Hobby
Batal
KATEGORI
link has been copied
71
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e47557feaab253b172a7c81/menjadi-fansubber-di-tahun-2020-masih-berani
Sumber Menurut data terakhir dari Database Fansub Indonesia. Jumlah fansub Indonesia yang masih aktif hingga tahun 2020 ini hanyalah 42 fansub. Meskipun terlihat banyak, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan data tahun 2016 yang bisa sampai dua kali lipatnya. Lalu apa sih yang menjadi penyebabnya, simak yuk trit ane berikut. Sumber Apa itu fansub? Fansub merupakan akronim dari
Lapor Hansip
15-02-2020 09:20

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

icon-verified-thread
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Menurut data terakhir dari Database Fansub Indonesia. Jumlah fansub Indonesia yang masih aktif hingga tahun 2020 ini hanyalah 42 fansub. Meskipun terlihat banyak, jumlah tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan data tahun 2016 yang bisa sampai dua kali lipatnya. Lalu apa sih yang menjadi penyebabnya, simak yuk trit ane berikut.

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Apa itu fansub?
Fansub merupakan akronim dari fan-subtitled atau sebuah grup penggemar yang bertujuan untuk menerjemahkan suatu film/acara TV asing (anime) dan memberi teks terjemahan di dalam videonya. Intinya sih dari fan, untuk fan, dan oleh fan. Beberapa contoh fansub anime di Indonesia antara lain Yukisubs, Melody Fansub, Tiramisu Fansub, dan lain-lain.
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Seiring suksesnya dunia perfansuban di Indonesia, lambat laun muncul istilah-istilah lain seperti fastsub dan fanshare.

Fastsub adalah sebuah fansub yang biasanya menerjemahkan suatu anime dengan cepat. Menurut pengamatan TS, mereka biasanya sudah merilis hasil terjemahannya sekitar 2 jam setelah suatu anime tayang di layar kaca Jepang. Selain kecepatannya, yang membedakan sebuah fastsub dengan fansub biasa adalah manajemen iklan di website mereka. Kebanyakan dari fastsub akan memonetasikan tautan download untuk hasil terjemahan mereka dengan shortlink yang banyak dan ribet. Dan ada desas-desus yang mengatakan bahwa penerjemah di suatu fastsub akan diberi upah, meski nggak banyak. Beberapa contoh fastsub antara lain OPloverz, Samehadaku, AWSubs, dan lain-lain.

Fastsub


Fanshare adalah suatu grup penggemar yang bertujuan untuk mengumpulkan hasil terjemahan dari berbagai fansub dan membagikannya kepada penggemar lain supaya mempermudah mereka mencari atau mendownload suatu anime. Namun pada praktiknya, kebanyakan fanshare justru tidak memberikan kredit kepada fansub yang menerjemahkan animenya. Dan lebih parahnya lagi, hasil terjemahan fansub yang mereka ambil biasanya akan dimonetisasi ulang tautan downloadnya, sehingga mereka bisa mendapat pundi-pundi rupiah dengan mudah. Beberapa contoh fanshare di Indonesia antara lain Kusonime, Moenime, Meguminime, dan lain-lain.


Latar Belakang Berkurangnya Fansub di Indonesia

1. Tergerus oleh usia

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Sumber
Semakin berumur sorang fansubber tentu saja akan menjadi alasan yang kuat untuk meninggalkan kegiatan ngesub yang tentunya hanyalah sebuah hobi. Saat para fansubber mulai menua, mereka akan dipaksa memilih untuk fokus dengan kegiatannya di dunia nyata atau meneruskan hobi ngesubnya. Tentunya kebanyakan dari mereka akan memilih kegiatannya di dunia nyata, karena mengerjakan dua-duanya sekaligus akan berakibat buruk ke kesehatan fisik atau mental mereka.

2. Kalah pamor dengan fanshare

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Dunia perfansuban Indonesia tidak lengkap tanpa adanya drama, baik antar fansub maupun anatara fansub dengan fanshare. Yang paling sering terjadi adalah drama antara fansub dengan fanshare yang biasanya terjadi karena suatu fanshare tidak memberi kredit dari fansub di website mereka dan dengan santainya memonetisasi tautan downloadnya untuk kepentingan sendiri. Karena para fansub merasa seperti tidak dihargai, beberapa dari mereka mencoba memberi terjemahan hardsub (hasil terjemahan permanen di dalam video) untuk hasil terjemahan mereka, atau lebih parahnya lagi ada fansub yang lambat laun mulai menghilang dari dunia perfansuban Indonesia.

3. Bosan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Menekuni sebuah hobi tentu saja tidaklah mudah, apalagi hobi ngesub. Kita dituntut konsisten untuk menerjemahkan suatu anime dari awal tayang hingga selesai tayang, hal tersebut dipersulit dengan banyak drama yang terjadi dan ditambah lagi banyak hujatan dari penggemar lain jika terjadi kesalahan di hasil terjemahan kita. Alhasil tidak sedikit fansubber yang muak dan bosan dengan semua yang terjadi dan memilih berpindah hobi atau sekedar menjadi penikmat.

4. Tidak menghasilkan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Apa sih yang didapatkan dari ngesub suatu anime? Teman baru? Pengalaman? Hujatan? Drama? atau Adsense?

Namanya juga hobi yang bisa dikatakan ilegal, jadi jangan terlalu berharap untuk meraup banyak uang dalam prosesnya. Walaupun ada juga yang sukses menguangkan hasil terjemahannya, itupun hanya sekitar 10% dari semua fansubber yang ada. Fansubber yang merasa kegiatan yang ditekuninya tidak menghasilkan apa-apa, akhirnya berpikir ulang untuk berhenti ngesub dan menjadi pengemar biasa.

5. Tersadarkan
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?

Kegiatan ngesub bukanlah kegiatan yang legal di mata hukum atau bisa dikatakan bahwa kegiatan ini ilegal dan merugikan pihak studio anime yang memproduksinya. Jadi semisal suatu hari ada berita tentang seorang polisi datang dan menciduk seorang fansubber, berita tersebut bukanlah hal yang mengagetkan. Beberapa fansubber yang mengetahui fakta tersebut akhirnya memilih mundur dari hobi ngesubnya dan memilih menjadi penikmat saja atau bahkan berpindah hobi.


Kesimpulan
Apakah masih worth untuk menjadi fansubber di tahun ini?

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?


Well yes, but actually no. 


Jika tujuan utama kalian hanya sekedar mencari pengalaman dan ingin cari komunitas baru atau sekedar ingin tahu bagaimana proses ngesub dan ingin menikmati proses alih bahasa apalagi tidak ingin menguangkan hasilnya, menurut TS sah-sah saja jika kalian ingin terjun ke dunia perfansuban.

Namun jika kalian ingin ngesub demi menguangkan hasil terjemahan kalian, ane rasa lebih baik kalian pindah hobi deh. Dunia fansub Indonesia nggak semudah yang kalian lihat, kalian akan dituntut konsisten dengan terjemahan kalian, dituntut cepat, dan hasilnya pun dituntut bagus. Belum lagi drama dengan fanshare yang tidak kunjung usai. Dan jangan lupakan juga kalau hobi yang kalian tekuni saat ini itu ilegal, dan tidak menutup kemungkinan untuk diciduk oleh pihak berwajib di kemudian hari.

Sampai di sini dulu pandangan TS soal kegiatan ngesub di Indonesia. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan janganlah menahan diri untuk menuliskannya di kolom komentar. Sampai jumpa di trit TS yang selanjutnya.

Referensi tulisan:
1. Indonesian Fansubs Database
2. News of Indonesian Fansubs

Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
#Pantsubber #NoNgududNoNgesub
Diubah oleh MasUzzan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tatagraha21 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 3
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
10-04-2020 16:34

#27,214

Quote:Original Posted By MasUzzan
Banyak sih faktornya, dan iya meme adalah salah satu faktor kuat kepopuleran jojo. Voice acting bagus, karakterisasi unik, OST yang memorable, dan yang paling penting POSE khas jojo yang nggak ada duanya. emoticon-Ngakak (S)


Betul, bahkan Miyazaki-sensei pun mengakuinya.
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
08-04-2020 15:29
Quote:Original Posted By not.allowence
Padahal ceritanya simple banget, tiap part fokus pada 1 main problem.

Misalnya di jojo part 3 (cuplikan video diatas) itu storynya cuma berfokus MC & geng, pengen nyelametin ibu MC dg cara ngalahin last boss.

Kalo soal sering diomongin, mungkin efek meme kali yak? Jadinya di internet sering banget dijadiin bahan jokes.
Di dunia per"meme"an, jojo itu udah kayak culture.
meme "to be continued" kan asalnya dari jojo part 2.
Dsb.


Banyak sih faktornya, dan iya meme adalah salah satu faktor kuat kepopuleran jojo. Voice acting bagus, karakterisasi unik, OST yang memorable, dan yang paling penting POSE khas jojo yang nggak ada duanya. emoticon-Ngakak (S)
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
08-04-2020 15:17
Quote:Original Posted By gilbertagung
Ini tuh satu-satunya anime yang sampai detik ini gue gak paham tentang apa sebenarnya? BTW, kenapa beberapa hari ini banyak yang ngomongin Jojo?


Padahal ceritanya simple banget, tiap part fokus pada 1 main problem.

Misalnya di jojo part 3 (cuplikan video diatas) itu storynya cuma berfokus MC & geng, pengen nyelametin ibu MC dg cara ngalahin last boss.

Kalo soal sering diomongin, mungkin efek meme kali yak? Jadinya di internet sering banget dijadiin bahan jokes.
Di dunia per"meme"an, jojo itu udah kayak culture.
meme "to be continued" kan asalnya dari jojo part 2.
Dsb.
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
08-04-2020 15:06

#27,195

Quote:Original Posted By not.allowence
Gak punya screenshotnya, tapi diyutub banyak yg upload.



rero rero rero rero emoticon-Ngakak


Ini tuh satu-satunya anime yang sampai detik ini gue gak paham tentang apa sebenarnya? BTW, kenapa beberapa hari ini banyak yang ngomongin Jojo?
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
08-04-2020 15:00

#27,193

Quote:Original Posted By not.allowence
Beneran dong.

V.A kakyoin (kw) ngomong begitu selama beberapa detik. emoticon-Ngakak


Boleh lihat screenshotnya gak?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
08-04-2020 14:57

#27,192

Quote:Original Posted By not.allowence
* rero rero rero rero rero emoticon-Ngakak


Beneran kayak gitu?
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
08-04-2020 14:32

#27,191

Quote:Original Posted By not.allowence
Satu-satunya fansub yg gw ikuti cuma gantzid doang.

Well, karena cuma fansub ini yg garap project jojo sub indo. emoticon-Leh Uga


Mau tanya dong. Adegan ini sub indonya apa?emoticon-Embarrassment
GIF
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
01-04-2020 10:57
Waduh tergerak untuk komen juga nih. Sekalian mau komenin fansub2 dah

Sekarang mulai suka ntn sub inggris aja, indo udah mulai jarang karena beberapa tahun belakangan fansub sepuh yg tersisa banyakan pake lokal semua (gue lebih suka honorifik). Padahal jagoan dulu tiramisub karena dulu waktu ada chiira konsisten bener make honorifiknya, cuma selepas dia pergi, jadi sering joinan sama Yuki yg alhasil lokalan semua.

Oh ya untuk tiramisub, perfeksionis, tapi perlu dicatet, kalau tiramisub rilis garapan jangan di download sebelum mereka nyatakan selesai kalau gak mau kena php. Gak usah gue sebutin hutang mereka apa aja karena banyak pake banget. Inget rate tuntasnya tiramisub sendiri ampas kaya gachamu! Lain kalau join Yuki, rate mereka naik jadi 80%.

Ankoku awal dikasih temen... Asli... Gue langsung hapus bray wkkw terjemahannya bagus cuma gue pengen santai nonton, bukan jadi anak sastra!!

KN bagus, apalagi sportnya, gue setuju dia nerapin lokalnya di sport karena gue bisa dpt maksudnya di sini. Cuma leadernya udah nikah ya? Jadi yutuber skrng dia dan sumbang duid aja buat server dan domain, staf lain juga mager2an ngesub lagi jadi dinyatakan ded aja. Entah sampe kapan dia bisa keluar duid cuma buat biaya fansub yang gue rasa lumayan + perpusindo.

Melodi, nah ini, salah satu yg konsisten pake honorifik. Rilisnya juga lumayan teratur, TS enggak se-Perfeksionis Tirami, tapi gak masalah. Yg penting teratur, ts sederhana asal jelas, subnya juga bagus (dulu sempet out gara2 handshake ada alhamdulillahnya. Sempetnya ngememe jir).

Anitoki, fastsub yg ownernya jadi kacung di Oploperz, sekarang bikin fansub sendiri demi cari duid. Gue heran dia kuat banget begadang dan sering ngeraw, tubuhnya oke itu? Maksud gue, begadang cuma buat subtitle? Come on...
Btw, dia termasuk pake honorifik, ane pun sering download (meski akhirnya dihapus setelah ditonton) karena ngejar penasaran Nanatsu. Sub dia lebih bagus ketimbang oploverz karena oploverz sekarang udah mulai jelek terjemahannya, sering misstranslate, bisa gue maklumin dia kejar2an sama pedang hiu dan sibuk ngurus anak juga paling, jadi gak sempet cek baik2.

Silveryasha, salah satu gue bisa nerima lokal dari dia, yap, cuma buat terjemahan lokal di komedi, baru bisa dpt jokenya, kalau selain itu, meh...
Btw, SY tergolong jago juga, kadang bikin logonya mirip kaya logo kartun tersebut, apalagi ifanz ada di sana ya?

Yukisub, hadeuh... Lokal murni semua guys. Buat gue enggak terlalu rekomen sih meski bagus. Balik lagi selera orang beda2. Btw, untung Bunny Girl Movie mereka softsub, jadi bisa gue edit lagi itu mas, abang, encang, encing, nyak, babeh dan tetek bengek lokal laen.

Pucuk. Ini juga bagus dia. Honorifik dan bisa ngesub cepet juga, tapi skrng lagi slowpoke mode.
Sebenernya pucuk ini contoh fansub cepet, tapi kualitas masih lebih bagus dari para fastsub. Gue sih maklum aja kalau ini situs make pemendek link atau iklan nantinya, selama itu penghasilan buat operasional fansub. Ketimbang ngandelin donasi, kayak gak tahu orang sini aja.


Buat fansub yg masih ada, gue saranin kalian pakein aja pemendek link atau iklan sewajarnya aja biar enggak terbebani sama biaya operasional, tapi itu penghasilan simpen buat operasional fansub macem rdp, domain, server dll. Karena gue ngerasa kalau jalanin fansub apalagi kalau konsisten rilisannya di zaman sekarang ini pasti butuh biaya.
Cuma kalau emang masih mikirnya ngesub hobi dan keluarin biaya sendiri, silakan aja.
profile-picture
profile-picture
giornogiovanna dan Gailham memberi reputasi
2 0
2
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
01-04-2020 07:02
Quote:Original Posted By jembisuper
Well, semua pros and cons udah dijelaskan sama TS soal hobi ini.
Bagi pengalaman dikit soal dunia ngesub. Awal nyoba ngesub tahun 2015, ngesub MV, belajar aegisub, nyelam ke grup fb, sampe gali gali artikel Sekolah Fansub, dan di akhir ke e-booknya mbak Chiira. Sampe bisa encode, tata rias, k-efek, timing sendiri dan akhirnya nyoba ngesub anime, dan belum bisa dibandingin sama sepuh sepuh lain hehehe.

Dan akhirnya pensi karena kesibukan di dunia nyata.

Tapi kalau misalkan suatu saat kesibukan ini berkurang, ane mau ngutip komentar bos Yuki di atas.

"Masih berani?"

Siapa takut?!

Semoga suatu saat balik lagi, ramaikan lagi dunia perfansuban indoesia.
Quote:Original Posted By serenium
Yah, mau 'gimana lagi?
Wong sudah termakan zaman, pasti berbeda tujuan.

Hanip sampai bela-belain bikin akun emoticon-Ngakak (S)
Ditunggu sianarnya lagi emoticon-Shutup
Quote:Original Posted By asdqua
Nge-sub itu biasanya hobi sampingan waktu masih pelajar, saya sendiri nge-sub cuma betah zaman SMA sampe awal kuliah (kisaran 2012-2014) karena setelah itu, ya, sudah disibukkan dengan hal lain.

Dulu saya selalu koleksi juga anime hasil sub rekan-rekan dari fansub yang bagus, tapi karena semakin lama tewas semua, akhirnya beralih ke Horriblesubs emoticon-Wink

Sekarang kurang mengikuti dunia fansub Indo lagi sih, tapi saya rasa harusnya masih tetep ada lah yang bagus, toh wibu semakin ke sini semakin banyak juga emoticon-Ngakak (S)

Ada sih yang bagus, tapi ya tidak sebanyak dulu emoticon-Berduka (S)
Kebanyakan wibu-wibu baru pengennya instant doang, asalkan ada subnya udah deh. Typesett sama Editor mah udah dibuang jauh tuh emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By ifanzdesu
Dibilang berani sih jelas berani, mungkin cuma enggak sekonsisten dulu yang mana masih belum terlalu tercekik sama tanggung jawab duniawi. Memang kebanyakan orang lebih nikmatin yang lebih cepat duluan/cepat saji dibandingkan fansub yang emang mengutamakan kualitasnya, tapi itu enggak bikin minder kok. Biarpun mungkin cuma ada 1-2 penikmat senggaknya para fansub udah ngasih apa yang terbaik biarpun cuma sedikit orang yang menikmati. Rasa puas akan menyelesaikan sesuatu itu yang dicari. Apresiasi dari orang yang menikmati itu sendiri jadi nilai bonus.

Bang iFanz juga mampir dong. emoticon-Cendol (S)
Semangat terusnya ngesubnya bang dan jangan lupa makan emoticon-Cendol (S)
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 23:13
Bagaimana dengan fenomena fansub indo tapi sebagian garapannya hanya di bagikan untuk kalangan terbatas alias hanya orang yang di percaya oleh ownernya? Soalnya pernah nemu fansub lama yg nerapin kyk gitu, tapi rata-rata garapannya memang garapan anime lawas.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 20:22
Quote:Original Posted By secretrizqi
Tapi kalau Indo mah ga usah berharap kode etik gitu awkwkwk, gw pernah tuh ya pen nerjemahin manga X, di scanlation indo (scanlation gede) nya kan udah 6 bulan lebih ga apdet. Yaudah deh gw coba lanjutin yg terjemahin karena emg suka manga nya.

Eh abis gw rilis 1 chapter, minggu depan mereka langsung rilis 6 chapter baru, terus hiatus lagi ini gw liat sebulanan lebih ga rilis. Astaga ini niat apa kgk sih hhhh.


Dimari mah garapan siapa ketemunya dimana emoticon-Big Grin
Banyak web yang bilang jangan ngambil rilisan doi tapi doi sendiri ngambil punya orang emoticon-Ngakak
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 20:18
Quote:Original Posted By hoshiishou
Bacot lo!


Quote:Original Posted By ifanzdesu
@hoshiishou gelut kuy


Puja sesepuh fansub emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
Ramaikan juga dimari gan, Kaskus AMH udah sepi nih. Padahal enak kalo ngobrolin sesuatu disini ketimbang di medsos mainstream.
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 19:15
Dibilang berani sih jelas berani, mungkin cuma enggak sekonsisten dulu yang mana masih belum terlalu tercekik sama tanggung jawab duniawi. Memang kebanyakan orang lebih nikmatin yang lebih cepat duluan/cepat saji dibandingkan fansub yang emang mengutamakan kualitasnya, tapi itu enggak bikin minder kok. Biarpun mungkin cuma ada 1-2 penikmat senggaknya para fansub udah ngasih apa yang terbaik biarpun cuma sedikit orang yang menikmati. Rasa puas akan menyelesaikan sesuatu itu yang dicari. Apresiasi dari orang yang menikmati itu sendiri jadi nilai bonus.
profile-picture
MasUzzan memberi reputasi
1 0
1
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:59
Nge-sub itu biasanya hobi sampingan waktu masih pelajar, saya sendiri nge-sub cuma betah zaman SMA sampe awal kuliah (kisaran 2012-2014) karena setelah itu, ya, sudah disibukkan dengan hal lain.

Dulu saya selalu koleksi juga anime hasil sub rekan-rekan dari fansub yang bagus, tapi karena semakin lama tewas semua, akhirnya beralih ke Horriblesubs emoticon-Wink

Sekarang kurang mengikuti dunia fansub Indo lagi sih, tapi saya rasa harusnya masih tetep ada lah yang bagus, toh wibu semakin ke sini semakin banyak juga emoticon-Ngakak (S)


Quote:Original Posted By hoshiishou
"Masih berani?"

Siapa takut!


Ini nih salah satu yang berkualitas dan masih hidup, terjemahan bagus, kualitas video oke, minusnya cuma font-nya terlalu kotak tidak sesuai dengan selera saya emoticon-Malu (S)
Diubah oleh asdqua
profile-picture
profile-picture
MasUzzan dan jembisuper memberi reputasi
2 0
2
Lihat 2 balasan
Memuat data ..
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:57
Yah, mau 'gimana lagi?
Wong sudah termakan zaman, pasti berbeda tujuan.
Diubah oleh serenium
profile-picture
MasUzzan memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:55
Well, semua pros and cons udah dijelaskan sama TS soal hobi ini.
Bagi pengalaman dikit soal dunia ngesub. Awal nyoba ngesub tahun 2015, ngesub MV, belajar aegisub, nyelam ke grup fb, sampe gali gali artikel Sekolah Fansub, dan di akhir ke e-booknya mbak Chiira. Sampe bisa encode, tata rias, k-efek, timing sendiri dan akhirnya nyoba ngesub anime, dan belum bisa dibandingin sama sepuh sepuh lain hehehe.

Dan akhirnya pensi karena kesibukan di dunia nyata.

Tapi kalau misalkan suatu saat kesibukan ini berkurang, ane mau ngutip komentar bos Yuki di atas.

"Masih berani?"

Siapa takut?!
profile-picture
MasUzzan memberi reputasi
1 0
1
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:39
Quote:Original Posted By falah55
>Pake vpn
Situs mereka kena ipo-chan ?????


Sempet dimuat ke beberapa media sih katanya.
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
Baru ngeh, pindah web mereka sekarang di www.riie.net
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:28
Quote:Original Posted By MasUzzan
AWSubs kabarnya balik lagi ngesub Spring 2020 ini, ada COVID19 travel sepi. emoticon-Berduka (S)

Samehada kayaknya hanya ngerjain anime tertentu doang, nggak sebanyak dulu dan harus pake VPN untuk akses webnya.


>Pake vpn
Situs mereka kena ipo-chan ?????
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:19
Quote:Original Posted By falah55
Salah satu fansub terbesar indo yaitu awsub udah berhenti ngesub dan malah jadi agen travel emoticon-Ngakak (S)
Samehada masih hidup enggak tuh???
Udah jarang nonton sub indo lebih sering nonton sub eng emoticon-Malu (S)


AWSubs kabarnya balik lagi ngesub Spring 2020 ini, ada COVID19 travel sepi. emoticon-Berduka (S)

Samehada kayaknya hanya ngerjain anime tertentu doang, nggak sebanyak dulu dan harus pake VPN untuk akses webnya.
0 0
0
Menjadi Fansubber di Tahun 2020. Masih Berani?
31-03-2020 18:13
Salah satu fansub terbesar indo yaitu awsub udah berhenti ngesub dan malah jadi agen travel emoticon-Ngakak (S)
Samehada masih hidup enggak tuh???
Udah jarang nonton sub indo lebih sering nonton sub eng emoticon-Malu (S)
0 0
0
Halaman 1 dari 3
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia