- Beranda
- Berita dan Politik
Ada Penghayat Kepercayaan di Sragen, Bupati Yuni: Senantiasa Jaga Guyub Rukun
...
TS
dewaagni
Ada Penghayat Kepercayaan di Sragen, Bupati Yuni: Senantiasa Jaga Guyub Rukun
Ada Penghayat Kepercayaan di Sragen, Bupati Yuni: Senantiasa Jaga Guyub Rukun
Jumat, 28 Februari 2020 03:02

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menyampaikan materi di sosialisasi pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan bagi masyarakat (Pakem), Kamis (27/2/2020)
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sejumlah perwakilan tokoh agama mengikuti sosialisasi pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan bagi masyarakat (Pakem) Kabupaten Sragen, Kamis (27/2/2020).
Sosialisasi yang dihadiri Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ini berlangsung di gedung Korpri Sragen.
Bupati menyampaikan adanya aliran baru di Indonesia yaitu Penghayat Kepercayaan sehingga perlu ada sosialisasi ke masyarakat.
• Detik-detik Ibu Hamil Tertabrak Mobil Disaksikan Suami, Istri dan Bayi Penantian 7 Tahun Meninggal
• Saya Lihat 5 Pejalan Kaki Menyeberang Lalu Hilang, Kata Sopir Truk Kecelakaan di Banyumanik
• Manusia Perak di Tegal Resahkan Warga, Meminta Uang di Lampu Merah dan Bikin Kumuh
• Remaja Klaten Melakukan Seks dengan Jok Motor Berhias Pakaian Dalam Wanita Curian, Digrebek Warga
"Pertemuan ini juga termasuk silaturahmi. Kita sama-sama berkumpul supaya orang lain juga tahu bahwa keadaan dan kepercayaan di Sragen hari ini ada penghayat kepercayaan," kata dia.
Dengan adanya penghayat kepercayaan di Sragen, Yuni berharap seluruh masyarakat tetap menjaga kerukunan.
Ia menyampaikan penghayat kepercayaan telah tercantum dalam KTP sehingga sudah diakui oleh negara.
"Saya meminta kepada semua, apa pun problematika yang ada di bangsa tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Yuni.
Yuni juga tidak setuju jika agama disamakan dengan dengan Pancasila.
Menurutnya agama ialah apa yang dipercayai masing-masing individu sedangkan Pancasila ialah pemersatu bangsa.
"Di antara kita ini terdiri dari beribu suku bangsa, 34 provinsi demokrasi terbesar di dunia peringkat keempat. Apa yang bisa mempersatukan yaitu ideologi kita Pancasila itu yang harus dijaga dan diuri-uri," kata Yuni
Yuni juga meminta masyarakat untuk saling menghormati, tidak perlu ada gesekan yang dibesar-besarkan.
"Yang terjadi di bangsa kita saat ini dengan adanya media sosial, sensitivitas seluruh warga Indonesia semakin tinggi. Info digitali membuat masyarakat bersumbu pendek," tuturnya.
Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Badan Kesbangpol Kabupaten Sragen sekaligus ketua panitia, Hartono menyampaikan sosialisasi ini bermaksud memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip sosial kemasyarakatan.
Selain itu juga disampaikan pentingnya toleransi antar umat beragama untuk menciptakan toleransi saling menghormati menghargai dan terjalin komunikasi yang harmonis.
"Hubungan yang baik tentu antara inter umat beragama dan antar umat agama sehingga kepercayaan dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan di Kabupaten Sragen bisa terwujud," terangnya.
Materi dalam sosialisasi kini meliputi dasar hukum kepercayaan, kepercayaan dalam hidup keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen Syarief Sulaiman Nahdi menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan apalagi menjelang Pilkada 2020.
Menurutnya, SARA merupakan isu yang sangat mudah untuk dipancing sehingga hal tersebut menjadi penekanan yang ia sampaikan dalam pertemuan. (uti)
Artikel ini telah tayang di [url=https:][color=#016fba]Tribunjateng.com[/color][/url] dengan judul Ada Penghayat Kepercayaan di Sragen, Bupati Yuni: Senantiasa Jaga Guyub Rukun, https://jateng.tribunnews.com/2020/02/28/ada-penghayat-kepercayaan-di-sragen-bupati-yuni-senantiasa-jaga-guyub-rukun?page=all.
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: abduh imanulhaq
setuju, agama lokal harus diakui resmi
Jumat, 28 Februari 2020 03:02

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menyampaikan materi di sosialisasi pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan bagi masyarakat (Pakem), Kamis (27/2/2020)
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sejumlah perwakilan tokoh agama mengikuti sosialisasi pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan bagi masyarakat (Pakem) Kabupaten Sragen, Kamis (27/2/2020).
Sosialisasi yang dihadiri Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ini berlangsung di gedung Korpri Sragen.
Bupati menyampaikan adanya aliran baru di Indonesia yaitu Penghayat Kepercayaan sehingga perlu ada sosialisasi ke masyarakat.
• Detik-detik Ibu Hamil Tertabrak Mobil Disaksikan Suami, Istri dan Bayi Penantian 7 Tahun Meninggal
• Saya Lihat 5 Pejalan Kaki Menyeberang Lalu Hilang, Kata Sopir Truk Kecelakaan di Banyumanik
• Manusia Perak di Tegal Resahkan Warga, Meminta Uang di Lampu Merah dan Bikin Kumuh
• Remaja Klaten Melakukan Seks dengan Jok Motor Berhias Pakaian Dalam Wanita Curian, Digrebek Warga
"Pertemuan ini juga termasuk silaturahmi. Kita sama-sama berkumpul supaya orang lain juga tahu bahwa keadaan dan kepercayaan di Sragen hari ini ada penghayat kepercayaan," kata dia.
Dengan adanya penghayat kepercayaan di Sragen, Yuni berharap seluruh masyarakat tetap menjaga kerukunan.
Ia menyampaikan penghayat kepercayaan telah tercantum dalam KTP sehingga sudah diakui oleh negara.
"Saya meminta kepada semua, apa pun problematika yang ada di bangsa tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Yuni.
Yuni juga tidak setuju jika agama disamakan dengan dengan Pancasila.
Menurutnya agama ialah apa yang dipercayai masing-masing individu sedangkan Pancasila ialah pemersatu bangsa.
"Di antara kita ini terdiri dari beribu suku bangsa, 34 provinsi demokrasi terbesar di dunia peringkat keempat. Apa yang bisa mempersatukan yaitu ideologi kita Pancasila itu yang harus dijaga dan diuri-uri," kata Yuni
Yuni juga meminta masyarakat untuk saling menghormati, tidak perlu ada gesekan yang dibesar-besarkan.
"Yang terjadi di bangsa kita saat ini dengan adanya media sosial, sensitivitas seluruh warga Indonesia semakin tinggi. Info digitali membuat masyarakat bersumbu pendek," tuturnya.
Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Badan Kesbangpol Kabupaten Sragen sekaligus ketua panitia, Hartono menyampaikan sosialisasi ini bermaksud memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip sosial kemasyarakatan.
Selain itu juga disampaikan pentingnya toleransi antar umat beragama untuk menciptakan toleransi saling menghormati menghargai dan terjalin komunikasi yang harmonis.
"Hubungan yang baik tentu antara inter umat beragama dan antar umat agama sehingga kepercayaan dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan di Kabupaten Sragen bisa terwujud," terangnya.
Materi dalam sosialisasi kini meliputi dasar hukum kepercayaan, kepercayaan dalam hidup keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen Syarief Sulaiman Nahdi menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan apalagi menjelang Pilkada 2020.
Menurutnya, SARA merupakan isu yang sangat mudah untuk dipancing sehingga hal tersebut menjadi penekanan yang ia sampaikan dalam pertemuan. (uti)
Artikel ini telah tayang di [url=https:][color=#016fba]Tribunjateng.com[/color][/url] dengan judul Ada Penghayat Kepercayaan di Sragen, Bupati Yuni: Senantiasa Jaga Guyub Rukun, https://jateng.tribunnews.com/2020/02/28/ada-penghayat-kepercayaan-di-sragen-bupati-yuni-senantiasa-jaga-guyub-rukun?page=all.
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: abduh imanulhaq
setuju, agama lokal harus diakui resmi
tien212700 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
804
6
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
695.9KThread•59.3KAnggota
Urutkan
Terlama
Komentar yang asik ya