Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
Informasi! Baca info terupdate seputar virus corona di sini
33
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e4668988d94d0244353a1d3/jerat-iblis-cerbung
Aku melangkahkan kakiku dengan berat keluar dari kamar. Seluruh badanku terasa sakit tetapi tidak membekas apapun. Samar-samar kembali ku ingat kejadian semalam. Andai aku tidak mengikuti saran temanku itu! Ah semoga benar Jin yang semalam menikah denganku bisa membawa kekayaan untukku. Aku sudah muak hidup bersama mas Agus dengan segala kesusahannya. Mas Agus adalah suamiku. Kami menikah sudah
Lapor Hansip
14-02-2020 16:30

JERAT IBLIS (CerBung)

Past Hot Thread
Aku melangkahkan kakiku dengan berat keluar dari kamar. Seluruh badanku terasa sakit tetapi tidak membekas apapun. Samar-samar kembali ku ingat kejadian semalam. Andai aku tidak mengikuti saran temanku itu!

Ah semoga benar Jin yang semalam menikah denganku bisa membawa kekayaan untukku. Aku sudah muak hidup bersama mas Agus dengan segala kesusahannya.

Mas Agus adalah suamiku. Kami menikah sudah 3 tahun dan memiliki seorang putra berusia 1 tahun bernama Wahyu. Sengaja aku menyuruh mas Agus mengajak Wahyu ke rumah neneknya di desa agar aku bisa melakukan ritual ini.

Ya, ritual 'Menikah dengan Jin' yang diajarkan oleh temanku, Ratih. Ratih sudah melakukannya dan menjadi kaya raya setelah menikah 2x dan suaminya meninggal. Ratih mengajakku untuk melakukannya, menikah dengan Jin, jika suami meninggal maka kekayaan kami akan bertambah. Setelah suami meninggal, kami bisa menikah lagi untuk menambah kekayaan. Jangan ditanya lagi, ini jelas sesat! Karena nyawa suami kami sebagai pengganti harta yang Jin itu berikan.

Himpitan ekonomi membuatku putus asa. Semalam aku sudah melakukan ritual itu. Jin itu tak berwujud. Aku hanya merasakan kehadirannya dan sentuhannya. Aku juga mendengar suaranya. Aku juga menikmati permainannya, terasa sangat nyata!

Menurut perjanjian, pagi ini aku akan menemukan sejumlah uang di dalam tudung saji yang semalam aku letakan bunga dan sesaji. Aku pun bergegas mengecek itu. Awas saja kalau Ratih bohong padaku!

Terkejut aku membuka tudung saji itu. Uang! Uang! Berlembar-lembar seratus ribuan dan lima puluh ribuan. Aku bergegas mengambil plastik kresek hitam dan memasukkan semua uang itu. Aku takut mas Agus curiga. Setelah menyimpan kresek berisi uang itu pun aku di kagetkan dengan suara orang berteriak dari luar rumah.


"Ningsih! Ningsih!", seru orang di luar rumahku.


Rumah kami masih semi kayu, pintu pun sudah keropos, itu yang membuat tamu enggan mengetuk pintu rumah ini.

Aku bergegas keluar. Dan begitu membuka pintu, banyak tetangga datang, ada yang menggotong seseorang.


"Mas Agus!"

Aku sangat kaget melihat sesosok orang digotong. Iya, itu suamiku. Tetangga bilang mas Agus ketabrak mobil di persimpangan jalan. Wahyu ternyata ditinggal di rumah orang tuanya mas Agus. Aku berfikir mas Agus masih disana beberapa hari. Aku pun menangis melihat kondisi mas Agus penuh darah.

"Sabar ya Ningsih. Ini semua kehendak Allah. Ikhlaskan suamimu.", kata Pak RT mas Agus sudah meninggal. Kami pun menyiapkan pemakaman mas Agus.

.
.


Ternyata Ratih benar! Uang datang dan suami melayang. Aku harus senang atau sedih? Oya, namaku Ningsih dan ini kisahku menjadi janda 7x karena JERAT IBLIS.


***


Hari ini tepat 100 hari meninggalnya mas Agus. Setelah kejadian mengerikan itu, Ibu mertuaku sangat sedih hingga sakit.

Kalian pasti penasaran kan dengan uang yang aku sembunyikan itu? Aku diam\-diam sudah membeli sebuah rumah dikawasan perumahan baru di dekat rumah Ratih. Aku juga sudah mencari ART untuk membantu dan menemani aku dan Wahyu disana, namanya Mak Sri. Usianya sekitar 50 tahun tapi sangat cekatan dan terlihat dapat dipercaya.

Tentunya aku menunggu waktu dan alasan yang tepat untuk pindah. Aku harus memikirkan hal yang tepat agar tidak dicurigai oleh keluarga mas Agus dan keluargaku sendiri.

Aku menatap foto pernikahan kami, sambil mengelus wajah mas Agus di foto


"Maafkan Ningsih ya mas. Ini semua demi masa depan Wahyu juga. Aku tidak mau hidup susah terus seperti itu. Maafkan Ningsih ya mas dan terimakasih mas sudah berkorban untuk kebahagiaan Ningsih dan Wahyu, anak semata wayang kita."

Entah aku ini salah atau benar. Tetapi air mataku menetes mengalir begitu saja.

** 2 minggu kemudian **


"Wahyu sayang jangan lari ya nanti jatuh. Wahyu kan belum lancar yang jalan."


Aku sangat bahagia sudah pindah ke perumahan yang sangat bagus. Rumah Ratih hanya berjarak 3 rumah dari rumahku.


Wahyu pun semakin senang belajar berjalan dan berlari. Tentunya Mak Sri ikut mengawasi.

Susah menemukan alasan aku pindah, jadi aku berbohong kepada semua orang, aku berpura\-pura pergi bekerja di luar kota dan Wahyu aku bawa untuk melupakan trauma atas kepergian mas Agus.

Sedikit tenang karena perumahan ini jaraknya cukup jauh dari desaku. Aku pun mencari tempat untuk berjualan, iya dipinggir jalan raya cukup strategis dan harga sewa nya pun terjangkau.

Aku bertekad akan menggunakan uang ini sebaik mungkin. Saat itu aku berfikir tidak perlu menikah lagi, tidak perlu mengorbankan orang lain lagi.


.
.

BIMA DAN MAS AGUS


Suami Jin ku bernama Bima. Kami masih sering berhubungan layaknya suami istri. Tetapi aku tidak bisa melihatnya. Hanya merasakannya saja dan sangat membuatku puas. Entah mengapa, aku mulai terbuai dengan segala kemudahan ini.

Bima berjanji setiap kami berhubungan, dia akan meninggalkan emas untukku. Dan benar adanya, aku tidak perlu kuatir tentang keuangan. Lagi pula usahaku sudah dibuka dan hasilnya lumayan walau hanya warung mie ayam dan jamur tetapi hasilnya luar biasa laris.

Aku mempunyai 2 pegawai dan aku hanya membantu membuat bumbu saja.
Semua berjalan lancar sampai Wahyu berusia 3 tahun.

Aku berjumpa dengan seseorang yang menawarkan membuka cabang dan memperluas usaha mie ayamku. Namanya mas Tomi, usia 40 tahunan dan orangnya baik banget. Dia duda dan belum punya anak, dia bercerai karena istrinya selingkuh. Mas Tomi tidak bisa memiliki keturunan, dan dia senang bermain dengan Wahyu.

Hari-hari berlalu dengan cepat. Keakrabanku dan Wahyu dengan mas Tomi semakin dekat. Mas Tomi pun mengutarakan hatinya.

"Dek Ningsih, maukah adek menjadi pendamping mas? Sudikah adek menjadi istri mas? Dan Wahyu menjadi anak mas?", mas Tomi terlihat sangat mantab dan bersungguh-sungguh.

Belum sempat aku menjawab, aku mendengar suara Bima menggelegar,

"TERIMA SAJA NINGSIH. AKU BUTUH RAGANYA UNTUK BERSANDING DENGANMU."

Tentu hanya aku yang bisa mendengar suara Bima.

Aku pun sangat galau. Mas Tomi sangat baik padaku dan wahyu. Tetapi jika aku menerimanya, sama saja aku mengorbankannya.

Pasti Bima akan membuatnya celaka cepat atau lambat. Tetapi jika aku menolaknya, aku takut mas Tomi patah hati. Dia terlalu baik dan aku tak tega menyakiti hatinya, namun aku pun tak berani membantah perkataan Bima, Jin yang menjadi suamiku.

"Mas Tomi, adek bersedia mas. Tetapi mas janji ya jika adek mengenalkan mas ke keluarga adek, mas bilang kalau semua usaha dan kesuksesan ini milik mas. Mas bilang saja kalau adek dulu pegawai mas."

Aku pun memanfaatkan situasi ini agar keluargaku di desa tidak curiga atas kekayaan yang aku dapat.

"Baik dek. Apapun permintaan dek Ningsih, mas pasti kabulkan. Berarti adek mau kan menikah dengan mas."

Mas Tomi memelukku dan mengecup keningku. Rasa hangat tubuhnya beda dengan Bima yang tak beraga.

.
.

** 2 Bulan kemudian **

Pernikahan diadakan begitu meriah dan semua keluargaku kagum melihat keberuntunganku. Tetapi keluarga mas Agus terlihat tidak suka. Mereka pun tidak menghadiri pernikahanku dengan mas Tomi.

Ahh biarlah! Lagi pula aku sudah kesana meminta restu dengan baik dan membawa sejumlah sembako serta uang untuk membantu pengobatan Ibu nya mas Agus. Mereka saja yang tak tau berterimakasih! Semua itu yang aku fikirkan, karena aku tidak mau terlalu pusing memikirkan mereka.

Malam pertama aku dan mas Tomi, ternyata Bima datang dan memasuki tubuh mas Tomi. Benar-benar Bima. Aku bisa merasakan sentuhannya dan sensasi nya tetap sama.

Ciumannya yang ganas, sentuhannya, serta permainan dan hentakan kuat yang membuatku mendesah dan meraih kenikmatan duniawi.

"HAHAHA ISTRIKU SANGAT MENIKMATI INI. AKU AKAN MEMBERIMU LEBIH BANYAK HARTA TETAPI INGAT JANGAN KAMU MENCINTAI SUAMIMU!"

Walau di tubuh mas Tomi, suara Bima tetap sama mengelegar membuatku merinding.

Aku pun mengiyakan perkataan Bima. Keesokan paginya aku menemukan beberapa emas di bawah bantalku. Aku mengecup kening mas Tomi. Batinku, terimakasih Bima terimakasih mas Tomi. Hidupku sangat sempurna.

Wahyu setiap hari bersama Mak Sri. Mereka bagaikan nenek dan cucu sangat lengket. Mungkin karena aku sibuk bekerja dan mengelola beberapa cabang warungku, jadi aku kurang memperhatikan Wahyu.

Tetapi aku sangat salut dengan mas Tomi. Dia selalu menyempatkan diri untuk bermain dengan Wahyu sebelum dan sesudah berangkat kerja. Mungkin karena mas Tomi sangat rindu kehadiran buah hati.

Ahh rasanya sedih jika ingat Bima bisa sewaktu-waktu mengambil mas Tomi dari sisiku, dari sisi Wahyu.

.
.

Semakin hari mas Tomi mulai menaruh curiga padaku. Mungkin karena setiap bercinta Bima yang mengambil alih tubuhnya.

"Dek Ningsih, kok mas heran ya. Sejak awal kita menikah mas selalu ketiduran kalau malam. Mas belum jadi menjamahmu. Maaf ya dek."

Perkataan mas Tomi membuat ku deg deg an takut kalau mas Tomi sadar tentang adanya Bima. Aku mencoba mencari alasan.

"Mas Tomi kan capek bekerja. Lagi pula mas selalu memanjakan aku dan Wahyu. Mas jangan berfikir aneh-aneh ya. Adek cinta mas Tomi."

Aku pun berkata manja sambil bersender di pundak mas Tomi. Berharap mas Tomi luluh dan tidak curiga.

Beda halnya Mak Sri yang tak sengaja mendengar perkataan mas Tomi. Raut wajah Mak Sri sedikit berubah antara kaget dan bingung.

Apakah mungkin Mak Sri mengamatiku dan mas Tomi ya? Atau Mak Sri tau jika setiap hari aku bercinta dengan raga mas Tomi? Aku menjadi was-was dengan hal ini.

Walau pernikahanku baru 3 bulan, tetapi hal tentang Bima tetap aku sembunyikan rapat. Aku berharap bisa bersama mas Tomi lebih lama lagi. Keromantisannya, kebaikannya, perhatiannya, dan kasih sayangnya ke Wahyu membuatku sangat kagum.

Aku tak sadar jika Bima, Jin yang menjadi suamiku, tahu semua isi hati dan pikiranku.

"NINGSIH OH NINGSIH! KAU SANGAT EGOIS DAN SERAKAH! AKU ADALAH SUAMIMU YANG SEBENARNYA! MENGAPA KAU MEMIKIRKAN MANUSIA ITU!"

Suara Bima mengglegar membuat lamunanku ambyar dan ketakutan.

Merinding aku mendengar Bima cemburu. Aku pun dalam hati meminta maaf. Aku sadar suamiku hanyalah Bima. Mas Agus maupun mas Tomi bukan suamiku. Mereka hanyalah batu loncatan untuk aku mendapatkan harta dari Bima. Aku tidak boleh terhanyut oleh perasaanku terhadap mas Tomi.

BERSAMBUNG....


JERAT IBLIS Part 2

Cerita Horor
Diubah oleh rens09
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alva610 dan 15 lainnya memberi reputasi
14
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 1 dari 2
JERAT IBLIS (CerBung)
14-02-2020 22:25
lanjut
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
15-02-2020 10:32
Quote:Original Posted By ariefdias
lanjut


Thanks sudah coment gan...
Kemungkinan nanti malam lanjut part 2^^ jangan lupa kasih cendol ya ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
ariefdias memberi reputasi
1 0
1
JERAT IBLIS (CerBung)
15-02-2020 13:14
Quote:Original Posted By rens09
Thanks sudah coment gan...
Kemungkinan nanti malam lanjut part 2^^ jangan lupa kasih cendol ya ganemoticon-Cendol Gan


emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganane siram nech
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
15-02-2020 16:32
Quote:Original Posted By ariefdias
emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganane siram nech


Xixixi thanka gan emoticon-Ngakakemoticon-2 Jempol
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
16-02-2020 13:15
ndang lanjutttt
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
16-02-2020 14:22
Monggo dilanjutkeun bro...ditunggu,,,
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
16-02-2020 21:11
Lanjutkeun
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 01:34
JERAT IBLIS (CerBung)
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 08:29
tandain ya gab
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 17:02
Lanjut... Banyak yang request noh....emoticon-Request
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:37
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:38
Quote:Original Posted By Ndaru4u
Lanjut... Banyak yang request noh....emoticon-Request


Sudah eyke post yang part 2 gan
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:38
Quote:Original Posted By cdrfkr
tandain ya gab


https://www.kaskus.co.id/show_post/5...bdb2642b393c53

Monggo gan
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:39
Quote:Original Posted By ariefdias
ndang lanjutttt


Ndang baca dah lanjut xixixi
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:39
Quote:Original Posted By suka2gwbangshat
JERAT IBLIS (CerBung)


Okay gan sudah lanjut
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:39
Quote:Original Posted By arisdurenan
Monggo dilanjutkeun bro...ditunggu,,,


Sudah gan
https://www.kaskus.co.id/show_post/5...bdb2642b393c53
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:40
Quote:Original Posted By fiqihism
Lanjutkeun


Siap^^
0 0
0
JERAT IBLIS (CerBung)
17-02-2020 22:42
jangan lupa follow ya gan^^
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
JERAT IBLIS (CerBung)
18-02-2020 06:55
Quote:Original Posted By Ndaru4u
sip gan.... biar semangat bikin up date an nya...


Thanks gan... Maklum newbie hehe
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muantapdjivva dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
JERAT IBLIS (CerBung)
18-02-2020 15:53
cooyyy ngeri bangeeettt jeratan iblis tuuhhh emoticon-Takut ditunggu cerita cerita selanjutnya
0 0
0
Halaman 1 dari 2
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
perjuangan-cinta-dion
Stories from the Heart
kompilasi-misteri-4-in-1
Stories from the Heart
renita
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Stories from the Heart
Stories from the Heart
aku-masih-cinta-dia
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia