Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
43
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4bebfe337f937440016cd0/my-neighbor-is-an-alien
Seorang pemuda tidak sengaja melihat berita yang memberikan informasi bahwa tahun depan negaranya akan mengalami hujan meteor terbesar abad ini, di lain sisi kerajaan alien mengambil kesempatan ini untuk menginvasi bumi.
Lapor Hansip
18-02-2020 20:51

My Neighbor is an Alien!

Past Hot Thread
Intro :


Quote:Seorang pemuda tidak sengaja melihat berita yang memberikan informasi bahwa tahun depan negaranya akan mengalami hujan meteor terbesar abad ini, di lain sisi kerajaan alien mengambil kesempatan ini untuk menginvasi bumi.





Diubah oleh orysetha
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alva610 dan 12 lainnya memberi reputasi
7
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
My Neighbor is an Alien!
18-02-2020 20:54
Chapter 1

Quote:
Seorang pemuda sedang bermalas-malas di apartemen sederhananya, bulan ini kebetulan sedang memasuki musim panas sehingga suhu yang dihasilkan cukup membuat gerah. Pakaiannya siang ini hanya memakai kaos oblong tanpa lengan, sebuah kipas angin eletrik berukuran kecil menemaninya menonton televisi. Angin yang dihasilkan kipas tidak mampu menembus rambutnya yang sangat keriting hingga menjulang ke atas.

“Ah…iklannya lama, coba saluran lain ada apa,” pemuda ini menekan tombol remot untuk memindahkan saluran lainnya. “iklan…iklan….semua iklan ini televisi apa papan iklan dijalanan?!!!” emosinya gampang memanas ditambah cuaca yang sedang panas-panasnya.

Tekanan jarinya terhenti ketika ada sebuah saluran berita dengan pembawa berita yang cantik sedang tayang.

“Wah…kesukaanku itu, Nona Gaby!” ia merubah posisinya yang tadi selonjoran menjadi duduk.

Saluran berita ini sedang memberitakan kejadian anomali cuaca yang terjadi dibelahan dunia lainnya, lalu informasi berganti.

“Bersiap-siap untuk para warga, dikabarkan tahun depan akan terjadi sebuah hujan meteor terbesar dalam abad ini,” pemuda ini langsung bergetar ketika mendengarnya, pikirannya mendadak kosong.

“Hujan meteor?” langsung terbayang olehnya batu-batu besar luar angkasa akan menghantam bumi dalam jumlah besar. “tahun depan? EH?!” ia beranjak dari tempat duduknya lalu melihat kalender yang terpajang di dinding. “berarti…tidak! Maret tahun depan! Arghhh…..”

Pemuda yang panik ini langsung keluar dari apartemennya dengan keadaan televisi yang masih menyala, sesaat sebelum pintu tertutup wajah nona Gaby terlihat sangat berbinar dengan latar langit malam yang dihiasi oleh hujan meteor.

“Huh? Ponselku? Mana ponselku?!” ia baru ingat ponselnya tertinggal di dalam apartemen. Ia pun berlari kembali mengambil ponselnya, dibukanya pintu apartemen dan ponselnya masih berada di atas meja makan kecil di tengah ruangan. “itu dia!” bergegas dia ambil, lalu pergi keluar dari apartemennya.

Sesampainya di luar hal pertama yang ia lakukan adalah menelepon keluarganya yang jauh dari kota besar, yang mengangkat telepon pertama kali adalah ayahnya.

“Oi..Fukui, ada apa? apa kamu sudah mendapat pekerjaan?” tanya ayahnya santai.

“Ayah…kamu tidak melihat berita siang ini?”

“Hah? Berita? Kamu bodoh apa! di jam seperti ini ayah mana sempat menonton televisi! Sekarang ayah sedang istirahat membuat roti, memangnya ada apa?”

“Tahun depan….tahun depan….,” nada bicaranya begitu panik.

“Kamu sudah mendapatkan calon? Kamu akan menikahinya tahun depan?”

“Bukan! Bukan itu, hujan meteor akan menghantam bumi.”

“Hujan meteor? Apa itu? Kamu tahu kan ayah tidak melanjutkan sekolah setelah kakekmu mewarisi toko roti ini, jadi hujan meteor itu apa? kenapa kamu begitu takut?”

Pemuda yang bernama Fukui ini menutup sambungan telepon dengan ayahnya, dengan seketika ia menyesalinya.

“Ayah….kenapa kamu begitu bodoh….arghhh….,” ia frustasi menggaruk-garuk kepalanya.

“Oi Fukui, ada apa?” seseorang memanggilnya.

“Ah…akhirnya, Tora!” Fukui mengenalinya, dia adalah Tora dari gedung apartemen sebelah, giginya sedikit maju. “kamu sudah melihat berita?” tanya Fukui

“Berita? Ada apa? seseorang terjun dari apartemen?”

“Bukan, tahun depan…tahun depan hujan meteor bakal menghantam bumi, artinya bumi kiamat!”

Tora memandangi Fukui seperti sedang memandangi seseorang yang bodoh.

“Kamu idiot?!” tanya Tora setelah mendengar perkataan Fukui.

“Idiot? Kamu gila hah?! Kita semua akan mati jika terkena hujan meteor itu…..”

Tora menepuk kepalanya, “Hujan meteor itu fenomena biasa, tidak membahayakan. Generasi sebelumnya bahkan sudah merasakan,” Tora sedikit kesal karena harus menjelaskan semua pada temannya itu. “sekarang ikut aku, kita ke tempat arcade. Mereka bilang Initial S sudah ada versi terbarunya.”

“Benarkah?” mata Fukui membesar dengan sendirinya. “aku sangat penasaran nih sama bentuk mobilnya, ayo gas ke tempat arcade!” dengan sekejab Fukui berubah, lalu ia mengikuti Tora pergi ke tempat arcade.

Sementara itu, lima ribu kilometer dari tempat Fukui dan Tora berdiri, di luar angkasa yang gelap. Sebuah benda asing berbentuk pesawat besar berkamuflase di antara pemandangan bintang-bintang. Pesawat dengan bentuk seperti mangkuk ramen dengan cincin spiral sepasang ditengahnya.

“Tepat sekali, akhirnya waktunya tiba juga untuk kita. Fenomena hujan meteor akan membawa kita semua ke penaklukan bumi,” makhluk asing sedang berbicara dengan tertawanya di akhir yang menyeramkan.

“Lalu apa yang kan kita lakukan tuan raja galaksi sambil menunggu fenomena itu datang?” makhluk asing lainnya bertanya padanya.

“Kita akan berputar sebentar, sambil menyiapkan rencana yang matang, tapi sebelumnya…,” makhluk asing itu tersorot cahaya, bentuknya sangat jelas. Memiliki wajah dan anggota badan seperti kadal di bumi, dengan pembeda satu antenna besar di tengah kepala yang bercabang tiga. “Daun…Rawam…,” seketika ada dua makhluk menghampirinya. “siapkan kapal kalian, semoga perjalanan kalian selamat…,” keduanya mengangguk.

Dua buah kapal pengintai disiapkan, dari banyaknya foto yang di silang di samping area meluncur menjadi bukti. Bahwa perjalanan lain sebelum mereka tidak ada yang selamat sampai ke bumi.

“Daun…kabari aku secepatnya jika sudah sampai di bumi,” dengan nada yang tegas.

“Ah…baik…semoga kita berdua selamat.”

“Sudah pasti, prajurit sebelum kita tidak memiliki kemampuan yang tinggi sepertiku,” membanggakan dirinya.

Dia kan memang hebat, bagaimana denganku? Antenna Daun turun karena tidak percaya diri.

Pintu samping kapal terbuka, lampu-lampu kecil di area peluncuran sudah menyala menandakan kapal pengintai siap berangkat.

“Tiga…Dua…Satu…,” kedua kapal pengintai meluncur dengan cepat, menuju bumi untuk melakukan pengintaian.
Diubah oleh orysetha
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
1 0
1
My Neighbor is an Alien!
18-02-2020 21:19
this is like, men in black?
profile-picture
ummusaliha memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
My Neighbor is an Alien!
19-02-2020 05:30
Quote:Original Posted By tabernacle69
this is like, men in black?


Bukan gan...emoticon-Malu
profile-picture
ummusaliha memberi reputasi
1 0
1
My Neighbor is an Alien!
19-02-2020 10:14
Quote:Original Posted By liverd
MIB
miyabi in black emoticon-Hammer (S)


Quote:Original Posted By tabernacle69
@liverd fans ebony pak?


Wais ini agan2 malah ngomongin adu*t vi*eo dilapak cerita...emoticon-Ngakak (S)emoticon-thumbsup
0 0
0
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
My Neighbor is an Alien!
19-02-2020 20:40
Chapter 2

Quote:
Pagi ini Fukui terbangun dengan mata yang terbelalak hingga ingin keluar dari tempatnya. Gigi-giginya saling beradu membuat suara gaduh, tangannya gemetaran mencengkram selimut dengan sangat kuat.

“TORAAAAAA! Tora! Tora! Tora! TORAAAA!” Fukui bangkit sambil melempar selimbutnya hingga terbang tinggi. “Sialan! Sudah berapa hari aku buang dengan percuma karena bermain game arcade Initial S?” ia loncat dari kasur futon dan tempat pertama yang ia kunjungi adalah ruangan tengah di mana kalender terpasang di dinding.

Terhitung sudah 14 hari total, bermain arcade di waktu senggang Tora pada akhir pekan dan mempelajari tekniknya di hari biasa. Fukui menjadi stress dan rambutnya yang afro kian kusut.

“Game nya sangat seru, tiap mobil memiliki keunikan masing-masing, tiap lintasannya sangat menantang, tapi….,” Fukui terjatuh lemas.
Sesaat kemudian ia bangkit, mengambil buku berukuran kecil dan sebuah pulpen berwarna biru. Ia mulai menuliskan sesuatu.

“Aku tidak bisa begini terus, aku harus melakukan hal-hal yang belum aku lakukan sebelum hujan meteor itu datang dan menghantam bumi,” jemarinya begitu cepat hingga tintanya berceceran keluar.

Selesai menuliskan beberapa hal yang ingin dilakukan, Fukui menuju wastafel untuk cuci muka lalu menyemprotkan parfum ke baju yang ia kenakan sekarang.

Sebelum pergi Fukui melihat sekali lagi catatan di buku kecilnya, “Baiklah!” dengan mantap ia keluar dari apartemen.

Tempat yang dituju Fukui adalah sebuah mini market, dari kejauhan tulisan mini market itu sudah terlihat, sebuah papan bertuliskan
“Lowsan”.

“Selamat….,” salam Tora terhenti ketika ia mengetahui pelanggan yang datang adalah Fukui. “ada apa?” bertanya kepada Fukui yang berdiri di depan meja kasir.

“Oi…bagaimana? Apakah ada informasi pekerjaan untukku?” tanya Fukui.

“Eh? Tumben sekali, bukannya kamu selalu menolak pekerjaan dari sini. Dengan bangganya bilang ‘aku sudah melamar ke perusahaan besar! Kerja di minimarket tidak cocok untukku!’ Tora meledek Fukui.

“Ehehe, itu kan di masa lalu, ayolah berikan aku pekerjaan. Itung-itung sebagai balas budi karena kamu telah menghabiskan waktuku dengan bermain game arcade.”

Tora menyadarinya, sikap Fukui yang berubah pasti karena berita hujan meteor itu.

“Sepertinya aku harus mencekokimu lebih banyak game arcade,” ucap Tora. “jika kamu mau bekerja di sini, tuh ada temanku di sana. Namanya Gen,” menunjuk ke bagian ujung mini market. Ada seorang karyawan bertumbuh gempal memakai kaca mata bulat, wajahnya juga bulat karena potongan rambutnya yang botak.

“Ya?” Fukui bingung.

“Kamu bisa menghabisinya maka otomatis slot pekerjaannya kosong,” Tora tersenyum sadis memamerkan gigi depannya yang tajam.
Mata Fukui mengecil, batang hidungnya meninggi. Sia-sia jika meminta pekerjaan pada Tora, Fukui putuskan untuk membeli beberapa ramen instan dan minuman soda kaleng. Lalu kembali ke meja kasir tuk membayarnya. Wajah Tora masih menunjukan sikap yang sinis, ia terlanjur dengan berita bodoh hujan meteor yang membuat Fukui kehilangan akal sehatnya.

“Jangan terlalu makan ramen instan, otakmu makin numpul nanti,” ejek Tora.

“Ya tuan pintar….,” Fukui mengejeknya balik lalu berjalan keluar.

“Oi Fukui, kamu harus cepat menemukan pekerjaan. Ingat waktunya tidak banyak, keburu hujan meteornya kejadian,” Fukui hanya menoleh dan tidak berkomentar, lalu lanjut keluar dari mini market. “hujan meteor palalu afro!”

Di pintu depan secara tidak sengaja Fukui menabrak seseorang seseorang yang ingin masuk ke mini market, orang yang ditabraknya terlihat jauh lebih muda darinya. Membawa ransel dan berpenampilan cukup modis, nampaknya seorang mahasiswa.

“Maafkan saya,” Fukui menundukan kepalanya.

“Iya….tidak…apa…apa…,” jawab orang itu sangat kaku.

“Eh?....,” Fukui terkejut mendengarnya, “ah..baiklah…,” menunduk sekali lagi lalu keluar dari mini market.

Saat sudah jauh baru Fukui memaki Tora, ia menyebut Tora sebagai orang bodoh dan sombong. Ia juga berharap salah satu meteor yang jatuh mengenai apartemennya.

“Dia tidak lihat apa begitu mengerikannya hujan meteor itu, satu saja bisa membuat lubang di bumi! Walaupun aku nganggur tetapi aku bukan orang yang tidak berwawasan! Aku sering liat Yotube!” Fukui menggerutu sambil melanjutkan perjalanannya tuk pulang.

Kali ini Tora dihadapkan pada pelanggan yang sangat aneh, cara bicaranya sangat kaku. Pelanggannya ini adalah orang yang ditabrak Fukui barusan saat keluar dari mini market.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Tora dengan sopan.

“Saya…ingin…makan….,” jawab pemuda itu.

Aneh sekali, ini orang atau robot? Sindir Tora. “Ah…kami memiliki banyak jenis makanan, ada roti lapis, nasi daging, ramen instan. Letaknya di sebelah sana?” Tora menunjukan arahnya.

“Terima….kasih…,” pemuda ini berjalan menuju tempat makanan.

Gaya pakainnya modis, tapi masa sih tuh orang ga pernah ke Lowsan? Tora menggelengkan kepalanya.

Tanpa disadari oleh Tora, pemuda yang cara berjalan dan cara berbicara aneh ini adalah korban cuci otak oleh sebangsa alien prajurit kadal bernama Daun.

“Sial, sudah berhari-hari tapi aku belum menemukan settingan yang cocok,” Daun mengendalikan sebuah alat dengan layar kecil yang berfungsi sebagai mata, yang dia operasikan di dalam lemari pakaian milik pemuda itu. “sebentar, rasanya aku pernah melihat orang tadi, rambutnya yang tinggi itu tampak tidak asing.”

Apartemen pemuda yang dikendalikan oleh Daun sangat berantakan, televisi masih menyala, barang-barang berserakan di mana-mana. Termasuk kamar tidurnya yang jadi markas pribadi Daun, baju berserakan tidak beraturan, kertas-kertas berhamburan.
profile-picture
ummusaliha memberi reputasi
1 0
1
My Neighbor is an Alien!
20-02-2020 11:56
Quote:Original Posted By tabernacle69
hehehe, maaf pak gan. silakan dilanjut ceritanya.. kami pantau alien alien nya.


Siap gan! Laksanakan....emoticon-Coolemoticon-thumbsup
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
20-02-2020 20:42
Chapter 3

Quote:
Daun dan rekannya Rawam meluncur dengan sangat cepat, Rawam yang lebih berpengalaman dan mempunyai skill lebih tinggi meminta Daun untuk mengarahkan kapal pengintainya ke sebuah pesawat luar angkasa milik orang bumi. Bentuk kapal pengintai ini mirip kemasan minuman cup di bumi, dengan bagian condong tranparan di depan. Lalu kedua corong di sisi kiri dan kanan sebagai penyalur tenaga utama.
Keduanya berhasil menempel di sela-sela badan pesawat, komunikasi mereka masih terjaga.

“Daun, bagaimana statusmu?”

“Ya…sedikit pusing tetapi kapal menempel dengan sempurna, kamu yakin benda ini akan menuju bumi?”

“Tentu saja, ini yang membedakan cara kerja amatiran dengan professional. Kamu beruntung dipasangkan denganku Daun,” nada bicaranya penuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Tapi benar saja apa yang diprediksi oleh Rawam, pesawat luar angkasa ini siap memasuki orbit bumi.

“Daun, gunakan lapisan pelindung gelembung sebesar 50 persen saja, selebihnya biar pesawat ini yang menahannya,” instruksi Rawam didengarkan dengan baik oleh Daun.

Goncangan yang hebat dialami oleh pesawat luar angkasa ini, belum lagi panasnya sisi atmosfer bumi yang membuat misi sebelumnya tidak ada yang berhasil. Kedua prajurit ini mencoba bertahan sekuat tenaga, status kapal pengintai mereka masih dalam kondisi yang baik. Hanya perlu menahannya sebentar lagi maka mereka berdua berhasil memasuki bumi.

“Itu…Rawam…kita berha….,” kapal pengintai Daun tiba-tiba terlepas, guncangan yang hebat dia rasakan. Dalam kondisi kapal yang berputar-putar di udara dengan kecepatan maksimum membuat Daun sulit mengendalikannya.

“Daun! Tandai aku jika…,” komunikasi terputus, kata-kata itu adalah yang terakhir didengar oleh Daun sebelum dirinya tak sadarkan diri.
Daun terbangun dengan kepalanya yang sedikit pusing, ia masih di dalam kapal pengintainya.

“Di mana aku?” melihat sekelilingnya, kapal pengintainya berada di samping pohon di sebuah taman.

Daun mengecek kondisi kapal pengintainya, mesin mati total, tetapi untungnya alat komunikasi dilengannya masih berfungsi. Dengan cepat ia menghubungi Rawam, tidak ada balasan darinya.

“Pasti dia berada di tempat yang sangat jauh sehingga alat ini tidak mampu menjangkaunya,” lalu Daun keluar dari kapal pengintainya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menghirup udara bumi. “um…seperti dalam buku professor mengenai bumi, udara di sini sangat segar.”

Daun mulai mengamati lingkungan sekitarnya, namun pemandangannya hanya tumbuhan dan rumput saja, belum lagi kondisinya cukup gelap karena malam. Terhalang oleh sebuah tembok putih yang ada di depan. Daun berjalan, mendekati tembok. Dengan satu lompatan ia berhasil menaikinya. Barulah pemandangan sesungguhnya bisa ia lihat.

“Wow…jadi ini…,” Daun mendeteksi sebuah gerakan, berasal dari sampingnya. “apa itu?” sebuah makhluk mendekatinya. “jangan mendekat…kuperingatkan…,” Daun mengeluarkan senjata dari kantong sampingnya, mengarahkannya ke makhluk yang mendekat.

Makhluk yang mendekati Daun adalah seekor kucing, Daun langsung mengenalinya karena binatang ini ada di dalam buku penelitian professor. Karena kucingnya semakin mendekat, Daun menembakan sesuatu padanya. Efek ledakan terjadi, besarnya sama seperti petasan kecil yang ada di bumi. Kucing yang terkena tembakannya terkejut lalu pergi.

“Hu…rintangan pertama berhasil,” ia melihat sebuah gedung besar didepannya. “tempat ini salah satu tempat di mana manusia tinggal, beruntungnya aku langsung diarahkan ke tempat yang banyak manusianya,” Daun berjalan dengan sangat hati-hati, warna kulitnya yang hijau gelap dan setelan baju ala prajurit khusus yang juga gelap cukup menguntungkannya.

Daun melihat seorang wanita yang berjalan, bukan merupakan mangsa yang tepat. Yang dibutuhkan oleh Daun adalah seseorang pria dewasa yang kuat, karena ia akan menggunakannya sebagai alat.

“Baiklah aku akan ikut masuk ke dalam bersamanya,” Daun mulai bergerak seperti kadal di bumi pada umumnya, menggunakan empat kaki. Gerakannya sangat licin dan cepat, hitungan menit dirinya sudah naik ke dalam tas wanita itu. Membuka penutupnya lalu bersembunyi di dalam.

“Bau apa ini? baunya enak,” Daun yang tidak mengetahui bahwa moncong mulutnya dekat dengan tutup botol parfum.

Kepalanya keluar mengamati sekitar, siapa tahu ia melihat mangsa yang tepat untuknya. Wanita itu menaiki lift, tidak ada orang sama sekali di dalam. Kini ia berada di depan pintu kamar apartemennya setelah keluar dari lift, tangannya mulai merogoh bagian dalam tas nya.

“Gawat!” dengan memanfaatkan kelincahan tubuhnya Daun dapat menghindari jemari yang masuk, di sebuah momen Daun memutuskan untuk keluar.

Tubuhnya kembali bergerak ke sana kemari, kebanyakan semua pintu di sini tertutup. Daun terjebak di lantai ini, jika pintu lift terbuka dan ada seseorang yang datang maka keberadaannya akan diketahui. Benar saja pintu lift terbuka.

“Sial!” kepalanya berputar matanya sangat sibuk mencari celah untuk sembunyi, lalu ia menemukan ternyata ada salah satu pintu yang terbuka sedikit. “bagus!”

Daun memasuki salah satu ruangan, ruangan ini sangat berantakan, banyak barang berserakan di mana-mana. Lalu ia mendengar seperti ada suara dari dalam ruangan ini.

“dnaoheaohsohepwokewodks,” bahasanya sangat asing, tidak dimengerti.

“Oke, aku harus menggunakan ini,” Daun memasukan sesuatu ke dalam telinganya, bentuknya lubang di sisi kepalanya.

“Dosen sialan! Aku sudah belajar sangat keras, lalu anda sialan memberikanku nilai jelek!” bahasanya kini dimengerti.

Daun berjalan mendekati sumber suara dengan sangat hati-hati. Lalu ia melihat sesosok manusia, seorang laki-laki yang terkapar di kasur. Semakin diperhatikan orang ini berbicara dengan tidak beraturan, kadang tertawa, kadang marah.

“Kondisinya tidak stabil, aku tahu karena di planet Ladak sering aku temui yang seperti ini. Mangsa yang mudah tapi…,” sosoknya kurang tepat, laki-laki ini tampak kurus dan postur tubuhnya tidak terlalu tinggi. “ada apa pilihan lain?” Daun harus segera memutuskan. “tidak ada pilihan lain, setidaknya manusia ini bisa membantuku memindahkan kapal pengintai. Tempat ini juga bisa menjadi markas sementara bagiku,” Daun menaiki kasur, lalu menembakan sesuatu pada telinga kiri dan kanan laki-laki ini.

Satu sentuhan di alat yang ada ditangannya membuat laki-laki ini kejang-kejang.

“Kau bisa mendengarku?” ucap Daun yang dibalas anggukan. “mode suara ini sangat sulit, alat komplitnya ada di kapal pengintai.”

Dengan susah payah Daun memberikan instruksi kepada laki-laki ini untuk turun ke bawah, ke posisi jatuhnya kapal pengintai milik Daun.

“Ambil benda itu,” laki-laki itu mengambilnya. “bagus, sekarang kembali,” ucap Daun yang bersembunyi di dalam kemeja laki-laki ini.

Saat ingin memencet tombol lift, ada seseorang yang menyuruhnya untuk menunggu. Orang ini berhasil masuk.

“Hehehe…Tora bisa apa jika berhadapan denganku di jalanan versi arcade!” ucap orang ini.

Keduanya turun di lantai yang sama, tanpa saling memperdulikan kehadiran masing-masing mereka berpisah membuka pintu yang berbeda.
“Sulit sekali!” Daun kehilangan banyak stamina, “untungnya kamu sudah mengambilkannya untukku, budak manusiaku!”
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
21-02-2020 18:13
bawa aku bang ke planet lain.
smua orang dibumi ja at....
emoticon-Turut Berduka
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
21-02-2020 18:26
Quote:Original Posted By .abi
bawa aku bang ke planet lain.
smua orang dibumi ja at....
emoticon-Turut Berduka


Iya nanti kita ke planet ban aja...emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
My Neighbor is an Alien!
21-02-2020 18:57
Setahun atau beberapa tahun sekali ane bakal ga nyangka bisa nemu cerita begini. Cuma di kaskus, cuma di sfth.

Thank you TS, berasa nostalgia baca-bacaan waktu masih kecil dulu.
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
21-02-2020 19:15
Quote:Original Posted By tabernacle69
Setahun atau beberapa tahun sekali ane bakal ga nyangka bisa nemu cerita begini. Cuma di kaskus, cuma di sfth.

Thank you TS, berasa nostalgia baca-bacaan waktu masih kecil dulu.


Sama-sama gan semoga ceritanya bisa dinikmati wlopun gaya penyampaiannya sedikit ancur...emoticon-Maluemoticon-shakehand
profile-picture
tabernacle69 memberi reputasi
1 0
1
My Neighbor is an Alien!
21-02-2020 19:36
Quote:Original Posted By orysetha
Sama-sama gan semoga ceritanya bisa dinikmati wlopun gaya penyampaiannya sedikit ancur...emoticon-Maluemoticon-shakehand


Mantap emoticon-Angkat Beer
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
21-02-2020 21:10
Chapter 4

Quote:
Panasnya terik matahari tidak menyurutkan niat Fukui untuk mencari pekerjaan, rambut kribonya yang menjulang tinggi ternyata berfungsi sebagai payung yang menutupi tubuhnya dari panas.

“Jika aku datang ke sebuah toko atau apapun itu, hanya tersedia pekerjaan paruh waktu aku akan tetap mengambilnya!” Fukui sudah mengunjungi beberapa toko maupun restoran, semuanya hanya menawarkan pekerjaan paruh waktu saja, yang ia inginkan adalah merasakan bekerja sebagai karyawan penuh.

“Baiklah, sekarang aku coba yang ini,” Fukui melangkah masuk ke suatu tempat, yang mempunyai papan nama dengan latar belakang matahari bertuliskan ‘Morningman!’. Yang ada dibenak Fukui adalah mungkin tempat yang ia singgahi ada toko baju distro. Tapi ketika ia masuk banyak sepeda terparkir, dalamnya lebih mirip garasi.

“Ada yang bisa saya bantu anak muda?” tanya seorang nenek yang kulitnya sudah sangat keriput.

“Maaf menggangu, tapi ini tempat apa yah nenek?”

“Oh…ini Moluman…,” jawab nenek itu.

Eh? Moluman? Apa mereka salah memasang papan nama? Pikir Fukui.

“Ah iya, lalu apa yang kalian jual?”

“Ahh…orang asuransi, tunggu sebentar yah saya panggilkan cucu saya dulu,” Nenek itu berjalan sangat lambat, tapi hebatnya dengan postur badan yang sudah bungkuk nenek itu bisa menaiki tangga.

Tidak lama kemudian sang nenek turun dengan cucunya, seorang perempuan yang jika Fukui lihat sekilas umurnya dibawahnya.

“Maaf pak, kami sudah memiliki asuransi, mungkin lain kali saja.”

“Bukan…bukan…saya bukan orang asuransi, saya ingin bertanya tempat ini apa dan apakah ada lowongan pekerjaan penuh untukku?”
Perempuan ini mengamati Fukui dari atas sampai bawah, mulai dari gaya rambut, baju yang dikenakan, hingga sepatu.

“Kamu yakin mau bekerja penuh di sini?” tanya perempuan itu.

Mendengar perkataan itu Fukui langsung bersemangat, “Ya! Saya mau!”

“Baiklah, Morningman ini adalah sebuah perusahaan milik kakek yang bekerja dibidang penjualan koran. Tenang saja, tugas kamu hanya mengirimkan koran ini ke beberapa pelanggan kami. Tidak menjual di dekat stasiun atau sejenisnya.”

Perempuan itu mengenalkan diri sebagai Yuha, cucu dari pemilik perusahaan ini. Ayah dan saudaranya tidak ada yang mau meneruskan usaha ini, maka ia sebagai cucu yang sayang kakek-neneknya mengambil alih perusahaan. Padahal umurnya baru 19 tahun. Yang pertama ia kerjakan adalah mengganti nama perusahaan yang kuno dengan lebih kekinian, dengan logo dan kostum yang lebih baik.

Setiap paginya karyawannya datang saat jam 4 pagi, tidak lama dari itu perusahaan pencetak koran akan mulai mendistribusikan korannya termasuk ke perusahaan Morningman. Tugas karyawannya adalah membagi rata koran-koran itu untuk mereka antarkan ke pelanggan, banyaknya pelanggan Morningman adalah orang-orang tua bahkan lansia. Mereka menggunakan sepeda yang dilengkapi dengan gps digital sebagai penanda alamat rumah pelanggan. Sehingga dipastikan mereka tidak akan tersasar.

“Jika kamu siap menerima keadaan pekerjaan ini, maka saya akan menerimamu,” ucap Yuha.

“Tidak masalah, akan kulakukan!” jawab Fukui semangat, lalu ia diterima bekerja dan ia harus sudah masuk besok pagi-pagi sekali.

Kini perasaan Fukui jauh lebih lega, salah satu daftar di buku kecilnya sudah terpenuhi. Ia mengambil pulpen di saku celananya dan memberikan tanda ceklis di samping tulisan ‘Mendapat pekerjaan’.

“Jika mendapatkan pekerjaan semudah ini kenapa aku menganggur selama 4 tahun ini? Huh….”

Karena pekerjaannya dimulai esok pagi, Fukui memutuskan untuk langsung pulang saja bermalas-malasan lagi sambil menonton televisi. Tora hanya memiliki waktu senggang di akhir pekan saja, di mana ia masuk malam sampai pagi.

Sepertinya aku pernah lihat orang ini? Fukui yang baru keluar dari lift bertemu dengan seseorang.

Hmm…, Fukui berpikir sebentar lalu memperhatikan orang ini melewatinya sambil memasuki lift.

“Ah! Orang ini yang kutabrak di Lowsan tempo hari lalu, dia tinggal di apartemen ini juga?” sesaat pintu lift tertutup.

Fukui berjalan pelan menuju apartemennya lalu perhatiannya teralihkan ketika melihat ada pintu apartemen yang terbuka sedikit.

“Eh…apartemen siapa ini?” Fukui melihat kesekitarnya, lorong ini sangat sepi. Dengan niat baiknya Fukui ingin mengabari orang dalam agar lebih memperhatikan apartemennya.

“Maaf, apa ada orang?” hanya bibir Fukui yang mengintip dari celah pintu.

Suara Fukui terdengar hingga kamar, ternyata apartemen ini adalah milik dari pionnya Daun. Ia mendengarnya dengan sangat jelas.

“Siapa?!” Daun yang bersembunyi di lemari pakaian mencoba melihatnya melalui kamera pengintai yang ia pasang. “hah? Orang ini sepertinya pernah aku lihat…,” Daun memutar ulang memori pionnya itu, beberapa hari kebelakang ia putar. “ketemu!” layar memperlihatkan bahwa mereka pernah bertemu di mini market.

Tidak ada jawaban dari luar Fukui berniat baik untuk menutupnya, namun jarinya terhenti. Ia takut kalau pemilik apartemen ini lupa membawa kartu untuk membuka pintu apartemennya.

“Maaf saya buka pintunya,” keadaan apartemen ini sangat berantakan. “maaf apa ada orang?!” Fukui teriak sedikit.

“Tidak apa-apa, sebentar lagi rambut pohon ini akan keluar,” Daun masih tenang.

“Televisinya masih menyala, tapi kenapa tidak ada orang yah, jangan-jangan!” Fukui beranggapan orang yang mengisi apartemen ini pingsan atau hal terburuknya yaitu bunuh diri.

Fukui berlari membuka pintu kamar mandi, dalamnya kosong, selanjutnya adalah kamar utama. Gerakannya membuat Daun panik karena Fukui berlari kearahnya.

“Sial! masa secepat ini aku ketahuan?” Daun sudah mengisi senjatanya.

Fukui membukanya, lagi-lagi kosong. “Eh? Tidak ada orang juga?” ia melihat lemari-lemari pakaian besar di kamar ini. “masa sih di dalem lemari?” Fukui berjalan perlahan.

Daun sangat siap, senjatanya sudah diarahkan, ketika pintu terbuka maka ia langsung menembak. Posisi Fukui semakin dekat.

Ayo manusia bumi! Ucap Daun dalam hati.

“Hm?” sekilas ia melihat kartu apartemen, ia mendekati meja kecil di samping kasur untuk memastikannya, ternyata benar. “hmm…kartunya tertinggal, baiklah aku akan mengambilnya,” setelah mengambilnya Fukui secara sukarela membereskan kamar ini, semua dokumen dan baju-baju berantakan ia rapihkan lalu ia susun di bawah samping kasur.

Ruangan televisi juga, ia mematikan tv dan membereskan barang yang berserakan.

“Apa?! inikan?” Fukui menemukan sesuatu barang yang aneh. “hehehe…maaf, tapi saya pinjam yah beberapa,” ia memasukan benda ini ke saku jaketnya. “Tora harus tahu ini!”

“Hm…dia mengambil apa?” Daun melihatnya dari kamera pengintainya. “tidak apa-apa, yang penting keberadaanku tidak diketahui olehnya. Lagipula tidak ada barang menarik di sini,” Daun menyender sebentar, dirinya bersantai sejenak. Tapi yang ia tidak ketahui pion manusia menabrak tembok dan diam menatapnya.
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
22-02-2020 23:28
newbi munpang ngeceng dulu ya.emoticon-Cendol Gan
0 0
0
My Neighbor is an Alien!
22-02-2020 23:46
Eh buset hate
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
My Neighbor is an Alien!
22-02-2020 23:58
Quote:Original Posted By remahrengginan
Ngapain dibawa ke planet banemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka


Isi nitrogen gan...emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By golfman
newbi munpang ngeceng dulu ya.emoticon-Cendol Gan


Silahkan gan...emoticon-shakehand

Quote:Original Posted By Betjanda
Eh buset hate


Entahlah gan, tau2 ada tanda apinya...emoticon-Malu
0 0
0
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
My Neighbor is an Alien!
23-02-2020 02:11
Jejak, paling penasaran jika ada yang berhubungan dgn alien.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
everytime
Stories from the Heart
you-made-me-love-more
Stories from the Heart
the-perfect-darkness
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia