News
Batal
KATEGORI
link has been copied
166
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e461d1cc9518b4c7f622dad/guru-denda-murid-nonton-cap-go-meh-sudah-intoleran-mata-duitan-pula
POJOKSATU.id, SINGKAWANG – Video seorang murid mengaku didenda guru agamanya lantaran menonton acara Cap Go Meh mendapat sorotan publik. Murid tersebut dilarang menonton Cap Go Meh lantaran acara tersebut bukan budaya orang Islam. Cap Go Meh merupakan perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Murid yang menonton Cap Go Meh didenda Rp30 ribu. Denda tersebut membuat warga
Lapor Hansip
14-02-2020 11:07

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula



POJOKSATU.id, SINGKAWANG – Video seorang murid mengaku didenda guru agamanya lantaran menonton acara Cap Go Meh mendapat sorotan publik.

Murid tersebut dilarang menonton Cap Go Meh lantaran acara tersebut bukan budaya orang Islam.

Cap Go Meh merupakan perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Murid yang menonton Cap Go Meh didenda Rp30 ribu. Denda tersebut membuat warganet emosi.

Warganet menilai guru agama yang mendenda muridnya dengan uang tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan.


“Guru kayak gini tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan. Mencoreng nama guru yang seharusnya kita contoh, baik perilakunya maupun ucapannya,” kata salah satu warganet, Rahmat.

Dari penelusuran Pojoksatu.id, insiden ini terjadi terjadi di SD Negeri 43 Singkawang, Kalimantan Barat.

Susilawati, orang tua murid yang ada dalam rekaman video dan mengaku didenda Rp30 ribu takut pergi ke sekolah lantaran tidak mampu membayar denda.

“Anak saya sampai tak berani masuk sekolah karena harus bayar denda, makanya saya kemarin datang ke sekolah, untuk mempertanyakan, uang denda ini akan dipakai untuk apa. Saya keberatan dengan adanya denda tersebut,” ujar Susilawati.

Di sekolah tersebut, tiga anak Susi bersekolah. Salah seorang anak Susi telah membayar Rp 5000, pakai uangnya sendiri. Sedangkan yang lain, meminta kepada orang tuanya.

“Bapaknya ndak mau ngasih, jadi ada anak saya yang tak mau masuk sekolah. Makanya saya datang ke sekolah, untuk mempertanyakan pengunaan uang denda tersebut,” tambah Susi.

Sementara itu, guru agama SD Negeri 43 Singkawang, Rusnaini meminta maaf atas kejadian itu.

Permintaan maaf disampaikan Rusnaini dalam pertemuan yang digagas Kapolsek Singkawang Selatan, AKP M Aminuddin yang dihadiri Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo, di Polsek Singkawang Selatan, Kamis (13/2).

“Kepada semua pihak saya minta maaf dan berjanji tidak mengulanginya. Uang yang kemarin juga sudah dikembalikan ke orang tua murid,” kata Rusnaini.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo menampik tudingan warganet yang menyebut guru di Singkawang intoleran dan mata duitan.

“Kalau ada klaim di medsos yang mengatakan benih intoleransi di Singkawang, itu tidak benar,” tegas Prasetyo.

agama kebencian



in guru memanfaatkan kebencian yg diajarkan agama dan nabinya untuk mencari keuntungan pribadi

ini seharusnya sudah masuk ranah saber pungli,
bukan soal pelanggaran etika lagi


ini wajah guru mujahiddah yg penuh dengan kebenciannya

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula








Diubah oleh meteror
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Tampilkan isi Thread
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Halaman 4 dari 4
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
14-02-2020 22:37
Mungkin ibu itu lagi ngumpulin dana buat biaya kimpoian suaminya. Kn lagi ngetrend istri nyuruh suaminya nikah lagi, sekalian sama biayain resepsinyaemoticon-Ngakak
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
14-02-2020 22:54
kenapa gak dipecat???
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
14-02-2020 23:02
Quote:Original Posted By larapeequer
Jadi kalo isteri mu anakmu akan dibunuh orang kau akan diam saja, tanpa melawan?

Kalau negaramu diserang musuh dan terlibat peperangan, kau juga diam saja karena esensi perang adalah membunuh atau dibunuh.

Tapi itu terserah saja itu pilihan. Hanya saja Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak berupaya mengubahnya.

Dan Ane bersyukur nenek moyang Ane yg berasal dari lingkungan pesantren turun ke medan perang melawan penjajah, sehingga sekarang Ane menikmati alam kemerdekaan.


Kan si @kily89 buddhis, dan sejauh gw menelusuri aliran si botak, ga ada yg membenarkan untuk membunuh mahluk hidup

Mahluk hidup lo, bukan sekadar manusia


Dan juga, sejauh gw nyoba" kepo dengerin ulama buddhis lokal yg ceramah di klenteng/wihara, yg paling sering gw denger itu pancasila buddhis

Yg dimana itu merupakan aturan paling mendasar buat kaum awam umat budha (gw ga inget tingkatan level kesucian biksu ato samanera ato apalah), kaum awam itu kasta paling bawah alias orang biasa yg bukan ulama ato biksu

Plus, sila pertamanya aja dilarang membunuh


Sangat jomplang sama ayat yg bunuh kafir kalau dibandingkan

emoticon-fuck
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
14-02-2020 23:04
kPK/saber pungli gak bisa masuk ke kasus ini??
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
14-02-2020 23:06
Ngga beda jauh kelakuannya sama yang dimarih emoticon-Ngakak
Tukang Palak, alasannya demi kemaslahatan umat emoticon-Wakaka
11 = 12 koq, sama-sama intoleran pula emoticon-Wkwkwk
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 00:33
kadal betinawati mau tua, muda, bocil, muka demeknya rata, otak tololnya paling menonjol.
profile-picture
liee memberi reputasi
1 0
1
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 03:48
Quote:Original Posted By larapeequer
Jadi kalau negara ini diserang musuh, kalian cuman sembunyi dalam rumah?.

Ya nggak apa-apa sih. Biar kami yang berperang melawan penindasan dan kesewenang-wenangan.


Iya, cukup bayar jizya doang demi kepala nempel sama badan
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 07:22
Quote:Original Posted By meteror
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula



POJOKSATU.id, SINGKAWANG – Video seorang murid mengaku didenda guru agamanya lantaran menonton acara Cap Go Meh mendapat sorotan publik.

Murid tersebut dilarang menonton Cap Go Meh lantaran acara tersebut bukan budaya orang Islam.

Cap Go Meh merupakan perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Murid yang menonton Cap Go Meh didenda Rp30 ribu. Denda tersebut membuat warganet emosi.

Warganet menilai guru agama yang mendenda muridnya dengan uang tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan.


“Guru kayak gini tidak hanya intoleran, tapi juga mata duitan. Mencoreng nama guru yang seharusnya kita contoh, baik perilakunya maupun ucapannya,” kata salah satu warganet, Rahmat.

Dari penelusuran Pojoksatu.id, insiden ini terjadi terjadi di SD Negeri 43 Singkawang, Kalimantan Barat.

Susilawati, orang tua murid yang ada dalam rekaman video dan mengaku didenda Rp30 ribu takut pergi ke sekolah lantaran tidak mampu membayar denda.

“Anak saya sampai tak berani masuk sekolah karena harus bayar denda, makanya saya kemarin datang ke sekolah, untuk mempertanyakan, uang denda ini akan dipakai untuk apa. Saya keberatan dengan adanya denda tersebut,” ujar Susilawati.

Di sekolah tersebut, tiga anak Susi bersekolah. Salah seorang anak Susi telah membayar Rp 5000, pakai uangnya sendiri. Sedangkan yang lain, meminta kepada orang tuanya.

“Bapaknya ndak mau ngasih, jadi ada anak saya yang tak mau masuk sekolah. Makanya saya datang ke sekolah, untuk mempertanyakan pengunaan uang denda tersebut,” tambah Susi.

Sementara itu, guru agama SD Negeri 43 Singkawang, Rusnaini meminta maaf atas kejadian itu.

Permintaan maaf disampaikan Rusnaini dalam pertemuan yang digagas Kapolsek Singkawang Selatan, AKP M Aminuddin yang dihadiri Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo, di Polsek Singkawang Selatan, Kamis (13/2).

“Kepada semua pihak saya minta maaf dan berjanji tidak mengulanginya. Uang yang kemarin juga sudah dikembalikan ke orang tua murid,” kata Rusnaini.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetyo Adhi Wibowo menampik tudingan warganet yang menyebut guru di Singkawang intoleran dan mata duitan.

“Kalau ada klaim di medsos yang mengatakan benih intoleransi di Singkawang, itu tidak benar,” tegas Prasetyo.

agama kebencian



in guru memanfaatkan kebencian yg diajarkan agama dan nabinya untuk mencari keuntungan pribadi

ini seharusnya sudah masuk ranah saber pungli,
bukan soal pelanggaran etika lagi


ini wajah guru mujahiddah yg penuh dengan kebenciannya

Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula










yg wajah nya yg mana bray? kacamata atau tdk?
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 07:53
Quote:Original Posted By larapeequer
Mene ketehe. Ane nggak tahu dan nggak mo ngurusin ajaran agama orang lain.

Sekarang Lo tau kan rasanya punya agama yg dibajak orang yang ngaku ahli agama untuk melakukan kegiatan yg jelas 2 bertolak belakang dengan ajaran agama mu.

Ya seperti itu rasanya, kalo yg somplak manusia nya yah salahkan manusia nya bukan agama.

Asal Lo tahu aja, yg paling banyak menjadi korban dari aliran radikal macam ISIS, Al Qaeda, bahkan jaringan teroris dalam negeri adalah umat Islam.


Tapi bedanya si botak biadab itu ga bisa menggunakan dalil ajaran agamanya jadi apanya yang dibajak? Waktu bacot rally massa dia pake sentimen kebangsaan kok. Ga ada kalimat demi buddha, kita harus bunuh mereka, buddha mengajarkan perangilah mereka yang menolak ajaran buddha Sudah gitu dia pun ga lepas dari sanksi... Dari 2600 tahun ajaran buddha eksis, kasus yang sangat memalukan itu terjadi satu kali yakni si botak biadab itu. Bikin malu aja umat buddha seluruh dunia.

Sedangkan radikal yang kamu sebut saat ditanya alasannya kenapa melakukan itu selalu mengambil alasan dari ajaran mereka, walau sebagian mengatakan bahwa mereka yang salah memahami. Ga pernah keluar sentimen kebangsaan untuk menjadi alasan mereka melakukan tindakan terror. Mereka mengambil dari ajaran....timbul celah disini. Gw jamin kalau dalam ajarannya sama sekali ga punya alasan untuk itu mereka ga akan bisa bawa" Dalil agama. Dan ga akan muncul islamophobia. Sebagaimana ga ada Buddhaphobia.

Resiko ajaran spiritual yang mencampuradukkan duniawi sama spiritual yah begitu. Kristen dulu waktu jaman pertengahan yang disebut abad kegelapan. Islam saat ini dimana sisi spiritual nya banyak terkotori duniawi. Norse religion nya bangsa viking dengan segala kebrutalannya. Padahal duniawi dan spiritual itu sering kali berlawanan arah.

Cari ulama tuh yang spiritual nya tinggi, mereka biasanya lebih tau kondisi sebenarnya. Mereka ga akan mengatakan perangi kafir, pandang rendah kafir. Karena biasanya mereka sudah berisi dan berilmu. Cari ulama jangan yang ngejar duniawi. Koleksi bini, beli barang mewah, fee ceramah besar". Ga murni itu.
Diubah oleh kily89
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 08:04
Quote:Original Posted By larapeequer
Jadi kalau negara ini diserang musuh, kalian cuman sembunyi dalam rumah?.

Ya nggak apa-apa sih. Biar kami yang berperang melawan penindasan dan kesewenang-wenangan.


Tidak sembunyi. Ikut berkontribusi namun menggunakan alasan kebangsaan maupun kemanusiaan bukan dalil agama. Kami paham dengan melakukan hal tersebut, membunuh akan menciptakan karma buruk yang akan menghambat pencapaian spiritual kami. Tapi kami tetep berkontribusi. Toh kehidupan juga bukan satu kali doank kok.

Ngerti kan, walaupun kami membunuh di saat perang kami tetap sadar kalau membunuh adalah salah dan kami tidak akan berbangga hati karena hal tersebut. It's just what we have to do to survive. Dan tugas kami untuk memastikan anak cucu tidak merasakan pedihnya hal tersebut. Bukan selalu perang, perang, dan perang karena katanya kalau mati dalam perang masuk surga.
0 0
0
Lihat 25 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 10:59
Waduh gimana tuh, jangan kaya gitu lagi pak guru bu guru.
Belum tentu nonton kaya gitu gak ada faedahnya lho.
Hitung hitung melestarikan budaya tuh
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 11:11
Quote:Original Posted By larapeequer
Lha iyalah, kalo negara diserang musuh, Elu cuman sembunyi, nggak mo ikutan perang takut mati. Padahal kalo rumahmu kejatuhan rudal juga bakalan mati. Sementara yg laennya angkat senjata buat berperang, mosok Elu enggak dipajekin. Enak ajah.


Memang sudah mendarah daging ya

Haus darah, demen malak rampok perkosa


Doktrin iblis
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 11:27
Quote:Original Posted By larapeequer
Ciee.... Ada iblis ngatain orang iblis.
Nggak bisa baca yah. Orang ngomongin perang bela negara dibilang haus darah, malak, rampok, perkosa.

Elu tuh yg iblis. Otak penuh kebencian. Elu tuh nggak beda jauh ama kaum takfiri.


Perang mulu isi otaknya

Dari page 2 ampe skrg kan yg bawa" konteks perang elu

agama yg bener itu ngajarin jgn berantem, jgn nyakitin yg lain, nahan diri

Bukan cuma urusin perang dan ranjang

Tuhan macam apa yg ngajarin umatnya saling berperang antar sesama?


emoticon-Wkwkwk


Sama terakhir, kalo emang demi negara, ga perlu bilang perangi kafir/kresten/yahudi


Ini suku tribal apa agama?
emoticon-fuck
Diubah oleh anus.bau.edan
profile-picture
jd101 memberi reputasi
1 0
1
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 12:03
Quote:Original Posted By larapeequer
Eh iblis.....hai iblis...
Elu ajah cuman nimbrung obrolan Ane ma kaskuser laen, pakai belagu Lu.
Ya jelas isinya perang, orang baru ngobrolin hukum perang ama kaskuser laen. Elu ikutan nimbrung.
Dah gitu nggak paham konteks lagi...
Belajar baca dulu, baru ngebacot ya Blis...


Lah emang elu siapa?

Argumen lu ga boleh dilawan orang lain?


Udahlah, ga perlu pake trik konteks"an

Almaidah ga perlu konteks
Ayat gorok perlu konteks

Nasikh mansukh
Taqiyya


Itu dua aja udah menjelaskan kalo ajaran elu ga mutlak, bisa dibelokin seenak jidat

Serasa tuhan punya autocorrect, pas nurunin wahyu ga di cek dulu


Intinya toh ajaran yg lu anut itu aturan tribal, pokoknya asal gue enak



Blm lagi, yg dibisikin udah macam sultan minyak, semua ada kekhususannya


Bohongin bini, bilang dipanggil bapaknya
Bini samperin bapaknya, eh donjuan ngewongin pembokatnya yg seksi


Padahal di awal donjuan bilang kalo ngewong diluar hubungan laki bini ntu haram

Pas kegep sama bini, donjuan dapet "pencerahan" kalo babu boleh diewong



emoticon-Wkwkwk
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 12:12
Quote:Original Posted By larapeequer
Cie.... Ngeles kayak bajaj....

Pakai donjuan dibawa segala..

Joko sembung bawa golok
Nggak nyambung blok...


Cie udah ga mampu jawab

Boss mu cuma ketaker sebagai donjuan doang

Ssi level divine, bawa" mahluk astral
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 12:24
Quote:Original Posted By larapeequer
Bukannya nggak bisa jawab. Males ajah, bacotan Lo tambah absurd nggak jelas.

Ya emang gitu sih otak kalo penuh kebencian, bisanya caci maki doang. Pakai 1001 alesan, donjuan lah ampe dilibatin...

Nggak jauh beda ama kaum takfiri. Isinya cuman nebar kebencian. Omongan sendiri aja nggak paham kok.


Yoi cuma islam yg sempurna

Yg lain penuh dosa dan celah
0 0
0
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 12:28
Quote:Original Posted By larapeequer
Hukum dalam kondisi perang memang berbeda dengan hukum saat damai.
Pointnya di situ.

Ajaran agama Islam yg diturunkan kepada nabi terakhir, memang di desain lengkap. Dari hukum pernikahan, perdagangan bahkan hutang- piutang, pemakaman dll, Termasuk mengatur hukum saat damai dan hukum saat perang.

Kalau kau diperangi, dan kau tak berani membela diri itu artinya bunuh diri. Dan bunuh diri itu dosa. Dan Tuhan tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, kalau kaum itu tidak mengubah nasibnya sendiri. Artinya jika kau di dzalimi orang, maka yg bisa menghentikan ke dzaliman itu ya manusia, jangan mengharap Tuhan akan menurunkan tentara2 langit buat menolong manusia. Karena pertolongan itu bentuknya yah bantuan manusia lain juga.

Nah para takfiri itu sengaja memakai ayat,surat yg digunakan di saat perang untuk mengacau di kondisi damai. Bahkan mereka sengaja membuat dalil-dalil yang tidak ada di ajaran agama, di atas namakan dalil agama. Contohnya mati jihad dapet istri 72 bidadari surga. Nggak ada itu di Al Qur'an, ayat bunyinya kayak gitu. Bahkan di Al Qur'an jelas tertulis, dilarang melakukan kerusakan di muka bumi, dilarang membakar tempat ibadah agama lain, dilarang menghina Tuhan agama lain dsb dan definisi bidadari surga itu tidak sama dengan manusia, semacam entitas tersendiri seperti malaikat. Bisa dibayangkan apakah manusia bisa memperistri yg bukan manusia.

Lalu kenapa dalil2 kaum takfiri yg tak sesuai ajaran agama, berkembang di kaum radikal? Karena propaganda yg terus menerus dilakukan baik oleh kaum takfiri maupun kontra takfiri, bisa menjebak anggapan bahwa dalil itu benar. Dan orang2 yg baru belajar agama, tapi enggak/ males belajar ke sumbernya langsung (Al Qur'an) bisa kemakan dalil2 kaum takfiri itu.


Hahaha....gw ga akan ngomentarin soal nabi terakhir yah...karena nabi lo bukan nabi gw juga...lo agama wahyu, kami ajaran dharma...konsep nya beda dan tidak saling berkaitan. Gw bisa memberikan bukti jika lo mau.

Di sini ajaran buddha adalah ajaran yang memang fokus pada aspek spiritual n spiritual only...dan sekali lagi gw katakan aspek spiritual sering kali bertentangan dengan aspek duniawi.

Berperang dan membunuh dalam membela negara, keluarga, maupun diri sendiri sangat dibenarkan secara duniawi. Namun dari sisi spiritual, seseorang yang melakukan hal tersebut itu sudah membuat sebuah karma buruk yang harus dibayar. Menjadi sebuah rantai yang menghambat pencapaian spiritual.

Sebagai ilustrasi, yang disebut masuk ke surga itu apa? Roh atau badan? Lo berperang untuk membela negara, keluarga, diri sendiri itu manfaat nya untuk badan ini, bukan untuk roh. Malah berakibat buruk karena apa, karena saat lo membunuh lo liat ke dalam diri lo, pasti pada akarnya adalah kebencian. Kebencian pada mereka yang melukai negara, keluarga, dan diri sendiri. Kebencian ini adalah salah satu dari sumber derita. Selama ada kebencian maka selama itu juga seorang makhluk tidak akan lepas dari derita. Kebencian ini sifatnya intangible, saat tubuh lo hancur dia tidak akan hilang bersama tubuh ini dan roh lo kembali suci bersih (enak amat emoticon-Nohope) makanya pada setiap agama yang benar, ada yang namanya mensucikan batin. Kenapa kok disucikan, dari apa....yah dari yang sifatnya kotor...ada juga yang menyebut menyempurnakan batin.

Apakah salah membela negara? Tidak secara duniawi. Tapi dari sudut pandang spiritual kami hal tersebut menjadi penghambat. Lalu apakah seorang buddhist akan berdiam diri saat negara nya di serang? Tergantung, karena umat buddhist terdiri dari tingkatan yang berbeda. Pada tingkatan bhikkhu/bhikkhuni ya, mereka tidak akan ikut berperang karena tujuan mereka murni spiritual. Mereka melepas semua hal duniawi untuk mencapai tujuan mereka, disiplin diri, puasa setahun penuh, pengendalian 5 indera, dll. Pada tingkatan umat awam seperti kami akan lebih bervariasi karena umat awam seperti kami tidak terlepas sepenuhnya dari aspek duniawi. Sehingga saat aspek duniawi tersebut terguncang maka kami juga akan terpengaruh. Namun jikalau pun kami membunuh itu pun membunuh karena terpaksa, tidak dengan hati gembira ataupun memotong leher dan keliling kota sambil menenteng kepala dan menganggap pintu surga sudah terbuka di hadapan kami. Sebaliknya, kami dengan sadar memahami bahwa tindakan yang kami lakukan berdampak buruk secara spiritual bagi kami tapi dengan terpaksa harus kami lakukan untuk bertahan karena kami tidak terlepas dari aspek duniawi.

Jadi kalau umat buddha maka sudah paham mengenai ini...sebisa mungkin kami berlatih diri menghindari segala bentuk pembunuhan maupun kekerasan. Ini adalah sila pertama dari lima sila dasar kami. Dan dalam ajaran buddha sendiri segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan karena ajaran ini bukan untuk mengejar duniawi namun untuk mencapai tahapan spiritual tertinggi yang disebut dengan kebuddhaan.
Diubah oleh kily89
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 12:48
Quote:Original Posted By larapeequer
Membunuh orang terus memamerkan kepalanya kemana2 itu kan ulah ISIS.

Itu melanggar ajaran Islam. Karena Islam mengajarkan untuk menghormati jenazah, memperlakukannya dengan baik, sekalipun semasa hidupnya orang itu berbuat sangat jahat, apapun agama dan sukunya. Karena manusia itu ciptaan Tuhan, maka wajib hukumnya memperlakukan jenazah dengan baik.

Intinya adalah, kalau nggak tahu ajaran agama orang laen, ya nggak udah sok tahu dan mencela, maki2. Padahal yg dikatakan itu salah besar. Itu ajah.


Gw memang menyindir ISIS bukan islam. Karena gw ga tau soal islam secara mendalam. Gw cuma bisa menjelaskan agama gw dengan baik.
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 12:48
Quote:Original Posted By larapeequer
Membunuh orang terus memamerkan kepalanya kemana2 itu kan ulah ISIS.

Itu melanggar ajaran Islam. Karena Islam mengajarkan untuk menghormati jenazah, memperlakukannya dengan baik, sekalipun semasa hidupnya orang itu berbuat sangat jahat, apapun agama dan sukunya. Karena manusia itu ciptaan Tuhan, maka wajib hukumnya memperlakukan jenazah dengan baik.

Intinya adalah, kalau nggak tahu ajaran agama orang laen, ya nggak udah sok tahu dan mencela, maki2. Padahal yg dikatakan itu salah besar. Itu ajah.



mayoritas umat islam makan riba, itu melanggar ajaran islam


berarti umat islam didunia jumlah sangat sedikit, karena mayoritas dari mereka melanggar ajaran islam untuk menjauhi riba emoticon-Takut
Diubah oleh meteror
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Guru Denda Murid Nonton Cap Go Meh, Sudah Intoleran, Mata Duitan Pula
15-02-2020 13:01
Quote:Original Posted By larapeequer
Eh iblis.....hai iblis...
Elu ajah cuman nimbrung obrolan Ane ma kaskuser laen, pakai belagu Lu.
Ya jelas isinya perang, orang baru ngobrolin hukum perang ama kaskuser laen. Elu ikutan nimbrung.
Dah gitu nggak paham konteks lagi...
Belajar baca dulu, baru ngebacot ya Blis...



Bukankah nabimu gak bisa bedakan wahyu tuhan dan wahyu iblis makanya bisa ada ayat2 setan? Satu2nya fitur yang lupa diperlengkapi oleh tuhanmu kepada nabimu adalah membedakan wahyu tuhan dan iblis



Quote:Original Posted By larapeequer
Membunuh orang terus memamerkan kepalanya kemana2 itu kan ulah ISIS.



Masak kau lupa nabimu memenggal 800 laki2 qurayza dan 1 wanita mereka setelah perang the trench? Kau mengerti agamamu gak sebanrnya?




Quote:Original Posted By larapeequer


Itu melanggar ajaran Islam. Karena Islam mengajarkan untuk menghormati jenazah, memperlakukannya dengan baik, sekalipun semasa hidupnya orang itu berbuat sangat jahat, apapun agama dan sukunya. Karena manusia itu ciptaan Tuhan, maka wajib hukumnya memperlakukan jenazah dengan baik.

Intinya adalah, kalau nggak tahu ajaran agama orang laen, ya nggak udah sok tahu dan mencela, maki2. Padahal yg dikatakan itu salah besar. Itu ajah.


Apa untungnya kau urus jenazah orang jika hidupnya kau ambil? Yang kau hormati itu hidup/nyawa manusia atau badannya?

Apakah dengan mengurus jenazah ornag2 yang kau penggal berarti kau menghargai dia?

Sudah berapa kepala kafir yang kau penggal hari ini? Itu hanya saat perang? Jika manusia sempurna kayak nabimu saja berlaku lebih sadis dibandingkan manusia biasa walaupun saat perang, apakah itu menunjukkan kesempurnaan nya? Atau jangan2 nabimu itu bukan mmanusia sempurna? Jika bukan manusia sempurna, maka dia pasti berdosa .. dan jika dia berdosa, adalah sunnah bagimu mengikuti dosa2nya
0 0
0
Lihat 1 balasan
Memuat data ..
Halaman 4 dari 4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia