan aku jongkok dan menangis di tengah malam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
Elena
26-03-2020 22:32
Gini banget pacarnya kak 😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Elena
26-03-2020 23:25
Quote:Original Posted By rskipratama ►
Gini banget pacarnya kak 😂


Ya dan orangnya masih hidup.. emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
laylasyah memberi reputasi
1 0
1
Elena
Kemarin 19:36

Hampir Dilecehkan Oleh Kakak Ipar

Dengan deraian air mata dan rasa takut, aku berlari sekuat tenaga, sambil terus berdoa semoga kakak iparku tidak mengejar, terus berlari di pematang sawah yang kanan kiri tumbuh bawang merah.

Sebut saja namaku Ratih usia 18 tahun, kulit kuning langsat, wajah oval, berhijab, aku anak ke 11 dari 12 bersaudara. Ayahku pensiunan salah satu instansi pemerintah di kota tempat tinggalku. Ibu berjualan kerupuk di pasar untuk tambah- tambah uang belanja menurut ibuku anaknya banyak jadi harus pintar-pintar cari penghasilan.

Setelah lulus dari smu aku bantu-bantu kakakku di kantin sekolah, kakak nomor 3 sebut saja Mbak Tri, yang menikah dengan Mas Iwan, sudah di karuniain anak perempuan berumur 4 tahun, Mas Iwan bekerja sebagai tenaga tata usaha sebuah SMP Negeri di Kecamatan.

Seperti biasa, setiap pagi mas Iwan akan menjemputku dari rumah ayah untuk pergi ke kantin dengan sepeda motornya. Sedangkan mbak Tri ke pasar untuk belanja keperluan kantin.

Entah mengapa pagi itu perasaan ku ngga enak, gelisah, di tambah mas Iwan yang dari tadi belum keluar dari kantin, biasanya setelah aku masuk kantin untuk menyiapkan keperluan jualan dia pergi keruangan kantornya, tapi pagi ini dia mondar mandir dari depan menuju dapur, aku buka pintu dapur, tapi mas Iwan langsung menutup kembali sambil berkata, "Udaranya masih dingin"

Perasaan ku makin ga enak, Benar saja tiba tiba dia sudah mendekapku dari belakang, aku kaget, panik, aku berusaha melepaskan dekapan dia, terus meronta dan teriak minta tolong, tapi dia makin kalap dan dia terus berusaha menciumku. Aku terus berontak.

Ia yang sudah dikuasai nafsu berhasil membuatku jatuh kelantai dan berhasil menindihku, mulutku dibekap dengan tangannya.

Aku berhasil menggigit tangan, dan mencakar mukanya, serta menendang alat vitalnya sehingga dia terjatuh.

Aku langsung buka pintu dan lari keluar, bingung lari kemana, ku berlari tanpa arah terus berlari menuju pematang sawah.
sambil berdoa dan berusaha mencari pertolongan.

Alhamdulillah aku melihat ada orang yang sedang mengayuh sepeda. Oh ternyata itu keponakan ku sendiri.
Yang sekolah di SMP tersebut

"Arif Arif! " teriakku

" Tante, tante kenapa? " herannya.

" Udah buruan kita pulang ke rumah simbah,
Buruan!" titahku sambil naik keboncengan sepeda yang ia kendarai.

"Ya, Tante"

Sampai di rumah ternyata dia sudah sampai duluan karena memakai sepeda motor, Dia sedang adu mulut dengan Helmi saudara sepupuku yang kebetulan kerja sebagai tata usaha di SMP itu juga.

Aku tidak menghiraukan pertengkaran mereka, aku langsung masuk rumah menuju kamar ayah kemungkinan aman di situ,
Ayah kaget "Ada apa Nok! (panggilan anak perempuan)
Kok kamu nangis dan ketakutan" selidiknya.

Tangisku makin tersedu, ketika mulut ini mau menuturkan apa yang terjadi.

"Suara rame apa di luar" Ayah yang sedang tiduran bangkit menghampiri keributan yang didengar.

"Ada apa ini, Iwan! Helmi! " bentaknya

" Dia kurang ajar Om" seru Helmi sambil menunjuk muka Iwan.

Buk

Tinjunya mendarat di pipi Iwan

"Tunggu, jelasin sama Om, apa yang terjadi? Kenapa kalian malah ribut sendiri"

"Dia menantu kesayangan Om, berusaha memperkosa anak gadis Om" sambil menahan emosi helmi menarik krah baju Iwan.

"Astagfirullah"

Ayah luruh kelantai sambil memegang dada.

"Om".. Helmi berusaha memegang bahu ayah.

"baik kamu Iwan!"

"Maaf Yah, saya khilaf"

"Minggat sana jangan berani-berani lagi datang ke rumah ini"

"Ayah, maafkan aku" dia bersujud di kaki ayah.

Ayah tidak menghiraukannya.
Ayah bangkit, menuju kedalam memelukku yang masih terisak.

"Sudah tenang kamu aman ada Ayah di sini"

Ayah tiba-tiba pingsan, aku dan Mas Helmi berusaha mencari angkot membawa Ayah kerumah sakit.

Ayah kena serangan jantung ringan dirawat selama seminggu.

Setelah kejadian itu aku melanjutkan sekolah di kota lain untuk menghindari Mas Iwan.
profile-picture
lenitan memberi reputasi
1 0
1
Elena
Kemarin 19:37
Silahkan mampir gan.. Selamat membaca. Krisar juga boleh. Jangan lupa emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Elena
Hari ini 00:35

Kontrakan

Kulihat dari kaca jendela kontrakan, hujan mulai membasahi bumi, udara makin dingin suara katak saling bersahutan, malam makin larut kulihat suamiku tidak ada di sebelahku hanya ada bayi lelaki buah hati kami.

Aku turun dari tempat tidur dan menuju dapur mengambil termos air panas buat jaga-jaga kalau nanti bayiku minta sufor. Kulirik jam di dinding menunjukkan pukul 00.30 dan ku langkahkan kaki menuju pintu depan masih terkunci kemana perginya Mas Iyo suamiku.

Kontrakan kami terdiri dari tiga ruangan yaitu ruang tamu, kamar tidur, dan kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur yang hanya diisi meja kompor. Ruangan itu berderet dari depan kebelakang hanya diskat dengan triplek.

Tetiba aku kebelet pipis, aku kekamar mandi, tapi rasanya ada yang memperhatikanku, "ish.. Aku pipis di lantai aja deh nanti tinggal aku siram yang banyak" bathinku.

Aku berusaha untuk kembali tidur, tapi Mas Iyo kemana?, Padahal kontrakan kami tidak memiliki pintu belakang, kemana perginya apa mungkin ia pergi dan mengunciku dari luar.

Jam makin bergulir, tapi Mas Iyo belum juga kembali Ya Allah, kemana Ia, aku makin takut, bayiku terbangun dan menangis ku coba beri sufor tapi dia tidak mau, kucoba menidurkannya dengan cara menggendongnya Ia tetap menangis, Ya Allah aku harus gimana mana Mas Iyo belum juga pulang. Akhirnya bayiku tertidur aku baringkan dia ke atas ranjang.

Dan aku kembali ke kamar mandi mencuci botol sufor kalau nanti Dia terbangun, tapi rasa aneh kembali menghinggapi perasaanku, Aku merasakan ada yang memperhatikanku. Aku segera buru-buru ke tempat tidur berbaring disisi anakku, tapi mataku enggan terpejam.

Waktu sudah dinihari dan dimanakah Mas Iyo, terdengar suara orang yang membaca Ayat Suci Al Quran dari Masjid sekitar kontrakan berarti sudah hampir subuh.

Tetiba ada sosok laki-laki keluar dari kamar mandi, aku tidak berani melihatnya kucoba menutup mataku rapat-rapat tapi kenapa dia makin mendekatiku.

"Ya Allah" aku berusaha beristiqfar.

"Astagfirullah.... Mas, kamu kenapa? kok muka kamu pucat, kamu dari mana? " cecarku

" Aku dari tadi di kamar mandi Dek sakit perut, tapi aneh kamu bolak-balik kamar mandi kenapa ngga nanya aku?, aku juga berusaha panggil kamu kok mulut ngga bisa terbuka".

"Mas serem, besok kita pindah kontrakan"
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Elena
Hari ini 00:36
Silahkan... Cerpen misteri
profile-picture
profile-picture
laylasyah dan lenitan memberi reputasi
2 0
2
Elena
Hari ini 16:59
serem mbak🙈
profile-picture
profile-picture
nurulnadlifa dan laylasyah memberi reputasi
2 0
2
Elena
Hari ini 17:22
sudah lolos review mbaksist?
profile-picture
profile-picture
nurulnadlifa dan laylasyah memberi reputasi
2 0
2
Elena
Hari ini 17:24
ini berarti semua cerpenmu mbak?
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
1 0
1
Elena
Hari ini 20:34
Quote:Original Posted By laylasyah ►
ini berarti semua cerpenmu mbak?


Iya... Mbak
profile-picture
laylasyah memberi reputasi
1 0
1
Elena
Hari ini 20:35
Quote:Original Posted By NovellaHikmiHas ►
sudah lolos review mbaksist?


Maafkan diriku mbak... Aku bener2 ngga ngerti tolong jelaskan di wa.
profile-picture
laylasyah memberi reputasi
1 0
1
Elena
Hari ini 22:03
gambarnya taruh atas aja biar makin cakep
profile-picture
nurulnadlifa memberi reputasi
1 0
1
Elena
Hari ini 22:08
Quote:Original Posted By evihan92 ►
gambarnya taruh atas aja biar makin cakep


Tar aku coba.. Aku bener2 gaptek mbak makasih sudah mampir
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
wanita-kejam
Stories from the Heart
pelet-orang-banten
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Girls & Boys's Corner
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia