Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
33
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4b7e8b10d2951d63493c5b/hampa-dewi-ambarwati-season-2
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2) Part 6 ____ "Rakai ...." "Rakai ...." Suara ini? Aku seperti mengenalnya. Lembut tapi tegas, lemah tapi jelas. Hanya Genduk Sulis yang mampu menguasai tenaga dalam kalingga ini. Kemampuan olah suara dan telekinetik yang dimilikinya lebih ampuh daripada kemampuannya mengolah jurus bela diri. Karena itulah, Nyi Gondowangi memasangnya sebagai penjag
Lapor Hansip
18-02-2020 13:04

Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)

icon-verified-thread
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)

Part 6

____

"Rakai ...."

"Rakai ...."

Suara ini? Aku seperti mengenalnya. Lembut tapi tegas, lemah tapi jelas. Hanya Genduk Sulis yang mampu menguasai tenaga dalam kalingga ini. Kemampuan olah suara dan telekinetik yang dimilikinya lebih ampuh daripada kemampuannya mengolah jurus bela diri. Karena itulah, Nyi Gondowangi memasangnya sebagai penjaga gerbang gaib makam Raka. Meskipun sekarang gerbang itu telah robek dan jasad Raka juga hilang.

Aku duduk bersila dengan segera. Punggung belakangku seperti retak beberapa rusuk, sengaja kutotok aliran darah di sebelahnya, membiarkan tenagaku lolos sebagian dari pengendalian tenaga dalamku agar tidak ada himpitan serius di sana. Atau, aku bisa cedera. Kemudian, kusahut panggilan Genduk.

"Bicaralah. Sulis. Doakan aku bisa keluar dari lembah ini. Kau meninggalkanku dalam kehampaan."

Genduk Sulis terkekeh. Telepatinya jelas getarannya.

"Kau masih ada di sekitar lembah?"

Tidak ada jawaban. Tapi, Sulis memaksa indraku melihat kejadian itu. Tangan kekar lelaki berjubah hitam dengan konde di kepalanya mencengkeram erat leher Genduk Sulis. Mata jernih Sulis dimasukinya dengan aura gelap. Ada penolakan di sana tapi, Sulis meronta, dia menahan gerbang penghubungnya denganku agar tidak ditembus oleh orang asing itu. Nihil, usaha Genduk sia-sia. Lelaki itu sakti mandraguna. Dengan ajian raga ulah pantai Sabrang dia menembus ruang komunikasiku dengan Sulis, lalu berbicara dengan pelan.

"Bagaimana kabarmu, Dewi Ambarwati? Kemampuanmu semakin tinggi saja."

Mulutku terkatup, mataku masih terpejam, banyangan Rakaku pelan-pelan terbuka, hingga dia memutuskan hubungan batin denganku dan meninggalkan raga Sulis yang kian lemah. Dadaku kemudian terasa sesak, pintu penghubung batin kami ditutup paksa dengan ajian Kalong Pangupo Jiwo, hingga darah segar keluar dari sudut bibirku hingga aku terbatuk.

Kondisi tubuhku mengenaskan, Raka menarik paksa sisa tenaga dalamku jarak jauh, meloloskan beberapa ilmu aji-aji hingga aku tak sadarkan diri.

Raka, kenapa kau berubah jahat seperti ini?

****

Semburat jingga temaram candikala di sebuah gubuk yang tak kukenal menjadi pemandangan yang pertama kali kulihat. Tubuhku sudah berbalut perban, rambut hitamku sudah terurai tanpa riasan. Bahkan baju di tubuhku sudah berganti.

Aku terkesiap. Berapa hari aku tak sadarkan diri. Saat aku memaksa bangun untuk mengambil beberapa langkah pernapasan, hatiku semakin terkejut. Semua titik saraf ajian tenaga dalamku di totok. Bahkan genggaman tanganku pun terasa tak bertenaga. Hingga aku baru benar-benar memahami bahwa tenaga dalamku hilang saat mencoba melayang dari atas ranjang kayu tempatku tiduran saat ini.

Aku terjatuh ke lantai, layaknya bocah kecil yang baru saja belajar berjalan.

"Ha. ha. Jangan memaksa Nyi Ronte. Istirahatlah dulu." Sebuah suara bertenaga masuk ke dalam ruangan itu sambil membawa sebuah nampan. Wajah tampannya tak mungkin kulupakan dan sikapnya pun masih sama kurang ajar.

"Raden Sayekti?"

Dia mengerling nakal.

"Kau, merindukanku kan?" tanyanya nakal.

Bersambung .....
Diubah oleh mambaulathiyah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pengobatan17 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
18-02-2020 13:13
lanjut gan
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
18-02-2020 13:59
yuhuu kisanak mampir dimari
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
18-02-2020 15:58
waduh.....sudah pindah aja
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
18-02-2020 21:19
lanjut boss... kenapa gak dibuat satu aja indexnya..season 1 and season 2 gt..
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
19-02-2020 13:13
hehehe 🤭 banyak yang ngeluh males scroll kisanak aaciiaaat
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
19-02-2020 21:53
lanjutkan
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
19-02-2020 21:56
besok up part 7 yak
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
20-02-2020 10:10
semangat 🏋️
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
20-02-2020 17:43
lanjuut
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
20-02-2020 21:03
njuutt
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
21-02-2020 17:23
lanjut nanti malam gan
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
22-02-2020 10:32
hehehe upin
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
23-02-2020 10:12
lanjuut
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
25-02-2020 23:30
masih belum update.. dijadiin trs d index kak biar gampang..


semoga ga jadi kentang lagi ni cerita hehhe
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
27-02-2020 14:15
hahaha siap update
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
28-02-2020 19:41
baikaalh masak kentang dl..

setiap dpt story bagus kudu siap sabar kl ga update2
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
01-03-2020 05:09
Dewi_Ambarwati
Part 7


"Raden Sayekti?"

Lelaki tegap dengan ketampanan tak terbantah itu mendekat ke arahku. Beskap khas Mataram yang melekat di tubuhnya, pengikat kepala di dahi bermotif lurik serta tatapan matanya yang teduh serupa purnama yang lama kurindu. Tetapi, aku sudah lama mengenalnya untuk tahu bahwa tatap mata itu adalah kemarahannya yang tertahan.


"Jadi, kau memilih lari dari pernikahan kita karena ini, Rakai Ayu?"

Aku menarik diriku bangun kemudian membelakanginya. Sambil mengaduk adonan obat di dalam cangkir batu, Nyi Ronte tersenyum-senyum di pojok kamar. Kemudian Raden Sayekti melangkah mendekatiku. Terkesiap kaget, kusentuh pipiku yang baru saja dikecupnya dengan cepat, lalu dia menyentil dahiku.

"Cepat pulih. Kita masih harus duel kan?"

Aku mengangguk cepat. Biasanya Raden Sayekti akan menciumku lagi jika aku lambat menjawab. Sebenarnya aku suka, tapi tidak jika ada Nyi Ronte yang melongo di pojokan. Tangannya gemetar kemudian omelannya keluar.

"Orang gila. pergi sana!"

Dia mengusir Raden Sayekti keluar, sementara kedua pipiku memerah karena malu.


****



Dedaunan pohon singkong yang berbunyi karena gesekan angin di samping rumaj Nyi Ronte terdengar bagaikan musik gratis yang membuatku menajamkan konsentrasi. Tanoa tenaga dalamku, aku kesusahan menentukan desah itu suara langkah kaki atau suara alam saja. Hingga sebuah senjata rahasia dilemparkan tepat di samping telingaku. Bau wangi minyak Kasturi keluar dari celah papan kayu kamar Nyi Ronte saat kucabut jarum itu.

Aku tahu jarum ini punya siapa. Tapi tanpa ajian sakti tratap ing jagat aku tak biss membaca pesan yang dirahasiakan di antara bau minyak itu.

"Mereka bersiap menyerang kadipaten yang kau pimpin, Nduk Ayu," kata Raden Sayekti sambil membelai pedang Anggito bersejarahnya.

"Ah, akhirnya aku akan menggunakan pedang ini lagi," ucapnya lantang.


Bersambung .....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mr_satanz dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
01-03-2020 06:14
Sudah lanjut Bro
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
01-03-2020 07:22
mantaaap........lanjut kisanak
0 0
0
Hampa (Dewi Ambarwati Season 2)
01-03-2020 08:46
Lanjuut
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
the-perfect-darkness
Stories from the Heart
corona-akan-berlalu
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia